Complicated Love

Genre : Romance, Friendship, Hurts

Rate : T

Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Kim Ryeowook (yeoja), Yesung (namja), Shim Changmin (namja), Victoria Song (yeoja), Leeteuk (yeoja), Kangin (namja), etc.

Pairing : KyuMin, HaeMin, ChangToria, YeWook, KangTeuk, KyuYou etc.

Part : 7

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs

Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.

.


.


"MWO?"

"Haaah?"

"What?"

Semua yang ada di sana terkejut dan membelalakkan mata mendengar pernyataan Yesung.

"Yesung hyung! Kau gila eoh?" Kyuhyun mulai protes.

Yesung malah membuat ekspresi datar. "Eoh? Kau pikir mencabut bulu kaki orang itu tidak gila?"

"Aisshhh. Tapi hyung! Aku pemegang kartu nomor enam."

Sungmin mematung mendengar ucapan Kyuhyun.

Sedangkan Yesung bukannya mengasihani Kyuhyun, malah tertawa lebar. "Hahahaa. Itu sih deritamu. Bukannya aku tadi juga sudah menderita?"

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. "Aishh. Kau sangat menyebalkan, hyung!"

"Sudahah, jangan banyak protes. Cepat ke tengah." Perintahnya lagi.

"Aiishhh.." Kyuhyun melangkah ke tengah dengan masih mengeluarkan protes dari mulutnya.

"Yesungi, sepertinya berciuman itu terlalu berlebihan. Kau harus memikirkan perasaan Soyou juga kan?" Bisik Ryeowook pada Yesung.

Yesung tetap tak terbantahkan. "Berlebihan bagaimana? Menurutku biasa saja chagi. Lagipula kita belum tahu siapa pemegang kartu nomor empat kan? Siapa tahu itu Soyou."

"Hahh." Wookie mendesah dan hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi kekasihnya yang keras kepala itu. "Terserah kau sajalah."

"Baiklah, siapa pemegang kartu nomor empat?"

. . . .

Hening. Tidak ada yang menjawab.

"Hey, aku bertanya. Siapa pemegang kartu nomor empat?" Ulang Yesung. Semua orang di sana -kecuali Sungmin tentunya- sejujurnya juga sangat penasaran siapa yang memegang kartu nomor empat.

Sungmin meragu, tapi sedetik kemudian dia bangkit dengan perlahan. "A..aku." serunya dengan gugup.

Kyuhyun tertegun mendengar suara Sungmin. Bahkan sekarang dia melihat Sungmin berdiri dan berjalan mendekatinya. Ya Tuhan, hatinya serasa mencelos seketika.

Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya dari Sungmin saat gadis itu sudah berdiri di sampingnya -dengan kepala yang menunduk.

Donghae dan Soyou menatap dua orang di tengah itu dengan sedikit tidak rela. Siapa juga yang rela jika kekasihnya dan orang yang disukai akan berciuman dengan orang lain?

"Waah. Yesung Hyung, sepertinya kau ganti hukuman untuk mereka, apa kau tidak kasihan pada Soyou dan Donghae? Mereka pasti akan cemburu melihat Kyuhyun dan Sungmin berciuman." Donghae dan Soyou hanya bisa tersenyum palsu mendengar pernyataan Changmin.

"Memangnya kenapa? Aku dengar Kyuhyun dan Sungmin juga sahabat dekat kan? Aku rasa tidak masalah jika mereka berciuman. Pasti Donghae dan Soyou bisa mengerti."

Tak..

"Ishh. Kau ini keras kepala sekali." Geram Ryeowook.

"Yak! Chagi, kenapa kau malah menjitakku." Yesung mengusap - usap kepalanya.

"Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala itu. Ternyata kepalamu bukan hanya besar, tapi juga keras." Sindir Ryeowook.

"Ya Yesungi, kurasa yang dikatakan Changmin benar. Berciuman itu terlalu berlebihan. Kau pasti tidak mau kan kalau Ryeowook diminta untuk berciuman dengan lelaki lain?" Kali ini Leeteuk yang berbicara.

