Chapter 3

"Kyaaaaaaaaaa! Six Devil Prince dataaangg!" bagaikan suara terompet perang, semua siswa dan siswi yang sekarang berada dikantin langsung mengalihkan perhatian mereka ke pintu masuk karena mendengar salah satu yeoja meneriakkan idola. Seluruh sekolah datang ke-18 kalinya ke kantin. Yaah.. hanya 18. Karena mereka memiliki kantin tersendiri yang disiapkan oleh yayasan sekolah langsung. Aneh. Padahal makanan dari yayasan itu dari chef yang sudah mendunia.

Teriakan-teriakan dari semua orang membuat kantin seperti lapangan bola yang menandingkan persija (?) melawan barcelona.

"Eumm... hyung mereka siapa?" tanya Tao ke Xiumin yang membuat Baekhyun mengerutkan alisnya.

"Hyung tidak tau. Mungkin anak baru dari anak jendral atau mereka artis." ucap Xiumin sekenanya.

"Bisa jadi. Kupikir mereka artis. Karena tadi yeoja itu meneriaki 'Six Devil Prince'. Mungkin boyband baru debut" timpal Kyungsoo.

"Haah.. sudahlah. Lagipula apa untungnya bagi kita." ucap Luhan malas.

"Hey! Hey! Hey! Jangan bilang kalian tidak tahu siapa mereka?" tanya Baekhyun shock.

"Ani kita memang tidak tau. Dan kita tidak peduli." ucap Lay yang terlihat biasa saja.

"Hey! Ada apa dengan wajahmu Byun Baekhyun?" kata Luhan yang sedikit takut karena tampang horornya Baekhyun.

"Oh. My. Eyeliner. Goddess. Kalian benar-benar tidak tahu... siapa mereka?" Baekhyun yang masih belum percaya menanyakan sekali lagi ke lima sahabatnya.

"Kami benar-benar tidak tahu siapa mereka. Mengapa kau seperti habis melihat malaikat maut Baek. Berikan alasan kenapa kami harus tahu menahu soal mereka." Lay mulai jengah dengan Baekhyun sekarang.

"Oke. Akan kujelaskan."

"Mereka adalah keenam pangeran yang telah membawa keajaiban untuk sekolah ini. Mereka yang telah membuat sekolah ini berinternasional. Dulu, sekolah ini berada dalam titik kehancuran. Namun,tiba-tiba entah darimana mereka datang dan menawarkan untuk mengembalikan kejayaan sekolah yang dulu. Awal-awalnya pemilik sekolah tidak percaya. Tapi Six Devil Prince berhasil mendapat kepercayaan dari pemilik sekolah."

"Pemilik sekolah merasa berterima kasih, dan menyuruh Six Devil Prince untuk bersekolah di tempat ini. Tanpa basa-basi Six Devil Prince menerima tawaran tersebut. Tapi orang tua mereka tidak diketahui keberadaanya. Padahal mereka sangat kaya seolah uang adalah oksigen mereka. Sekali menarik nafas uang pun juga kehirup. Dan dan daaann jangan pernah melupakan satu hal ini, mereka dijuluki danger of sex! katanya setiap namja dan yeoja yang bercinta dengannya, maka mereka akan meminta terus menerus! bahkan ada yang hampir mati!

"Sudah ratusan yeoja dalam setahun yang melakukan sex dengan mereka. Pesona mereka yang mengalahkan danger of sex itu. Justru kebanyakan yeoja maupun namja yang meminta sex dengan Six Devil Prince itu." jelas Baekhyun 2x(p+l) = luas bangun datar apa.

"Ohhh.. lalu kau tau siapa saja nama-nama mereka?" tanya Luhan

"Tentu saja! dengarkan baik-baik eoh. Ekhem ekhem okhok."

"Tidak usah berlebihan Baek." tegur Kyungsoo.

"Hehehe.. oke aku mulai dari kursi yang searah dengan Xiumin hyung, Lay hyung dan Kyungie."

"Tempat yang diduduki Kyungsoo itu Kai."

Kyungsoo langsung mengalihkan pandanganya kearah namja yang bernama Kai. Kai yang menyadari bahwa Kyungsoo melihat kearahnya menyeringai. Kyungsoo membulatkan matanya dan kembali memperhatikan Baekhyun tanpa tau Kai tertawa kecil dibuatnya.

'Anak ini menggemaskan.' batin Kai.

"Sebelahnya Kai, Sehun."

