Catching Feelings
(Chap. 3 Not Bad)
.
.
.
Judul : Catching Feelings (Chap. 3 Not Bad)
Author : Sam
Genre : Yaoi, Romance, Brothership.
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Luhan (EXO Members)
Pairing : ChanBaek, HunHan, HanYeol, BaekHun.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
-START-
.
.
.
-Flashback-
.
"Ugh... Hiks... sakit..."
"Tolong aku...hiks..."
"Bertahanlah... kumohon..."
"Hiks... maaf-maafkan aku.. hiks..."
"Aku... juga... hiks... Sakit..."
"Lakukanlah, kumohon aku tak akan menyesal..."
"Apapun akan kulakukan demi orang yang kusayangi..."
"Maaf..."
.
-Flashback End-
.
.
-Author Pov-
.
"Ugh...andwae!"
Sruk
"Haaah... hah...hahhh"
"Ternyata mimpi... mimpi buruk itu lagi"
Baekhyun terbangun tiba-tiba karena mimpi buruknya, nafasnya sedikit tersengal, ia tangkupkan wajahnya dikedua tangan mungilnya. Mimpi buruk... bukan hanya sekali dua kali dia bermimpi hingga terbangun seperti ini. Tapi sejak kejadian yang ada dimimpinya terjadi, kenangan itu selalu berputar-putar didalam kepalanya. Keringat sedikit bercucuran dari dahinya, namun segera ia usap semua itu.
Baekhyun segera beranjak dari tidurnya untuk segera mandi dan berangkat sekolah, meski pagi ini diawali dengan kenangan buruk, semoga saat disekolah semua akan berjalan lancar, harap Baekhyun. Namun baru beberapa langkah, Baekhyun sudah menghentikan langkahnya, dan terdengar sebuah rintihan...
"Ugh... ahhh..."
Suara ritihan itu berasal dari bibir Baekhyun, Baekhyun merasakan sakit dimata kirinya. Mata kirinya terasa nyeri, Baekhyun memeganginya sembari berjalan tertatih menuju loker meja belajarnya untuk mengambil sesuatu. Baekhyun segera mengambil sebuah botol kecil yang berisi obat-obatan. Dan Baekhyun segera meminumnya dengan tangan sedikit gemetar. Ia dudukkan tubuh mungilnya kembali kekasur. Obat yang diminum Baekhyun adalah obat penghilang rasa sakit.
Setelah rasa sakitnya sedikit hilang, tangannya kembali mengaduk-aduk isi loker mencari sesuatu yang dibutuhkan. Baekhyun mengambil sebuah botol plastik kecil. Ia gunakan botol tersebut untuk meneteskannya kemata kirinya, semacam obat tetes mata. Ia kedip-kedipkan matanya agar obat tersebut meresap kematanya. Setelah selesai, segera ia kembalikan obat-obatan tersebut ketempat semula.
Tok... Tok... Tok
"Baekkie!" panggil Luhan diseberang pintu kamar Baekhyun
"Ne hyung!"
"Cepat mandi... aish ini sudah jam berapa? Nanti terlambat, setelah itu cepat turun sarapan!"
"Ya hyung sabar aku kesiangan hehehe..."
Baekhyun segera kembali mempersiapkan dirinya untuk berangkat sekolah. Dan tak lupa memasukkan cadangan obat kedalam tasnya, untuk jaga-jaga apabila rasa sakit dimatanya muncul kembali. Tentang perihal mata Baekhyun yang akhir-akhir ini sering terasa sakit, belum ada yang tahu, termasuk saudara kembarnya Luhan. Baekhyun sengaja menyembunyikannya, karena itu demi kebaikan Luhan juga, begitulah menurut pemikiran Baekhyun.
.
.
.
SKIP TIME
.
.
Disekolah...
.
"Baekkie kau tampak sedikit pucat, apa kau sakit eum?" tanya Luhan sembari menempelkan punggung tangannya dikening Baekhyun dan kemuadian menempelkannya dikeningnya sendiri sebagai perbandingan.
