Catching Feelings

(Chap. 8 Lose)

.

.

.

Judul : Catching Feelings (Chap. 8 Lose)

Author : Sam / SamKou

Genre : Yaoi, BxB, Romance, Brothership.

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan (Byun Luhan) (EXO Members)

Pairing : ChanBaek, HunHan, ChanLu, HunBaek.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

-START-

.

.

.

-Author's Pov-

.

"Sial!"

Chanyeol berjalan sambil sedikit memaki disana dan disini, melampiaskan kekesalannya dengan menendangi apapun yang menghalangi jalannya-kerikil, batu, kaleng-, sebenarnya iapun ingin menendang tiang listrik yang ia lewati kalau saja ia tak ingat bagaimana konsekuensinya. Daripada menendang tiang listrik lebih baik menendang seseorang yang ada disampingnya kini.

Baekhyun.

Bahkan Chanyeolpun tak tahu mengapa Baekhyun masih saja ada didekatnya, berjalan beriringan dengannya disertai kekehan kecil bisa terdengar dari mulutnya. Apa Baekhyun tak tahu kalau dirinya saat ini sedang kesal. Kemungkinan besar Baekhyun mengetahuinya, makanya sengaja ia terkekeh kecil, kalau mau Baekhyun bisa saja tertawa dengan bahagia kalau saja ia tak ingat dengan karma.

"Kenapa kau masih disini?" tanya Chanyeol, angkuh.

"Aku ingin jalan-jalan, sejak tadipun sebenarnya aku memang jalan-jalan" jawab Baekhyun, santai-menyepelekan-.

'Dasar sialan'

"Tapi kenapa harus didekatku? Mejauhlah!" usir Chanyeol.

"Tidak mau! Suka-suka dong, lagipula ini jalan bukan milikmu"

'Sabar'

Tap tap tap tap

Chanyeol lebih memilih diam dan terus berjalan dan tentu diiringi langkah kaki Baekhyun yang masih mengikuti. 'Entah apa maunya anak ini' pikir Chanyeol.

Juga entah sebenarnya Chanyeol ingin pergi kemana, hanya mengikuti jejak langkah kakinya kemanapun mengajaknya.

"Apa kau kesal?" Baekhyun memutuskan untuk memecahkan keheningan.

'Tepat'

"Kau senang?" Chanyeol malah balik bertanya.

'Tentu'

"Kenapa aku harus senang?" terdengar berpura-pura.

"Tapi... eum kalau dibilang senang sih, iya. Karena pemandangan tadi memang menyenangkan untuk dilihat. Kau lihat kan betapa Sehun sangat gentleman tadi saat- oops, maaf..." Baekhyun segera menutup mulutnya, keceplosan.

"Sudah pasti kau senang" Chanyeol mencibir, kata-kata Baekhyun membuatnya mau tidak mau mengingat hal tadi lagi. Salahnya sendiri kenapa juga meladeni Baekhyun.

.

.

-Flashback-

Beberapa menit sebelumnya...

.

"Lu, aku ingin mengatakan sesuatu" Sehun dan Luhan masih dengan acara jalan-jalan –kencan- mereka. Tanpa mengetahui ada dua orang yang sedang memperhatikan mereka.

"Apa itu?" Luhan menghentikan langkahnya begitu juga Sehun.

Tiba-tiba Sehun memegang bahu Luhan dengan kedua tangannya, menatap mata Luhan dengan serius. Luhan tertegun melihat wajah serius Sehun.

'Apa yang akan dilakukannya?' batin Luhan gugup.

'Apa yang akan dilakukannya?' diseberang sanapun dua orang tersebut –Baekhyun dan Chanyeol- menanyakan hal yang sama.

"Saranghae!" ucap Sehun dengan tegas-sedikit membentak- masih dengan tatapan seriusnya, sedang Luhan hanya mengedipkan matanya imut, Chanyeol yang was-was dengan tangannya yang mengepal ditambah Baekhyun yang asik dengan acara senyum-senyumnya.

