I'm Sorry I Can't Protect You

I Will Always Protect You

DO KYUNGSOO

KIM JONGIN

OTHER

A Multichapter fic about KaiSoo's Brothership Relationship

Genre: Family/Brothership

Don't like don't read.

Enjoy!

.

.

.

Saat Ini, Korea sudah memasuki musim dingin. Ini hari pertama musim dingin di Korea. Salju turun dengan lembut disertai hembusan angin yang dingin.

Pagi yang damai nan dingin ini dimanfaatkan warga Korea untuk berdiam diri dirumah mereka. Menghidupkan penghangat ruangat dan meminum secangir cokelat panas sangat cocok untuk musim dingin seperti ini, tetapi tidak dengan kamar apartemen ini atau bisa dibilang dorm EXO.

Seorang—bukan, dua orang pemuda ini sedang kejar-kejaran di tengah dorm mereka. Pemuda yang di belakang memegang antena kecoa yang sudah mati, dengan senyum yang sangat jahil, sedangkan yang dikejar pun teriak teriak dengan sangat lantang.

"oh ayolah hentikan hyung hyung sekalian, itu hanya kecoa?" tegur Tao sedang menyantap sarapannya bersama dengan D.O, Suho, dan Kris

"hanya kau bilang? Oh ayolah Zitao itu serangga bermuka seram!" komentar Chanyeol, pemuda yang dikejar tadi

"apa hyung pernah memperhatikan wajahnya kecoa itu bagaimana?" balas Tao

"tentu saja pernah! Bahkan dari sini kelihatan wajah seramnya itu! Hitam juga!" balas Chanyeol lagi.

Baekhyun, pemuda yang memegang kecoa itu diam-diam memasukkan kecoa ke dalam bajunya Chanyeol dan langsung pergi dengan poker face

Baekhyun duduk di sebelah D.O dan mengambil sarapan yang dibuat D.O beberapa menit yang lalu dan tidak menghiraukan Chanyeol yang teriak-teriak karena kemasukan kecoa

"Baekhyun jangan begitu!" tegur Suho

"santai hyung, dia tidak akan pingsan kok" jawab Baekhyun melirik Chanyeol yang sudah duduk di sebelahnya dan memakan sarapannya dengan santai

"jangan mengungkit itu lagi hyung, aku malas membahas itu lagi" sambung Chanyeol

"oh iya, dimana Kai?" Kris bertanya setelah menghabiskan sarapannya

"aku disini!" jawab Kai dan spontan mengambil makanan Chanyeol

Chanyeol melirik sebentar ke Kai dan kembali melanjutkan sarapannya

"ini, ada surat untukmu" Kris memberikan sebuah amplop cokelat kepada Kai

"ini apa?" Kai mengambil surat itu dan membuka amplopnya

"yang cokelat itu amplopnya, yang putih itu kertasnya, yang merah itu tintanya" sambung Sehun menunjuk surat itu dengan sumpitnya, membuat semua yang ada disana menoleh ke Sehun dengan tatapan seolah bertanya 'apa yang kau bicarakan?'

"lawakan pagi?" jawab Sehun mengangkat bahunya dan tersenyum kikuk

"yeah lucu sekali" kata Tao dan menoleh ke Kai

"tinta surat ini merah. Seperti darah ya?" kata Suho di belakang Kai yang juga ikut membaca suratnya

To: Kim Jongin

From: -

Hai, bagaimana kabarmu Jongin? Ah, Jongin terlalu formal, kupanggil Kai saja ya.

Tidak terasa, sudah 15 tahun semenjak kematian orang tuamu ya?

Aku tau dimana dulu kau hidup, bersama seorang bocah kecil yang terlihat lebih muda darimu. Tetapi dua tahun kemudian, kau menghilang bersama bocah itu dan nenekmu.

Kemana kau pergi? Aku tahu kau pergi ke Seoul karena desamu yang hancur akibat perang saudara itu

Tetapi aku tidak tahu persis dimana kau mencari tempat untuk bertahan hidup.

Aku mencari keberadaanmu

Dan ternyata kau disini, bersama dengan 11 member EXO lainnya

Termasuk bocah kecil yang dulu selalu bersamamu

Do Kyungsoo.

Ah, Kai, aku ingin bertanya

Apakah kau merindukan nenekmu?

