Yo minna … gomen gak bisa balas satu satu. Oh, ya jangan panggil ara senpai karena ara masih baru disini. Kemarin ada yang tanya :

Apa Sasuke dan Naruto akan menikah?

Karena ara suka yang happy happy jadi menurut kamu mereka nikah gak? Udah ara kasih klue tu

Kok ceritanya mirip sama ff lain?

Maaf, kalo cerita ara mirip ama cerita yang kamu sebutin tapi jujur ara belum pernah baca ff yang kamu sebutin itu hehehe

Ok gak usah basa basi lagi This is Chapter 3 …

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIR : UCHIHA SASUKE X NAMIKAZE NARUTO (FEMALE)

GENRE : ADVENTURE(?), ROMANCE

RATING : T – M (mungkin)

WARNING : FEMNARU, TYPO, AFTER WAR, SASUKE BACK, ALUR CEPAT(mungkin?), PENDEK(mungkin?), OOC, OC, ACAK-ACAKAN DLL

DON'T LIKE DON'T READ

AFTER WAR IS GOOD TIME

CHAPTER 3

Pagi sudah menjelang Sasuke dan Naruto kini sudah bersiap untuk ke gedung Hokage memenuhi permintaan sang Hokage yang menyuruh mereka untuk berkumpul, namun untuk membangunkan membangunkan Naruto sepagi ini tidak mudah karena kita tau bahwa Naruto sulit bangun pagi bahkan jika ada misi ia paling cepat bangun jam 9 pagi. Tapi menurut Sasuke membangunkan Naruto sangat mudah tinggal beri ancaman ia akan lansung bangun.

FLASHBACK ON

Pagi ini Sasuke bangun lebih dulu dan ia tersenyum bahagia melihat wajah Naruto yang sedang tertidur pulas di sampingnya.

"Ohaiyou dobe" ucapnya lembut lalu mencium bibir Naruto sebentar kemudian Sasuke bangun untuk membersihkan tubuhnya sehabis bercinta dengan Naruto tadi malam.

Saat di kamar mandi, Sasuke ingat mereka harus berkumpul pagi ini di gedung Hokage. Setelah selesai membersihkan diri Sasuke dan memakai pakaian lengkap Sasuke kembali ke kamarnya untuk membangunkan Naruto.

"Dobe, bangun" ucap Sasuke dengan mengguncang tubuh Naruto lembut.

"ugh … 5 menit lagi" jawab Naruto.

TWICT

Jawaban Naruto tadi membuat perempatan muncul di dahi Sasuke setelah itu Sasuke menyeringai karena mendapat ide yang bagus agar Naruto bangun.

"CEPAT BANGUN DOBE ATAU AKU AKAN MEMBUATMU TIDAK BISA BERJALAN SEPERTI TADI MALAM" Ucap Sasuke penuh penekanan di setiap katanya.

"ugh … kau bicara apa, teme?" jawab Naruto setengah sadar dan masih bermalas malasan di balik selimutnya.

"Hn, sepertinya kau ingin aku melakukannya" ucap Sasuke dengan seringan di wajahnya.

"Melakukan apa teme?" Tanya Naruto dari balik selimutnya.

"Hn" gumam Sasuke lalu secepat kilat ia menarik selimut itu dan membuangnya ke sembarang tempat kemudian menindih tubuh Naruto dan hal itu membuat Naruto membelalakkan matanya.

"Apa yang mau kau lalkukan TEME!?" teriak Naruto ketika Sasuke berada di atas tubuhnya yang masih telanjang.

"Membuatmu tidak bisa berjalan seperti tadi malam karena kau tidak mau bangun juga" jawab Sasuke enteng. Dan jawaban dari Sasuke membuat Naruto menelan ludah.

"Ba-baik-lah a-aku a-ak-akan ba-bangun" ucap Naruto terbata bata. Setelah Naruto mengucapkan itu Sasuke menyingkir dari atas tubuh Naruto.

"Cepat mandi karena kita harus segera berkumpul di gedung Hokage" Ucap Sasuke sambil memberikan Naruto pakaian yang ia ambil dari lemari kaa-san nya sebelum membangunkan Naruto.

