Yuhuuuuu~~~ minna, emm . . . aduh gomen ne updatenya lama ini semua gara gara sensei sialan itu yang buat Ara jadi gak bisa nengok selama tiga hari jadi sekali lagi gomen ne padahal minggu kemari mau update tapi gara gara itu jadi molor, hehe . . . udah agk usah kelamaan . . . This is chapter 6 !

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIR : UCHIHA SASUKE X NAMIKAZE NARUTO (FEMALE)

GENRE : ADVENTURE(?), ROMANCE

RATING : T – M (mungkin)

WARNING : FEMNARU, TYPO, AFTER WAR, SASUKE BACK, ALUR CEPAT(mungkin?), PENDEK(mungkin?), OOC, OC, ACAK-ACAKAN DLL

IF YOU DISLIKE WITH THIS STORY, PLEASE PRESS BACK BUTTON, OK . . . :D

AFTER WAR IS GOOD TIME

CHAPTER 6

Saat ini Sasuke sedang memandangi wajah Naruto yang masih tertidur pulas di ranjang rumah sakit desa Kirigakure dan ia kembali tersenyum saat kata kata yang di ucapkan sang ninja medis kembali terngiang di otaknya

FLASH BACK

"bagaimana keadaan Naruto?" Tanya Sasuke to the point ketika sudah memasuki ruangan yang juga dimasuki sang ninja medis

"tenang saja keadaannya baik baik saja karena ada chakra Kyuubi yang memulihkan luka lukanya saat terkena serangan lawan" jawab sang ninja medis yang masih memeriksa catatannya sambil berdiri, Sementara Sasuke masih diam menunggu penjelasan lebih lanjut dari sang ninja medis "dan saat ini kemungkinan Naruto-san sedang mengandung" lanjut sang ninja medis yang membuat Sasuke terdiam beberapa detik namun kemudian senyum berkembang di bibirnya

"hn" gumam Sasuke lalu keluar dari ruangan sang ninja medis dengan senyum lebar dibibirnya dan sedikit seringai 'dan aku harus membuatnya menjadi mungkin, khukhu' batin Sasuke melanjutkan

FLASH BACK OFF

Itulah yang saat ini membuat Sasuke tersenyum tak henti hentinya saat memandangi wajah Naruto

"ugh . . ." terdengar suara rintihan dari Naruto "dimana ini?" Tanya Naruto sambil berusaha untuk duduk

"di rumah sakit" jawab Sasuke yang kemudian langsung membantu Naruto untuk duduk

"eh!? Di rumah sakit!?" teriak Naruto "memang apa yang terjadi denganku?" lanjut Naruto masih kebingungan

"ck, dasar Dobe. Apa kau tidak ingat jika kau pingsang saat perjalanan kemari?" jawab Sasuke

"pingsan ya, hehe . . ." kata Naruto dengan senyum lima jarinya

"dasar Dobe"

KRIIIIIIUUUK KRIIIIUUUKK

"sepertinya kau lapar aku akan membelikanmu makanan" kata Sasuke ketika mendengar suara perut Naruto berbunyi "dan jangan pergi kemana mana" lanjut Sasuke mempringati lalu membuka pintu dan keluar dari ruangan Naruto di rawat

"iya iya memang aku mau kemana, dasar Teme" kata Naruto sebal "hah~ lebih baik aku tidur lagi" lanjut Naruto kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang rumah sakit sementara Sasuke yang masih bisa mendengar itu dari balik pintu kembali di buat tersenyum

.

.

Saat ini Sasuke sedang berada di jalan jalan desa Kirigakure untuk mencari kedai makanan dan membelinya untuk Naruto dan dirinya yang juga mulai kelaparan

"dua miso ramen dibungkus" kata Sasuke ketika sudah memasuki kedai ramen yang ia temukan dan duduk di kursi yang ada di kedai itu

"baiklah, silakan tunggu sebentar" kata sang pemilik kedai sementara Sasuke hanya diam tidak menjawab

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pesanan Sasuke datang kemudian tanpa banyak kata ia langsung membayarnya dan keluar dari kedai ramen itu

"silakan datang lagi" kata sang pemilik kedai ramen kepada Sasuke

.

.

