Complicated Love

Genre : Romance, Friendship, Hurts

Rate : T

Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Kim Ryeowook (yeoja), Yesung (namja), Shim Changmin (namja), Victoria Song (yeoja), Leeteuk (yeoja), Kangin (namja), etc.

Pairing : KyuMin, HaeMin, ChangToria, YeWook, KangTeuk, KyuYou etc.

Part : 6

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs

Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.

.


.


Dua orang itu tetap terdiam. Seperti tidak ada hal lain yang lebih menarik daripada memandang jalan yang ada di depan mereka. Terlebih lagi Donghae, jujur dia lega telah mengungkapkan perasaannya pada Sungmin. Tapi di sisi lain, dia juga merutuki kelakuannya yang gegabah. Bagaimana dia menyatakan perasaannya saat Sungmin sedang rapuh begini?

Setelah menempuh perjalanan yang seperti lama sekali bagi mereka, mobil Donghae berhenti di depan rumah Sungmin.

Mereka terdiam sejenak.

"Min." Donghae mencoba membuka suara.

"Maaf Hae, aku-

Donghae menggeleng dengan cepat. "Tidak Min. Kau tidak perlu menjawab sekarang. Aku akan menunggu. Sampai kau bisa benar - benar memutuskan. Aku tahu hatimu masih bingung."

Sungmin memejamkan matanya sebentar. "Tapi, aku tidak bisa menjajikan apa pun untukmu, Hae. Kau tahu betul, hatiku untuk siapa saat ini."

"Aku tahu. Untuk itu aku juga tahu kau butuh waktu untuk berpikir. Aku tidak terburu - buru. Aku juga tidak meminta kau menerimaku sebagai kekasihmu. Aku hanya meminta untuk diberi kesempatan. Setidaknya untuk mengurangi rasa sakit di hatimu. Itu saja sudah cukup untukku."

"Aku akan memikirkannya. Aku turun dulu Hae. Terimakasih untuk hari ini. Annyeong." Tanpa menoleh pada Donghae, Sungmin segera keluar dari mobil itu dan dengan sedikit berlari masuk ke dalam rumahnya.

Donghae hanya bisa memandangi kepergian Sungmin dengan tatapan sendu. "Ming" lirihnya.

Sungmin membanting pintu kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di kasur pink itu. Dia menenggelamkan wajahnya ke bantal. Air mata yang tadi sempat terhenti sekarang keluar lagi. "Hiks. Maafkan aku Hae."

Semua ini membuatnya semakin bingung. Sungguh dia tidak ingin memberi Donghae harapan kosong. Dia tidak mau membuat Donghae hanya sebagai pelariannya. Tapi, melihat Donghae yang memohon seperti tadi, dia juga tidak tega untuk menolaknya.

Dan sesungguhnya hal yang membuat dia paling bersedih adalah perkataan Kyuhyun tadi. Apa mungkin Kyuhyun marah padanya hanya karena dia mabuk dan mengganggu pesta Soyou?

Tapi, hal itu juga tidak bisa disebut dengan 'hanya'. Bagaimana pun pasti Kyuhyun sangat ingin menghadiri dan menemani Soyou sampai pesta kemarin malam berakhir.

Sungmin bangkit dari tengkurapnya. Merubah posisinya menjadi duduk. "Aku harus meminta maaf pada Kyunie." Lirihnya, sambil menghapus air matanya.

...

..

.

Pagi ini, Sungmin bangun satu jam lebih pagi dari biasanya. Setelah mencuci mukanya, Sungmin segera turun menuju dapur.

"Kim Ahjumma." Sapanya pada Kim Ahjumma yang sudah sibuk di dapur.

"Nona? Kenapa sudah bangun?"

"Ne. Aku ingin membuat sesuatu." Jawabnya, sambil duduk di salah satu kursi.

"Apa itu?"

"Apa Kim Ahjumma mau membantuku membuat nasi goreng? Aku ingin membuat bekal untuk temanku. Hehee"

Kim Ahjumma tersenyum kecil. "Untuk teman, atau namja chingu nona?"

