Yo minna, gomen lama update Ara keasikan baca fanficnya senpai senpai, hehe . . . udah langsung aja . . . This is chapter 5 . . .
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIR : UCHIHA SASUKE X NAMIKAZE NARUTO (FEMALE)
GENRE : ADVENTURE(?), ROMANCE
RATING : T – M (mungkin)
WARNING : FEMNARU, TYPO, AFTER WAR, SASUKE BACK, ALUR CEPAT(mungkin?), PENDEK(mungkin?), OOC, OC, ACAK-ACAKAN DLL
IF YOU DISLIKE WITH THIS STORY, PLEASE PRESS BACK BUTTON, OK . . . :D
AFTER WAR IS GOOD TIME
CHAPTER 5
Hari ini adalah hari kedelapan sejak perjanjian itu yang artinya perjanjian antara Naruto dan Sasuke sudah berakhir, dan sekarang mereka berdua sedang berada di dalam kantor Hokage untuk menerima misi kembali setelah sang Hokage memberi liburan kepada Naruto dan teman temannya selama satu minggu penuh untuk bersantai.
"baa-san, apa ada misi hari ini? aku sudah bosan dirumah terus apalagi bersama Teme mesum ini?" Tanya Naruto sembari menunjuk Sasuke dengan jari telunjuknya tepat di hidung Sasuke 'aku bisa gila jika berada di dekatnya terus menerus' batin Naruto melanjutkan. Dan dengan perkataan Naruto itu ia mendapat deathglare gratis dari Sasuke namun Naruto tidak terpengaruh oleh deathglare Sasuke.
"aku punya misi untuk kalian berdua Naruto, Sasuke" kata Tsunade sembari mengambil gulungan yang berada di tangan Shizune yang telah di siapkan dari tadi
"asik akhirnya aku bisa terhindar darimu untuk beberapa hari, Teme mesum!" teriak Naruto kegirangan sementara Sasuke hanya mendengus kesal karena dikatai mesum terus dari tadi #memang kenyataan(di amaterasu Sasuke)
"tidak, kau akan menjalankan misi ini bersama Sasuke" kata Tsunade yang membuat Naruto lesu karena harus terjebak lagi bersama Teme mesum satu ini sementara Sasuke hanya menyeringai mendengar apa yang dikatakan Tsunade
"apa tidak ada yang lain untuk mejadi rekanku?" Tanya Naruto lemah
"tidak semua shinobi dan kunoichi sedang menjalankan misi semua sekarang dan hanya kalian yang tersisa" kata Tsunade menjawab pertanyaan Naruto
"apa misi untuk kami Hokage-sama?" Tanya Sasuke yang sedari tadi hanya diam mendengarkan
"ini" kata Tsunade sembari melempar gulungan yang ia pegang kepada Sasuke yang dapat di tangkap sempurna oleh Sasuke dan langsung membacanya sementara Naruto hanya diam saja
"hn, baiklah kami akan berangkat sekarang"kata Sasuke ketika sudah selesai membaca gulungan itu "ayo Naruto" lanjut Sasuke dengan menggenggam pergelangan tangan Naruto kemudian menyeretnya keluar ruangan Hokage
"jangan seenaknya menarik narik orang, Teme!" teriak Naruto kesal
"hn" hanya dibalas gumaman tak jelas dari Sasuke dan langsung membuka pintu dan menutupnya kembali
"apa tidak masalah memberikan misi ini ke Sasuke?" Tanya Shizune ketika Sasuke dan Naruto sudah pergi dari ruang Hokage " apa anda tidak khawatir dengan kejadian waktu itu" lanjut Shizune
"tenang saja para Kage itu sudah mengampuninya setelah perang berakhir" jawab Tsunade tenang kemudian meminum teh hijaunya
.
.
.
