Vocaloid isn't Mine
This Fic inspired by My Favourite Audio Drama Yandere Onna Noko
==== Warning! =====
My first Pic, Miss. Typo yang bertebaran dan eksis dimana-mana. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD
Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.
Genre : Romance (Bloody romance tetap dianggap dengan romancekan? )
Rating : K+/T mendekati M
== Voca Yandere Onna noko Miku Route : You Are My friend? ==
Jam sudah menunjukan pukul 08:10 malam, yang artinya sekarang waktunya cafe tempat Len bekerja untuk tutup. Dan seperti biasanya dia membantu sang pemilik toko sekaligus teman baiknya Miku Hatsune untuk menutup toko kuenya. Miku Hatsune adalah Idol sekaligus pemilik Toko dimana Len bekerja, well bisa dibilang juga kalau Len adalah petugas pertama di Toko kue Negi-negi milik Miku Hatsune, meskipun sekarang statusnya sudah berubah menjadi Idol Miku tetap saja selalu menyempatkan waktunya untuk mengunjungi tokonya tersebut. Dia selalu berkata kepada Len kalau toko itu sangatlah penting baginya.
" karena toko ini milik aku dan Len." itu adalah kata-kata yang dikatakan Miku setiap kali dia bertandang keToko kuenya. Well karena jadwalnya yang mulai memadat sebenarnya sangat sedikit waktu bagi miku untuk mengawasi toko tersebut, tapi disetiap ada jadwalnya yang kosong pasti Miku akan langsung melaju ketoko itu untuk melihat keadaannya hal ini menunjukan betapa pentingna toko tersebut bagi seorang Miku Hatsune.
Setelah selesai mengunci semua pintu dan juga jendela toko itu seperti biasa mereka melaju kerumah Miku, ini merupakan kebiasaan Len dan Miku semenjak Miku berpisah dari kedua orang tuanya bisa dibilang Len adalah penjaga rumah Miku jika Miku sedang konser diluar kota, atau saat Miku terpaksa meninggalkan rumahnya untuk persiapan konsernya.
Karena hubungan keluarga Kagamine dan Hatsune yang memang sudah erat. Semenjak ditinggal ibunya yang menikah lagi Miku sudah seperti menjadi bagian keluarga Kagamine bahkan Ibunya Len sering kali menjahili Len setiap kali Miku datang kerumah Len untuk mengerjakan PR atau hanya untuk bermain.
Ini adalah percakapan normal yang biasanya terjadi antara ibunya Len dan Miku ketika Miku sedang berkunjung kekediaman mereka.
" Hei Len jadi apa kau dan Miku sudah berciuman. "
" aaa.. APA maksudnya mama, gk mungkinlah aku ama Miku ciuman."
" Iya tante Len itu pemalu bahkan kalau lagi jalan bareng kuajak pegangan tangan aja refleknya udah ketakutan kayak orang mau diPiiiiiP. "
" Haha memang kayak gitu Len, dia memang kalau gak kamu yang ngekiss dia kamu gak bakalan pernah dapet kiss dari Len, kalau tante bilang Len itu M. Maunya digangguin dan digodain melulu. "
" Mama dan Miku berhentilah mengantakan hal aneh tersebut didepan mataku seperti ini. " ucap Len yang memerah mukanya akibat dihina sebagai seorang M
" Haha iya iya Len sayang, Miku tenang aja misalnya kamu Gak-sengaja Nyium Len tante ikhlas kok menerimanya " ucap Ibu len sambil menekankan kata Gak-sengaja dikalimatnya
" Tenang saja tante kalau Cuma Kiss dari Len mah gampang serahkan saja pada Miku-chan! "
" Baiklah aku menitipkan Len padamu Miku-chan " dan normalnya setelah percakapan ini mereka berdua akan berpelukan.
Len menghela nafasnya secara perlahan memikirkan percakapan antara Miku dan ibunya yang biasa terjadi dirumah kecilnya tersebut, dan tanpa terasa bersamaan dengan Len menyelesaikan lamunannya mereka juga ternyata sampai didepan rumah Miku.