"Oh ya aku hampir lupa, arigatou teme" ucap Naruto dengan cengiran lima jarinya lalu pergi ke kamar mandi.

"Douitashimashite dobe" balas Sasuke dengan senyum lebar yang tak pernah Sasuke tunjukkan kepada siapapun kecuali kaa-sannya.

FLASHBACK OFF

"Teme" ucap Naruto saat mereka berjalan melewati rumah rumah penduduk desa.

"Hn" hanya di balas dengan gumaman oleh Sasuke.

"Kenapa Tsunade baa-san memanggil kita ya?" Tanya Naruto kepada Sasuke.

"Entahlah" balas Sasuke sekenanya.

Setelah itu tidak ada yang memulai pembicaraan sampai mereka tiba di depan ruangan sang Hokage.

BRAK

Terdengar tendangan dari arah pintu ruangan Hokage, lalu muncullah dua makhluk berbeda gender yang pertama adalah perempuan dengan rambut pirang yang di biarkan tergerai dengan mata sapphire yang indah memakai baju berwarna biru dongker dengan kerah tinggi menutupi leher jenjangnya dan lambang clan Uchiha di belakangnya serta rok selutut berwarna senada dengan baju yang ia kenakan serta sepatu high hills 2,5 cm yang menendang pintu dengan kasar. Yang kedua adalah seorang laki laki dengan rambut raven yang melawan arah gravitasi seperti pantat ayam dengan mata onyx yang kelam sekelam langit malam memakai baju yang sama dengan si perempuan yang membedakan adalah jika si perempuan memakai rok yang laki laki memakai celana berwarna hitam serta memakai sepatu khas shinobi yang hanya diam saja dengan ekspresi datarnya melihat tingkah si perempuan.

"Bisakah kau ketuk pinti dulu sebelum masuk N-A-R-U-T-O" ucap sang Hokage penuh penekanan pada kata terakhirnya karena ketidak sopanan Naruto.

"hehehehe …" Naruto hanya membalas dengan cengirannya.

'Kawai' batin Sasuke melihat cengiran Naruto.

"Lho, ternyata kalian semua di panggil juga" Lanjut Naruto setelah melihat anggota rookie 12 kecuali Neji yang gugur di medam pertempuran plus 1 mantan ANBU dari NE.

"Ya Naru-chan" Jawab seorang perempuan dengan rambut berwarna pirang pucat bergaya ponytail dan mata berwarna aquamarine a.k.a Ino Yamanaka dengan tersenyum tidak jelas sementara yang lainnya sibuk dengan kegiatannya masing masing dan tidak melihat penampilan Naruto saat ini dan Tsunade serta Shizune hanya membatin 'cepat sekali Uchiha ini bergerak'.

"Ada apa kau memanggil baa-san?" Tanya Naruto langsung kepada Tsunade.

"Hah" Tsunade hanya menghela napas ketika dirinya dipanggil Naruto seperti itu karena ia sudah lelah mempringati Naruto untuk jangan memanggilnya seperti itu "Tunggulah sebentar ada yang ingin meminta bantuan kalian semua" jawab Tsunade sambil menyeruput tea yang ada di mejanya.

"Siapa itu Hokage-sama?" Tanya Kiba pada Tsunade.

"Ya, siapa itu Hokage-sama?" Sekarang giliran perempuan bercepol dua a.k.a Tenten yang bertanya.

"Hoam … Mendokusei" ucap laki laki berambut nanas a.k.a Shikamaru Nara.

TOK TOK TOK

Terdengar ketukan pintu dari arah belakang mereka lalu setelah di izinkan masuk oleh Tsunade seseorang tersebut masuk ke ruangan Tsunade menampilkan seorang laki laki dengan luka membentang di bagian hidungnya.

"Iruka-sensei" jawab semua orang yang ada di ruangan tersebut minus Sai, Sasuke, Shino, Shizune, Shikamaru dan Tsunade.

"Ohaiyou anak anak" Jawab Iruka dengan senyumannya.

"Ya, Iruka-san meminta bantuan kalian untuk mengajari murid murid di akademi bagaimana cara cara menjadi shinobi yang hebat selama tiga hari kedepan" ucap Tsunade yang dari tadi diam.