SKIP TIME
Saat ini mereka sudah berada di depan gerbang desa setelah sebelumnya kembali ke mansion untuk mengambil perbekalan dan senjata yang di perlukan selama dalam melaksanakan misi
"hei, Teme sebenarnya misi apa yang akan kita lakukan?" Tanya Naruto pada Sasuke karena Sasuke tidak memberi tahunya tadi
"tidak usah cerewet nanti kau juga tahu, Dobe" jawab Sasuke datar dan hal ini membuat Naruto mengerucutkan bibirnya "dan jangan berekspresi seperti itu" lanjut Sasuke
"memang kenapa, hah!?" tantang Naruto
"atau kau ingin kumakan" jawab Sasuke yang membuat Naruto menelan ludah
"dasar seenaknya sendiri" gumam Naruto yang masih dapat di dengar oleh Sasuke dan ia hanya menyeringai
"ayo kita berangkat" kata Sasuke ketika Naruto sudah selesai dengan urusan registrasi keluar masuk desa, kenapa Naruto yang mengurus karena Sasuke malas dengan urusan seperti itu
"iya, iya" kata Naruto dan mereka berdua langsung menghilang dari gerbang desa dan hanya meninggalkan daun yang berterbangan
"pasangan yang unik" komentar salah satu penjaga gerbang setelah mereka berdua menghilang a.k.a Izumo
"mungkin jika mereka punya anak, anak mereka akan kuat seperti mereka" kata teman Izumo a.k.a Kotetsu
.
.
.
Saat ini mereka sedang melompati pohon pohon untuk sampai ketempat tujuan namun tanpa mereka sadari ada sekitar empat orang yang sedang mengintai mereka saat mereka sudah berjarak beberapa kilometer dari gerbang desa
"apa kita serang sekarang juga, kaicho?" Tanya salah satu dari empat orang itu
"belum saatnya kita tunggu saat yang tepat" jawab sang kaicho
"ha'I" kata ketiga anak buahnya
"pasti harga kepala mereka akan mahal, khukhu" kata sang kaicho dengan seringai iblisnya
.
"Teme aku lapar ayo kita istirahat dulu untuk makan siang" kata Naruto yang saat ini masih melompati pohon pohon
"hn, kita istirahat di gua dekat sungai itu saja" kata Sasuke sembari menunjuk gua yang ada di dekat sungai
Lalu beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di depan gua dan dengan cepat Naruto langsung duduk dan membuka tas lalu mengambil bekal yang ia bawa tadi sementara Sasuke memilih untuk minum kemudian tidur sejenak namun belum sempat Naruto dan Sasuke menikmati bekal dan minuman yang mereka bawa, mereka langsung di buat waspada dengan beberapa kunai yang dilengkapi kertas peledak yang mengarah kearah mereka secara reflek mereka berdua langsung menghindar dari kunai kunai berkertas peledak itu
"siapa itu?, tunjukkan dirimu pengecut!" teriak Naruto lalu memasang pose bertahan dengan sebuah kunai yang berada di tangan kanannya dan Sasuke pun melakukan hal yang sama yaitu memasang pose bertahan tapi tidak memegang kunai melainkan mengaktifkan sharingannya
"fufu~ ternyata reflek kalian masih bagus juga" kata seseorang dari atas lalu mendarat ke tanah dan diikuti oleh ketiga rekannya
"siapa kalian?" Tanya Sasuke kepada keempat orang tak dikenal itu
"tidak penting siapa kami yang kami butuhkan hanyalah kepala kalian berdua" jawab orang yang pertama mendarat tadi yang ternyata adalah sang kaicho
"kurang ajar!?" teriak Naruto sembari berlari ke arah para penjahat untuk menyerang
"jangan terburu buru seperti itu gadis manis, gyaaa" kata penjahat yang memakai masker kemudian maju untuk melawan Naruto
"Yuu, sebaiknya kau bantu Raito karena jika kita terlalu lama bermain dengan mereka itu bisa bahaya" kata sang kaicho kepada orang di sampingnya yang memakai headband berwarna hitam
"wakatta" jawab orang itu kemudian maju untuk membantu temannya melawan Naruto
"kage bunshin no jutsu" teriak Naruto lalu keluarlah lima bunshinnya kemudian Naruto dan bunshinnya menghadapi dua orang tadi dengan taijutsunya sementara Sasuke kini tengah berhadapan dengan sang kaicho dan satu anak buahnya
"Suiton Suiryudan no jutsu" kata sang kaicho lalu muncullah naga air yang menyerang Sasuke namun dengan cepat Sasuke bisa menghindar dari naga air itu
"kuciyose no jutsu" kata rekan sang kaicho a.k.a Fan lalu muncullah kepiting raksasa yang siap menyerang Sasuke
"cih, katon : Gokakyu no jutsu" kata Sasuke lalu keluarlah bola api raksasa dari mulutnya namun bola api raksasa itu bisa di tahan oleh kepiting raksasa dan anehnya tidak terluka sama sekali