Yesung mulai frustasi mendengar celoteh ketidaksetujuan dari teman - temannya. "Aiiishh. Arraseo arraseo. Oke, aku batalkan hukuman berciumannya, tapi diganti dengan Kyuhyun mencium kening Sungmin."

"Dan itu tidak bisa diganggu gugat lagi." Seru Yesung saat melihat yang lain akan memulai protesnya lagi.

"Haaah. Baiklah - baiklah. Terserah kau saja." Timpal Kangin.

"Baik, Kyu. Silahkan cium kening Sungmin."

Jantung Kyuhyun dan Sungmin sedari tadi berdetak tak normal. Mereka berdua bahkan tidak punya tenaga untuk memberikan protes kepada Yesung. Rasanya mereka ingin menolak, tapi di satu sisi juga tidak.

Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum berbalik menghadap Sungmin, lalu perlahan membawa kedua tangannya ke atas pundak gadis manis itu dan memutar tubuh Sungmin menghadap ke arahnya.

Donghae menatap nanar ke arah mereka berdua. Ingin sekali menarik Sungmin dari sana. Ingin sekali menggantikan posisi Kyuhyun. Tapi pada kenyataannya dia hanya bisa diam.

Kyuhyun menarik Sungmin mendekat dan mendekatkan wajahnya ke arah dahi Sungmin. Jantungnya berdebar lebih cepat dan lebih cepat lagi -begitu juga dengan Sungmin. Apalagi saat bibir tebal itu mendarat tepat di atas dahi indahnya, dia merasa seperti dimasukkan ke dalam lemari es. Tubuhnya dingin seketika dan sendi - sendinya terasa melemas.

Mereka berdua sama - sama memejamkan mata. Mencoba meresapi apa yang sebenarnya hati mereka rasakan. Sedih, gugup, tapi juga bahagia di sisi yang lain. Setelah sekitar 3 detik, Kyuhyun melepaskan ciumannya dan seketika itu juga kembali duduk di tempat semula.

Sungmin pun melakukan hal yang sama. Dia kembali mendudukkan dirinya di samping Donghae. Sungmin berusaha menetralkan debaran di hatinya. Gadis itu masih merasakan jelas jejak kehangatan dan kelembutan bibir Kyuhyun. Dia benar - benar merekam kejadian tadi dengan baik.

Kyuhyun sedikit melirik ke arah Sungmin. Entah kenapa, ada sedikit rasa menyesal kenapa Yesung tadi membatalkan hukuman untuk mereka berciuman. Sekarang dia malah menatap tepat ke bibir M milik Sungmin.

"Oppa? Gwaenchana?" Tapi suara lembut Soyou membuat dia segera membuang jauh - jauh pemikiran itu.

Kyuhyun mengangguk canggung. "Ah ne. Gwaenchana."

"Ayo lanjutkan lagi permainannya." Seru Kangin.

Lalu mereka mulai melanjutkan permainan itu, meski pun sebenarnya Donghae sudah ingin pergi dari tempat itu sekarang.

...
...
...

Lelaki tampan itu memandang lurus ke depan -menerawang lebih tepatnya, karena pandangannya sama sekali tidak fokus. Sesekali tangannya mengambil batu karang kecil yang bertebaran di pantai itu dan melemparnya ke arah hamparan air asin di depannya.

Donghae, mencoba mencari sedikit ketenangan. Mencoba memperbaiki moodnya yang sedang hancur. Setidaknya deburan ombak yang menggulung pasir berwarna putih itu dan suara angin pantai bisa membuatnya sedikit tenang. Ya, meski pun hanya sedikit.

Dia memisahkan diri dari yang lain yang sedang menonton film di ruang santai. Suasana hatinya benar - benar sangat kacau setelah kejadian tadi.

Sreet..

Donghae menatap kesamping, tepat di mana Sungmin duduk. Donghae memandangi gadis itu sebentar, lalu mengalihkan pandangannya ke depan lagi.

"Donghae-ah." Panggil Sungmin pelan seraya menatap penuh salah ke arah Donghae.

"Kenapa kau kemari? Bukannya di sana ada Kyuhyunmu?"

"Hae-ah. Mian. Jeongmal Mianhae."

"Untuk apa memina maaf? Bukannya kau melakukannya dengan senang hati? Pasti kau sangat bersyukur bukan, mendapat hukuman yang seperti itu dari Yesung hyung? Iya kan?"