Hening tak ada yang berbicara sampai akhirnya...

"Bwahahaha..."

Semua yang mendengar tawa Luhan yang membahana hanya memandang heran, terutama Sehun. Apa ini tandanya Luhan menganggapnya bercanda, bukankah diwaktu yang lalu Luhan juga mengatakan kalau dia juga mencintai Sehun, lalu kenapa sekarang Luhan malah tertawa dengan begitu keras?

"Kekeke,maaf... maaf" Luhan mencoba berhenti saat melihat tatapan Sehun yang masih serius dengan tampang bodohnya.

"Ehem, bukankah kau sudah mengatakannya?"

"Eh?" Sehun entah lupa atau tidak, sudah mengatakannya saat disalah satu sudut sekolah, yang juga sama seperti sekarang disaksikan oleh Chanyeol dan Baekhyun. Kenapa selalu saja kebetulan, mungkin itu menjadi pertanyaan bagi Chanyeol dan Baekhyun.

"Nado..."

"Karena kau mengataknnya lagi, maka aku jawab nadoooo" balas Luhan dengan nada lembut tidak seperti Sehun tadi yang terkesan membentaknya, apa Sehun malu? Untuk apa malu, toh sudah pernah dikatakan, atau mungkin ada sesuatu yang lain?

"Ah-ah... Se-sebenarnya ada hal lain yang ingin aku katakan..." benar, ada sesuatu yang lain. Lihat perubahan wajah Sehun sudah berbalik 180 derajat.

"Apa itu?" Luhan menunggu, tingkah Sehun saat ini menjadi tontonan menarik bagi Luhan. tapi rasa penasaranpun ikut berkecamuk.

"Emmm..."

'Katakan'

"Aku..."

'Apa susahnya?'

"Kau... maukah kau menjadi pacarku Lu?"

'Akhirnya'

Meski dikalimat terkahir hanya terdengar seperti bisikan, tapi Luhan mendengarnya dengan jelas meski suara jantungnya terdengar lebih keras.

Tapi dua orang disana sayang sekali tidak mendengarnya, mereka harus menjulurkan telinganya, meski tentu saja masih tidak akan terdengar, melihat jarak dan volume suara Sehun.

Hanya membuat penasaran.

Luhan kembali hanya mengedipkan matanya dan seklai lagi terlihat manis, dia tidak tahu harus mejawab apa. Tapi sebenarnya ia sudah tahu jawabannya, karena sudah sekian lama jawaban yang ia miliki menunggu seseorang untuk menanyakannya.

"Lu...?" Sehun was-was, ia takut Luhan akan meminta waktu utnuk menjawabnya seperti apa yang terjadi pada Chanyeol. Tapi meski begitupun itu adalah hal yang lebih baik, daripada Luhan menolaknya mentah-mentah.

Luhan tersadar akan suara Sehun yang memanggilnya, benar ia harus segera menjawabnya. Tapi bagaimana? Gampang sebenarnya, hanya tinggal...

Mengangguk

Hanya jawaban sederhan mampu membuat kedua wajah pasangan baru tersebut merona. Sehun perlahan mendekat kearah Luhan, Luhan yang sadar merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya.

'Apa yang akan Sehun lakukan kali ini?' tanyanya was-was.

Tapi sejurus kemudian Luhan sedkit tenang mengingat kejadian lalu, saat Sehun mendekat ternyata Sehun hanya berbisik, padahal waktu itu Luhan sedikit banyak berharap sehun akan menciumnya. Yah, tak apa saat itu kan mereka belum seresmi ini.

Namun rasa tenangnya langsung hilang seketika disaat dirinya merasakan sesuatu menempel dipipinya, Sehun menciumnya.

Pipi

Memang apa yang kau harapkan Lu?

