Complicated Love

Genre : Romance, Friendship, Hurts

Rate : T

Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Shim ChangMin (namja), etc.

Pairing : KyuMin, HaeMin, etc.

Part : 4

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs

Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.

.


.


Sungmin masih setia duduk di tempat itu - menatap lurus ke hamparan air laut yg beriak di bibir pantai - membiarkan air matanya mengering dengan sendirinya. Dia bertanya - tanya dalam hati, sampai kapan dia bisa bertahan dengan perasaan yang sangat menyesakkan dan menyakitkan ini.

"Sungmin-ah." Suara itu terdengar bersamaan dengan seseorang yang memegang punggung Sungmin lalu duduk di sebelahnya.

"Hae, kau sudah datang."

Donghae mengangguk, lalu menatap Sungmin dengan sendu. "Gwaenchana?"

Sungmin tersenyum. "Hmm. Nan gwaenchana. Maaf harus mem-

"Sudah. Tidak perlu meminta maaf. Malah aku akan marah jika kau terus - terusan sungkan seperti ini padaku."

Sungmin tersenyum sekali lagi. "Gomawo Hae-ah."

"Ne. Hmm. Masih ingin di sini?"

"Sepuluh menit lagi, apa tidak apa - apa?"

Donghae mengangguk. "Tidak masalah. Kebetulan aku juga sudah lama tidak ke pantai."

"Tadinya aku ingin menghubungi Kim Ahjusshi untuk menjemputku. Tapi entah kenapa, aku malah menghubungi nomormu." Sungmin menunduk, memandangi jari - jarinya yang sedang memainkan pasir.

"Itu malah lebih bagus. Dengan begitu aku merasa dianggap sebagai temanmu. Benarkan?"

Mereka bertatapan, lalu tertawa kecil -bersama. "Mulai sekarang kau bahkan masuk dalam daftar teman terbaikku."

"Aku anggap itu sebagai penghargaan terbesar." Donghae melirik ke arah Sungmin. "Apa kau tidak berniat berbagi denganku? Setahuku masalah akan menjadi lebih ringan apabila dibagi bersama orang lain. Apalagi kau bilang sekarang aku sudah menjadi teman terbaikmu. Iyakan?"

Masih menunduk, Sungmin mengigit bibir bawahnya kecil. Terlihat berfikir sebentar sebelum memutuskan untuk mulai bercerita. "Ini... Tentang Kyuhyun."

"Aku tahu."

Jawaban itu sukses membuat Sungmin sedikit terkejut dan menoleh ke arah Donghae. "Ne?"

"Aku bisa melihat dari matamu. Ada sesuatu yang berbeda dari matamu saat kau memandangnya, saat kau berbicara dengannya, caramu memperlakukannya. Aku tahu kau sudah menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat padanya."

Sungmin terdiam - atau terkejut lebih tepatnya. Dia semakin menggigit bibir bawahnya. "Kau bahkan mengetahuinya, kenapa dia sama sekali tidak peka. Hiks." Satu isakan lolos lagi.

'Itu karena aku selalu memperhatikanmu, Min.' Jawab Donghae, tentu saja hanya dalam hatinya.

"Menangislah jika ingin menangis Min, tapi aku mohon, setelah ini jangan menangis lagi ya? Aku ada untukmu." Donghae lebih memilih untuk membawa Sungmin ke dalam dekapannya daripada harus membahas masalah ini lebih jauh lagi. Sejujurnya, dia juga merasakan sakit dan sesak yang Sungmin rasakan. Mereka sama - sama dalam posisi menyukai seseorang yang hatinya sudah diambil orang lain.

Cinta memang rumit.


**********KyuMin*********


"Oppa, nanti saat istirahat bisa tidak oppa mengajak Sungmin eonni bertemu denganku?"

Kyuhyun mengangkat alisnya. "Sungmin?"

"Hmm, Sabtu depan adalah ulang tahunku yg ke-17. Aku ingin mengundang Sungmin eonni."

"Ah, ne ne chagi. Nanti saat istirahat akan aku bawa dia menemuimu." Jawabnya, lalu fokus menyetir. Mereka sekarang dalam perjalanan berangkat sekolah.

"Gomawo oppa."

"Ne, cheonman chagi."