Well meskipun sudah memiliki uang banyak Miku lebih memilih rumah kecil dengan ukura itu, alasannya simple karena dirumah itu banyak kenangan bersama Len
Didepan rumah bercat hijau tosca seperti warna rambut Miku tersebut Miku dan Len langsung bersiaga takut adanya wartawan yang mengintai Miku sebelum mereka berdua memasuki rumah tersebut. Setelah merasa aman Mereka berdua masuk kerumah tersebut secara bersamaan.
Semenjak status Miku naik menjadi Idol mereka berdua menjadi kesulitan untuk mendapatkan waktu bersama. Karena salah-salah sedikit bisa mencoreng reputasi Miku dan itu merupakan hal yang paling ditakuti oleh Len.
Salah satu kebiasaan yang dulu selalu Len lakukan setelah selesai bekerja adalah mengantarkan Miku kerumahnya dan sebagai tanda terima kasihnya Miku akan membuatkan makan malam untuk Len dan mereka akan makan bersama seperti dua buah pasangan suami istri yang baru saja menikah.
Tapi semenjak Miku menjadi idol waktu mereka untuk bersama sangatlah sedikit ditambah kejaran wartawan dan para saingan Miku yang ingin menjatuhkan popularitas seorang Miku Hatsune.
karena itulah ketika tadi Miku mengajaknya untuk makan malam bareng Len langsung menerima tawaran dari temannya tersebut, tanpa ada pemikiran buruk sedikitpun terhadap gadis manis itu. Ya Len sama sekali tidak menyangka kalau hari itu dia akan...
== Voca Yandere Onna noko Miku Route : The Tragedy in Living Room ? ==
" Fuuuh akhirnya sampek juga dengan selamat ya "
" haha iya syukurlah aku sama sekali gak nyangka mau kerumahku aja susahnya setengah mati kayak gini, oh ya Len jangan lupa kunci pintunya "
" Oke Miku-sama "
Setelah selesai mengunci pintu rumah Miku len langsung saja menidurkan dirinya diruang tamu Miku
" Ah.. udah lama gak nyantai disini "
" Ya maaf sih Len, salah kamu juga sih seenaknya ngirim video aku lagi ngecover dance "
" Maaf-maaf soalnya pas aku ngeliat kamu ngedance aku ngerasa sayang kalau bakat kamu gak disalurin makanya aku kirimin aja, eh gak taunya kamu langsung diterima ama agency "
" Iya-iya aku maafin lagipula kamu niatnya kan baik jadi gak papa kok "
" Haha ngomong-ngomong Miku hari ini kamu mau buat apa ? "
" Ehm.. kurasa aku Cuma bakal buat telor dadar yang dicampur dengan daun bawang dan sedikit tepung jadi bisa dibilang Pseudo-kroket "
" Haha apa perlu dibantuin ?"
" Len aku tau kalau kamu lebih jago masak daripada aku tapi maafkan aku karena untuk saat ini aku tidak bisa menyerahkan tahta dapur ini kepadamu " ucap Miku dengan tegas
" Begitukah oh ya Miku kamu ada daging-dagingan gak ? "
" emh... well disini memang ada cornet sapi sisa kemaren kenapa emangnya ? "
" sedikit saran aja daripada buat Pseudo-kroket mending nasinya dibuat adonan aja lagipula kan masih ada roti tawar yang tadi sisa dari toko " ucap Len menasehati Miku
" Len aku tidak mengerti maksudmu ? "
" well simple nasinya diblender bareng daun bawang, daging, ama telor kalau gak mau capek tapi bakal lebih enak kalau nasinya aja yang diblender terus daging,sayur ama telornya disatuin dengan cara diaduk teros adonannya digoreng buat jadi isi roti tawar"
" Len aku tambah pusing ? "
" Haha kurasa aku harus turun tangan ya? "
" enggak boleh! "
" udah gak papa aku bantu-bantu motong Daun bawang ama ngocok telornya aja "
" erm... baiklah " melihat semangat Len untuk membantu akhirnya Miku menyerah dan membiarkan Len memasuki wilayah kekuasaanya tersebut.
" nananana " mereka berdua melanjutkan kegiatan memasak mereka dan sesekali Len menasehati Miku untuk melakukan hal ini dan itu yang menyebabkan Miku agak sedikit risih, karena kebanggaannya sebagai chef dirumahnya sendiri dihajar oleh kemampuan Len dalam hal memasak. Kegiatan masak-memasak mereka berdua berjalan dengan nyaman sampai ketika...
