Complicated Love
Genre : Romance, Friendship
Rate : T
Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Kim Ryeowook (yeoja), etc.
Pairing : KyuMin, HaeMin, etc.
Part : 2
Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs
Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.
.
.
Dung Dung Dung
Suara pantulan dari bola basket yang bertumbukan dengan lantai terdengar di lapangan outdoor itu. Memantulkan bola berwarna oranyenya, Sungmin duduk di pinggir lapangan. Memandang teman - teman sekelasnya yang sedang bertanding basket.
"Sungmin-ah."
Mendengar namanya disebut, Sungmin menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya. Dia tersenyum mengetahui si pemanggil adalah Ryeowook, yang juga merupakan teman sebangkunya.
"Serius sekali memperhatikan Kyuhyun."
Sungmin melebarkan matanya dan memandang penuh tanya ke arah Wookie yang sedang duduk di sampingnya. "Huh?"
"Hahaa, jangan terkejut seperti itu. Aku hanya bercanda."
"Kau menyebalkan. Sama sepertinya." Sungmin tersenyum kecil sambil meninju lengan Ryeowook pelan.
"Aku rasa dia lebih menyebalkan dariku, Ming." Sanggah Ryeowook.
"Ya. Kau benar. Entah kenapa akhir - akhir ini aku juga sering sebal padanya. Padahal dia tidak berbuat salah apa pun padaku."
"Kau menyukainya."
Alis Sungmin terangkat ke atas. "Huh? Kau bilang apa wookie?"
Wookie membunang nafasnya. "Kau-menyukainya. Lee-Sungmin."
"Yaa! Mana mungkin. Aku menyukainya. Aku sahabatnya Wookie, sa-ha-bat."
Ryeowook tertawa renyah. "Justru karena kalian bersahabat, kalian jadi akrab, lalu saling memendam perasaan."
"Analisamu terlalu jauh nona Kim."
"Hahaa. Yasudah, aku mau bermain basket dulu. Lagipula Kyuhyunmu sepertinya sedang ingin bertemu." Godanya, lalu segera berlari menuju lapangan.
"Yaaa! Wookie. Awas kau ya. Ishhh."
Benar saja apa yang dibilang Ryeowook tadi, saat ini Kyuhyun sedang berjalan sambil memantulkan bola basket menuju tempat dimana Sungmin duduk.
"Noona." Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Sungmin.
"Hm?"
"Aku minta minummu ya." Tanpa menunggu jawaban Sungmin, Kyuhyun segera meneguk isi botol Sungmin.
Sungmin memandang Kyuhyun yang sedang meneguk air mineral dengan bersemangat. Sepertinya dia benar - benar haus. "Bahkan aku belum menjawab iya, Cho. Kau sudah main minum saja."
"Haaaah." Bukannya menjawab perkataan Sungmin, Kyuhyun malah seenaknya saja berbaring dan menjadikan paha Sungmin sebagai bantalnya.
"Yak! Ish. Bangun Kyu."
"Sudahlah noona. Aku lelah. Aku ingin beristirahat sebentar." Lalu kedua mata Kyuhyun pun terpejam.
Bisa apa Sungmin jika Kyuhyun sudah seperti ini? Ya. Dia hanya bisa pasrah.
Tanpa Sungmin sadari perlahan dia memandangi wajah damai Kyuhyun dan menyunggingkan satu senyuman tipis. 'Tampan.' Batinnya.
...규민...
.
.
.
"Hei, kau melamun."
Mendengar suara Donghae, Sungmin segera menyanggahnya. "Eh? Anio."
Donghae tersenyum kecil sambil terus berkonsentrasi dengan jalan di depannya. "Jangan bohong Min. Kau sedang memikirkan apa? Kyuhyun?"
Mata indah Sungmin membulat sempurna mendengar pertanyaan menuduh dari Donghae. "Jangan sok tahu Lee Donghae."
"Aku? Sok tahu? Oke oke. Kalau memang tidak benar, tidak perlu sesalah tingkah itu Min."
"Huff. Terserah kau saja." Bibir berwarna peach milik Sungmin mengerucut lucu.
"Hahaa. Kenapa mudah sekali marah. Apa Kyuhyun sudah jadian dengan Soyou sehingga membuatmu sensitif begini? Hm?"
"Lee Donghae." Sungmin menetap Donghae dengan geram.
"Oke oke nona Lee Sungmin, aku akan diam. Kkkk"
Ini sudah hari ke 5 Sungmin diantar jemput oleh Donghae. Dan sebenarnya ucapan Donghae tadi memang benar. Sungmin merasa sangat sebal pada Kyuhyun. Semenjak dekat dengan Soyou, Sungmin merasa hubungannya dengan Kyuhyun sedikit merenggang. Ya, meski pun Kyuhyun masih mengirimi dia pesan dan kadang menelponnya, tapi porsinya tidak sebanyak saat Kyuhyun belum dekat dengan Soyou.
Cemburu? Entahlah. Sungmin sendiri bingung mendeskripsikan perasaannya.