"Ani hyung"
"Benar, badanmu tidak panas, tapi kau terlihat sedikit pucat?"
"Ah paling karena aku tadi malam begadang hyung, tadi pagi juga aku kesiangan kan? Hahaha" tentu saja baekhyun berbohong, tak ada yang boleh tahu tentang keadaannya, paling tidak untuk saat ini dan untuk Luhan.
"Kesiangan kok bangga, huh! Kau tidak boleh begadang lagi, nanti kalau sakit bagaimana?" tampak ekspresi khawatir di wajah Luhan.
"Iya hyung, tenang saja aku tidak akan sakit, jangan khawatir...aku ini kuat hahahaha"
"Ih kau ini dibilang juga malah-"
"Ah Sehunnie!" kalimat Luhan terpotong karena teriakan Baekhyun, ditambah lagi, siapa tadi yang dipanggil oleh Baekhyun? Sehun?
"Eh Sehunnie? Mana?" tanya Luhan tanpa sadar dan merapikan seragamnya.
"Hahaha hyung kau lucu sekali, kau senang ya?" goda Baekhyun yang melihat tingkah Luhan yang cepat-cepat merapikan seragamnya saat mendengar nama Sehun dipanggil.
"Ani aku biasa-biasa saja kok" elak Luhan yang menyembunyikan wajah malunya.
"Ah Baekhyun-ah ada apa?" Sehun menghampiri Baekhyun, dan saat melihat Luhan disamping Baekhyun, rona merah diwajah Sehunpun timbul.
"Ah Luhan annyeong!" sapa Sehun.
"Annyeong!"
"Sehun-ah, aku dengar kau juga ikut mengisi acara ulang tahun sekolah ya?" tanya Baekhyun memotong acara malu-malu kucing antara Sehun-Luhan.
"Hehe i-iya benar"
"Wah pasti hebat, sudah lama aku tidak melihatmu dance, pasti sekarang kau lebih jago lagi" baekhyun terlihat semangat mendengar bahwa Sehun akan menampilkan sebuah dance saat acara ulang tahun sekolah nanti.
"Ah tidak, aku masih biasa saja"
"Ck kau ini jangan merendah... eummm apa kau tampil sendiri?"
"Eum aku punya partner"
"Nugu?" Baekhyun terlihat sangat senang dan penasaran.
"Chanyeol"
"Eh? Apa dia bisa ngedance? Postur sepertinya kalau ngedance pasti menakutkan" Baekhyun terkejut setelah Sehun menyebutkan seseorang yang akan menjadi partnernya nanti. Park Chanyeol! Oh kenapa pagi-pagi dia harus mendenfar nama itu ck!
"Hahaha kau ini bisa saja... dia akan beatbox mengiringiku, dia hebat lho" Sehun sedikit membanggakan sepupunya. Ya, meski sebenarnya Chanyeol memang menyebalkan, tapi Sehun mengakui kehebatan Chanyeol, paling tidak kehebatan dalam hal positif.
"Ohhh... aku kira dia Cuma bisa menggoda yeoja dan namja" kata Baekhyun sedikit malas.
"Baekkie-ah jangan seperti itu... Chanyeol tidak seburuk yang kau pikirkan" kata Luhan akhirnya buka suara. Dan kenapa dia harus membuka suaranya untuk membela seorang Park Chanyeol. Harusnya sedari tadi dia itu mengajak bicara Sehun.
"YA hyung, kenapa kau membelanya? Apa jangan-jangan kau sudah mulai menyukainya eum, karena beberapa hari ini kalian selalu terlihat berbicara bersama?" tanya Baekhyun sedikit kesal.
"A-apa yang kau katakan?" Luhan salah tingkah dan tentu saja karena ada Sehun didepannya. Sehunpun tak kalah terkejutnya. Dan Baekhyun yang menyadari itu segera meralatnya.