"heh! Jangan remehkan kepiting itu bocah" kata Fan lalu menaiki kepiting raksasa itu dan diikuti sang kaicho "ayo tunjukkan kemampuanmu" kata Fan pada kepitingnya, kemudian muncullah banyak anak kepiting yang besarnya sama dengan manusia
"cih, rasakan ini" kata Sasuke lalu berlari ke arah anak anak kepiting itu lalu menebasnya dengan kunai yang ia ambil sebelumnya semetara di tempat lain Naruto mulai kewalahan
"hosh . . . sial chakra ku belum pulih benar ternyata . . . hosh" kata Naruto di sela sela menghindari serangan musuh
"kenapa gadis manis, kau mulai lelah?" ejek Raito pada Naruto
"lebih baik kita segera akhiri ini saja Raito, jika kita terlalu lama bermain main bisa bahaya" kata Yuu yang sekarang sudah berdiri di samping Raito setelah sebelumnya menyerang Naruto dengan jutsu airnya
"ya ya ya baikalah" kata Raito
"Suiton : Suiryudan no jutsu" ucap Raito dan Yuu bersamaan lalu muncullah dua naga air yang siap mengoyak tubuh Naruto "rasakan ini" kata Raito dan Yuu lalu melesatlah dua naga air itu kea rah Naruto
'ukh . . . sial kenapa kepalaku pusing sekali' batin Naruto karena tidak bisa konsentrasi akhirnya Naruto terkena serangan dua Naga air itu dan sekarang ia terkapar dengan kondisi yang parah
"fufufu~ tidak kusangka kita bisa mengalahkannya dengan mudah" kata Raito dan hanya di respon anggukan saja oleh Yuu
"NARUTO!" teriak Sasuke ketika melihat Naruto terkapar dengan luka yang parah, saat ini Sasuke masih berhadapan dengan dua orang yang tadi dan dua orang itu hanya tersenyum senang ketika satu dari dua buruan mereka sudah kalah dan saat ini mereka sedang berhadapan dengan jarak sekitar sepuluh meter
"DASAR KEPARAT" kata Sasuke dalam dan saat ini menundukkan kepalanya
"kaicho apa kita langsung penggal saja kepalanya saja?" Tanya Raito yang saat ini sudah berada di samping sang kaicho bersama Yuu yang saat ini menggendong tubuh Naruto
"ya" jawab sang kaicho tenang
"Susano'o" ucap Sasuke lirih lalu muncullah aura kegelapan dari belakang tubuhnya kemudian membentuk ksatria pemanah memakai baju perang yang siap menembakkan panahnya
"ku .. kur .. kurang ajar kekuatan apa itu" kata Raito mulai ketakutan dengan aura yang sangat mengeriakan dari Susano'o Sasuke
"I .. itu .. itu Susano'o" kata Yuu juga mulai ketakutan "kenapa kau tidak segera membunuh, hah!" lanjut Yuu kesal pada sang kaicho
"aku sudah berusaha membunuhnya dari tadi tapi dia sangat sulit untuk di kalahkan" kata sang kaicho membela diri dan mulai ketakutan juga
"CEPAT KEMBALIKAN NARUTOKU" kata Sasuke penuh penekanan di setiap katanya
"bagaimana ini kaicho?" Tanya Fan berusaha tenang namun tidak bisa
"CEPAT KEMBALIKAN NARUTOKU" ulang Sasuke lagi
"tidak akan, kami tidak akan usaha kami selama ini jadi sia sia" kata sang kaicho yang saat ini mulai tenang dan berusaha menyemangati yang lain
"ya" kata Yuu dan Fan mulai tenang
"rasakan ini" kata Raito sambil berlari "Suiton : Suiryudan no jutsu" lanjut Raito lalu muncullah naga air yang kemudian langsung menyerang Sasuke namun Susano'o Sasuke maju kedepan dan menerima serangan itu "rasakan itu bocah" kata Raito bangga namun setelah efek air itu menghilang ternyata Susaso'o Sasuke tidak menghilang dan hal itu membuat Raito membelalakan matanya kaget
"a .. ap .. apa ARRRRGGGHH!" teriak Raito ketika panah Susano'o itu menembus tubuhnya
"RAITO" teriak tiga orang itu lalu diikuti oleh yang lainnya
"ARRRGGGGGGGH"
"ARGGHHHHHHHH"
"FAAANNNN, YUUUUU!" teriak sang kaicho dan saat ini Naruto sudah berada di tangan Sasuke
"KEPARAT KAU BOCAH RASAKAN INI!" teriak sang kaicho "Suiton : Suiryudan no jutsu" kata sang kaicho membuat segel tangan dengan cepat "Suiton : Mizu no Tatsumaki . . . . ." lanjut sang kaicho mengeluarkan semua jutsu yang ia kuasai secara berturut turut namun dapat dengan mudah di tahan oleh Susaso'o Sasuke setelah sang kaicho kehabisan chakra Susano'o Sasuke mulai menyerang dan menembakkan panahnya
WUSHHHH JLEEBB DUARRR
Bunyi ledakan panah Susano'o setelah berhasil menembus sang lawan yang kini kondisinya sangat mengenaskan
"rasakan itu tikus tikus, bodoh" kata Sasuke yang saat ini masih menggendong Naruto ala bridal style "kau bisa beristirahat sekarang Naruto" lanjut Sasuke kemudian pergi dari tempat itu karena sudah hancur berantakkan
.
