Complicated Love

Genre : Romance, Friendship, Hurts

Rate : T

Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), etc.

Pairing : KyuMin, HaeMin, etc.

Part : 5

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs

Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.

.


.


Pagi itu begitu damai. Sinar matahari yang keemasan menerobos melalui jendela kamar Sungmin yang tidak tertutupi gorden. Suara kicauan burung gereja terdengar seperti nyanyian dengan irama yang pas. Sungmin semakin mengeratkan selimut pink yang membalut tubuhnya, mencoba mencari kehangatan yang mulai hilang karena udara pagi hari yang dingin.

"Nona Sungmin." Suara itu mengiterupsi kegiatan 'mari melanjutkan tidur' yang akan Sungmin lakukan.

"Nona." Sekali lagi Kim Ahjumma memanggilnya. Diiringi dengan ketukan pelan di pintu kamarnya.

"Eung." Sungmin menggeliat kecil, lalu mencoba bangun. Gadis manis itu menopang berat badannya dengan siku sebagai tumpuannya.

"Ah. Pusing sekali." Lirihnya sambil memijat pelipisnya pelan.

"Nona, apa nona sudah bangun?"

"Ne Kim Ahjumma. Tunggu sebentar." Sungmin mencoba menduduknya dirinya di pinggiran tempat tidur. Masih memijat pelipisnya dengan maksud mengurangi rasa pusingnya, Sungmin berjalan untuk membuka pintu.

Kim Ahjumma sedikit membungkukkan badan. "Maaf harus mengganggu tidur nona di hari libur. Tapi, di bawah teman nona sudah menunggu." Terangnya.

"Huh? Teman?"

Kim Ahjumma mengangguk. "Donghae. Dia bilang namanya Lee Donghae."

Sungmin mengerutkan keningnya. 'Ada apa Donghae berkunjung pagi - pagi.'

"Baiklah. Bilang padanya 30 menitan lagi aku turun."

"Ne, nona. Akan saya sampaikan."

,

,,,

,,,,,,,,,,

Setelah mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower dan menyelesaikan ritual mandinya, Sungmin merasa pusingnya sedikit berkurang. Memilih baju setelan rumahan -kaos oblong warna putih dan jeans berwarna hijau selutut- Sungmin mematut dirinya di depan cermin. Setelah menyisir rambutnya, dia segera turun untuk menemui Donghae yang sudah menunggunya di ruang tamu.

Namja tampan itu tersenyum mendapati Sungmin yang sedang berjalan ke arahnya, lalu duduk di depannya. "Pagi Ming."

"Pagi, Hae." Jawabnya diiringi dengan satu senyuman manis andalannya. "Maaf membuatmu menunggu lama."

"Tidak. Aku yang minta maaf. Sudah mengganggumu pagi - pagi begini, dan menganggu waktu bersantaimu."

"Ck. Tidak masalah Hae, sungguh."

Mereka terdiam sesaat.

"Apa kau baik - baik saja sekarang?" Donghae bertanya dengan hati - hati.

"Huh?" Sungmin tak paham pada awalnya. Lalu dia teringat akan sesuatu. "Ah! Tadi pagi aku merasa sangat pusing saat bangun tidur dan anehnya lagi aku masih memakai gaunku semalam. Hae? Apa yang terjadi semalam?"

Donghae mengehembuskan nafasnya. "Kau... Semalam kau mabuk Ming."

"Mwo? Aishh. Jeongmalyo?"

Donghae meangguk sekali. "Hmmm."

Sungmin menghela nafas berat, lalu menyandarkan punggungnya di sofa empuk itu. "Mianhae Donghae-ah. Aku pasti sangat merepotkanmu ya semalam?"

"Tidak. Aku bahkan sedang di toilet saat kau mabuk. Saat aku kembali ke pesta, Soyou menceritakan semuanya padaku."

Sungmin mengernyitkan dahinya. "Lalu?"

"Kyuhyun. Dialah yang mengantarmu pulang."

"K-kyu-nie?"

"Hmm. Dia yang mengantarmu pulang. Yasudah tidak perlu dipikirkan, bagaimana pun itu sudah terjadi." Donghae tersenyum.

"Gomawo Hae, maaf aku selalu membuat kau repot." Sesalnya.

"Hei. Kenapa sifat sungkanmu kau keluarkan lagi? Bukankah kita sekarang sudah menjadi teman baik?"

