Complicated Love

Genre : Romance, Friendship

Rate : T

Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), etc.

Pairing : KyuMin, HaeMin, etc.

Part : 3

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs

Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.

.


.


"Lalu, jika aku bilang padamu agar kau tidak dekat - dekat dengan Soyou lagi karena aku cemburu apa kau akan menuruti kata - kataku? Hm?"

"Eh?" Kyuhyun tertegun mendengar pertanyaan Sungmin.

"Iya. Jika aku bilang padamu agar kau tidak dekat - dekat dengan Soyou lagi karena aku cemburu apa kau akan menuruti kata - kataku?" Sungmin mengulangi pertanyaannya lagi. Membuat Kyuhyun semakin bingung untuk menjawabnya.

"Ah, Aku... Eum..." Seolah tidak menemukan kata yang pas untuk menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun tiba - tiba saja menjadi blank.

"Katakan Kyu." Sungmin berbicara dengan nada menuntut.

"..." Sepertinya Kyuhyun benar - benar tidak bisa menjawab pertanyaan satu ini.

Bahkan kau tidak bisa langsung memilihku Kyu. Ya, mungkin aku memang tidak terlalu berharga untukmu.

"Hahahaha, hahahaa. Kyu. Hahaa." Tawa Sungmin yang begitu tiba - tiba membuat Kyuhyun mengernyitkan alisnya.

"Haha. Kau ini Kyu." Tawa Sungmin sedikit mereda.

"Noona. Kenapa kau malah menertawaiku?"

"Bagaimana tidak? Ekspresimu sangat lucu. Kyu, aku hanya bercanda. Mana mungkin aku melarangmu berdekatan dengan yeoja yang akan kau jadikan sebagai pacar. Aku hanya sahabatmu, bukan kekasihmu yang bisa melarangmu untuk berdekatan dengan yeoja lain. Hahaa. Kau terlalu serius menanggapi pertanyaanku Kyu." Tentu saja Sungmin sedang berbohong. Sebenarnya pertanyaan tadi memang benar - benar keluar dari hatinya.

"Haaah." Kyuhyun bernafas lega. "Hahaa, kau menyebalkan sekali noona." Kyuhyun ikut tertawa, meski pun masih terlihat canggung.

"Kau kena jebakanku Kyu." Sungmin menjulurkan lidahnya. "Weeek" ejeknya pada Kyuhyun.

Kyuhyun berniat menjitak Sungmin, namun tidak jadi karena seorang pelayan datang sambil membawa pesanan mereka.

"Noona. Kau jangan mengulangi gurauan bodoh seperti itu lagi." Ujar Kyuhyun setelah pelayan itu pergi.

"Ishh. Itu bukan gurauan bodoh Kyu. Seru tahu melihat wajahmu kebingungan seperti itu. Hahaha."

"Yak. Sudah sudah berhenti menertawaiku." Kyuhyun mencubit pipi kanan Sungmin dengan sebal dan gemas.

"Aww appo Kyu." Bibir Sungmin mengerucut lucu, tangannya pun mengusap - usap pipi yang tadi dicubit oleh Kyuhyun.

"Noona, dengarkan aku." Nada suara Kyuhyun tiba - tiba menjadi serius.

"Hm?"

"Kau tidak boleh menyukaiku."

DEG!

Kenapa kau bicara seperti itu, Kyu?

"Kau tahu, aku sangat amat menyayangimu. Amat sangat. Aku tidak ingin persahabatanku denganmu akan rusak jika kita terjebak dalam cinta. Biasanya jika orang sudah terlibat dalam cinta, mereka akan mulai bermain perasaan, lalu mereka menjalani sesuatu yang disebut pacaran, setelah itu apa? Kalau tidak berlanjut ya putus? Iyakan?"

Sungmin mengangguk setuju. Ekspresi wajahnya berubah seketika saat Kyuhyun menyinggung soal cinta.

Bagaimana aku bisa menghindari cinta itu Kyu?

"Nah, untuk itu, aku ingin selamanya kita bersahabat. Aku tidak ingin hubunganku denganmu menjadi buruk nantinya jika kita terjebak dalam sesuatu yang disebut cinta."