"Ahjumma." Sungmin blushing. "Aku belum punya namja chingu. Ini untuk Kyunie. Kemarin aku melakukan kesalahan padanya. Jadi aku ingin meminta maaf dengan memberinya bekal." Jelasnya sambil berjalan mendekati Kim Ahjumma.

Kim Ahjumma mengangguk. "Ah, baiklah nona. Saya akan mengajari nona."

Sungmin memekik senang. "Gomawo ahjumma. Kau memang yang terbaik." Ujarnya sambil memberikan satu pelukan hangat untuk Kim Ahjumma.

...

...

Setelah menyelesaikan satu porsi nasi goreng. Sungmin segera bergegas mandi dan sarapan. Pagi itu dia berangkat bersama Kim Ahjussi. Donghae memberinya pesan bahwa pagi ini dia tidak bisa menjemput Sungmin, karena harus mengantar eommanya pergi ke kantor karena mobil eommanya sedang ada di bengkel.

Sungmin sampai di sekolah ketika bel masuk sudah hampir berbunyi. Jadi dia memutuskan untuk memberikan bekal itu saat istirahat nanti.

Setelah empat jam pelajaran, akhirnya bel istirahat berbunyi. Sungmin segera mengambil kotak bekal yang ia simpan di laci mejanya dan segera menuju meja Kyuhyun yang tepat di belakangnya.

Sungmin meletakkan kotak itu di meja Kyuhyun.

"Hmm?" Kyuhyun mengernyitkan dahinya. "Apa ini?"

Sungmin tersenyum. "Bekal untukmu. Sebagai tanda maafku karena telah menyusahkanmu malam itu, Kyunie."

Sungmin membuka tutup bekal berwarna ungu itu. Lalu menyerahkan sebuah sendok untuk Kyuhyun. "Cobalah. Kau pasti suka. Aku yang memasak sendiri. Hehe."

Kyuhyun mengambil sendok itu, membuat senyum Sungmin semakin merekah.

Tapi, beberapa detik kemudian senyum itu perlahan memudar. Karena Kyuhyun menutup kotak makan itu. Dan meletakkan sendok yang tadi ia ambil di atasnya.

"Maaf." Namja jangkung itu berdiri. "Hari ini Soyou bilang dia juga membawa bekal untukku. Jadi aku tidak bisa memakan bekalmu." Kyuhyun berbohong. "Soal malam itu, tenang saja, aku sudah memaafkanmu."

Dan seketika itu Kyuhyun pergi keluar kelas. Meninggalkan Sungmin dengan keterkejutan dan air mata yang mulai menggenangi mata cantiknya.

Kyuhyun berhenti sejenak di depan pintu. 'Maafkan aku noona, aku benar - benar harus membuatmu membenciku. Melupakan perasaan bodoh itu.' Batinnya. Lalu pergi meninggalkan kelasnya.

Donghae yang sedari tadi memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun, segera mengambil tindakan.

"Hey, bagaimana kalau kita ke taman belakang?" Serunya sambil mengambil kotak bekal dan air mineral di atas meja Kyuhyun.

Sungmin hanya bisa menurut dan mengikuti Donghae yang menggandeng tanggannya menuju taman belakang.

...

...

Sungmin memperhatikan Donghae yang sedang menyantap nasi goreng buatannya dengan lahap. Sesekali namja Oktober itu melempar senyum kepada Sungmin. Sampai tidak terasa kotak makan itu telah kosong.

"Ahh. Jinja mashitayo." Donghae meletakkan botol air mineral itu setelah menegaknya.

Sungmin memandang Donghae dan tersenyum dengan lembut. "Jeongmal?"

Donghae mengangguk pasti. "Ne. Masakanmu enak sekali Ming. Boleh jika kau memasakkannya tiap hari untukku." Godanya.

Sungmin terkikik kecil, namun tetap saja raut sedih itu tidak bisa hilang dari wajahnya. "Gomawo Donghae-ah. Kau selalu mencoba membuatku tersenyum saat aku bersedih."

Donghae membawa tangannya untuk mengelus rambut hitam Sungmin. "Tidak masalah, Ming. Aku melakukannya dengan senang hati."

