Yuuuuhhhuuuu minnaa!
Apa ada yang menunggu story Angel Beats, kalau ada gomen ne story itu udah Ara delete jadi sekali lagi gomen ne :D
Ok, gak usah kelamaan . . . This is chapter 7 . . .
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
PAIR : UCHIHA SASUKE X NAMIKAZE NARUTO (FEMALE)
GENRE : ADVENTURE(?), ROMANCE
RATING : T – M (mungkin)
WARNING : FEMNARU, TYPO, AFTER WAR, SASUKE BACK, ALUR CEPAT(mungkin?), PENDEK(mungkin?), OOC, OC, ACAK-ACAKAN DLL
IF YOU DISLIKE WITH THIS STORY, PLEASE PRESS BACK BUTTON, OK . . . :D
AFTER WAR IS GOOD TIME
CHAPTER 7
Setelah beberapa hari perjalanan kini Sasuke, Naruto dan ninja Kirigakure sudah sampai di desa Takigakure dengan menyamar menggunakan jubah berwarna hitam dan topi bambu di kepala, lalu mereka semua masuk ke kedai terdekat untuk sekedar mengamati keadaan desa dan mencari sedikit informasi terbaru tentang desa Takigakure
"kita mulai darimana, Zuu?" Tanya Yuta
"kita mulai dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang desa ini, tapi sebelum itu lebih baik kita cari tempat untuk menginap dulu dan sebaiknya jangan mengumpul di satu tempat agar tidak menimbulkan kecurigaan ninja ninja Takigakure" jawab Zuu panjang lebar "oh, ya sebaiknya kita minimal berdua jangan sampai ada yang sendiri" lanjut Zuu
"wakatta" kata semuanya minus Sasuke yang hanya bergumam 'hn'
"apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang pemilik kedai setelah melayani pelanggan lain yang berada tepat disamping mereka semua
"dango dan tea hijau untuk kami semua" kata Zuu menjawab pertanyaan pelayan itu
"baiklah" kata pelayan itu singkat dan langsung pergi untuk mengambil pesanan yang dipesan Sasuke dan lainnya karena hanya ada mereka dan dua orang shinobi Takigakure
"hah~ rasanya aku ingin keluar desa jika keadaannya seperti ini terus" kata salah satu shinobi Takigakure yang masih dapat di dengar oleh Sasuke dan lainnya
"aku setuju denganmu" kata temannya, lalu setelah itu Sasuke dan lainnya mendengarkan pembicaraan kedua shinobi Takigakure itu dengan serius namun informasi yang mereka dapat masih kurang jelas
"silakan" kata pelayan itu sambil memberikan pesanan Sasuke dan lainnya
"arigatou" kata Zuu singkat, lalu setelah itu mereka semua memakan dango dan meminum tea itu dengan santai sambil melanjutkan acara menguping kedua shinobi Takigakure itu dan setelah di rasa pembicaraan kedua shinobi itu tidak penting lagi Sasuke dan lainnya pun pergi meninggalkan kedai itu untuk mencari tempat penginapan dengan membayar terlebih dahulu pesanan mereka
"ne, ayo kita cari tempat untuk beristirahat" kata Naruto semangat seperti biasa sambil menarik tangan Yuta
"hei, jangan tarik tarik aku seperti ini, Naru-chan!" teriak Yuta
"hei, bisa kau pelankan suaramu, Yuta" kata Zuu memarahi Yuta
"hah~, iya iya" kata Yuta sambil menghela napas sementara sang sumber keributan hanya menunjukkan cengiran khasnya
"aku akan mencari penginapan disebelah barat" kata Dai langsung berbelok ke arah barat ketika mereka sampai di persimpangan
"jika ada sesuatu yang penting beri informasi kepada kami semua dan tempat berkumpul kita di kedai tadi" kata Zuu lirih namun masih bisa di dengar semuanya lalu setelah itu Dai pergi dengan di ikuti Yuta dibelakangnya, Zuu karah Utara dan di ikuti Rukio sementara Sasuke kearah timur yang di ikuti Naruto dibelakangnya sambil mengoceh tak jelas dan hanya di tanggapi 'hn' jika Naruto bertanya kepadanya dan hal itu kadang kadang membuat perempatan muncul di dahi Naruto
"ah, dasar pelit bicara!" kata Naruto menyerah
"hn" jawab Sasuke lagi dengan kata kata ambigunya
Setelah itu perjalanan mereka hanya di isi saling diam samapai mereka menemukan sebuah tempat penginapan yang cukup untuk dihuni oleh dua orang
"kita menginap di tempat ini" kata Sasuke ketika melihat tempat penginapan di depannya
"ah, ada orang ternyata" kata seseorang dari samping kiri Sasuke dan Naruto "apa ada yang bisa saya bantu?" kata seseorang tadi
"apa ini penginapanmu?" Tanya Sasuke dengan nada datar seperti biasanya
"iya benar. Apa anda dan teman anda ingin menginap di tempat ini?" Tanya seseorang tadi yang ternyata pemilik tempat penginapan
"hn" jawab Sasuke ambigu dan membuat sang pemilik sweatdrop namun akhirnya dapat dimengerti oleh sang pemelik penginapan itu
"baiklah ini kuncinya" kata sang pemilik penginapan sambil memberikan kunci penginapan pada Sasuke
"hn" gumam Sasuke langsung masuk yang kemudian di ikuti Naruto sementara sang pemilik langsung pergi setelah sebelumnya menerima beberapa ratus Ryo
.
