a/n: OH IYAAAAAA! SEBELUM BACA INI BACA CHAP 1 DULU ADA YANG DIRUBAH *WALAUPUN SIKIT HEHEHE.

Chapter 2

[Other Place]

Tuk.

Tuk.

Tuk.

Suara pulpen yang di genggam seorang namja yang diketuk-ketukan diatas meja memenuhi sebuah mansion yang sepi dan mencekam.

"Sebentar lagi." suara seseorang kembali memenuhi mansion, padahal ia mengucapkannya dengan nada normal.

"Ya. Kau benar. Sebentar lagi hingga saat itu datang." suara pulpen yang digenggam namja tadi terhenti dan menatap ke arah utara dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia memikirkan ucapan namja yang berada di kanannya ini.

"..."

"Apa kau sudah mempunyai rencana?"

"Menurutmu?" namja itu malah menanya balik ke orang yang berada di sebelah kanannya dan menatapnya dengan penuh arti.

"Aku tahu. Seharusnya aku tidak bertanya." namja ini terkekeh kecil akibat pertanyaan bodohnya tadi.

"Hahahahaha! Kyuhyunnie.." lelaki itu tertawa. Namun tidak beberapa lama, wajahnya kedatangan mimik yang datar.

CRASH!

Pulpen yang digenggam namja tadi hancur dan mengubah mimiknya dengan mimik yang penuh kebencian.

"Kau akan mati." lelaki itu menyeringai.

[Seoul, Korea Selatan]

Seperti biasa, pagi hari di Seoul dan para manusia yang bekerja serta bersekolah mulai terbangun dari alam sadar mereka. Jalanan macet karena memang ini waktunya untuk menjalankan kegiatan sesuai umur (?). Mereka tidak ada yang bermalas-malasan.

Seperti halnya di sebuah sekolah yang bernama XOXO International High School. Sekolah yang bertaraf tinggi dan internasional. Tidak jarang apabila kalian memasuki sekolah ini, kalian akan menemukan anak dari Mentri, Pejabat, Jendral, dan Komandan. Dan sekolah ini hanya meluluskan murid-murid yang mempunya otak berkualitas tinggi. Murid-muridnya tampan dan cantik. Tetapi juga ada yang nerd, yang sering bertapa di perpustakaan. Karena itu murid-murid yang normal membuat dua komunitas. Yaitu, komunitas famous dan komunitas nerd. Dan komunitas nerd selalu menjadi mainan bagi komunitas famous.

Di komunitas famous ada yang paling terkenal. Mereka selalu menyebutnya Six Devil Prince. Mereka adalah keenam namja yang tampan, kaya, jenius dan playboy. Bagi para fans yang selalu memperhatikan mereka, pasti mereka sudah menghitung ratusan yeoja setiap tahunya. Karena setiap seminggu sekali, mereka akan mengganti yeoja. Para fans selalu menyambut Six Devil Prince saat kedatanganya. Yaa seperti sekarang...

"Aiisshh... kapan sih mereka datang? Kakiku sudah mati mendadak rasanya!" keluh seorang yeoja yang pastinya fans dari Six Devil Prince itu.

"Haaahhh... mollaa. Memangnya hanya kau yang pegal? Kami semua juga tahu!" ucap yeoja yang diketahui sahabtanya.

"Aaishhh... aku menyerah sajaa..."

"Yak! Choi Hajin! Apa sekarang kau menjadi pengecut eoh? Bersabarlah sedikit lagi. Siapa tahu mereka terjebak macet." nasihat temannya yang merasa kesal dengan yeoja yang bernama Choi Hajin itu.

"Okeee maaf..."

[Beberapa menit kemudian]

Brummm...

Brummm...

Brummm...

Ckiiitt...

"Ya! Mereka sudah datang! ppalibaris yang rapih!"

Akhirnya ke 3 mobil yang ditunggu-tunggu datang. Yeoja yang melihat pertama kali melihat itu dan memberitahu teman-temannya.

"Eoddi?... kyaaaa! mereekaa dataanggg omooo..."

"Omooo tampannyaaaaaaa..."

"KYAAAAAAA!"

"Yak! Geser sedikit aku ingin melihatnya!"

"Jangan dorong-dorong!"

"Kyaaaaa Kaaiiii sarangahaeee~" Kai yang mendengar namanya dipanggil menoleh ke arah sumber suara dan menyeringai, sontak membuat orang itu koma(?).

