Catching Feelings

(Chap. 2He's Glowing)

.

.

Judul : Catching Feelings (Chap. 2 He's Glowing)

Author : Sam

Genre : Yaoi, Romance, Brothership.

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Luhan (EXO Members)

Pairing : ChanBaek, HunHan, HanYeol, BaekHun.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

-START-

.

.

.

.

-Flashback-

.

"Hyung! Bagaimana kalau kita kesana?"

"Kemana? Jangan katakan..."

"Benar, wah kau tau isi hatiku hyung, telepati kita memang hebat hahaha"

"Ah tidak.. tidak jangan kesana aku tidak mau"

"Ah hyung itu kan hanya bangunan tua. Apa kau takut dengan hantu hyung? Ihihihihi!"

"Bodoh! Bukan hantu, maksudku bangunan itu kan sudah tua, banyak orang bilang bangunan itu sudah reyot. Bagaimana nanti kalau runtuh?"

"Ah tidak hyung percaya padaku, aku sering kesana bersama teman-temanku dan tidak terjadi apa-apa. Disana menyenangkan hyung. Kita bisa berlatih menyanyi disana, tak akan ada yang mengganggu"

"Kenapa berlatih menyanyi harus ditempat seperti itu sih! Kau ada-ada saja!"

"Ah sudahlah, kajja!"

.

.

"Bagaimana? Menyenangkan kan?

"Eumm lumayan"

"Baekhuyunnie apa kau-.. eh? Baekhyunnie kau dimana? Jangan bercanda! Apa kau mau menakutiku? Kau bilang mau bernyanyi, jangan bersembunyi!"

"Dorrrrr!"

"Akkkh!"

"Kekekeke"

"Kau! Aku bilang jangan bercanda, huh! Aku pulang saja!"

"Ani! Hyung jangan bergitu, mian hyung"

"Ani, aku mau pulang!"

"Hyunggg~"

Grek grek grek

BRAKKKK

"Akhhhhh!"

.

-Flashback End-

.

.

-Author Pov-

.

Baekhyun mengingatnya lagi, mengingat sebagian kecil memori itu, meski sebenarnya dia ingin melupakannya tapi sangat sulit. Karena dia berfikir dialah penyebab itu semua.

Baekhyun menggeleng-gelenggkan kepalanya mencoba membuyarkan ingatan itu, dia tidak mau jika nanti hyungnya menyadarinya. Dia harus segera bersikap normal, lagipula ini masih disekolah, jangan sampai pikirannya membuyarkan konsentrasinya nanti saat pelajaran.

Sepanjang perjalanan menuju kelasnya, Baekhyun masih menggelengkan kepala sesekali memukulnya pelan tanpa memperhatikan jalan, sampai pada akhirnya...

BRUK

Diapun menabrak seseorang didepannya, meski pelan tapi tetap saja itu keteledorannya. Sesegera dia minta maaf pada orang yang ditabraknya.

"Ah, mian. Kesalahanku karena tidak melihatmu" kata Baekhyun sambil membungkukkan badannya tanda ia menyesal.

"Ah, ne gwaenchana"

"Eummm Luhan?" tanya orang dihadapannya.

"Luhan?" Baekhyun mengulangi nama yang sempat diucapkan orang didepannya. Dia tau pasti orang itu salah mengiranga bahwa dirinya adalah Luhan. Dan Baekhyun segera mendongakkan kepalanya. Dan...

"Kau?" Benar, orang itu sepertinya memang salah mengira, karena yang ada didepannya adalah orang itu, Park Chanyeol yang sudah sangat jelas selalu nama Luhan yang disebut.

"Ya! Kau lagi, apa kau tidak bisa membedakan orang hah?" ucap Baekhyun sedikit berteriak saat tau siapa orang dihadapannya itu.

"Kenapa kau selalu salah menebak orang? Apa kau bodoh? Apa matamu bermasalah?"

"Ck, ternyata kau! Dan kenapa kau marah? Kau seharusnya minta maaf" sedang Chanyeolpun terkejut dengan karena teriakan Baekhyun dan terkejut pula karena dia salah mengira lagi.