.
.
"bagaimana hasilnya?" Tanya seseorang yang berada di kursi singgasananya yang memakai pakaian ala pemimpin desa sambil meminum tea yang sudah di siapkan asistennya tadi
"hasilnya sangat memuaskan, Tuan" kata seseorang yang memakai masker dimulutnya
"bagus, ayo kita perluas lagi daerah kita, lalu kita buat desa desa besar itu tunduk kepada kita, haha" kata sang pemimpin dengan tawa yang mengerikannya
"baik tuanku" kata orang itu lalu pergi dari ruangan itu dengan hanya meninggalkan angin yang berhembus pelan
"hahaha, tunggulah kehancuran kalian" kata orang itu dengan tawa mengerikannya
.
.
.
"hah~ awas kau penghianat akan kubunuh kau jika aku sudah keluar dari sini!" teriak seseorang yang berada di penjara bawah tanah dengan tangan dan kaki dirantai chakra
"hei, bocah bisakah kau diam!" kata seseorang yang menjaga penjara itu kesal
"kenapa?" kata orang yang berada dalam penjara itu "kau tidak terima jika aku terus berteriak, hah!" lanjutnya sambil meludahi si penjaga
"awas kau bocah!" teriak penjaga itu kesal sambil mengarahkan pukulannya kearah tahanan itu kuat setelah sebelumnya membuka pintu penjara dan menguncinya lagi dengan jutsu 'rencanaku berhasil' batin si tahanan
"ckck, apa hanya ini kemampuanmu?" kata tahanan itu setelah bisa menahan pukulan itu dengan kedua kakinya yang terantai chakra sambil menyeringai
"jangan macam macam kau bocah!" teriak si penjaga lalu tangan kirinya yang daritadi bebas sekarang mengarahkan pukulannya kearah wajah tahanan itu, namun pukulan itu bisa di tahan dan jutru mengenai rantai yang membuat kaki si tahanan bebas lalu dengan cepat kaki si tahanan mengapit tangan si penjaga dan mengarahkannya ke tangannya yang terantai chakra, namun si penjaga memberikan perlawanan dengan memukul kaki yang mengapit tangannya dengan tangan kanannya yang bebas dan hal itu membuat si tahanan merintih kesakitan, tapi tak lama kemudian tangannya bisa terbebas juga dari rantai chakra itu dan dengan cepat si tahanan membunuh penjaga itu lalu merubahnya mirip dengannya agar tidak ada yang mengetahui jika dia telah kabur dari penjara
"aku harus cepat keluar dari sini dan mengakhiri semuanya" kata si tahanan lalu membuat jutsu untuk membuka pintu penjara itu yang telah ia pelajari, ketika melihat para penjaga membukanya untuk mengambil para tahanan yang aslinya adalah shinobi dan kunoichi desa Takigakure yang menolak perintah sang pemimpin saat ini, lalu setelah itu ia tidak tau apa yang terjadi dengan shinobi dan kunoichi tersebut karena setelah itu mereka tidak kembali ke penjara mereka lagi
Setelah keluar dari penjara, tahanan itu kemudian menyamar menjadi si penjaga tadi yang ia bunuh lalu dengan cepat ia mencari jalan untuk keluar dari tempat itu, setelah berputar putar cukup lama akhirnya ia menemukan jalan keluarnya
"aku harus segera mencari bantuan" kata si tahanan yang sekarang kembali ke wujud aslinya lalu menghilang dan hanya meninggalkan hembusan angin kecil
.
