Vocaloid isn't Mine

This Fic inspired by My Favourite Audio Drama Yandere Onna Noko

==== Warning! =====

My first Pic, Miss. Typo yang bertebaran dan eksis dimana-mana. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD

Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.

Genre : Romance (Bloody romance tetap dianggap dengan romancekan? )

Rating : K+/T mendekati M

= Voca Yandere Onna noko Luka Route : I Will Give You My Money So give All of yourselves to mine =

Luka POV

Saat ini aku berada dimansion rumahku, keluarga Megurine adalah keluarga yang elite dan sangatlah memiliki peraturan yang ketat tetapi keluarga kami memiliki sebuah peraturan yang super keren.

Kami diberi kesempatan untuk mencari calo suami kami sendiri, dan saat ini aku sedang melakukan hal itu, orang yang kupilih adalah Len Kagamine dia adalah adik kelasku, dan juga salah satu anggota klub minum teh disekolah kami.

Aku sebenarnya mengenal dia sudah dari lama, pertama kali aku bertemu dengannya itu sekitar 5 tahun lalu.

Saat itu aku hanyalah seorang anak perfect dan malas melakukan hal-hal yang tidak penting dan lebih memilih untuk pulang kerumah dan belajar sehingga aku dikenal dengan anak yang introvert, suatu hari secara tiba-tiba aku disuruh ibuku mengikuti lomba lari antar sekolah, aku sebenarnya tiak memiliki bakat untuk hal ini, hanya saja karena ibuku memakaku mau tak mau aku terpaksa mengikutinya.

Dipertandingan itu aku pada awalnya berhasil melewati babak pertama dengan mudah tetapi babak selanjutnya karena tidak tahu cara mengatur nafas yang baik dalam berlari aku kalah telak.

Disaat aku kesal melihat kekalahanku, orang itu datang yap Len Kagamine seorang cowok yang berhasil memenangkan pertandingan itu dengan entengnya,

" Hei Kau gadis berambut pink "

" Ada aPa ? "

" sepertinya ini pertandingan pertamamu ya ? "

" ... "

" Jangan terlalu dipikirkan aku juga pada awalnya mengalami hal itu, aku kalah dan kesal tetapi aku menggunakan rasa kesal itu untuk menjadi lebih baik dan aku ingin agar aku bisa memenangkan turnament-turnament berlari "

" Huh... "

" Aku mengerti perasaan seorang sepertimu, saat kau berlari didepan orang lain kau merasa kalau kau adalah seorang yang hebat meninggalkan orang lain dibelakang, dan merasa kau adalah yang terbaik "

" ... " Aku terkejut karena bisa-bisanya dia mengatakan hal itu, yap meskipun itulah yang memang kurasakan saat aku memenangkan babak pertama tadi, aku merasa berhasil dan sangat senang saat aku meninggalkan orang-orang dibelakangku, dan sangat kesal saat aku melihat punggung orang lain yang meninggalkanku

" Bagaimanapun juga, Lari adalah olahraga yang bagus bagi introvert seperti kita ini " ujarnya sambil mengeluarkan senyum simpul nan manisnya itu

" Yap sayangnya aku belum menang dalam pertandingan ini"

" Yap kutunggu kamu dipertandingan selanjutnya ya " Itu adalah saat pertama dan terakhir kalinya aku melihat Len dalam lomba Lari karena 2 bulan setelah itu, dia mengalami kecelakaan saat berlari, kakinya patah dan paru-parunya terluka.

Dan meskipun aku sempat melanjutkan dan menjadi juara dalam lomba itu, tanpa adanya Len itu membuat semuanya hampa

Saat ini aku berada satu ruang dengan Laki – laki bernama Len itu, dia merupakan anggota Clubku dan karena itulah saat ini dia dengan sibuknya sedang asik membereskan ruang club kami untuk dijadikan rumah teh saat festival nanti,.