Sungmin terdiam. Dia tidak bisa menyanggah ucapan Donghae. Tapi dia juga tidak bisa terus - terusan membiarkan Donghae bersikap dingin padanya. Sungguh, itu menyakitkan.

"Donghae-ah." Air bening itu mulai mengumpul di pelupuk matanya.

"Kumohon jangan seperti ini. Jangan mendiamkanku. Jangan marah padaku lagi. Hiks."

Donghae tersentak mendapati Sungmin yang mulai terisak.

"Aku benar - benar jahat mengatakan ini padamu. Tapi aku mohon, jika bukan kau yang akan menyembuhkan luka di hatiku, siapa lagi? Aku sedikit demi sedikit sudah mulai mencoba membuka hatiku untukmu, sungguh. Kumohon bertahanlah. Aku minta maaf jika aku tidak bisa cepat menggantikan posisi Kyuhyun denganmu. Tapi kumohon jangan mendiamkanku seperti ini, jangan marah lagi. Hanya kau satu - satunya yang bisa aku jadikan sandaran Donghae-ah. Hanya kau."

Donghae memalingkan tubuhnya ke arah Sungmin. Kemarahannya tiba - tiba saja menguap saat melihat pipi gadis itu sudah mulai basah.

"Ming."

"Hikss. Mianhae Hae. Jeongmal Mianhae."

Seketika itu juga Donghae segera membawa Sungmin ke dalam pelukannya.

"Ssttt. Sudah - sudah. Jangan menangis lagi, Ming." Donghae mengusap - usap punggung Sungmin dengan lembut.

. . .

.

Semenjak Sungmin meninggalkan ruangan ini, Kyuhyun sama sekali tidak bisa tenang. Dia yakin saat ini Sungmin sedang bersama Donghae. Dan entah kenapa hatinya tidak rela dengan hal itu.

"Kyu? Mau kemana?" Tanya Changmin saat Kyuhyun tiba - tiba saja berdiri.

"Ah.. Aku mau ke dapur sebentar. Tiba - tiba aku haus." Tentu saja Kyuhyun sedang berbohong.

"Ahh begitu." Jawab Changmin sambil mengangguk paham.

"Perlu aku temani, oppa?"

"Tidak chagi. Kau di sini saja." Jawabnya pada Soyou sambil tersenyum kecil.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju dapur. Ya, bagian dapur yang didesign menggunakan tembok kaca mempermudah Kyuhyun untuk melihat ke arah pantai dengan leluasa.

Kyuhyun berhenti di sana, saat matanya menangkap dua sosok yang saling berpelukan itu. Tidak bisa dipungkiri kecemburuan itu langsung memenuhi ruang hatinya. Dia tidak rela melihat Sungmin dipeluk oleh orang lain seperti ini.

. . .

Sungmin melepas pelukannya dengan Donghae lalu menatap pria itu dengan sendu. "Mianhae." Lirihnya.

Donghae tersenyum lalu mengangguk. "Ne. Maaf aku sudah membuatmu menangis Ming. Aku hanya terlalu cemburu melihat Kyuhyun menciummu."

"Ming. Aku takut aku tidak bisa meraihmu. Aku takut kau tidak bisa melihatku. Aku tidak bisa berharap apa pun pada hubungan kita yang sangat tidak pasti ini. Untuk itu, bisakah aku meminta sesuatu padamu?"

Sungmin hanya bisa diam mendengar perkataan Donghae. Tapi sedetik kemudian dia mengangguk kecil.

Donghae tersenyum. Mengangkat kedua tangannya menangkup pipi Sungmin. Membuat wajah mereka berhadapan, sangat dekat. "Ming." Lirihnya.

"Tolong ijinkan aku menjadi namja chingumu. Aku janji aku akan membahagiakanmu dan akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku mohon."

Sungmin terdiam. Dia tidak yakin akan menerima Donghae sebagai namja chingunya. Tapi dia juga tidak mau terlalu egois untuk membuat Donghae menunggu lebih lama lagi.