"ck, lama sekali si baka itu pergi" kata seorang penjaga yang sedang menunggu temannya kesal karena tidak datang datang juga "awas saja kau" lanjutnya lagi sambil melangkahkan kakinya untuk menyusul temannya, karena tadi mereka berpisah untuk mengecek semua tahanan yang ada disini
'eh? Tidak biasanya tahanan ini diam saja, apa dia sudah mati?' batin si penjaga yang melihat kedalam penjara yang biasanya berisik itu
"hei, apa kau sudah mati!?" Tanya si penjaga itu namun tidak ada jawaban dari si tahanan
"aku tanya sekali lagi apa kau sudah mati!?" ulangnya lagi namun masih tidak ada jawaban
"ck, kau sudah membuat kesabaranku hilang" kata penjaga itu lalu membuka pintu penjara itu dengan jutsu lalu setelah itu ia menghampiri dan menampar pipi sang tahanan
POFT
Muncullah asap putih yang cukup tebal lalu beberapa saat kemudian asap itu hilang dan menampilkan temannya yang sudah tak bernyawa dengan bekas tusukkan kunai di dadanya dan hal itu membuat si penjaga itu membulatkan matanya
"ap. . apa yang terjadi deng. . ngan mu" kata si penjaga masih syok karena melihat temannya yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri terbunuh "aku harus segera memberi tau hal ini" lanjutnya dengan cairan bening yang mulai mengalir dan ketika ia keluar dari penjara bawah tanah itu ia melihat beberapa penjaga yang sepertinya sedang tertidur, namun setelah didekati untuk mengecek keadaannya ternyata mereka semua telah mati dengan darah yang mengalir dari mulut 'aku harus cepat, aku tidak akan membiarkan orang yang membunuh kakak ku selamat' batin penjaga itu lalu segera pergi dari tempat itu
.
.
.
TOK TOK TOK
Terdengar ketukan pintu di ruangan yang di dominasi warna hitam dan hijau tua yang di tempati sang peminmpin yang saat ini sedang memikirkan bagaimana rencana selanjutnya
"masuk" kata sang pemimpin dengan nada tidak suka karena merasa diganggu "ada apa sampai kau menggangu ku?" lanjutnya lagi
"tuan aku punya kabar buruk" kata sang tangan kanan pemimpin dengan wajah menunduk tidak berani menatap mata tuannya
"apa itu?" Tanya sang pemimpin
"tahanan itu melarikan diri" kata orang itu agak lirih namun masih bisa di dengar tuannya
BRAK
"apa! Cepat cari dia sekarang juga jangan sampai lolos!" perintah sang pemimpin marah 'aku masih membutuhkannya untuk kujadikan tameng sekaligus bonekaku' batinnya melanjutkan
"baik tuan" kata sang tangan kanan pemimpin itu cepat lalu keluar dari ruangan sang pemimpin
.
.
.