Sungmin menunduk sejenak, lalu menatap Donghae dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku mau." Lirihnya.

"Ne?" Donghae masih belum mengerti dengan maksud ucapan Sungmin.

"Aku mau memberimu kesempatan, Hae."

Sungguh, ini kalimat paling indah yang pernah Donghae dengar.

Donghae menatap Sungmin intens. "Ming? Apa kau tidak bercanda? Apa kau benar - benar mau memberiku kesempatan?"

Sungmin mengangguk.

Seketika itu juga Donghae membawa Sungmin dalam pelukannya. Memeluknya dengan erat, seolah tidak ada kesempatan lain untuk melakukannya. "Gomawo, Ming. Jeongmal gomawo. Aku janji aku tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini. Gomawo."

Sungmin tersenyum dalam pelukan Donghae, mengelus punggung Donghae dengan lembut. "Ne, Donghae-ah."

Kyuhyun mematuk - matukkan kakinya ke lantai. Dia sedang menunggu Soyou daritadi -di Kantin. Namun gadis itu tidak juga muncul.

Drrt drrrt.

Segera dia mengambil ponselnya yang bergetar di saku celananya. Dia menghela nafas berat melihat isi pesan itu.

'Oppa, maaf. Sepertinya rapat dengan anggota cheers akan berlangsung lama. Kita bertemu sepulang sekola saja ne? Annyeong.'

Memutar matanya malas, Kyuhyun memilih melangkahkan kakinya ke taman belakang. Tempat itu memang menjadi tempat favoritnya jika suasana hatinya sedang tidak baik. Biasanya, Sungmin yang selalu menemaninya ke sana.

Langkah panjang Kyuhyun terhenti saat dia sudah hampir sampai di taman belakang. Kedua manik hitamnya menangkap pemandangan yang menyakiti hatinya.

Menyakiti? Ya. Entah kenapa, hatinya sakit melihat Sungmin berpelukan dengan namja lain. Dia merasa tidak terima di satu sis, tapi merasa lega di sisi lain.

Dia tersenyum miris.

'Baguslah. Sepertinya lelaki itu bisa membuatmu melupakanku. Semoga dia bisa membahagiakanmu.' Kyuhyun bermonolog dalam hati, lalu berbalik mengurungkan niatnya untuk menenangkan diri di taman itu.


******KyuMin******


Sudah berhari - hari. Sungmin semakin dekat dengan Donghae, tapi sebaliknya Kyuhyun semakin jauh darinya. Tidak ada lagi Kyuhyun yang menelponnya setiap hari, tidak ada lagi Kyuhyun yang mengiriminya pesan, tidak ada lagi Kyuhyun yang bermanja - manja padanya, tidak ada lagi Kyuhyun yang selalu menjahilinya. Yang ada hanya Kyuhyun yang selalu bersikap dingin, dan lebih senang menghabiskan waktu dengan Soyou.

Mereka masih berkomunikasi di kelas, namun tidak seintens dulu. Tidak sedekat dulu. Sungmin sangat sedih jika memikirkan hal itu, namun Donghae selalu ada untuk menghiburnya.

"Sungmin-ah."

"Ne? Wookie? Waeyo?"

"Liburan semester ini, Yesung oppa mengajakku untuk berlibur di villanya yang ada di Pulau Jeju. Dia juga menyuruhku untuk mengajak teman - temanku. Apa kau mau ikut?"

Sungmin menghentikan kegiatan meringkasnya sebentar -tugas dari Han Seongsaengnim yang tidak bisa mengajar hari ini. "Hmmm. Berapa hari?"

"3 hari. Semuanya gratis. Kau hanya perlu menyiapkan keperluan pribadimu."

Mata Sungmin berbinar mendengarnya. "Woaaah. Jinja?"

Wookie mengangguk. "Jeongmalyo."

"Kalau begitu aku mau. Kkkk"

"Yeayy. Kita akan bersenang - senang nanti. Percaya padaku."

Sungmin mengangguk, menyetujui ucapan Ryeowook.