Meski pun tidak yakin, Sungmin mencoba meyakinkan pada diri dan hatinya sendiri bahwa Donghae bisa membahagiakannya dan bisa menggantikan tempat Kyuhyun. Akhirnya gadis manis itu mengangguk kecil. "Ne Donghae-ah. Aku mau menjadi yeoja chingumu."

Hati Donghae membuncah seketika. Perasaan bahagia ini tidak bisa digantikan oleh apa pun. Tapi dia masih berusaha bersikap tenang. Mencoba tidak bersikap berlebihan di depan Sungmin.

"Gomawo Sungmin-ah. Jeongmal Gomawo." Sungmin mengangguk sebagai jawaban.

Mereka lalu terdiam. Mencoba menyelami apa yang tersimpan di dalam mata orang di hadapannya. Perlahan Donghae membawa wajah Sungmin mendekat dengan wajahnya. Dan beberapa detik kemudian, bibir mereka bertemu.

Refleks kedua pasang mata itu tertutup. Donghae sedikit melumat bibir Sungmin dengan lembut. Sedangkan Sungmin, meski pun dengan perasaan yang masih tidak yakin mencoba membalasnya.

Kyuhyun. Laki - laki itu melihatnya. Melihat semua yang terpampang jelas di pantai itu. Kepalan tangannya mengeras dan rasa cemburu itu dengan anehnya bertambah berkali - kali lipat. Dengan mata yang berkilat menahan cemburu. Kyuhyun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


...

...
..


Hari ini begitu cerah, karena itu mereka memutuskan untuk berjalan - jalan. Sungmin dengan balutan short dress selututnya yang berwarna soft yellow terlihat begitu cantik. Membuat Kyuhyun sedari tadi mencuri pandang ke arah gadis yang selalu digandeng mesra oleh kekasih barunya itu.

"Ehem. Sepertinya pasangan baru kita ini sudah tidak malu - malu lagi untuk bermesraan." Goda Leeteuk pada Sungmin dan Donghae.

Yang digoda hanya tersenyum malu. Berbeda dengan Kyuhyun yang sedari tadi rasanya ingin memisahkan diri dari mereka.

"Yesung oppa. Kau dan Wookie lebih baik berjalan di depan. Kami kan tamu mu. Jadi kau harus menjadi tour guide untuk kami." Seru Victoria dengan ceria.

"Baiklah terserah kalian saja." Yesung menggandeng tangan Wookie dan berjalan di depan sendiri. Diikuti oleh keempat pasangan lain di belakangnya.

Setelah sekitar tiga puluh menit berjalan, mereka sampai di jajaran kios - kios yang menjual berbagai macam aksesoris, makanan dan lainnya. Di tempat ini mereka berpisah dengan sendirinya, mengunjungi kios - kios yang menarik perhatian mereka.

Sungmin sedang asik melihat beberapa aksesoris saat sepasang telapak tangan menutupi matanya. "Chagi, aku punya sesuatu untukmu." Bisik Donghae mesra di telinga Sungmin.

Perlahan Sungmin berbalik. "Apa itu?" Tanyanya dengan sebuah senyuman yang sangat indah.

Donghae mengangkat tangannya lalu menjuntaikan benda berliontin itu. "Untukmu."

Tangan Sungmin terangkat untuk menyentuh yang berbentuk bintang itu. "Hae. Ini sangat indah."

Donghae tersenyum. "Terimakasih kau sudah menyukainya. Berbaliklah, aku akan memakaikannya untukmu."

Sungmin mengangguk kecil, lalu Donghae memasangkan kalung itu.

"Bagaimana?" Tanya Sungmin setelah Donghae selesai memakaikannya dan berbalik menghadap Donghae lagi.

"Sempurna. Kau terlihat makin cantik, sayang." Puji Donghae lalu mendaratkan satu kecupan kecil di pipi Sungmin. Membuat pipi chubby itu bersemu merah.

Kyuhyun yang memang sedari tadi selalu mencuri pandang ke arah pasangan itu mengumpat dalam hatinya. "Sialan! Aku harus memberikan sesuatu untuk Sungmin noona juga."


...