Luhan yang penasaran dengan namja yang bernama Sehun melihat ke tempat meja kantin Six Devil Prince yang berada tidak jauh dari mejanya dan untungnya Sehun lagi memperhatikan Luhan. Sehun me-wink ke arah Luhan. Luhan yang kaget menutup pipinya yang terasa panas dan kembali menatap Baekhyun.

'Oh my Deer.' batin Sehun.

"Dan yang paling pinggir itu Wu Yifan. Dia berasal dari China dan teman-temannya memanggilnya Kris."

Mendadak Tao tertawa mendengar nama asing ditelinganya "Hahahahahahaha!"

"Yak! Yak! YAK! Kenapa kau tertawa Panda?"

"Mwo?! Keris? Kerker? Krisis? Kritis? Aishhh nama apa itu ya tuhaan.. omo hahaha!" ucap Tao dengan polosnya tanpa tau nama yang sekarang diejeknya itu menatap tajam kearahnya sementara teman-temannya tertawa.

"YAK! geumanhae! Kalau didengar kau bisa dalam berbahaya Tao-er!" ucap Baekhyun.

"Memangnya mereka bisa menengar dengan jarak sejauh ini?" tanya Tao.

"Aku- aishh.. sudahlah! akan ku lanjutkan."

'Kau dalam bahaya Panda.' batin Kris.

"Yang sederetan denganku, aku mulai dari tempat dudukku. Dia adalah Chanyeol." kedua pipi Baekhyun merona setelah mengucapkan namja yang dia sukai.

Luhan menyadari perubahan warna pipi Baekhyun. "Pipi mu merah. Waeyo?" tanya Luhan.

"Aa-aniyaaa! sebelahnya Chanyeol adalah Chen." Chanyeol yang tau pipi Baekhyun merona tersenyum kecil tanpa diketahui oleh Baekhyun.

"MWOOO?! Hanya satu kata?" tanya Xiumin

"Nama aslinya Kim Jongdae."

Xiumin menoleh kearah Chen dan mengerutkan dahinya.

"Waeyo?" tanya Tao yang bingung dengan sifat hyung tertuanya ini.

"Ani. Hanya saja namanya aneh dan wajahnya seperti kardus aqua. Bagaimana bisa dia menjadi Six Devil Prince?" ucapan Xiumin mengundang tawa di meja sana. Tapi kemudian berhenti karena Chen mendeath glare teman-temannya.

"Ah sudahlah. Aku penasaran yang terakhir. Namanya siapa?" ucap Lay.

" Dia Kim Joonmyeon alias Suho. Dia leadernya. Waeyo hyungie?"tanya Baekhyun.

"Ani aku hanya merasa dia..."

"..."

"..."

"..."

"..."

"..."

"..."

PLETAK!

"YAK! Mau sampai kapan kau mau meneruskan omonganmu bodoh!" jitak Luhan.

"Aku... hanya merasa kalau dia gila. Kalian tahu, saat Baekhyun menjelaskan tentang Six Devil Prince. Aku merasa ada yang memperhatikanku. Ternyata orang yang bernama Suho itu yang memperhatikanku! Dia menatap dengan senyum idiot." jelas Lay yang penuh penghinaan untuk seseorang.

"HAHAHAHAHAHAHAHA!"

Kali ini bukan suara dari Baekhyun dkk. Bahkan mereka masih mencerna penjelasan Lay tadi.

Itu adalah tawanya Six Devil Prince.

Seluruh penjuru di kantin menatap mereka aneh. Kenapa? Ya begitulah. SDP (Six Devil Prince) itu terkenal. Jadi banyak yang menatap mereka dengan kagum. Tapi pandangan itu diganti aneh. SDP memang bercanda dan berbicara entah itu membicarakan apa atau kadang Chanyeol membuat lelucon yang membuat mereka tertawa. Tapi seketika mereka diam dan tiba-tiba tertawa berlebihan, membuat orang memandang mereka aneh.

Suho yang tau mereka dipandang aneh meninggalkan kantin tanpa memperdulikan dongsaeng-dongsaengnya yang memanggil dia. Ditambah moodnya menurun drastis karena ulah seseorang.

"Ya! Kalian tahu mereka kenapa?" tanya Kyungsoo.

"Ani. Setahuku mereka hanya diam saja dari tadi." ucap Tao.

"Ya sudahlah itu bukan urusan kita. Lebih baik sekarang kita ke kelas sebelum bel masuk." ucap Baekhyun.

'Ternyata tidak hanya si Joonmyeon yang gila. Tapi teman-temanya juga. Cih.' batin Lay.

Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas dan melupakan apa yang terjadi di kantin.

'Sudah kukira kalian menarik walaupun... bodoh.' batin seseorang yang sama.