"Oh" ucapan Tsunade hanya di balas 'oh' ria yang ada di ruangan itu minus Sai yang hanya menjawab dengan senyum palsunya, Shikamaru dengan kata andalannya 'mendokusei', sementara Shino dan Sasuke hanya diam saja.

"Yosh, aku akan menjadikan mereka shinobi yang hebat" ucap Naruto penuh semangat.

"SEMANGAT MASA MUDA" ucap si alis tebal a.k.a Rock Lee dengan mata berapi api dan background api juga membuat yang lainnya sweatdrop.

"Sebaiknya kita pergi sekarang" Iruka memberi intruksi setelah selesai sweatdrop dan hanya di balas anggukan oleh semua mantan muridnya sewaktu di akademi kecuali Sai lalu mereka semua menghilang dari ruangan Hokage dalam sekejap dan hanya meninggalkan daun yang berterbangan.

"Mereka semua bertambah hebat ya" ucap Iruka mereka semua pergi dari ruangan Hokage.

"Ya, kau benar dan Naruto tadi …" ucapan Shizune menggantung.

"Ya, Naruto sudah menjadi seorang Uchiha sekarang, aku tidak menyangka bocah Uchiha itu bergerak cepat sekali" ucap Tsunade dengan senyum tipis di wajahnya melanjutkan kata kata Shizune yang menggantung.

"He? Uchiha?" Tanya Iruka kebingungan.

"Ya, Iruka-san apa anda tidak melihat Naruto tadi?" Tanya Shizune.

"Saya melihat Naruto tapi hanya terlihatan rambut pirangnya saja karena tertutupi Sasuke tadi" jawab Iruka.

"Oh, lebih baik anda segera ke akademi saja karena sebentar lagi akademi akan di mulai" ucap Shizune kepada Iruka.

"Baik" ucap Iruka lalu menghilang dari hadapan Tsunade dan Shizune yang kembali melanjutkan pekerjaannya.

The Other Place

"Hei kedengar nanti Rookie 12 akan datang kemari untuk melatih kita semua selama tiga hari kedepan" ucap salah satu murid akademi.

"Benarkah itu Ichiko?" Tanya seorang murid laki laki kepada teman perempuannya yang bernama Ichiko.

"Hem" hanya di jawab anggukan oleh Ichiko.

"Wah assiikkk" jawab semua murid murid di akademi itu.

.

.

.

Setelah beberapa detik yang di bicarakan oleh murid murid akademi pun tiba.

POF POF POF POF POF POF POF POF POF POF POF POF

Setelah selesai bunyi 'pof' muncullah anggota Rookie 12 satu per satu dari asap yang menutupi mereka, yang pertama adalah …

"Shikamaru Nara!" Teriak salah seorang murid akademi.

"Hoam … mendokusei" ucap Shikamaru seperti biasa.

"Rock Lee!" Teriak murid pertama itu lagi.

"Yo anak anak semoga kalian akan menikmati pelatihan dari kami selama tiga hari kedepan dengan SEMANGAT MASA MUDA!" Teriak Lee dengan mata berapi api dan background ombak di belakangnya yang membuat semua murid sweatdrop 'orang kelewat semangat' batin semua murid akademi.

"Sakura Haruno!" teriak murid akademi perempuan yang bernama Ichiko.

"Halo anak anak" sapa Sakura dengan ramah.

"Ino Yamanaka" teriak murid akademi yang pertama tadi tidak mau kalah.

"Hahaha ternyata aku cukup terkenal juga ya" ujar Ino membanggakan dirinya dan itu membuat Sakura sweatdrop.

"Choji Akimichi!" Teriak Ichiko tidak mau kalah dengan teman laki lakinya.

"Krauk krauk Hai anak anak krauk" sapa Choji dengan makanan masih di mulut.

"Kiba Inuzuka dan Akamaru!" Teriak sang murid laki laki yang menjadi lawan main Ichiko.

"Ohaiyou anak anak" sapa Kiba dengan menunjukkan gigi taringnya.

"Guk guk" Akamaru menggonggong.

"Hinata Hyuuga" Teriak Ichiko

"Ohaiyou" sapa Hinata ramah pada murid murid akademi.