" Oh ya Len tadi kok kamu terlambat Masuk kerja ampek 2 jam lagi ? "
" Oh iya aku sampek lupa ngasih tau tadi ya itu tadi aku dapet surat cinta dari seseorang makanya aku telat buat dateng ketempat kerja "
" Eh surat cinta? " Mendengar kata-kata Len Miku langsung saja menghentikan acara memotong daun bawangnya
" Eh Miku kok berhenti apa kamu capek? " jawab Len yang langsung mencoba mengambil alih pekerjaan Miku tapi belum sempat tangan Len menyentuh pisau ditangan Miku, Miku langsung menjauh dari Len
" Eh Miku kamu kenapa ? kok kamu jadi serem gitu ? "
" Oh enggak kenapa-napa kok, ngomong-ngomong siapa dia terus kamu jawab apa dianya ? " jawab Miku dengan cemas
" Namanya Yowane Haku well tadi sih pas ketemu dia Aku gak tega ngeliat dia karena tadi dia berusaha setengah mati Cuma buat nyatain cinta keorang kayak aku selain itu karena aku juga belum pernah pacaran kurasa tidak ada buruknya menerimanya "
" Eh... jadi kamu nerima dia ? " Mata miku perlahan mulai kehilangan Sinarnya dan pandangan Miku yang sebelum memasak tadi dipenuhi kebahagiaan perlahan menjadi kosong dan dingin.
" Miku apa kau tidak apa-apa? " Len yang melihat kondisi Miku yang terlihat shock tentu saja tidak bisa diam saja melihatnya
" Aku tidak apa-apa " jawaban Miku sangatlah pendek dan seperti tidak ada yang terjadi Miku tetap
melanjutkan tugasnya memotong-motong daun bawang tadi. Dan setelah pekerjaan memasak
selesai merekapun langsung menyiapkan makanan mereka dan membawanya keruang Tamu.
Diruang Tamu rumah Miku
" Oh ya Miku denger-denger ibu kamu mau ngajak kamu buat tinggal bareng lagi ya ?"
" Eh kamu tau darimana ? "
" Kemaren ibuku bilang katanya kamu bakal pindah dari sini, makanya aku sebenernya agak-agak
gimana gitu "
" O begitukah " jawab Miku dengan suara datar dan dingin.
" Well kalau menurutku gak ada salahnya sih kamu pulang, lagipula kamukan udah lama gak ketemu
ibu kamu apa kamu gak kangen ?"
" Sebenarnya kamu ini siapa ? "
" eh ? " belum sempet tangan Len menyentuh Sandwich buatannya dan Miku tadi cairan kental berwarna merah langsung menyadarkan Len tentang keadaan dirinya yang saat ini sedang berada diujung tanduk.
" GAAAAH! " jeritan Len terdengar ketika Pisau yang entah darimana Miku dapatkan menembus telapak tangannya belum sempat otaknya merespon apa yang terjadi sebuah payung besar sudah menabrak mukanya dan membuat dia terjatuh kelantai, Len mencoba membuka kedua buah matanya dan saat ini dihadapannya terlihat sosok gadis berambut hijau tosca dengan payung besar ditangannya sedang bersiap untuk memukulnya lagi.
" Mi... Miku! Apa yang Kau lakukan? " Len sekarang Panik ketika dia menyadari apa yang baru saja terjadi pada dirinya itu
" Siapa kau sebenarnya! Kau bukan Len !"
" MI.. Miku ini aku Len "
" JANGAN MEMANGGILKU DENGAN NAMA ITU! hanya Len yang boleh memanggilku dengan cara SEPERTI ITU! " teriak Miku yang langsung memukulkan Payungnya kearah kepala Len lagi dan lagi.
" Miku ini aku Len! Sadarlah! "
Jeritan Len sama sekali tidak memberikan pencerahan kepada Miku yang sudah mulai kehilangan kewarasannya tersebut, melihat orang didepannya yang masih saja mengakui dirinya sebagai Len itu membuat Miku menjadi sangatlah geram, dia mengambil sebuah Cutter yang berada dekat dengan TV diruangan itu dan begitu mendapatkan cutter itu Miku langsung melempar cutter ditangannya kearah perut Len yang tertidur lemah tersebut, meskipun Len berusaha setengah mati menghindarinya sayangnya kecepatan cutter dan dampak pukulan dari payung itu berhasil mengalahkan kecepatan Refleks tubuh Len dalam sekejap tanpa hitungan detik diperut Len sudah ada sebuah cutter yang bersarang.