Sungmin memandang Donghae lalu tersenyum manis dan mengangguk. "Ne. Dan aku beruntung memiliki teman sepertimu."

"Hahaa. Kau berlebihan Ming."

"Hmm. Ming? Apa kau ada acara hari ini?"

Sungmin berpikir sejenak. "Aku rasa tidak ada, wae Hae?"

"Bagaimana kalau hari ini kita jalan - jalan. Kau butuh refreshing, mungkin?"

"Hahaaa." Sungmin tertawa renyah. "Apa aku terlihat semenyedihkan itu, Hae? Kkkkk. Tapi, ya. Aku pikir kau benar. Kalau begitu sebentar ne? Aku mau siap - siap dulu."

Donghae tertawa kecil. "Ne, gidarilke."

.

.

"Baik, nona Lee. Kemana tujuan pertama kita?" Tanya Donghae saat dia dan Sungmin sudah duduk di dalam mobilnya.

"Eumm." Sungmin menaruh jari telunk di dagunya. Berpikir sebentar. "Bagaimana kalau kita ke kedai ice cream?"

"Ming. Ini masih pagi. Ada pilihan lain?" Tawar Donghae.

Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Tapi aku mau ice cream, Hae."

"Baik baik. Asal jangan pasang wajah cemberutmu itu lagi." Donghae mengacak rambut Sungmin dengan gemas.

"Heheee. Gomawo Tuan Lee."

"Hahaa. Baik kajja kita berangkat."

"Kajjaaa."

Dan mobil Donghae pun perlahan menjauh dari rumah Sungmin.

.


***********KyuMin*********


.

Kyuhyun tidak pernah tidak percaya diri dengan penampilannya -kecuali sekarang. Namja berambut ikal itu sedari tadi memilih baju yang akan ia kenakan.

"Aiishhh. Kenapa aku terus memikirkan hal itu?" Kyuhyun melemparkan kaos berwarna biru yang baru saja ia lepas karena merasa baju itu tidak cocok ia pakai.

Entahlah, suasana hatinya tidak kunjung membaik sejak semalam. Sejak dia mendengar apa yang dikatan oleh Sungmin. Apa yang selama ini ia takutkan, telah terjadi. Sungmin, dia telah membuat gadis itu menyukainya.

*Flashback*

Kyuhyun menutup pintu mobilnya dengan kasar dan membanting tubuhnya di jok kemudi. Nafasnya memburu, emosinya memuncak seketika. Bahkan dia sangat yakin dia tidak memakai bahasa yang sopan untuk berpamitan dengan Kim Ahjumma tadi.

Dengan emosi yang masih tak terkontrol, dia mengemudikan mobilnya untuk pulang. Pikirannya sama sekali tidak fokus.

"Lagipula, sebenarnya aku sedang menyukai seseorang."

"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang kyu, aku takut kau mengejekku."

"Mungkin tidak sekarang Kyu, nanti juga kau akan tahu sendiri."

'Benar. Akhirnya aku mengetahuinya sendiri.'

"Jangan marah. Aku benar - benar tidak siap menceritakan siapa dia saat ini. Suatu saat, aku janji, aku akan menceritakan siapa dia."

"Perasaan itu tiba - tiba hadir begitu saja. Aku tidak ingat kapan aku mulai menaruh hati padanya. Yang aku tahu, aku sangat nyaman dan bahagia bila bersamanya."

"Entahlah. Aku sendiri juga tidak yakin. Kadang dia memang bersikap seperti menyukaiku. Namun, kadang dia suka sekali menceritakan yeoja lain. Kadang dia juga menyebalkan, namun kadang juga sangat manis. Entahlah Kyu, aku benar - benar bingung."

Pernyataan - pernyataan Sungmin saat itu seperti menari - nari di pikirannya. 'Orang itu aku noona. Kenapa semuanya bisa menjadi serumit ini?'

Entahlah, dia harus menyalahkan siapa sekarang. Sungmin? Atau dirinya sendiri?

'Bahkan kau sudah berjanji tidak akan jatuh cinta padaku, noona. Kenapa kau begini? Kenapa kau manangis? Kenapa kau terlihat begitu menderita? Dan kenapa aku yang harus menyebabkan kau seperti itu? Kenapa noona?'

*flashback end*

Setelah lebih dari 8kali memilih baju yang akan ia pakai, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk memakai kaos simple berwarna putih dan hoodie berwarna hijau tosca.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tidak menentu. Kadang sangat cepat, kadang juga lambat. Dia sedang menuju rumah Soyou untuk sebuah kencan -sebagai permintaan maaf atas tindakannya yang pulang terlebih dahulu semalam.

