One Year With You

Pairing: SasukeXino
Gendre: Romance/angst

Disclaimner: Masashi Kishimoto

Warning: Eyd gak beraturan, cerita gak jelas, alur berantakan,feel gak terasa dll

Summary: Sekarang Ino benar pergi meninggalkannya...

SELAMAT MEMBACA! :D

Piiippp...

Sasuke kaget, pria itu langsung menatap horor mesin segi empat yang kini secara perlahan mulai menunjukkan garis-garis lurus.

Tidak, ini pasti candaan. Dia pasti bermimpi, kan?

Brukk...

Kursi yang tadi menjadi tempatnya duduknya kini terjatuh, Sasuke berdiri dari duduknya dan secara perlahan mendekati kekasihnya yang masih tidur dengan begitu nyenyak. Tidak, jangan bilang kalau...

Tangan itu bergetar saat ia mulai menyentuh wajah Ino yang benar-benar terlihat pucat.

"Oi,hei... I-Ino?" Sasuke mendekatkan wajahnya pada wajah cantik sang kekasih, menyentuhkan kedua kening mereka dengan kedua tangannya yang masih tetap berada dikedua pipi gadis itu.

Glek... Sasuke menelan ludah. Tidak, ini tidak benar.
Mesin segi empat sialan itu pasti salah... mesinnya pasti error.

Piiipppp...

Tes...

Tes...

Tes...

Air mata itu berjatuhan tanpa bisa dikendalikan. Nafas Sasuke terdengar tidak beraturan, Gawat... Dia benar-benar tidak bisa menarik udara untuk masuk kedalam alat pernafasannya.

Piiipppp...

Garis terakhir muncul, kini semuanya berubah menjadi garis lurus.

"Hiksss... jangan bercanda denganku Ino, jangan bercandaaa!" Teriakannya menggema. Apa yang dokter perkirakan benar, waktu Ino benar-benar sudah habis. Percuma saja jika saat ini dia meminta dokter untuk menolong kekasihnya, percuma... Ino benar-benar sudah pergi meninggalkannya.

"Bangunnn... oi!" Sasuke mengangkat tubuh kurus kekasih tercintanya dan memeluknnya dengan begitu erat. Sasuke memeluk tubuh dingin kekasihnya, menyembunyikan wajahnya dibalik perpotongan leher gadis itu, dibalik helaian rambut pirang panjang yang kini sudah tidak seindah dulu.

"Hiks... jangan pergi." Sasuke kehilangan sifat cool yang selama ini diperlihatkannya pada muka umum.

"Jangan pergi," Dia terus-terusan mengulang kalimat itu, berharap keajaiban akan datang dan gadis tercintanya akan memuka mata dan kembali hidup.

"Ino..." Suara Sasuke terdengar begitu menyedihkan. Tapi orang yang dipanggil sama sekali tidak bereaksi. Ino, benar-benar sudah pergi meninggalkannya.
"INO!" Dan teriakan menyedihkan itupun kembali menggema keseluruh penjuru rumah sakit.

Satu sosok gadis cantik tanpa raga tersebut berdiri dibelakang kumpulan orang-orang berpakaian putih yang kini berada di kamar tempat dia selama ini dirawat. Sosok itu berdiri di pojok kamar, menatap kosong raganya yang kini benar-benar terlihat kaku.

Saat melihat seorang doker menunjukkan wajah sedih dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya, Gadis itu tersenyum dan kemudian menunduk pelan, sekarang harapannya benar-benar sudah musnah.

"Aku benar-benar sudah meninggal..." gumamnya pelan. Air matanya berjatuhan, dan dia menangis dalam diam.

"Hiks... Ino." Disampingnya seorang pria duduk, menyembunyikan wajahnya dibalik kedua lututnya. Tubuhnya terlihat bergetar dan Ino hanya bisa menatap tanpa bisa menyentuhnya.

Apa dia harus meninggalkan Sasuke? Tidak... dia tidak mau, dia tidak mau melihat Sasuke yang seperti ini. Sasuke yang sekarang benar-benar bukan seorang Sasuke yang dikenalnya, Bukan...

GUI GUI M.I.T

Proses pemakaman sudah selesai, semua orang-orang yang hadir dalam acara tersebut sudah pergi meninggalkan tempat pemakaman, sekarang hanya tinggal dirinya. Sasuke yang berdiri didepan batu nisan, tempat dimana gadisnya beristirahat untuk selama-lamanya.

Sudah tidak ada lagi air mata yang berjatuhan, Sasuke benar-benar sudah lelah, dia tidak mampu lagi untuk menangisi kepergian kekasihnya. Kini yang dilakukannya hanya berdiri terpaku, pikirannya benar-benar kosong.