"SIAPA KAU! KAU BUKAN LEN ! KENAPA KAU BISA MEMAKAI TUBUHNYA DAN KENAPA DARAHMU
SAMA SEPERTI DARAH LEN! "
" Mi... miku ini aku Len " Len mencoba menjawab Miku sambil menahan sakit baik ditangannya maupun diperutnya tersebut, tapi mendengar jawaban Len.
" Pembohong! Len tidak akan meninggalkanku demi wanita lain ! " Miku yang sudah benar-benar menggila Langsung memukulkan payungnya lagi kearah Muka Len dampak dari pukulan itu membuat bibir merah Len terluka dan mengeluarkan cairan yang juga berwarna merah.
" Hentikan Miku ini saki...t " Len hanya bisa bergumam tidak jelas ketika Miku terus-terusan menghajar dirinya dengan payung ditangannya, Kaki dan tangan Len yang putih sudah terlihat Memerah akibat pukulan-pukulan dari Payung tersebut
"Miku... to... long hentikan "
" KAU BUKAN LEN!"
" MI... "
" LEN TIDAK AKAN MENYURUHKU BERTEMU WANITA ITU!"
" Henti... "
" LEN AKAN SELALU MELINDUNGI AKU DARI WANITA ITU DIA TIDAK AKAN PERNAH MEMBUANGKU!"
" TIDAK AKAN PERNAH!"
" TIDAK AKAN PERNAH!"
" GAAAAAAAAH! MATI KAU! CEPATLAH MATI DAN KEMBALIKAN LEN KU! LEN KU! LEN KU!
KEMBALIKAN LEN KU SEKARANG JUGA! MATI! MATI! MATILAH! "
" Mi... Ku ini aku Len " ditengah gempuran payung yang dipukulkan kepadanya Len tetap berusaha menyadarkan Miku yang merupakan teman kesayangannya itu. Perlahan Len mengambil sesuatu dari kantong celananya dan melemparkannya kearah Miku melihat benda yang dilemparkan kepadanya Miku perlahan menghentikan acara pemukulan masal terhadap Len tersebut, ditangan Len terlihat sebuah Foto ukuran 5x7 buatan Len yang dia laminating dan dijadikan gantungan hapenya.
Difoto tersebut nampak 2 buah anak kecil satu perempuan dan 1 laki-laki dengan, perempuan kecil itu sedang memakai baju jas yang biasanya digunakan laki-laki dalam acara pernikahan dan sang pria blonde kecil difoto itu memakai gaun perempuan. Yap foto itu adala salah satu foto bagi mereka berdua foto itu diambil ketika ibu Miku menikah kembali dan saat itu entah ide dari siapa tugas mereka dirubah Miku sebagai pengiring pengantin pria dan Len sebagai pengiring pengantin Wanita
Foto itu diambil sesaat sebelum tragedi itu terjadi bisa dibilang itu adalah memori terakhir Miku bersama ibunya
" Ah foto ini! " Miku langsung mengecek keaslian foto kecil itu setelah sempat menilitinya sesaat Miu yang tadinya sudah seperti orang yang kehilangan kesadarannya perlahan menjadi normal dan berbicara seperti biasanya kepada Len
" Oh maafkan aku Len kukira tadi kamu dirasuki orang lain " selesai mengatakan hal itu Miku langsung membantu mencabut pisau dan cutter yang menempel ditangan Len.
Dan dengan secepat kilat Miku langsung membersihkan Luka yang ada ditubuh Len tersebut.
" Len maafkan aku, maafkan aku " ucap Miku sambil menangis tersendu-sendu ditengah-tengah proses menyembuhkan luka-luka yang ada ditubuh Len.
Len yang sebenarnya sudah terlihat sangat pucat akibat kekurangan darah itu tetap berusaha memberikan senyuman termanisnya kepada Miku meskipun kejadian barusan benar-benar membuat Len ketakutan entah mengapa Len tetap saja tidak bisa Membenci Miku.