.
.
Saat ini Sasuke sedang beristirahat di bawah pohon yang besar sembari memandangi api unggun yang ia buat untuk menghangatkan badan karena hari sudah malam sementara Naruto masih belum sadar dari tadi
"ughh …" rintih Naruto ketika merasakan kepalanya pusing dan badannya sakit semua
"kau sudah sadar, dobe?" Tanya Sasuke ketika mendengar suara rintihan Naruto
"hum" angguk Naruto kemudian mencoba untuk duduk
"jangan sok kuat, jika butuh bantuan tinggal bilang saja" kata Sasuke lalu membantu Naruto untuk duduk
"arigatou" ucap Naruto lalu beberapa saat hening sejenak sampai Naruto yang membuka suara
"Sasuke" panggil Naruto
"hn"
"ah, tidak lupakan"
"ada apa, Naruto?" Tanya Sasuke sembari mendekatkan wajahnya di depan wajah Naruto dan hal itu membuat muka Naruto memerah yang tentunyan dapat dilihat oleh Sasuke
"a .. aku .. aku hanya-" kata kata Naruto terpotong karena Sasuke menciumnya tiba tiba, hanya ciuman biasa tanpa ada nafsu di dalamnya
"mmhhhpp.." desah Naruto di sela sela ciumannya
"mmmhhhhpppp .."
Beberapa menit kemudian ciuman itupun berhenti karena dua duanya membutuhkan oksigen
"sebaiknya kau tidur, Suke" kata Naruto ketika sudah selesai menghirup oksigen yang ia butuhkan
"kau saja yang tidur Naru-" kata kata Sasuke terpotong karena jari telunjuk Naruto berada di bibirnya "terserah apa katamu" lanjut Sasuke ketika jari telunjuk Naruto sudah tidak berada di bibirnya
"arigatou" kata Naruto dengan senyumannya "kau bisa tidur disini, Suke" lanjut Naruto sembari menepuk paha kirinya ketika Sasuke akan berdiri
"hn" gumam Sasuke dan tanpa ia sadari ia tersenyum tipis lalu tidur di paha Naruto sebagai bantal
Malampun dilewati dengan tenang oleh Sasuke dan Naruto yang beristirahat di bawah pohon yang rindang dengan api unggun yang sudah mati dengan sendirinya
SKIP TIME
Sinar mentari mulai menerpa wajahnya yang manis yang dihiasi dengan tiga garis halus menyerupai kumis kucing yang masing masing berada di pipi kanan dan kirinya
"sudah selesai tidurmu, Dobe" kata Sasuke yang saat ini sedang memakan ikan bakar yang baru di tangkapnya tadi di sungai terdekat
"uuugghh, sudah pagi, ya?" kata Naruto seperti orang bloon
"kau piker masih malam" kata Sasuke datar "cepat cuci mukamu lalu makan dan kita akan segera melanjutkan perjalanan" lanjut Sasuke
"iya iya dasar suka seenaknya sendiri" kata Naruto dengan mengerucutkan bibirnya dan Sasuke yang melihat itu dibuat tersenyum lagi meskipun tipis
'aku beruntung bisa memilikimu, Namikaze Naruto' batin Sasuke senang
"ini" kata Sasuke sembari menyodorkan ikan bakar kepada Naruto "kau bisa makan itu" lanjut Sasuke ketika Naruto sudah mengambil ikan bakarnya
"arigatou, Teme" kata Naruto senang
"ayo kita berangkat" kata Sasuke ketika Naruto sudah selesai dengan acara makannya