Mereka berdua melanjutkan tugasnya, tapi beberapa saat kemudian, Ryeowook teringat akan sesuatu.

"Hey, Ming. Bagaimana kalau aku mengajak Kyuhyun juga?" Ryeowook sedikit berbisik.

"Huh? Entahlah. Aku tidak yakin kalau dia mau ikut. Sekarang dia seperti menghindari tempat dimana aku berada." Raut sedih mulai terpampang di wajah manisnya.

"Hey. Jangan begitu. Sebentar aku coba dulu ne?"

"Eum." Sungmin mengangguk kecil.

Ryeowook membalikkan badan. "Changmin, Kyu?"

"Ne?" Seru Changmin dan Kyuhyun bersamaan.

"Liburan semester ini kalian ada rencana pergi ke mana?"

"Aku sih tidak ada." Jawab Changmin.

Kyuhyun terlihat berpikir sebentar. "Aku ingin liburan ke suatu tempat dengan Soyou."

Deg!

Sungmin yang sedari tadi mencuri dengar perkataan mereka merasakan hatinya berdenyut sakit. Dia memejamkan matanya, mencoba menahan rasa sesak di hatinya.

"Nah. Bagaimana kalu kau ikut aku berlibur di Pulau Jeju?"

"Pulau Jeju? Dengan siapa?"

"Yesung oppa, Sungmin juga akan ikut."

Changmin yang mendengar Pulau Jeju langsung antusias mengiyakan. "Aku ikut."

"Nah. Changmin juga. Kau juga boleh mengajak kekasihmu Changmin-ah."

"Ah. Oke. Aku akan mengajak Victoria."

Kyuhyun terlihat berpikir lagi.

'Ada Sungmin, apa Donghae akan ikut juga?'

"Apa aku boleh mengajak Soyou?"

Ryeowook mengangguk. "Boleh saja, Kyu. Jadi bagaimana?"

"Baik aku ikut."

"Yeayy." Ryeowook memekik senang. "Baiklah. Secepatnya akan aku kabari kapan tanggal tepatnya."

"Oke."

Lalu Ryeowook kembali menghadap depan. "Dia ikut." Bisiknya pada Sungmin.

Sungmin menganggu.k "Aku mendengarnya."

"Hehee, ne Sungmin-ah. Oh iya, Kau bisa mengajak Donghae juga."

"Apa boleh?"

"Tentu saja. Semakin banyak semakin seru."

"Baiklah."

...

...

...

"Hae."

"Hmm?" Donghae menatap Sungmin sebentar lalu memfokuskan pandangannya ke depan lagi.

"Liburan semester ini, Yesung, pacar Wookie. Mengajak kita untuk liburan ke villa miliknya yang ada di Pulau Jeju. Apa kau mau ikut?"

"Wow. Benarkah? Dengan siapa saja Ming?"

"Yesung, Wookie, Changmin, Victoria, Kyuhyun, Soyou dan mungkinn teman Yesung oppa yang lain."

Donghae mengernyit. "Ada Kyuhyun dan Soyou? Kau yakin akan ikut?" Goda Donghae.

Bibir imut Sungmin mengerucut lucu. "Jika kau mau ikut, aku tidak perlu menghawatirkan hal itu bukan?"

"Jadi... Kau mengajakku hanya untuk itu? Agar bisa menemanimu jika sedang cemburu terhadap mereka berdua?"

Sungmin segera menyanggah. "Aniyo aniyo. Ishh. Kau jahat sekali berpikiran seperti itu. Aku benar - benar ingin kau ikut." Sungmin memasang wajah kesalnya.

"Hahaaa. Aku bercanda Ming. Aku akan ikut kemana pun asal bersamamu."

Sungmin mencubit lengan Donghae kecil. "Dasar gombal."

"Kkkkkk. Gombal untuk calon pacarku sendiri tak masalah kan?" Godanya lagi.

Sungmin blushing. "Ishhh. Menyebalkan."

"Hahahaa. Aku suka melihatmu merona begini." Serunya sambil mencubit pipi Sungmin pelan.