"Apa kau tuli? Aku sudah minta maaf tadi, kau juga bilang tidak apa-apa! Jadi tidak masalah aku marah sekarang, ini sudah masalah lain"

"Kenapa kau mengataiku? Apa salahku? Hanya salah menyebut nama saja"

"Tentu saja salah, kau pikir nama itu hanya hiasan hah? Kalau begitu bagaimana kalau aku memanggilmu Chanbyeol, eggyeol atau malah tiang listrik saja sekalian!"

"Kau! Ck! Kasar sekali! Sepertinya mataku memang bermasalah, bagaimana aku bisa salah membedakan orang. Kau memang jelas sekali berbeda dengan Luhan. Sifatmu dan juga..."

"Wajahmu! Kau... ah lupakan"

Chanyeol langsung meninggalkan Baekhyun, dan Baekhyunpun menatap tajam kepergiannya.

'Kau mau bilang apa? Wajahku memang kenapa? Aku jelek iya kan? Mataku ini memang... memang cacat' batin Baekhyun sedikit kesal.

Bukan kesal karena Chanyeol mengatainya, tapi kesal karena Chanyeol selalu saja salah mengira dirinya Luhan. Wajar memang jika seseorang salah mengira mereka karena mereka kembar, tapi entah kenapa jika itu Chanyeol, Baekhyun merasa kesal.

.

.

.

SKIP TIME

.

.

Baekhyun dan Luhan berjalan beriringan menuju rumah mereka karena memang sekolah telah usai. Baekhyun terlihat masih kesal dengan kejadian tadi siang, dia mempoutkan bibirnya dari tadi, dan itu membuat Luhan yang melihatnya heran serta terkekeh, karena menurutnya sikap kembarannya itu lucu sekali. Baekhyun memang mempunyai sifat kekanakan sedangkan Luhan sedikit dewasa.

"Ya, Baekhyun-ah kenapa bibirmu manyun terus sih? Apa ada yang membuatmu sekesal ini? Siapa dia?" tanya Luhan penasaran yang melihat wajah Baekhyun yang ditekuk kesal.

"Dari mana hyung tau, kalau yang membuatku kesal adalah 'seseorang'?" tanya Baekhyun balik, karena sepertinya Luhan tau objek yang membuat Baekhyun kesal.

"Tentu saja, kau pikir aku ini siapa? Jadi lebih baik katakan siapa dia?"

"Ck, dia! Aish! Park Chanyeol" ucap Baekhyun tambah kesal mengingat nama itu.

"Nugu? Park Chanyeol? Maksudmu..."

"Ne"

"Memangnya kenapa? Dia melakukan apa padamu?" Luhan mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun, Luhan terlihat sangat penasaran, apa yang dilakukan seorang Park Chanyeol hingga membuat Baekhyun bad mood sedari tadi. Pasalnya Baekhyun akan selalu ceria jika berada didekat Luhan.

"Aish hyung, sebenarnya bukan hal besar, hanya saja... menyebalkan sekali. Dia selalu saja salah mengira bahwa diriku adalah kau hyung" gerutu Baekhyun manja pada hyungnya. Sedangkan Luhan malah terkekeh mendengar alasan kekesalan Baekhyun. Luhan kira Chanyeol melakukan hal jahat atau apalah itu sehingga Baekhyun bad mood, tapi ternyata hanya hal sepele menurut Luhan, namun sepertinya tidak dengan Baekhyun.

"Kekekeke, kenapa kau terlihat kesal sekali? Bukankah orang yang baru mengenal kita selalu salah. Tapi kenapa kau sepertinya kesal sekali. Atau jangan-jangan kau menyukainya? Ayo katakan padaku!"

"Ani hyung, mana mungkin au menyukai namja seperti itu. Dia itu playboy hyung, sok keren, meyebalkan, bodoh, tiang listrik, suaranya menggelegar dan kriting lagi. Mana mungkin aku menyukainya. Pokoknya sangat menyebalkan. Dan hyung! Kau harus berhati-hati hyung" jelas Baekhyun berapi-api mendeskripsikan bagaimana Chanyeol dimatanya, dan itu malah membuat Luhan tertawa geli.

