Arigatou yang udah mau baca serta review fanfic ara, sebenernya fanfic ini menurut ara bukan rate M tapi T+ karna gak di jelasin secara detail itu'nya', tapi terserah readers aja yang menilai and this is chapter 2, oh ya hampir lupa disini Naru tetap jadi perempuan sampe abis chapter. This is chapter 2 …
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIR : UCHIHA SASUKE X NAMIKAZE NARUTO (FEMALE)
GENRE : ADVENTURE(?), ROMANCE
RATING : T – M (mungkin)
WARNING : FEMNARU, TYPO, AFTER WAR, SASUKE BACK, ALUR CEPAT(mungkin?), PENDEK(mungkin?), OOC, ACAK-ACAKAN DLL
DON'T LIKE DON'T READ
AFTER WAR IS GOOD TIME
CHAPTER 2
Setelah Naruto sampai Konoha ia agak terkejut dengan kondisi desanya sekarang, ya iyalah terkejut karena sebagian dari desanya hancur akibat serangan meleset Juubi dan untungnya tidak ada korban karena penduduk desa sudah diungsikan ke tempat yang aman.
Lalu ketika ia ingin kembali ke apartemennya, ia kembali di kejutkan dengan keadaan apartemennya yang sekarang sudah rata dengan tanah.
"Hah ternyata serangan Juubi mengenai apartemenku" Naruto hanya bisa pasrah "lalu aku harus tinggal dimana!" lanjutnya frustasi
'di rumah Hinata tidak mungkin , Shikamaru tidak, Ino tidak, ….' Ketika masih berpikir ia akan tinggal dimana untuk sementara waktu sampai apartemennya di perbaiki, Naruto di kejutkan oleh seseorang.
"Kau bisa tinggal di rumah ku, dobe" ujar seorang pemuda dengan ekspresi datarnya.
"Kau mengagetkanku TEME" teriak Naruto kepada pemuda tersebut yang ternyata adalah Sasuke yang sudah berdiri di belakang Naruto.
"Hn"
"Hah, memang Mansion mu tidak hancur, tadi aku lihat semua Mansion hancur tapi tidak sampai parah seperti apartemenku ini" kata Naruto menjelaskan.
"Tidak" jawab Sasuke singkat, padat dan jelas.
"Kalau begitu ayo ke Mansion mu teme!" serunya semangat dan ia sudah lupa apa yang terjadi pada dirinya tadi saat perjalanan pulang ke Konoha. Dan dengan jawaban itu membuat Sasuke menyringai.
Selama dalam perjalanan mereka banyak melihat penduduk desa yang mulai memperbaiki rumah mereka yang hancur dan selama itu juga Naruto terus menggandeng(baca : menyeret) Sasuke, hal ini membuat Sasuke menambahkan seringaiannya.
"Teme" ujar Naruto memecah keheningan.
"Hn" jawab Sasuke singkat.
"Teme, apa aku tidak merepotkanmu?" Tanya Naruto.
"Hn" gumam Sasuke tidak jelas dan membuat Naruto sweetdrop
'Ternyata dia tidak berubah' batin Naruto.-kau salah naruto dia jadi mesum#dichidori sasuke#
Ya, setelah lama berjalan dalam keheningan yang sangat menyiksa bagi Naruto, kini mereka sudah sampai di depan Mansion Sasuke, Mansion Uchiha.
"Teme, kamar ku dimana ya?" Tanya Naruto setelah mereka memasuki Mansion Uchiha.
"Terserah, kau boleh menempati kamar yang kamu mau" ujar Sasuke datar.
"Benarkah?" Tanya Naruto memastikan.
"Hn"
"Yey, arigatou teme" ujar Naruto seraya memeluk Sasuke erat.
"Sampai kapan kau memelukku, dobe?" goda Sasuke yang tentu saja dapat membuat muka Naruto memerah seperti kepiting rebus. Lalu dengan cepat Naruto melepaskan pelukannya.