"Sai!" Teriak lawan main Ichiko.

" … " Sai hanya tersenyum palsu kepada murid murid akademi.

"Tenten!" Teriak Ichiko.

"Halo semua" Sapa Tenten dengan tersenyum.

"Sh-shi-shi siapa namamu aku tidak bisa mengingat namamu dan wajahmu karena selalu tertutup" ucap sang murid laki laki lawan main Ichiko membuat Shino pundung di pojok ruang kelas akademi.

"Shino Aburame" jawab Ichiko dengan senyum kemenangan pada lawan mainnya dan hal itu membuat Shino tidak pundung lagi dan kembali ke barisan(?).

"Cih, sial" umpat murid laki laki itu.

"Menyerah saja, Rokiho" ejek Ichiko pada lawan mainnya yang bernama Rohiko.

"Kita tentukan saja hasilnya pada dua orang yang masih di selimuti asap itu" tantang Rohiko.

"Baiklah, kita tentukan hasilnya pada dua orang yang masih di selimuti asap itu" Jawab Ichiko membuat semua orang yang ada di kelas tersebut sweatdrop minus dua orang yang masih di selimuti asap 'apa apaan mereka ini' batin semua orang yang ada di kelas minus dua orang yang masih di selimuti asap.

TEK TEK TEK

Bunyi jam dinding pun terdengar karena semua murid akademi diam untuk menantikan siapa dua orang itu dan hal itu membuat para Shinobi tadi menghela napas bosan dan melakukan kegiatan mereka masing masing. Shikamaru tidur di bangku guru, Sai 'tersenyum' saat Ino bergelayut manja di lengannya, Choji sibuk memakan kripik kentangnya dengan suara pelan, Hinata mengobrol pelan dengan Sakura dan Tenten, Lee mengobrol dengan Shino dan Kiba serta Akamaru walaupun yang mengobrol hanya Kiba dan Lee. Lalu asap itu perlahan lahan menghilang dan kedua murid itu pun dapat melihat siluet dua orang tersebut lalu mereka menjawab.

"Pasangan Suami Istri Uchiha, Sasuke Uchiha dan Naruto Namikaze atau yang sekarang adalah Naruto Uchiha baru selesai berciuman" jawab kedua anak itu cepat setelah mengetahui siapa yang ada di dalam asap itu. Jawaban itu membuat semua yang ada di dalam kelas membelalakkan mata mereka kecuali Shikamaru yang masih tertidur, Shino hanya diam tidak menunjukkan ekspresi apapun, Sai hanya 'tersenyum', menuju dua orang yang ada di depan mereka yang perempuan masih melingkarkan tangannya di leher sang laki laki sementara sang laki laki masih melingkarkan tangannya di pinggang sang perempuan.

Lalu secepat kilat Naruto melepas tangannya yang masih melingkar pada leher sang pemuda dengan muka merah seperti tomat kesukaan Sasuke. Lalu Sasuke menyeringai menatap semua dengan tatapan yang seolah berkata 'Dia adalah milikku' kemudian Sasuke melepas tangannya yang sedari tadi melingkar pada pinggang Naruto. Setelah itu keadaan jadi sunyi senyap dan hal itu membuat Naruto risih setelah mengumpulkan keberaniannya ia menyapa murid murid akademi tersebut.

"Ohaiyou semua" sapa Naruto agak kikuk.

"Wah wah wah ternyata kau pintar cari kesempatan ya Sasuke" ujar Kiba setelah selesai dari keterkejutannya.

"Kau juga bergerak cepat ternyata untuk mendapatkan Naruto" Lanjut Kiba lagi saat melihat pakain yang di kenakan Naruto. Di samping itu ada dua Kunoichi yang tiba tiba wajahnya memanas saat Kiba mengatakan kalimat itu, membuat mereka mengingat kejadian tadi malam di mansion Uchiha.

"Hn" gumam Sasuke seperti biasa.

"Hoam … Mendokusei" ujar Shikamaru yang baru bangun dari tidurnya.

"Kau …" ucapan Kiba terpotong saat ada seseorang yang masuk ruang kelas akademi.