Saat ini Sasuke sudah berada didepan ruangan Naruto dirawat dan secara perlahan membuka pintu

CLEK CLEK

Terdengar bunyi pintu yang dibuka dan kemudian ditutup Sasuke dan hal itu membuat Naruto yang sebenarnya tidak bisa tidur karena kelaparan langsung menoleh ke arah pintu

"kenapa kau lama sekali, Teme?" Tanya Naruto sedikit kesal

"hn" kata Sasuke sekenanya tanpa menjawab pertanyaan Naruto lalu menghampirinya "ini, cepat makan" lanjut Sasuke memerintah sambil memberikan satu bungkus ramen

"ck, tidak usah di perintahpun aku akan memakannya" kata Naruto sebal lalu mengambil satu bungkus ramen itu "ittadakimasu" lanjut Naruto lalu memakan ramen yang diberikan Sasuke

"hn" gumam Sasuke tak jelas lalu mengambil satu lagi bungkus ramen untuk dirinya sendiri

"eh, kau juga beli, Teme?" Tanya Naruto disela sela makannya

"ya" jawab Sasuke pendek "ada apa?" lanjut Sasuke bingung

"emm, tidak apa apa, hehe" kata Naruto dengan cengiran khasnya lalu mereka berdua melanjutkan makannya dengan khidmat

.

.

.

"bagaimana keadaan Naruto dan si Uchiha itu sekarang?" Tanya sang Mizukage kelima kepada anak buahnya yang memakai penutup mata di sebelah kanan seperti bajak laut a.k.a Ao

"yah, keadaan mereka berdua baik baik saja" kata Ao dengan santainya

"hm, begitu. Baiklah panggil mereka berdua kesini" perintah sang Mizukage

"eh, baiklah" jawab Ao agak terkejut lalu pergi meninggalkan ruangan sang Mizukage dan menyisakan hembusan angin

.

Tak butuh waktu lama Ao sudah sampai di rumah sakit dan sekarang ia sudah berada didepan ruangan Naruto dirawat dan dengan cepat dan tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk dan . . .

"mmhhhppppp"

Terdengar suara erangan dari Naruto saat Sasuke melumat bibir Naruto rakus dan mereka berdua belum menyadari keberadaan Ao yang saat ini berdiri di depan pintu 'ck, dasar bocah' pikir Ao melihat adegan ciuman itu

"bisakah kalian berhenti sebentar dan dengarkan aku dulu" kata Ao mengintruksi kegiatan Naruto dan Sasuke, lalu dengan secepat kilat Naruto mendorong tubuh Sasuke hingga terjatuh kelantai sementara Sasuke hanya meringis saat pantatnya menyentuh lantai dengan cepat "bagus, dengar kalian berdua dipanggil oleh Mizukage di kantornya sekarang" lanjut Ao tegas "dan jika kalian ingin melakukan itu jangan di rumah sakit, hahaha" lanjutnya lagi lalu menghilang

"awas kau, Teme!" kata Naruto marah dengan napas terengah engah

"hn, sebaiknya kita segera ketempat Mizukage" kata Sasuke tidak menanggapi perkataan Naruto "dan rapihkan pakaianmu itu" lanjut Sasuke dengan seringai andalannya

"kyaaaaaaa!" teriak Naruto menggema diseluruh ruangan di rumah sakit

"ck, bisa kau kecilkan suaramu itu" kata Sasuke kesal dengan teriakan Naruto

"urusai!" teriak Naruto lagi kemudian merapikan pakaiannya dengan cepat

.

.

.

Saat ini sang Mizukage sedang memandang desanya yang agak tertutup kabut melalui jendela kaca besar yang ada di ruangannya namun tidak mengurangi keindahan desa itu

'akhirnya setelah melalui peperangan yang lama keadaan dunia ini kembali aman dan lebih damai namun-' pikir sang Mizukage namun buyar karena ada seseorang yang masuk keruangannya

"saya sudah menyampaikannya kepada mereka berdua" kata Ao sambil menunduk hormat "dan sepertinya keadaan mereka sudah sangat baik" lanjut Ao kemudian berdiri

"hm, bagus kalau begitu. Kita bisa menyerang lebih cepat, Ao cepat siapkan shinobi untuk melakukan penyerang besok" perintah sang Mizukage

"ha'I" jawab Ao lalu menghilang dari ruangan sang Mizukage dan tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu

