Cast : KyuMin and the other cameo~~~.
Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan, GAJE, and Typo(s)
Dislaimer : KyuMin milik Tuhan YME. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun
HAAIII~~~ ini FF debut sayaaa~~~#gaknanya!
Cerita ini 100% hasil pemikiran otak saya. memang sih saya dapet idenya pas nonton School 2013. Jadi kalo ada kemiripan itu wajar~ dan saya memang ngambil situasi yang sama dengan School 2013. Tapi konfliknya beda kok. Cuma situasi aja~~ ~~
Kali ini saya buat KyuMin. Heehe okelah selamat membaca~~ jangan bosan untuk memberikan Review pada saya~ apalagi ini FF debut. Pasti sangat berharga review anda~~
.
WARNING! YAOI HERE!
.
NO BASH NO FLAME YAA~~~
.
.
.
.
.
Baby Flame
.
.
Happy reading^^
.
.
Seulgi mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah dan menyalakan televisi sepulang dari kafe tadi. Mencoba menghilangkan kebosanan yang menyerangnya saat ini. sampai pada suara derap langkah yang membuatnya menghentikan aktivitas dan melihat sosok yang baru saja memasuki rumah.
Seulgi tersenyum setelah melirik Kyuhyun yang baru saja datang. "Bagaimana oppa?" Seulgi masih bertanya dengan tatapan yang masih terfokus pada layar datar dihadapannya.
Kyuhyun mendudukkan tubuhnya kasar tepat disebelah selugi. Kyuhyun menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Dan jangan lupakan senyum yang terukir diwajah tampannya saat ini.
"Eum" Kyuhyun bergumam masih dengan mata yang tertutup. "Gomawo"
"Eo?" Seulgi menoleh kearah Kyuhyun yang masih memejamkan matanya.
"Gomawo" ulang Kyuhyun sembari membuka kelopak matanya menatap Seulgi dan tertawa renyah.
"Gomawo karena membuatku mengingat Sungmin lagi" Kyuhyun berkata sembari tersenyum.
Seulgi tersenyum namun mendengus memandangi Kyuhyun dengan tatapan tajam dibuat buat. "Seharusnya kau membayarnya dengan sesuatu tuan Cho" Seulgi mengerucutkan bibirnya lucu.
"Baiklah. Tapi nanti. Dasar" Kyuhyun bangkit setelah menoyor kepala sepupu cantiknya itu. Sedangkan Seulgi sudah menggerutu dan sedikit memekik kesal.
.
.
.
.
.
[*****]
.
Kyuhyun memaksakan kelopak matanya untuk terbuka dan mengusapnya kasar. Ingin sekali ia tidur kembali dan bergelut dengan selimut kesayangannya saat ini. namun, mengingat ia telah merencanakan sesuatu. Ia pun memaksakan untuk beringsut dan bangkit dari ranjang super besar miliknya dan bergegas untuk mandi.
.
.
Kyuhyun menghentikan langkahnya untuk mengambil sepotong roti dan mengoleskan sedikit selai diatasnya. Namun Kyuhyun sama sekali tidak berniat untuk duduk dan bersantai. Kembali Kyuhyun melirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Detik berikutnya Kyuhyun menghentikan aktivitas mengolesnya dan membawa roti tersebut untuk dilahap ditengah jalan saja.
"Oppa terburu buru sekali?" Seulgi menyahut saat Kyuhyun melewatinya dengan sedikit berlari.
"Aku kesiangan!" Kyuhyun menyahut tanpa berbalik sedikit pun.
"Ah! Nanti sore aku akan mentraktirmu. Nanti kutelpon" Kyuhyun memekik kepada Seulgi sebelum menghilang dari bilik pintu utama.
Seulgi hanya menggeleng heran dan melangkahkan kakinya untuk pergi keruang makan.
.
.
.
.
.
[*****]
.
Sungmin merapikan penampilannya sebelum ia menyambar tasnya dan berlalu untuk pergi kesekolah tentunya. Sungmin menelusuri jalan menuju halte bus sedikit tergesa gesa. Lebih tepatnya Sungmin berlari saat ini. mengapa? Karena bus yang akan membawanya kesekolah akan tiba dalam waktu kurang 5 menit. Dan Beruntung sekali Sungmin karena ia datang lumayan cepat. Sungmin menumpukan tangannya pada kedua lutut sebelum ia menarik nafas dan menaiki bus yang baru saja datang.