Sungmin terdiam. Sedetik kemudian bibirnya mengembangkan senyum tipis, lalu dia menggeleng pelan. "Tentu saja. Tentu aku tidak akan jatuh cinta pada namja evil sepertimu Kyu."

"Hahaa, baguslah jika begitu noona kelinciku yang manis." Kyuhyun mengacak rambut Sungmin pelan.

"Lagipula..." Sungmin menggantungkan kalimatnya.

"Hm? Lagipula apa, noona?"

"Lagipula, sebenarnya aku sedang menyukai seseorang." Sungmin menundukkan wajahnya.

"Mwo? Siapa? Sekolah di mana? Apa adik kelas kita? Atau kakak kelas? Kenapa kau tidak menceritakannya padaku? Ah, atau jangan - jangan Donghae? Iya? Kau menyukai Donghae?"

Sungmin memutar matanya malas, lalu tertawa kecil. "Itu pertanyaan atau rel kereta api kyu? Panjang sekali. Haha."

"Noona. Cepat katakan!" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan menuntut.

"Hah. Aku tidak bisa mengatakannya sekarang kyu, aku takut kau mengejekku. Gadis manis itu menundukkan kepalanya.

"Isshh. Tidak noona. Aku janji." Jari telunjuk dan jari tengah Kyuhyun membentuk tanda V.

"Mungkin tidak sekarang Kyu, nanti juga kau akan tahu sendiri." Sungmin menatap Kyuhyun dan memberikan satu senyuman - yang sedikit hambar.

"Baiklah. Terserah padamu saja." Oh, Cho Kyuhyun sedang marah sepertinya.

Sungmin memegang tangan Kyuhyun. "Jangan marah. Aku benar - benar tidak siap menceritakan siapa dia saat ini. Suatu saat, aku janji, aku akan menceritakan siapa dia." Puppy eyes milik Sungmin memandang Kyuhyun dalam dan sendu.

Mata onyx Kyuhyun balas menatap, lalu seulas senyum terpasang di wajah tampan itu. "Baik. Aku tidak akan marah. Tapi noona harus janji akan menceritakan siapa dia jika noona sudah siap." Kyuhyun mengelus tangan Sungmin yang sedang memegang tangannya.

Sungmin mengangguk dengan pasti. "Ne. Aku janji Kyu."

Lalu mereka sama - sama tersenyum.


************KyuMin***********


.

"Noona, sejak kapan noona menyukai namja itu?" Kyuhyun menoleh Sungmin sekilas, lalu kembali berkosentrasi pada kegiatan menyetirnya. Mereka dalam perjalanan pulang sekarang.

"Hmm. Entahlah. Perasaan itu tiba - tiba hadir begitu saja. Aku tidak ingat kapan aku mulai menaruh hati padanya. Yang aku tahu, aku sangat nyaman dan bahagia bila bersamanya." Mata Sungmin memandang lurus ke depan.

"Ishh. Kau membuatku semakin penasaran. Aku kira hanya aku namja yang bisa membuatmu nyaman dan bahagia."

Kau benar Kyu, memang hanya kau yang bisa.

Sungmin meninju lengan Kyuhyun pelan. "Percaya diri sekali."

"Haha. Lalu apa dia menyukai noona juga? Apa noona berniat akan menyatakan perasaan noona pada namja itu?" Rupanya Kyuhyun benar - benar sedang penasaran.

"Entahlah. Aku sendiri juga tidak yakin. Kadang dia memang bersikap seperti menyukaiku. Namun, kadang dia suka sekali menceritakan yeoja lain. Kadang dia juga menyebalkan, namun kadang juga sangat manis. Entahlah Kyu, aku benar - benar bingung." Sungmin mengambil nafas sebentar. "Apa menurutmu aku harus menyatakan perasaanku padanya?"

Kyuhyun mematikan mesin mobilnya yang sudah sampai di depan rumah Sungmin. "Tentu saja. Semuanya akan lebih jelas jika diungkapkan, noona. Meski pun hasilnya memang tidak bisa diprediksikan. Tapi setidaknya dia tahu akan perasaan noona yang sebenarnya." Kyuhyun menyamankan posisi duduknya.

