Cast : KyuMin and the other cameo~~~.
Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan, GAJE, and Typo(s)
Dislaimer : KyuMin milik Tuhan YME. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun
HAAIII~~~ ini FF debut sayaaa~~~#gaknanya!
Cerita ini 100% hasil pemikiran otak saya. memang sih saya dapet idenya pas nonton School 2013. Jadi kalo ada kemiripan itu wajar~ dan saya memang ngambil situasi yang sama dengan School 2013. Tapi konfliknya beda kok. Cuma situasi aja~~ ~~
Kali ini saya buat KyuMin. Heehe okelah selamat membaca~~ jangan bosan untuk memberikan Review pada saya~ apalagi ini FF debut. Pasti sangat berharga review anda~~
.
WARNING! YAOI HERE!
NO BASH NO FLAME YAA~~~
.
.
.
.
.
Baby Flame
.
.
Happy reading^^
.
.
Kyuhyun menyesali bahwa ia datang tepat waktu. Sudah sekitar 40 menit ia menunggu Kibum. namun tidak ada satu orangpun yang terlihat memasuki area taman tepat dihadapan Fool Cafe yang ia tempati saat ini. Oh dan Kyuhyun mengumpat kesal saat ia melihat seorang yang ia benci memasuki cafe tersebut. Dan yang membuat Kyuhyun lebih tak senang karena namja itu menuju kearahnya.
Dan Kyuhyun benar-benar mengumpat keras saat namja itu duduk dihadapannya.
"Sial"
"Jangan membiasakan untuk mengumpat sembarangan Tuan Cho!"
"Hey! Mau apa kau kemari Chunmin?" Kyuhyun menatap malas kearah namja didepannya.
"YAK! NAMAKU CHANGMIN! BUKAN CHUNMIN! DASAR BODOH! SIALAN KAU!" Chanmin berteriak cukup keras.
"Kau menyuruhku untuk tidak mengumpat. Lalu, yang sekarang kau lakukan itu apa?" Kyuhyun memicingkan alisnya kearah Changmin. Sedetikk kemudian Changmin merapikan pakaiannya dan kembali duduk. Kyuhyun mendecih pelan.
"Ini..." Changmin meletakkan sebuah berkas kehadapan Kyuhyun.
"Apa?" Kyuhyun hanya bertanya tanpa berminat untuk menyentuh berkas tersebut.
"Kau pasti membutuhkan data ini." Changmin dengan seenaknya mengambil milkshake milik Kyuhyun dan menyesapnya.
"HEY! Itu milikku bodoh!" Kyuhyun merebut milkshakenya lagi.
"Kau akan berterima kasih padaku nanti. Dah Tuan Cho~~" Changmin pergi. ia benar benar pergi meninggalkan cafe itu.
Kyuhyun bingung. Apa Changmin kesini hanya untuk mengantarkan berkas yang sekarang tergeletak di atas mejanya? Oh a[a lagi ini? Durat tagihan hutang kah? Oh dan persetan untuk Kibum. KEMANA DIA?
[*****]
.
.
.
.
.
Baru saja Sungmin hendak merebahkan tubuhnya yang sangat lelah ke kasur kerasnya itu. Namun semuanya pupus karena ada yang mengedor pintu rumahnya itu. Dan kau tau? Sebenarnya Sungmin hanya ingin menghiraukannya. Tetapi sudah sekitar 10 menit orang itu mengedor pintu rumahnya. Sebenarnya siapa? Oh jangan bilang jika orang tuanya tidak pernah bilang bahwa mereka terlibat hutang dan sebgainya?
Sungmin hanya menggelengkan kepalanya menepis semua pikiran buruk yang ia kira. Ia pun beranjak dari kasurnya menuju pintu depan. Ia membuka pintu itu dan mendapa ti seorang pria disana. Setelah melihat pria tersebut. Sungmin langsung saja menutup pintunya lagi. Namun Sungmin kalah cepat. Namja itu telah menahan pintu yang akan Sungmin tutup. Sungguh Sungmin sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun saat ini. Termasuk Kibum yang saat ini berada didepan rumahnya. Dan Kibum jugalah yang sedang menahan pintu rumah Sungmin.
"MIN!" Kibum sedikit berteriak karena Sungmin terus saja mencoba menutup pintu rumahnya.