"hum" dan hanya dibalas anggukkan oleh Naruto
Saat ini mereka sedang melompati pohon pohon untuk sampai di tempat tujuan yang belum Naruto ketahui
"hei, Teme sebenarnya kita akan kemana?" Tanya Naruto penasaran karena Sasuke tidak mau memberitahunya kemarin
"kita akan ke desa Kirigakure untuk mendapatkan misi dari Mizukage" jawab Sasuke
BRUK
Tiba tiba Sasuke mendengar suara benda jatuh tidak bukan benda tapi seseorang dengan agak khawatir ia menoleh kebelakang dan apa yang ia khawatirkan terjadi yaitu Naruto terjatuh ke tanah
"NARUTO!" teriak Sasuke kemudian langsung turun kebawah "Naruto, kau tidak apa apa" lanjut Sasuke dengan nada yang khawatir kemudian menggendong Naruto ala bridal style 'tenang Naruto sebentar lagi kita akan sampai' batin Sasuke
Setelah kurang lebih dua jam melompati pohon pohon akhirnya Sasuke bisa melihat gerbang desa Kirigakure
.
.
.
"hei, lama lama aku bosan jika seperti ini terus" kata salah satu penjaga gerbang desa Kirigakure
"iya, aku juga bosan" kata teman penjaga itu "bagaimana kalau kita main kartu?" lanjutnya lagi
"maksudku bukan seperti itu, baka" jawab penjaga gerbang pertama
"lalu apa yang kau maksud?" Tanya temannya dengan wajah tanpa dosanya
"hah~ aku ingin mendapat misi seperti dulu bukan menjaga gerbang seperti ini" jawab penjaga pertama tadi
"maksudmu kau lebih suka mati, begitu?" tanya temannya lagi dengan tampang wajah tanpa dosanya
"hah~ percuma saja aku bicara denganmu" kata penjaga pertama tadi kemudian mulai memejamkan mata
"percuma bagaimana?" Tanya temannya lagi
"bisakah kau diam" kata penjaga pertama mulai risih dengan temannya
"hei teman teman ada sesuatu yang mengarah kesini!" kata penjaga gerbang yang berada di depan mereka berdua yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan tak jelas itu
"eh?, apa ada musuh?" Tanya penjaga gerbang dua
"entahlah tapi kita harus waspada" kata penjaga gerbang tiga
"eh?, cha .. chakra ini sepertinya a .. ku .. aku mengenalinya" kata penjaga pertama yang juga merupakan tipe pendeteksi
"ada apa?" Tanya penjaga dua dan tiga bersamaan
"cha .. chakra ini milik, ah aku lupa siapa namanya yang pasti ini milik seseorang yang berbahaya" kata penjaga satu
"sebaiknya aku meminta bantuan" kata penjaga dua
"ya, cepat segera minta bantuan bila perlu panggil Mizukage sekalian" kata penjaga satu
"wakatta" kata penjaga penjaga dua lalu menghubungi markas dengan jutsu telepatinya "mereka akan segera datang" kata penjaga dua ketika sudah selesai menghubungi markas
"untuk sementara kita tahan dia dulu" kata penjaga satu "ayo tunjukkan kemampuan kita" lanjutnya lagi
"ya" jawab penjaga satu dan dua lalu mereka bertiga memasang posisi siaga untuk menghadang musuh dengan kunai di tangan kanan mereka
.