"Sasuke-kun..." Roh tanpa raga itu menatap Sasuke, memandang pria itu dengan sedih. Ia hanya bisa berdiri disamping Sasuke tanpa bisa menenangkan pria itu.

"Jangan seperti ini, aku mohon..." Roh itu berbicara, tapi Sasuke sama sekali tidak bisa mendengarnya.

Krekk...

Saat mendengar ada suara orang melangkah mendekati tempat peristirahatannya, sosok itu langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang baru datang untuk melihatnya.

"Hinata..." gumam sosok itu pelan.

Hinata, gadis cantik berambut panjang tersebut tersenyum lembut dan secara perlahan kembali melangkahkan kakinya untuk mendekati makam yang ingin didatanginya.

Gadis itu meletakkan setangkai bunga anggrek diatas makam Ino kemudian mundur dan berdiri disamping kiri Sasuke yang sama sekali tidak merespon kedatangannya, meski pria itu menyadari kehadirannya.

Saat melihat gadis itu memanjatkan doa untuknya, Ino yang berdiri disamping kanan Sasuke tersenyum lembut dan langsung mengucapkan terima kasih.

Selesai berdoa, gadis itu menoleh kesamping. Menatap sosok Sasuke yang kini benar-benar terlihat kosong, gadis itu menyentuh pundak Sasuke pelan, berharap pria itu akan menoleh padanya.

"Sasuke-kun," panggilnya lembut. Sasuke menoleh padanya tanpa sedikitpun memberikan sebuah senyuman.

"Jangan seperti ini terus, I-Ino-san... dia pasti akan s-sedih jika m-melihatmu yang seperti i-ini," kata Hinata. Tapi, Sasuke sekali tidak meresponnya.

Hahh...

Gadis itu menghela nafas pelan dan kemudian mengambil sesuatu didalam tasnya. Sebuah buku tebal yang kemarin tertinggal dirumah sakit.

"Neji-niisan menitipkan buku ini p-padaku, dia bilang b-buku ini tertinggal di rumah sakit." kata Hinata lembut.

"Ee?" Sasuke akhirnya mengeluarkan suara. Pria itu mengambil buku yang diberikan Hinata dan menatapnya dalam, Ini adalah buku yang ditinggalkan Ino untuknya.

"Sudah hampir malam, kita pulang yuk? K-kau bisa melanjutkan membacanya di rumah." Hinata memujuk Sasuke agar mau mengikutinya. Pria yang masih terlihat benar-benar terpukul tersebut hanya diam dan mengikuti langkah Hinata yang mulai menarik tangannya dan berjalan meninggalkan makam kekasihnya.

Ino tinggal dibelakang, Gadis itu tersenyum lembut menatap Sasuke dan Hinata yang kini semakin menjauhinya.

"Sasuke-kun, kau harus bisa menerima kepergianku." Katanya sebelum menghilang bersamaan dengan tenggelamnya sinar matahari yang kini kembali keperaduannya.

GUI GUI M.I.T

Ingatan yang kemarin sempat terputus kini kembali bermain dipikiran Sasuke, pria itu duduk sendirian dikamar yang lampunya sengaja dimatikan. Ia itu duduk di jendela, ditangannya ada sebuah buku tebal peninggalan dari Ino. Pria itu menatap indahnya bulan sambil mengingat kembali kenangan dulu kekasihnya masih hidup dan selalu ada disampingnya.

Srettt...

"Sasuke-kunnn.. kyaaa!"

Sasuke tahu, saat ini gadis menyebalkan itu sedang menatapnya tanpa berkedip.

"Heh!" Sesaat setelah memasukkan bola pada ring basket, pria tersenyum sinis dan kemudian menatap para penggemarnya yang saat ini sedang berteriak kesetanan sambil menyebut namanya.

"Kyaaa!" Saat dengan sengaja Sasuke mengedipkan sebelah matanya, para fansnya tersebut pun langsung kembali mengeluarkan suara teriakan mereka.

'Sekarang kau pasti menyadari siapa sebenarnya diriku,heh!' Sasuke membatin sambil melirik seorang gadis yang kini masih menatapnya tanpa berkedip.

"Sugoi..." Sasuke bisa mendengar gadis itu memujinya. Hm... sekarang Sasuke yakin seratus persen, gadis itu benar-benar sudah tergoda padanya.

"Oi Sasuke, kita istirahat sebentar ya?" Saat Naruto menyentuh pundaknya dan menyuruhnya untuk istirahat, Sasuke hanya mengangguk pelan dan langsung mendekati gadis manis dipinggir lapangan yang kini masih menatapnya.

"Hm..." Sasuke bisa melihat gadis itu tersenyum lebar saat melihat dirinya mendekat.

"Heh... kau sama saja dengan gadis lainnya," gumam Sasuke. Tapi meskipun Sasuke menganggap gadis itu sama dengan gadis lainnya, tetap saja Sasuke tertarik untuk mengenal gadis itu lebih dalam.