"Kita sama sama kesiangan ne?" Sungmin refleks membalikkan tubuhnya yang sudah berada diambang pintu bus tersebut.
Sungmin membelalak setelah mendapati Kyuhyun yang juga setengah ngos ngosan berdiri dengan senyum aneh diwajahnya. Setik berikutnya kyuhyun mendorong tubu Sungmin agar segera memasuki bus. Tidak mau menerima resiko ditinggal bus tentunya. Dan setelahnya Kyuhyun menarik Sungmin untuk duduk tepat disebelahnya.
Sungmin masih memandangi Kyuhyun tidak percaya. Setau Sungmin, selama ini Kyuhyun selalu diantar jemput oleh supir. Ya, tentunya itu setelah Kyuhyun tidak mengenalnya untuk beberpa saat sebelum ini.
"Aku yang dulu sudah kembali Ming" Kyuhyun berkata seakan mengerti isi pikiran Sungmin saat ini. Kyuhyun pun tersenyum dan mengelus surai Sungmin gemas.
Setelah menerima sentuhan Kyuhyun, Sungmin hanya tersenyum. Kyuhyun yang dulu ia kenal... yang dulu ia cintai... Kyuhyun benar benar kembali. Sungmin sangat senang tentu saja. Terbukti dari senyuman manis yang menghiasi wajahnya selama perjalanan menuju kesekolah.
.
.
.
.
.
[*****]
.
Kyuhyun menuruni bus tersebut lebih dulu. Meninggalkan Sungmin dibelakang. Sedangkan Sungmin hanya memandangi punggung sang terkasih. Sungmin senang seperti ini. sungmin senang saat Kyuhyun berjalan mendahuluinya. Sama seperti dulu, bukan Kyuhyun yang selalu mengikutinya, tetapi Kyuhyun yang akan mendahuluinya dan...
"Ayo cepat!"
... berbalik untuk memandanginya yang berada dibelakang.
Sungmin tersenyum dan berlari kecil menghampiri Kyuhyun yang sudah melanjutkan jalannya kembali. Sungmin dan Kyuhyun pun berjalan beriringan menyusuri koridor sekolah.
"HEEEEe... tuan Cho... kau sudah masuk ne?" Shindong muncul di balik koridor dan menghentikan langkah Kyuhyun dengan cara menghadangnya. Dan jangan lupakan duo pengikut Shindong yang berada dibelakangnya.
Kyuhyun hanya memandangi Shindong dengan tatapan tajam. "Eo? Kenapa pandanganmu berbeda dengan biasanya tuan Cho~~ apa kau sudah berani eo?" Shindong memajukan tubuhnya dan mendongakkan dagunya tanda menantang Kyuhyun.
"Apa kau sudah sikat gigi gendut? Nafasmu bau sekali" Kyuhyun menyeringai. Sungmin tersenyum melihat ciri khas sifat setan Kyuhyun yang sudah lama tidak ia lihat.
"PPffttt" Eunhyuk yang berada di Shindong reflek menahan tawanya.
Shindong? Sedangkan Shindong sedikit membelalak mendengarnya. Ini baru pertama kali Kyuhyun meladeninya. Biasanya Kyuhyun hanya memutar bola matanya dan memberikan apa yang Shindong minta.
Kyuhyun mendorong tubuh Shindong dengan jari telunjuknya dan memiringkan kepalanya meremehkan Shindong. Setelah menyeringai, Kyuhyun menarik telunjuknya dan memandangi Shindong dari atas sampai bawah dan kembali menyeringai.
"Aku bisa saja mematahkan tulang tulang berlemakmu ini." Kyuhyun memiringkan kepalanya sembari memasang wajah berfikir.
"Aku bukan Kyuhyun yang sebelumnya, jadi berhati hatilah. Oke?" Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan pergi meninggalkan Shindong yang masih cengo dengan apa yang terjadi. Dia dipermalukan.
"Sial!" Shindong menggerutu. "Aku akan membalasnya! Apa maksudnya dengan bukan dirinya yang dulu? Memangnya dia siapa? Berani sekali!" Shindong berteriak dan hendak berlari untuk mengejar Kyuhyun.
"Berhentilah" Donghae mncengkram lengan Shindong untuk menghentikan temannya.
"APA APAAN KAU INI! APA KAU TERIMA DIPER—"
"Dia salah satu Dark Haksaeng" Donghae memotong perkataan Shindong.