Sungmin berhenti dengan aktivitasnya. Dan ia keluar dari rumahnya dan memandangi sosok Kibum horor. Kibum hanya menghela nafas karena ia tidak perlu dorong-dorongan lagi dengan Sungmin.
"Mau apa?" Sungmin bertanya dingin.
"Kenapa kau tidak pergi?" Kibum malah balik bertanya kepada Sungmin.
"Aku yang bertanya duluan" Sungmin berkata ketus kepada Kibum yang berada dihadapannya.
"Baik. Aku akn menjawab pertanyaanmu, aku kemari karena ingin menjemputmu!"
"Aku tidak ingin pergi. jadi pulanglah!" Sungmin hendak memasuki rumahnya namun ditahan oleh Kibum.
"Jawab pertanyaanku dulu!" Kibum sedikit menaikkan nada bicaranya terhadap sungmin.
"Aku tidak ingin bertemu dengannya" Sungmin menatap tajam kearah Kibum.
"Aku tau kau pasti menyuruhnya untuk datang juga kan?" Sungmin melanjutkan ucapannya.
Kibum mencelos. Ia melonggarkan cengkraman tangannya terhadap Sungmin. "Sebenarnya ada apa Min? Apa yang telah aku lewatkan disini?"
Sungmin menundukkan kepalanya. Ia benar tidak bisa menghindar dari Kibum saat ini. Sejujurnya ia membutuhkan Kibum saat ini. Membutuhkannya menjadi seorang pendengar yang baik. Seperti yang Kibum lakukan beberapa tahun yang lalu. Dan Sungmin bersumpah ia menahan tangisnya dengan sekuat tenaga. Bahkan tubuhnya bergetar karena menahan buliran bening untuk tidak keluar dari ujung matanya.
"Min?" Kibum menyahuti Sungmin lembut. Ia tau Sungmin pasti tengah menahan tangis. Terlihat dari bahunya yang bergetar cukup kuat.
"Kurasa kau harus cerita padaku! Dan kau tau? Aku tidak suka adanya penolakan!"
[*****]
.
.
.
.
Kyunhyun merasakan pening yang luar biasa pada kepalanya. Ini semua terjadi setelah ia membaca berkas yang diberikan oleh Changmin tadi. Ia masih menggenggam berkas tersebut kuat. Namun tubuhnya sudah roboh kelantai. Ia benar benar merasakan pening yang luar biasa. Padahal sudah lama ia tak merasakan pening ini lagi. Mengapa harus merasakannya lagi?
"Sial!" Gumak kyuhyun.
Dan dengan kekuatan yang tersisa ia menekan beberapa tuts nomor pada smartphonenya. Dan mendekatkan smartphonenya untuk menempel kearah kupingnya.
"Jemput aku!" Kyuhyun sekitit tercekat. Ia pun menjatuhkan smartphonenya. Beberapa pelayan cafe pun menghampirinya dan membantunya untuk bangkit.
[*****]
.
.
.
.
.
Disinilah Sungmin dan Kibum berada. Mereka sedang duduk di anak tangga depan rumah Sungmin. Saat ini Sungmin sudah agak tenang dari isakannya. Dan Kibum sedang menunggu Sungmin untuk memulai semua cerita yang ia pinta. Jujur saja kibum benar benar bingung dengan keadaan saat ini. Ia mengira setelah kembali dari L.A ia akan menemukan kedua sahabatnya dengan disambut senyum lebar. Namun tidak.
"Kejadian tersebut terjadi setelah kau pergi" Sungmin bersuara serak.
Kibum memandang Sungmin lekat. Ia memfokuskan dirinya pada kata kata yang akan keluar dari mulut sungmin.
"Jadi..."
-Flashback-
"Setelah aku pergi. jangan merindukanku ok?"
"Jangan bermimpi!"
"Sudahlah! Kyu. Hati hati ya brengsek! Jangan membuat ulah disana!"
"Sialan kau Min! Hei! Kalian jangan pacaran terus ok?"
Blush.
"HAHAHA Kyu, kau harus menjaga sahabatku ini oke?"
"Tak perlu kau suruh. Oh ya. Cepatlah kembali."
"Oooooo kau sudah merindukanku eoh?"
Kyuhyun pun menarik kerah Kibum kasar.