Kyuhyun melirik ke arah jam di dinding. Sudah pukul tiga dini hari. Tapi lelaki itu belum juga bisa memejamkan matanya. Entahlah, mungkin malam ini insomnia sedang ingin membuatnya tidak tidur. Dengan malas Kyuhyun mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur, lalu memutuskan untuk mencari udara segar di luar.

'Daripada tidak ada yang dilakukan' batinnya.

Kyuhyun melangkah menuju dapur yang pintunya terhubung langsung dengan taman belakang. Saat dia sampai di sana dia melihat ada sosok seorang gadis yang sedang duduk di ayunan yang ada di taman belakang itu -dari pintu kaca yg tirainya sedikit tersingkap.

'Noona.' Batinnya.

Baru saja Kyuhyun akan membuka pintu geser itu, namun dia teringat akan sesuatu yang membuat dia kembali ke kamarnya. Untuk mengambil sebuah selimut dan satu kotak kecil dari dalam laci nakas. Setelah itu dia bergegas untuk kembali ke taman belakang.

Sreeet..

"Eh?" Mata Sungmin sedikit membelalak melihat orang yang tiba - tiba menyelimuti tubuhnya itu sekarang tengah duduk di sampingnya.

"K-kyu?"

Kyuhyun tersenyum. Sungguh, sungmin merindukan senyum ini. Senyum yang bahkan mampu menghangatkan hatinya. "Kenapa tidak memakai jaket? Di sini sangat dingin. Noona bisa membeku."

"Ah. Itu. Aku memang suka hawa dingin Kyu." Jawab Sungmin seadanya. "Kenapa kau bangun sepagi ini?" Lanjut Sungmin sambil mengeratkan selimut yang Kyuhyun pasang di tubuhnya itu.

"Belum tidur lebih tepatnya."

"Hah? Kenapa kau tidak tidur Kyu?"

Kyuhyun menyandarkan punggungnya di sandaran ayunan kayu itu. "Entah. Insomnia, mungkin."

Kyuhyun mengalihkan pandangan lurus kedepannya kepada wajah cantik di sampingnya. "Noona sendiri?"

Seketika Sungmin langsung gugup. Entahlah. Rasanya aneh. Setelah Kyuhyun mendiamkannya cukup lama, kini namja februari itu kembali mengakrabkan diri dengannya. "Aku terbangun Kyu. Sudah kucoba untuk tidur lagi tapi tidak bisa."

"Hmm. Jadi begitu."

Hening sebentar.

"Noona?" Kyuhyun mengeluarkan suaranya sekali lagi.

"N-ne?"

"Selamat." Lirihnya.

"Ne? Untuk?"

"Resminya hubunganmu dengan Donghae."

"Ah." Sungmin mengangguk kecil. "Gomawo Kyunie."

Bukannya menjawab Kyuhyun malah turun dari ayunan itu lalu tiba - tiba berjongkok.

"K-kyu? Apa yang.." Sungmin tidak meneruskan pertanyaannya saat melihat Kyuhyun mengeluarkan sebuah benda dari dalam sakunya. Sebuah kotak.

Setelah membuka kota itu. Kyuhyun segera mengambil isinya dan memakaikan benda itu di pergelangan kaki Sungmin.

Sungmin terdiam. Hanya bisa memandangi kepala Kyuhyun yang menunduk karena memasangkan gelang kaki itu. Gelang kaki yang tadi dibelinya di salah satu kios aksesoris. Gelang yang indah, terbuat dari karang yang diukir sedemikian rupa membentuk rangkaian bunga - bunga kecil yang melingkar sempurna di pergelangan kaki Sungmin.

"Kyu?" Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan bertanya saat namja tampan itu sudah kembali duduk di sampingnya.

"Aku membelinya tadi siang. Sangat pas bukan di kakimu?"

Sungmin mengangguk tak sadar.

"Gelang itu sebagai permintaan maafku." Lanjutnya lagi.

"Hm?"

"Ne. Maaf telah mediamkanmu. Maaf telah berubah menjadi Kyuhyun yang tidak kau kenal. Maaf."

Hati Sungmin berdesir mendengarnya. Gadis bergigi kelinci itu memandang lekat tepat di wajah Kyuhyun dan tiba - tiba matanya menghangat. Air bening itu sedikit demi sedikit mengumpul di pelupuk matanya.

