Catching Feelings

(Chap. 4 Attracted)

.

.

.

Judul : Catching Feelings (Chap. 4 Attracted)

Author : Sam

Genre : Yaoi, Romance, Brothership.

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan (Byun Luhan) (EXO Members)

Pairing : ChanBaek, HunHan, HanYeol, BaekHun.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

-START-

.

.

.

-Author Pov-

.

Hari ini adalah hari dimana pesta ulang tahun sekolah digelar, aula sekolah sampai taman sekolah sudah ditata sedemikian rupa. Lampu warna-warni sudah dipasang hampir sepanjang jalan menuju keaula. Pasalnya acara akan digelar sore hari hingga sebelum tengah malam. Dan kurang dua jam lagi acara tersebut dimulai.

Masih ada beberapa siswa siswi dan guru yang berada disekolah memberikan sentuhan terakhir pada tata ruangnya. Dan yang lain sedang mempersiapkan diri dirumah masing-masing, terutama para pengisi acara nanti yang akan tampil. Sepertinya acara ulang tahun kali ini akan meriah. Meski tak mengundang pengisi acara dari luar lingkungan sekolah, namun jangan salah murid-murid disini cukup terkenal didalam ataupun diluar, akan bakat mereka. Ya seperti halnya duo ini. Duo kembar yang terkenal bukan hanya wajah malaikat mereka namun juga kemampuan dalam bermusik mereka. Yang saat ini sedang bersiap-siap dirumah mereka...

.

.

.

Dikediaman Keluarga Byun...

.

"Woahhh! Hyung kau tampak mempesona sekali" puji Baekhyun saat melihat pantulan diri Luhan dicermin besar dikamarnya.

"Gomawo. Kau juga Baekkie, kau terlihat bersinar seperti biasanya. Kemarilah!" Luhan menarik Baekhyun agar berdiri disampingnya, menghadap cermin besar dihadapan mereka berdua.

Tampak senyum terkembang dibibir mereka. Lihat saja ada dua makhluk indah berdiri berdampingan, memakai baju yang sama, cardigan coklat muda dengan strip berwarna merah-yang dipakai Luhan- dibagian kerah sampai bagian kancing dan warna kuning-yang dipakai Baekhyun-.

"Lihat! Entah sejak kapan jika memakai baju yang sama, selalu saja dibedakan dengan warna merah dan kuning ya"

"Benar hyung, kata eomma itu seperti karakter kita ahahaha aku tidak mengerti, aku hanya suka saja ya aku pakai"

"Benar ahahaha" keduanya tampak bahagia sekali sambil masih memandangi refleksi mereka berdua.

"Sebenarnya kita berdua sama-sama tampan ya hehehehe" ujar Luhan terkekeh mendengar kata-katanya sendiri.

"Ani hyung, aku tak ada apa-apanya bila dibandingkan denganmu" sedikit senyuman memudar diwajah Baekhyun dengan memandangi refleksi dirinya sendiri, menatap langsung kearah matanya sendiri.

"Ani, kau hebat Baby Baekkie, akulah yang tidak sepadan denganmu" Luhan yang menyadari perubahan ekspresi Baekhyun, menarik Baekhyun agar menghadapnya.

Luhan membelai surai lembut Baekhyun yang menutupi mata kirinya. Menyibaknya sangat lembut, hingga tangannya kini membelai lembut kelopak mata kiri Baekhyun.

"Jika bukan karena ini maka-"

"Hentikan hyung. Aku tidak apa-apa jadi jangan cemaskan hal ini lagi" Baekhyun menggengam tangan Luhan yang dari tadi menempel dimatanya. Meyakinkan hyung-nya bahwa dirinya tidak apa-apa.

"Ne, tapi tetap saja..."

"Aku menyanyangimu hyung, jadi aku tidak menyesal sama sekali"

Keduanya saling menatap lembut, menyakinkan bahwa mereka saling menyayangi satu sama lain. Hanya dengan tatapan mampu membawa mereka merasakan betapa berharganya mereka untuk satu sama lain. Mungkin karena mereka kembar, maka ikatan itu lebih kuat dari apapun dan siapapun.

