Terima kasih semuanya... yang udah mau mampir dan membaca ficku yang mungkin jelek dan gak layak baca... huhu*sadar diri. Minna-san bacalah dan review lah fic yang saya buat ini.
Selamat membaca...
Disclaimer : GS/GSD milik sunrise ane Cuma nebeng aja
Chapter 3
Hold
Athrun terdiam mengingat gadis yang tiba-tiba menangis saat bertemu dengannya kemarin. Gadis yang sederhana dan berambut pirang. Mata amber yang membuatnya rindu. Tapi Athrun juga merasakan ngilu di bibirnya. Dia juga merasa janggal. Dia merasa mengenal laki-laki yang telah memukulnya dan mengatainya 'brengsek'. Seorang gadis memeluk Athrun dari belakang.
"Apa yang kau pikirkan Athrun?"
"Tak apa Stella... aku hanya merasa janggal..."
"Luka di bibirmu ... sudah tak apa?"
"Tak apa Stella..."
"Dulu... sebelum kita bertemu dirumah sakit apa ada orang lain yang menjengukku?"
"Aku tak tahu Athrun... Aku hanya bertemu denganmu saja... ada yang mengganggu fikiranmu?"
"Tidak Stella... Tidak ada... Aku hanya merasa telah melupakan sesuatu yang penting..."
"Tapi sudah ada aku kan? Jadi lupakanlah segala hal yang mengganggu fikiranmu..."
"Baik..." Athrun menggenggam tangan Stella dan tersenyum dengan lembut
=-=-=-=-=POPCAGA=-=-=-=-=-=
Cagalli berjalan dengan lemas menuju gerbang kampusnya. Hari ini dia memakai kacamata untuk menutupi matanya yang bengkak karena terlalu banyak menangis. dan mulai mengenakan baju yang diberikan oleh Kira kembarannya. Baju casual yang sederhana namun manis. Rambutnya tersisir rapi dan celana jeans serta sepatu sporty yang senada. banyak yang heran dengan perubahan Cagalli. Biasanya dia hanya mengenakan kaos oblong dan jeans belel serta sandal untuk datang kekampus. Shinn yang melihat Cagalli dari lapangan basket berlari kearahnya.
"Cagalli... kenapa semalam kau tak mengangkat telfonku?"
"Maaf... aku tertidur... ada apa?"
"Kau... kebanyakan menangis ya? Matamu sangat merah..."
"Aku memang tak bisa berbohong padamu..." Cagalli tersenyum
"Jangan tersenyum dengan wajah terpaksa seperti itu...?"
"Hehe... baik-baik... kenapa kau terus mengikutiku sih? Sana main basket lagi... Aku bosan melihatmu terus..."
"Ih... kau GR sekali..."
"Hehehe... Tenang Shinn aku sudah bisa lega... karena mungkin ini memang takdirku dengan Athrun..."
"Cagalli..."
"Cinta yang berakhir bahkan sebelum dimulai..."
"Kau tak apa?"
"Ya... Tak apa... melihatnya berjalan dengan gadis lain saja aku sudah merelakannya..."
"Eh..."
"Lihat dia sudah punya pacar yang begitu cantik..." cagalli menunjuk Athrun dan Stella berjalan beriringan sambil bergandengan tangan
"Cagalli kau ingin makan ice cream?"
"Hahaha baiklah jika kau mau mentraktirku Ice cream Ice cream.."
"Tak apa karena saat ini aku tak akan menangis didepan Shinn, aku tak akan merepotkannya lagi" Batin Cagalli
=-=POPCAGA=-=
Hujan deras membuat Cagalli harus berhenti dihalte bis. dia duduk sendirian sambil menikmati pemandangan hujan
"Hari yang baik untuk hujan..."
Seorang pria kehujanan berlari kearah halte dan berusaha melindungi dirinya dengan jaket untuk menghindari tetesan air dari langit
"Maaf bis menuju distrik Onogoro apa benar di halte ini?"
Cagalli memandang lawan bicaranya. Sekali lagi Hazel bertemu dengan emerald.
"Athrun?"
"Ah... kau gadis yang menangis kemarin? Apakah kau mengenalku? Atau aku lupa padamu ya? Maaf aku memang sedikit pelupa"
"Tidak kau tidak mengenalku... dan aku juga tidak mengenalmu..."
"Lalu... kenapa kau menangis saat bertemu denganku?"
"Ah... hanya ingin menangis kemarin hanya tepat saja bertemu denganmu kemarin."
"Oh begitu... baiklah... perkenalkan aku Athrun Zala... namamu siapa?"
"Cagalli... Cagalli Yula Atha... Jurusan Hubungan Internasional universitas ArcAngel "
"Ah... aku juga baru pindah kemarin... aku mengambil jurusan Hukum internasional. Kampus kita berdekatan ya..."
"Ya.., dekat tapi jauh..."
"Eh..."
"Athrun... cepat naik kemobil maaf aku lama..."
"Eh Stella..."
"Baik... Cagalli sampai ketemu lagi..."
"Ya..."
Athrun menaiki mobil Stella. Lalu pergi meninggalkan Cagalli. Tak lama setelah Athrun dan Stella pergi tak terasa air mata Cagalli menetes. Cagalli memegangi dadanya
"Jika memang cinta itu tak nyata ada untukku. Kenapa perasaan ini begitu nyata... rasa sakit ini, sesak ini dan cinta ini... kenapa begitu nyata?"
POPCAGA
"Ada apa Athrun? Daritadi kau tersenyum-senyum sendiri?"
"Aku baru saja mendapat teman baru stellar, sepertinya dia menyenangkan?"
"Siapa namanya?"
"Cagalli... Cagalli Yula Atha..."
"oh..."
"Akhirnya mereka bertemu" batin Stellar
TBC
Mohon maaf minna-sama... saya lama upload karena komputer keformat hilang semua fanfic yang sudah rampung hilang semua dan saya harus mulai dari awal
Saya akan berusaha cepat update