"Ohaiyou anak anak" sapa seseorang itu.

"Ohaiyou Iruka-sensei" sapa semua murid akademi itu kepada seseorang tadi yang ternyata Iruka.

"Maaf sensei datang terlambat karena ada urusan penting yang harus di selesaikan" ujar Iruka mengatakan keterlambatannya.

"Ya sensei" jawab murid murid akademi itu.

"Nah sekarang kita kedatangan tamu dari Rookie 12 dan 1 mantan ANBU dari NE yang akan melatih kalian selama tiga hari kedepan" ujar Iruka menjelaskan kepada seluruh muridnya padahal muridnya sudah mengetauinya karena menguping pembicaraan Iruka dengan sensei lainnya (tepatnya bukan seluruh murid yang menguping tapi hanya Ichiko).

"Ya ada yang ingin kau tanyakan Naito?" Tanya Iruka kepada anak yang mengangkat sebelah tangannya.

"Emm … Iruka-sensei bukannya mereka semua anggota dari Rookie 12?" Tanya anak itu yang bernama Naito kepada Iruka karena kebingungan dengan perkataan senseinya tadi tentang ANBU dari NE.

"Bukan, mereka adalah 11 anggota dari Rookie 12 salah satu teman mereka gugur saat di medan perang dan Sai-san adalah mantan anggota ANBU dari NE" ucap Iruka agak sedih mengingat salah satu muridnya yang gugur saat perang melawan duo Uchiha.

"Hiks … hiks … hiks …" kemudian terdengar isakan dari seorang orang gadis berambut pirang.

"Se-semua sa-salah ku" ucap si pirang terbata bata.

"Jangan salah dirimu sendiri Naruto" ucap Sasuke lembut sembari memeluk Naruto dan hal itu membuat yang lain menundukkan kepala mereka. Sementara Naito merasa bersalah karena telah melukai perasaan anggota Rookie 12, Sai dan Senseinya.

"Naru-chan jangan salahkan dirimu sendiri Neji-nii melalukan itu karena keinginannya sendiri untuk menyelamatkan temannya yang telah mengubah hidunya ke jalan yang benar jadi kumohon jangan salahkan dirimu lagi Naru-chan" ujar Hinata kepada Naruto.

"Arigatou Hinata" ucap Naruto sembari melepas pelukan dari Sasuke lalu memeluk Hinata yang sekarang mukanya sudah merah seperti kepiting rebus karena malu di peluk seseorang yang ia sukai walaupun sekarang sudah jadi perempuan tapi tetap saja Hinata masih malu malu jika bertemu Naruto apalagi sekarang di peluk.

"Douitashimashite Naru-chan" ucapnya lembut lalu melepaskan pelukannya kemudian menunduk menyembunyikan mukanya yang sekarang sudah seperti kepiting rebus sembari memainkan jarinya.

"Kurasa sudah cukup sebaiknya kalian memperkenalkan diri kalian" suara Iruka mengintruksi agar mereka tidak terus terusan sedih mengingat teman mereka yang telah berkorban demi kedamaian dunia shinobi.

"Tapi sepertinya mereka sudah mengenal kita Iruka sensei" ucap Ino kepada Iruka.

"Benarkah?" Tanya Iruka lalu menatap seluruh muridnya dan muridnya memberi anggukan.

"Baiklah kalau begitu kita mulai saja pembagian kelompoknya dan sensei yang akan melatih kalian selama tiga hari kedepan" ucap Iruka setelah mendapat anggukan dari seluruh muridnya.

Setelah itu pembagian kelompok pun di mulai dengan cara mengambil kertas yang di dalamnya ada nomornya 1 sampai 12 dan di dalam satu kelompok ada 3 murid akademi. Semua murid akademi telah selesai mengambil kertas dan menyerahkannya kepada Iruka lalu Iruka mencatat nama mereka satu per satu. Setelah selesai dengan muridnya sekarang Iruka beralih kepada mantan muridnya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan muridnya tadi, setelah selesai mencatat sekarang Iruka akan membacakan siapa saja yang berada di kelompok satu dan seterusnya sampai kelompok dua belas.