"Sudah - sudah. Lanjutkan saja mengemudi dengan baik. Aku masih sayang nyawaku."

"Ahahaa. Arraseo nona Lee yang manis." Donghae terkikik kecil.


**********KyuMin**********


.

.

.

Setelah menempuh perjalanan darat dan udara, mereka sampai di villa Yesung. Villanya sangat besar dan bagian belakangnya langsung berhadapan dengan pantai. Pemandangan di sekitarnya juga sangat indah.

"Waaaah. Oppa villamu sangat bagus." Pekik Ryeowook.

"Ne chagiya. Untuk itu aku mengajak kalian kemari. Ah, iya. Sebaiknya kalian istirahat dulu." Ujar Yesung. Mereka saat ini sedang ada di ruang tengah villa itu.

"Di sini ada 5 kamar. Jadi 1 kamar bisa diisi 2 atau 3 orang." Tambahnya.

Setelah percakapan kecil akhirnya diputuskan, Sungmin sekamar dengan Wookie dan Leeteuk -pacar teman Yesung, Kangin. Soyou sekamar dengan Victoria. Yesung dengan Kangin dan Donghae. Sedangan Kyuhyun dengan Changmin.

"Sebaiknya kalian istirahat dulu, nanti malam kita akan begadang. Kkkk."

"Hehee, ne baiklah."

Setelah itu mereka masuk ke kamar masing - masing dengan barang bawaannya. Setelah mereka semua tidur siang hingga menjelang sore, mereka mempersiapkan pesta kecil - kecilan untuk nanti malam.

"Wah. Di sini juga bisa melihat sunset." Kagum Victoria memandang langit yang berwarna orange kemerahan itu.

"Wah. Iya. Ini sangat indah." Seru Leeteuk, setuju.

Menikmati indahnya sunset dari taman belakang sejenak, mereka kembali mempersiapkan alat dan bahan. Meja dan kursi sudah di tata. Tidak lupa sebuah sebuah tikar juga digelar di hamparan pasir itu.

Jagung, goguma, sosis dan marsmallow menjadi menu utama mereka. Kayu bakar dan minyak pun sudah siap.

Menjelang malam. Mereka siap dengan kegiatan 'mari membakar jagung, goguma, sosis dan marsmallow'. Diiringi dengan candaan - candaan kecil menambah kehangatan malam itu.

Setelah semuanya sudah selesai dibakar mereka memulai acara makan bersama di meja makan yang tadi sudah di persiapkan.

Mereka duduk saling berhadapan, sesuai pasangan mereka masing - masing. Meski pun sedari tadi mereka bercengkrama, tapi di antara Kyuhyun dan Sungmin masih ada sedikit kecanggungan. Apalagi sebenarnya mereka juga cemburu melihat kedekatan satu sama lain dengan pasangannya. Kyuhyun cemburu dengan Donghae, Sungmin pun cemburu dengan Soyou.

"Jadi, Soyou ini kekasih Kyuhyun ya?" Tanya Leeteuk.

Soyou tersenyum kecil. "Hehee, ne."

"Wah. Kalian memang serasi."

"Gomawo eonni. Eonni juga sangat serasi dengan Kangin oppa." Jawab Soyou.

"Hahaa. Gomawo. Lalu, Sungmin? Kau kekasih Donghae?"

"Uhuk." Tiba - tiba Kyuhyun tersedak mendengar hal itu.

"Oppa, gwaenchana?" Tanya Soyou.

Kyuhyun mengangguk. "Gwaenchana, hanya tersedak." Ujarnya lalu menegak air minumnya.

"Aniyo eonni. Aku hanya berteman dengan Donghae." Jujur Sungmin.

"Teman yang sebentar lagi akan berubah status menjadi kekasih kah?" Goda Kangin.

Donghae tersenyum kecil. "Ya. Bisa dibilang seperti itu."

"Donghae-ya. Kau ini." Protes Sungmin.

"Hahaa, kalian ini lucu sekali. Lagipula kalian memang serasi. Langsung saja diresmikan. Kenapa menunggu lama - lama. Kkk." Victoria ikut - ikutan menggoda Donghae dan Sungmin.