"Baby Baekkie~ saranghae~"

CUP

Luhan mengecup pelan kedua mata dan pipi Baekhyun. Luhan sangat menyanyangi saudara kembarnya itu. Luhan mengganggap Baekhyun adalah malaikat kecil miliknya yang sangat berharga.

"Kekeke nado~ hyung" Baekhyun memeluk Luhan dengan erat dan dibalas pula oleh Luhan.

"Eum... kenapa hyung memanggilku dengan 'Baby' lagi? aku bukan Baby lagi hyung~" rengek Baekhyun, yang menyadari dari tadi Luhan memanggilnya 'Baby Baekkie'.

"Kekekeke, bagaimana tidak? Lihat kau selalu merengek padaku seperti bayi. Jadi dimataku kau itu tetap My Big Baby. Sekali Baby tetap Baby kekeke. Jadi kau tidak boleh menolak karena aku hyungmu" tegas Luhan sambil terkekeh.

"Ugh selalu saja seperti itu. Kita hanya beda beberapa menit saja kan" Baekhyun mulai mempoutkan bibirnya, dan membuat Luhan tambah sangat gemas.

"Hahaha meskipun jika kau yang lahir duluan, kau itu akan tetap seperti bayi, kau itu lucu sekali Baekkieeeeeee~" ucap Luhan gemas sambil mencubit dan menarik kedua pipi Baekhyun.

"And... You're My Little Angel kekekeke"

"Lepaskaaaannn hyung sakitttt~" Baekhyun merengek kesakitan karena pipinya ditarik kekedua sisi yang berbeda, bisa-bisa pipinya melar dan nanti akan sulit menyanyi.

"Huh gombal, dari mana hyung belajar itu? Sehun? Oh tidak mungkin Sehun menggombal... Eum... Ah! Chanyeol?" Baekhyun menerka-nerka dari siapa kemampuan menggombal hyung-nya itu meningkat menjadi menyebalkan.

"Hahaha ani... jika bertemu namja imut sepertimu pasti semua orang akan pintar menggombal" goda Luhan lagi.

"Ih~" Baekhyun sebal kalau hyung-nya itu menggodanya dan menggombal seperti itu. Tapi lucu juga melihat hyung-nya seperti itu. dan Baekhyun malah terkekeh.

"Ahhh apa kau pernah digombali oleh mereka berdua? Kenapa yang muncul dipikiranmu Sehun dan Chanyeol eum?" selidik Luhan.

"Karena mereka berdua yang selalu terlihat dekat denganmu hyung, karena mereka berdua yang terlihat sangat tertarik padamu" jelas Baekhyun.

"Dan mereka juga terlihat dekat denganmu, dan mungkin mereka berdua juga tertarik padamu" Luhan kembali menggoda Baekhyun.

"Hyung hentikan"

"Kan kau dulu yang mulai"

"Iya iya huh"

"Eh iya hyung.. eum... beberapa hari yang lalu aku melihatnya" kata Baekhyun karena teringat sesuatu.

"Siapa?"

"Itu... eum... Park Chanyeol" ucapnya ragu-ragu

"Bukannya kau sering melihatnya?"

"Yang ini beda hyung, aku bertemu dia diruang musik. Dia bermain gitar dan menyanyi" Baekhyun mengingat-ingat pertemuannya dengan Chanyeol dan mengingat bagaimana pertunjukkan kecilnya waktu itu.

"Benarkah?" Luhan yang menyadari gelagat aneh dari Baekhyun, terus saja memberikan pertanyaan.

"Benar, permainannya lumayan bagus"

"Apa kau tertarik lalu kau menghampirinya?"

"Huum, meski suaranya pas-pasan tapi karena diiringi permainan gitar yang bagus. Jadi aku rasa, aku menikmatinya"

"Maksudku. Apa kau tertarik? Tertarik pada Chanyeol?"

"Ehhhh? Hyung jangan mengada-ada. Aku hanya tertarik pada kemampuannya, bukan-"

"Kau tertarik. Byun Baekhyun tertarik pada Park Chanyeol iya kan?" goda Luhan sambil mengangkat kedua alisnya.

BLUSH

"Aniiiiii~ hyung minggir sana~~" mendengar pertanyaan Luhan membuat rona wajah Baekhyun memerah. Entah kenapa tiba-tiba dia merasa malu.