TOK TOK TOK

"masuk" kata sang Mizukage, setelah mendengar kata sang Mizukage orang itupun masuk keruangan sang Mizukage lalu menunduk hormat lalu bediri tegak lagi

"ada apa anda memanggil kami Mizukage-sama?" Tanya Sasuke pada sang Mizukage

"fufufu~ kau bisa bersikap manis juga ternyata" kata sang Mizukage tak jelas lalu membalikkan badan dan entah mengapa Naruto merasa agak kesal saat sang Mizukage kelima ini berbicara kepada Sasuke seperti itu sementara Sasuke diam saja "aku memanggil kalian kesini untuk memberitahu misi apa yang akan kalian lakukan besok" lanjut sang Mizukage dengan mimik serius

"memang misi kami itu seperti apa?" Tanya Naruto saat merasakan perubahan dari sang Mizukage

"misi kalian adalah untuk membunuh pemimpin desa Takigakure yang sekarang bersama dengan shinobi dan kunoichi desa kami" kata sang Mizukage mengatakan misi yang akan diterima mereka Sasuke dan Naruto

"eh, memangnya kenapa dengan pemimpin desa Takigakure?" Tanya Naruto lagi

"menurut shinobi yang kami tugaskan beberapa waktu lalu untuk memata matai desa itu mengatakan bahwa mereka ingin menaklukkan desa desa kecil yang ada disekitar mereka, lalu setelah kekuatan mereka terkumpul mereka akan melakukan penyerang kepada desa desa besar seperti desa kita" kata sang Mizukage menjelaskan

"tapi kenapa hanya desa Kirigakure saja yang bergerak?" Tanya Sasuke pada sang Mizukage

"itu karena desa desa besar lainnya masih melakukan perbaikan disana sini baik itu infrastuktur atau lainnya, sedangkan desa kami sudah selesai dengan semua masalah itu dan jika desa desa itu sudah selesai melakukan perbaikan mereka akan menyusul" kata sang Mizukage menjelaskan lagi "dan kami meminta bantuan kalian karena kemampuan kalian sangat dibutuhkan untuk melawan dan membunuh pimpinan Takigakure itu, jadi bagaimana? Apa kalian sudah siap?" lanjut sang Mizukage lagi

"ha'i kami sudah siap" jawab Naruto semangat sementara Sasuke hanya menggunakan kata kata andalannya atau bisa dibilang gumamam andalannya 'hn'

"hm, dan ini" kata sang Mizukage memberikan sebuah kunci dan selembar kertas kepada Naruto lalu diambilnya kunci dan kertas itu "kalian bisa menginap ditempat itu malam ini" lanjut sang Mizukage ketika melihat ekspresi bingun Naruto "dan besok kalian berdua berkumpul disini jam 8 pagi" lanjut sang Mizukage lagi

"ah, arigatou Mizukage-sama" kata Naruto setelah tau kunci dan kertas apa itu "kalau begitu kami pergi dulu" lanjut Naruto kemudian keduanya membungkuk hormat lalu pergi dari ruangan sang Mizukage

"hm" gumam sang Mizukage lalu meminum teh hijaunya sambil memandang desanya lagi

.

.

.

Setelah keluar dari ruangan sang Mizukage, Sasuke dan Naruto memutuskan berjalan jalan untuk menghabiskan sisa hari ini dengan melihat lihat desa Kirigakure

"hey Teme" kata Naruto memecah keheningan diantara mereka

"hn, ada apa Dobe?" Tanya Sasuke

"ayo kita kebukit itu" ajak Naruto pada Sasuke ketika ia milihat bukit yang tak jauh disebelah kanannya

"hn" gumam Sasuke lalu mengikuti Naruto berjalan

Selang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai diatas bukit dengan pemandangan desa Kirigakure dibawahnya ditambah dengan lagit sore yang indah dan saat ini Naruto sedang duduk diatas pohon dengan Sasuke berdiri disebelahnya

"Teme, indah ya" kata Naruto dengan pandangan lurus kedepan

"hn" gumam Sasuke "tapi lebih indah jauh dirimu Naru" lanjutnya lirih

"eh? Kau mengatakan sesuatu, Teme?"