Sudah bagus Sehun sekarang ini menciummu, dan ingat kalian itu pasangan baru.

Benar.

Pikiran Luhan kembali berkecamuk dengan hal-hal aneh. Tapi dirinya langsung kembali sadar, saat ciuman tiu terlepas. Melihat langsung mata sehun yang saat ini tepat didepannya. Luhan terpana dengan tatapan Sehun.

Penuh kasih sayang, Luhan menyukainya. Membawa dirinya tenggelam hanya dengan sebuah tatapan. Dirinya serasa terbuai dengan senyuman indah merekah. Dan membuatnya tak sadarkan diri dengan gerakan tubuhnya sendiri, hingga...

CUP

Luhan membalasnya, membalas Sehun dengan kecupan dibibir.

Karena inilah yang Luhan inginkan.

.

-Flashback End-

.

"Kau kalah?" pertanyaan yang menjurus kesebuah pernyataan telak.

"Cih"

"Sejak awal kau sudah kalah. Sudah kubilang, mereka saling menyukai sejak lama hingga mereka dengan bodohnya tak sadar jika rasa suka itu sudah berkembang menjadi cinta. Tinggal diucapkan saja dan tara! Semua sudah beres"

"Jadi ini kalah karena waktu?" tanya Chanyeol meremehkan.

"No, no" kata Baekhyun dengan menggelengkan kepalanya disertai dengan gerakan jari telunjuknya.

"Kau kalah dalam aspek lain juga"

"Kau memperhatikan sekali"

"Ada juga lho rasa cinta yang sudah dirasakan sekian lama namun tiba-tiba digetarkan oleh sekelebat rasa suka"

"Jangan basa-basi" tak suka dengan kata-kata sok keren Baekhyun.

"Jadi kau juga ingin tahu apa yang membuatmu kalah?" tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya, Baekhyun segera berucap.

"Ciuman" mendengar kata itu, Chanyeol berhenti dan menghadap Baekhyun, Baekhyunpun sama berhenti dan memandang Chanyeol.

"Kau bilang aku kalah dengan Sehun dalam hal ciuman? Jangan bercanda!" gertak Chanyeol.

"Itu karena ciumanmu sedikit memaksa, tiba-tiba kau menciumnya langsung dibibir tak ada kesan romantis. Ciumanmu itu semata-mata hanya ingin menyatakan kalau kau bisa melakukannya bukan karena kau memang membutuhkannya. Berbeda dengan Sehun tadi, meski hanya dikening, sudah mampu membuat Luhan hyung merasakan getaran dihatinya. Aku bisa merasakannya" Baekhyun tersenyum, ia senang saat melihat adegan tadi. Hatinyapun menghangat, jauh dilubuk hatinya iapun ingin suatu saat nanti dirinya akan merasakan hal itu, menyalurkan rasa cinta dengan seseorang yang juga mencintainya.

Namun seketika khayalannya sirna mendengar penuturan Chanyeol.

"Cih! Aku jauh lebih baik dan jauh lebih hebat darinya, bukan hanya ciuman. Hanya dalam sekali lihatpun semua orang sudah tahu. Kecuali seseorang dengan mata yang cacat" jawab Chanyeol dengan emosi. Entah disadarinya atau tidak ataukah dia lupa atau tidak dengan makna dari perkataannya, mampu membuat seseorang terluka. Pada intinya saat ini dalam kekesalannya Chanyeol memilih untuk tidak peduli.

"Kau... Kau selalu berpikir begitu, selalu berpikir kau lebih memimpin satu langkah didepan Sehun, sementara kau selalu tertinggal dua langkah dibelakangnya" Baekhyun melanjutkannya, berusaha membuat Chanyeol mengerti tentang keadaannya sendiri saat ini. Sementara Chanyeol semakin geram mendengar apapun yang dikatakan Baekhyun saat ini.