"Benar apa yang dikatakan kekasihku." Changmin menimpali.

"Yak! Kenapa kalian malah menggodakku dan Donghae." Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu.

"Hahahaa." Mereka semua tertawa riang. Ah, sebenarnya tidak semua, pengecualian untuk Kyuhyun.

Setelah menyelesaikan makan malam, mereka memutuskan untuk mengisi malam ini dengan bermain game.

"Bagaimana kalau kita bermain lucky card?" Usul Kangin.

Mereka sedang duduk melingkar, bersebelahan dengan pasangan masing - masing -di atas tikar yang tadi sudah digelar.

"Lucky card? Apa itu?" Tanya Victoria.

"Begini. Permainan jadi kita ambil kartu dari as sampai- Kangin mengambil jeda untuk menghitung jumlah orang di sana. -sampai sepuluh. Lalu kartunya akan diacak dan dibagikan untuk masing - masing orang di sini. Setelah itu satu orang akan menyebutkan dua nomor untuk melakukan sesuatu. Semisal pemegang nomor lima harus memberi uang 1000won kepada pemegang kartu As, dan sebagainya. Bisa dimengerti?"

"Yaya. Sepertinya akan seru." Changmin setuju.

"Baik aku juga setuju." Ryeowook dan yang lainnya pun setuju.

"Kalau begitu kita mulai sekarang." Setelah mengambil kartu As sampai kartu nomor sepuluh, Kangin mengacak kartu itu dan membagikan satu per satu kepada yang ada di sana.

"Baik. Yang mendapat giliran pertama aku ya? Nanti dilanjutkan Leeteuk, Changmin, Victoria, Yesung, Ryeowook, Sungmin, Donghae, Soyou dan Kyuhyun, Setuju?"

"Oke." Seru mereka bersama.

Kangin mengangguk. "Baiklah, pemegang kartu nomor tiga, silahkan mencabut bulu kaki pemegang kartu nomor sepuluh."

Yesung membulatkan matanya. "Sial, aku pemegang kartu nomor sepuluh, Hyung!"

"Hahahahaa. Tidak ada protes Yesung-ie. Itu tandanya kau memang sedang tidak beruntung. Hahaaa."

"Hahaa, aku pemegang kartu nomor tiga oppa." Seru Victoria dengan tawa kepuasan.

"Baik. Yesung dan Victoria silahkan ke tengah." Seru Kangin.

"Sialan." Umpat Yesung, lalu dengan malas menuju ke tengah lingkaran.

Yesung berdiri, lalu Victoria berjongkok. Bersiap untuk mencabut bulu kaki Yesung.

Lalu..

"Aaaakh." "Huh huh." Yesung berjengkit - jengkit, mencoba mengelus kakinya yang bulunya sudah dicabut -tidak hanya satu, mungkin lima- oleh Victoria.

"Bahahahahahaa." Mereka semua tertawa terbahak melihat Yesung yang sedang menahan sakit di kakinya.

"Hahaahahaa. Baik Yesung dan Victoria silahkan kembali ke tempat."

'Sial, ini benar - benar sakit.' Yesung terus mengusap kakinya.

Sekarang giliran Leeteuk yang mengacak kartu dan membagikannya. "Hmmm. Pemegang kartu nomer lima." Leeteuk mengambil jeda memikirkan apa yang harus ia perintahkan.

'Yes, itu nomerku. Ayo beri aku perintah untuk mencabut bulu hidung siapa pun yang ada di sini.' Seru Yesung di dalam hatinya.

"Pemegang kartu nomer lima, harus memberi uang 10.000 won kepada pemegang kartu nomor tujuh."

"Mwoyyaaaaa? Aku pemegang kartu nomor lima!" Geram Yesung.

"Hahahahahaha." Mereka semua tertawa lagi.

"Sepertinya Yesung hyung memang sedang tidak beruntung. Hahaa." Seru Changmin.

"Dan, akulah nomor tujuh. Hahahaaa." Kangin mengeluarkan tawanya.