"Hahaha, lihat kau memperhatikannya dengan sangat detail seperti itu.."

"Dan mungkin saja dia juga menyukaimu. Lihat saja, dia selalu berakhir bertemu denganmu, itu takdir namanya" goda Luhan yang sangat senang melihat ekspresi jengkel Baekhyun.

"Aish hyung, tidak mungkin. Lagipula dia... dia bilang kalau aku.."

"Apa?"

"Ah lupakan! Tidak! Diantara kami tidak ada yang saling menyukai. Dan jika aku harus menyukai seseorang, aku akan memilih orang seperti Sehun"

"Sehun?" mata Luhan membulat mendengar nama Sehun disebut, dan tadi Baekhyun bilang apa?

"Ne, benar Sehun, dan kau tau kan hyung, ternyata mereka itu sepupu ck"

"Ne aku tau"

"Eummm Baekhyun-ah a-apa kau menyukai Sehun?" tanya Luhan hati-hati, raut mukanya yang tadi ceria sekarang sedikit memudar.

"Aku? Eummm bagaimana ya... aku... menyukainya"

DEG

"Eh?" Luhan makin terkaget mendengar jawaban dari Baekhyun, dan kali ini ekspresinya terlihat jelas.

"Hahahaha" tiba-tiba tawa Baekhyun meledak.

"Kekekekeke, tenang saja hyung aku menyukainya sebagai sahabat. Ekspresimu jangan berlebihan begitu hyung." Ujar baekhyun yang sekarang gilirannya menggoda Luhan.

"Dan aku tau siapa yang sebenarnya menyukainya"

"O-Oh" Luhan salah tingkah, 'sial Baekhyun mengerjaiku' batinnya.

"Seharusnya pertanyaan itu aku yang melontarkannya"

"Ne?"

"Pertanyaan itu, Apa kau menyukai Sehun, hyung?" benar, sekarang Baekhyun yang balik bertanya kepada Luhan.

"Aku?"

"Ne! Siapa lagi?" Baekhyun sepertinya menikmati kejahilannya saat ini, membuat Luhan salah tingkah.

"A-ani aku tidak-"

"Kau tidak menyukainya eum?"

"Ani! Aku maksudku-"

"Jadi kau menyukainya, baiklah"

"Ya, Baekhyun-ah kau mengerjaiku!" Luhan hendak memukul lengan Baekhyun, tapi baekhyun bisa menghindarinya.

"Eits! Hahaha itu balasanmu hyung, kau dulu yang memulainya"

"Cepatlah hyung katakan perasaanmu, sebelum dia diambil orang. Atau malah dia yang beralih menyukai orang lain"

"Beralih?"

"Ne, yang berarti sekarang dia menyukaimu, jadi cepatlah"

BLUSH

Wajah Luhan merona merah mendengar ungkapan Baekhyun. Benarkah? Benarkah Sehun menyukainya?

"A-a tapi"

"Kekeke mukamu merah hyung"

"Ya! Baekhyun-ah jangan menggodaku"

"Hahahaha tenang saja aku akan membantumu" kata Baekhyun sambil sedikit berlari karena sepertinya Luhan sudah jengkel dengannya. Tentu saja Luhan mengejar Baekhyun, ingin sekali dia menangkap Baekhyun karena telah membuatnya salah tingkah.

"Yup! Baiklah hyung siapa yang sampai duluan didepan pintu dia menang. Dan yang kalah harus membuatkan cemilan nanti malam. Siap! Mulai!" Baekhyun memulai aba-aba sendiri dan langsung meluncur menuju rumanhya yang sudah terlihat, tinggal beberapa meter lagi untuk sampai. Meninggalkan Luhan mengejarnya dibelakang masih dengan wajah meronanya.

"Ya Baekhyun kau curang!"

.

.

.

SKIP TIME

.

.

Srek srek..