"Mukamu merah, dobe." Godanya lagi.
"Berisik" dan dengan itu ia langsung lari ke salah satu kamar yang ada di Mansion itu setelah berbelok kekiri.
'Haduh ada apa denganku kenapa mukaku panas dan jantungku berdebar debar seperti ini' batin Naruto memikirkan apa yang terjadi.
Setelah memikirkan hal aneh itu ia langsung ke tempat tidur yang ada di kamar itu ia tidak mandi dulu karena masih sangat lelah dan lupa untuk mengunci pintu kamarnya.
Saat Sasuke masuk ke kamarnya untuk istirahat ia agak terkejut karena di depannya kini ada Naruto yang sedang tertidur pulas dengan kaos(jaket udah di lepas) yang agak tersibak ke atas dan menampilkan sedikit bagian bawah payudaranya yang sangat menggoda. Kemudian Sasuke menghampiri Naruto lalu dengan rakusnya Sasuke mencium bibir Naruto sampai gadis itu mengeluarkan desahan yang sangat hebat dan hal itu membuat Sasuke terangsang untuk segera melakukannya namun ia masih ingin bersenang senang lebih dulu dengan Naruto. Kemudian Sasuke beralih ke leher jenjang Naruto dan dengan cepat Sasuke 'menjilat,menggigit,menghisap' leher jenjang Naruto untuk meninggalkan tanda kepemilikannya dan kedua tangan Sasuke yang tadi menganggur kini mulai bergerak ke arah payudara Naruto lalu kedua tangan itu meremas dan memilin puting payudara itu sampai memerah, dan hal itu membuat Naruto mendesah sangat hebat.
"ah … eh … ah … eh … ah …" dan desahan itu terus keluar dari mulut Naruto saat Sasuke mengulum dan menggigit puncak payudara kanan Naruto, setelah melepas kaos yang Naruto pakai (naruto belum memakai bra) dan tangan sebelah kanan Sasuke yang tadi digunakan untuk meremas dan memilin kini berpindah ke bawah dan mulai melucuti penghalang yang ada disana dan setelah itu Sasuke menyeringai di sela sela kegiatan mengulumnya karena tangannya merasakan ada cairan yang membasahi daerah kewanitaan Naruto. Kemudian dengan cepat Sasuke melepas semua pakaiannya dan menaiki tubuh Naruto lagi namun saat ingin menaiki tubuh Nartuto lagi, tiba tiba kepalanya mulai pusing dan pandangannya mengabur setelah itu Sasuke pingsan di samping Naruto.
.
.
.
Saat menjelang malam hari Naruto baru bangun dan ia merasakan sakit di beberapa bagian, lalu dengan keadaan setengan sadar Naruto mulai mencoba untuk duduk namun usahanya sia sia karena ada sebuah tangan yang menghalanginya, kemudian Naruto mengikuti arah tangan itu dan seketika mata biru sapphire itu membelalak kaget melihat siapa pemilik tangan yang melingkar di pinggangnya.
"Kyaaaaaa !" teriak Naruto dan secara reflek ia langsung menendan tubuh si pemilik tangan itu sampai jatuh dari tempat tidur.
"A-ap-apa yang kau lakukan di kamarku TEME!" teriak Naruto pada si pemilik tangan tadi a.k.a Sasuke.
"Cih, kau berisik sekali dobe" ujar Sasuke datar.
"Jawab saja peretanyaanku TEME!" teriak Naruto lagi.
"Ini bukan kamarmu dobe tapi ini kamarku" jawab Sasuke.
"Tapi kau bilang aku boleh menggunakan semua kamar yang ada di sinikan!" teriak Naruto lagi.
"Hn, tapi kau tidak boleh menggunakan kamarku dobe" jawab Sasuke lagi.
"Tapi kau tidak bilang seperti itu teme"
"Hn"
"Huh!" ujarnya sambil menggembungkan pipi dan seketika matanya membelalak lagi saat menyadari bahwa tubuhnya tidak tertutup sehelai benangpun dan banyak sekali bercak merah di tubuhnya.