"tidak" jawab Sasuke singkat

Keheningan menghinggapi mereka berdua yang sibuk dengan pikiran masing masing, sampai matahari tenggelam keheningan itu baru berakhir ketika Sasuke mengucapkan sesuatu terlebih dahulu

"Naruto" kata Sasuke dalam

"eh? Ada apa Sasuke?" kata Naruto sedikit kaget

"maukah kau berjanji padaku?" Tanya Sasuke pada Naruto yang saat ini sudah berdiri

"eh? Berjanji apa?" Tanya Naruto bingung

"berjanji untuk hidup bersamaku terus sampai mati" kata Sasuke dengan nada sedikit bergetar tapi masih dengan stoic facenya padahal jantungnya berdetak sangat kencang

"aku berjanji" kata Naruto dengan senyum yang manis diwajahnya dan dengan itu Sasuke langsung memeluk Naruto erat dan mengatakan 'arigatou' berulang kali

"Sas . . . key . . . ak . . . aku . . .ti . . .tidak . . . bisa . . . bernapas" kata Naruto saat dipeluk Sasuke erat dan setelah mendengar itu Sasuke langsung melepaskan pelukannya lalu mengeluarkan seringaiannya didepan wajah Naruto dan Naruto yang melihat seringai itu mundur secara teratur sementara Sasuke terus maju kearahnya

"ma . . mau . . apa . . kau, Teme?" Tanya Naruto ketika punggungnya menyentuh pohon dibelakangnya

"hn, aku hanya ingin sebuah ciuman saja" kata Sasuke sambil menyeringai, setelah berkata seperti itu Sasuke langsung mencium bibir Naruto dan memeluknya, Naruto yang merasakan ada benda kenyal didepan bibirnya hanya diam saja namun lama kelamaan akhirnya Naruto mulai membalas ciuman Sasuke dan memejamkan matanya serta mengalungkan tangannya keleher Sasuke sementara tangan kanan Sasuke mulai merayap kedalam kaos yang dikenakan Naruto lalu mulai mencari bagian favoritnya setelah menemukan bagian favoritnya tangan itu mulai meremasnya dan hal itu membuat Naruto mendesah dan membuka matanya lalu memandang Sasuke tajam, Sasuke yang dipandang seperti itu hanya menyeringai disela sela ciumannya dan mulai meremas payudara Naruto lagi dan hal itu membuat Naruto mendesah lagi serta mulai memberontak

"mmhhhppppp" desahan Naruto mulai mengeras saat Sasuke meremas payudaranya keras namun kegiatan mereka berhenti saat Naruto berhasil menendang perut Sasuke dengan lutunya, hal itu membuat Sasuke terduduk didahan pohon dengan napas terengah dan sedikit meringis karena tendangan lutut Naruto, sementara Naruto langsung terduduk didahan pohon dengan napas yang terengah juga

"hah . . . kurang . . . ajar kau . . . Teme . . ." kata Naruto masih terengah engah

"hn, ayo kita segera ketempat penginapan untuk misi besok" perintah Sasuke tidak menggubris kata kata Naruto dan berdiri

"kau duluan saja sana" kata Naruto sambil memalingkan mukanya

"ayo Dobe" kata Sasuke dan mulai melompat

"ck, iya iya" kata Naruto kemudian berdiri dengan mengerucutkan bibirnya "lain kali kubalas kau, Teme" gumam Naruto dan mulai megikuti Sasuke

.

.

.

Terlihat diruangan sang Mizukage ada dua orang yang sedang membicarakan sesuatu

"apa semua shinobi dan kunoichi yang akan menjalankan misi untuk besok sudah kau beritahu?" Tanya sang Mizukage pada Ao

"ya, saya sudah menyampaikannya" jawab Ao tenang

"hm, kau boleh pergi sekarang"

"ha'I" setelah itu ruangan sang Mizukage kembali sepi seperti biasa dan sang Mizukage mulai mengerjakan tugasnya lagi meskipun sudah malam

.

.

.

SKIP TIME

Malam berlalu dengan cepat dan saat ini Sasuke dan Naruto sudah berkumpul diruangan sang Mizukage bersama dua shinobi dan dua kunoichi desa Kirigakure

"jadi apa kalian sudah paham dengan misi kalian ini?" Tanya sang Mizukage kepada semua shinobi dan kunoichi yang ada disana

"ha'I" jawab semua shinobi dan kunoichi minus Sasuke

"baiklah sekarang kalian bisa berangkat" perintah sang Mizukage, setelah itu semua shinobi dan kunoichi pergi dari ruangan sang Mizukage dengan meninggalkan daun yang berterbangan dan sang Mizukage kembali sibuk dengan pekerjaanya kembali

.