Terlihat seorang namja tengah mengacak-acak lokernya mencari sesuatu, mencari buku tugasnya yang tadi sepertinya sudah ia bawa, dan sekarang hilang!

"Aduhhh... diamana aku menaruhnya? Sepertinya tadi sudah aku simpan disini, tapi kemana? Bisa mati aku kalau hilang"

Sehun, namja yang sejak tadi mengacak-acak isi lokernya, dan seketika itu dia menghentikkan aktivitasnya karena tiba-tiba saja bukunya ada didepan wajahnya dan tentu saja itu membuatnya senang.

"Ah bukuku, ketemu!" teriak Sehun senang, saat mendapati bukunya ada didepan wajahnya.

"Eh, tunggu dulu, kenapa bukuku tepat diwajahku? Apa bukuku bisa melayang?" Sehun memperhatikan bukunya dan ternyata ada sebuah tangan yang memegangnya, mata Sehun menelusuri tangan tersebut, hingga pada sebuah sosok disampingnya.

"Hai!" sapa orang disapanya disertai senyuman manis, saat Sehun sudah berhadapan dengannya.

"Ha-hai!" Sehun gugup saat melihat orang dihadapannya. Yup, siapa lagi kalau bukan Luhan yang mampu membuat Sehun salah tingkah saat didekatnya.

"Ini, kau tadi menjatuhkan bukumu, sepertinya kau masih tidak hati-hati seperti dulu Sehun-ah"

"A-ah benar aku masih sama ahahahaha" Sehun tertawa dengan tampang bodohnya dihadapan Luhan.

"Kekeke" melihat itu, Luhanpun terkekeh. Dia pikir Sehun itu sangat lucu jika tertawa.

"Eh ada apa?" Sehun berhenti tertawa, karena sepertinya Luhan menertawainya, apakah ada yang salah dengan dirinya.

"Kau benar-benar masih Sehun yang dulu. Kau itu sangat lucu jika tertawa seperti itu"

Sontak kata-kata Luhan tadi membuat hatinya berdetak lebih kencang. Ternyata Luhan selama ini memperhatikannya. Benarkah itu? Buktinya Luhan bilang Sehun masih sama. Jadi tidak apa-apakan merasa seperti itu?

"Eh, aku dengar kau akan mengisi acara ulang tahun sekolah kan? Bersama Baekhyun?" untuk menghentikan kegugupannya, Sehun langsung mengganti topik pembicaraan.

"Ah benar, tau dari mana? Dari Baekhyun kah?"

"Benar"

"Sepertinya kau masih akrab dengan Baekhyun ya?"

"Ah tentu saja, lagipula Baekhyun itu masih seperti dulu, dia mudah bergaul"

"Oh. Apa aku berubah?"

"Ne?"

"Maksudku apa aku berubah, soalnya kau lebih suka berbicara dengan Baekhyun"

"Ah tidak, kau juga masih sama seperti dulu kok"

"Hanya saja, keadaan sekitarmu yang sedikit berubah"

"Eh?"

"Maksudku kau sekarang sangat populer, banyak orang disekitarmu. Aku jadi tidak enak mengganggumu"

"Kau tidak mengganggu kok"

"Tapi tidak dengan yang lain" kata Sehun lirih. Dia tau tidak mungkin egois ingin berbicara dengan Luhan terus, meski mereka sudah mengenal sejak lama. Luhan itu banyak yang suka jadi, banyak pula yang ingin mendekati Luhan terutama sepupunya.

"Hemm?" sepertinya Luhan tidak mendengar kata-kata Sehun yang tadi.

"Ah tidak apa-apa. Ah ini sudah hampir masuk. Lain kali kalau bertemu kita mengobrol lebih banyk lagi. Annyeong!" karena jam pelajaran sudah mau dimulai Sehunpun berpamitan dengan Luhan. Tapi bukan hanya itu alasannya. Sehun sudah merasakan jika ada beberapa mata yang memperhatikan mereka, dan itu pasti para penggemar Luhan.

"Ne, annyeong!" Luhan melambaikan tangan pada Sehun, dan Sehun membalasnya.