"Chaanyeooollllll-ahhhh!" Chanyeol yang melihat Kai menyeringai ke arah fansnya, ikut menyeriangi dan mebuat orang itu pingsan. Ia tertarik melakukan hal yang sama seperti dongsaengnya ini . Yeoja yang melihat Chanyeol menyeringai kearahnya langsung diam mematung. Chanyeol terkekeh melihat respon dari fansnya.

"Chen oppaaaa saranghaeee~ hamililah akuu oppa~" oke untuk yeoja ini, ABAIKAN.

"Kriiisssss you'reee mineeee!" Kris yang memang takdirnya dingin memandang yeoja itu dengan tampang dingin dan tatapan tajam.

"Suhooo my darlingggg~ i love youuuu!" Suho yang memang terkenal ramah dari dongsaengdeulnya, membalas dengan senyum angelicnya yang justru berakibat fatal. Lihat saja, yeoja itu hanya tinggal namanya (? -_- abaikan).

"Thehunnnieeeeee~ tharanghaeyooo!" deathglare diskon 95% di berikan ke yeoja ini dari Sehun tanpa kado dan tanpa hati.

Beberapa saat kemudian teriakan-teriakan itu menghilang karena Six Devil Prince itu menuju kelas VVIP-nya di karenakan bel masuk kelas telah berbunyi.

[Sehun POV]

Haaaahhh... hari ini dimulai lagi. Hari dimana aku menuntut ilmu, padahal ilmu itu udah permanen di otakku. Ini semua gara-gara eomma dan appa. Kenapa harus balik ke sekolah untuk mencari inang. Merepotkan saja. Tidak ada hiburan sama sekali di bumi ini. Yaah.. kecuali yeoja jalang yang selalu menyerah kan tubuhnya untukku. Aku ingin mencoba yang baru.

Namja, bolehkan? Eummm... kukira tidak ada salahnyha juga. Aku harus mencari yang memang cantik dan masih suci. Brengsek. Yaahhh kalian boleh memanggilku seperti itu.

"YAK Thehunnie! Berapa lama lagi kau memandang kosong seperti orang sekarat seperti itu? ppali! kita sudah telat. Kau ditunggu Kris ge dimobi. Aku duluan! BYE!" aku mendeath glare namja cempreng ini, aku paling tidak suka jika dia yang mengejekku.

Yahh... aku tahu aku cadel, tapi tidak terlalu cadel. Cih, hyungku ini tidak memperdulikanku dan aku ditinggal sendiri.

EH!

SENDIRI?!

Aishh hyungdeul jahat! Aku segera menuju mobil Kris ge yang berada di center depan mansion kami.

"Sudah selesai bertapanya kah, Cho Sehun?" nada dingin itu keluar saat aku membuka mobil.

"Aku tidak bertapa. Sudahlah ge, kita sudah telat. Just sit in your chair and keep drive carefully." kataku dengan bahasa inggris yang masih agak kacau.

"Ck, aku ini hyungmu. Sopan santunmu mana Cho?!" setelah Kris ge mengatakan itu mobil dilajukan dengan kecepatan yang sedang. Beginilah Kris ge, orangnya sangat cuek. Padahal 15 menit lagi sudah bel.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari mansion kami, akhirnya aku dan Kris ge sampai di sekolah. Kendaee~ itu apa? Haaaahhh... jangan bilang para manusia yang menyebut mereka fans. Sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka fans sedangkan mereka selalu mengganggu ketenanganku!

Aku melihat 2 mobil yang sudah terparkir di depan pintu masuk. Aku yakin itu adalah mobil yang dikendarai hyungdeul. Kris ge memakirkan mobil di belakang 2 mobil tersebut. Aku turun dari mobil bersama Kris ge. Aku melihat Kai dan Chanyeol hyung turun dari ferrari hitam, Chen hyung dan Suho hyung turun dari lamborgini putih yang atapnya terbuka. Dan mereka menatap ku dengan tajam.

"Sudah sampai?" pertanyaan bodoh keluar dari mulur Chanyeol hyung.

"Kau tidak melihat kami berdua sudah ada disini atau kau katarak?" jawabku dingin.

"Sopanlah pada orang yang lebih tua Cho Sehun."

Aku hanya mengendikan bahu .

"Sudahlah.. Kajja kita kekelas." ucap Suho hyung.