[Suho POV]

Sekarang aku berada di tempat pribadi yang di buat untukku dan kelima dongsaeng ku. Aku memikirkan apa yang terjadi kantin. Malu. Kata itu menggambarkan mood dan harga diriku. Bagaimana bisa si nerd itu mengatakan aku gila? Bahkan dia orang yang pertama kali mengatakan aku gila (selain teman-temanku). Apa aku karma karena tadi menertawakan Kris. Ya, tapi itu fakta man! Tapi kalau dipikir, aku memang kelihatan gila. Tersenyum bodoh dihadapan nerd itu.

BRAK!

"HYYUUNGG!" teriak namja raksasa, Park Chanyeol yang disusul oleh Kris, Sehun, Kai, dan Chen.

"Jangan berteriak bodoh!" bentakku.

Chanyeol nyengir "Hehehe."

"Hyung." panggil Sehun.

"Wae?" jawab Suho ketus.

"Ani. Kau tidak apa-apa?"

"..."

"Hyung. Aku tau kau sedang ada masalah. Ceritakanlah."

Memang dongsaengku ini peka sekali.

"Ani."

" Nerd ditambah kantin sama dengan kau malu." ucapan Kai membuatku menegang. Dia memang selalu bisa menebak apapun dengan benar. Lihat saja, dia menjawab dengan tangan yang disekap dan kaki diatas meja.

"Oh! Si nerd berdimple itu ya. Ahahahaha! Namja itu sangat polos kau tahu aku bah –" perkataan Chanyeol terhenti saat dia melihatku mendeath glarenya.

"Abaikan." ucap Chanyeol.

"Huft.. aku ingin balas dendam." ucap Suho

"Setuju. Berani sekali Panda itu mengatakan namaku aneh. Tidak sadarkah nama dia yang aneh." ucap Kris menyetujui idenya Suho.

"Aku juga" –Chen

"Mmm aku ikut (ikutan)."—Chanyeol

"Aku hanya ingin mencoba."—Sehun

"Mungkin aku sama dengan Sehun." –Kai

"Lalu rencana kita apa?" tanya Suho.

Chanyeol, Kris, Sehun, Kai, dan Chen memikirkan rencana untuk aksi mereka sampai mengabaikan bel masuk kelas. Siapa yang peduli? Toh ilmu sudah jatuh cinta ke enam namja rupawan ini. Jadi mereka tidak sulit untuk mencarinya.

Mereka menggumamkan kata 'aah.. terlalu biasa' 'tidak mungkin' 'hei kenapa kau seperti pyscho' atau menggelengkan kepala saat rencana sudah mulai muncul di otak mereka. Yaah.. mereka membayangkan balas dendam untuk rencana ini seperti balas dendam untuk mafia. Entah itu mutilasi atau pemerkosaan.

"Hei, aku punya rencana." suara itu memecahkan konsentrasi SDP. Mereka menoleh ke arah sumber suara yang ada di depan pintu masuk.

"Siapa kau?" tanya Chen

"Choi Minho. Dan kalian tidak perlu tahu aku ini siapa." ucap Minho

"Bukannya kau sudah memberi tahu namamu tadi?"

DENG.. Minho merasa tolol sekarang.

"A-ah. Terserah."

"Jadi apa rencana mu?" tanya Chanyeol.

"Mempermainkan hatinya."

"Kurasa itu bagus."

"Eoh. Aku setuju dengan idemu Minho-ssi."

"Kami berhutang padamu Minho-ssi."

"Tidak perlu. Aku hanya membantu saja. Urusan ku sudah selesai. Aku ingin kembali ke kelas. Annyeong." pamit Minho.

"Beruntungnya kita."

Sementara Kai masih memandang ke arah pintu itu itu dengan tatapan curiga 'Ini terasa aneh. Bagaimana dia tau kami kesal dengan para si nerd itu? Dan apa maksudnya tadi dengan 'urusannya sudah selesai'? Minho. Aku akan mengawasimu' batin Kai.

Chanyeol dan Chen yang melihat Kai melamun berniat menjahili dongsaengnya tersebut.

"DOORR!"

KRIIIK

KRIIK

KRIIK

Namun Kai tidak terkejut sama sekali.

"Aku tahu hyung apa yang kau rencanakan." ucap Kai dengan suara rendah dan wajah datar. Sementara Chanyeol dan Chen masih posisi mengejutkan Kai.

"Bodoh" komentar Suho, Sehun, dan Kris.

Chanyeol dan Chen yang tahu sikap bodohnya menyengir dan kembali ke tempat duduk masing-masing "Hehehehehe."