"Oh ayolah. Ini di bandara! Mana mungkin kalian akan berkelahi disini bukan?"
"Baiklah! Aku pergi dulu... daaah~~"
"Ayo pulang min."
Sungmin pun membalas ajakan Kyuhyun dengan sebuah anggukan kecil.
.
.
.
.
"jika terjadi sesuatu hubungi saja aku. Oke?" Kyuhyun mencium puncak kepala Sungmin sebelum masuk kedalam mobil miliknya dan meninggalkan sungmin yang telah ia antarkan sampai depan rumahnya.
"Aku pulang! Eomma?" Sungmin mencari sosok ibunya ke seluruh penjuru ruangan.
Dan Sungmin menemukan ibunya yang jatuh pingsan di dapur. Karena panik, sungmin langsung membawa ibunya kerumah sakit. Sesampai dirumah sakit. Ibunya langsung masuk keruang gawat darurat. Sungmin benar-benar bingung. Ia sangat terkejut dengan semua ini. Dan dia butuh seseorang menemaninya. Ia pun mengeluarkan handphone miliknya. Ia mencari-cari kontak bernamakan Kyuhyun. Karena tidak mungkin ia menghubungi kibum. ia pasti masih diperjalanan menuju L.A.
Tuut tuut tuut. Cklek.
"Yo—"
"Yoboseo?"
Sungmin menganga. Matanya membelalak tak percaya. Tubuhnya mrosot kelantai rumah sakit. Dan handphonenya terlepas dari genggamannya. Seorang wanita yang telah mengangkat telfonnya barusan. Oh yang membuat Sungmin terkejut adalah karena Kyuhyun tidak mungkin membiarkan Handphonenya dipegang oleh sembarangan orang. Ibunya? Setahu sungmin Ibunya tidak pernah peduli dengannya. Hari itu pun Sungmin memutuskan untuk menghadapi semua ini sendiri.
.
.
.
.
.
1 minggu kemudian.
Sungmin tidakj kuat lagi menghadapi ini semua sendiri. Ia sedang menangis keras sendirian di ruang pemakaman. Ibunya meninggal setelah diketahui bahwa ibunya mengidap penyakit kanker rahim stadium akhir. Disinilah Sungmin menangis sejadi-jadinya.
Setelah agak tenang, Sungmin menggenggam handphonenya dengan tangan bergetar. Ia mengirimkan sebuah pesan suara kepada sang kekasih yang tidak memberikan kabar padanya selama seminggu ini. Namun semua usaha Sungmin tidak membuahkan hasil. Yang ada hanya Sungmin yang melalui hari-hari tanpa seorangpun teman. Ibunya pergi meninggalkannya, Kekasihnya hilang entah kemana. Temannya yang lain pergi jauh darinya. Sungmin tidak mempunyai apa-apa lagi.
.
.
.-flashback off-
.
.
"semenjak saat itu, aku mencoba melupakan kalian. Dan mulailah muncul sebuah rasa benci terhadap kalian berdua..." Sungmin terisak
Kibum hanya menganga mendengar tuturan panjang dari Sungmin. Air matanya sudah siap untuk terjun bebas. Ia tidak pernah mengira bahwa sahabatnya yang satu ini akan memiliki waktu yang sangat berat untuk dilalui.
"Min..." Kibum memeluk sahabat 'lama'nya hangat. Sudah sangat lama ia tidak memeluk tubuh Sungmin yang bergetar hebat saat ini.
.
.
.
.
.
-TBC-
Akhirnya apdeet~~~ baby flame mencoba untuk tidak terlalu lama updet nih cerita biar cepet kelar hehe. Mian ya kalo ceritanya semakin gaje dan tidak memuaskan para readers tercintah.. hehe
Makasih buat yang reviuw. Dan sekali lagi maaf karena gabisa bales reviuwannya.. jujur author gabisa balas disini. Kalo kalian tanya langsung mungkin author jawab. Misalnya lewat apaaa gitu... hehe
Thanks buat semuanya yaaaaa...
BIG THANKS TO
KobayashiAde. pumpkinsparkyumin. Chisana Yuri. CharolineElf. ammyikmubmik. Maximumelf. leefairy. 7D. QyuDevi78. RillaKyuming97. WineCouple. Joyer Cloudsomnia. Chu. Ketiban KyuMin. abilhikmah. sissy