Mungkin karena persahabatan mereka yang sudah berjalan terlalu lama membuat otak Len menjadi susah untuk membenci seorang Miku Hatsune
" Ah tidak papa seharusnya aku yang meminta maaf, padahal aku tahu kalau kau sangat membenci orang itu. Dan juga padahal akukan sudah berjanji untuk melindungimu dari orang itu, eh gak taunya malah aku yang nyuruh kamu balik lagi jadi wajarlah kalau menurutku kalau kamu kaget kayak gitu"
Len yang mengetahui trauma yang disebabkan ibu Miku pada Miku menjadi merasa bersalah karena barusan menyuruh Miku untuk kembali kepada wanita itu
" Aku minta maaf juga soalnya udah ngebuat rumah kamu jadi kotor, kayak gini besok kubantuin ngebersihinnya deh " Lanjut Len yang melihat bercak-bercak darah yang menempel dilantai dan dinding rumah Miku
" Gak apa-apa kok aku kan suka mengoleksi Len's "
" Len's apa itu ? "
" Itu adalah bagian tubuh dari Len Kagamine yang sengaja atau tak sengaja terbuang "
" ER... Miku aku sedikit kurang mengerti apa maksudmu "
" Len's itu semacam barang Koleksi seperti Kukunya Len, rambutnya Len, bulu matanya Len dan kulit matinya Len, dan juga darah punya Len "
" Miku kau bercanda kan? "
" Tidak sama sekali! "
" Kau bercanda kan ? "
" Kurasa lebih baik aku menunjukan Buktinya saja ya! Kalau kamu tidak percaya! " ucap Miku semangat
" drap... drap... drap... " Miku langsung kembali dengan sebuah kotak besar didalamnya Len melihat berbagai kotak aneh dengan isinya yang juga aneh..
Didalamnya ada beberapa bulu mata, rambut berwarna blonde yang sudah pasti kalian ketahui itu milik siapa dan juga bekas kulit-kulit mati seseorang, selain itu disitu juga ada banyak sekali baju-bajubekas kepunyaan Len saat dia masih kecil dulu.
melihat ini Len langsung mencoba menjaga jarak dari Miku. Meski hampir seluruh tubuhnya sulit berjalan melihat isi dalam Kotak yang dibawa Miku itu membuat tubuh Len menjadi mual dan menghasilkan energi yang membuat dia untuk muntah.
" Hhei Len ada apa denganmu ? aku tau kau pasti sangat senang kan! "
" Haha Iya aku senang sekali Miku " ucap Len yang masih menahan perasaan mualnya itu.
" Ah aku jadi lupa, Len pasti lapar kan ? "
" Ah kurasa aku tidak lapar lagi Miku " melihat ruangan tamu yang digunakan dan bekas darah yang bercecer ditubuhnya dan diatas sandwich buatan mereka tadi menghilangkan semangat dan nafsu makan Len, saat ini yang ingin Len lakukan adalah secepat mungkin untuk berlari dari tempat ini
" Kau tidak boleh begitu Len Jika kau tidak makan kau bisa sakit " Mata Miku kembali kehilangan cahayanya dan kali ini meski tidak seperti saat tadi Len mengerti kalau dia menolak permintaan Miku saat ini bukan tidak mungkin nyawanya akan melayang dari dunia ini.
Melihat Sandwich yang diwarnai oleh darahnya tersebut dimakan lahap oleh Miku membuat perut Len kembali mual dan diapun terpaksa menjalankan otaknya dan mencoba mencari alasan untuk tidak memakannya
" anoo Miku-san "
" kenapa Len-kun ? "
" Tanganku terluka jadi kurasa aku tidak bisa untuk memakan sandwwich itu " ucap Len pelan
" Oh begitukah " Mendengar kata-kata Len Miku terlihat sangat kecewa tapi,
" Aku mengerti aku akan menyuapimu Len " setelah memotong Sandwich tadi menjadi bagian kecil dia menyuapi Len dengan PISAU yang digunakannya saat mencoba membunuh Len tadi.
" Ayo Len cepat buka mulutnya "
" Tapi Miku... " Len nampak ketakutan ketika melihat Miku mulai mengarahkan Potongan sandwich itu kearah Mulut Len.