"A-ah mian hyung hehehe"
'Benarkah? Luhan mulai menyukai Chanyeol? Huft!' batin Sehun merutuki dirinya sendiri.
'Memangnya kenapa? Tidak boleh? Lagipula Luhan bukan pacarmu' kata pikiran Sehun yang lainnya. Pikiran Sehun berkecamuk, namun segera ditepisnya pikiran itu.
"Kekeke Baekhyun-ah... Benar kata Luhan, Chanyeol tak seburuk itu lho..." kata Sehun akhirnya, tidak mungkin juga dia menjelekkan sepupunya, dan memang itu kenyataannya.
"Ck! Kalau kau yang bilang aku percaya saja deh" kata Baekhyun akhirnya, dia tidak mau moodnya hancur karena membicarakan si keriting Chanyeol.
"YA, Baekkie. Kenapa kau juga tidak memarahi Sehun juga? Dia juga membela Chanyeol huh" gerutu Luhan. dan Sehun yang melihatnya terkekeh melihat tingkah lucu si kembar itu, terutama melihat Luhan yang sangat manis saat kesal.
"Karena Sehun orang baik" jawab Baekhyun dengan jujur.
"Oh hehehe gomawo"
'Uh, lihat kalau Sehun yang bilang saja pasti langsung disambut baik. Ugh!' gerutu Luhan dalam hati.
'Mungkin Baekhyun tertarik pada Luhan?' sisi lain pikiran Luhanpun ikut bicara.
'Ani tidak mungkin'
'Mungkin saja, kau juga terlihat tertarik juga dengan Chanyeol, kenapa Baekhyun tidak boleh tertarik pada Sehun?'
'Ani itu... ta-tapi mungkin benar, waktu itu Baekhyun juga bilang kalau dia menyukai Sehun, tapi itu kan bercanda'
'Mungkin saja benar'
'Argggh aku tak tau'
Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya, Luhan terhanyut dalam pikiran pesimis dan optimisnya mengenai Baekhyun-Sehun, dia bingung.
"Hyung!"
"A-ah iya?" Luhan terkaget karena Baekhyun menepuk pundaknya.
"Kau kenapa?"
"A-ani hehehe"
"Oh, kalau begitu aku pergi dulu ya? Kau mengobrol saja dengan Sehun. Bye hyung! Bye Sehunnie!" Baekhyun langsung pergi tanpa persetujuan Luhan, dan mengedipkan sebelah matanya kearah Luhan sebelum pergi.
'Dasar anak itu' gerutu Luhan dalam hati.
"Eummm... bagaimana persiapanmu?" tanya Sehun untuk mencairkan kecanggungan.
"Oh.. ah.. hampir sempurna. Bagaimana denganmu?"
"Eum ne tinggal sedikit lagi"
"Apa kau akan melihat penampilan kami?"
"Tentu saja, sudah lama juga aku tidak melihat kalian berdua menyanyi. Eumm terakhir kali saat SMP iya kan? Aku masih punya videonya"
"Ah... benarkah?"
"Ne"
Suasana kembali canggung, mereka berdua bingung ingin mengobrol tentang apa sepeninggal Baekhyun. Kadang Luhan berharap dia bisa seperti Baekhyun yang tidak akan berhenti bicara, setidaknya disaat seperti ini, disaat Luhan bersama dengan Sehun.
'Benar, mungkin Sehunpun berpikir sama. Jika ada Baekhyun mungkin tidak akan secanggung ini. Baekhyun selalu lancar jika berbicara dengan Sehun dan begitupun sebaliknya'
Sedangkan Sehun berpikir jika dia bisa seperti Chanyeol yang sangat percaya diri didepan siapapun itu pasti lebih baik, ya untuk saat seperti ini.
'Hah, andai saja aku punya sifat seperti Chanyeol yang tidak pernah canggung kepada siapapu. Paling tidak itu berguna disaat seperti ini, saat aku berhadapan dengan orang yang aku suka..."
