Title: Ich Liebe Dich
Cast: Park Chanyeol,Byun Baekhyun
Author: chanbubble
Pairing: ChanBaek/Chanyeol Baekhyun
Disclaimer: ini FF murni pemikiran chan sendiri, jika ada kesamaan alur cerita atau latar mohon dimaklumi. NO COPYCAT OR SILENT READER!
Baekhyun masih memandangi anak yang memegang kakinya dengan bingung sekaligus ketakutan. "Apa maksud orang ini? Dan siapa dia? Apa pula yang ia lakukan disini?" pikirnya.
"Kumohon.. t-tolong aku.." ucap nya lagi. Baekhyun memandang wajah anak tersebut dalam-dalam. Ia melihat ekspresi yang amat ketakutan,serta lebam disekitar mata dan bibirnya berdarah. Badannya pun dipenuhi pasir dan kotoran. "Apa yang terjadi denganmu? Dan kamu siapa? Mengapa kamu ada disini? Ayo ceritakan semuanya! Mungkin aku dapat membantu" Baekhyun membawa anak itu duduk di pinggir ruangan dan bertanya dengan ramah.
Anak itu yang tadinya mengira bahwa Baekhyun sama saja dengan anak-anak yang lainnya langsung berubah pikiran. Ia kira tadi Baekhyun akan langsung menendang nya dan berlari menjauh, namun tidak.
"E..eng.. mereka memukulku,menonjokku,menendang.. s-sakit" erangnya. "siapa yang berani melakukan itu padamu? Katakan!" kata Baekhyun sambil dengan iba melihatnya. Ia penasaran, siapa sebenarnya anak itu.
"T-teman sekolahku.. mereka semua, tidak menginginkan aku di sekolah.. kata mereka aku tidak pantas dan tidak boleh ada disana namun aku tetap berusaha.. aku tidak mau kehilangan.. sekolah.." ucapnya sambil meneteskan air mata. Baekhyun memberinya saputangan kesayangannya yang selalu ia bawa di dalam saku celananya. "jangan menangis… apa yang membuat mereka jadi sperti itu?"
"Mereka iri, mereka ingin mendapat angka 100 di kertas ulangannya namun mereka tidak bisa… beberapa juga ada yang mengatakan kalau aku bukan golongan mereka maka aku tidak pantas sekolah.." anak itu mengusap air matanya dengan saputangan Baekhyun lalu melanjutkan ucapannya "t-terimakasih.. kurasa tidak ada orang yang mau berbicara padaku di dunia ini lagi… k-kamu siapa?"
"aku Baekhyun, aku dibawa dad kesini… yah sebenarnya aku tidak tahu ini di daerah mana namun ia kesini karena ada pekerjaan.. bagaimana denganmu? Aku ingin mengenalimu lebih jauh" Baekhyun berkata sambil tersenyum dan mengelus punggung anak itu. Anak itu mendongakkan kepalanya, menatap Baekhyun lalu ia menceritakan semua, semua tentang kehidupannya.
Dan dalam waktu 10 menit, anak itu selesai bercerita dan Baekhyun memahami setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Anak itu bernama Chanyeol, Park Chanyeol. Ia berumur sama dengan Baekhyun dan ia sudah menetap di daerah ini sejak ia kecil. Ia tinggal hanya berdua bersama ibu dan adiknya, yang ia ketahui bernama Park Se Hun (anggap aja ini Sehun, Cuma marganya doang yang diganti buat nge samain yeol ^^). Sejak kecil ia hidup di gubuk kumuh tak jauh dari reruntuhan ini dan katanya ia sering bermain sendirian disini karena semua orang tidak menyukainya. Ia termasuk dalam golongan rendah, golongan yang dijajah. Sementara teman teman sekolahnya (begitu pula Baekhyun) adalah golongan yang menjajah (anggap aja ini cerita seperti jaman Indonesia dijajah Belanda dulu tapi ini bukan Indonesia-Belanda melainkan negeri antah berantah(?)) jadi teman temannya samasekali tidak suka Chanyeol dan ia dikucilkan.
"oh jadi begitu…" Baekhyun mengangguk lalu memeluk Chanyeol. "sabarlah… aku mau kok jadi temanmu!" ucap Baekhyun sambil menepuk nepuk punggung yeol
Chanyeol melepaskan pelukan mereka lalu menatap Baekhyun dengan tatapan tidak percaya. "benarkah? Kamu mau?" tanyanya tanpa berkedip. "benar! Mulai sekarang kita teman, aku akan sering mengajakmu bermain sehingga kau tidak akan merasa kesepian lagiii~" jawab Baekhyun sambil tersenyum lebar.
"Tapi…apakah tidak apa-apa? Aku kan berbeda…" kata Chanyeol sambil menunduk. Ia tahu bahwa Baekhyun berbeda golongan dengannya,Baekhyun juga mengetahui hal itu.
"Tidak ada yang berbeda Yeol, kita sama-sama manusia. Dan setahuku semua manusia itu sama saja hak dan kewajibannya. Dan begitu pula kamu Yeol, kau juga mendapat hak sebagai manusia, hak berteman. Dan kurasa tidak ada salahnya jika kita berteman yakan?"