"Lihat wajahmu kekekeke"

"Sudahlah jujur saja. Kau tidak bisa bohong padaku Baby~"

"Ugh" Baekhyun mengalihkan wajahnya kearah lain. Melihat itu muncul ide dipikiran Luhan untuk menggoda Baekhyun lagi.

'Jarang-jarang aku bisa membuat Baekhyun seperti ini kekeke'

"Ehem..." Luhan menjernihkan tenggorokannya sebelum berbicara. Dan itu mengundang rasa penasaran Baekhyun.

"Kau! Byun Baekhyun, namja imut baik hati yang lebih suka memperlihatkan sisi juteknya. Byun Baekhyun, namja lembut yang lebih suka marah-marah akhir-akhir ini. Byun Baekhyun, namja yang sangat mencintai musik, yang beberapa hari lalu terpukau oleh suara pas-pasan. Dan Byun Baekhyun yang kadang cuek, tetapi entah kenapa sekarang suka membicarakan seseorang..."

"...Dan itu dimulai sejak seseorang datang. Dimulai sejak bertemu dengan seseorang itu. Dan dimulai sejak mengenalnya. Seseorang itu bernama Park CHANYEOL!"

JEGER!

Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan apa yang dikatakan Luhan dengan serius, tiba-tiba terkaget dengan kata terakhir, matanya melebar menatap tak percaya.

"Kekekeke kau kaget kan?" Luhan tentu sangat menikmatinya.

"Hyung pabbo! Jangan mengarang cerita!" saat ini wajah Baekhyun benar-benar sudah seperti kepiting rebus. Ia sangat malu, dan entah mengapa jantungnya berdebar sedikit cepat, ia merasakannya.

"Ani Baekkie. Aku hyung-mu sekaligus saudara kembarmu. Yang berarti juga separuh dirimu ini tentu tahu apa yang sedang terjadi"

"Sekali lagi aku bertanya, apa kau... tertarik pada Chanyeol?" kali ini Luhan mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun, memegangi kedua pipinya agar tak mengalihkan pandangannya. Luhan menatap lekat sepasang mata coklat didepannya itu, menunggu jawaban dari lawan bicaranya.

"..." namun tak ada jawaban keluar dari mulut Baekhyun, dia merasa malu dan tak sanggup menatap Luhan. Mata Baekhyun mencoba melirik kesamping menghindari tatapan mata Luhan. Jantungnya bedetak tambah cepat, bingung ingin menjawab apa pada belahan jiwanya ini. Karena dia tahu, dia tak akan bisa berbohong pada Luhan.

"Jawab saja, aku bertanya apa kau tertarik, bukan bertanya apa kau menyukai atau mencintainya kan? Itu pertanyaan mudah Baekkie" senyuman terkembang diwajah Luhan agar Baekhyun tidak merasa terintimidasi.

"Eum... kalau hyung menyebutnya... tertarik... aku pikir... se...sedikit..."

"..." hening, tak ada yang berkata setelah itu, namun tiba-tiba...

"YAY!"

Luhan berteriak kencang hingga membuat Baekhyun kembali kaget. Luhan menarik kedua tangan Baekhyun keatas dan mengajaknya melompat-lompat.

"Hyung diam! Aku bilang cuma tertarik sedikit..." Baekhyun yang sangat malu segera menghentikan kegiatan lompat-lompatnya.

"Ehem ehem oke, baiklah!" Luhan mencoba menenangkan dirinya sendiri, tapi masih terlihat jelas betapa senangnya dirinya mendengar Baekhyun akhirnya menyukai seseorang.

"Lalu, sejak kapan?"

"Eum…. sebelum dia selalu memperhatikan kita eum… salah maksudku memperhatikanmu dengan tatapan anehnya" jelas Baekhyun malu-malu.

"Ah aku tahu, setelah kau tahu bahwa yang dia perhatikan adalah ehem diriku kau merasa kesal. Dan bertambah kesal lagi saat dia salah mengira aku adalah dirimu, iya kan?" Baekhyun hanya mengaggukkan kepalanya pelan.