"Entahlah. Aku rasa aku belum siap. Ah, yasudah. Jangan dibahas lagi. Kau membuatku galau saja, Kyu." Sungmin membuka seatbeltnya.

"Hahaa. Salah sendiri noona tidak mau menceritakan siapa namja itu. Setidaknya kan aku bisa membantumu jika aku tahu siapa dia."

"Lain kali saja. Baiklah, aku turun Kyu." Sungmin membuka pintu mobil Kyuhyun dan ternyata Kyuhyun juga ikut turun.

"Kau mau mampir?" Sungmin menaikkan kedua alisnya.

Kyuhyun menghampiri Sungmin dan berdiri di depannya. "Tidak. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk hari ini. Maaf aku selalu merepotkanmu." Tangan hangat Kyuhyun mengusap rambut Sungmin.

"Kau ini, ada - ada saja. Sejak kapan kau sungkan padaku? Dasar aneh." Satu tinjuan kecil Sungmin daratkan di perut Kyuhyun.

"Aww appo." Kyuhyun membuat ekspresi pura - pura kesakitan.

"Hahaa, aneh dan juga manja."

"Yak, kenapa noona malah mengataiku."

"Kyu, jika bercanda terus aku tidak akan masuk ke rumah sampai pagi. Hahaa. Yasudah Kyu, aku masuk dulu ne?"

Kyuhyun mengangguk. "Ne"

"Kau hati - hati di jalan. Jangan terlalu ngebut."

"Baik noonaku yang cerewet. Masuklah."

Sungmin tersenyum. "Ne. Annyeong." Lalu melambaikan tangannya.

"Annyeong."

Setelah tubuh mungil Sungmin menghilang di balik pintu. Kyuhyun pun masuk ke dalam mobilnya.

.
.


.


.

Merebahkan tubuhnya di hamparan benda berbentuk balok itu, Sungmin menghembuskan nafasnya dengan perlahan - seperti sedang membuang kepenatan yang ia rasakan.

Bersama Kyuhyun memang - tidak bisa dipungkiri - selalu membuat dia amat sangat nyaman. Tapi, kali ini sedikit berbeda. Mengingat perasaan yang mulai terkumpul di hatinya, makin hari makin bertambah dan sedikit - atau mungkin banyak - menyesakkan.

Mata indah itu tertutup perlahan oleh kelopaknya. Sungmin tidak berniat untuk tidur. Hanya mencoba meresapi apa yang sebenarnya sedang ia rasakan, sejak kapan perasaan sayangnya pada Kyuhyun berubah menjadi serumit ini. Terpejam, wajah Kyuhyun dan memori merekalah yang mendominasi. Bagaikan film lama yang diputar ulang. Kenangan mereka terlalu banyak, memang.

Sungmin tersenyum, masih memejamkan matanya. Bahkan membayangkan Kyuhyun saja bisa membuat hatinya menghangat. Tapi, tiba - tiba mata Sungmin juga menghangat, ketika memorinya memutar kembali bagaimana Kyuhyun yang menceritakan yeoja lain padanya. Bagaimana Kyuhyun memberitahunya bahwa dia tidak boleh mencintainya.

Sesak, bahkan sangat sesak. Kali ini dia seperti terjebak. Terjebak oleh perasaannya sendiri. "Hiks." Satu isakan itu keluar dan lelehan cairan bening pun mulai menetes dari dua sisi ujung mata indah Sungmin. Memendam perasaan yang seperti ini sangat menyesakkan bukan?

Gadis manis itu membuka matanya perlahan. Berjalan menuju meja belajarnya. Mengambil dompet yang ada di dalam tas yang tadi ia letakkan di atas meja berwarna cream itu. Tangan lentiknya mengambil sebuah foto, fotonya dengan Kyuhyun yang diambil sekitar setahun yang lalu. Saat itu mereka sedang berjalan - jalan di mall. Lalu memutuskan untuk berfoto di fotobox.