Chanyeol mengangguk setuju. "Tapi apakah tidak apa-apa untuk orang tuamu..?" Baekhyun terdiam, ia tampak berfikir sejenak. Ia tahu bahwa orang tuanya apalagi dad tidak akan suka jika ia berteman dengan Chanyeol. "Tak apa. Aku akan mengurus semuanya. Akan aku pastikan hubungan kita baik-baik saja, kita berteman diam diam ne? aku janji, aku tidak akan menjerumuskanmu dalam masalah" Baekhyun mengacungkan jari kelingkingnya, meminta Chanyeol untuk menautkan miliknya sebagai tanda janji telah dibuat. Chanyeol memandang kelingking Baekhyun, untuk beberapa saat ia tampak ragu namun akhirnya ia menautkan kelingkingnya di milik Baekhyun dan mengangguk lalu tersenyum. "Oke. Janji!"
…
Baekhyun sedang duduk di dalam mobil dad. Ia melihat keluar jendela dan ia mendapati bahwa hari sudah malam. Keheningan menyelimuti mobil tersebut lalu tiba tiba dad berbicara. "Baekhyun, dad dan mom akan tinggal selama 3 minggu di tempat rekan kerja dad mulai esok hari. Apakah itu tidak apa-apa? Nancy akan tetap dirumah kok.. atau kau mau ikut serta?" katanya. Seketika Baekhyun mendapat ide cemerlang
"Oh tidak usah dad, itu tidak akan apa-apa kok, aku bisa mengurus diri sendiri… dimana tempatnya memang?"
"Di tempat yang tadi, memangnya kenapa?"
"bolehkah aku ikut serta saat mengantar?"
Dad mengangguk "Boleh, nanti supir Dad yang akan mengantarmu kembali kalau begitu"
Baekhyun tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Bagus."
…
19th December 1967
Baekhyun melihat ayahnya telah masuk kedalam bangunan itu, ia cepat cepat kembali ke depan mobil nya dan membisikkan sesuatu di telinga supirnya. Supir itu hanya mengangguk lalu Baekhyun melesat pergi ke reruntuhan yang tak jauh dari situ.
Ia melangkahkan kakinya masuk dan berbisik setengah berteriak "Park Chanyeol! Chanyeol!" panggilnya sambil menjelajahi seisi ruangan dengan matanya. "Aku disini.. Baekhyun!"
Baekhyun menoleh ke tempat suara itu berasal dan berhasil menemukan Chanyeol di sudut ruangan, sedang duduk sambil mencoret sesuatu di dinding. "Chan.. ayo, ikut aku cepat!" perintah Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol. "Eo? Ada apa Baekhyun? Aku mau dibawa kemana?" tanyanya penasaran. "Sudahlah, akan kujelaskan nanti ayo sekarang cepat" Baekhyun menarik kuat-kuat lengan Chanyeol dan berlari keluar, Chanyeol hanya menuruti perintah Baekhyun. Ia ikut berlari dibelakangnya dengan penasaran.
Baekhyun menyuruh Chanyeol untuk masuk kedalam mobilnya lalu ia duduk di jok belakang, di sebelah Chanyeol. "B-Baekhyun – a… aku mau dibawa kemana?" Tanya Chanyeol dengan bingung saat pintu mobil telah dikunci dan mobil berjalan pelan. "Kau akan menginap dirumahku Chan! Selama 3 minggu! Mom dan Dad pergi menginap di rumah rekan Dad, bukankah itu menyenangkan? Hah hah?" Ucap Baekhyun bersemangat sambil tersenyum riang. Chanyeol kaget mendengar kata-kata Baekhyun, ia bahkan belum meminta izin kepada ibu dan adiknya. "T-tapi.. kenapa kau tidak bilang terlebih dahulu Baekhyun? Nanti jika ibu dan adikku mencariku… bagaimana… dan bukannya aku tidak seharusnya bermain di rumahmu? Bukannya kita seharusnya…"
"sssttt!" Baekhyun menempelkan telunjuknya didepan bibir Chanyeol untuk menyuruhnya diam. Chanyeol bingung sambil melihat kearah telunjuk Baekhyun. "Kau terlalu banyak bicara! Soal ibu dan adikmu… tak apa, aku akan menyuruh salah satu pelayan ku untuk mengantar surat kepadanya. Semuanya akan baik-baik saja, aku yakin kau akan betah di rumahku Chanyeol! – umm lebih tepatnya di rumah sementaraku hehehe" ujar Baekhyun sambil terkekeh lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol. "Ini pertama kalinya aku mengundang teman yang berbeda untuk menginap di rumahku saat mom dan dad pergi… rasanya sungguh, menyenangkan." Chanyeol mengangguk setuju lalu ia hendak berbicara namun ia menyadari bahwa Baekhyun sudah tertidur di pundaknya.