"Sudahlah! Kau banyak bicara, memangnya kau pernah berciuman? Cih mana ada yang mau berciuman denganmu?" ejeknya. Baekhyun hanya tersenyum simpul, matanya masih memandang sayu mata amarah Chanyeol. Lama mereka berpandangan membuat Chanyeol merasa aneh dengan tatapan Baekhyun dan memilih melepas pandangan mereka.

"Jika kau bertanya tentang yang romantis aku belum pernah, tapi jika ciuman yang menyakitkan aku sudah merasakannya" pergi, Baekhyun memilih pergi. Meladeni Chanyeol saat ini hanya akan membuatnya semakin sedih. Tapi untuk apa bersedih, toh apa yang dikatakan Chanyeol memang benar adanya.

Chanyeol mengerti apa yang Baekhyun maksudkan, karena dia pelakunya, orang yang menyebabkan ciuman menyakitkan itu, bukan menyakitkan dibibir tapi dihati Baekhyun. Tapi karena Chanyeol mempunyai kebanggaan yang tinggi, ia tak mau mengakuinya.

'Kenapa ciumanmu selalu memaksa?'

.

.

==00==00==00==

.

.

Hubungan Sehun dan Luhan sudah resmi sejak saat itu. mereka berdua terlihat bahagia, bahkan Baekhyunpun terlihat lebih bahagia dari pasangan tersebut. Baekhyun sering menggoda Luhan dengan sikapnya yang apa-apa akan bercerita tentang Sehun. Dan menggoda-mengejek- Sehun dengan kebodohannya yang kenapa tidak mengungkapkan perasaannya sejak dulu.

Diantara banyak orang yang berbahagia pasti ada seseorang yang merasakan derita. Tapi sayang sekali, orang yang satu ini pasti akan menolak kata 'derita' hanya karena rasa suka, yah suka. Karena jika menyebutnya dengan 'cinta' itu akan lebih memalukan, karena seorang Park Chanyeol tak akan pernah mau kalah jika soal cinta. Benarkah? Bahkan dirinya saja belum pernah jatuh cinta.

Setelah kejadian itu, Chanyeol berusaha untuk menghindari Sehun, meski sulit karena mereka satu rumah dan notabene Chanyeol menumpang dirumah Sehun. Namun paling tidak menghindari pembicaraan dengan subjek 'Luhan'.

.

.

==00==00==00==

.

.

"Baekkie, kau sudah dengar akan ada siswa pertukaran dari Cina lho..." kata Luhan memeberi informasi kepada Baekhyun, mereka sedang berada dikelas menunggu songsaenim yang terlambat masuk.

"Hmmm"

"Kenapa hanya 'hmmm' eum?"

"Banyak yang bilang mereka tampan lho" Luhan menyenggol-nyenggol Baekhyun yang masih khusyuk membaca komiknya. Merasa terganggu dengan acara senggol-menyenggol Luhan, Baekhyun menutup komik dan menatap Luhan.

"Hyung, sejak kapan kau peduli dengan berita disekolah ini terutama dengan namja maksudku namja-namja tampan heum? Mau kulaporkan Sehun hah?"

"A-ani Baekkie, aku hanya ingin kau tidak selalu bertengkar terus dengan Chanyeol, dan juga saat aku sedang bersama dengan Sehun kau terlihat seperti-"

"Third-wheel" potong Baekhyun.

"Aniiii! Bukan itu maksudku" bantah Luhan, sambil menggoyang-goyang badan Baekhyun.

"Iya iya hyung berhenti kau membuatku pusing. Aku juga tidak masalah dengan menjadi orang ketiga, lagipula kau itu hyungku dan Sehun juga teman semasa kita kecil jadi tak apa"

"lagipula memangnya kenapa kalau siswa pertukaran itu tampan? Apa hyung menyuruhku berpacaran dengan salah satu mereka? Yang satu sekolah bahkan sudah kenal lama saja sulit untuk saling dekat apalagi yang baru kenal hyung. Kau ini!" kata Baekhyun menegaskan, memberi contoh dengan situasi Sehun dan Luhan yang sudah saling suka dari dulu saja, baru pacaran resmi beberapa hari yang lalu.