"Eum baiklah kalau begitu, aku akan menyusul Baekhyun dulu"
"A-eum mau kuantar? Aku juga mau kearah sana" akhirnya Sehun memberanikan diri untuk bersama dengan Luhan. Dia tidak mau kalah dengan Chanyeol.
"Baiklah" Luhan mengiyakan dengan senang hati, dan mereka melanjutkan percakapan sambil berjalan. Mereka terlihat sudah mulai hanyut dalam pesona masing-masing. Mungkin ini awal yang baik untuk hubungan mereka lebih lanjut.
.
.
Sementara itu...
.
Baekhyun sedang berjalan menuju ruang musik sambil bersenandung kecil, Baekhyun terlihat ceria kali ini tidak seperti saat berangkat tadi. Dan sepertinya rasa sakit dimatanya sudah hilang. Ditambah lagi melihat hyung-nya bisa bersama Sehun, dia senang sekali.
Sesampainya disana, Baekhyun hendak membuka pintu ruang musik, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara petikan gitar terdengar. Baekhyun sedikit terhanyut dengan alunan gitar tersebut.
'Permainannya bagus, memberikan suasana gembira Happy Feeling' batin Baekhyun, Baekhyun menbuka pelan-pelan pintu tersebut, tidak mau orang yang memainkan gitar tersebut tahu kehadirannya dan menghentikan permainannya. Kemudian terdengar suara dari orang tersebut menyanyikan sebuah lagu.
'Eum... inikan lagu Butterfly? Eum suaranya juga tidak buruk...'
'Eh eumm sepertinya aku kenal suara ini... tunggu dulu...' Baekhyun segera menghampiri si empunya suara tersebut. Dan...
'Park Chanyeol...' orang yang sedang bermain gitar dan menyanyi, dan orang yang membuat Baekhyun terhanyut dalam melodi yang dimainkannya adalah Park Chanyeol.
'Eum.. tidak seburuk kelihatannya memang...'
Dan Chanyeol yang merasa diperhatikan, akhirnya menghentikan kegiatannya dan melihat siapa yang sedang mengganggunya.
"Oh Kau-"
"Baekhyun" potong Baekhyun cepat, sebelum orang didepannya itu salah mengira orang 'lagi' dan pasti mereka akan bertengkar lagi.
"Ne ne ne Baekhyun... lalu sedang apa kau disini?" Chanyeol meletakkan gitarnya dan berjalan kearah Baekhyun.
"Bukan urusanmu" jawab Baekhyun ketus.
"Tentu saja menjadi urusanku, kau mengganggu kegiatanku"
"Aku tidak mengganggumu"
"Lalu kenapa kau berdiri disini, didepanku. Keberadaanmu menggangguku. Ah! Atau kau terpesona dengan permainan gitar dan suaraku?" goda Chanyeol sambil mendekatkan dirinya satu langkah kehadapan Baekhyun.
"Ya, terserah aku mau berdiri dimana! Ini ruangan milik sekolah, jadi semua siswa berhak berdiri atau apapun sesuka mereka. Dan... Dan siapa juga yang terpesona denganmu ugh!" mengetahui Chanyeol yang bermaksud menggodanya, Baekhyun malah ikut menantang dengan mengambil satu langkah kedepan, sehingga sekarang Baekhyun dan Chanyeol berhadapan lumayan dekat.
"Baiklah..."
"Eum.. tapi permainan gitarmu lumayan" dengan berat hati Baekhyun mengakui bakat Chanyeol. Ya, Baekhyun tidak mau berbohong.
"Jadi kau mengakuinya?"
"Ani... aku hanya bilang permainan gitarmu LUMAYAN, dan tidak berarti aku terpesona. Dan juga itu suaramu tidak terlalu bagus huh" sedetik kemudian Baekhyun menyesali pujiannya.
"Arasseo... Dan kau pikir suaramu lebih bagus dariku?" sedikit dengan nada meremehkan, meski Chanyeol tahu suara Baekhyun tentu lebih bagus dari suaranya.
"Tentu saja" jawab Baekhyun dengan percaya diri.