"A-ap-apa yang terjadi saat aku tidur teme" ucapnya terbata bata, seketika Sasuke menyeringai mengingat kejadian tadi pagi.
"Tidak terjadi apa apa dobe" ucapnya masih di sertai seringai di wajahnya.
"La-la-lalu ke-kena-napa tubuhku banyak sekali bercak merah dan telanjang?" Tanyanya lagi pada Sasuke.
"Itu hanya tanda kepemilikanku atas dirimu, dobe" jawabnya masih di sertai seringai di wajahnya dan seringai itu semakin terpampang jelas saat melihat ekspresi pada wajah Naruto karena dengan mudahnya Naruto mempercayai bahwa ia sudah menjadi milik Sasuke seutuhnya padahal Sasuke belum memasukkan miliknya dan mengeluarkan cairannya ke dalam tubuh Naruto.
"Ja-jadi se-seka-rang …" ucap Naruto terbata bata.
"Hn, kau benar sekarang kau sudah jadi milikku seutuhnya" ujarnya sedikit berbohong.
Lalu setelah itu Naruto memasuki kamar mandi dengan langkah gontai karena dengan mudahnya ia di kalahkan oleh si teme sialan itu. Saat di kamar mandi Naruto terus memperhatikan tubuhnya yang banyak sekali bercak merah, dan Naruto baru ingat kalau sekarang ia adalah seorang perempuan jadi itu artinya sekarang ia akan menjadi 'ISTRI' Sasuke teme sialan itu.-pantas kamu dapat panggilan dobe naruto#di rasen shuriken naruto#
"TIDAK!" teriak Naruto di kamar mandi, Sasuke yang mendengar teriakan Naruto hanya menyeringai puas.-dasar licik#di amaterasu Sasuke#
Dan ketika Naruto keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk, ia di kejutkan dengan adanya Sasuke yang sudah mandi dan berpakaian rapi ala keluarga Uchiha dengan kaos bewarna biru dongker dan lambang clan Uchiha di belakang serta celana panjang bewarna hitam sambil membawa pakaian yang hampir sama yang di kenakan Sasuke hanya bedanya jika Sasuke memakai celana panjang bewarna hitam maka Naruto memakai rok bewarna biru dongker selutut yang Sasuke ambil dari lemari pakaian milik mendiang kaa-sannya.
"He? Pakaian siapa itu teme dan mana pakaianku?" Tanya Naruto pada Sasuke karena pakaiannya tidak ada.
"Kaa-san dan Kau sudah tidak membutuhkan pakaian itu jelek itu, sekarang pakai ini saja" jawab Sasuke datar.
"He! Jelek katamu" Naruto merasa tidak terima karena pakaiannya di bilang jelek.
"Hn"
"Kenapa kau bilang seperti itu, hah?"
"Hn, sudah jelaskan dobe pakaian itu sudah robek sana sini" jawab Sasuke " dasar dobe" lanjunya lagi.
"huh" ujarnya kesal sambil menggembungkan pipinya, dalam hatinya ia juga membenarkan bahwa pakaiannya sudah jelek. Lalu setelah itu Naruto mengambil pakaian itu dari Sasuke, dalam hati Sasuke tersenyum puas, dengan Naruto memakai pakaian itu sudah pasti penduduk desa akan mengira bahwa Naruto sekarang adalah seorang Uchiha bukan Uzumaki atau Namikaze. Sebenarnya Naruto belum mejadi Uchiha seutuhnya karena Sasuke belum memasukkan miliknya ke lubang Naruto, namun karena Naruto dobe jadi dengan mudahnya ia percaya pada Sasuke. Pikiran Sasuke terhenti saat ia mendengar teriakan dari Naruto.
"TEME KELUAR!" teriak Naruto yang sudah menyadari bahwa jati dirinya sekarang adalah perempuan dan ia merasa malu kalau ada laki laki yang melihat tubuhnya.