" Pokoknya gak ada tapi-tapian Len cepet buka Mulutnya "
" Itu berbahaya Miku "
" Tidak akan.. cepat buka mulutnya Len "
" Tidak "
" Kau harus Makan Len! KALau tidak kau tidak akan sehat "
" ... " Len tetap berusaha sekuat tenaga menutup mulutnya
" Kenapa kau tidak mau memakannya LEN! Kalau kau TIDAK MEMAKAN MAKANAN INI KAU AKAN MENJADI ORANG JAHAT LAGI! "
" Apa maksudmu Miku? "
" Aku mengerti Len menjadi jahat pasti karena kau berteman dengan Yowane Haku itu, apa kau tahu tadi Aku sudah memasukkan Air Liurku didalam Adonan tadi dengan air liurku aku akan membersihkan tubuh Len dari pengaruh gadis itu! CEPAT BUKA MULUTMU SEKARANG LEN! "
" MIKU HENTIKAN " Len yang tidak sanggup mendengar apa yang dikatakan Len secara refleks langsung memukul tangan Miku yang memaksa dia untuk membuka mulutnya
" ... "
" ... "
Hening terjadi secara seketika
" Kenapa Len? Kenapa kau memukulku ? "
" Miku sadarlah Makanan itu sudah tidah higenis lagi sudah banyak kotoran disana! "
" Tidak darah Len tidaklah kotor darah Len itu bersih !... oh aku mengerti sekarang "
" Apa maksudmu Miku? "
" Aku tahu kalau Len ada didalam tubuh itu tapi karena ada satu dan lain hal Len yang asli terkekang dalam tubuh itu dan kau hanyalah kepribadian Len yang lainkan ?"
" Miku kau sudah gila! "
" Tidak aku tidak gila, kau yang GILA! KARENA BERFIKIR KAU MASIH BISA SELAMAT SETELAH MENGGUNAKAN TUBUH LEN SEENAKNYA SEPERTI INI! " setelah mengatakan hal itu Miku dengan cepat langsung menusuk lagi tangan Len yang memukul tangannya tadi dengan Pisau yang dipegangnya, darah kembali berceceran dari tangan Len tapi kali ini Len sudah siaga dan dengan sigap dia mencengkram tangan Miku yang masih memegang Pisau tadi.
Tetapi bukan Miku namanya jika dia kalah dengan cara seperti itu dengan cepat dia mencengkram balik tangan Len dan akibat Pisau yang menancap ditelapak tangannya tersebut Len langsung saja Refleks melepas tangannya dari cengkraman Miku untuk mengurangi rasa sakit ditelapak tangannya tersebut.
Sementara Len yang lagi berusaha melepaskan Pisau yang lagi-lagi tertancap ditangannya itu, Miku kembali mengambil sebuah payung dari raknya tapi berbeda dengan payung tadi, payung yang ini terlihat lebih kecil dan gagangnya terbuat dari besi...
"CRAKKKKK"
Belum sempat Len melepaskan Pisau ditangannya Miku sudah dengan cepat Memukulkan payung yang baru diambilnya tadi kearah kaki Len dan membuat Len ambruk dan dari bunyi barusan Len mengetahui kalau salah satu tulang kakinya patah.
" Sese... orang Tolong aku... "
" HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAH TENANG SAJA LEN AKU AKAN MENOLONGMU!"
" AKU PASTI AKAN MENOLONGMU KARENA KAU ADALAH TEMANKU DAN KAU ADALAH MILIKKU SATU-SATUNYA "
" AKU AKAN MEMBERSIHKAN SEMUA VIRUS DARI WANITA SIALAN BERNAMA HAKU ITU! DAN MENGEMBALIKAN DIRIMU MENJADI LEN YANG DULU "
" AKU AKAN MENJAGAMU SELAMANYA KARENA ITU KAU JANGAN MELAWANKU YA! KARENA KALAU KAU MELAWANKU AKU AKAN MELAKUKAN HAL YANG LEBIH BURUK DARI INI! GYAHAHAHAAHAHHA "
Setelah mendengar pernyataan Miku itu, Len baru menyadari tentang diri lain dibalik seorang Miku yang menjadi teman baiknya sayangnya saat ini Len sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Karena semuanya sudah terlambat. Ya sangatlah terlambat
== Voca Yandere Onna noko Miku Route : Epilogue ==
" Len-kun aku berangkat kesekolah dulu ya inget kamu jangan nakal dan nyoba jalan kemana-mana ya! "
" ... "
" Tenang saja meskipun kau tidak menjawab aku tahu kalau kau pasti mengatakan " Selamat jalan Miku-Chan.""
