I'm Sorry I Can't Protect You
.
.
Kim Jongin, Don't Give Up
.
.
DO KYUNGSOO
KIM JONGIN
OTHER
.
.
A Multichapter fic about KaiSoo's Brothership Relationship
Genre: Family/Brothership
.
.
Don't like don't read.
Enjoy!
.
.
.
Hari-hari di musim dingin terasa begitu lambat. Semakin hari, salju turun semakin derasnya. Dan kadangkala memnyebabkan badai salju.
Karena turunnya salju yang tidak menentu itulah, jadwal EXO tidak sepadat sebelumnya. Tetapi biar begitu, member EXO harus berdiam diri di dorm karena masalah kesehatan dan keamanan.
Dan disinilah mereka, keenam member EXO-K berkumpul di livingroom dorm untuk memainkan sebuah permainan bernama Truth or Dare.
Untuk memulai permainan, Suho yang pertama kali memutar sebuah pensil dan ujung runcingnya menunjuk tepat ke Suho sendiri
"senjata makan tuan!" teriak Tao dan beberapa member EXO-M yang menonton permainan mereka
"diam. Aku pilih Truth saja" sahut Suho dengan kalem
"aku aku! Siapa yang kau sukai dari semua member EXO?" celetuk Chen dengan bersemangat
"Chen hyung tidak usah nyahut!" sambung D.O
"baiklah, truth untuk Suho hyung, pertanyaannya Chen tadi saja" kata Chanyeol
"member EXO yang kusukai…..ACE! DIMANA ACE—AW!" Suho terkena lemparan boneka alpaca milik Kris oleh Kris sendiri
"Ace bukanlah bagian EXO!" teriak Kris mengerutkan dahinya dan mengambil boneka alpaca nya di depan pintu masuk
Kris melihat sepucuk surat persis seperti surat yang dikirim untuk Kai beberapa hari yang lalu. Dengan ragu, Kris mengambil surat itu dan membaca apa yang tertera di amplop itu
To: Kai
From: -
Hanya itu yang tertera di salah satu sisi amplop. Kris menduduki sofa dan memberikan surat itu kepada Kai
"aku tidak tahu itu dari siapa. Aku menemukannya di depan pintu tadi" kata Kris setelah memberikan surat itu kepada Kai
"apa isi surat itu?" tanya D.O dengan penasaran.
Kai segera membuka amplop itu dan membaca suratnya
To: Kai
From: -
Aku tidak tahu harus memulai dari mana.
Tetapi jika kau tidak membalas surat ini, kau akan tahu akibatnya
Dan kalau kau sayang kepada nenekmu, datanglah ke alamat yang kuberikan pada surat sebelumnya
Baca baik-baik.
Aku, disini seorang diri, akan menunggu tanggal yang tepat.
Aku tidak suka menunggu, dan tidak suka beromong kosong
Jika kau sayang nyawamu,
Balaslah surat ini
Dan
Kasus akan terungkap.
Misteri akan terungkap.
Dan semua rahasia yang kusembunyikan akan terungkap
Chamkan itu baik-baik
"sepertinya kita harus menelepon polisi untuk melacak keberadaan orang ini" saran D.O
"ini sasaeng! Sasaeng suka membual!" kata Kai menolak perkataan D.O
"mungkin saja dia ingin berbaik hati memberitahu dimana nenekmu berada" kata Kris. Semua member EXO berkumpul disana hanya ingin ikut membaca suratnya Kai
"ini masih pagi, dan Myeongdong 7ga-gil pasti ramai, atau setidaknya cahaya matahari bisa menyinari jalan itu" jawab Sehun
"Kai, jangan khawatir. Aku ada disini untukmu. Selalu. Jika kau takut, jika kau menangis, peluklah aku" ujar D.O tersenyum dengan lebar kepada Kai. Menirukan apa yang Kai lakukan saat dirinya dilanda kebingungan atau kesedihan dimasa kecil.
Kai membalas senyum D.O, dan menggenggam tangannya dengan erat.
Sekilas, D.O melihat Kai menggumamkan 'neomu gomawo'
.
.
.
Myeongdong 7ga-gil, Seoul.
Sebuah van putih yang dikendarai D.O dan beberapa member EXO didalamnya, menelusuri jalan itu dengan sangat pelan.
Ternyata Myeongdong 7ga-gil, sangat ramai disaat pagi/siang/sore hari. Tetapi saat malam, jalanan ini seperti jalan kota hantu.
"SMG… aku tidak pernah mendengar itu sebelumnya" kata Sehun dan Tao yang sedang mengutak-atik peta digital milik Suho
"itu mungkin sebuah kalimat yang disingkat" kata Kai kemudian memainkan sabuk pengaman nya
"bisa jadi" sahut Chanyeol
"perhatikan setiap sisi jalan. Gunakan logika untuk mengetahui apa itu SMG dari pengelihatan kalian" kata Kris melihat keluar jendela
Yang lainnya juga mengikuti intruksi Kris dan suasana menjadi hening seketika.