Shindong membalikkan tubuhnya menghadap kearah Donghae dengan mata yang membelalak. Sama halnya dengan Eunhyun yang sudah membelalakkan matanya tidak percaya.
"Y-yang b-benar?" Eunhyuk bertanya ragu.
Donghae hanya mengangguk. "Jadi jangan ganggu mereka. Kita bisa saja mendapat masalah setelahnya" Donghae melanjutkan.
Eunhyuk dan Shindong menelan salivanya susah dalah waktu yang bersamaan.
.
.
.
.
.
[*****]
.
"Yak Saekkieya!" Kyuhyun menghentikan langkahnya saat hendak memasuki kelas dan berbalik menatap orang yang telah memakinya. Namun bukannya marah, Kyuhyun tersenyum pada Kibum yang telah memakinya.
"Eo. Wae?" Kyuhyun bertanya dengan santai.
"Kau selalu saja bersama Sungmin. Sialan kalian berdua" Kibum berdecih ringan.
Sungmin hanya mendecih dan memutar bola matanya sedangkan Kyuhyun langsung merangkul pinggang ramping Sungmin dan sukses membuat Sungmin tersipu.
"Dia kekasihku. Jadi jangan banyak bicara dasar Sialan kau!" Kyuhyun membuang muka dan memasuki kelas meninggalkan Kibum yang masih diluar dengan tawa renyahnya.
Kibum masuk dan menghampiri Kyuhyun, Kibum mencengkram kerah seragam Kyuhyun kuat dan memberikan sebuah bogem mentah pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun merasakan darah segar mengalir dari sudut bibirnya saat ini. bukannya membalas, Kyuhyun hanya tertawa dan berdecih.
"Aku rindu pukulanmu brengsek. Pukulanmu yang terbaik" Kyuhyun menepuk pundak Kibum.
Kibum berdecih dan menarik kerah Kyuhyun kembali. "Itu tanda terima kasihku karena kau kembali brengsek" Kibum melepasnya dan beralih menghampiri Sungmin yang sedang duduk seakan tidak melihat apapun disana.
"Hei apa kau tidak ingin menolong kekasih sialanmu eoh?" Kibum menggoda Sungmin sembari menunjuk kyuhyun remeh.
"Jangan ganggu aku. Kau yang brengsek Kibum-ah. Dan dia..." sungmin memandangi Kyuhyun dengan tatapan datarnya kemudian menyeringai jahat.
"EEEEiiiiii... Sungmin yang kukenal sudah kembali. Berarti semua sudah kembali normal" Kibum bangkit dan bergumam keras.
"Hey. Jangan lupakan aku" Changmin menepuk pundak Kibum dengan wajah bodohnya.
"Eum tentu aku tidak akan lupa orang yang membuatku pingsan di kafe" Kyuhyun menyahut.
Changmin hanya mengusap tengkuknya dan tertawa aneh. Kibum hanya tertawa melihatnya lalu beralih merangkul Changmin. "tenang saja. Aku tidak lupa!"
"ah. Sore nanti ikutlah. Aku akan mentraktir kalian" Kyuhyun menambahkan.
"Hooo~ perayaan ne? Baik aku akan ikut dan makan sepuasku!" Changmin mengepalkan tangannya samangat. Sementara Kyuhyun hanya menatapnya dengan pandangan datar miliknya.
.
.
.
.
.
[*****]
.
Sepulang sekolah, Kyuhyun, Kibum, Sungmin dan Changmin berangkat menuju ke restoran bersama. Mereka menggunakan mobil Changmin secara paksa. Karena Kyuhyun, dan Kibum sama sama tidak membawa mobil. Hey. Bukannya Kyuhyun dan Kibum tidak punya mobil. Hanya saja mereka memang terbiasa seperti ini.
Sebelum memasuki mobil, Kyuhyun menyempatkan dirinya untuk menelfon seseorang untuk ikut bergabung dalam acara makan malamnya bersama yang lain. Tentu saja Kyuhyun masih mengingat Seulgi yang telah membantunya. Sudah seharusnya Kyuhyun berterima kasih pada Seulgi. Setelah selesai, Kyuhyun pun segera memasuki mobil.
.
.
.
.
Baru saja Kyuhyun memasuki restoran tersebut bersama Sungmin dan yang lainnya. "Yak! Kalian lama sekali eoh?"