"Baiklah ini hasil pembagian kelompok :

Kelompok satu Naito Ishida, Ichiko Morita, Rohiko Sato dengan yang melatih Naruto Namikaze la-" ucapan Iruka terpotong oleh dua bocah yang bernama Rohiko dan Ichiko.

"Maaf, sensei bukannya Naruto sensei sekarang seorang Uchiha" ucap ke dua bocah itu bersamaan membuat semua yang ada di sana sweatdrop, yang di bicarakan hanya menunduk menyembunyikan mukanya yang sekarang sudah semerah buah tomat kesukaan Sasuke, sementara Sasuke hanya menyeringai seperti biasa.

"Maaf, baiklah kelompok satu dengan Naruto Uchiha lalu

Kelompok dua Yuto Hara, Aita Nakayama, Raiki Shibata dengan yang melatih Sasuke Uchiha.

Kelompok tiga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . kelompok dua belas . . . . . . . . . . . . . "

Setelah pembagian kelompok itu selesai sekarang para murid sedang bersama sensei mereka masing masing yang akan melatih selama tiga hari kedepan. Sekarang Naruto bersama muridnya sedang berada di atap gedung akademi memandang desa yang ia cintai lalu beralih kepada tiga muridnya yang akan ia latih selama tiga hari kedepan.

"Baiklah sekarang perkenalkan diri kalian satu per satu lalu sebutkan apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai, ok" ucap Naruto kepada masing masing muridnya "di mulai dari kamu" lanjutnya menunjuk Ichiko.

"Um … namaku Ichiko Morita yang aku sukai mendengar pembicaraan orang lain dan mempelajari jutsu jutsu tingkat atas lalu yang aku tidak sukai ketika ada orang yang menghina teman teman dekatku" ucap Ichiko

'Anak yang menarik juga' batin Naruto

"Lalu kau yang ada di sebelah kanan ku" ucap Naruto sembari menunjuk Naito.

"Namaku Naito Ishida hal yang aku sukai mempelajari jutsu jutsu tingkat atas untuk menjadi shinobi terkuat hal yang tidak kusukai adalah Kaa-san" ucapnya dingin dan datar saat mengatakan hal yang tidak ia sukai dan hal itu kontan membuat Naruto terkejut.

'Apa terjadi dengan Naito dan kaa-sannya?' batin Naruto bertanya.

"Kau yang berada sebelah kiriku" ucap Naruto setelah selesai dari acara batinnya(?).

"Namaku Rohiko Sato hal yang kusukai sama dengan mereka berdua dan hal yang tidak kusukai adalah menunggu dan membuat orang lain menunngu" ucap Rohiko.

"Baiklah kita mulai latihan besok sama seperti kelompok yang lainnya, jadi siapkan diri kalian ok" ucap Naruto cengiran khasnya lalu ketika ingin pergi tangannya di tahan oleh Ichiko.

"Ada apa Ichiko?" Tanya Naruto heran kepada Ichiko.

"Anda belum memperkenalkan diri sensei" jawab Ichiko lalu melepaskan tangannya dari tangan Naruto.

"Oh ya aku hampir lupa" ucapnya sembari menggaru garu kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.

GUBRAK

Dan hal itu membuat ketiga muridnya terjengkang kebelakang 'dasar' batin ketiga murid itu.

"Tapi bukannya kalian sudah mengenalku?" Tanya Naruto kepada tiga muridnya.

"Yang kenal hanya mereka berdua sedangkan seluruh murid akademi belum tahu nama nama anggota Rookie 12 dan hal hal lainnya yang mereka kenal hanya wajahnya saja" jawab Naito sembari menunjuk Ichiko dan Rohiko "tapi mungkin mereka berdua hanya tau nama dan sifatnya saja melalui cerita Tou-san mereka yang saat itu ikut berperang melawan duo Uchiha" lanjutnya lagi dan di balas keduanya dengan anggukan membenarkan penuturannya tadi.

"Emm … baiklah namaku Naruto Uchiha" ucap Naruto yang sekarang sudah mulai terbiasa dengan marga barunya itu "hal yang kusukai adalah makan ramen lalu hal yang tidak kusukai adalah melihat teman teman yang kusayangi terluka atau terbunuh karena aku" lanjut Naruto sedikit di bagian akhir.