Saat sedang fokus mencari apa itu SMG, Sehun melihat sebuah gerbang terbuka dengan tulisan 'Seoul Memorial Garden' di atasnya.
Seoul Memorial Garden.
SMG. Masuk akal.
Sehun meminta D.O berhenti dan menunjuk gerbang tersebut
"kuburan?" ujar Kai tidak percaya
"apa salahnya tidak mendatangi kuburan itu? Banyak juga yang berziarah saat musim dingin begini" komentar Lay menatap semua member EXO yang berada di dalam van itu
"Kai?" D.O menoleh ke Kai, dan Kai menghembuskan napasnya
"ayo" katanya menutup tudung jaketnya dan memakai sebuah kacamata hitam. Menyamar.
Semua member EXO yang berada di dalam van satu persatu keluar dan memasuki Kuburan itu. mereka segera mencari barisan F, dan ketemu setelah beberapa kali mengelilingi kuburan.
Kai berjalan dengan hati-hati saat menelusuri barisan F itu satu per satu dan dia berhenti dimana sebuah nama tertera di atas batu nisan. Nama orang yang dicari-carinya selama ini.
Telah beristirahat dengan tenang
Kim Jeong Jil
Meninggalkan dunia pada tanggal
20 November
Semoga Tuhan menerima semua amal nya selama
di dunia
BRUK
Kai jatuh dengan menumpukan kedua lututnya diatas tanah dan terdiam.
Dia tidak bisa menangis, tetapi hatinya terasa sakit. Sekarang dia sudah tidak mempunyai keluarga. Yang dia miliki sekarang hanyalah semua member EXO dan fansnya
"Kai, ada apa?" tanya D.O ikut menumpukan lututnya dan mengusap kedua bahu Kai
"dia benar" Kai berbisik, membuat beberapa member EXO yang berada disana sedikit penasaran apa yang dikatakannya
"dia benar, inilah nenekku. Nenekku berbaring disini bersama ratusan orang yang lainnya. Berbaring dengan tenang dan tidak akan bisa bangun lagi. Dan disana—" kata Kai dengan nada seperti orang yang menahan tangisnya. Dia menunjuk ke sebelah makam neneknya.
"disana, adalah makam orang tuaku. Mereka memakamkan nenekku di sebelah makam orang tuaku" lanjut Kai melepas kacamata nya dan memeluk D.O dengan erat
Member EXO yang mendengarnya ikut memeluk Kai dengan erat
"menangislah Kai, jangan ditahan" bisik D.O.
Setelah mengucapkan kalimat itu, D.O mendengar Kai menangis dalam diam
Kai menangis dan menangis, dia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Yang dia lakukan hanya bisa menangis di bahu D.O
Sementara D.O, juga ikut meneteskan air matanya karena D.O cukup dekat dengan neneknya Kai. Mereka berdua merasakan hal yang sama, sakit. Mereka berdua sudah tidak mempunyai keluarga, keluarga mereka sudah meninggal. Saat ini, yang mereka miliki adalah satu sama lain
"aku menyesal dulu meninggalkan nenekku sendirian di rumah kecil itu" sesal Kai masih menangis
"jangan menyalahkan dirimu Kai" kata Tao menepuk bahu Kai
"ini salahku, tidak melindungi satu satunya anggota keluargaku" ujar Kai melepas pelukannya dengan D.O dan memaksakan untuk tersenyum
Melihat itu, D.O menghapus airmata Kai dengan kedua ibu jarinya
"shh, jangan menyalahkan dirimu Kai" bisik D.O
"sebaiknya kita mendoakannya agar tenang disana" saran Kris, dan yang lainnya menyetujui perkataan Kris
Setelah mendoakan neneknya Kai, Lay melihat sesuatu dibawah sebuah guci kecil yang entah digunakan untuk apa. Dia mengambilnya perlahan dan melihat surat yang ditujukan untuk Kai lagi.
Seseorang menahannya saat dia ingin memberikan surat itu kepada Kai. Itu Tao. Tao menggeleng pelan dan mengajak Lay mengikuti member EXO lainnya menuju van
Dari kejauhan, seseorang dengan pakaian sedikit formal, jas abu-abu, dasi kupu-kupu pink dengan sebuah topi yang membuat wajahnya tidak terlihat. Orang itu. dia berdiri dibawah sebuah pohon mengamati Kai dan D.O
.
.
.
Di sebuah apartemen dengan nomor kamar 666, dua orang yang sudah saya sebutkan di chapter sebelumnya, berada di tengah ruangan yang terlihat tidak terurus selama beberapa tahun itu
"dia menemukannya"
"apa?"
"dia sudah mengunjungi Seoul Memorial Garden bersama beberapa orang temannya. Berapa lama lagi kau harus menunggu?"
"jangan terburu-buru. Dia harus menerima beberapa terorku lagi, dan aku akan melanjutkan tugas yang harus ku kerjakan"
"cara kerja pembantaian begini ya?"