"Baiklah, buktikan kalau begitu" tantang Chanyeol, dan sepertinya ada maksud lain dibalik itu.
"Untuk apa aku membuktikannya padamu?"
"Karena kau meremehkanku, jadi kau harus membuktikannya"
"Aku tidak meremehkanmu, malahan aku bilang permainan gitarmu lumayan"
"Sama saja, jadi cepatlah bernyanyi"
"Aku tidak mau"
"Ahh kau takut ketahuan jika suaramu ternyata tidak lebih bagus dariku. Kalau memang begitu, kau akan membuat malu Luhan saat acara ulang tahun sekolah nanti"
"Ya kau! Aku-aku tidak akan membuat malu Luhan hyung. Baiklah, aku akan menyanyi, huuh"
"Lakukan"
Dan akhirnya dengan sangat terpaksa Baekhyunpun mengikuti permintaan Chanyeol. Baekhyun menyanggupinya karena Chanyeol menyinggung tentang 'Luhan' jadi mau tidak mau Baekhyun mengikutinya. Itu salah satu kelemahan Baekhyun 'Luhan'.
Baekhyun nampak bingung ingin menyanyi apa, tidak mungkin ia menayanyikan lagu untuk acara nanti, itu tidak akan menjadi kejutan lagi. Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk menyanyikan lagu itu saja...
.
Many nights we pray
With no proof anyone could hear
And our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we know we could
.
'Ah ini... suara ini... perasaan saat mendengarnya... lagu yang sama... suara yang sama... rasa yang sama... hangat...'
'Sosok ini sama dengan anak yang divideo itu, jadi benarkah dia Baekhyun?
.
There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
.
'Tapi benarkah dia yang menyanyikannya? Eum bukan Luhan? Atau suara mereke juga kembar? Argh entahlah siapapun yang memilikinya, yang pasti... suara ini... sangat indah"
"Sudah... aku sudah selesai. Bagaimana menurutmu? Apa aku nanti akan membuat malu Luhan hyung?"
"Ah-ah.. apa?" tanya Chanyeol balik, sepertinya Chanyeol tidak mendengarkan keluhan Baekhyun. Karena dia masih terpukau dengan suara indahnya tadi.
"Apa suaraku jelek? Eum... aku rasa nadaku ada yang kurang tepat. Apa aku tidak pantas berduet dengan Luhan hyung? Ah aniiiii, aku kurang latihan. Mungkin benar katamu, aku akan membuat Luhan hyung malu" Kata Baekhyun pesimis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Baekhyun sepertinya benar-benar takut akan mengecewakan hyungnya. Dan Baekhyun malah melupakan kata-kata Chanyeol tadi.
'Ada apa dengan bocah ini? Kenapa dia malah memikirkan candaanku tadi? Kenapa dia tidak menyombongkan dirinya dan malah mengkhawatirkan saudaranya itu. Dan tentu saja suaramu itu... indah... sangat indah'
'Eh aku bilang apa tadi?'
"Eum bagus" respon singkat dari Chanyeol, meski sebenarnya ia ingin mengatakan 'indah'.
"Benarkah?" karena mendengar respon Chanyeol, Baekhyun tiba-tiba berubah kembali ceria dan mendekat kearah Chanyeol, lebih tepatnya mendekatkan wajahnya kearah Chanyeol dengan sedikit mengangkat wajahnya.
Matanya nampak berbinar dan senyuman terukir diwajahnya, membuat semua yang ada diwajah Baekhyun terlihat 'manis'. Dan Chanyeol yang melihatnya, membuat rona merah timbul diwajah tampannya.
"Be-benar. Sudah sana minggir!" Karena tidak mau rona merahnya terlihat, Chanyeol menyuruh Baekhyun mundur dari hadapannya dengan sedikit mendorongnya.
Maski dorongan itu terbilang biasa, namun dengan postur Chanyeol yang besar dan Baekhyun yang kecil, dorongan tersebut berhasil membuat Baekhyun terdorong hingga jatuh.