"Maaf, kami aku bermaksud untuk …" kata kata Ichiko di potong oleh Naruto.

"Sudahlah yang berlalu biarlah" ujarnya dengan cengiran khasnya "baiklah kurasa sudah cukup … oh, ya besok berkumpul di gerbang Konoha pukul 7 pagi, jaa" lanjutnya lalu menghilang dari hadapan muridnya.

"Ha'I" jawab ketiga murid itu bersamaan.

SKIP TIME

"Tadaima" ucap Naruto saat memasuki mansion Sasuke.

'Sepertinya Sasuke belum pulang' batin Naruto.

Naruto memasuki dapur milik Sasuke lalu membuka lemari es untuk mengambil minuman untuk di minum karena ia sangat haus sekali, tiba tiba perutnya berbunyi 'ugh aku lapar' batin Naruto 'tapi di sini tidak ada apa apa selain tomat. uh dasar teme menyebalkan kenapa dia hanya menyimpan tomat, tidak ada yang lainnya' lanjutnya lagi dalam batin.

Ketika Naruto mau membuka pintu untuk keluar mansion ia di kejutkan oleh seorang laki laki.

"Kau mengagetkanku, teme!" kata Naruto agak keras.

"Hn" gumam Sasuke seperti biasa sembari menydongkan Naruto makanan.

"Apa itu, teme?" Tanya Naruto penasaran dengan kantung plastic yang di bawa Sasuke.

"Makanan untukmu, dobe" jawab Sasuke.

"Ramen arigatou teme" ujar Naruto setelah membuka bungkusan plastik itu.

"Hn" gumam Sasuke seperti biasa lalu menuju dapur di ikuti Naruto yang juga ingin ke dapur.

Sasuke membuka lemari es lalu mengambil Tomat kesukaannya dan memakannya kemudian ia melihat jam yang ada dinding yang menunjukan angka 2 siang karena merasa lelah Sasuke berniat ke kamarnya untuk tidur namun langkahnya berhenti saat Naruto bertanya dan sudah menghabiskan ramennya.

"Kau mau kemana, teme?"

"Kamar" jawab Sasuke "Ada apa Naruto?" lanjutnya bertanya kepada Naruto yang sekarang menundukkan kepalanya dan bahunya yang mulai bergetar menahan tangis. Terbesit rasa khawatir di kepala Sasuke ketika melihat seperti ini.

"Hiks … hiks …" Naruto mulai sesenggukan.

"Ada apa Naruto?" Tanya Sasuke lagi sembari menangkup wajah Naruto lalu menghapus air matanya dengan ibu jarinya.

"aku … aku masih …" ucapan Naruto dipotong oleh Sasuke.

"Sudah jangan pikirkan masalah itu lagi"

"Tapi … uhm…" ucapan Naruto terpotong karena Sasuke mencium bibirnya lembut tanpa ada nafsu.

"Sudah jangan pikirkan masalah itu lagi" ucap Sasuke setelah melepas ciumannya.

"Umm" Naruto hanya mengangguk untuk memberi jawaban kepada Sasuke "Arigatou teme" lanjutnya.

"Hn" Lalu Sasuke pergi menuju kamarnya untuk tidur selang beberapa menit Naruto pun mengikuti langkah Sasuke menuju kamar untuk tidur saat Naruto sudah di dalam kamar Sasuke ia langsung menghempaskan tubuhnya di samping Sasuke. Setelah beberapa menit Naruto pun tertidur pulas dan hal itu membuat Sasuke menyeringai yang ternyata belum tidur dari tadi, kemudian Sasuke memeluk erat Naruto sampai sang empunya mengerang lalu menyusupkan kepalanya ke leher jenjang Naruto mencium aroma jeruk yang menguar dari tubuh gadisnya setelah itu ia tertidur pulas masih dengan posisi kepala berada di leher Naruto.

Hehehehe …

Gomen gak ada 'sesuatunya' kan ara udah pernah bilang rate nya T - M jadi para penggemar rate M gomen gak ada 'sesuatunya' mungkin di chap selanjutnya ada.

Gimana … Lanjut?

PLEASE RnR