.

.

Saat ini Sasuke, Naruto dan shinobi serta kunoichi desa Kirigakure sedang dalam perjalanan menuju kedesa Takigakure yang lumayan jauh dan sekitar tiga hari kedepan mereka akan sampai kedesa Takigakure

"emm, akan lebih baik jika kami memperkenalkan diri kami kepada kalian" kata laki laki yang memimpin rombongan kepada Sasuke dan Naruto "perkenalkan namaku Zuu" lanjut sang pemimpin rombongan yang memakai pakaian shinobi Kirigakure dengan headband di kepalanya a.k.a Zuu

"namaku Dai" kata laki laki yang memakai anting di telinga kanannya dengan rambut hitam sebahu sambil tersenyum kepada Sasuke dan Naruto

"kalau aku Rukio" kata kunoichi yang memakai ikat kepalanya seperti bando dengan rambut biru sepunggungnya

"aku Yuta" ucap kunoichi yang memakai tindik hitam di hidungnya dengan rambut jingga sebahu yang diikat keatas

"salam kenal semua" kata Naruto sambil tersenyum lima jari "namaku-" kata kata Naruto terpotong oleh Zuu

"Naruto dan yang satunya Sasuke, benarkan?" kata Zuu

"eh, kalian sudah tau nama kami?" Tanya Naruto bingung

"tentu saja mereka tau, baka Dobe" kata Sasuke yang sedari tadi hanya diam mendengarkan

"kau bilang apa, Teme?" kata Naruto kesal

" . " kata Sasuke penuh penekanan dengan seringai di wajahnya

"hei, hei tidak baik menghina pasangan seperti itu" kata Yuta sambil terkekeh geli melihat pasangan dibelakangnya

"eh? Se . . . seperti . . . itu, ya?" kata Naruto dengan semburat merah diwajahnya

"hahaha, kau manis sekali saat wajahmu seperti itu Naru-chan" kata Yuta menggoda Naruto

"mungkin jika hanya ada kalian berdua disini dengan wajahmu yang seperti itu" kata Yuta member jeda "kau akan dimakan, hahaha" lanjut Yuta yang membuat rekan rekannya tertawa sementara wajah Naruto semakin memerah sedangkan Sasuke memalingkan wajahnya agar semburat merah tipis diwajahnya tidak kilihatan, setelah itu keempat ninja Kirigakure itu asik menggoda Sasuke dan Naruto terus sampai mereka puas

"ah, sudahlah aku lelah tertawa terus" kata Yuta yang sudah lelah tertawa terus dari tadi "oh, ya Naru-chan apa kau pernah melawan shinobi dari desa Takigakure?" lanjut Yuta

"eh? Shinobi Takigakure, Takigakure" kata Naruto dengan pose ala detektif "ah, ya pernah namanya Kakuzu anggota Akatsuki" lanjut Naruto ketika berhasil mengingatnya

"seperti apa kekuatan shinobi Takigakure itu?" Tanya Zuu penasaran yang juga mewakili lainnya, kenapa karena dulu Zuu dan rekan rekannya tidak mengetahui apa itu Akatsuki dan anggota anggotanya karena desa mereka sangat menjaga hal seperti itu agar tidak terjadi ketakutan di masyarakat sama seperti desa yang lain dan mereka baru mengetahuinya saat perang dunia shinobi keempat

"kekuatannya . . . dia tidak bisa mati sebelum kita membunuhnya lima kali dan bisa saja lebih jika dia bisa mengambil jantung orang lain" kata Naruto menjelaskan "dan saat itu aku dan sensei ku hampir kalah" lanjut Naruto yang membuat lainnya terkejut tak terkecuali Sasuke namun ia bisa menutupinya dengan stoic facenya dan jika Naruto kalah maka ia akan mencabik cabik orang yang bernama Kakuzu itu dengan Susano'o nya

"bukannya kau memilikichakra Kyuubi?" Tanya Dai bingung

"waktu itu aku belum bisa mengendalikan kekuatannya, tapi aku bisa mengalahkannya walau tanpa chakra Kurama" kata Naruto sambil tersenyum