Sekitar 30 menitan, Kyuhyun sudah sampai di depan rumah Soyou. Soyou yang memang sudah menunggu segera keluar dan masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

"Pagi, oppa." Sapa Soyou dengan senyum riangnya.

Kyuhyun membalas senyuman itu, tapi, senyumnya sangat datar. Bahkan bibirnya tidak ia gerakkan untuk membentuk lengkungan sempurna. "Pagi, Soyou-ah. Mianhae semalam aku meninggalkan pestamu lebih awal."

"Gwaenchanayo. Aku bisa mengerti. Kau pasti sangat khawatir dengan Sungmin eonni."

Kyuhyun mengangguk, lalu mulai menjalankan mobilnya.

"Ngomong - ngomong, bagaimana keadaan Sungmin eonni sekarang? Sebenarnya kenapa dia semalam, oppa?"

'Kenapa harus pertanyaan itu yang keluar?'

"Entah. Mungkin dia sedang rindu dengan orang tuanya." Jawab Kyuhyun dingin.

"Ah. Ne. Kau harus sering menemaninya, oppa. Sungmin eonni membutuhkan banyak teman."

"Sudah ada Donghae."

Soyou merasakan ada sesuatu yang aneh dengan Kyuhyun. Tapi dia tidak berani bertanya. "Emm. Begitu ya. Baiklah."

Hening sebentar.

"Akan kemana kita, oppa?"

"Kau ingin kemana?"

"Bagaimana kalau ke Sungai Han?"

"Baiklah."

.

.
.

Soyou menggandeng lengan Kyuhyun dengan mesra.

"Oppa, bagaimana kalau kita duduk di sebelah sana?" Tunjuknya pada salah satu tempat duduk di pinggiran Sungan Han.

"Baiklah."

Mereka berdua berjalan menuju kursi yang ditunjuk oleh Soyou. Baru berjalan sekitar 5 langkah tiba - tiba Soyou memekik senang. "Ommo. Itukan Sungmin Eonni dan Donghae Sunbae? Wah, oppa, kajja kita duduk di dekat mereka saja. Wah, ini kebetulan sekali."

Kyuhyun ingin sekali menolak ajakan Soyou, tapi dia tidak menemukan alasan yang tepat. 'Sial!' Batinnya.

"Eonni, Sunbae."

Soyou segera menyapa kedua orang yang sedang asik menikmati permen kapas itu.

"Ommo. Soyou-ah, Kyunie." Sungmin bangkit dan memberi pelukan hangat untuk Soyou.

"Kalian sedang berkencan?" Goda Soyou.

"Ani. Ani." Sanggah Sungmin dengan cepat.

"Aku hanya menemani Sungmin untuk refreshing. Tapi, aku juga tidak keberatan jika ini disebut kencan." Raut jahil muncul di wajah tampan Donghae.

Seketika Sungmin mencubit lengan Donghae. "Ishh. Jangan menggodaku. Menyebalkan sekali." Sungmin memanyunkan bibirnya, dia tidak menyadari jika semburat merah muda mulai muncul di kedua pipi chubbynya.

"Hahahaa. Lihatlah oppa, Donghae Sunbae dan Sungmin eonni terlihat begitu mesra ya? Mereka sangat serasi." Goda Soyou lagi.

"hmmm." Hanya deheman yang Kyuhyun keluarkan sebagai jawaban.

Mereka berempat lalu duduk bersama di kursi panjang itu. Sambil menghadap ke arah sungai. "Soyou-ah." Panggil Sungmin.

"Ne, eonni?"

"Aku minta maaf atas kejadian semalam. Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu."

Soyou tersenyum kecil. "Gwaenchanayo eonni. Itu bukan masalah yang besar."

Baru saja Sungmin akan menjawab perkataan Soyou, tapi suara dingin Kyuhyun menginterupsinya.

"Bukan masalah besar bagaimana? Bahkan aku terpaksa harus meninggalkan pestamu lebih dulu. Hanya untuk mengantarkannya pulang."

Deg.

Hati Sungmin terasa sangat sakit. Selama dia bersahabat dengan Kyuhyun, tidak pernah lelaki itu merasa direpotkan meski pun Sungmin meminta bantuan apa pun padanya. Ini kali pertama. Dan perkataan Kyuhyun tak ayal membuat mata Sungmin memanas.