"Kenapa, dobe?" Tanya Sasuke.
"Karena aku malu,teme!" teriaknya dengan muka merah menahan malu.
"Bukankah kau sudah menjadi milikku, dobe" ujar Sasuke.
"Eeemmm … iya si tapi aku belum terbiasa dengan ini semua, Teme" ucap Naruto.
"Hn" gumam Sasuke lalu pergi dari kamarnya tapi sebelum pergi Sasuke, ia menyempatkan untuk mencium bibir Naruto sebentar.
"DASAR TEME BAKA ERO HENTAI !" teriak Naruto, setelah Sasuke pergi dari kamar. Kemudian Naruto memakai pakaian yang di berikan Sasuke tadi, namun saat memakai rok ia agak risih karena tidak bisa bergerak dengan bebas tapi ia tetap memakainya karena tidak ada pakain lain di lemari kamar itu.
Setelah selesai memakai pakaian Naruto langsung keluar dari kamar dan ingin langsung pergi ke kedai ramen favoritnya namun ketika Naruto ingin membuka pintu Mansion itu ia diganggu oleh Sasuke.
"Kau mau kemana, dobe?" Tanya Sasuke datar.
"Aku lapar dan aku mau ke kedai ramen paman Teuchi" jawab Naruto datar.
"Hn" gumam Sasuke tidak jelas dan langsung menggenggam tangan Naruto.
"He?"Naruto hanya menaikkan alisnya bertanda bingung namun ia tidak ambil pusing dan langsung menggenggam balik tangan Sasuke dan hal itu membuat Sasuke tersenyum tipis.
Saat mereka berada dalam perjalanan menuju kedai ramen, mereka banyak sekali mendapat sapaan dari penduduk yang masih berlalu lalang sore itu dan Naruto membalas sapaan mereka dengan senyum khasnya(yang sekarang sudah mengetahui bahwa sang pahlawan perang mereka adalah perempuan) sementara Sasuke hanya diam saja menanggapi sapaan dari penduduk. Dan ada penduduk desa yang berbisik bisik mengenai mereka.
"Wah ternyata benar kalau Uzumaki Naruto anak dari Yondaime Hokage-sama itu seorang perempuan"
"He? Uzumaki, Bukannya sekarang adalah Namikaze"
"Namikaze katamu? Apa kamu tidak lihat sekarang ia sudah menjadi Uchiha"
"Uchiha?"
"Iya lihat saja sendiri"
"Hm, kau benar"
Ya, itulah bisikan dari penduduk desa yang dapat Sasuke dengar dan hal itu membuat Sasuke menyeringai sementara Naruto, dia tidak mendengar bisikan bisikan penduduk karena sibuk memikirkan ramen yang mengepul lezat di hadapannya.
"Paman aku pesan satu miso ramen" ucap Naruto saat mereka sudah sampai kedai ramen milik paman Teuchi yang ternyata tidak terkena dampak dari serangan bijudama milik Juubi.
"Wah, ternyata benar apa yang dikatakan orang orang bahwa kau seorang perempuan Naruto" ucap paman Teuchi ketika tahu siapa pelanggannya.
"Hehehe…" Naruto hanya nyengir lima jari sambil menggaruk garuk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Dan kau sangat cantik dan imut Naru-chan, hihihi …" timpal seorang perempuan berambut hitam a.k.a Ayame anak dari paman Teuchi yang selalu membantu tou-sannya bekerja.
"Mou, jangan menggodaku Ayame-nee" ucap Naruto sambil menggembungkan pipinya yang justru menambah kesan imut. Jika saja ini bukan tempat umum mungkin Sasuke akan langsung menerjang Naruto.
"Oh, ya dan kau mau pesan apa?" tanya Ayame-nee kepada Sasuke.
"Miso" jawab Sasuke singkat, padat dan jelas.
"Baiklah pesanan akan segera datang" ujar Ayame-nee kepada Naruto dan Sasuke.