SKIP TIME
Tiga hari sudah berlalu sejak mereka sampai di desa ini dan hari ini adalah hari keempat mereka dan sekarang pun sudah menjelang malam hari dan mereka memutuskan untuk berkumpul di kedai untuk membicarakan sesuatu
"bagaimana apa kalian sudah mendapatkan sesuatu yang menarik?" Tanya Zuu pada empat orang lainnya
"tidak ada" kata Naruto lesu dan diikuti anggukan lainnya yang membenarkan bahwa mereka belum mendapatkan informasi
"hah~ jika terus seperti ini bagaimana kita bisa mengalahkan pemimpin desa ini" kata Yuta frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya
"kenapa kita tidak langsung serang sajah, sih?" kata Naruto agak kesal karena tidak segera bertarung
"kau itu baka Dobe" kata Sasuke datar dan hal itu membuat perempatan muncul di dahi Naruto
"tidak usah komentar kau Teme pantat ayam mesum!" sembur Naruto yang membuat perempatan muncul di dahi Sasuke dan langsung berdiri dari temapat duduknya yang kemudian diikuti Naruto dan itu membuat keempat lainnya sweatdrop 'pasangan yang aneh' batin mereka berempat tanpa ada niat untuk menghentikan pertengkaran itu
"coba ulangi sekali lagi, Dobe" kata Sasuke yang mulai emosi sambil menjedutkan dahinya dengan dahi Naruto
'hangat' itulah yang dirasakan Naruto ketika napas Sasuke menerpa wajahnya dan seketika wajahnya memunculkan semburat merah yang tentunya dapat dilihat Sasuke dengan jelas
"coba ulangi sekali lagi, Dobe~" kata Sasuke sededuktif mungkin tepat di telinga Naruto
'dobe, teme sepertinya aku pernah mendengar panggilan seperti itu tapi kapan?' batin seseorang yang berada sebrang tempat duduk Sasuke dan lainnya 'oh, ya kalau tidak salah itu eee Na. .Naru. .Naruto ya Naruto dan Saaaa. . Sasu. .Sasuke mungkin aku bisa meminta bantuan mereka' batin orang itu melanjutkan
"ayo coba katakana sekali lagi, Dobe" bisik Sasuke lagi tepat di telinga Naruto
"ba. .bagaimana. . aku bisa mengatakannya. .sekali la. .lagi jika. . kau seperti ini" kata Naruto gugup
"hn" gumam Sasuke lalu menyingkirkan mundur dengan seringai di wajahnya karena puas membuat Naruto seperti itu
BRAK
Terdengar bunyi bunyi gebrakan meja dari sebarang Sasuke dan Naruto dan hal itu membuat mereka berenam memasang kuda kuda untuk berjaga jaga jika itu musuh
"ternyata benar dugaanku kau adalah Sasuke dari Konaha dan siapa perempuan manis itu?" kata seseorang yang menggbrak meja tadi bingung dengan menunjuk Naruto dan Sasuke
"siapa kau?" kata Sasuke dingin dan datar serta tatapan tajamnya "dan ada urusan apa dengan kami?" lanjut Sasuke seakan tau jalan pikiran orang di depannya yang saat ini memakai jubah hijau dengan topi bambunya
"kau memang pintar membaca pikiran seseorang, Sasuke" kata orang itu sembari melepas topi bambunya
"eh, kau bukannya Shibuki-san?" Tanya Rukio memastikan dan dijawab dengan anggukan oleh sang punya nama "tapi kenapa kau ada disini? Atau jangan jangan kau ingin-" perkataan Rukio dipotong
"tidak. Aku hanya ingin meminta bantuan kepada Sasuke dan Naruto untuk menghentikan semua kegilaan ini" potong Shibuki "oh, ya ngomong ngomong dimana Naruto?" lanjut Shibuki dan hal itu membuat orang yang bersangkutan kesal
"aku ada disini bocah tengik!" teriak Naruto
"eh? Kau Naruto, hahaha" kata Shibuki sambil tertawa "jangan bercanda Naruto yang kukenal itu laki laki bukan perempuan" lanjutnya lagi
Merasa kesal karena pasangannya dihina oleh orang sok tau, Sasuke mulai mengaktifkan mangekyu sharingannya dan menguarkan aura kegelapan dari belakangnya yang membuat enam orang (termasuk pemilik kedai) yang berada di situ merinding takut dengan aura itu dan untungnya aura itu bisa dihentikan ketika Naruto merangkul Sasuke dan memberinya kecupan ringan, namun hal itu dilakukan Naruto bedasarkan instinya saja