BRUK
"Aww!" Baekhyun jatuh terduduk da jelas terlihat kesakitan.
"Aa-ah maaf aku tidak bermaksud mendorongmu hingga jatuh, itu salahmu yang terlalu kecil!" racau chanyeol yang sedikit merasa bersalah, tapi tetap saja menyalahkan Baekhyun.
"Ani tak apa, lupakan. Itu pasti reflex iya kan?" kata Baekhyun sambil berdiri, dan sepertinya tak ada raut kesal diwajahnya seperti biasanya.
"Iya benar reflex karena-"
"Karena kau kaget melihat wajahku atau bisa dibilang mataku" potong Baekhyun sebelum Chanyeol menjelaskan.
"Eh?"
"Huum, kau orang pertama yang menyadarinya dengan cepat. Sejak kita pertama kali bertemu bukankah kau sudah menyadarinya?"
"Eh apa maksudmu aku tidak mengerti?" Chanyeol masih bingung. Mata? Ah iya, dia selalu meng-komplain tentang mata kiri Baekhyun. Tapi jujur untuk yang tadi, apa yang dilihat Chanyeol dari wajah Baekhyun adalah 'manis'. Sampai-sampai Chanyeol tidak ingat perihal mata kiri Baekhyun.
"Aku bilang mataku"
"Oh ah itu... apa Sehun yang mengatakannya?" tebak Chanyeol. Siapa lagi pikirnya.
"Bukan, aku sadar sendiri kalau kau memang tahu, sudahlah tidak apa-apa"
"Harusnya kau tidak selalu salah, saat mengenali kami. Kau selalu salah mengira aku adalah Luhan hyung. Padahal kau tahu mataku cacat, ya meski harus dilihat dari dekat baru kelihatan. Tapi kau harus menatap mata kami dulu baru memanggil. Dan jika sudah terbiasa, kau pasti tidak akan salah lagi meski dari jarak jauh" Baekhyun memberi saran, tak ada raut kesal diwajahnya. Tak seperti biasanya.
"Ya itu... benar juga katamu, aku akan lebih memperhatikan lagi. Dan tentang matamu, aku tak pernah bilang kalau matamu ah eum... cacat" Chanyeol sedikit merasa bersalah, karena selama ini menganggap Baekhyun menyebalkan, judes dan lain-lain.
'Sepertinya dia tak seburuk yang aku pikirkan, dia lumayan asik diajak mengobrol' pikir Chanyeol mengenai Baekhyun saat ini. Sepertinya dia sedikit meralat kesan buruknya terhadap Baekhyun.
"Dan apakah tidak ada yang tahu tentang eum matamu selain aku?" tanya Chanyeol sedikit penasaran.
"Tentu saja ada, Luhan hyung orang tuaku dan sahabatku. Maksudku kau orang pertama yang mengetahui secara cepat. Matamu cukup jeli, tapi kenapa kau selalu salah mengenali kami?"
"Ya jangan menyalahkan aku terus"
"Hehehe maaf"
"Mungkin juga banyak yang tidak tahu. Aku tidak bermaksud menutupinya, untuk apa menutupi sesuatu yang sudah jelas. Dan aku hanya sedikit menghindari seseorang yang langsung menatapku. Dan itu bukan karena aku takut jika seseorang memandangku jelek atau sejenisnya. Tapi... ah sudahlah aku sepertinya terlalu banyak bicara denganmu" sepertinya Baekhyun masih ragu untuk mengatakan semuanya pada Chanyeol. Tentu saja, Baekhyun baru berbicara dengan damai kali ini, tidak mungkin Baekhyun menceritakan semuanya. Lagipula hal itu tak perlu dibicarakan dengan siapapun... paling tidak untuk saat ini.
"Dan sepertinya memang benar apa yang dikatakan orang-orang kau tidak seburuk kelihatannya" kali ini anggapan itu muncul dari mulut Baekhyun.