"Tapi aku tidak kesal karenamu hyung, hanya saja aku tidak suka tatapannya itu. Eum... aku tahu ini bukan pertama kalinya orang lain memperhatikanmu... hanya saja... mianhae hyung... benar hyung aku tidak kesal padamu..." jelas Baekhyun, Baekhyun tak bermaksud kesal terhadap hyung-nya. Oh tentu saja betapa sayangnya Baekhyun terhadap Luhan, tidak mungkin hanya karena Chanyeol, yang hanya sebatas 'tertarik' akan membuat Baekhyun kesal terhadap Luhan. 'Tertarik'

"Huum aku mengerti, kau sebenarnya tidak kesal padaku. Kau sebenarnya kesal terhadap siapapun orang yang Chanyeol perhatikan atau yang memperhatikan Chanyeol.."

"Kau tau Baekkie rasa kesalmu itu adalah cem-bu-ru" Luhan sengaja memberi tekanan pada kata terakhirnya. Dan Baekhyun hanya menatap hyung-nya dengan tatapan polosnya, tidak mengerti.

'Cemburu?'

"Kya~ my baby sedang jatuh cinta~~"

.

.

.

.

Ditempat lain...

.

"Hey Sehun! Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Chanyeol tanpa menatap Sehun, sambil membenahi bajunya didepan cermin. Merek berdua sedang mempersiapkan diri juga untuk mengisi acara nanti.

"Hemm" jawab Sehun singkat.

"Apa kau sedekat itu dengan Luhan?" tanya Chanyeol to the point, sepertinya Chanyeol ingin memastikan sesuatu dulu sebelum ia bertindak nanti.

"Maksudmu?" tanya Sehun yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Chanyeol.

"Apa kau menyukainya?"

"Ahh…. Eum dia baik aku menyukainya, maksudku siapa yang tidak menyukainya?"

"Kau tau maksud pertanyaanku. Jadi sekali lagi aku bertanya padamu. Apa kau menyukai Luhan?" Chanyeol semakin mempertegas pertanyaannya.

"Ummm.." Sehun masih ragu.

"Aku masih menunggu"

"Aku…"

"Baiklah aku beri sedikit waktu lagi untuk memikirkannya. Pikirkan baik-baik, sebelum aku yang akan mengambilnya"

Chanyeol sepertinya masih memberi kesempatan pada Sehun untuk jujur padanya dan dirinya sendiri. Meski Chanyeol sudah menetapkan Luhan sebagai incarannya, tapi seperti yang Sehun bilang dulu bahwa 'Chanyeol tak seburuk yang dikira orang', dan benar Chanyeol masih memberi kesempatan pada Sehun. Tapi jika itu terlalu memakan banyak waktu, jangan salahkan Chanyeol, jika Chanyeol akan benar-benar mengambil Luhan.

.

.

.

SKIP TIME

.

.

.

Acara Sekolah…..

.

Riuh sorak siswa yang menonton pertunjukkan terdengar hingga seantero sekolah. Bagaimana tidak saat ini yang sedang tampil adalah duo pria tampan. Satu yang lebih tinggi sedang bersemangat ber-beatboxing, sangat menawan apalagi dengan suara beratnya itu, membuat para yeoja meneriakkan namanya. Sedang satunya yang berkulit putih mulus sedang meliuk-liukkan badannya mengikuti beat yang terdengar. Setiap gerakannya mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya. Ya benar, siapa lagi kalau bukan duo Chanyeol-Sehun.

Sedang disisi lain terlihat Baekhyun dan Luhan yang juga tengah memperhatikan mereka berdua tampil, ekspresi yang sulit dijelaskan, mungkin hanya mereka berdua yang tahu. Entah siapa yang tengah memperhatikan siapa, itupun hanya mereka berdua yang tahu.

Penampilan mereka berduapun selesai, dan mereka segera menuruni panggung. Dan disusul dengan penampilan Si kembar Byun. Namun sebelumnya mereka berempat yang berpapasan memberikan slam terlebih dahulu.

"Woah penampilan yang hebat" kata Luhan, yang diangguki oleh Baekhyun.

"Gomawo Luhan" dan Chanyeol yang menimpalinya.

"Owh" tiba-tiba suara meng-aduh terdengar dari dua orang. Sehun dan Baekhyun. Mereka berdua disikut oleh Luhan dan Chanyeol. Yang seakan memberi isyarat pada mereka untuk mengatakan sesuatu.