"Dari tadi kau melihatku terus, apa maumu?" tanya Sasuke saat dirinya sudah berada tepat didepan Ino.

Gadis berambut pirang yang masih memakai pakaian seragam sekolah tersenyum masih menatapnya dengan tatapan memuja.

"Oi!" Sasuke meletakkan tangannya pada kepala Ino yang mendongak menatapnya.
"Aku sedang berbicara padamu!" Lanjutnya sambil mengacak pelan rambut panjang Ino, sungguh... rambut pirang panjang gadis itu benar-benar menarik perhatiannya.

"Kyaaa!" Sasuke sama sekali tidak peduli dengan fansnya yang kini berteriak iri.

Ya... bagaimana mereka tidak iri, ini adalah pertama kalinya Sang pangeran bertingkah seperti itu pada seorang gadis biasa.

Saat menyadari ada seseorang menyentuh dan mengacak kepalanya, mata Ino langsung melebar dan senyumnya langsung terukir indah.

"Hei! Bisa kau ajari aku main basket?" tanya gadis itu langsung. Sasuke hanya bisa melongo sweatdrop dan langsung menjauhkan tangannya dari kepala ini.

"Ehmmm..." Pria itu pura-pura batuk agar dirinya tidak terlihat salah tingkah.

"Kenapa kau ingin aku mengajarimu?" tanya Sasuke dingin. Sungguh Sasuke tidak tahu kenapa, tapi saat berada didekat gadis itu, dirinya benar-benar merasa berbeda.

"Hehehe... gayamu saat memasukkan bola tadi benar-benar keren, aku ingin belajar juga.. ajari aku ya?" Ino terlihat begitu bersemangat. Gadis itu menatap Sasuke dengan puppy eyesnya, sangat berharap pria itu mau mengajarinya.

"Apa untungnya bagiku? Apa yang akan kau berikan padaku jika aku mau mengajarimu." kata-kata Sasuke terdengar begitu dingin ditelinga Ino, tapi gadis itu tidak peduli. Dia benar-benar ingin belajar main basket.

"Jika kau mengajariku, Aku akan menjadi temanmu! Hm... bagaimana?"

"Ugh..." Sasuke langsung menutup mulutnya saat mendengar jawaban dari Ino. Sungguh, gadis itu benar-benar sangat aneh. Saat itu juga Sasuke benar-benar ingin tertawa, oh... seandainya saja dia tidak sadar bahwa kini dia sedang diperhatikan oleh para fans fanatiknya, mungkin dia akan lebih memilih untuk langsung ketawa.

"Tawaran macam apa itu?" tanya Sasuke tetap berusaha untuk menunjukkan imej pangeran yang melekat pada dirinya.

"Jadi kau tidak mau?" Ino menundukkan kepalanya, gadis itu terlihat kecewa dan sedih. Demi apa, Sasuke tidakmenyukai reaksinya yang seperti itu.

Saat melihat gadis itu tersenyum memaklumi, saat melihat gadis itu menunduk lemah...

"Kalau begitu aku permisi, maaf sudah mengganggumu!"
Saat melihat gadis itu secara perlahan mundur dan menjauhinya. Ada rasa aneh yang bergejolak, Sasuke tidak menyukai keadaan yang seperti ini.

Srettt...

Gerakan tangannya lebih cepat dari akal pikirannya. Tanpa Sasuke sadari, Ia sudah memegang tangan kanan Ino, menahan gadis itu agar tidak pergi menjauhinya.

"Ee?" Dia bisa melihat gadis itu begitu terkejut dengan apa yang dilakukannya.

"Aku akan mengajarimu!" Sasuke langsung menarik tangan Ino dan mengajaknya untuk pergi ketengah lapangan. Sasuke tau... saat ini dia akan terlihat bodoh dipandangan para fansnya. Bagaimana tidak?Dia terlihat seperti pria yang sangat gampang dirayu. Tapi dia tidak peduli, sama sekali tidak peduli.

"Hmmm..." Saat mendengar suara tawa gadis itu, sesuatu yang hangat mengisi dadanya. Dia suka perasaan yang seperti ini.

Entah dari mana perasaan tenang itu muncul. Hanya dengan membaca diary yang Ino tinggalkan untuknya dan mengingat kembali kenangan mereka, Sasuke bisa melupakan sejenak kesedihan yang dirasakannya. Saat ini, entah bagaimana ... Sasuke merasa kekasihnya tersebut sedang berdiri disampingnya, sama-sama menatap bulan dengannya.

Roh yang masih tidak bisa pergi meninggalkan dunia tersebut berdiri disamping Sasuke. Gadis itu tersenyum lembut, ia menatap wajah Sasuke sejenak dan kemudian ikut menatap indahnya sinar bulan purnama.

