Catching Feelings
(Chap. 7 Bad Mood)
.
.
Judul : Catching Feelings (Chap. 7 Bad Mood)
Author : Sam / SamKou
Genre : Yaoi, BxB, Romance, Brothership.
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan (Byun Luhan) (EXO Members)
Pairing : ChanBaek, HunHan, ChanLu, HunBaek.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
-START-
.
.
.
-Author's Pov-
Hari minggu ini terasa begitu menyenangkan bagi Luhan, pasalnya hari ini dia akan keluar bersama Sehun. Tidak bisa dibilang kencan, hanya sekedar jalan-jalan, karena mereka memang belum resmi berpacaran.
Luhan berjalan kesana kemari kemudian lama berdiri didepan kaca, memilih-milih baju untuk dikenakan, menata rambut dark-rednya berkali-kali. Dan apapun dilakukannya untuk membuatnya terlihat menarik didepan Sehun nantinya.
Sedangkan Baekhyun sedikit pusing melihat hyungnya mondar-mandir sejak tadi. Heran melihat tingkah Luhan seperti itu. Apakah ini yang sering orang jatuh cinta lakukan? Baekhyun belum mengerti perasaan cinta, mungkin belum menyadari.
"Hyung berhenti! Kau membuatku pusing" erang Baekhyun.
"Kenapa? Aku kan tidak melakukan apa-apa Baekkie" tanya Luhan bingung.
"Dari tadi mondar-mandir didepanku, dan lihat semua bajumu berserakan dilantai. Belum lagi kau terlalu lama berdiri didepan kaca. Kau tidak seperti ini sebelumnya hyung. Dan kau tahu, kau membuatku takut dengan perubahan sikapmu yang mendadak. Akhhh Luhan hyungku sudah gila karena Oh Sehun, besok dia harus bertanggung jawab!" omel Baekhyun panjang lebar.
"Ya Baekkie aku tidak gila, aku hanya gugup. Ini pertama kalinya setelah sekian lama Sehun mengajak jalan-jalan hanya berdua, hanya berdua Baekkie" luhan menekankan kalimat terakhirnya.
"Apa aku terlihat berlebihan? Terlihat terlalu senang? Bagaiman kalau nanti Sehun menganggap aneh? Padahal ini hanya jalan-jalan saja, bukan kencan. Benar, bukan kencan. Aku memang sangat berlebihan" Luhan menghembusakan nafas dan mendudukkan dirinya dikasur, samping Baekhyun.
"Benar kau berlebihan hyung" Baekhyun ikut duduk dan memutar tubuh Luhan agar menghadapnya.
"Lihat aku" perintahnya. Luhan menatapnya dengan pancaran khawatir dimatanya.
"Rilex hyung, kau hanya perlu bersikap seperti biasanya, menjadi Luhan hyung yang manis. Kemari" Baekhyun beranjak dari duduknya dan menarik Luhan untuk mengikutinya berdiri ditengah ruangan. Baekhyun melihat sekekliling mengamati banyak baju yang berserakan dilantai, sesaat hingga matanya menangkap apa yang ia cari.
Tangannya mengambil sweater coklat panjang dengan motif cherry berjejer diagonal senada dengan rambutnya.
"Buka bajumu hyung" titah Baekhyu.
"Ne? Jangan bercanda Baekhyunnie, aku sebentar lagi mau keluar, kalau malah menyuruhku bertelanjang dada? Shireo!" tolak Luhan panik.
"Lulu pabbo! Maksudku buka bajumu dan ganti dengan ini" Baekhyun menyodorkan sweater yang ia ambil dari lantai.
"Oh hehehe"
"ganti bajumu itu, kau memang berlebihan hyung. Kenapa kau memakai baju saat kita perform disekolah beberapa waktu lalu. Itu terlihat aneh jika dipakai untuk jalan"
"Hehe itu karena sehun memujiku saat itu, jadi aku kepikiran"
"Huh dasar, sudah sini aku saja yang lepaskan"
"Eh eh Baekhyunnie pelan-pelan"
"Kau juga perlu mengubah tampilan rambutmu, rambutmu jelek sekali seperti"
Baekhyun dengan cekatan melepas baju Luhan yang dinilai aneh dan langsung menggantinya dengan sweater pilihannya.