"Bagaimana aku bisa menghindari perasaan ini Kyu?" Sungmin bertanya pada foto yang sedang ia pegang. Kyuhyun-nya - dengan kaos berwarna kuning - terlihat sangat tampan di foto itu.

"Jelaskan bagaimana, Kyu?"

.


************Complicated Love*********


.

Kyuhyun, namja berhidung mancung itu tersenyum kecil memandangi sebuket bunga mawar dan boneka teddy bear yang sedang ia pegang. Setelah merasa dirinya siap, tangan kanannya memencet pintu rumah seseorang. Ya. Tentu sudah bisa ditebak rumah siapa yang sedang ia datangi.

Ketika seseorang dari dalam rumah itu membuka pintu, Kyuhyun menutupi wajahnya dengan buket bunga yang tadi ia bawa.

"Eh?" Soyou sedikit terkejut melihat hal itu. "Nu-gu?"

Kyuhyun tersenyum di balik buket bunga mawar yang menutupi wajahnya - yang ia beli sepulang dari mengantar Sungmin tadi - lalu menurunkannya. "Annyeong."

Soyou makin terkejut, tentu saja. Bagaimana tidak, tiba - tiba Kyuhyun datang malam - malam begini. "Oppa?"

"Hn? Ne? Maaf mengganggumu malam - malam begini."

"Ah, anio. Oppa sama sekali tidak mengganggu. Ah, untukku?" Tanyanya saat Kyuhyun menyodorkan buket bunganya.

Kyuhyun mengangguk. "Soyou-ah. Emm. Maaf, aku bukan namja yang romantis." Kyuhyun menggosok tengkuknya dengan kikuk. "Sebenarnya, kedatanganku ke sini. Aku. Apa kau mau jadi pacarku?"

Soyou terdiam saking terkejutnya. "Eh? O-oppa?"

"Hm? Bagaimana?"

Soyou memandang Kyuhyun lama. Lalu, dengan pelan dia anggukkan kepalanya.

Kyuhyun tersenyum lebar dan berbafas lega setelah mengetahui jawaban dari Soyou. Dengan segera namja februari itu membawa Soyou dalam satu pelukan hangat. "Goamwo Soyou-ah."

.


*************Complicated Love**********


.

Tuk tuk.

Sungmin menoleh ke belakang saat merasaakan punggungnya ditekan - tekan oleh - siapa lagi kalau bukan - Kyuhyun.

"Hm?" Sungmin memandang penuh tanya.

Bukannya menjawab, Kyuhyun malah menyerahkan secarik kertas. Sekarang memang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar. Mungkin Kyuhyun malas mengambil resiko dikeluarkan dari kelas lagi jika membuat kegaduhan. Untuk itu dia lebih memilih berbicara melalui tulisan.

Sungmin mengambil kertas itu, membalik tubuhnya ke depan, lalu membacanya.

'Kenapa semalam tidak mengangkat telponku? Aku menghubungimu berkali - kali. Bahkan kau tidak memberi penjelasan sampai sekarang.'

Senyuman tipis tersungging di bibir Sungmin, lalu menulis sebuah balasan di bawah tulisan Kyuhyun.

'Maaf. Semalam mungkin aku sudah tidur saat kau menelpon. Dan tadi pagi saat akan berangkat sekolah, aku melihat hpku off karena kehabisan batrai. Jadi aku tidak tahu kalau kau menghubungiku. Mianhae.'

Sungmin meletakkan kertas itu di atas meja Kyuhyun, lalu berbalik lagi memperhatikan Han Seongsaengnim yang sedang mengajar Seni Budaya di depan kelas.

Tidak lama setelah itu, Sungmin merasakan pundaknya tersentuh oleh sesuatu, matanya melirik ke samping, lalu mengambil kertas dari Kyuhyun, lagi.

'Maaf tidak diterima.'

Sungmin mempoutkan bibirnya lucu. Lalu menulis lagi untuk Kyuhyun.

Setelah menulis 'Memangnya ada apa?' di kertas itu, Sungmin memberikan kertas itu - lagi - kepada Kyuhyun.

'Nanti saja sewaktu istirahat aku jelaskan.'

"Oke." Seru Sungmin pelan setelah membaca jawaban Kyuhyun.