"Hei apa hyungdeul berniat untuk kembali kekelas?" tanya Sehun.

"Tidaak~" jawab mereka kecuali Suho.

"Ayolah. Kalian ini sudah dewasa, kal-" perkataan Suho terputus ketika melihat kelima dongsaengnya berpura-pura memejamkan mata.

"Kalian ini tidak tau sopan santun. YAK! Bukankah uri eomma mengajarkan kalau misalnya ada orang yang menasehati harus blablablablabal kalau misalnya orang ini adalah kalian. Kalian blablablablabla-" dan biarkan Suho menjadi pendongeng untuk tidur.


"Aku berhasil. Selanjutnya apa?" tanya seorang namja yang berada di atas loteng sekolah ke seseorang yang berada jauh dari tempatnya menggunakan telephaty.

"Kau berhasil? waahh... daebak. Baiklah. Kau kembalilah kemari dan kita diskusikan bersama."

"Geurae."

Dalam sekali hembusan nafas, namja itu hilang.


"Menyebalkan."

"Bukan sahabat sejati."

"Kejamnyaa.. HUWEEEEEE hikshikshiks.."

Namja itu, Xi Luhan sangat kesal dengan kelima sahabatnya. Dia menunggu teman-temannya selama 2 jam untuk pulang dan berharap kalau mereka cepat datang. Tapi nyatanya tidak. The Hell. Menunggu itu menyebalkan oke. Tapi demi sahabatnya dia rela.

Ternyata temannya sudah pulang 1 setengah jam yang lalu. Sangat menyebalkan.

"Aishh.. aku akan membalas mereka!" ancam Luhan entah pada siapa.

Menggurutu adalah temanya setiap dia berjalan. Kesal menyelimuti hatinya sekarang. Tanpa diketahui Luhan, ada seseorang yang berada di atap sekolah sedang melepaskan Pot bunga yang berarti akan mencelakakan Luhan.

SUUIINNGG

BRUK

PRANG!

GREP!

Kejadian mengerikan itu begitu cepat. Saking cepatnya mengalahkan kedipan mata orang.

Luhan beruntung karena pot itu tidak mengenai badanya. Jika iya, besok ada nasi tumpeng di apartemennya.

'Sial. Kurang ajar.' batin orang yang berniat mencelakakan Luhan.

"Buka matamu."

Luhan yang masih merasa takut. Menggelengkan kepala.

"Tidak usah takut. Kau tidak apa-apa." Sehun berusaha untuk membuka mata Luhan dan segera melapaskan dekapannya. Kalau Sehun boleh jujur badan Luhan lumayan berat.

Luhan tetap menggeleng.

"Percayalah padaku."

Tetap menggeleng.

Sehun menyeringai. 'Baiklah. Cara itu saja.'

CUP

CUP

BLAK!

Sukses. Mata luhan terbuka.

DEG!

Luhan merasa badannya seperti mie yang sedang di rebus. Tubuhnya panas terutama wajahnya. Dan jantungnya berdetak sangat cepat. Bagaimana tidak?

Saat dia membuka mata. Wajahnya dan wajah Sehun hanya terpaut 5 cm.

'Tampan.' batin Luhan.

'Sepertinya anak ini lumayan. Apalagi badannya yang tidak kalah dengan sexy lady.' batin Sehun pervert

Wajah Sehun mendekat dan membisikan ke telinga Luhan secara seduktif. "Hei. Apa aku perlu mencium dan melumat bibir cherrymu untuk berdiri?"

Dahi Luhan mengkerut.

Sehun menyeriangi "Baiklah jika kau meminta." dan menjilat pelan telinga Luhan.

3 cm Luhan sudah mulai sadar.

2 cm tubuh Luhan bergetar ketakutan.

Dan Ch-

"WWWAAAAAAAAAAAAA!" teriak Luhan. Ia mendorong Sehun dari tubuhnya dan berlari tanpa...

"Hei! Tali sepatumu belum diikat. Nanti kau jat—"

BRUK!

"Aww.."

"-Uh" lanjut Sehun.

Sehun mendekati Luhan untuk membantunya berdiri tapi-

"Jangan mendekat."

Sehun ingin tertawa melihat penampilan Luhan sekarang. Kacamata yang miring. Baju, celana, dan wajah yang kotor. Dan rambut yang acak-acakan. Tapi diurungkan niatnya karena 'rencana'.

Luhan mencegah Sehun untuk membantunya. Masih kebayang bibir Sehun yang ingin melumat bibirnya.