"K-kyu." Lirihnya. Kyuhyun yang tadinya sedikit menunduk segera memalingkan wajahnya untuk menatap Sungmin.

"Ming." Tangan itu segera terangkat ke atas. Menghapus air mata Sungmin yang mulai menetes.

"Ming. Aku mohon jangan menangis. Aku tidak mau kau menangis karena aku. Jangan menangis Ming." Kedua telapak tangan Kyuhyun menyentuh pipi Sungmin dengan lembut.

"Ssshh. Jangan menangis lagi."

"Hiks. Aku.. Menangis bahagia Kyu. Hiks."

Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Menempelkan bibirnya di mata Sungmin hingga kelopaknya menutup. Mengecup dengan lembut kedua mata indah itu. Lalu membawa Sungmin dalam pelukannya.

"Jangan menangis lagi." Lirihnya.

Sungmin balas memeluk Kyuhyun dengan erat, sangat erat. Menyalurkan kerinduan yang menyesakkan hatinya. Membuat rasa sesak itu perlahan menguap digantikan dengan rasa bagahia yang melegakan.

"Saranghae noona. Jeongmal saranghae."

DEG!

.


TBC


.

Mian, mian, mian~~~~ maaf baru bisa update sekarang T,T

Dan makasi yang tak terhingga buat yang masih nungguin FF ini. Apalagi yang selalu nyempetin buat review. Kalian bener - bener readers yang baik hati mau meluangkan waktu buat ninggalin review^^

Thanks a bunch for :

Cho Kyuri Mappanyukki, AnitaDwi, mayasiwonest everlastingfriends, DIANA, adindasungmin, Rima KyuMin Elf, HachiBabyMinnie, 137Line, dming, chiikyumin, Diitactorlove, pitafull, baby ming101, poutyming137, maria8, Ayu Kamilah, fennyfenny, KyuPuyuh137, kmkyumin, mingming, choikm137, hyuknie, SPARKYUMIN-08, fieKM, Kyunie0203, chosungmin, KyuHaeMin, beMINe, Zhang Ary, joyer137, cho minyu, minimiin, chokyu, Mitcloud, desi2121, Hyugi Lee, wie137, sitara1083, kyuminnnnnn, DillaKyuMin, QQ KyuminShipper, revaelf, Lee minlia, diitactorlove, kyuqie, sholaniadinara, maria8, Kyurin Minnie, leefairy, GaemAziKyu, BoPeepBoPeep137, jouleypeetz, mingming, km137, Azalea Cloud77, eonni kyuhyuniverse, cloudYS, kwiyoming, leefairy, KimRyeonii, 1, vnovgyu, HachiBabyMinnie, Lee minlia, jouleypeetz, evilbunny, kyuti, DIANA, hyujae lee, Yhana Emng Gokill, Park Min Rin, nurichan4, Tiasicho, Fariny, fymuthia, ZaAra evilKyu, Rilianda Abelira, adilaelf, okta, 137137137, hyunyoung, Love Clouds, kyuvielf, rinrinsmfly91, thiafumings, AegyoAutis, MINNIEVIL137, eonni kim kyuna, fennyfenny, KyuMinEvilBunny,, kim ryeosa wardhani, kms, kyutmin, SSungMine, michancassie3, ayyuannisa1, myeolchikyu, herulliu, Kang eun seok, Inna137, fymuthia , haeyha, Lida, Park Ha Mi, sholaniadinara, Vhentea, minako yoshida, Cho Kyumin shipper , rianaClouds, Hana, diamond, reaRelf, Cho meiwa, rinrinsmfly9, clarakyumin , tarry24792, nova137, sholaniadinara, harinlCHO, Kang Eun Seok, fymuthia, jouleypeetz, nonkyu, lia, ChoHuiChan, kyuminbutts, trioktaviani3, adilaelf, Tiasicho, diamond, tripler lee, Intan Ayu Lestary, Dongrim88, tweetyairy, oktobasariheti, zaAra eviLKyu, Inna137, fuji, itachan dan para Guest.

.

.

Maaf jika ada yang belum kesebut

..

Tetep review ne?^^

..

.Big Love and Warm Hug.

Regards,

pinkvirga