Ketika pesanan datang Naruto langsung melahap ramennya dengan cepat dan itu membuat Sasuke yang melihatnya sweatdrop 'ternyata tidak berubah sama sekali jika ada ramen dihadapannya' batin Sasuke.
"Berapa paman?" Tanya Naruto yang sudah menghabiskan lima mangkuk ramen.
"Kau dan suamimu tidak perlu bayar anggap saja sebagai hadiah dari kami untuk sang pahlawan perang" jawab paman Teuchi yang membuat Sasuke menyeringai.
"He? suami?" Tanya Naruto bingung.
"Ya kan Uchiha-san?" Tanya paman Teuchi memastikan.
"Ya" jawab Sasuke singkat. Dan langsung menggandeng (baca : menyeret) Naruto yang masih bingung dengan ucapan paman Teuchi tadi keluar dari kedai ramen itu sebelum Naruto keluar ia mengucapkan terima kasih atas ramen gratisnya.-dasar dobe #di odama rasengan Naruto#
"Dasar anak muda" ucap paman Teuchi sambil menggelen gelengkan kepala.
Setelah keluar dari kedai ramen Sasuke memutuskan untuk jalan jalan keliling Konoha sambil menggandeng Naruto.
"Teme" panggil Naruto kepada Sasuke.
"Hn" gumam Sasuke.
"Aku senang kau mau kembali ke Konoha Sasuke. Dan itu artinya aku sudah menepati janjiku kepada Sakura-chan" ungkap Naruto kepada Sasuke.
"Apa kau membawaku kembali hanya untuk menepati janjimu kepada perempuan itu?" tanya Sasuke sedikit emosi.
"Tentu saja tidak"
"Lalu?"
"Karena…" ucapan Naruto terpotong karena ada seseorang yang memanggilnya. Dan itu membuat Sasuke kesal karena tidak tahu jawaban Naruto atas pertanyaannya.
"Naru-nee!" teriak seseorang itu menghampiri Naruto.
"Oh, Konohamaru ada apa?" Tanya Naruto kepada seseorang yang memanggil namanya tadi yang ternyata adalah Konohamaru.
"Wah, ternyata benar apa kata orang orang bahwa Naru-nee seorang perempuan" ujar Konohamaru sambil memegang dagu ala detektif kemudian ia memperhatikan tubuh Naruto dari atas sampai bawah dengan tatapan yang tidak dapat diartikan dan Sasuke yang mengetahui tatapan aneh itu langsung merangkul pinggul Naruto dan langsung mencium bibir Naruto cukup lama yang menandakan bahwa Naruto adalah miliknya. Konohamaru yang baru pertama kali melihat adegan ciuman seperti di depannya ini tak mampu menyembunyikan mukanya yang sekarang sudah merah seperti tomat kesukaan Sasuke karena malu. Sementara Naruto yang terkejut dengan perlakuan Sasuke hanya tadi bisa diam mematung.
"Ada apa kau memanggil Naru-koi?" Tanya Sasuke dengan suara datarnya sambil menyeringai kepada Konohamaru.
"Emm … ano … eto …" ujar Konohamaru sedikit gugup.
"Hn" alis Sasuke terangkat sebelah.
"Na-naru-nee dan te-teman-nya yang ber-berna-nama Sas-suke Uchi-ha be-besok pa-pagi di-disu-suruh meng-ha-dap Hokage-sama" jawab Konohamaru tergagap gagap seperti Hinata.
"Hn, baiklah besok kami akan ke sana" ujar Sasuke datar masih disertai seringai di wajahnya. Lalu ia menggandeng (baca : menyeret) Naruto yang dari tadi diam tak bergerak seperti patung pergi dari jalan itu meninggalkan Konohamaru sendirian.
"APA YANG KAU LAKUKAN TADI TEME!" teriak Naruto setelah jiwanya kembali ketubuhnya.