" Anoo Luka-senpai, ini barang-barangnya tarok dimana "

" Mejanya dipinggirin semua aja Len "

" Oke ! here i Go! " Dengan cepat aku dapat melihat Len dengan cekatannya membereskan ruangan klub,

" Apa ada yang bisa kubanty ?"

" Tidak usah Luka-senpai kan cewek jadi sudah kewajibanku yang cowok buat hal yang berat-berat "

" Dasar kamu ini sekarnag udah jamannya wanita yang bekerja, kau terlalu meremehkan aku Len "

Ujarku sambil mengangkut Len yang sedang membersihkan gelas-gelas untuk dipertunjukan difestival nanti..

" Iya- iya senpai tapi gak usah kayak gini juga dong" ucapnya sambil kesal dan dengan mukanya yang memerah membuat dia terlihat sangat cute

Tak lama kemudian

" AH, capek sekali ngomong-ngomong setelah dari sini ada kerjaan lain gak Luka-senpai ? "

" Gak ada, kali Cuma pengetesan teh buat ditunjukin pas fetivalnya ,emangnya kamu ada kerjaan ya ? "

" Iya sebenernya hari ini aku pengen ngajakin pacarku jalan-jalan bareng, "

" Eh Pacar! " begitu mendengar kata pacar dari mulutnya mau tak mau aku mengeluarkan suara menjerit dari mulutku

" AH goen kalau itu ngagetin, sebenernya aku baru aja jadian ama siHAku, aku gk sempet ngabarin orang lain selain Luka-senpai, bahkan Miku ama Rin-nee juga belum kukasih tau "

" Terus kenapa aku duluan ? "

" Karena aku perlu saran buat tau kira-kira, cewek itu enaknya diajakin kemana aja kalau lagi jalan-jalan "

" Oh begitukah kalau begitu bagaimana kalau kita membicarakannya sambil meminum teh " Ujarku tenang meskipun didalam hatiku aku marah dan mengamuk total!

" DASAR GADIS SIALAN BERANI-BERANINYA DIA MENGAMBIL LENKU! DASAR WANITA JALANG! "

" Begitukah kalau begitu biarkan aku membuatnya " Ujar Len mengambil inisiatif dan hendak bergerak untuk membuat Teh.

" Tunggu dulu, biarkan aku saja yang membuatnya " Ucapku sambil tersenyum.

" Ah tentu saja lagipula, sudah lama sekali aku tidak menikmati teh buatan LUKA-senpai " Ucapnya tersenyum dengan manisnya

" AH LEN BISA-BISANYA KAU TERSENYUM SEPERTI ITU AKU AKAN MELAKUKAN HAL YANG AKAN MEMBUATMU MENJADI MILIKKU! SELAMANYA!" ujarku dalam hati

Dan dengan cepat aku membuatkan teh dan tak lupa aku memasukkan beberapa Pil tidur untuk Len, Pil ini bisa membuat orang langsung tertidur selama 7 jam, dan kurasa waktu itu cukup untuk mengangkut Len kerumahku

" HM... Terima kasih untuk tehnya Luka-senpai! " Ujar Len sambil tersenyum sebelum menghabiskan teh yang dimilikinya.

" ... " Aku hanya tersenyum manis melihat dia meminumnya dengan sangat semangat.

" AH entah kenapa aku menjadi sangatlah mengantuk, Hei Luka-senpai bolehkah aku numpang tidur disini sebentar ? "

" Tentu saja, lagipula tidak ada larangan untuk tidur disinikan Len, kaukan boleh numpang tidur disini kapanpun "

" Arigatou Luka-senpai! " ujarnya sambil langsung tidur-tiduran dan denganc epat dia tertidur dengan nyenyaknya tanpa perasaan takut sedikitpun.

" HuhHUHUHUHUHHUHUHHUH Sekarang aku akan memiliki dirimu selamanya LEN- KUN! "

Len POV

Aku mengantuk sekali terakhir, entah mengapa setelah aku meminum teh tadi aku merasa sangatlah lelah, sudahlah lagipula mana mungkin Luka-senpai mencoba menculikku kan?