"A-ah penampilan yang keren Sehunnie hehehe" Luhan yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas, dan kemudian menatap Baekhyun.

'Harusnya kau bilang pada Chanyeol'

'Shirreo'

"Gomawo Baekhyunnie, aku rasa penampilanmu juga akan hebat" Chanyeol yang mendengar iupun menatap malas Sehun. Dan mereka berduapun berbicara melalui tatapan.

'Kesempatanmu habis Oh Sehun'

'Ah terserahlah, aku malu pabbo!'

Sehun sedikit menyesal dan takut, apa benar setelah ini Chanyeol akan mengambil Luhan? Shirreo!

"Luhan bisa kita bicara nanti setelah penampilanmu selesai?" tanya Chanyeol kepada Luhan. Luhan sedikit berpikir kemudian mengiyakannya.

"Baiklah"

Luhan berpikir mungkin ini kesempatannya untuk berbicara pada Chanyeol tentang Baekhyun. Kalau Luhan menunggu sampai Baekhyun yang bicara itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Jadi ini kesempatan.

Namun berbeda dengan Chanyeol, Chanyeol mengajak Luhan bicara bukan untuk membahas perasaan orang lain, melainkan perasaannya sendiri. Dan itu tentu saja untuk Luhan dan bukan juga orang lain.

Setelah percakapan singkat mereka, Luhan dan Baekhyunpun segera menaiki panggung, dan mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Semua orang sudah menantikan penampilan tersebut.

Seketika mereka muncul, alunan dentingan piano yang kemudian disusul dengan suara merdu yang menjadi satu kesatuan dalam suatu harmoni yang indah telah membuat siapapun yang mendengarnya akan terhanyut. Terbawa oleh suasana lagu alunan melodi yang dinayanyikan oleh dua namja manis yang tidak lain adalah Baekhyun dan Luhan.

"Hebat!"

Itulah yang terucap dari bibir dua orang namja tampan setelah menyaksikan kedua namja manis yang tadi menampilkan sebuah kolaborasi yang cantik. Dan tentu saja selesainya penampilan tersebut diiringi dengan riuh suara dan tepuk tangan dari penonton yang lain. Sedang dua namja tampan tersebut hanya terpesona tanpa mampu berbuat banyak.

Kedua namja tampan tersebut sudah pasti adalah Sehun dan Chanyeol. Mereka berdua seperti hanyut kedalam lirik lagu yang terngiang masuk melalui telinga hingga menuju tepat dihati mereka. Baik Sehun maupun Chanyeol sama sekali tak mengalihkan pandangan mereka terhadap dua sosok cantik tersebut.

Segera setelah Luhan-Baekhyun turun, panggung segera diisi oleh penampil yang lain. Luhan-Baekhyun segera menuju belakang panggung, yang tentu saja Chanyeol segera menghampiri mereka, yang diikuti oleh Sehun.

"Inilah saatnya" pikir Chanyeol. Benar, kali ini Chanyeol akan menyatakan perasaannya, untuk meminta agar Luhan mau menjadi kekasihnya.

Sesampainya disana, ternyata dibelakang panggung sudah banyak orang yang mengerumuni si kembar tersebut, mereka memberikan pujian dan menumpahkan kekaguman mereka kepada BaekLu. Sedangkan Chanyeol sulit untuk menghampiri targetnya. Dia seperti kesulitan mencari celah untuk menghampiri Luhan, Chanyeol menyibak kerumunan orang yang menghadang jalannya.

"Ugh sesak sekali! Hei awas, minggir!" Chanyeol menyingkirkan beberapa orang agar dia bisa lebih dekat dengan Luhan.

"Ck! Tak ada cara lain, aku tarik saja"

Chanyeol masih mencari kesempatan. Sulit sekali hanya untuk meraih tangan Luhan. Namun Chanyeol segera menggeser orang yang ada dihadapannya yang menghalanginya, dan segera celah tersebut terbuka, maka langsung ditariknya tangan mungil dihapannya. Chanyeol membawa Luhan keluar dari area sekitar panggung, membawanya agak menjauh ketempat yang tak banyak orang berkerumun dan tidak banyak tersorot pancaran cahaya.