.

.
Mobil Kyuhyun memasuki area parkir Sapphire Blue Senior High School. Setelah memarkirkan mobilnya Kyuhyun dan Soyou berniat berjalan menuju kelas mereka masing - masing namun terhenti saat melihat ternyata mobil yang parkir di samping mobil Kyuhyun adalah mobil milik Donghae.

"Ah, Sungmin eonni." Sapa Soyou dengan riang.

Sungmin mati - matian menyembunyikan rasa cemburunya. "Ah, Soyou-ah. Annyeong."

"Annyeong. Kebetulan kita bertemu di sini, ada yang ingin aku bicarakan dengan eonni." Soyou dan Kyuhyun menghampiri Sungmin dan Donghae.

Berbeda dengan Sungmin yang berusaha bersikap biasa saja melihat Kyuhyun dan Soyou, Kyuhyun malah memasang ekspresi malasnya. Entahlah, Kyuhyun sepertinya benar - benar tidak suka - atau mungkin cemburu - saat melihat Sungmin bersama Donghae.

"Ah, benarkah? Apa itu?" Sungmin memasang ekspresi penasarannya, tidak lupa dengan imbuhan senyumnya yang sangat manis.

Donghae yang tahu sebenarnya Sungmin dalam suasana hati yang sangat tidak baik mencoba memberi sedikit ketenangan untuknya. Dia merangkul Sungmin dengan tangan kanannya. Tentu saja perbuatan itu membuat Sungmin sedikit kaget dan jangan lupakan juga Kyuhyun yang semakin memasang wajah tidak suka ke arah Donghae. Namun seolah mengerti maksud Donghae, Sungmin membiarkan lengan itu berada di atas pundaknya.

"Sabtu depan aku merayakan ulang tahun yang ke-17, eonni. Jadi aku harap eonni bisa datang. Hmm. Mengajak pacar eonni juga tak masalah." Goda Soyou.

"Eh? Aku belum memiliki pacar Soyou-ah."

"Lalu?" Soyou mengarahkan tatapan bertanyanya ke arah Donghae.

"Ah, perkenalkan, dia teman sekelasku. Namanya Lee Donghae." Jelas Sungmin.

Donghae mengangkat tangannya dari pundak Sungmin dan mengulurkannya kepada Soyou. "Lee Donghae imnida." Serunya ramah.

Soyou melemparkan satu senyum terbaiknya kepada Donghae, lalu menjabat tangannya. "Soyou imnida, sunbae. Bangapseumnida."

"Ne, bangapseumnida Soyou ah."

"Jika sudah selesai sebaiknya kita masuk ke kelas. Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi." Kyuhyun berkata dengan sedikit ketus.

"Ah, ne ne. Aku harap Sungmin eonni dan Donghae sunbae bisa hadir. Annyeong." Soyou sedikit membungkukkan badannya.

"Ne, annyeong Soyou-ah."

"Ne, annyeong." Seru Sungmin dan Donghae bersamaan.

Setelah Soyou dan Kyuhyun menjauh, Donghae mengusap pundak Sungmin. "Gwaenchanayo?"

"Gwaenchana. Aku harus terbiasa dengan hal ini, bukan?"

"Gadis pintar." Donghae mengacak rambut Sungmin pelan. "Kalo begitu kajja, kita masuk ke kelas."

"Hehee, ne Donghae-ah."


*************KyuMin**********


Seharian ini Kyuhyun sedikit cuek dengan Sungmin. Ya, mungkin karena kejadian tadi pagi. Entahlah, Kyuhyun memang seperti itu jika sudah jengkel terhadap seseorang.

"Noona." Kyuhyun memanggil Sungmin yang sedang berjalan di koridor menuju are parkir -bersama Donghae.

Sungmin yang merasa namanya dipanggil, menghentikan langkahnya dan menghadap ke sumber suara. Begitu juga dengan Donghae.

"Ne?"

Kyuhyun sebenarnya masih melas berbicara dengan Sungmin, tapi ada sesuatu yang harus mendesaknya untuk berbicara.

"Em. Bisakah kau menemaniku mencari kado untuk Soyou?"