…
Baekhyun membuka matanya dengan malas, lalu mengerjapkannya tiga kali. "Unft.. ada apa sih.." ia menguap lalu mengubah posisi duduknya menjadi tegak. "Kurasa kita sudah sampai di rumah Baekhyun" Baekhyun membelalakkan matanya lalu menormalkan ukurannya kembali, ia baru kembali ke kenyataan. "Ah iya! Yasudah ayo turun, aduh rasanya leherku mau patah saja tidur didalam mobil seperti itu" kata Baekhyun, ia membuka pintu mobil lalu turun, diikuti dengan Chanyeol.
"W-woah…" gumam chanyeol dengan mulut menganga. Sekarang ia sudah bisa melihat dengan jelas rumah Baekhyun. Meski itu adalah rumah sementara namun sudah sangat besar bagi Chanyeol. Ia mengedarkan pandangan berkeliling, dan berdecak kagum.
"Hey" Baekhyun menepuk pundak Chanyeol dan ia langsung berjengit. "Hahaha, ada apa Chan? Mengapa kaget begitu? Ayo masuk dulu, dan tutup mulut mu itu! Nanti bisa bisa ada capung yang masuk dan membuat sarang didalamnya"
Chanyeol mengangguk lalu menutup mulutnya yang sedaritadi ia biarkan terbuka lebar, ia sungguh takjub dengan pemandangan rumah Baekhyun yang sungguh mewah. Baekhyun menggandeng tangan Chanyeol dan perlahan melangkah masuk kedalam rumahnya. Didalam, belum berakhir kemewahan rumah Baekhyun bahkan lebih dari yang ia bisa lihat diluar. Namun saat Chanyeol sedang asyik mengagumi isi rumah Baekhyun tiba-tiba matanya berhenti dan tertancap pada sebuah benda besar berwarna hitam dengan garis garis putih di tengah suatu ruangan. Dengan penasaran Chanyeol melangkah mendekati benda itu dan memiringkan kepalanya ke kanan.
"Chan apa yang kau… eh? Kau sudah bertemu pianoku?" Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol. Chanyeol mengangguk lalu berkata, "ini namanya piano Baek? Aku tidak pernah melihat piano sebelumnya.. Ini benda apa? Apakah bisa bekerja jika aku.." Chanyeol melayangkan jarinya dan memencet salah satu tuts di piano tersebut dan sebuah dentingan terdengar di telinganya. Dan lagi-lagi ia berjengit. "Hahahaha, kau sungguh lucu Chanyeol! Kita tinggalkan saja dulu pianonya, apakah kau tidak mau melihat lihat kamarmu – eh kamar barumu?" Tanya Baekhyun.
Chanyeol mengangguk lalu Baekhyun berjalan menaiki tangga putar dan sampai di lantai dua dan ia memimpin Chanyeol berjalan ke sebuah pintu di sudut ruangan. Baekhyun memutar kenop pintu tersebut dan pintu itu langsung terbuka. Menunjukkan sebuah kamar yang cocok untuk seorang anak laki-laki seumuran mereka. Baekhyun sudah meminta pelayannya untuk mendekorasi sedikit kamar itu agar layak dipakai Chanyeol.
Kamar itu dilapisi wallpaper berwarna biru laut dan tempat tidurnya dilapisi sprei yang sama warnanya dengan motif roket kecil. Di sudut-sudut kamar juga ada lemari besar yang bahkan mungkin cukup dimasukkan seluruh baju Chanyeol dari ia kecil hingga sekarang. Juga ada meja belajar,lampu tidur,jam weker,serta sebuah rak penuh berisi barang barang yang mungkin akan disukai Chanyeol (komik,miniature,novel,dll).
"Jadi.. apakah kau menyukainya?" Tanya Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol. "Ya, Baekhyun! Aku sangat menyukainya! Terimakasih…" Chanyeol tersenyum lebar kearah Baekhyun dengan mata berbinar-binar. Baekhyun mengangguk lalu tertawa, "Oiya, untuk baju-bajumu.." Baekhyun melangkah ke depan lemari besar itu lalu membukanya. "semua sudah tersedia disini, jadi kau tidak perlu khawatir. Aku yakin ukurannya akan pas untukmu"
Chanyeol melongok kedalam lemari besar itu dan mendapati isinya penuh dengan baju anak laki-laki dan Chanyeol menyukai segala bentuk dan model baju yang ada di dalam situ.
"Masih ada banyak hal lain yang ingin aku kenalkan padamu! aku yakin dalam 3 minggu kau akan bisa mengetahui semua hal yang belum pernah kau ketahui!" ucap Baekhyun lalu ia memeluk Chanyeol dengan erat.
-TO BE CONTINUED-
Hai readers, maaf chanbubble kelamaan nerusin chap 2 nya huhuhu T^T apa kalian masih setia nungguin update-an baru dari chan? Chan rasa udah lupa semua sama ff ini huaaaa… chan kesibukan sama urusan rl sih.
Oke bagi readers, tolong tulis review ya! Yang banyak hihihi. Supaya chan tau masih ada yang nungguin chapter selanjutnya dari FF ini. Ingat, NO REVIEWS NO NEXT CHAPTER ^^