" OAHM! " Aku membuka kedua mataku dan aku sungguh terkejut karena saat ini aku ada

" INI DIMANA! " Aku terkejut saat aku melhat sekelilingku aku tertidur diatas kasur ukuran King Size dan aku dapat melihat kalau

" SIAPA YANG MENGGANTI BAJUKU SEENAKNYA! " aku mengecek kedalam-dalamnya dan aku bisa melihat kalau underwearku juga sudah diganti, mukaku langsung memerah karena satu-satunya yang pernah melihatku tak berbusana hanyalah Miku dan Rin saat aku masih kecil.

Aku langsung teringat akan hal terakhir yang terjadi adalah aku tertidur diruangan klub tapi kenapa sekarang aku ada diini dan melihat keluar aku tahu kalau saat ini sudah malam

" Tapi ini dimana dan aku sedang ngapain ? " Ujarku bingung

" Ini Rumahku dan tadi aku membawamu karena Len tidurnya nyenyak abis, bahkan pas digendong dan dibawa kerumah sini kamu sama sekali gak sadar dan tetep aja tidur.

" Oh dan ngomong-ngomong siapa yang ngeganti bajuku Luka-senpai? " Ujarku dengan muka yang kembali memerah

" Well karena aku tau kamu bakal malu kalau digantiin orang lain, jadi aku yang ngegantiin " Ujar Luka-senpai masih dengan muka coolnya sementara aku langsung memerah

" Arigatou," ucapku sambil berdiri lalu membungkuk dan saat aku mencoba berjalan diatas karpet berwarna merah ruangan itu menuju luka senpai, mungkin karena aku orangnya agak alergi akan barang mahal aku langsung terjatuh dari karpet dan dengan sedikit meringis aku tertawa garing

" hEHEHEHE Kurasa aku ceroboh "

" HEI LEN APA KAU TIDAK APA-APA! HEI SESEORANG CEPAT KESINI DAN BUANG KARPET MENJIJIKKAN YANG MEMBUAT LEN TERJATUH INI! " Aku dapat melihat Luka-senpai marah habis, ini pertama kalinya aku melihat Luka-senpai seperti itu,

" Tidak papa Len kau tidak salah, tenang saja aku akan membuang karpet tidak bagus itu "

" Tidak papa Luka-senpai karena aku juga sering terjatuh seperti ini kok, " Ucapku sambil tersenyum

" Kau tidak mungkin tidak kenapa-kenapa " Ucapnya sambil langsung menggendong diriku keatas kasur,

" HEI KALIAN CEPETAN BUANG KARPET ITU DAN JANGAN MEMBUATKU MARAH DENGAN MEMASANGKAN KARPET MURAHAN LAINNYA SEPERTI INI "

Dengan cepat para pelayan Luka-senpai datang dan dengan cepatnya mereka mengganti karpet itu dengan karpet mahal lainnya.

" ... " Aku tentu saja memucat karena sifat yang ditunjukan Luka-senpai.

" Tidak papa Len kau tidak perlu takut, yang penting kau harus bahagia selama tinggal disini, selain itu karena sudah malam bukankah ada baiknya kau menginap dulu. "

" AH bolehkah ? "

" Tentu saja lagipula bukankah ini seperti saat edang berpiknik kita bisa berbicara dan mengobrol panjang lebar dan membicarakan banyak hal! "

" HAHAHAA LUKA-senpai kau terlihat seperti gadis kecil saja "

" HAHA Mekipun aku ini sudah tua jiwaku masih sangatlah muda " Ujarnya sambil tersenyum manis membuatku kembali tenang karena sempat ketakutan karena hal tadi.