"Aku tidak apa-apa. Wassalamualaikum annyeong and BYE." setelah mengatakan itu Luhan segera berlari secepat yang ia bisa.

Sehun menyeringai melihat tingkah Luhan yang dianggapnya konyol.

"Luhan. Kau. Milikku."

Setelah mengatakan itu Sehun menghilang bersama angin yang kencang.

[Other Side]

"Mengapa buku-buku ini sangat berat dan menyebalkan." gerutu Kyungsoo.

"Argh buku ini menyebalkan. Kenapa aku bisa tahan dengan buku-buku seperti ini ya?" tanya Kyungsoo yang entah dengan siapa.

Tanggal 14 Desember, waktunya bagi Kyungso untuk mengembalikan buku-buku di perpustakaan kota.

Perpustakaan ini bukan sembarang perpustakaan. Perpustakaan ini harus memiliki kartu ID yang yang memang terbuat dari bahan khusus. Pepustakaan ini mewah. Desain yang unik menarik perhatian seluruh negara. Dan semua itu karena Kyungsoo. Dia tidak kaya tapi dia bermurah hati untuk menolong pemilik perpustakaan ini dulu. Sebagai imbalannya, pemilik perpustakaan ini membuat kartu ID untuk Kyungsoo.

Kyungsoo menaruh buku-bukunya di lantai dan mencari karu ID-nya di tas.

Dimana?

"Aishh! dimana kartu itu? Eottokhe? Huwaaaa eommaaaa~"

Kyungsoo mondar mandir menggigit jempolnya dan sesekali mengisak. Kebiasaannya jika takut telah melanda.

"Igo."

Suara itu menghentikan kegiatan Kyungsoo. Kyungsso mengalihkan perhatian ke namja tersebut yang sedang tersenyum kearahnya.

"Kau bisa memakai kartu ID ku dulu."

God.

'Suaranya..' jerit Kyungsoo di dalam hati.

Kai yang bingung dari tadi Kyungsoo hanya diam tak berkutik mendekatkan kepalanya.

"Neo gwenchana yo?" tanya Kai.

Diam.

CUP

Kai mencium bibirnya sekilas. Sontak membuat mata Kyungsoo membelalak dan badannya bergetar.

"Hei. Apa kau sakit?"

Kai menangkupkan tangannya dan memegang kedua pipi Kyungsoo.

"Hei. Bisakah kau jaw-" Kai makin mendekatkan wajahnya ke Kyungsoo dan menatap dalam mata Kyungsoo.

DEG!

'Mata ini indah.' batin Kai.

"WWAAAAAA!" belum selesai Kai meneruskan omongannya, Kyungsoo sudah berteriak dan mendorong tubuh Kai. Ia berlari masuk ke dalam perpustakaan. Tapi bukannya pin-

JDUUG!

Pelajaran pertama: Jangan pernah lupa ada pintu pasti ada kuncinya.

Saking gugupnya, Kyungsoo langsung mendorong pintu perpus dengan kencang dan lupa kalau pintunya masih terkunci.

"Awww appo.. eomma.."

"Perlu bantuan?" Kai menjulurkan tangannya tapi dibalas—

"HUUWAAAA" – teriakan lagi.

Kai bingung dengan sikap Kyungsoo. Ditambah Kyungsoo langsung berdiri dan berlari meninggalkan Kai. Tapi ia kembali lagi.

"Eumm bukuku... hehe ketinggalan." Kyungsoo kembali dan pergi lagi. -_-

Meninggalkan Kai lagi (?) dengan wajah bingungnya. Tidak lama kemudian dia tertawa menggelegar.

"Ahahahaha! lucu sekali kau Kyungiee.. But—"

"— its begin baby." Kai menyeringai dan menghilang di tengah asap yang mengepul.

TBC.

a/n: Eh makasiiih banyak banget buat yang udah review dan dukung authorr :** Mohon reviewnya juseyooooo

Balasan Review:

DevilFujoshi: Ahahaha.. okeokeee.. tapi nanti maaf kalau nc nya jelek soalnya author belom jago.

Hani. Azzahra. 39: Okeee... plot? Ahh author kagak tau begituan. Hehe.

Cho Seo ryun : Thankss... yeaah.

Lili umin: Maaf.. abis ini ff pertama author. Terus author belum banyak ide ama penyusunan jadi maaf.

Crissan'dandellion: Ini sudah.. selamat menikmati!

Tuti handayani: Ahahahaha.. okeee... author dah punya banyaaaakkkk banget rencana biar seme menderita ampe kebawa mati haha!

Laibel: Ini sudah silahkaaan...

Guest: Ini sudah silahkaaan...