Baru sampai di depan pintu koridor pertama, fans-fans sudah mulai berteriak histeris dan mencari perhatian aku dan hyungdeul. Muak.

"KYAAAAAAA!"

"Omo! Oppadeeeuuull!"

"Kaaaiiii!"

Aku tebak. Kai pasti akan melakukan hal yang gila... BINGO! Kai membuat yeoja itu pingsan.

"Chanyeol-ahhhh!"

Mwo! Chan hyung juga.. ahaha memang susah ditebak namja ini.

"Cheen oppaaa hamililah akuuu~"

Yeoja ini gila..

"Kriisss you're minee~"

Yeoja ini cari mati.

"Suhooo my darlinggg~ i love youuuu!"

Menjijikan.

"Thehunnie~ tharanghaeyoo!"

WHAT?! Dia mengejekku?! Walau tidak secara langsung.. tapi dia TETAP mengejekku! Aku hampir memukulnya. Kalau Chanyeol hyung tidak menyeretku terlebih dahulu. Sialan.

[Sehun end POV]

[Author POV]

Seterlah pelajaran yang mambosankan dan menyusahkan, murid-murid XOXO High School berlarian menuju kantin untuk menghilangkan kejenuhan dari otak masing-masing. Beberapa diantaranya ke taman, ke atap, dan tanding basket. Tapi tidak untuk sekumpulan namja nerd. Mereka memilih untuk ke perpustakaan menghindari pembullyian.

"Aku bosan! Apa tidak ada buku lagi yang harus kubaca? Bahkan aku hampir hapal setengah buku-buku yang ada di perpustakaan ini." gerutu namja nerd mungil.

" Sudahlah Baek. Jika tidak ke perpustakaan, kita mau dimana lagi? Setiap tempat di kuasai dan hanya perpustakaan saja sebagai pelindung kita. Kalau pun kantin, itu tidak selalu." nasihat namja nerd berdimple tanpa melepaskan pandanganya dari buku.

"Memang. Lagipula, apa salahnya dengan kita? Kita tidak pernah membuat masalah dengan mereka! dasar menyebalkan."ucap Baekhyun yang menyandarkan kepalanya ke salah satu sahabatnya. Tanpa sadar Baekhyun menganggu pemilik mata besar.

"Yak! Bacon berjalan! Kau mengangguku. Aarghh.. halaman mana yang terakhir kali ku baca..." marah namja pemilik mata besar.

"Hehehe mianhae Kyungie.. aku tidak sengaja. Kau jelek saat marah, maafkan aku ya Kyungie~" ucap Baekhyun ditambah jurus puppy nerdnya.

"Bisakah jika kau ingin meminta maaf, jangan mengeluarkan jurusmu itu? Kau membuatku iba dengan wajah pas-pasan mu itu." ucap Kyungsoo.

Baekhyun geram. "YAK! Kau mengataiku wajah pas-pasan! Tidak sadarkah kau memiliki mata yang abnormal" balas Baekhyun.

"Jaga ucapanmu Bacon hidup."

"Tidak akan pernah." dengus Baekhyun.

Kyungsoo geram dengan sifat Baekhyun yang kadang-kadang kekanakan. "Tarik kembali atau kau akan menyesal."

"Tidak."

"Tarik."

"Tidak."

"Tarik."

"Tid-"

"YAK! HENTIKAN! Kalian seperti anak kecil saja. Kekanak-kanakan!"Lay kesal dari tadi dia terganggu karena pertengkaran kurang kerjaan Baekhyun dan Kyungsoo. Terkadang ia ragu dengan umur Baekhyun dan Kyungsoo, mereka seperti anak kecil yang baru tahu huruf. Terlalu kekanak-kanakan. Tapi terkadang sifat mereka bisa dewasa dan pengertian.

"Kalian mau kita diusir oleh Yoo songsaengnim karena ulah kalian yang tidak penting? Kalau kalian mau bertengkar, carillah tempat yang tepat. Jangan di perpustakaan." nasihat Lay yang memang umma utama di antara Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Tao, Xiumin. Sementara yang dinasehati hanya menundukan kepala terkadang menatap satu sama lain seolah mengatakan 'kau sih' 'kau yang mulai duluan' dan sebagainya.

"Hei ada apa ini?" tanya Xiumin baru datang dan menghampiri LayBaekSoo.

"Baekhyun berulah." ucap Kyungsoo santai.