.

.

Setelah 40 menit berlalu. Bel tanda istirahat pun berdering nyaring. Setelah Han seongsaengnim keluar kelas. Sungmin segera memutar tubuhnya ke arah belakang.

"Ada apa, Kyu?"

"Ah begini noona, aku ingin memberitahu sesuatu padamu."

"Benarkah? Apa itu? Cepat katakan."

"Aku -

Drrrt drrrt.

Kyuhyun menghentikan ucapannya saat merasakan ponsel di saku celananya begetar.

- ah sebentar noona." Dia mengambil ponsel itu lalu membaca pesan yang baru saja masuk.

"Noona, tidak apa - apa ya sepulang sekolah saja kita bicara. Soyou memintaku menemuinya di kantin."

Deg. Kenapa harus nama itu lagi yang Sungmin dengar. Mendengar nama itu keluar dari mulut Kyuhyun saja, sudah membuat hati Sungmin berdenyut sakit.

"Ah. Begitukah? Akusih terserah kau saja, Kyu." Sungmin berusaha membuat ekspresinya sebiasa mungkin.

"Gomawo noona. Kalau begitu aku ke kantin dulu. Annyeong." Secepat kilat Kyuhyun keluar dari kelas itu. Meninggalkan Sungmin yang raut wajahnya sudah berubah murung.

"Mau ke kantin bersamaku?" Suara seseorang membuat Sungmin mendongakkan kepalanya.

"Hae?"

.

.
.

"Kenapa murung seperti itu?"

"Hn?"

"Iya. Kenapa murung seperti itu? Gara - gara Kyuhyun lagi kah?" Donghae sedikit menggoda Sungmin. Mereka berdua sedang berjalan di koridor - menuju kantin, mungkin.

"Hae-ah. Kenapa selalu menggodaku dengan Kyuhyun sih. Kau membuatku semakin badmood saja." Sungmin berdecih kesal.

"Hehe. Mian Mian. Aku hanya tidak suka melihatmu murung seperti itu. Kau lebih cantik jika tersenyum Min." Donghae tulus memuji Sungmin.

Sungmin blushing. Tentu saja. Siapa wanita yang tidak blushing jika dipuji seperti itu.

"Kau ada - ada saja." Lalu Sungmin tersenyum.

"Nah kan. Apa kubilang tadi. Kau lebih cantik jika tersenyum." Alhasil. Pipi Sungmin semakin merah dibuat oleh perkataan Donghae.

"Gomawo, Hae." Sungmin memandang sekilas ke arah Donghae sambil tersenyum malu. Donghae mengangguk menjawab ucapan terimakasih dari Sungmin.

"Ah Hae. Bisakah kita ke taman belakang saja? Hmmm. Kau benar. Suasana hatiku memang sedang tidak baik dan aku rasa suasana tenang di taman belakang akan membuat suasana hatiku menjadi lebih baik."

Lagi, Donghae mengangguk. "Baiklah. Apa pun untukmu."

Sungmin tersenyum senang. "Gomawo Hae, kau sangat baik padaku."

Ingin sekali Donghae menjawab "itu karena aku menyukaimu, Min." Tapi tidak bisa.

"Tidak masalah." Hanya kalimat itu yang bisa Donghae ucapkan.

.

.
Donghae menatap lekat pada gadis yang sedang memejamkan mata di depannya. Melihat Sungmin dari samping seperti ini, membuat wajah manis itu terlihat semakin sempurna.

Sungmin menikmati hembusan angin yang menyapu kulit wajahnya dengan lembut. Suara dedaunan yang bergesek menyapa gendang telinganya, membuat suasana hatinya - sedikit demi sedikit - menjadi lebih tenang.

Bibir peach Sungmin melengkung membentuk satu senyuman yang membuat siapa saja melihatnya pasti melayangkan pujian untuk gadis berambut hitam ini. Bahkan hati Donghae pun berdesir melihatnya. Perlahan kedua kelopak itu terbuka, menampakkan dua manik coklat yang tidak kalah indah dengan bagian wajahnya yang lain.