Tapi yang pasti, mulai beberapa hari ini, nama Kyuhyun menjadi nama yang sangat sering ia tulis di buku diarynya.
Dan baik serta buruknya mood Sungmin, juga mulai tergantung pada seorang namja bernama Cho Kyuhyun.
"Min sudah sampai."
"..."
"Min?"
"Ah, ne Hae."
"Nah. Kau melamun lagi kan."
"Hae. Aku tidak melamun. Ah, apa kau mau mampir?" Tawar Sungmin sambil membuka sabuk pengamannya.
"Apa boleh?"
"Tentu saja Hae. Kajja."
.
.
.
"Kau tinggal di rumah sebesar ini sendirian, Ming?"
Sungmin meletakkan nampan berisi 2 gelas sirup di atas meja. "Hm? Anio." Lalu duduk berhadapan dengan Donghae, dibatasi oleh meja kaca bergaya minimalis.
"Ada Kim ahjuma dan juga Kim ahjusshi. Ya meski pun orang tuaku ada di New York, mereka juga sering datang ke sini Hae." Terangnya diakhiri dengan satu senyuman yang sangat manis.
"Ah. Kenapa kau tidak ikut mereka saja Min? Bukannya enak bisa tinggal di sana?"
"Aku lebih suka Korea, Hae."
Sexy Free and Single i'm ready to Bingo. Sexy Free and Single i'm ready to Bingo.
"Ah, sebentar Min." Sungmin mengangguk paham saat Donghae mengangkat telponnya yang berdering.
"Ah, ne eomma."
"Ne."
"Di rumah teman."
"Ah, begitu. Baik aku segera pulang."
"Ne. Annyeong."
Donghae memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana sekolahnya.
"Eommamu, Hae?"
Donghae mengangguk. "Mian Min, sepertinya aku tidak bisa berlama - lama."
Bibir M itu menyunggingkan satu senyuman manis. "Tidak masalah, aku bisa mengerti."
"Gomawo Min. Kalau begitu aku pulang dulu ne?"
"Ne Hae."
Mereka berjalan beriringan lalu berhenti di depan pintu.
"Sampai di sini saja Min. Kau masuklah. Aku pulang dulu. Annyeong. Sampai besok."
"Annyeong. Ne, sampai besok Hae."
Sungmin menutup pintunya, lalu berniat menuju dapur saat bel rumahnya dipencet oleh seseorang.
"Ng? Apa ada yang ketinggalan?" Batinnya. Karena dia yakin yang sedang menekan belnya adalah Donghae.
Dia bergegas menuju pintu. "Apa ada yang - eh, Kyu?"
.
.
.
...규민...
Mobil yang melaju dengan kecepatan 70km/jam itu menuju ke suatu tempat. Di dalamnya, ada Sungmin dan Kyuhyun.
"Sebenarnya kau mau mengajakku kemana Kyu?"
"Toko boneka."
"Huh?"
"Iya, toko boneka. Hmm. Aku ingin membelikan Soyou boneka, noona. Mungkin besok aku akan menembaknya, jadi aku akan memberi dia boneka."
Bodoh, kenapa kau malah mengajakku. Isshhh.
"Ohh." Sungmin mengangguk. Terlihat sekali perubahan raut wajahnya. Sebenarnya jika Kyuhyun cukup peka, dia sudah bisa menyimpulkan bahwa Sungmin itu sedang cemburu.
"Aku malu ke toko boneka sendirian noona. Jadi, aku mengajakmu."
"Ohhh. Jadi kau hanya mengajakku saat kau membutuhkan bantuanku saja?" Satu sindirian membuat Kyuhyun menoleh ke arah yeoja manis itu.
"Noona. Kenapa bicara seperti itu? Kau kan sahabatku. Apa salahnya mengajakmu untuk menemaniku membeli boneka untuk calon pacarku?"
Kyuhyun kembali fokus pada kegiatan menyetirnya. "Kau sangat sensitif sekali akhir - akhir ini, noona. Membuatku takut."
Tidak, aku tidak boleh bersikap seperti ini. Aku harus bisa mengontrol emosiku. Jika begini terus, lama - lama Kyuhyun bisa tahu kalau aku, em, ya, mulai menyukainya.
"Ah mianhae Kyu. Mungkin karena di sekolah sedang banyak sekali tugas, makanya aku jadi sensitif begini. Hehe." Sungmin mencari alasan sekenanya.
"Noonaku ini memang ada - ada saja." Karena sedang lampu merah, tangan Kyuhyun bebas mengacak rambut Sungmin dengan gemas.
Sungmin mempoutkan bibirnya. "Ishh. Rambutku jadi berantakan, Kyuu."
"Kkkk. Mian, mian."
.
.
.
Di sinilah Sungmin dan Kyuhyun sekarang. Di sebuah toko yang cukup besar yang bernama 'Istana Boneka'. Jika sudah berada di tempat seperti ini, Sungmin pasti selalu tergoda untuk membeli boneka. Meski pun di kamarnya mungkin sudah ada sekitar 20 boneka lebih.