Baekhyun kesal dengan ucapan Kyungsoo. Enak saja menyalahkanya, padahal salah mereka berdua. "Lebih tepatnya kita berdua bodoh." ucap Baekhyun.

"Dan lebih mengarah ke kau Baekhyun."

"Kita berdua."

"Kau saja aku tidak mau."

"YAK! Ini memang salah kita berdua mata bowling!"

Kyungsoo kesal. "Sudah kubilah kau saja. Apa kau tuli eoh!"

"Ani. Ini memang sal-"

"BISAKAH KALIAN BERHENTI BERTENGKAR 1 MENIT SAJA!" bentak Lay.

Bentakan Lay membuat semua penjuru perpustakaan memperhatikan mereka. Untung hanya anak nerd yang ada di perpus. Yoo songsaengnim menatap tajam kearah Lay. Luhan yang merasa semua penjuru menatap mereka membungkukkan badannya dan meminta maaf.

"Sudahlah, lebih baik kita ke kantin.. sekarang tidak ada acara pembullyian di kantin." ucap Xiumin.

"Memangnya kenapa?" tanya Baekhyun.

"Aku tidak tahu.. katanya ada 6 namja tampan yang akan makan disana.. jadi pembullyian tidak diadakan. Aku dapat dari Ryeowook hyung."

"Kajja kita kekantin! kasihan Tao menunggu sendirian disana." ucap Luhan.

"Oke kajja!"

[Kantin]

Kantin sekolah ini juga di bagi untuk kaum famous dan nerd. Kalau famous di center dekat makanan kantin, sedangkan kaum nerd berada di pojokan. Sekarang Xiumin dkk berada ditengah-tengah perbatasan kaum nerd dan kaum famaous. Tao terpaksa memilih kursi itu karena tidak ada kursi lain di pojokan. Tapi kursi yang sudah dijaga Tao dekat jendela.

"Annyeong Tao-er. Mianhae kami meninggalkanmu sendiri." ucap Kyungsoo saat mereka menemukan meja yang sudah ditempati oleh Tao.

"Gwenchana hyung." jawab Tao dengan senyum manis yang menghias muka pandanya.

"Aigoo kyeopta~" Kyungsoo yang merasa gemas, mencubit pipi Tao agak keras.

"Aaaww affhoo Kyungiee hyungff.. jefal lefaskan.." ucap Tao yang suaranya tidak terlalu jelas.

"Apa? Kau mengatakan sesuatu?"

"Afuu tahfuu kau menfengharnfah Kyungfie hyungfhh (aku tau kau mendengarnya Kyungie hyung)."

"Sudahlah Kyungie lepaskan cubitamu.. kasihan pipi Tao memerah nantinya." nasihat Luhan.

"Hehehe. Shireo!"

"DO. Kyungsoo." desis Luhan.

Kyungsoo yang tahu kalau Luhan marah akan sangat menakutkan, memilih mengalah. "Oke okee.." akhirnya Kyungsoo melepaskan cubitannya

"Huuhh... gumawo Deer hyung.." ucap Tao yang dibalas senyum oleh Luhan.

Tao beralih menatap tajam ke Kyungsoo "Dan kau Burung Hantu, jangan kira kau akan bebas setelah ini." ancam Tao.

GLUP

Kyungsoo menelan ludah pahit mendengar ancaman Tao. Baekhyun, Xiumin dan Luhan terkekeh melihat ulah Kyungsoo yang berakhir ancaman yang mengerikan. Sementara Lay hanya menggelengkan kepala.

'Haah.. para manusia-manusia ini.' batin Lay.

Mereka terus bercanda dan bercanda seakan waktu dan tempat milik mereka. Terkadang BaekSoo bertengkar seperti biasanya, Tao yang di bully dan sebagai petugas, Lay memisahkan dan menasehati jika keadaan mulai panas. Sedangkan Luhan dan Xiumin asik membully Tao.

Walaupun Tao sering di bully oleh Luhan dan Xiumin, BaekSoo yang sering bertengkar, dan Lay yang lengah dengan sifat BaekSoo, sebenarnya mereka saling menyayangi seperti keluarga sendiri. Mereka semua sudah tidak punya keluarga di bumi ini.

Mereka terus tertawa dan mengobrol tanpa memperhatikan sekitar, bahwa ada sepasang mata menatap mereka dengan tajam.

'Menarik eoh' batin seseorang.

TBC.