Sudut bibir Sungmin semakin terangkat saat melihat Donghae yang juga sedang tersenyum ke arahnya. "Bagaimana? Sudah merasa lebih baik?"

Sungmin mengangguk. "Tempat ini memang selalu cocok untuk menenangkan pikiran."

"Baguslah. Jadi aku tidak perlu melihat wajah murungmu lagi."

Sungmin memukul lengan Donghae. "Menyebalkan."

"Hahaha. Sudah sudah. Jangan memasang wajah itu lagi. Aku hanya bercanda, Min."

"Hehee. Gomawo Hae. Berkat kau juga, suasana hatiku menjadi lebih baik."

Kalimat itu memang sederhana. Namun cukup membuat hati Donghae bahagia bukan main. "Tidak masalah, Min." Ujarnya sambil mengelus surai Sungmin.

.

.

.

Triiiing

Bel tanda pulang sekolah yang sangat ditunggu oleh para siswa siswi akhirnya berbunyi. Setelah memasukkan semua barangnya ke dalam tas, Donghae menghampiri Sungmin. Yang masih membereskan beberapa bukunya yang ada di atas meja.

"Hae, hari ini Sungmin noona pulang bersamaku."

"Eh?" Bukan hanya Donghae, tapi Sungmin juga terkejut.

"Kenapa ekspresimu begitu noona? Bukannya tadi sudah aku katakan, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Benar. Tapi kau tidak bilang jika aku harus pulang bersamamu kan?" protes Sungmin. "Lagipula, kau pasti bersama Soyou kan? Kau pikir aku mau menjadi 'obat nyamuk'?"

"Soyou tidak pulang denganku hari ini, dia sedang ada acara dengan teman - teman cheersnya. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menolak." Dasar Cho Kyuhyun. Selalu saja bisa membuat dirinya menang dalam perdebatan.

"Tapi,"

"Tidak apa - apa Min, kau pulang saja dengan Kyuhyun." suara Donghae menginterupsi kalimat Sungmin yang belum selesai saat ia yakin bahwa Sungmin sedang tak enak dengannya saat ini.

Sungmin memandang Donghae dengan sungkan, yang ditatap malah tersenyum lembut. "Kalau begitu aku pulang dulu ne? Annyeong Min. Kyu."

"Hmm." jawab Kyuhyun dingin.

"Ah Hae?" panggil Sungmin saat Donghae sudah ada di ambang pintu kelas mereka.

Donghae berbalik "Ne?"

"Maaf dan hati - hati di jalan."

Donghae mengangguk paham sambil tersenyum. Lalu benar - benar hilang dari tatapan Sungmin - dan juga Kyuhyun.

.


*************Complicated Love**********


.

"Kau masih marah karena kejadian tadi?" Kyuhyun memandang Sungmin, yang duduk tepat di sebelahnya - beralaskan pasir, sama sepertinya. Pasir? Ya. Saat ini mereka sedang berada di pantai. Tentu saja ini inisiatif Kyuhyun. Kyuhyun paling tahu tempat - tempat mana yang bisa menenangkan hati Sungmin bila dia sedang dalam keadaan badmood.

"Tidak. Hanya sedikit sebal." Sungmin menjawab, dingin.

"Kalau tidak kenapa sedingin ini padaku?"

"Lalu? Jika sudah tahu aku marah kenapa masih bertanya?"

"Mianhae. Lain kali aku tidak akan mengulangi hal seperti itu."

Bukan Lee Sungmin namanya jika dia tidak luluh dengan perkataan maaf dari seseorang, apalagi dari Kyuhyun, sahabatnya - dan sekaligus orang yang ia cintai.

Sungmin mendengus kecil. "Dimaafkan. Sudahlah, aku hanya tidak enak dengan Donghae tadi. Dan, tentu saja kau tidak boleh mengulangi hal seperti itu lagi, aku tidak akan memaafkanmu lain kali. Kau harus benar - benar belajar menghargai perasaan orang lain, Kyuhyun~ah."

"Arraseooooo." Kyuhyun mengangguk - anggukkan kepalanya berkali - kali, seperti anak kecil saja.