"Wah Kyu, ini lucu sekali." Serunya sambil mengambil satu boneka kelinci berwarna soft pink yang berukuran cukup besar dari salah satu rak di toko itu.
"Hm.. Apa menurutmu ini cocok untuk Soyou?"
Mendengar nama itu disebut. Mood Sungmin kembali memburuk. Nah, benarkan? Kyuhyun selalu bisa merubah mood Sungmin dengan cepat.
Ini cocok untukku Kyu. Bukan untuk Soyou. Ishh
"Ah, tentu saja cocok untuk Soyou. Pasti dia akan menyukainya Kyu." Sungmin tertawa kecil, sedikit dipaksakan.
"Kalau begitu aku ambil yang ini. Aku percaya pada pilihanmu."
Sungmin mengangguk. "Ya, tentu saja pilihanku selalu tepat."
Sungmin memeluk boneka bunny itu, lalu berjalan beriringan menuju kasir.
"Ah, noona. Bisa pilihkan aku satu boneka lagi?"
"Hm? Apa kau berniat membelikan dua boneka untuknya?" Sungmin semakin sebal dibuatnya.
"Sepertinya iya. Bisakan kau pilihkan satu lagi?"
"Ah, ne. Dengan senang hati."
Berlebihan! Apa satu saja tidak cukup.
.
.
.
"Mau pergi kemana lagi Kyu?" Tanya Sungmin saat menyadari mobil Kyuhyun tidak berjalan ke arah rumahnya.
"Mentraktirmu makan. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih."
"Tidak perlu Kyu. Apa - apaan kau ini. Aku kan sahabatmu."
"Protes tidak diterima, Noona."
"Ishh, dasar menyebalkan."
"Yang penting aku tampan."
Sungmin memutar bola matanya malas. "Tidak ada hubungannya, tuan Cho yang jelek."
Mereka tertawa bersama. Selalu seperti ini. Sangat menyenangkan menikmati waktu bersama. Sayang satu diantara mereka belum menyadari jika hubungan ini membuat salah seorang yang lain mulai menaruh hati padanya.
Iya Kyu, kau memang tampan.
.
.
.
Setelah mencatat pesanan Kyuhyun dan Sungmin, pelayan itu pun pergi.
"Min."
Sungmin menjitak kepala Kyuhyun pelan. "Min? Panggil aku noona, Kyu."
"Kkkk. Begitu saja sudah menjitakku. Noona?" Kyuhyun mengulangi panggilannya.
"Ne?"
"Tadi aku berpapasan dengan Donghae. Jadi, tadi kau diantar pulang oleh Donghae?"
"Ah. Sebenarnya bukan hanya tadi. Sehari setelah kau mulai menjemput Soyou, Donghae menawariku tumpangan. Awalnya aku menolak. Tapi dia memaksa. Dan aku rasa tidak ada salahnya juga menerima tawarannya. Jadi, mulai hari itu aku berangkat dan pulang dengan Donghae."
Kyuhyun terlihat tidak suka dengan penuturan Sungmin.
"Kenapa tidak diantar Kim ahjusshi saja?" Tanyanya yang sepertinya lebih cocok disebut protes.
"Memangnya kenapa?"
"Ah, tidak. Aku hanya tidak suka melihatmu merepotkan orang lain." Ketus, itulah yang Sungmin tangkap dari nada bicara Kyuhyun.
"Yak Cho Kyuhyun. Donghae saja tidak keberatan. Kenapa kau malah protes seperti ini?"
Kyuhyun menarik nafas, lalu membuangnya. "Geurae. Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan sembarang namja."
DEG
Kyu, berhentilah membuatku berharap.
"Donghae bukan namja sembarangan, asal kau tahu. Dia baik, dan dia juga temanmu kan? Dia teman sekelas kita."
"Tetap saja."
"Tetap saja apa?"
"Aku tidak suka Min. Lebih baik kau berangkat dengan Kim ahjushhi saja. Jangan terlalu dekat dengan Donghae. Bagaimana kalau kau jadi jatuh hati padanya, huh?"
Cukup Kyu. Berhenti berkata seperti itu. Berhenti berkata seolah kau cemburu.
"Apa aku harus selalu menuruti kata - katamu? Hm?"
Kyuhyun terdiam sebentar. "Tentu saja. Aku sahabatmu."
"Lalu, jika aku bilang padamu agar kau tidak dekat - dekat dengan Soyou lagi karena aku cemburu apa kau akan menuruti kata - kataku? Hm?"
"Eh?" Kyuhyun tertegun mendengar pertanyaan Sungmin.
.
.
TBC
Oke ini sangat pendek, mianhaeeeeee~~~~ TT-TT *bow
thanks buat semua readersdeul yang udah review di part 1.
Review again juseyo? atau mau kasih kritik saran juga boleh. hehe^^
Gamsahamnida.
Regards,
pinkvirga