" Begitukah ? selma ini Luka senpai selalu kuanggap sebagai orang yang keren ternyata dibalik kekerenannya ada jiwa anak kecil yang tersembunyi ya ? "

" Iya dong, ngomong-ngomong Len " dia menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya

" Iya ada apa Luka-senpai "

" Mulai sekarang kau harus tinggal disini "

" Iyap aku mau malem ini aku tinggal disini kan, " Ujarku yang mencoba membenarkan kata-kata Luka-senpai

" Tidak maksudku, kau harus tinggal disini mulai dari sekarang " Ujarnya masih dengan muka tersenyum

" Eh tetapi memangnya tidak apa-apa? Selain itu kalau aku tinggal disini bagaimana dengan barangku ? lagipula Rin,Miku, danHaku juga belum kuberitahu " ujarku yang kebingungan menanggapi kata-kata Luka-senpai

" Untuk barang-barang aku akan memberikan segala barang yang kau inginkan "

" BENARKAH! Termasuk DVD dragon FULL episode edisi terbatas! " Ujarku bermain-main karena aku tahu kalau Luka-senpai sangat suka bermain-main.

" TENTU SAJA SEMUANYA BISA KAU DAPATKAN TETAPI KAU HARUS TETAP TINGGAL DISINI SELAMANYA ! " Ujarnya dengan aura yang membuatku bergidik.

" Baiklah kalau begitu, ngomong-ngomong ini artinya aku diterima menjadi pembantu disinikan ? " tanyaku yang ingin memastikan fungsiku dikediaman Luka, aku mengatakan ini karena aku sempat melamar pekerjaa dirumah senpai

" Tidak kau tidak perlu menjadi pembantu, yang cukup kau lakukan adalah tinggal diruangan ini dan jangan pernah keluar "

" EH tunggu dulu maksudnya itu apa ?" Ucapku yang bingung dengan pernyataan dari Luka.

" YAH kau mengertika n kalau barang berharga harus dijaga ditempat yag paling aman dan paling mudah dijangkau olehmu ? " ucapnya sambil menatapku dengan senyuman, meskipun begitu ang muncul dari matanya hanyalah tatapan kosong tanpa perasaan

" yap normalnya sih begitu, tapi maksudnya apaan ? " Aku yang mulai ketakutan perlahan berdiri dan meninggalkan kasur itu dan mencoba berjalan keluar tetapi sebelum aku sempat keluar. Lagi-lagi aku terpeleset akan karpet mahal yang baru saja diganti itu

" KALIAN SEMUA ! CEPAT KESINI ! " aku dapat melihat Luka-senpai lagi-lagi mengamuk karena melihatku yang tak sengaja terjatuh dan sama seperti tadi dia

" INI SUDAH KEDUA KALINYA KALIAN MEMBAWAKAN KARPET YANG MEMBUAT LEN TERJATUH! APA KALIAN SEMUA MAU DIPECAT HAH! "

" CEPAT PANGGILKAN DOKTER KESINI KALAU SAMPAI TERJADI APA-APA PADA LEN, KALIAN AKAN MENERIMA AKIBATNYA "

" Ano Luka-senpai aku rasa aku tidak papa kok, aku hanya terjatuh sedikit kurasa tidak perlu dipanggil dokter"

" KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN ITU LEN-KUN! KALAU TERJADI APA-APA PADAMU AKU AKAN SANGAT BERSEDIH "

" Hahaaha, ini Cuma kepeleset doang kok, Luka-senpai kalau Luka-senpai marah-marah seperti itu terus aku akan takut "

" AH gomen LEN-KUN! Tapi kamu gk papakan ? " Ucapnya sambil mengusap kepalaku yang terjatuh tadi

" Aku udah gk papa kok ! " Ucapku yang hanya ditanggapinya dengan senyuman yang sangat manis

" AH ngomong-ngomong kau mau makan apaan ? kamu kan belum makan dari tadi? "

" Apa aja bolehkok, selama makanannya bersih dan enak pasti kumakan "

" Baiklah kalau begitu kamu tunggu disini ya, " dan dia dengan cepat meninggalkan ruangan itu tetapi beberapa saat setelah dia pergi dia kembali dan mengatakan

" Jangan pergi dari ruangan ini, kalau kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi " dan diapun berlari lagi untuk menyiapkan makanan

= Voca Yandere Onna noko Luka Route : I Will Give You My Money So give All of yourselves to mine =