"Bisa kau kecilkan lagi suaramu, dobe" ujar Sasuke karena merasa terganggu dengan suara'merdu' Naruto.
"Jawab saja pertanyaanku" perintah Naruto.
"Menciummu" jawab Sasuke enteng.
"Kenapa kau melakukan itu, hah?" tanya Naruto dengan suara naik satu oktaf.
"Memang tidak boleh?, sekarang kau adalah milikku jadi terserah aku mau melakukan apapun kepadamu"
"Err … boleh si"
"Dan satu lagi nama mu bukan Naruto Uzumaki atau Namikaze melainkan Naruto Uchiha" ujar Sasuke kepada Naruto.
"He? Naruto Uchiha?" Tanya Naruto bingung.
"Hn, karena sekarang kau adalah istriku" jawab Sasuke.
"Oh" Naruto hanya ber'oh'ria namun
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"Apa katamu tapi kapan kita menikah,hah!" teriak Naruto setelah mencerna kata kata Sasuke tadi.
"Itu bisa di atur. Yang terpenting aku sudah memasukkan sesuatu milikku ke dalam tubuhmu" Ucap Sasuke sedikit berbohong.
"'memasukkan sesuatu milikku'" beo Naruto.
"Dasar dobe" ucap Sasuke.
"Hei teme apa yang kau maksud 'memasukkan sesuatu milikku'?" Tanya Narruto.
"Percuma menjelaskannya padamu lebih baik di praktekkan saja" ucap Sasuke disertai seringai di wajahnya. Kemudian Sasuke menggandeng (baca : menyeret) Naruto untuk segera sampai ke Mansion Uchiha. Setelah sampai di dalam Mansion Uchiha, Sasuke langsung mencium bibir Naruto rakus hingga sang pemilik mendesah sebenarnya Naruto ingin melawan tapi tubuhnya tidak mau menuruti perintah otaknya. Lama kelamaan Naruto mulai membalas ciuman panas Sasuke ddan hal itu membuat Sasuke menyeringai dalam ciumannya, kemudian tangan Sasuke yang dari tadi menganggur kini mulai bergerak mengikuti lekuk tubu Naruto yang provisional itu dan berhenti pada pantat Naruto dan mulai meremas remas pantat itu lalu salah satu tangan mulai menyusup ke pakaian yang Naruto kenakan dan mulai meraba raba punggung mulus Naruto lalu melepas ikatan bra Naruto dan langsung membuang bra itu ke sembarang tempat hal itu membuat Naruto kaget dan mulai memberontak (yang di kamar naruto lagi tidur pulas jadi gak bisa berontak) namun tidak berhasil karena Sasuke merapatkan tubuhnya dengan tubuh Naruto. Dan Sasuke mulai meremas remas payudara Naruto sesekali memilin puncak payudara itu hingga sang pemilik mendesah. Kemudian Sasuke mempraktekkan penjelasannya tadi. OK kita tinggalkan si Uchiha mesum ini dengan gadisnya untuk bersenang senang.#di chidori Sasuke#
The Other Place
"Hinata ayo temani aku kemansion Sasuke-kun, ya" pinta seorang gadis berambut pink a.k.a Sakura Haruno kepada temannya.
"Baiklah" jawab temannya yang memiliki rambut indigo dan mata khas clan hyuuga a.k.a Hinata Hyuuga.
Setelah sampai di depan pintu gerbang mansion Sasuke mereka sayup sayup mendengar suara desahan seorang perempuan.
"Hinata apa kau dengar suara itu?" Tanya Sakura pada Hinata.
"Ya, aku mendengarnya Sakura-chan" jawab Hinata "dan sepertinya aku kenal dengan chakra ini" Lanjutnya.
"In-i i-ni seperti chakra milik Naruto/Naru-chan" Setelah mengatakan itu mereka langsung masuk ke dalam mansion itu dengan mendobrak pintu gerbang mansion lalu menerjang pintu rumah mansion itu, setelah mendobrak pintu rumah mansion itu muka mereka langsung memerah seperti kepiting rebus karena mereka berdua sedang melihat orang yang mereka kenal sedang bercinta.