'ck, dasar orang orang menyusahkan' batin Sasuke ketika di hadang oleh tiga penjaga gerbang
"siapa kau? tunjukkan surat izin dari desamu?" kata penjaga gerbang satu
Dengan cepat Sasuke segera mengambil sesuatu dari kantong ninjanya 'sial pasti terjatuh saat aku berhadapan dengan empat ninja keparat tadi' batin Sasuke
"ayo cepat tunjukkan surat izinmu atau kau tidak boleh masuk" kata penjaga satu lagi karena Sasuke tak kunjung memberikan apa yang ia minta
"bisakah kalian minggir aku sedang buru buru sekarang" kata Sasuke datar
"tidak bisa jika kau memaksa kami tidak segan segan membunuhmu" kata penjaga satu
"terserah" kata Sasuke lalu menerobos tiga orang itu dan berhasil namun belum sampai sepuluh meter Sasuke kembali dihadang oleh segerombolan orang
"berhenti disitu" kata sang Mizukage ke lima a.k.a Mei Terumi dan dengan itu Sasuke berhenti berlari untuk menerobos kumpulan orang itu sebenarnya dia bisa saja mengalahkan orang orang itu namun karena khawatir dengan kondisi Naruto dan tidak mau lagi membuat masalah jadi ia menuruti perintah sang Mizukage yang menyuruhnya berhenti
"oh, ternyata kau si tampan yang waktu itu mengacau di pertemuan para kage itu ya?" kata sang Mizukage setelah mengamati Sasuke dan hal itu membuat para penjaga dan pasukan bala bantuan itu sweatdrop 'dasar Mizukage kecentilan' batin semua orang
"hn" gumam Sasuke
"bagaimana ini Mizukage-sama? Apa kita harus membunuhnya?" Tanya penjaga satu yang saat ini berada di depan sang Mizukage untuk melindunginya
TING
Muncullah benjolan di kepala sang penjaga satu karena jitakan sang Mizukage
"untuk apa kita membunuhnya, baka. Dia dan temannya adalah utusan yang dikirim dari Konoha ke Kirigakure" jawab sang Mizukage kesal
"bukankah dia penjahat internasional" kata sang penjaga satu dan perkataan itu membuat penjaga itu mendapatkan jitakan lagi
"iitai" ringis sang penjaga satu lagi
"apa kau lupa baka, dia dan temannya itu adalah pahlawan perang kemarin,baka" kata Mizukage lagi
"bisakah kalian berhenti bertengkar, aku ingin segera membawa Naruto ke rumah sakit" kata Sasuke datar
"oh, ada apa dengan Naruto?" Tanya sang Mizukage
"entahlah, aku tidak tau apa yang terjadi padanya?" kata Sasuke sembari menyingkirkan poni yang menutupi wajah manisnya kemudian memandangnya sejenak
"baiklah cepat bawa dia kedalam dan kau Rei antar dia" kata sang Mizukage member perintah "dan kalian semua kembalilah ketempat kalian" lanjut sang Mizukage kemudian menghilang dari gerbang desa
"ha'I" jawab semua orang yang ada di situ minus Sasuke dan Naruto tentunya
"ayo lewat sini" kata Rei
"hn" gumam Sasuke
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit desa Kirigakure dan saat ini Naruto sedang dirawat oleh para ninja medis Kirigakure
"hei, apa yang terjadi pada kalian sebelum sampai disini" Tanya Rei pada Sasuke
" . . . "
"ya, sudah lebih baik aku pergi dulu, jaa" kata Rei
" . . ." Sasuke masih terdiam 'sial, kenapa aku tidak bisa menjaga Naruto kemarin. Argg siallllll' batin Sasuke menyalahkan dirinya sendiri
Sejam kemudian ruang perawatan yang Naruto tempati terbuka lalu muncullah seorang ninja medis dan dengan itu Sasuke langsung menghampiri sang ninja medis
"bagaimana keadaan Naruto?" Tanya Sasuke pada sang ninja medis
"apa anda bisa ikut saya sebentar?" Tanya sang ninja medis
"hn" gumam Sasuke lalu mengikuti sang ninja medis pergi memasuki ruangan
Setelah beberapa menit di dalam ruangan itu, Sasuke keluar dengan senyum lebar di bibirnya
To be continue . . .
Wah, Sasuke terseyum lebar? Apa gak salah liat?
Dan apa yang dibicaraka sang ninja medis hingga Sasuke tersenyum?
Ara : hey, anak ayam kenapa kamu tersenyum lebar?
Sasuke : terserah, aku mau terseyum lebar atau tidak itu bukan urusanmu dan siapa yang kau panggil anak ayam hah! Ara hentai!
Ara : ya kamulah siapa lagi dan hei! Jangan seenaknya kau mengatai orang tidak sadar jika dirimu hentai.
Naruto : aish, kenapa kalian jadi suka berantem si?
Ara & Sasuke : urusai!
Naruto : dasar orang orang hentai. Yah minna daripada dengerin orang orang hentai ini bicara lebih baik review ya, jaa ne
Lemon chap depan mungkin, hehe :D
Bagaimana minna? Apa dilanjut?