"Ah, kebetulan aku sudah membuat janji dengan Donghae, sepulang sekolah ini kami berencana mencari kado untuk Soyou. Apa kau mau bergabung?" Tawar Sungmin.

Kyuhyun menghela nafas. "Tsk. Tidak perlu. Noona pergi saja dengannya, aku akan meminta bantuan yang lain saja. Permisi, maaf sudah mengganggu." Dan secepat kilat Kyuhyun segera meninggalkan Donghae dan Sungmin.

"Kenapa dia?" Tanya Donghae heran.

"Begitulah Kyuhyun. Manja. Dan suka sekali marah - marah tanpa sebab. Sudahlah. Nanti juga dia akan meminta maaf dengan sendirinya." Sungmin membalik tubuhnya dan kembali berjalan menuju area parkir.

"Kkkkk. Ne ne. Baiklah."


*********KyuMin*********


Brak brak.

"Shim Changmin, buka pintunya." Kyuhyun mengetuk pintu apartmen Changmin dengan tidak sabaran.

Cklek

"Yak. Apartmenku ini bukan apartmen kuno yang tidak memiliki bel. Kau mengetuk pintu seperti orang kesetanan saja."

Bukannya minta maaf, Kyuhyun langsung menerobos masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa berbentuk bola milih Changmin.

Changmin hanya bisa geleng - geleng melihat sikap teman sebangkunya yang seenak jidat itu. "Ada apa?" Tanyanya mendudukkan diri di sofa yang bersebelahan dengan sofa yang sedang Kyuhyun duduki.

"Aku sedang kesal. Kau tahu, sekarang Sungmin noona banyak menghabiskan waktu dengan Donghae si ikan itu. Dia jadi sering mengacuhkanku. Menyebalkan sekali kan? Aish."

Changmin tertawa renyah. "Hahaa, kau ini seperti wanita yang sedang datang bulan saja. Sensitif sekali. Memangnya kenapa kalau Sungmin noona dekat - dekat dengan Donghae? Mungkin saja mereka memang sedang melakukan pendekatan." Jelas Changmin enteng.

"Mwo? Kenapa kau malah menambah emosiku?" Kyuhyun tidak bohong tentang ini. Dia memang sangat emosi sekarang.

"Cho, kau ini aneh. Kenapa kau harus marah - marah begini? Wajar kan jika Sungmin ingin dekat dengan namja lain. Memangnya Sungmin noona hanya punya waktu untukmu saja? Kau kan hanya sahabatnya. Jangan bertindak posesif seperti itu. Seolah kau kekasihnya saja. Tsk."

Kyuhyun terhenyak mendengar penuturan Changmin. Ya, Changmin benar, tidak seharusnya dia marah - marah seperti ini. Tapi, dia sungguh tidak bisa mengontrol emosinya. Dia tidak terbiasa diacuhkan oleh Sungmin.

"Hah, mungkin kau benar. Kalau begitu aku pulang saja."

"Kau ini sebenarnya kenapa Kyu? Labil sekali. Hahaa."

"Entahlah. Ah, kau diundang oleh Soyou Sabtu depan, ajak Victoria juga tidak masalah. Aku pulang dulu."

"Oh begitu. Oke baiklah. Terserah kau saja. Hati - hati di jalan Cho." Changmin sedikit berteriak di kalimat terakhirnya, karena Kyuhyun sudah berjalan menuju pintu apartmen.


*************KyuMin*************


Sedari tadi Kyuhyun mondar - mandir di dalam kamarnya. Pemuda tampan itu sedang galau.

Eh?

Galau?

Ya, ya. Kalian tidak salah baca. Kyuhyun memang galau sedari tadi. Dia bingung, harus menelpon Sungmin untuk meminta maaf atau tidak. Satu sisi, dia masih malas mengakui kesalahannya. Tapi di sisi lain, Kyuhyun tidak bisa terlalu lama didiamkan oleh Sungmin.

"Aishh." Kyuhyun mengacak rambut coklat gelapnya. Menghempaskan dirinya untuk duduk di pinggiran kasur bersprei biru langit itu.

Akhirnya ponsel yang sedari tadi berada di genggamannya mulai ia fungsikan. Dia menekan nomor 3, yang merupakan speed dial untuk Lee Sungmin. Sungmin sangat special bukan? Bahkan dia ditaruh di speed dial nomor 3 setelah Eomma dan Appanya.