"Ya! Apa maksudmu? Jadi selama ini kau menganggapku buruk eum?"
"Hahaha sedikit, mian" Baekhyun tertawa karena melihat ekspresi Chanyeol. Dan sekali lagi menurut Chanyeol itu 'manis' mungkin bisa dibilang 'cantik'.
'Ya apa yang aku pikirkan?' pikir Chanyeol
'Kau berpikir bahwa Baekhyun itu manis bahkan cantik' dan kembali, pikiran Chanyeol yang lain berkata lain.
'Tidak mungkin, yaaa dia manis tapi tidak cantik. Luhan lebih cantik'
'Tapi kau barusan bilang dia cantik, dan kau tertarik padanya'
'Tidak mungkin aku tertarik padanya! Sudah diam!'
Chanyeol kembali bergelut dengan pikirannya. Chanyeol masih tak menerima dirinya menyebut Baekhyun itu cantik, karena baginya Luhan itu lebih vantik dan Chanyeol hanya tertarik pada Luhan bukan Baekhyun. Titik!
"A-ah aku juga... mian" Chanyeol terlihat sedikit gugup
"Jadi kita baikan?" kali ini Chanyeol menawarkan hal baik, mengajak Baekhyun untuk berbaikan. Sepertinya mereka sudah mulai akrab. Chanyeol mengulurkan tangannya.
"Boleh" dan Baekhyun membalas uluran tangan Chanyeol.
'Hangat' itulah yang mereka rasakan saat kulit mereka saling bersentuhan. Bukan hangat biasa, ada sensasi lain yang tercipta, lebih bisa disebut 'nyaman'.
Mereka berjabat tangan cukup lama, namun Baekhyun segera sadar untuk melepaskan jabatan tangan mereka.
"Tapi bukan berarti aku menyutujuimu dengan Luhan hyung" kata Baekhyun tiba-tiba.
"Ya, apa maksudmu?"
"Kau memang tidak seburuk kelihatannya. Tapi kau tetap playboy"
"Ya kata siapa? Memangnya aku terlihat punya banyak kekasih? Aku ini belum punya pacar" sangkal Chanyeol yang tidak terima dirinya disebut palyboy. Belum genap sepuluh menit mereka berbaikan. Mereka sudah memulai pertengkaran lagi.
"Tapi sering terlihat kau dengan banyak yeoja dan namja. Dan kau banyak menggoda namja dan yeoja itu" tampak raut wajah tak senang dari Baehyun.
"Mereka bukan pacarku dan aku tak pernah mengencani mereka. Jadi aku bukan playboy, enak saja. Lagipula mereka yang menggodaku"
"Tapi kau meladeni mereka" Baekhyun masih bersikeras, bahwa...
'Park Chanyeol seoarng Playboy dan tidak boleh mendekati Luhan hyung-nya'
"Hei, jika aku mengabaikan mereka, mereka akan menganggapku sombong atau semacamnya. Dan aku tak mau dicap seperti itu padahal aku anak baru. Aku merespon salah menghindar juga salah! Ah aku serba salah! Kau tahu itu" Chanyeol berusaha menjelaskan. Tidak seperti biasanya Chanyeol terus menyanggah tuduhan Baekhyun tentang dirinya yang seorang playboy. Padahal biasanya Chanyeol akan bangga dengan sebutan 'Playboy' dan tak peduli dengan omongan orang. Tapi kenapa kali ini beda.
"Ah benar juga" dan ternyata, Baekhyun mengiyakannya dengan semudah itu. dan itu tak disangka oleh Chanyeol, dia pikir Baekhyun akan menuduhnya lagi denagn tuduhan yang macam-macam.
'Ternyata dia polos dan lucu juga'
"Aish sekarang kau baru mengerti? Yang mengatakan aku playboy mungkin mereka hanya iri atau benci padaku, aku tidak tahu. Dan itulah resikonya menjadi orang tampan" kali ini Chanyeol mulai menyombongkan dirinya kemabali, dan itu membuat Baekhyun kembali keal.