Sungmin terkikih kecil, sepertinya dia benar - benar tidak bisa marah terlalu lama pada namja di sampingnya itu. "Tsk. Berhentilah bertingkah idiot seperti itu Cho."

"Arraseooo." Bukannya berhenti, Kyuhyun malah - masih - mengangguk - anggukkan kepalanya.

"Hhaha, sudah sudah. Kau bilang tadi ada yang mau kau bicarakan? hmm?"

"Ah, benar." Kyuhyun mengambil jeda, lalu mulai bercerita. "Kau tahu noona? Semalam adalah malam yang indah." Kyuhyun memang sedang berbicara dengan Sungmin, tapi dia menatap lurus ke depan - ke hamparan air asin yang terpampang di depan mereka - sambil menyunggingkan senyum lebar.

"Hn? Semalam? Memangnya ada apa semalam? Bukannya kemarin kau pergi membeli boneka untuk Soyou lalu makan malam denganku?"

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. "Benar, tapi setelah pulang dari rumahmu, aku ke rumah Soyou."

Nyut. Hati Sungmin serasa tercubit. Sepertinya dia sudah tau apa yang akan diceritakan Kyuhyun selanjutnya.

"Lalu kau menyatakan perasaanmu padanya? Dan dia menerimamu?"

"Tepat sekali." seru Kyuhyun dengan gembira.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan senyum palsunya. Dia berusaha mati - matian menahan air mata yang sebenarnya sudah tidak sanggup lagi untuk dia tampung. "Chukhahae Kyunie."

TES

Bodoh, kenapa air mata ini keluar.

Sungmin segera menundukkan wajahnya, mencoba menyembunyikan air mata itu dari Kyuhyun.

Kyuhyun meletakkan lengannya merangkul pundak Sungmin. "Gomawo noona."

Sungmin mengangguk lalu mencoba memberanikan diri mengangkat wajahnya dan sialnya, Kyuhyun menyadari bahwa ada yang berbeda dengan matanya.

"Noona? Kau kenapa? Matamu, merah."

"Ah." Sungmin salah tingkah. "Ini, sepertinya kemasukan debu, Kyu." lanjutnya dengan alasan seadanya. Untung saja Kyuhyun percaya.

Kyuhyun menatap Sungmin khawatir. "Pasti sangat perih. Kemarilah." Tanpa ba-bi-bu, Kyuhyun segera mangkupkan telapak tangannya di kedua pipi Sungmin lalu membawa wajah imut itu mendekat ke arah wajahnya sendiri.

Sungmin sontak memejamkan matanya karena kaget dengan perlakuan tiba - tiba dari Kyuhyun. Demi Tuhan, jantungnya berpacu sangat tidak normal saat ini. Bagaimana tidak, bahkan nafas Kyuhyun pun terasa menerpa wajahnya.

"Bagaimana aku bisa meniup matamu jika kelopakmu tidak mau kau buka."

Bodoh, apa yang kau pikirkan Lee Sungmin. Tentu saja Kyuhyun hanya ingin meniup matamu. Bukan karena hal lain. Dasar bodoh.

Dia bermonolog dalam hati, lalu membuka kelopak matanya perlahan. Dia semakin tertegun saat melihat wajah Kyuhyun yang - mungkin - hanya berjarak 4cm dari wajahnya.

Fuuhhhh Fuhhhh

Kyuhyun meniup kedua manik indah Sungmin bergantian, membuat Sungmin benar - benar terlihat seperti orang bodoh saat ini. Dia sangat kikuk.

"Bagaimana? Sudah tidak perih kan?" Kyuhyun bertanya tanpa menjauhkan wajahnya.

Sungmin mengangguk, lalu Kyuhyun membalasnya dengan satu senyuman hangat yang - menurut Sungmin - mematikan, sambil mengelus pipi chubby Sungmin perlahan. Ingin sekali Sungmin mengambil alat penghenti waktu dari kantung Doraemon sehingga dia bisa bebas menikmati wajah Kyuhyun sedekat ini. Namun, sepertinya doanya tidak terkabul, suara deringan ponsel milik Kyuhyun membuat namja itu segera mengalihkan perhatiannya dari Sungmin ke benda berbatrai itu.