Aku perlahan berjalan mengelilingi ruangan itu, didalam ruanganyang sangat besar itu ada sebuah perpustakaan kecil yang berisikan komik, lalu disisi lain ruangan itu ada juga semua konsol game serta game-gamenya yang ditata rapi didalam box

" WAH ruangan siapa ini, lengkap abis ada komik, game, pcnya juga bagus " ujarku bergumam

Karena bosan dan takut untuk menyentuh benda-benda mahal itu akupun berjalan keluar pintu dan belum sampai 5 detik aku berada dilorong ruangan itu aku dapat melihat sebuah harimau besar yang siap menerkamku, aku terdiam sesaat sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali keruangan itu

Dan setelah menunggu 10 menit, Luka-pun kembali keruangan itu sabil membawa beberapa piring makanan

" Anoo Luka-senpai ... "

" Yap ada apa ? "

" Harimau yang ada koridor itu punya siapa ? "

" Itu penjaga tempat ini "

" OH... " obrolan kami terasa singkat karena ketakutanku untuk bertanya lebih lanjut

Selesai makan akhirnya aku bertanya lagi tentang tugasku sebagai penghuni baru rumah ini

" ER... ANOO Luka-senpai..."

" Yap ? "

" Aku ingin bertanya "

" Ada apa ? "

" Tugasku disini apaan ? "

" Tugasmu cukup tinggal dikamar ini dan jangan mencoba pergi kemana-mana "

" Maksudnya ? "

" Well kau itu properti paling berharga bagiku, karena itu aku ingin kau ada ditempat yang bisa kujangkau dengan mudah ! "

" Tunggu dulu Luka-senpai, apa maksudnya itu semua ? "

" Kau cukup tinggal disini dan jangan pergi kemana-mana, itu saja tugasmu apa kau masih belum mengerti ? "

" TAPI! Bagaimana dengan sekolah, festival dan lain-lainnya ? " Ucapku yang mulai cemas akan kenormalan Luka-senpai

" PERSETAN DENGAN ITU SEMUA! SELAMA AKU BISA MELIHATMU HAL-HAL LAINNYA TIDAKLAH PENTING! YANG PENTING AKU BISA MELIHATMU SELAMA 24 JAM SELAMA SEHARI! "

" tetapi kitakan bisa bertemu disekolahan " Ujarku yang mulai gemetaran

" SEKOLAH? PERSETAN DENGAN SEKOLAH WAKTU KITA BERTEMU DISEKOLAHAN HANYALAH 2-4 JAM, ITUPUN HANYA SAAT KLUB KITA ADA ACARA! YANG KUINGINKAN ADALAH AGAR AKU BISA MELIHATMU KAPANPUN AKU BUTUH! "

"Luka-senpai kau gila! " Aku mulai merasakan kalau Luka-senpai menjadi semakin tidak waras karena itu aku langsung saja menjerit dimukanya

" DIAM KAU ITU YANG GILA! AKU SUDAH MEMBERIKANMU APAPUN YANG KAU INGINKAN DAN KAU MASIH MENOLAKNYA? "

" bagaimanapun juga aku tidak mau diperlakukan seperti ini aku akan pergi dari tempat ini " Dengan cepat aku segera berlari dari kamar itu meninggalkan Luka-senpai yang masih dalam keadaan mengerikan itu

" Larilah kalau kau bisa, karena baagaimanapun juga aku pasti akan menapatkanmu Len! "

Aku segera berlari dengan cepat karena ketakutan melihat Luka-senpai yang seperti tadi, aku ama sekali tidak menyangka kalau dia ternyata...

" GAAHHHHHH! SAKIT! " aku baru teringat kalau dilorong ini tadi ada seekor harimau besar yang menunggu lorong ini

" CRASSSS! " Kukunya mencakar badanku, bajuku yang robek mulai mengeluarkan darah merah.