Chanyeol kesal terhadap orang-orang tadi, namun senyuman langsung terukir saat dia berhasil membawa Luhan keluar. Namun senyumannya memudar saat dirasa tangan mungil yang digenggamnya menepis tangannya.

PLAK!

Chanyeol berhenti kemudian membalikkan badannya. Dan seketika itu dahinya mengernyit.

"Pabbo!" kata namja mungil didepannya sambil melipat kedua tangannya didadanya. Wajah manisnya masih terlihat meski sorotan lampu tak banyak menyinari wajahnya. Cukup dengan cahaya bulan dan cahaya dari wajahnya sendiri sudah mampu membuat orang disekitanya silau. Chanyeol yang didepannyapun sedikit terhipnotis dan shock melihatnya. Segera dia menggelengkan kepalanya dan kembali menyernyitkan dahinya.

"Salah orang eum?"

"KAU?" akhirnya Chanyeolpun bersuara, namun terdengar nada keterkejutan didalamnya.

"Bingo!"

"Bagaimana bisa?"

"Tanyakan pada dirimu sendiri"

Chanyeol kaget karena yang dibawanya semenjak tadi bukanlah Luhan melainkan Baekhyun. Lebih tepatnya terkejut karena kesalahnnya sendiri, karena ini sudah entah keberapa kalinya dia salah. Chanyeol yakin orang yang ditariknya menjauh tadi adalah Luhan, tapi bagaimana bisa sampai Baekhyun yang ada didepannya saat ini.

"Kenapa kau diam saja saat aku menarikmu"

"Aku sudah menepismu. Kau menarikku kuat, aku juga terkejut bukan hanya kau pabbo!"

"Kau… apa kau sengaja?"

"Aku? Hahaha, aku yang harusnya bilang begitu"

"Maksudmu, aku yang sengaja menarikmu? Ayolah, jangan bercanda, kau cih"

"Mungkin saja, karena kau selalu salah mengira. Kau kira akupun sudi? Aku mau kau tarik sampai sini karena ada alasannya. Jangan sampai benar yang kau bawa kesini adalah Luhan"

Mereka berdua kembali bertengkar, bukankah mereka berdua sudah terlihat eum sedikit akur beberapa hari yang lalu? Dan bukankah Baekhyun bilang bahwa dirinya eum sedikit 'tertarik' pada Chanyeol? Dan bukankah Chanyeol juga mengakui kalau Baekhyun itu manis? Tapi karena ini mungkin, semuanya akan berbeda.

"Hey! Kenapa kau mencampuri urusanku? Memangnya kenapa kalau aku mengajak Luhan kesini?"

"Aku… aku tidak mau kau mengapa-apakan Luhan hyung"

"Dan lagi, Luhan hyung tidak menyukaimu, jadi lupakan saja. Luhan hyung menyukai Sehun, dan begitupun dengan Sehun. Apa kau tidak mengerti" Baekhyu kesal.

"Tidak ada salahnya aku mendekati Luhan. Selama mereka belum pacaran kenapa tidak? Dan kau! Kau itu hanya saudaranya, jadi jangan mengurusi urusan pribadinya"

"Kau-"

"Aku bilang… Jangan mentang-mentang kau kembarannya, jadi kau seenaknya mencampuri urusannya! Urusan percintaannya!"

"Aku tidak mencampuri urusannya, aku hanya mencoba melindunginya! Melindunginya dari playboy sepertimu!"

"Mwo?'

Mereka berdua sepertinya sudah dipuncak kekesalannya, mereka saling menyalahkan. Saling tak suka jika menyangkut Luhan.

"Iya benar, kau itu playboy. Kau punya banyak pacar dan kau sering menggoda orang-orang yang kau jadikan targetmu. Dan sekarang kau menjadikan Luhan hyung sebagai target. Lalu kau akan membuangnya saat kau mendapatkan target baru! Tidak akan kubiarkan orang sepertimu mendekati Luhan hyung! Jadi pergi saja, karena aku akan selalu melindunginya!"

"Apa katamu barusan? Kau!" Chanyeol benar-benar sangat kesal dan marah mendengar tuduhan Baekhyun. Baru saja dia mengatakan sedikit hal, Baekhyun sudah membalasnya dengan banyak sekali ejekan.

"Apa!"

"Jaga ucapanmu! Lihat dirimu sendiri! Kau lebih buruk dariku!"