'Aku senang bisa membuatmu tersenyum saat membaca diaryku. Hm...'

Sasuke menoleh kesamping kiri, entah kenapa... dia seperti mendengar suara tawa Ino.

"Aku mungkin terlalu banyak berfikir," gumam pria itu saat menyadari bahwa saat ini dia hanya sendirian.

Sasuke kembali menundukkan kepalanya dan melanjutkan bacaannya.

29 oktober 2012

Diary... tadi pagi aku ingin mencoba dekat dengannya, aku ingin mengenalnya lebih dalam dan ingin akrab dengannya. Tapi sepertinya Sasuke-kun tidak mau, dia seakan-akan membenciku dan terganggu dengan kehadiranku.

Padahal aku benar-benar ingin berada terus disampingnya. Apa sifatku keterlaluan ya?

Tapi aku kan sudah janji padanya, jika dia mau mengajariku aku akan menjadi temannya. Terus... kenapa sekarang dia menghindar. Kalau dia tidak mau berteman denganku, kenapa kemarin dia mau mengajariku coba? Jika kemarin dia membiarkan aku pergi, aku pasti tidak akan mengejarnya, aku pasti tidak akan jatuh cinta padanya.

Diary... Sasuke-kun benar-benar menyebalkan. Tapi aku tidak akan mengalah! Lihat saja nanti, Sasuke akan menjadi temanku, kami akan berteman akrab dan.. hehehehehe dia mungkin akan jatuh cinta padaku. Awww... diary! Aku benar-benar jatuh cinta padanya.

Sasuke menatap buku dibawahnya dengan lembut, hatinya begitu senang saat membaca tulisan Ino yang mengatakan bahwa gadis itu benar-benar sudah jatuh cinta padanya. Sasuke tersenyum lembut.

"Hm... sepertinya waktu itu aku benar-benar menyebalkan. Tapi,aku senang kau tidak putus asa mengejarku."

Blush...

Saat mendengar kata-kata Sasuke, sosok gadis yang tidak terlihat tersebut langsung menunduk malu. Wajahnya memerah dan ia tidak berhenti tersenyum.

'Bukan Ino namanya jika ia terlalu cepat menyerah.'

"Maaf, waktu itu sifatku benar-benar keterlaluan." Sasuke kembali menatap Sang bulan...

"Menyingkir dariku sekarang juga!"

Tbc...

Gomen ne.. gui gui benar-benar telat melanjukan fic ini. Gui gui benar-benar minta maaf..
terima kasih udah membaca fic ini,maaf kalau mengecewakan, feelnya juga gak terasa deh... akhir-akhir ini, mood nulis angst gui gui tiba-tiba menghilang e...
yosh... balas review dulu ah. :D
yamanaka chuii uchiha : terima kasih udah review... :D iya Ino udah sekarat dan sekarang udah meninggal. Hehehehehehe

NarutoisVIP: Terima kasih... hehehehe aduh, guigui gak tau e apa fic ini bakal bagus atau malah mengecewakan. Awww... gui gui teriak pas baca komentar dari dirimu. *guling-gulingsendiri* makasihhhhh! :3 yosh, ini udah dilanjutkan. Hehehehehe

jenny eun-chan : iya, dia lagi sakit. dan gomen... dia sekarang udah ... aww! Senangnya disini Sasuke dibilang lucu. Makasih udah review ya? :D

kikurocchi: Uhukkk... B-bukan kok, ini bukan kisah pribadi nee kok... *ngais-ngais aspal* Ino Sakit apa ya? liat nanti deh ya? gomeeennn... disini Ino udah meninggal. Hiks.. makasih udah review! :3

Rainhard Geo: Makasih udah review. :D cup cup cup... Ren gak usah nangis ya? hehehehe reviewnya gak gaje kok,baca review dari Ren bikin gui gui senyum-senyum sendiri e... gui gui sampe gak tau mau balas apa. Hehehehe tapi, makasih ya...

LaChoco Latte: Awww... gui gui benar-benar senang, kisah mereka dibilang lucu. :3 makasihhhh! :D engak,Ino gak bakal sadar, dia udah meninggal sekarang. :3

Inoo : Makasihh... semoga chapter duanya gak mengecewakan. *sembunyi bawah bantal*
VeeA: *langsungpucet* i-Iya... saya usahakan bakal bertanggung jawab dan gak akan nelantarin fic ini. :D Makasih udah reviewww...

Yosh... pokoknya minna makasih udah baca fic ini! Untuk para silent reader *jikaada* yang enggak ninggalin jejak, gui gui ucapin makasih juga ya... :D mind to RnR again?

Sampai ketemu di chapter selanjutnya, *ikatSasuIno* :3