"Sasuke-kun/Naru-chan" ujar mereka tidak percaya.
"Hosh hosh hn, mau apa hosh kalian kemari?" tanya Sasuke dingin dan datar di tambah dengan deathglare mematiknnya sambil terengah engah. Sasuke marah tentu karena sedang asik asiknya bercinta malah diganggu dua pengacau padahal ia dan Naruto sudah hampir klimaks untuk yang ke empat kalinya. Sementara Naruto diam saja karena lelah melayani nafsu Sasuke. Saat ini posisi Naruto di atas dan Sasuke di bawah.
"Go-go-gom-men" ucap mereka meminta maaf karena telah mengganggu kegiatan Sasuke dan Naruto. Lalu mereka pergi dari mansion itu dengan muka merah seperti kepiting rebus.
"Huh! Hosh mari kita hosh lanjutkan acara hosh kita Naruto" ujar Sasuke meminta melanjutkan acara bercinta mereka yang sempat terganggu oleh dua orang pengacau tadi. Sasuke memmutar badan agar ia kembali di atas, di bukanya kaki Naruto dan kembali menggerakkan pinggulnya naik turun dengan tempo lambat dengan tangan kanan yang terus meremas remas payudara kiri Naruto dan tangan kiri melakukan hal yang sama yaitu meremas remas payudara kanan Naruto serta sesekali memilin puncak payudara Naruto dan bibirnya terus mencium dengan ganas leher dan bibir Naruto bergantian hal itu membuat Naruto mendesah sangat kuat. Sementara Naruto, ia juga menggerak gerakkan pinggulnya sesuai tempo dan sesekali tangannya yang lentik itu menekan tengkuk Sasuke agar memperdalam ciumannya, Lama kelamaan temponya menjadi cepat karena sebentar lagi mereka akan mencapai klimaks dan ketika itu terjadi mereka menyebut nama pasangan masing masing.
"Naruto"
"Sasuke"
Dan Sasuke mengeluarkan cairannya lagi ke dalam tubuh Naruto untuk yang ke empat kalinya, setelah itu mereka berbaring menghadap langit langit rumah dengan napas yang mulai teratur.
"Sasuke" Tanya Naruto setelah napasnya kembali teratur.
"Hn" jawab Sasuke sekenanya.
"Kenapa … kenapa kau ingin memiliki ku, Suke?" Tanya Naruto yang mulai memejamkan mata karena kelelahan pada Sasuke.
"Karena aku mencintaimu Naruto" Kata Sasuke mengungkapkan perasaannya pada Naruto.
"Dulu Hinata pernah mengatakan itu padaku pada saat penyerangan Pain ke Konoha" diam sejenak "apa dia akan melakukan hal yang sama seperti sekarang?" Tanya Naruto polos(?) karena dia memang tidak tau apa itu cinta.
"Dasar baka dobe" kata Sasuke bukan menjawab malah mengejek dan hal itu membuat dahi Naruto berkedut.
"DASAR TEME PANTAT AYAM!" teriak Naruto dan ingin berdiri namun terjatuh lagi karena merasakan daerah kewanitaannya sakit.
"ukh…" rintih Naruto saat daerah kewanitaannya sakit.
"Tidak bisa berdiri, dobe?" Tanya Sasuke dengan seringai di wajahnya.
"…" Naruto hanya diam tak menjawab pertanyaan Sasuke.
"Mungkin tadi aku terlalu bersemangat memasukkan milikku kedalam lubangmu, jadi biar aku gendong saja kau ke kamarku untuk istirahat" ujar Sasuke dan langsung menggendong Naruto ala bridal style dan Naruto tidak menolak karena daerah kewanitaannya sangat sakit dan membuatnya tidak bisa berjalan.
TBC
Aduh gimana certanya … lanjut?
Please RnR