Tuuut tuuuut..

"Yeoboseo."

Kyuhyun membaringkan tubuhnya. "Noona~~ Mianhae."

"Kyu?"

"Hmm. Mianhae noona."

Sungmin tersenyum kecil di seberang sana. "Untuk apa? Memangnya kau berbuat salah?"

"Ishh. Ne. Mian, tadi aku sudah bersikap seperti itu padamu. Sebenarnya aku tidak berniat marah padamu, tapi-

"Tapi kenapa?"

-emm. Aku hanya tidak suka kau acuhkan. Kau terlihat sangat menikmati waktumu jika sedang bersama Donghae. Aku tidak suka itu." Kyuhyun mempoutkan bibirnya secara refleks. Setelah eommanya, hanya Sungmin yang bisa membuat namja evil ini berubah menjadi sangat manja.

"Kyunie. Sudah berapa kali kubilang? Jangan bersikap seperti itu. Aku jadi tidak enak dengan Donghae jika kau terus - terusan bersikap seolah dia musuhmu. Dan juga, bukannya kau sudah punya Soyou, kau bisa minta diperhatikan olehnya bukan?"

"Tidak. Tidak ada yang bisa membuatku senyaman saat aku bersama noona. Soyou dan noona itu berbeda. Tidak bisa menggantikan satu sama lain." Bukan Kyuhyun namanya jika dia tidak keras kepala.

Sungmin mendesah. "Huhhh. Arra. Tapi berjanjilah satu hal."

"Apa?"

"Bersikap baiklah pada Donghae."

"Haaah. Baik baik. Doakan saja aku bisa bersikap baik padanya."

"Ck. Lagipula kau ini aneh. Setahuku Donghae tidak pernah berbuat salah apa pun padamu. Kenapa kau selalu saja bersikap seolah dia musuh bebuyutanmu."

"Ishh, sudahlah noona. Aku menelponmu dalam rangka meminta maaf. Bukan untuk berdebat masalah ikan itu."

"Baiklah baiklah, tuan Cho yang keras kepala."

Kyuhyun tersenyum kecil. "Hehee, gomawo noona. Saranghae."

"Kyu! Bukankah sudah kubilang, berhenti mengucapkan saranghae. Aku yakin Soyou akan marah bila mendengar langsung kau mengatakan saranghae padaku."

'Maaf Kyu, aku hanya ingin cepat melenyapkan perasaan bodoh ini. Aku mohon jangan mempersulit semuanya.'

"Ishh, noona menyebalkan. Cukup jawab saja apa susahnya sih."

Sungmin menghela nafas. "Sudah sudah. Sebaiknya kau tutup telponnya."

"Ck. Tidak, sebelum noona menjawab."

"Arra arra. Nado saranghae." Sungmin menyerah. Dia memang tidak pernah menang jika berdebat dengan Kyuhyun.

Kyuhyun menytunggingkan senyum kemenangan. "Hehee. Annyeong noona." Ujar Kyuhyun dengan nada sedikit manja.

"Ne. Annyeong."

Kyuhyun tersenyum kecil dan menggeleng - gelengkan kepalanya. "Noona noona."


**************KyuMin************


Taman yang luas itu disulap sedemikian rupa menjadi tempat yang sangat sempurna untuk melangsungkan suatu sebuah pesta. Soyou memang anak dari orang kaya, jangan heran pesta ke-17nya dibuat sangat meriah. Beberapa ornamen yang manis dan mewah menghiasi beberapa titik di sana. Meski pun sangat mewah, tapi ini sama sekali tidak berlebihan. Siapa pun yang menata taman itu pasti orang yang sudah berpengalaman.

"Sungmin-ah, sudah sampai."

Donghae melihat ke arah Sungmin saat tidak mendapati jawaban dari si pemilik nama. "Ming. Kau melamun?" Tanyanya sambil memegang pundak Sungmin.

"Ah, mian." Sungmin mencoba untuk tersenyum.

"Kenapa eoh? Kau baik - baik saja?"