Itu memang hanyalah sebuah cakaran yang tidak dalam tapi sudah bisa membuatku terdiam, karena kesulitan mengatur nafas, belum sempat aku mengatur nafa sebuah cakaran baru melayang kearah tanganku dan meskipun aku sempat berguling sesaat aku tidak secepat gerakan tangan sang harimau karena aku bisa merasakan kalau tanganku terasa perih.

Yang menandakan kuku tadi berhasil bersarang ditanganku.

" TORA CUKUP! " begitu melihat Luka-senpai, harimau itu menghentikan serangannya dan mulai menjadi kalem

" Terima kasih banyak dan tolong bawakan dia kekamar tadi ya " Perintahnya an dengan segera harimau bernama tora itu menggigit kerah bajuku dan mulai membawa aku kekamar tadi

" HUFT! INI SALAH LEN KARENA MENCOBA MELARIKAN DIRI! " Ujar Luka sambil menjilati darah yang mengucur, sebelum menutupnya dengan perban

" SAKITT! HENTIKAN ITU! " Ujarku mengerang tiap kali dia menjilati bagian tubuhku, aku saat ini tidak bisa bergerak lagi karena serangan dari binatang buas tadi karena itu mau tak mau aku harus menerima apa yang dilakukan Luka padaku

" SALAHMU SENDIRI, AKU SUDAH BILANG KAU ITU CUKUP TINGGAL DISINI KAN! "

" ... " aku terdiam mata Luka-senpai saat itu benar-benar mengerikan, tatapannya kosong sekali dan tak ada senyuman diwajahnya edikitpun

" Ini semua salahmu LEN! "

" JRASSSSS ! "

" SAKIT! HENTIKAN ITU! " Aku dapat melihat kalau Luka-senpai menancapkan pisau kekakiku yang tidak terluka tadi dan dengan wajah yang dipenuhi ekstasi dia menjilati darah itu

" BAIK KAKI, PERUT MAUPUN TANGAN SETIAPBAGIAN DARI DARAHMU SANGATLAH ENAK LEN"

" heNTIKAN! "

" TIDAK INI ADALAH HUKUMAN UNTUKMU KARENA KAU BERANI-BERANINYA MELARIKAN DIRI DARIKU "

Kali ini tangan kiriku yang tidak terluka disayatnya kecil, saat luka itu mengeluarkan darah dia dengan cepat menjilati lagi darah itu, lalu kepaha kiri, kekaki kanan dan seluruh bagian tubuhku tidak ada yang tidak tersayat

" KYAHHHHH! " aku menjerit karena sayatan ini terjadi dekat sekali dengan mataku, dipipiku yang mulai mengeluarkan darah merah kental, dan dengan cepat lagi-lagi dia menjilati darah itu seperti seorang harimau yang sedang menghabisi nyawa mansanya...

" AH HARI INI MENYENANGKAN SEKALI AKU BISA MENIKMATI SELURUH TUBUH LEN "

" Seseorang tolong aku... " Ujarku lirih

" MULAI BESOK AKU AKAN BERSAMA LEN, KAPANPUN AKU MAU KARENA ITU LEN KAU HARUS MELUPAKA GADIS BERNAMA HAKU ITU! KARENA KAU AKAN SELAMA-LAMANYA ADA DIRUANGAN INI DAN MENJADI PROPERTI PALING BERHARGAKU, SELAMAT TIDUR LEN DAN SEMOGA MIMPI YANG INDAH "

dia menutup pintu kamarku dan tidak lupa menguncinya, sementara aku hanya bisa terdiam menahan rasa perih disekujur tubuhku, haruskah aku menerima sakit seperti ini setiap hari...

seseorang Rin-nee,Miku, Haku tolong aku. Aku ketakutan...

itu adalah hal yang kupikirkan sebelum akhirnya aku tertidur karena kecapaian,sakit , dan ketakutan yang kurasakan ini

= Voca Yandere Onna noko Luka Route end =

Buat reviewer maaf gak bisa bales satu-satu, tapi author bener-bener makasih karena menyempatkan waktunya membaca fic gaje ini, review anda adalah penambah semangat bagi saya dan see you in next time