Kau selama ini bertanya-tanya kemana nenekmu pergi kan?

Kau ingin bertemu dengannya?

Apa nenekmu begitu penting dalam hidupmu?

Dan aku tahu jawaban dari semua pertanyaan diatas

YA.

Akan kubocorkan satu rahasia dimana nenekmu berada.

Bawalah Kyungsoo itu bersamamu, atau member lainnya

Pergi sendiri juga tidak apa-apa

Aku tidak akan menyakitimu disana, karena aku tidak berada disana hahaha

Hanya ada nenekmu dan ratusan orang lainnya

Pergilah ke suatu tempat dengan alamat ini:

SMG, Myeongdong 7ga-gil.

Pergilah ke jalan itu dan temukan apa itu SMG

Masuk melalui pintu utama dan masuklah ke barisan F3

Kuharap kau tidak kaget

Dan satu lagi, kau ingin tahu siapa aku?

Balas surat ini dan akan kuberitahu siapa aku

Jangan coba-coba melacakku ke alamat yang tertera di amplop,

Tempat tinggalku berpindah-pindah.

"….."

"ini sasaeng" kata Kai meremas surat itu dan membuangnya ke tong sampah

"darimana kau tahu?" tanya Suho

"ini sasaeng, hyung. Sasaeng akan menemukan beberapa akal untuk dikenali kita. Mungkin saja alamat itu rumah sasaeng kan?" jawab Kai

"bisa jadi" sambung Chanyeol

"dan tulisannya juga bukan tinta biasa, seperti darah. Tetapi ditulis sedemikian rupa agar terbaca dengan jelas" kata Tao dibelakang Kai

"mungkin saja itu sasaeng. Lupakanlah, mari kita sarapan" ajak D.O mengambil piring dan mengambilkan Kai sarapan

.

.

.

Tahukah kau, bahwa pengirim surat itu bukanlah sasaeng

.

.

.

Hari beranjak senja, member EXO yang semula berdiam di dorm kini mulai merasa bosan. Beberapa member memutuskan untuk mencari udara segar diluar. Ada juga beberapa member yang menghabiskan waktunya dibawah selimut.

Berbeda dengan Kai, Sehun, Chanyeol, dan D.O.

Keempat member EXO ini tengah berkeliling kota, menggunakan van yang biasa mereka gunakan untuk perform atau ke airport—dan tentu saja sudah mendapat izin dari Manager Oppa—dengan D.O yang menjadi supir.

"hyung! Setelah ini kemana?" tanya D.O

"kemana memangnya? Berkeliling saja kan? Aku bosan di dorm. Setiap tidur pasti pendingin ruangan dimatikan oleh Suho hyung" komentar Kai berada di belakang dengan Sehun

"sejak kapan D.O memanggil Kai dengan sebutan hyung?" tanya Chanyeol yang tentu saja berada di sebelah D.O

"aku bertanya pada Chanyeol, bukan Kai" jawab D.O fokus pada jalanan di depannya

"yeah kita hanya—WOW!" teriak Chanyeol saat D.O menekan pedal rem dengan sangat mendadak

"ada apa?!" lanjut Chanyeol memukul bahu D.O

"Lihat kedepan hyung!" balas D.O memukul bahu Chanyeol.

Serempak, Kai dan Sehun mencondongkan kepalanya dan Chanyeol melihat apa yang diinstruksikan D.O

Di depan van mereka, seseorang berdiri dengan pakaian sedikit formal. Setelan jas abu-abu, dasi kupu-kupu pink, mengalungkan semuah DSLR , memakai topi hitam yang membuat wajahnya yang tidak terlihat. Kedua tangannya ditaruh di belakang tubuhnya

"aish siapa sih?" tanya Sehun menjulurkan tangannya dan menekan klakson van. Hampir lima kali klakson dibunyikan tetapi orang itu tidak bergeming dari tempatnya

"aku kesana sebentar" kata Chanyeol membuka pintu van tanpa persetujuan yang lainnya, dan berjalan kearah pemuda itu tanpa menutup pintu van

"aish ada-ada saja!" keluh D.O membanting dirinya ke joknya

Chanyeol berhenti berjalan dan terlihat mengajak bicara orang itu. Beberapa saat kemudian, Chanyeol tidak melakukan apapun disana.