"kau hebat Naru-chan" kata Rukio memuji

"jangan berkata seperti itu, aku bisa mengalahkannya karena berkat latihan bersam sensei ku" kata Naruto dengan senyum tipis di bibirnya, setelah itu perjalanan mereka semua dilalui dengan obrolan ringan antara Naruto dan semua ninja Kirigakure itu sementara Sasuke hanya menjadi pendengar saja

"ah, lebih baik kita istirahat sekaligus bermalam disana saja" kata Zuu menunjuk tempat yang berada dekat dengan sungai didepannya

"benar, sebentar lagi matahari terbenam lebih baik kita bermalam disana saja" kata Dai membenarkan

"baiklah, ayo kita kesana" kata Naruto semangat, lalu mereka semua menuju tempat itu dan tak butuh waktu lama mereka semua sudah sampai ditempat yang ditunjuk oleh Zuu

"aku mau kesungai dulu" kata Naruto ketika sudah sampai ditempat lalu berjalan menuju sungai

"aku ikut" kata Rukio lalu menyusul Naruto

"aku juga" kata Yuta yang juga ingin ikut kesungai lalu berlali untuk menyusul Naruto dan Rukio

"hah~ lebih baik kita kumpulkan kayu bakar untuk nanti malam" kata Zuu kepada Sasuke dan Dai dan hanya dibalas anggukan oleh Dai serta gumaman tak jelas dari Sasuke

"eh? Kalian mau kemana?" Tanya Naruto ketika Rukio dan Yuta berada disampingnya

"kesungai" kata Rukio dan Yuta berbarengan "untuk mandi" lanjut Yuta "kau juga kesungai untuk mandikan Naru-chan?" lanjut Yuta lagi

"eh, emm . . . iy . . . iya" kata Naruto gugup

"kenapa kau tidak mengajak kami?" Tanya Rukio

"ta . . . tapi kalian taukan . . . kalau aku-"

"iya, kami tau tapi itukan dulu" potong Yuta "sekarangkan kau sama seperti kami jadi tidak usah merasa tidak enak seperti itu, ok" lanjut Yuta

"o . . .ok" kata Naruto sambil menganggu, lalu mereka bertiga berjalan menuju sungai dengan mengobrol ringan

"ah, segar sekali" kata Yuta ketika sudah masuk kedalam sungai dengan pakaian yang sudah menghilang dari tubuhnya

"ayo, Naru-chan lepas pakaianmu dan masuk kedalam" perintah Rukio yang saat ini sudah masuk sungai dengan pakaian yang sudah menghilang dari tubuhnya

"ba . . . baiklah" setelah berkata seperti itu Naruto mulai melepas semua pakaiannya dari kaos, rok, bra dan terakhir celana dalamnya, lalu setelah semua terlepas Naruto segera masuk kedalam sungai dengan tangan menyilang menutupi payudaranya

"hei, jangan ditutupi seperti itu" kata Rukio lalu menghampiri Naruto dan menyingkirkan tangan Naruto dari payudaranya dan hal itu membuat Naruto tersentak kaget

"wah, ternyata tempatmu lumayan besar ya, Naru-chan" kata Rukio sambil menyeringai

"wah, pasti Sasuke-san sering melakukan ini padamu ya, Naru-chan" kata Yuta yang entah sejak kapan sudah berada disamping Naruto dan meremas remas payudara Naruto

"eh . . su . . sudah . . ja . . jangan lakukan itu" kata Naruto saat Yuta meremas remas payudaranya dengan senyum aneh diwajahnya

"hei, jangan lakukan itu, Rukio" kata Rukio sambil menjewer telinga Yuta

"ck, aku hanya ingin mencoba apa yang dilakukan Dai padaku" kata Yuta mengakhiri kegiatannya

"ck, dasar" kata Rukio "kau tidak apa apa, Naru-chan?" lanjut Rukio

"yah, aku . . tidak . . apa apa" jawab Naruto agak terengah "emm, Yu-chan apa maksumu dengan 'apa yang dilakukan Dai'?" lanjut Naruto bertanya pada Rukio

"yah, aku sudah melakukan hal itu beberapa kali dengan Dai" jawab Yuta yang membuat Naruto kaget