'untung saja Naru-chan bisa menghentikan aura mengerikan tadi' batin empat ninja Kirigakure itu kompak
"hn, bagus sekali caramu, Dobe" kata Sasuke sambil menyeringai dan hanya dibalas Naruto dengan memalingkan mukanya agar wajahnya yang merah tidak terlihat Sasuke 'kenapa aku bisa melakukan hal seperti itu' batin Naruto merasa malu karena tidak biasanya ia yang memulai ciuman
"jadi ada apa?" kata Sasuke dengan nada datar, dingin serta tatapan tajam menusuk dengan mangekyu sharingan yang masih aktif
"aku ingin meminta bantuan pada kalian untuk mengalahkan penghianat itu?" kata Shibuki setelah berhasil menenangkan dirinya
"siapa yang kau maksud penghianat, Buki?" Tanya Naruto yang saat ini sudah melepaskan diri dari Sasuke dengan muka merah padam
"hei, bisa kau panggil namaku dengan benar?" Tanya Shibuki yang hanya dibalas senyuman lima jari oleh Naruto "baiklah tapi sebelum itu lebih baik kita duduk dulu" lanjut Shibuki yang hanya dibalas dengan anggukan oleh semuanya minus Sasuke
"emm, apa kau ninja yang dulu meminta bantuan kami untuk mengantar mu kembali ke desa?" Tanya Naruto memastikan karena ia ingat sedikit tentang nama orang di depannya ini
"ya, benar" jawab Shibuki " dan kenapa kau bisa jadi perempuan yang sangat manis" lanjut Shibuki membuat wajah Naruto memunculkan semburat merah tipis dan tentu saja hal itu membuat Sasuke kesal
"SUDAH CEPAT CERITAKAN SAJA" kata Sasuke penuh penekanan di setiap katanya sambil merangkul pinggang Naruto yang duduk di sebelahnya dengan tangan kanannya lalu mangekyu sharingan yang kembali aktif setelah sebelumnya di non-aktifkan 'Sasuke orang yang sangat posesif' batin empat ninja Kirigakure itu kompak
"ba .. baiklah" kata Shibuki gugup "penghianat itu adalah teman baikku sendiri yang ingin menaklukkan seluruh desa agar tunduk kepadanya karena ia merasa tidak puas dengan apa yang ada sekarang dan dia memanfaatkan desa ini karena ia tau bahwa desa ini memiliki kekuatan yang bisa membuatnya berkuasa" kata Shibuki panjang lebar
"memang kekuatan apa yang dimiliki desa ini?" Tanya Zuu penasaran
"desa ini memiliki air yang bisa meningkatkan chakra sepuluh kali lipat dan air ini biasa kami sebut air pahlawan" jawab Shibuki
"lalu bagaimana dengan kekuatan orang itu apa ia memiliki jutsu terlarang seperti Kakuzu?" Tanya Zuu lagi
"eh! kurasa tidak karena gulungan yang sudah ia curi tidak ada lagi di desa ini dan kemungkinan gulungan itu sudah lenyap" jawab Shibuki sedikit kaget "oh, ya bagaimana kau bisa tau tentang Kakuzu?" lanjut Shibuki
"itu aku yang memberi taunya" jawab Naruto yang saat ini sedang berusaha melepaskan tangan kanan Sasuke dari pinggangnya
"hm, begitu berarti kau pernah bertarung dengan Kakuzu?" Tanya Shibuki penasaran karena selama ini ia tidak terlalu memikirkan tentang missing-nin itu karena menurutnya itu bukanlah masalahnya lagi
"ya" jawab Naruto singkat dan masih berusaha untuk melepaskan diri dari rangkulan Sasuke
"jadi apa kalian mau membantuku untuk merebut desaku kembali?" Tanya Shibuki
"ya, kami akan membantumu merebut desamu lagi karena itu adalah tugas kami" jawab Zuu dengan tegas
"ah, artigatou ternyata desa lain telah bergerak, sekali lagi arigatou" kata Shibuki dengan sedikit membungkuk untuk berterima kasih
"douitashimashite" jawab Zuu singkat sambil membungkuk
"lalu bagaimana rencana kalian selanjutnya?" Tanya Shibuki karena ia sudah mulai pusing dengan situasi desanya
"kurasa sebaiknya kita melakukan penyerangan besok malam dan siapkan kondisi kalian agar tetap fit" jawab Zuu menjelaskan rencananya
"baikalah, dimana kita akan berkumpul untuk besok malam?" Tanya Dai mewakili yang lainnya