Sebenarnya bukan hanya Sungmin yang terkejut. Donghae dan Soyou pun tak kalah kagetnya.

"Oppa, apa yang kau katakan? Kau pasti tadi pagi salah makan ya? Hahaa." Soyou mencoba mencairkan suasana.

Donghae mengepalkan jemarinya erat. Sungguh, dia paling benci melihat Sungmin mengeluarkan air mata. Sudah cukup banyak rasa sesak di hati Sungmin. Dan Kyuhyun hanya memperburuk hal itu setiap harinya.

"Ah. Aku baru ingat. Eomma menyuruhku menemaninya ke rumah bibi. Sepertinya kita harus pulang sekarang, Ming." Tentu saja Donghae sedang berasalan. Dia hanya ingin menyelamatkan Sungmin dari keadaan yang buruk ini.

Sungmin mencoba menahan air matanya yang hampir meleleh. Lalu ikut berdiri bersama Donghae.

"Yah. Sayang sekali. Padahal aku berencana double date dengan eonni dan sunbae."

Donghae tersenyum. Hanya formalitas bentuk rasa sopan untuk Soyou. Sungguh, jika tidak ada Soyou di sana, mungkin dia sudah menyeret Sungmin pergi sedari tadi.

"Mungkin lain kali. Baiklah Soyou, aku dan Sungmin pamit dulu."

"Aku pulang dulu Kyu, Soyou-ah."

Soyou berdiri, memeluk Sungmin sekilas. "Hati - hati di jalan eonni, sunbae."

"Ne. Kami pulang ya. Annyeong."

"Ne annyeong."

Kyuhyun memperhatikan kedua orang yang tubuhnya mulai menjauh itu. Dia memejamkan matanya sejenak. Mengutuk dirinya sendiri karena sekali lagi membuat Sungmin menangis karenanya.

'Maafkan aku, noona.'

.

.
.

Donghae berjalan dengan merangkul pundak Sungmin. Sedangkan gadis itu, hanya menunduk dan mencoba terus menahan air matanya yang sudah memenuhi pelupuk matanya.

Sesampainya di mobil, Donghae membuka pintu belakang dan membawa Sungmin masuk di sana, bersamanya.

"Menangislah." Serunya pelan, sambil mengusap rambut Sungmin.

Seketika Sungmin mengeluarkan semua air mata yang sedari tadi ia tahan. Sungguh, Donghae tidak tahan melihat Sungmin yang seperti ini. Dia membawa gadis rapuh itu kedalam pelukan hangatnya. Mencoba memberikan sedikit ketenangan.

"Maaf." Lirih Sungmin.

"Hey, kenapa kau meminta maaf Ming?"

"Hiks. Maaf Hae. Aku sudah berjanji untuk tidak menangis lagi. Hiks. Tapi, sekarang aku melakukannya lagi. Maaf Hae."

Donghae semakin mengeratkan pelukannya. "Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat."

Donghae mengambil jeda sebentar, Sungmin menunggunya melanjutkan kalimat -sambil tetap terisak.

"Cobalah buka hatimu untuk orang lain Ming. Bukalah hatimu kepada seseorang yang dari dulu sudah memendam perasaannya padamu."

Sungmin bingung. Namun tidak ada niatan untuk menyela.

Donghae memejamkan mata, sebelum melanjutkan kalimatnya. "Berilah aku kesempatan untuk menyembuhkan luka di hatimu, Ming. Aku.. Aku menyukaimu."

.

.


TBC


.

.

.

Annyeeeeeong~~~~~^^

Maaf baru bisa update~ sedikit sibuk akhir - akhir ini hehehe

.

.

Gomawo buat readersdeul yang udah menyempatkan diri memberi review di FF ini. FF ini masih terus lanjut karena kalian. Semoga chap ini tidak mengecewakan. amin

ya, meski pun dengan berat hati di chap ini saya masih tetap menyiksa bias saya yang super imut itu. kkk, tapi tenang aja. siksaan untuk kyu sudah menanti di chap chap depan *dibunuh sparkyu* kkkkkk

.

.

POKOKNYA TERIMAKASIH YANG TAK TERHINGGA BUAT SEMUA YANG UDAH BACA, APALAGI YANG UDAH REVIEW. CHAP DEPAN DIUSAHAIN DISEBUTIN SATU2^^

.

.

See ya next chapter, guys *kisshug*

.

Regards,

pinkvirga