Luhan sedikit gelapan dengan aksi Baekhyun yang langsung membuka bajunya, menariknya sedikit kasar sehingga kepalanya sedikit terangkat, begitu juga saat memakaikannya. Beberapa kali Luhan memarahi Baekhyun tapi tidak didengarkannya.
"Aw! Pelan-pelan Baekkie, kepalaku tertarik, sakit"
"Ayo sini" tidak dihiraukannya, Baekhyun langsung menarik Luhan lagi dengan tangan lain menarik sebuah kursi dan mendudukkan Luhan disana.
"Eww rambutmu jelek sekali ckckck" segera Baekhyun mengambil hari gel milik Luhan menuangkannya ketangan dan ia usap-usapkan dirambut Luhan.
Tangannya dengan gesit menata dengan sedikit mengacak-acaknya yang sebelumya terlalu rapi. Baekhyun masih heran kemana hyungnya yang selalu modis sebelumnya. Hanya karena akan jalan dengan sehun membuatnya gayanya tak senada sama seklai.
"Selesai" Baekhyun sudah menghadapkan Luhan kembali menatap kaca.
"Ini baru Luluku" Luhan menatap pantulan dirinya sendiri dikaca, ia cukup manis, pikirnya. Lebih dari itu sebenarnya.
Dibandingkan dengan penampilannya yang sebelumnya, sekarang ia lebih casual dan menarik seperti biasanya. Rambut bagian depannya disisir sedikit keatas dan sedikit berantakan disisi yang lain. Ia tersenyum memandangi pantulannya sendiri. Terimakasih kepada dongsaengnya yang tahu akan dirinya.
"Goma- pft Baekkie pft" Luhan mengusap mulutnya dengan cepat karena cairan asing masih kedalam mulutnya.
Baekhyun menyemprotkan parfume keseluruh tubuhya dengan sedikit terlalu semangat. Lupakan tentang rasa terimakasih tadi, karena sekarang mulutnya terasa pahit. Segera Luhan menyambar botol minum didekatnya.
"Ya! Baekkie pfrt apa yang kau lakukan?"
"Membuat tubuhmu harum"
"Tapi tidak begini" omel Luhan masih sambil mengusap muluntya.
"Sebenarnya ada apa denganmu Baekkie?" Luhan menangkup kedua pipi Baekhyun, merasa aneh dengan tingkah Baekhyun.
"Ani tidak ada apa-apa, aku hanya sedikit tidak mood hari ini" elak Baekhyun melepas tangan Luhan.
"Sudah sana pergi dan sampaikan salamku pada Sehun" sebelum Luhan mengucapkan kata-katanya, Baekhyun sudah mendorongnya keluar kamar sampai depan pintu, dan benar Sehun sudah berada didepan pintu rumah mereka. Baekhyun hanya melambaikan tangan pada mereka berdua dan langsung kembali kekamarnya.
.
-Author's Pov End-
.
.
-Baekhyun's Pov-
.
"Sebenarnya ada apa denganmu Baekkie?"
"Ani tidak ada apa-apa, aku hanya sedikit tidak mood hari ini"
Luhan hyung menangkup kedua pipiku, menatapku khawatir dan heran dengan perubahan sikapku. Apa yang kukatakan memang benar, aku memang sedang tidak mood akhir-akhir ini, setelah si Chanyeol bodoh yang seenaknya saja me-me-menciumku, sial...
Cemburu membutakannya, hanya karena melihat Sehun dan Luhan hyung yang nampak dari kejauhan seperti sedang berciuman membuatnya kehilangan akal- memang tak punya akal-.
Akhirnya, aku langsung bertanya –menginterogasi- ke Luhan hyung hari itu juga, apa yang ia dan Sehun lakukan disalah satu sudut sekolah saat itu, dan iapun menjelaskannya.
Dan terbuktilah mereka tidak berciuman...
Kalau begitu rasa cemburu si bodoh Chanyeol itu tak berdasar...