"Apa maksudmu?"

"Ck! Aku rasa kau itu cemburu, kau iri"

"Mwo?"

"Iya benar, kau iri. Kau iri pada kakakmu sendiri. Kau iri karena Luhan lebih populer daripada kau. Kau iri karena Luhan lebih sempurna, lebih cantik dan lebih berbakat. Dan kau iri karena banyak orang yang menyukai Luhan. Sedangkan kau? Kau, ck apa yang hebat dari dirimu? Lihat dirimu, banyak orang yang mendekatimu karena mereka hanya ingin mendekati Luhan. Kau hanya dijadikan perantara. Jangan kau kira kau itu sama dengannya. Kau tidak bisa dibandingkan dengannya"

"Hentikan!"

Kali ini ganti Chanyeol yang memberikan serangan pada Baekhyun, tentu saja Baekhyun sangat kesal, ingin sekali ia menampar Chanyeol.

"Kuberitahukan tentang suatu rahasia padamu. Apa kau tau? Kenapa selama ini Luhan selalu menolak orang yang menyatakan perasaan mereka kepadanya? Itu karena kau! Luhan merasa tidak enak padamu. Dia kasihan karena semua hanya memperhatikannya. Kau harusnya sadar itu. Jangan membuatnya selalu merasa tidak enak padamu. Dan satu lagi, ditambah dengan keadaan fisikmu saat ini. Itu menambah beban Luhan. Selama ini bukan kau yang melindunginya. Tapi Luhan, Luhan yang melindungimu. Ah aku lupa-"

"Aku bilang hentikan!"

"Kenapa? Apa yang aku katakan benar? Kau tau tidak, keberadaanmu disamping Luhan malah membuatnya semakin sempurna. Dan sebaliknya, keberadaan Luhan disampingmu malah membuatmu semakin terlihat menyedihkan"

"Ah satu lagi! yang seharusnya menyingkir dari Luhan bukan aku tapi kau!"

PLAKK

Sebuah tamparan mendarat dipipi Chanyeol, itu adalah tangan kecil Baekhyun yang sedari tadi tertahan dan akhirnya sekarang mampu mendarat dengan mulus. Chanyeol hanya tersenyum sinis setelah mendapat 'hadiah' dari Baekhyun.

"Heh" Chanyeol memegang pipinya yang tertampar tadi. Dan Baekhyun hanya berdiri mematung disana memandangi tangannya. Tak ada kata keluar dari mulut mereka. Hingga akhirnya suara langkah kaki menginterupsi.

.

"Ah Baekkie disini kau rupanya, aku mencarimu kau tiba-tiba hilang- Ah Chanyeol kau disini juga? OMO apa kalian?" Luhan larut kedalam pikirannya sendiri, ia mengira Baekhyun sedang melakukan pendekatan pada Chanyeol ataupun sebaliknya.

Tapi berbeda dengan Sehun, dia melihat ada yang aneh pada Chanyeol. Chanyeol dan Baekhyun tampak diam saja. Apa mereka bertengkar lagi?

Luhan hendak menghampiri Baekhyun, namun tiba-tiba sebuah tangan menariknya, dan dengan cepatnya tanpa disadari mereka yang berdiri disitu sebuah adegan terpampang sangat jelas.

SRET

CUP

Dua pasang mata sangat terkejut melihatnya, melihat hal itu. Ternyata Chanyeol yang menarik tangan Luhan hingga kepelukannya, dan dengan gerakan cepat Chanyeol mencium Luhan, menciumnya dibibir. Dan disaksikan oleh dua orang dihadapan mereka. Sehun dan Baekhyun yang tentu saja mereka merasakan gemuruh didada mereka. Dan tak jauh berbeda Luhanpun sangat terkejut dengan semua ini.

'Aku sudah memberikanmu kesempatan Sehun, jadi seperti yang kubilang jangan salahkan aku'

'Dan kau Baekhyun, apa yang kau takutkan adalah seperti ini?'

'Dan untukmu Luhan, aku tidak main-main'

'Apa ini, jantungku tak mau berdetak seperi biasanya. Apa aku benar-benar…..'

.

-Author Pov End-

.

.

.

-TBC-

.

.

.

Mind to review?