Akhirnya Sehun pergi meninggalkan Luhan dengan penyesalan. Namun sedikit senyum tersungging dibibirnya, karena tadi dia mendapat senyuman manis dari Luhan. Senyuman manis yang hanya ditujukan untukknya.

"Sial, harusnya aku tidak pergi meninggalkannya, biarkan saja meski jam pelajaran sudah mulai. Ini kesempatan langka, apalagi Luhan yang memulainya tadi. Ahhhh kau bodoh Oh Sehun. Pabbo!"

Akhirnya Sehun masuk kelas masih dengan merutuki kebodohannya. Begitulah Sehun akan selalu bingung hendak berbuat apa jika berada didekat Luhan. Dia selau bertindak bodoh, dan akhirnya menyesalinya.

.

.

.

SKIP TIME

.

.

Terlihat namja jangkung yang sedang berguling-guling diatas kasur empuk. Dia merasakan kebosanan yang sudah memuncak.

"Ah aku bosan, aku ingin menonton film saja"

Setelah lelah berulah diatas kasurnya, diapun akhirnya bangkit dan mulai mengacak-acak rak disamping meja belajarmya. Mencari-cari dvd film yang hendak ditontonnya.

"Ah ini sudah aku lihat semuanya. Sial aku belum membeli yang baru"

Chanyeolpun hanya bisa berkacak pinggang, kemudian sebuah ide muncul difikirannya.

"Ck, aha! Kekamar Sehun saja, mungkin dia punya dvd film baru" segera dia menuju kamar sepupunya itu, berharap menemukan yang dicarinya.

Tap Tap Tap

Cklek

"Sehun-ahhhh!"

"Eh tidak ada kemana? Biarkan saja lah, aku jadi lebih leluasa mengacak-acak kamarnya"

Teriak memanggil sipemilik kamar, namun seperti yang terlihat, Sehun tak ada dikamarnya. Tapi itu malah bagus pikirnya, karena dia bebas menginvansi kamar Sehun.

"Mana ya yang bagus eummm"

Chanyeol sibuk mengacak-acak kamar rak dvd Sehun, namun belum menemukan hal yang menarik perhatiannya. Sampai sebuah kaset dvd menarik perhatiannya. Terpampang tulisan 'Tahun Baru di SMP'.

"Eh, apa ini? Tunggu dulu. Sepertinya in acara SMPnya Sehun. Lihat ah, daripada tidak ada tontonan. Siapa tau aku bisa melihat muka culun Sehun saat SMP ahahaha"

Akhirnya Chanyeol melihat video itu di laptop milik Sehun, dan tanpa membereskan rak yang tadi ia acak-acak.

"Woaa! Dia menari eum lumayan, memang sejak dulu anak itu memang suka menari" Chanyeol melihat video dance Sehun sambil mengannguk-angguk, sesekl\ali tertawa melihat tampang culun Sehun sewaktu SMP.

"Eummm itu siapa yang naik keatas panggung? Eh bukankah itu sikembar Baekhyun-Luhan? Mana yang Baekhyun mana yang Luhan? Kenapa dulu mirip sekali"

Matanya menangkap dua sosok namja mungil yang sedang berada dipanggung, sepertinya mereka hendak berduet menyanyikan sebuah lagu. Chanyeol memperhatikan penampilan mereka dengan sungguh-sungguh, sesekali memejamkan matanya menghayati suara merdu yang diciptakan oleh dua namja yang ia lihat dilaptop yang menyanyikan lagu When You Believe. Namun matanya tertuju pada sesosok namja mungil dengan cardigan kuning, yang terlihat bersinar dimatanya.

"Ah pasti dia Luhan yang memakai baju kuning. Wahhh dari dulu dia memang terlihat paling bersinar. Suaranyapun sangat indah. Matanya memancarkan cahaya indah. Ahaha aku berlebihan. Tapi memang seperti itu kenyataannya. Yup benar, aku harus mendapatkan Luhan!"

"Ehem! Kau sedang apa? Mengacak-acak kamarku?"