Kyuhyun langsung disambut pekikan seorang gadis dari salah satu meja disana. Kyuhyun tersenyum dan pergi menghampiri meja tersebut dan diikuti dengan yang lain dibelakangnya.
"Eoh~ gadis ini siapa Kyu?" Changmin menatap Kyuhyun yang sudah mendudukkan dirinya disalah satu kursi disana.
"Dia sepupu Kyuhyun" dan Kibumlah yang menjawab pertanyaan Changmin. Sementara Changmin hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Heeeiii oppa! Sungmin oppa terlalu cantik untukmu!" Seulgi bersorak heboh saat Sungmin mendudukkan dirinya tepat disebelah Seulgi.
Kyuhyun memandangi Seulgi datar. "Jaga bicaramu bocah".
"Aish! Yasudahlah. Tapi Sungmin oppa benar benar manis bagiku" Seulgi tersenyum memandangi Sungmin. Sedangkan Sungmin yang salah tingkah hanya bisa membalas senyum seulgi.
"hai Oppa! Kita bertemu lagi" giliran Kibum yang Seulgi ajak bicara.
"eum." Kibum mengangguk dan tersenyum pada Seulgi.
.
.
.
.
Setelah memesan makanan dan menghabiskannya, Kyuhyun dan yang lainnya memilih untuk mengobrol dan memesan beberapa makanan penutup untuk menemani perbincangan ringan mereka. Tiba tiba Kyuhyun bangkit dari duduknya dan beralih untuk berjongkok dihadapan Sungmin. Mereka yang berada disana pun dengan refleks menghentikan aktivitas mereka dan memandangi Kyuhyun yang sedang merogoh kantong celananya.
Sungmin terkesiap saat melihat Kyuhyun mengeluarkan benda petak kecil berwarna dark blue. Sungmin melirik wajah Kyuhyun dan mendapatinya sedang menyeringai kearahnya. Sungguh Sungmin benar benar merasakan jantungnya akan terlepas dari tempatnya saat ini.
"Kau harus menikah denganku Ming~" Kyuhyun membuka kotak tersebut dan memperlihatkan sebuah cincin manis didalamnya.
"Itu pemaksaan namanya!" Changmin nyolot saat mendengar perkataan Kyuhyun jang jauh dari kata romantis.
"Diam kau!" kyuhyun menyempatkan dirinya untuk meladeni changmin sebelum ia kmbali menatap Sungmin yang sudah merona merah saat ini.
"Aku berkata seperti itu karena aku tau kau pasti akan menerimaku" Kyuhyun menarik tangan Kiri Sungmin dan memakaikan cincin tersebut di jari manis Sungmin.
"Kyu.." Sungmin bergumam lirih. Matanya sudah berkaca kaca. Ia sungguh tidak percaya semua ini.
"Kau adalah bagian hidupku yang sempat hilang. Dan sekarang kau sudah melengkapinya" Kyuhyun tersenyum dan mencium kening Sungmin. Menghiraukan teriakan aneh Changmin dan Seulgi tentunya.
.
.
.
.
.
Hidup hanya seperti puzzle. Saat kau kehilangan salah satu potong puzzle tersebut kau harus mencarinya untuk melengkapi hidupmu kembali. Walau tak jarang kau harus mengorbankan sesuatu untuk kembalinya potongan yang penting itu. Namun percayalah, setiap puzzle pasti akan berada pada posisi yang utuh pada akhirnya
.
.
.
-Finish-
.
Udah sekian aja ff gaje ini. makasih banyak yang udah baca sampe akhir. Dan maaf jika mengecewakan. Jujur aja buat chap terakhir ini aku kurang bergairah ngetiknya. Jadi, hasilnya pasti gak bagus. -_-
Mind to Review?
Saya juga tidak akan lupa berterima kasih kepadaa kaliaaan yang udah memberikan review kaliaan. Itu semua jadi semangat buat aku. Dan terimakasih pula untuk kalian yang udah follow atau favorite thi ff.
BIG THANKS TO
KobayashiAde. pumpkinsparkyumin. Chisana Yuri. CharolineElf. ammyikmubmik. Maximumelf. leefairy. 7D. QyuDevi78. RillaKyuming97. WineCouple. Joyer Cloudsomnia. Chu. Ketiban KyuMin. abilhikmah. Sissy. Yefah Joyer Cloudsomnia. Rini11888. sary nayolla. Chella-KMS. lee sunri hyun. tiakyumin137. bebek. hatake andrion junior. danactebh.