Dan ciuman-paksaan- yang ia lakukan padaku, aku anggap tindakan kriminal.
Sial, ciuman pertamaku...
Tapi jauh didalam sana, hatiku terasa tak nyaman sedikit nyeri saat si bodoh itu menciumku paksa. Bukan seperti itu yang aku harapkan. Apa aku mengharapkannya? Mungkin, setidaknya untuk ciuman pertamaku...
Ck, dan melihat Lulu hyung yang pagi ini terlihat senang sekali karena akan jalan dengan Sehun membuatku iri dan kesal. Bukan... aku tak iri dengan hyung, aku hanya iri dengan keadaan. Hah, menyedihkan beginilah orang yang bernasib sial, selalu menyalahkan keadaan.
Sudah tak usah dipikirkan, aku harap hyung dan Sehun bersenang-senang. Ah iya sekalian, lebih baik aku jalan-jalan saja keluar, hitung-hitung membangkitkan moodku yang sedang rusak. Sedikit udara segar akan membuatku sedikit tenang.
.
-Baekhyun's Pov End-
.
.
-Chanyeol's Pov-
.
"Ingin berkencan?" pertanyaanku membuat Sehun berhenti melakukan aktivitasnya didepan cermin dan menoleh kearahku yang saat ini sedang bersandar dipintu kamarnya.
"Tidak aku hanya-"
"Dengan Luhan" kupotong kalimatnya sebelum ia menjelaskan-yang sudah jelas- dengan lebih tepatnya sebuah pernyataan.
"Ne..." terdengar keraguan dinadanya.
"Kau cepat juga ternyata" lanjutku mencoba memojokkannya.
Sehun sejak kemarin selalu mengelak tentang apapun yang aku tanyakan tentang hubungannya dengan Luhan. Aku bilang aku tahu semuanya dengan menekankan beberapa kalimat, tapi dia selalu membantah dengan 'tak seperti yang kau lihat' atau 'bayangkan' atau sebagainya. Cih!
"Dengar Chanyeol, sudah kubilang aku tak berpacaran dengan Luhan"
"Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau menyukainya? Bukankah lebih baik bersaing secara sehat? Picik sekali"
"Kami tidak berpacaran" tegasnya sekali lagi.
"Oh begitu?"
"Ya"
"Hmm, kau tiba-tiba mengajaknya keluar setelah sebelumnya bilang kalau tidak menyukainya dan berhasil membuatku percaya. Lalu setelah aku lengah, kau mengajaknya keluar. Dan suatu saat tanpa orang duga, tiba-tiba kalian sudah berpacaran. Bagus, strategi yang bagus, sepupuku memang pintar"
"Baiklah dengar, aku minta maaf jika aku membuatmu kecewa. Aku... aku yah hah... aku memang menyukai Luhan..." akunya.
"Aku menyukai Luhan, jauh sebelum orang lain menyukainya..." cih dia ingin dengan waktu huh?
"Jadi?" kutanya apa maunya sekarang. Oh jelas aku kesal, andai saja dia bukan sepupuku. Lagipula aku suka bermain fair.
"Aku rasa akupun akan mengejarnya"
.
-Chanyeol's Pov End-
.
.
-Author's Pov -
.
Baekhyun berjalan-jalan untuk menyegarkan pikirannya, hanya sekedar jalan-jalan biasa. Menyempatkan sebentar untuk singgah ketaman hanya untuk melihat anak kecil bermain atau duduk diayunan jika sudah lelah berjalan dan berdiri. Dan saat sudah cukup puas kembali melanjutkan jalannya. Rutinitas yang sering ia lakukan bersama Luhan jika sedang merasa bosan.
Baekhyun memutuskan untuk mampir di cafe sebelum ia pulang dengan bus nantinya. Untuk melepas dahaga dihari yang terik ini setelah seharian berjalan-jalan. Memesan strawberry float favoritnya dan berapa cookies dan menuju kesalah satu tempat duduk.