"Iya iya maaf"

"Lagipula aku dan Chanyeol tidak bertengkar, kita hanya berbagi argumen"

.

.

==00==00==00==

.

.

"Aku tidak mengganggu Baekhyun! Memangnya kalau aku mengganggunya apa masalahmu? Kau urusi saja pacarmu!"

"Hah~"Sehun menghela nafas.

"Apa ini karena Luhan dan aku…"

"Memangnya kau dan Luhan kenapa?" tantang Chanyeol.

"Chanyeol, aku minta maaf aku-"

"Tak perlu minta maaf, kau membuatku terkesan menyedihkan" Chanyeol kemudian berlalu menuju keluar toilet. Namun saat tepat didepan pintu dirinya menoleh.

"Aku jadi ingat apa yang sering kau katakan bahwa 'seseorang tak selalu seburuk yang kita pikirkan'. Berlakukah itu padamu? Ah! Tidakkah terbalik? Aku rasa, kau… tidak sebaik yang aku pikirkan" dengan begitu Chanyeol langsung melenggang pergi.

"Hah~" Sehun hanya bisa mendesah. Sehun tahu Chanyeol tak benar-benar marah hanya kesal. Dia sudah mengenal Chanyeol lama, sepupunya itu memang benci kekalahan.

Tapi tidak juga harus dengan mengganggu Baekhyun terus kan? Terkadang saat jam olahraga gabungan berlangsung, ia akan dengan sengaja menjegal Baekhyun saat pertandingan bola, atau melempar bola basket terlalu tinggi atau sengaja melemparnya terlalu keras pada Baekhyun. Tapi tentu saja bukan Baekhyun namanya kalau tidak membalas. Seperti sengaja menyenggol Chanyeol saat Chanyeol minum air dari botol, alhasil apa yang ada dalam mulut Chanyeol tersembur semua, dan keusilan lainnya. Balasan Bakhyun menggunakan trik yang tidak menggunakan tenaga, karena Baekhyunpun sadar, kalau tenaga jelas Chanyeol lebih kuat.

Hah~ memang tak perlu dikhawatirkan sepertinya, mereka sama-sama tangguh.

Tapi kenapa juga dia harus menumpahkan kekesalannya pada Baekhyun, jika mau dia seharusnya menumpahkannya padanya dan juga Luhan. Tapi sebaliknya, ia malah mendiamkan mereka berdua.

Sehun kembali mendesah, dan memutuskan untuk keluar juga dari toilet, menyusul spupunya yang keras kepala.

Bruk!

"Ah mian" Sehun membungkuk meminta maaf pada sesorang yang ia tabrak. Beberapa lembar kertas tercecer di lantai. Sehun segera memunguti yang juga pemilik kertas tersebutpun turut mengambilnya.

"Gwaenchana"

"Ah ini, maaf beberapa kertasmu jadi kotor" Sehun menyerahkan beberapa kertas yang berhasil ia tata, sebelum mengibaskankannya dan sedikit melirik kekertas tersebut.

"Gamsahamnida" balasnya dengan menerima beberapa kertas miliknya.

"Kau… salah satu murid baru itu?" tanya Sehun.

"Ah ne, perkenalkan namaku-"

"Sehun!"

.

- Author's Pov End-

.

.

.

-TBC-

.

.

.

A/n:

Mian chingu... udah lama bangettttt ga' update, eh sekalinya update kayak begini... Sam lagi Tugas Akhir soalnya, didoain aja ya smga cepet lulus, amin!

Sam mau nambahin beberapa chara sih, semoga ga tambah ribet...

Buat ff yang lain janji deh bakal diterusin pas luang ya...

Ya udah, RnR ya, bye!