Sungmin menatap Donghae sendu, lalu menunduk. "Aku hanya takut. Aku tidak yakin bisa melihat Kyuhyun dan Soyou. Ini hari special untuk Soyou. Pasti mereka berdua akan sangat mesra."

"Hey, lihat aku." Donghae memegang kedua bahu Sungmin lalu membawa tubuh itu untuk menghadapnya.

"Matamu memerah?" Donghae memandang Sungmin lama.

"Bukankah kau sudah pernah berjanji padaku untuk tidak menangis lagi karena hal ini? Sungmin-ah. Bagaimana pun kau harus terbiasa melihat Kyuhyun dan Soyou. Dan tidak mungkin juga kan kau harus terpuruk seperti ini selamanya? Life must go on, Ming."

Sungmin memejamkan matanya, mencoba meresapi apa yang dikatakan Donghae dan mencoba menerima bahwa semua itu benar. Dia membuka matanya, kemudian tersenyum. "Kau benar. Kalau begitu, ayo keluar." Ujarnya sambil menghapus air mata yang tadi hampir jatuh.

Tangan kanan Donghae terangkat untuk mengacak kecil rambut Sungmin. "Itu baru Lee Sungmin. Dan kau tidak perlu khawatir, aku akan menemanimu jadi kau tidak perlu memusatkan perhatianmu pada mereka berdua. Arra?"

Sungmin mengangguk setuju.

...

Tangan Sungmin terbebas pada awalnya, namun saat Donghae melihat kegugupan pada gadis yang mengenakan gaun berwarna putih tulang itu, dia berinisiatif untuk menggenggam jemarinya. Memberikan sedikit ketenangan dan kekuatan.

Sungmin tidak menolak, entahlah, dia rasa dia memang membutuhkannya saat ini. Apalagi saat matanya menangkap kedua sosok yang terlihat sangat mesra di sana. Kyuhyun yang sedang memberikan satu bingkisan besar kepada Soyou dan mencium mesra pipi gadis yang genap berusia 17tahun itu.

Sungmin mencoba bersikap biasa, sekali lagi dia harus mengasah kemampuan beractingnya. Semakin mengeratkan tautan jarinya dengan Donghae, dia berjalan mendekat untuk memberikan kado dan ucapan selamat kepada Soyou.

"Eonni!" Soyou memekik senang.

"Hey, saengil chukhahae." Mereka berpelukan, lalu Sungmin menyerahkan dua bungkus kado. "Dariku dan Donghae."

"Gomawo eonni, sunbae."

Mereka mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.

"Ah, silahkan menikmati jamuannya eonni, sunbae. Tidak perlu sungkan. Aku permisi untuk menyambut teman - teman yang lain."

"Ah, ne Soyou ah. Gomawo"

Soyou pergi meninggalkan Donghae dan Sungmin. Diikuti dengan Kyuhyun... Hey, apa tidak ada yang penasaran dengan bagaimana perasaannya saat melihat Sungmin dan Donghae berpegangan tangan dengan sangat erat?

Hahaa, benar sekali. Kyuhyun sangat kesal. Kekesalannya pada Donghae bertambah berkali - kali lipat. Itu sebabnya dia lebih memilih diam dan tidak mengucapkan satu kata pun untuk menyambut kedatangan Donghae dan Sungmin.

"Hae, mereka sangat serasi ya. Kyuhyun sangat tampan dan Soyou sangat cantik. Pantas saja Kyuhyun memilih Soyou sebagai pacarnya. Hahaa, bicara apa aku ini." Benar - benar ucapan khas orang yang sedang patah hati.

"Sungmin ah. Kau sudah berjanji-

"Ah, arra. Maaf Hae, aku memang masih labil. Maaf."

Donghae mengguk paham. "Aku hanya tidak ingin melihat kau terus - terusan bersedih Ming."

"Gwaenchana. Aku bisa mengerti."

"Ne."

"Ah, Ming, sepertinya aku ingin ke kamar mandi sebentar. Apa tak masalah aku tinggal sendiri?"

"Eumm. Gwaenchana Hae."

Donghae mengangguk, kemudian pergi meninggalkan Sungmin.

Entah karena perasaannya sedang sangat kacau atau memang cairan berwarna bening itu sangat dia gemari, Sungmin melangkahkan kakinya menuju botol botol wine yang terjajar rapi di salah satu meja yang ada di sana.