"Ih kau terlalu percaya diri"
"Itulah kenyataannya. Bukankah kau yang bilang, untuk apa menutupi sesuatu yang sudah jelas. Jadi karena sudah jelas aku tampan, kau harus mengakuinya dan jangan menutupi perasaanmu" kata Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun berusaha menggoda Baekhyun denagn senyuman mematikannya.
Oh namun sepertinya keadaan berbalik. Saat melihat Baekhyun dari jarak dekat, tiba-tiba saja jantung Chanyeol berdetak lebih kencang dan matanya tak lepas memandangi wajah manis Baekhyun.
'Indah... manis... Dan kenapa jantungku? Hei kenapa berdetak cepat sekali, tidak bisakah berdetak seperti biasanya?'
Chanyeol segera menjauhkan wajahnya dari Baekhyun, dan ekspresi Baekhyun terlihat datar, tidak mengerti dengan perubahan wajah Chanyeol. Sepertinya Baekhyun tidak menyadari bahwa Chanyeol itu salang tingkah.
"Ehem! Sudahlah aku pergi" Chanyeol memutuskan pergi, dia tidak mau terus-terusan terganggu dengan kata 'manis' dipikirannya.
Chanyeol meninggalkan Bakhyun begitu saja, dan Baekhyunpun tidak keberatan. Saat keluar dari ruang musik. Chanyeol melihat luhan, Chanyeol hendak menyapanya. Namun, terlihat Sehun berjalan beriringan bersama Sehun. Dan itu membuat Chanyeol mengurungkan niatnya.
"Apa yang dilakukan Sehun?" pikir Chanyeol saat melihat Sehun-Luhan sedang mengobrol asik, terlihat beberapa candaan. Dan itu tak seperti Sehun yang biasanya, dia terlihat sangat... sangat senang. Itu membuat Chanyeol sedikit cemburu.
"Ah mereka sudah terlihat akrab sekali" tiba-tiba sebuah suara muncul dibelakang Chanyeol. Chanyeol menengok dan mendapati Baekhyun sudah ada dibelakangnya entah sejak kapan.
"Bukankah mereka cocok?" timpal Baekhyun lagi dan terlihta ekspresi tak suka dari Chanyeol.
"Ah apa kau tidak tahu? Mereka itu saling suka, meski belum ada yang mengungkapkannya" Baekhyun terlihat senang melihat kedekatan Sehun dan Luhan, sepertinya sudah ada kemajuan diantara mereka berdua.
"Mwo?" tanya Chnayeol tak percaya, pasalnya Sehun selalu menampik bahwa dirinya suka pada Luhan.
"Benar, Luhan hyung itu sudah ada yang menyukai dan disukai, jadi kau tidak usah mendekati Luhan hyung lagi"
"Jika belum berpacaran tak apa kan?" dan sekarang ekspresi Chanyeol sudah berubah, terlihat seringaian muncul diwajah sembari memperhatikan dua insan dihadapannya.
"Maksudmu?"
"Maksudku, sebelum mereka berpacaran, tak masalah untuk siapapun mendekati dan mendapatkan Luhan. Dan orang itu adalah aku" jelas Chanyeol dengan penuh percaya diri.
"Ya Kau! Sudah kubilang-"
"Aku yang akan mendapatkan Luhan"
Chanyeol sudah mendeklarasikan keinginannya, dan itu tak bisa dicegah. Dan meski Baekhyun bilang apapun, tak akan berpengaruh baginya. Karena yang diinginkan Chanyeol sekarang adalah Luhan. Luhan yang manis, Luhan yang cantik, dan Luhan yang sudah mencuri hatinya dari awal. Bukan yang lainnya, bukan sesuatu yang dipikirkannya tadi tentang Baekhyun, bukan! Hanya Luhan!
.
-Author Pov End-
.
.
.
-TBC-
.
.
.
Mind to review readers?
Semakin banyak review semakin cepat dilanjut, doakan. Gomawo ^^