Matanya berkeliling dengan cookies dimulutnya sambil berfikir apa yang harus ia lakukan setengah sisa hari ini sampai hyungnya pulang nanti. Haruskah ia mampir bermain kerumah Kyungsoo? Aish, pasti dia sedang berkencan dengan Kai. Pulang dan mengerjakan PR? Sudah ia lakukan kemarin malam. Dirinya merasa bosan, rasanya ditinggal sendirian oleh separuh dirinya yang lain, membuatnya merasa kesepian. Apa hyungnya juga meraskan hal yang sama? Hyuunggg...
"Oh?"
"Itu kan?"
Baekhyun melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, setelah membayar apa yang ia pesan tadi, segera ia keluar dengan membawa strawberry float masih ditangannya.
"Luhan hyung..." Baekhyun melihat Luhan yang berjalan dengan Sehun, dan dilihatnya mereka berdua bergandengan tangan. Tapi bukan itu yang menarik perhatiannya. Tetapi hal lain.
Baekhyun berjalan mendekat tepat beberapa meter dibelakang Luhan. Ia berjalan diam-diam dengan senyuman mengembang.
"Permisi.." Baekhyun menepuk pundak sesorang dengan senyuman manis yang-dibuat-buat- ia buat.
.
.
"Kau?" kagetnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya dengan tampang kesal.
"Harusnya aku yang bertanya tuan Park Chanyeol" kembali senyuman manis ia perlihatkan pada Chanyeol. Tapi bagi Chanyeol senyuman itu terlihat menjengkelkan.
Chanyeol tidak memakai kaca mata hitam dngan t-shirt dan jeans, terlihat casual-dan tampan-. Melengos begitu saja setelah tahu siapa orang yang menegurnya.
"Sudah pergi sana, jangan mengangguku"
"Menganggu? Aku lihat kau tidak melakukan melakukan apa-apa... Ah~ aku tahu.." kata Baekhyun sambil melirik kearah belakang Chanyeol, karena saat ini Chanyeol menghadapnya.
"Kau memata-matai Luhan hyung kan?" tanyanya penuh selidik.
"Jangan bercanda, untuk apa? Kurang kerjaan"
"Jangan mengelak, aku melihatmu dari sana" Baekhyun menunjuk cafe yang ia kunjungi tadi. Tempatnya duduk tadi tepat mengarah kemana Chanyeol berdiri dan itulah apa yang menarik perhatian Baekhyun, bahwa seseorang-Chanyeol- terlihat seperti mengekuti kakanya. Kesempatan ini tak akan ia lewatkan untuk menggoda Chanyeol.
"Ah kau pasti ingin melihat sejauh mana hubungan mereka kan?"
"Seperti yang kau lihat mereka terlihat sangaaaat bahagia" Baekhyun memulai aksinya, untuk memanas-manasi Chanyeol. Sebetulnya bukan sifat Baekhyun untuk bertindak seperti itu. Tapi untuk Chanyeol yang berhasil membuat Baekhyun badmood untuk beberapa hari ini, pengecualian.
"Mereka sama sekali tak nampak serasi"
"Mereka sempurna"
"Lihat mereka terlihat kikuk sekali, Sehun babo"
"Dia sangat baik. Ah berarti benar kau mengikuti mereka iya kan? Oh Tuhan Park Chanyeol ternyata seorang stalker"
"Diam cerewet, aku hanya kebetulan lewat" elaknya.
"Terserah kau, stalker"
"Aku bilang aku bukan stalker-"
"ah merek manis sekali" Baekhyun memtong kalimat Chanyeol, dengan kembali membuat Chanyeol iri dengan pasangan didepan mereka.
"Sama sekali tak roman...tis"
Mata mereka terbelalak melihat kejadian tepat didepan mata mereka. Kaget dengan ekspresi yang berbeda. Bahagia untuk Baekhun dan kesal sudah pasti untuk Chanyeol.
.
- Author's Pov End-
.
.
.
-TBC-
Mian buat readerdeul,, chap ini biasa aja. Tapi karena Sam udah lama ga' update, ya update seadnya dulu. kalau ada waktu chap ini mau Sam edit2 lagi.
makasih yang udah baca, reiew dan nunggu FF Sam. Gamsahamnida