Dan di detik selanjutnya, Chanyeol terlihat kaget dan berlari ke dalam van

"mundurkan vannya! Cepat!" teriak Chanyeol setelah memasuki van. D.O yang merasa menjadi supir pun mengikuti instruksi Chanyeol dan memundurkan van dengan cepat

"lebih cepat! Kita harus keluar dari jalan ini!" teriak Chanyeol lagi

"ada apa hyung?" tanya Kai

Chanyeol tidak menjawab, wajahnya terlihat sangat takut dan juga panik. Beberapa kali Kai mendengar Chanyeol menggertakkan rahangnya dan mencengkeran sabuk pengaman dengan erat

"lihat kedepan, D.O tetap fokus pada van!" teriak Chanyeol

Sehun dan Kai melihat lebih teliti apa yang ada diluar sana dan—

—orang tadi mengejar mereka dengan membawa sebuah kapak besar

"apa-apaan itu!" teriak Sehun ketakutan

"apapun itu aku tidak peduli, yang penting kita harus selamat" lanjut Chanyeol

Setelah dirasa van sudah memasuki daerah yang sedikit ramai—tadi mereka di sebuah jalan sepi yang minim penerangan—D.O mengendarai van menuju dorm, karena tadi mereka berada di arah yang berlawanan dengan dorm

Sesampainya di dorm, mereka berempat duduk di livingroom dorm dengan cokelat hangat yang Suho buatkan beberapa saat sebelum mereka datang

"aku baru saja menyadari sesuatu" kata Sehun membuka suara

"apa?" jawab Kai mencari-cari channel yang menayangkan acara yang bagus

"jalan yang kita lewati tadi adalah Myeongdong 7ga-gil" kata Sehun menatap Kai-D.O-Chanyeol bergantian

"yang tertera di surat Kai tadi?" tanya D.O

"ah iya!" teriak Sehun dan kembali melanjutkan kata-katanya

"aku baru ingat, dimana surat itu?!"

"tadi sudah kubuang—HEY" Kai menghalangi jalan Chanyeol saat Chanyeol menuju tong sampah dapur

"itu sasaeng! Jangan hiraukan sasaeng!" lanjut Kai

"tidak mungkin ada pemukiman warga disitu. Myeongdong 7ga-gil itu hanya sebuah jalan yang tidak berpenghuni!" sergah Kai

Suasana hening seketika. Chanyeol yang tadi langkah nya sempat terhenti akibat Kai memblokir jalannya, menabrak Kai dan dan berjalan menuju tong sampah dapur.

Dia mengambil surat tadi dan membacanya kembali

.

.

.

"aku tidak tahu ini siapa. Tapi yang jelas sasaeng tidak akan serapih ini" kata Chanyeol setelah membaca surat itu

"bisa saja sasaeng menulis ini dengan rapih agar bisa dikenal kita?" lanjut Kai mengambil surat itu dari tangan Chanyeol dan merobeknya menjadi beberapa bagian

"atau mungkin orang iseng. Sudahlah ini bukan teror" sambung Sehun yang membela Kai

"baiklah baiklah. Abaikan itu, nah siapa yang mau bubble tea?"

.

.

.

3 hari kemudian...

Sebuah kamar apartemen dengan nomor kamar 666 terlihat sangat gelap. Isinya hanyalah sebuah sofa lusuh dan beberapa lemari aluminium. Ada banyak bercak darah di seluruh sisi ruangan. Lumut juga tumbuh di beberapa sudut kamar dan cat tembok yang mengelupas

"aku tidak berhasil membunuhnya kemarin"

"bukan dia yang keluar dari van itu. Mungkin temannya"

Suasana hening seketika.

Pemuda yang barusan berbicara tertawa dengan sangat keras

"aku mengerti. Tidak semudah itu membunuh dia. Dia kan member EXO. Sxeorang artis tidak segampang itu dibunuh"

"benar juga. Kita kirimi saja terornya dulu"

"ide bagus"

.

.

.

"Kai" sapa D.O

"ya?"

"uh... aku tidak yakin" kata D.O terlihat ragu

"katakan saja" jawab Kai merangkul D.O dengan erat

"aku—"

"—I Will Always Protect You"