Tiba-tiba suara menginterupsi lamunan Chanyeol. Sehun si pemilik asli kamar sudah kembali. Sehun masuk dan memperhatikan kamarnya. Rak dvdnya sudah berantakan. Dan pasti ulah Chanyeol.

"Ah eh tidak, aku mau pinjam koleksi filmu, tapi kau tak ada jadi aku mencari sendiri hehehe"

"Tapi kau mengacak-acaknya" Sehun terlihat sedikit kesal, karena memang setiap kali Chanyeol masuk kamarnya, pasti ada saja barang yang berpindah dari tempatnya. Dan itu salahnya juga, kenapa tidak mengunci kamar sebelum pergi tadi. Sedangkan Chanyeol hanya cengar-cengir melihat ekspresi Sehun.

"Ehehe, eh tapi aku menemukan ini. Video acara SMPmu" kata Chanyeol sambil menunjuk laptop Sehun.

"Oh itu saat, acara tahun baru, saat aku masih kelas satu" karena melihta video itu Sehunpun ingin mengenang masa SMPnya dulu.

"Lihat, kau menari lucu sekali gerakanmu masih kaku, tidak jelek, tapi lumayan"

"Haduh kau tau apa tentang dance, kaukan tidak bisa melakukannya"

"Ya, aku bilang kan lumayan aish kau ini kenapa akhir-akhir ini sensitif sekali sih"

"Hahaha maaf-maaf"

"Dan itu tadi aku melihat sikembar menyanyi. Wah sangat indah, apalagi suaranya itu. Sempurna"

"Benar, Luhan sangat hebat, Baekhyunpun juga begitu. Lihat mereka memakai baju merah dan kuning lucu sekali. Eeumm sepertinya mereka masih menyukai warna-warna itu. Luhan terlihat manis dan indah dengan warna merah dia seperti bunga mawar. Dan Baekhyun sangat cerah dan bersinar dengan warna kuning dia seperi bunga matahari. Itulah julukan yang diberikan pada mereka sewaktu SMP"

"Eum benar-benar bersinar"

'What? Tunggu! Kuning? Baekhyun? Merah? Luhan? Apa Sehun terbalik? Atau aku yang bodoh? Tapi mana mungkin, dia lebih lama mengenal mereka daripada aku tidak mungkin Sehun terbalik'

"Be-benar. Tapi itu mereka sangat sulit dibedakan ya ahahaha"

"Kau ini kenapa selalu saja tiba-tiba tertawa, menakutkan. Sudah kembali kekamarmu"

Akhirnya Chanyeol kembali kekamarnya dengan bingung. Dia bingung mendengar apa yang diucapkan Sehun tadi, dia bingung dengan apa yang dia dengarkan tadi, dan dia bingung dengan apa yang dia lihat tadi. Ah! Satu lagi dia bingung dengan sipa orang yang dia kagumi tadi.

.

-Author Pov End-

.

.

-Chanyeol Pov-

.

Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin itu Baekhyun. Ah atau mungkin aku tadi salah berfikir. Benar pasti mata dan otakku sudak tidak sinkron lagi. Aku melihat Luhan tapi otakku berfikir warna kuning. Iya benar seperti itu, lagipula aku tadi habis makan pisang banyak yang kulitnya kuning, jadi aku kepikiran warna kuning.

Sudah jelas-jelas yang cantik, manis itu Luhan. Dan kata 'bersinar' itu lebih cocok untuk Luhan. Ck, mana mungkin anak judes itu bisa enggantikan aura Luhan, tidak mungkin! Benar yang harusnya aku kagumi itu Luhan.

.

-Chanyeol Pov End-

.

.

-Author Pov-

.

Chanyeol masih menolak fakta bahwa yang ia lihat, dengar, kagumi adalah Baekhyun. Dia menolak fakta bahwa dirinya tertarik pada Baaekhyun. Ya meski Baekhyun yang ada divideo, bukan Baekhyun yang sebenarnya. Tapi sama saja kan?

.

-Author Pov End-

.

.

.

-TBC-

.

.

.

Mind to review? Thanx ^^