Seolah tidak melihat ada gelas yang sudah di tata sedemikian rupa, Sungmin segera meneguk wine itu langsung dari botolnya. Sepertinya gadis ini benar - benar dalam suasana hati yang sangat buruk. Kyuhyun -yang memang memperhatikan Sungmin dari tadi- membelalakkan matanya melihat Sungmin yang seperti itu. Tanpa berpikir dua kali, dia segera menghampiri Sungmin dengan langkah yang tergesa.

"Noona! Kau sudah gila eoh?"

Tak!

Sungmin meletakkan dengan keras botol wine yang sudah kosong itu. Lalu...

Bruk!

Tubuh mungilnya terjatuh, tidak sepenuhnya jatuh. Karena beruntung Kyuhyun dengan cekatan bisa menangkapnya.

"Noona. Noona." Kyuhyun menepuk - nepuk pipi chubby itu.

Satu per satu tamu yang datang bergerombol untuk melihat apa yang terjadi.

"Oppa, wae?"

"Soyou-ah. Sepertinya aku harus mengantar Sungmin noona pulang. Gwaenchana?"

Soyou mengangguk dengan pasti. "Arraseo, gwaenchanayo oppa."

"Gomawo Soyou-ah. Kalau begitu aku pergi sekarang." Kyuhyun menggendong tubuh Sungmin. "Ah, ceritakan pada Donghae apa yang terjadi. Annyeong."

Soyou hanya bisa mengangguk dan memandangi Kyuhyun yang mulai menjauh dari pandangannya.


**************KyuMin**************


Sesampainya di rumah Sungmin, Kyuhyun menggendong gadis itu di punggungnya. Setelah memencet bel, pintu besar itu terbuka. "Eh, Tuan Kyuhyun?"

"Ne Kim Ahjumma. Boleh aku masuk?"

"Ne ne, silahkan tuan. Apa yang terjadi dengan Nona Sungmin?" Kim Ahjumma langsung bertanya saat menyadari Sungmin dalam keadaan tidak sadar.

"Sungmin noona meminum wine terlalu banyak. Boleh aku membawa noona ke kamarnya, ahjumma?" Kyuhyun meminta ijin.

Kim Ahjumma mengangguk. "Ye, silahkan tuan."

Kyuhyun memang sudah sering berkunjung ke rumah Sungmin. Tidak heran jika Kim Ahjumma sudah tahu mengenai kedekatan mereka berdua.

Sreeet.

Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin dengan hati - hati. Setelah itu, dia mendudukkan diri di pinggiran ranjang milik Sungmin. Tangan itu tiba - tiba saja bergerak untuk menyentuh dahi Sungmin. Menghilangkan titik - titik keringat yang muncul di sana.

"Kau kenapa noona? Apa ada masalah? Kenapa tidak bercerita padaku, hmm?" Dia bermonolog. Kyuhyun memandangi wajah damai Sungmin lama. Setelah mendaratkan satu kecupan di dahi indah itu dan menyelimuti tubuh Sungmin dengan selimut -sebatas dada- Kyuhyun berniat untuk beranjak.

"Donghae-ah."

Deg!

Sungmin mengigau. Dan apa itu tadi? Dia mengigaukan nama Donghae. Entah kenapa, ada rasa aneh yang menjalari perasaan Kyuhyun.

Dia berbalik, mencoba menamjamkan indera pendengarannya. "Donghae-ah kajima."

Benar. Nama yang dipanggil oleh Sungmin bukan namanya. Kyuhyun terdiam. Lalu mendekatkan dirinya pada Sungmin. Dia berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan wajah manis itu.

"Noona. Ini aku, Kyuhyun." Lirihnya.

"Eung. Donghae-ah. Sakit. Hatiku sangat sakit melihatnya bersama wanita lain. Hiks" Kyuhyun semakin khawatir saat Sungmin mengeluarkan isakannya. Gadis itu menangis.

"Aku mencintainya Donghae-ah."

"Noona..."

"Aku mencintai Kyuhyun, Donghae-ah. Sangat mencintainya."

.


TBC


.

.

.

BIG LOVE, HUG AND THANKS SO MUCH,

for all reviewers~

.

.