"Andwae, aku tidak mau member uang 10.000won padamu. Jangan - jangan kalian bersekongkol ya?" Protes Yesung pada Leeteuk dan Kangin.

"Yak! Kau lihat sendiri kartunya diacak. Mana bisa bersekongkol. Sekarang mana uang 10.000wonnya?" Kangin tidak mau kalah.

"Hahahaa." Yang lain hanya terbahak melihat kemalangan Yesung.

"Hahh. Baiklah. Ini!" Dengan berat hati Yesung menyerahkan selembar uang 10.000won kepada Kangin."

"Hahahaa." Mereka tertawa lagi.

Setelah Changmin mendapat giliran dan ternyata mengharuskan Ryeowook untuk menjitak Donghae sebanyak 20 kali. Dan Victoria yang berhasil membuat Leeteuk menyuapi 10 butir jagung mentah untuk Changmin. Akhirnya kini giliran Yesung yang memegang kendali.

Setelah selesai mengacak dan membagikan kartu, Yesung berpikir keras untuk membalas dendam. Kkkkkkk

"Baiklah, pemegang kartu nomor empat."

'Itu kartuku.' Batin Sungmin.

"Silahkan... Hmmm. Sebentar aku berpikir dulu." Yesung menggosokkan jempol dan jari telunjuknya di dagu.

"Yak! Palli hyung." Protes Kyuhyun tidak sabar.

"Baiklah. Nomor empat, silahkan berciuman dengan pemegang kartu nomer enam!"

"MWOO?"

.

.


...TBC...


.

.

Gimana Chap 6nya? hehehehe

Thanks buat :

Cho Kyuri Mappanyukki, AnitaDwi, mayasiwonest everlastingfriends, DIANA, adindasungmin, Rima KyuMin Elf, HachiBabyMinnie, 137Line, dming, chiikyumin, Diitactorlove, pitafull, baby ming101, poutyming137, maria8, Ayu Kamilah, fennyfenny, KyuPuyuh137, kmkyumin, mingming, choikm137, hyuknie, SPARKYUMIN-08, fieKM, Kyunie0203, chosungmin, KyuHaeMin, beMINe, Zhang Ary, joyer137, cho minyu, minimiin, chokyu, Mitcloud, desi2121, Hyugi Lee, wie137, sitara1083, kyuminnnnnn, DillaKyuMin, QQ KyuminShipper, revaelf, Lee minlia, diitactorlove, kyuqie, sholaniadinara, maria8, Kyurin Minnie, leefairy, GaemAziKyu, BoPeepBoPeep137, jouleypeetz, mingming, km137, Azalea Cloud77, eonni kyuhyuniverse, cloudYS, kwiyoming, leefairy, KimRyeonii, 1, vnovgyu, HachiBabyMinnie, Lee minlia, jouleypeetz, evilbunny, kyuti, DIANA, hyujae lee, Yhana Emng Gokill, Park Min Rin, nurichan4, Tiasicho, Fariny, fymuthia, ZaAra evilKyu, Rilianda Abelira, adilaelf, okta, 137137137, hyunyoung, Love Clouds, kyuvielf, rinrinsmfly91, thiafumings, AegyoAutis, MINNIEVIL137, eonni kim kyuna, fennyfenny, KyuMinEvilBunny,, kim ryeosa wardhani, kms, kyutmin, SSungMine, michancassie3, ayyuannisa1, myeolchikyu, herulliu, Kang eun seok, Inna137, fymuthia , haeyha, Lida, Park Ha Mi, sholaniadinara, Vhentea, minako yoshida, Cho Kyumin shipper , rianaClouds, Hana, diamond, reaRelf, dan para Guest.

yang udah nyempetin review, aku baca semua kok reviewnya. Banyak yg suka ya sama HaeMin? kkk

Yang mau KyuMin bersatu tenang dulu ya, semua kan butuh proses, hehehe

Sekali lagi makasii banyak buat yang udah review, kalian semangatku buat terus ngelanjutin FF ini^^

Gomawo~

SEE YA NEXT CHAPTER

Regards,

pinkvirga