"Yeoboseo Chagi."

"Ah begitukah?"

"Baiklah. Kau di mana sekarang?"

"Ah, ne ne. 30 menit lagi aku sampai."

Sungmin memang tidak perlu bertanya pada Kyuhyun, dia yakin yang sedang menelpon saat ini adalah Soyou. Namun demi sebuah formalitas, Sungmin bertanya pada Kyuhyun saat namja itu sudah memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

"Dari Soyou?"

"Hmm, dia memintaku untuk menjemputnya. Mian noona, sepertinya aku harus mengantarmu pulang sekarang." Kyuhyun berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Sungmin berdiri.

"Aku masih ingin di sini. Kau pulang saja dulu."

"Tapi? Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian di sini, noona."

Sungmin tersenyum, memandang wajah Kyuhyun di atas yang tengah menatapnya dengan raut protes. "Kau pikir aku bocah 3 tahun yang tidak bisa ditinggal sendirian di pantai, huh? Tenang saja, nanti aku akan menghubungi Park ahjussi untuk menjemputku. Sudah sana, pergilah. Soyou bukannya sedang menunggumu?"

"Benarkah? Tapi kau harus berjanji jangan lama - lama di sini. Kau bisa sakit jika terlalu lama terkena angin laut. Dan aku tidak mau hal itu terjadi."

Sungmin mengangguk. "Aku jani. Pergilah."

Kyuhyun menunduk dan hal berikutnya yang dilakukan Kyuhyun membuat Sungmin memejamkan matanya. Kyuhyun mencium dahi Sungmin dengan sangat lembut. "Aku pamit dulu." Ujarnya setelah melepas ciumannya. "Jangan lupa mengabariku jika sudah sampai rumah."

Lagi - lagi Sungmin hanya bisa mengangguk. Kyuhyun-nya selalu berhasil membuat hatinya berdebar. Sungmin memperhatikan punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. Namja itu berbalik sekali untuk sekedar melambai pada Sungmin, lalu dia benar - benar pergi meninggalkan noona manisnya di tempat itu.

TES TES.

Air mata yang sedari tadi Sungmin bendung akhirnya tumpah juga. Dengan rasa sesak yang memenuhi ruang hatinya, Sungmin terisak di pantai itu. 'Tidak bisakah kau hanya melihatku, seperti aku yang hanya bisa melihatmu, Kyu?'

.

.


TBC


.

.

Annyeong readers^^ Thanks ya buat yang masih nungguin FF ini. Dan untuk yang sangat aku sayangi, readers yang udah review :

Cho Kyuri Mappanyukki, AnitaDwi, mayasiwonest everlastingfriends, DIANA, adindasungmin, Rima KyuMin Elf, HachiBabyMinnie, 137Line, dming, chiikyumin, Diitactorlove, pitafull, baby ming101, poutyming137, maria8, Ayu Kamilah, fennyfenny, KyuPuyuh137, kmkyumin, mingming, choikm137, hyuknie, SPARKYUMIN-08, fieKM, Kyunie0203, chosungmin, KyuHaeMin, beMINe, Zhang Ary, joyer137, cho minyu, minimiin, chokyu, Mitcloud, desi2121, Hyugi Lee, wie137, sitara1083, kyuminnnnnn, DillaKyuMin, QQ KyuminShipper, revaelf, Lee minlia, diitactorlove, kyuqie, sholaniadinara, maria8, Kyurin Minnie, leefairy, GaemAziKyu, BoPeepBoPeep137, jouleypeetz, mingming, km137, Azalea Cloud77 dan para Guest.

Author baca review kalian semua, dan ada beberapa yang minta HaeMinnya dibanyakin. Pada suka sama HaeMin ya? kkkkk

Yaudah, untuk yang namanya belum kesebut di atas, mianhae. Untuk SIDERS ada baiknya kalian muncul. Dengan memberi review berarti kalian sudah memberi author semangat untuk melanjutkan fict ini.

Jadi, keep review ne?^^

Gomawo, see you next chap~~~~~

Regards,

pinkvirga