"kita akan berkumpul diluar desa agar tidak dicurigai ninja ninja Takigakure" jawab Zuu "yah, kurasa sudah cukup untuk pembicaraan kali ini dan sampai ketemu besok malam" lanjut Zuu lalu keluar dari kedai dan menghilang kemudian diikuti Rukio dan yang lainnya dan sekarang hanya menyisahkan Sasuke dan Naruto saja di dalam kedai
"ayo Dobe kita harus segera kembali ke tempat penginapan" kata Sasuke yang saat ini mulai melepas rangkulannya dari pinggang Naruto namun tidak bisa karena di tahan sang pemilik dan hal itu membuat Sasuke bingung 'bukannya tadi Dobe memintaku untuk melepasnya tapi kenapa sekarang malah di tahan' pikir Sasuke
"Suke~" kata Naruto dengan nada aneh dan mukanya yang merah padam
"ck, apa yang terjadi denganmu, Dobe?" Tanya Sasuke bingung namun beberapa saat kemudian matanya membulat ketika melihat apa yang ada didepan Naruto yaitu segelas 'sake' dan ia tau jika Naruto tidak bisa minum sake karena jika meminum sedikit saja ia langsung mabuk berat apalagi ini segelas sake
"ck, dasar Dobe jika mau minum lihat dulu" kata Sasuke sambil menggendong Naruto ala bridal style untuk kembali ke penginapan namun di tengah jalan menuju penginapan mulai bergerak liar menyusuri tubuh Sasuke dan berhenti di 'benda' berharga milik Sasuke dan mulai meremasnya, sementara Sasuke berusaha agar tidak melakukan hal 'itu' di atap rumah milik penduduk dan setelah beberapa saat akhirnya ia dan Naruto sampai di tempat penginapan dan dengan cepat Sasuke membuka pintu itu lalu menguncinya kembali
"sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukan 'itu', Dobe" kata Sasuke mulai menaruh Naruto diatas kasur dengan pelan dan lembut. Setelah itu Sasuke menyusul Naruto untuk tidur diatas kasur yang bisa memuat dua orang
"Oyasuminasai, Dobe" kata Sasuke setelah sebelumnya mengecup kening Naruto kemudian melepas kaosnya karena gerah namun beberapa saat kemudian mata Naruto terbuka walaupun sayu dan mulai menindih, tentu saja hal itu membuat mata Sasuke terbuka
"ck, cepat tidur Dobe" kata Sasuke agak kesal namun tak ada jawaban dari Naruto
"cepat kembali tidur, Dobe" ulang Sasuke kesal namun bukannya kembali tidur Naruto justru turun kebawah dan langsung membuka semua pakaiannya lalu melepaskan celana Sasuke dengan cepat beserta boxer-nya sehingga sekarang mereka telanjang bulat
"sudah kubilang sekarang bukan saatnya untuk melakukan 'itu', Dobe!" kata Sasuke agak keras namun suara Sasuke sepertinya hanya dianggap angin lalu oleh Naruto dan hasilnya sekarang Naruto mulai mengulum 'benda' milik Sasuke sementara Sasuke hanya diam saja dan beberapa kali mengeluarkan desahan nikmat
"Naru .. ruto" kata Sasuke disela sela kenikmatan itu, lalu Naruto mulai menaiki Sasuke dan menindih perut Sasuke seolah meminta bagiannya namun Sasuke hanya diam saja tidak menanggapi, dan hal itu membuat Naruto yang masih mabuk menggeram kesal lalu diajukannya payudaranya sampai depan mulut Sasuke namun masih tidak ditanggapi oleh Sasuke dan hal itu membuat Naruto jengkel lalu dengan cepat tangan Naruto membuka mulut Sasuke kemudian memasukkan tonjolan kecil yang sudah mengeras sedari tadi sementara tangan satunya membimbing tangan kanan Sasuke menuju payudara sebelahnya dan setelah itu tangannya kembali membimbing tangan kiri Sasuke menuju 'lubang' yang berada di antara pahanya dan memasukkannya perlahan sehingga mengakibatkan Naruto mendesah nikmat
'terserah kau saja, Dobe' batin Sasuke yang sudah tidak kuat lagi untuk menahannya. Lalu malam itu di penuhi dengan desahan nikmat oleh kedua orang itu sampai mereka lelah dan tertidur
To Be Continue . . .
Hue T.T gomen ne minna kalau 'itunya' tidak penuh co'z Ara gak terlalu pintar bikin seperti itu tapi selanjutnya pasti Ara akan buat lebih, hahaha #ketawa nista
Bagaimana? Lanjut?
Please RnR ^^