"maksudmu-" ucapan Naruto terpotong

"ya, itu Rukiopun pernah" potong Yuta "benarkan Rukio?" Tanya Yuta memastikan dan hanya dibalas anggukan oleh Rukio dengan semburat merah di wajahnya

"eh, dengan siapa?" Tanya Naruto penasaran

"Zuu" jawab Yuta

'eh, ternyata mereka semua sudah-' lamunan Naruto terpotong saat Yuta mengatakan sesuatu

"apa kau sudah pernah melakukan itu dengan Sasuke-san, Naru-chan?" Tanya Yuta yang saat ini mulai membersihkan tubuhnya

"eh . . itu . ." kata Naruto gugup

"hm, dilihat dari caramu berbicara sepertinya kau sudah pernah melakukannya dengan Sasuke-san" kata Yuta menyimpulkan "berapa kali?" Tanya Yuta antusias

"eh . . entahlah . . aku . . tidak ingat" jawab Naruto masih gugup

"wah, mungkin kalian sudah sering melakukannya sampai sampai kau tidak ingat" kata Yuta menyimpulkan lagi dan hal itu membuat wajah Naruto memerah seperti tomat kesukaan Sasuke

"sudahlah jangan membicarakan hal seperti itu, lebih baik kita segera kembali" kata Rukio yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, setelah berkata seperti itu Rukio segera mengambil pakainya dan memakainya kemudian disusul oleh Naruto dan Yuta untuk kembali ketempat tadi

Sementara para laki laki yang tak sengaja mendengar pembicaraan di tiga tempat yang berbeda itu saat sedang mencari kayu bakar langsung bergegas kembali ketempat semula

"kalian sudah selesai?" Tanya Zuu pada tiga kunoichi yang baru datang

"ya" Yuta "memang ada apa?" lanjut Yuta

"bisakah kalian menjaga barang barang kami sebentar?" Tanya Zuu mewakili yang lainnya

"tentu" kata Ruiko "memang kalian mau kemana?" lanjut Ruiko

"kami ada urusan sebentar" jawab Dai sambil tersenyum, setelah mengatakan itu semua shinobi itu menghilang dan menyisakan daun yang berterbangan

"lebih baik kita membuat api saja" kata Yuta setelah mereka semua pergi

"baiklah ayo" kata Naruto semangat lalu setelah itu api-pun sudah jadi dan kemudian mereka melanjutkannya dengan obrolan ringan

.

"ini" kata Sasuke yang saat ini sudah muncul disamping Naruto dengan membawa ikan yang sudah ditusuk dengan kayu lalu diikuti oleh Zuu dan Dai beberapa menit kemudian, setelah itu mereka semua menikmati ikan itu dengan cara dibakar dan diselingi dengan canda tawa oleh semuanya minus Sasuke

"sebaiknya kalian tidur biar aku saja yang berjaga untuk malam ini" kata Zuu ketika mereka semua sudah selesai makan dan mulai mengantuk

"baiklah" kata Rukio lalu mulai membaringkan tubuhnya dan diikuti Naruto dan Yuta

"jika kau sudah mulai lelah bergantianlah denganku" kata Dai menawarkan diri

"ya" kata Sasuke ikut menawarkan diri

"hm, jika aku lelah aku akan memberitahu kalian" ucap Zuu "oyasuminasai" lanjutnya

"oyasuminasai" kata semuanya minus Sasuke yang hanya bergumam tak jelas

Setelah itu semuanya mereka semua tidur minus Zuu, dengan diiringi suara jangkrik dan sinar bulan yang cerah sampai bisa menembus dedaunan yang ada dihutan.

To Be Continue . . .

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sasuke : aku harus membuatnya menjadi mungkin?

Ara : membuatnya mungkin apa?

Sasuke : jangan pura pura bodoh, kau!

Ara : hey, kenapa kau suka membuatku emosi, sih!?

Naruto : cih, kenapa kalian bertengkar terus, sih. Bisa tidak kalian akrab sedikit, sih?

Ara : anak ayam ini yang memulai.

Sasuke : apa kau bilang orang sok polos!?

Naruto : sudah Sasuke~

Sasuke : cih, baiklah.

Naruto : nah, seperti itukan bagus. Dan jangan lupa review, ya . . . Jaa ne

Bagaimana minna? Lanjut?