" ... "
" Okay see you nanti malam Len tenang saja aku pasti pulang kok, aku bakal ngecancel semua Plan aku hari ini biar bisa ngejagain kamu see you later honey "
" ... " tidak ada jawaban, Mata orang bernama Len kagamine itu sudah berubah kosong dan nampak sekali kalau ketakutan telah meliputi seluruh pandangannya. Kaki putihnya sudah berubah menjadi biru akibat pukulan-pukulan dari Payung besi saaat dia mencoba melarikan diri tadi malam,tangannya yang dipenuhi Luka tusuk serta bibirnya yang dipenuhi bercak darah membuat dia sama sekali tidak memiliki kekuatan maupun keberanian untuk berbicara..
Diluar Rumah Miku
" Miku-chan semalam dirumahmu kok rame bener sih ?"
" Biasa tante Len lagi berkunjung " jawab Miku enteng
" Hahaha emang kali ini Len kamu apain lagi ?"
" Well sebenernya aku tadi niatnya mau nyuapin dia gitu, tapi dianya ketakutan "
" Emang kamu nyuapinnya kayak mana"
" Dari mulut ke mulut tante "
" Ohhh... pantes aja, aduh kamu ini cewek kok agresif banget sih? "
" Kalau mau nunggu Len yang nyerang mah nyampek kiamat juga gak bakal kejadian tante "
" Bener juga sih hahahaha, ya udah cepeten kesekolah sana tenang aja nanti kalau ada wartawan yang nyoba masuk rumah kamu bakal tante usir mereka "
" Makasih banyak ya tante, saya bersyukur banget dah soalnya dikamar sayakan banyak benda-benda berharganya "
" Paling-paling Cuma album kumpulan foto Len kan ?"
" Ah tante tau aja "
" Hahaha iya dong tantekan juga pernah muda oke, tenang aja rumah kamu aman ditangan tante dan inget kalau jadian ama Len kasih tau tante ya Miku biar kita adain pesta! "
" Okay tante perintah siap dilaksanakan ! "
" Haha semangat Miku! " setelah Siluet tubuh Miku menghilang dari pandangan tante itu
" Alah-alah Miku itu bener-bener anak yang setia ya cintanya dari kecil ampek besar gak berubah-rubah Len itu laki-laki yang sangatlah beruntung "
== Voca Yandere Onna noko Miku Route : END ==
OWARI!
COPAS DARI CHAPTER 1 dengan sedikit EDITAN
. Well Updatan chap depan gak tau kapan XD
*digamparin
Well ini ceritanya beda dengan fic-fic lainnya karena mulai CHAPTER 2 dia bakal kayak VN dia terbagi menjadi 3 route
Chapter 2
Miku Route : You are my friend so you are Mine! (yandere type : Possesive ) Miku yang menang dari Pollingnya XD
Dan untuk chapter depan masih ada dua lagi
Luka Route : Money can buy everything (Yandere type : violent )
Rin Route : Our Promise to be always together (yandere type : Stalker)
Jadi chapter 2,3, ama 4 gak berhubungan sama sekali alias berdiri sendiri-sendiri (the hell is this?)
Silahkan bagi yang mau saran buat nyiksa Len XD .
Dan bagi yang mau minta background Miku please Review karena kalau banyak yang review buat ane semangat buat ngerjain ni fic abal-abal XD
Dan mohon maaf karena banyaknya Miss typo yang bertebaran dimana-mana ane sebagai penulis baru mohon maafnya dan keikhlasannya untuk memberikan sedikit koreksi tapi tolong jangan dengan kata-kata kasar dan Flame ya XD
# soalnya hati penuliskan Lemah
Lastly please jangan lupa review kira-kira mau siapa duluan yang nyulik dan nyiksa siLen and see you in next chap !