"tidak juga. Aku akan berlaku sedikit lebih halus padanya"
"pembantaian tidak begitu"
"kau tidak ada hak mengaturku"
"baiklah aku takut. Lalu apa bocah yang selalu bersamanya itu akan kau bantai juga?"
"tidak, dia tidak termasuk dalam daftar korbanku"
"ada baiknya kau membunuhnya juga"
.
.
.
D.O tertegun dengan apa yang didengarnya. Dia barusaja akan melewati kamar yang bernomor 666 itu, dan tidak sengaja mendengar percakapan orang yang ada di dalamnya, dan dengan tidak sadar, dia berhenti melangkah
"siapa yang dia maksud?" bisiknya pada dirinya sendiri.
D.O tersentak dari lamunannya saat pintu itu berbunyi tanda akan terbuka dan dengan cepat dia bersembunyi dibalik tumbuhan yang terlihat cukup aman untuk bersembunyi. Setelah merasa kedua orang itu memasuki lift, D.O melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan itu
Dia dengan ragu memutar kenop pintu dan—
—CKLEK
Pintu itu sama sekali tidak terkunci. Dengan berbekal keberanian yang datang entah dari mana, D.O melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar itu.
D.O kaget melihat kamar itu diterangi satu buah lampu neon. Dinding-dinding yang sudah ditumbuhi lumut, cat yang mengelupas, bercak darah dimana-mana dan permukaan lantai yang lembap.
Terdapat sebuah sofa lusuh di tengah-tengah ruangan, dan beberapa lemari aluminium.
D.O melangkah semakin dalam dan sampailah dia di depan sofa lusuh itu. terdapat sebuah kamera DSLR dan sebuah kertas yang penuh coretan.
Dia membaca isi kertas itu, tidak. Itu sepertinya tidak penting. Hanya berisi keperluan makanan untuk seminggu. Dan sepertinya kedua orang itu akan berbelanja bahan makanan.
Itu artinya…
Gawat, D.O harus pergi dari tempat itu.
D.O menaruh kertas itu dan melihat-lihat foto di kamera DSLR itu. sama. Isinya juga tidak penting.
Dia berjalan ke sebuah lemari aluminium, membokarnya dan mendapati beberapa benda tajam seperti pisau, kapak, golok, dan palu. Dia tidak mengerti mengapa isi lemari itu benda-benda tajam lainnya. Apa benar dia seorang pelaku pembantaian?
D.O meninggalkan lemari itu dan berjalan ke lemari lain. Di lemari berikutnya, penuh pistol berbagai jenis lengkap dengan kantungnya dan peluru nya yang ditata dengan apik.
Sedikit rahasia telah terungkap, kamar ini menyimpan senjata tajam dan senjata api, yang jelas-jelas melanggar aturan apartemen.
Di lemari lainnya—lemari terakhir, penuh dengan berkas-berkas. Ada ratusan atau ribuan nama yang sudah dicoret dengan tinta merah.
Dia menghamburkan semua berkas itu dan menemukan beberapa berkas yang membuat dia tidak bisa berkutik
Korban pembantaian selanjutnya: Kim Jongin, EXO-K
"shit" D.O mengumpat dan meremas kertas itu. dia mencari data lain lagi dan menemukan banyak data tentang Kai.
Disaat dia menemukan berkas tentang rencana pembantaian, pintu apartemen itu berbunyi tanda orang diluar sedang membuka kuncinya—padahal tadi pintunya tidak terkunci—
D.O memeras kertas yang berisi nama Kai dan mengantungi nya.
Dia melihat sekeliling, ada sebuah gorden yang tertutup. Sepertinya itu jendela.
Dia membukanya dengan cepat dan membuka pintu kaca yang tadinya tersembunyi dibalik gorden lalu berjalan dengan tergesa-gesa ke balkon kamar itu.
D.O menengok kebawah dan menemukan kolam renang yang tidak ada orang berenang disana. Jika dia melompat, belum tentu dia akan jatuh ke kolam itu. dan jika dia jatuh ke kolam itu, belum tentu nyawanya bisa tertolong.
Dengan pemikiran yang cepat, D.O berdiri di pembatas balkon dan berjinjit. Berjalan ke kamar sebelah dengan hati-hati melewati tembok yang panjangnya hanya setengah kaki manusia. Berbahaya memang, tetapi dia memilih mati terjatuh dari tempat ini daripada mati dibantai. Atau mungkin dia memilih untuk tidak mati sekarang
Saat sudah melalui setengah jalan, pintu kaca apartemen dengan nomor 666 itu terbuka dan menunjukkan sosok laki-laki yang bertubuh sedang; tidak kecil juga tidak besar.
"jangan beritahu kepada polisi atau kau yang menjadi korban selanjutnya"
DEG
D.O menghentikan kegiatannya mendengar kalimat orang itu. dia menoleh dan mendapati pintu kaca tersebut sudah ditutup dan tidak ada orang di balkon.
Kalau memang orang itu berbicara kepadanya, berarti dia sudah mengetahui bahwa D.O memasuki kamar apartemen itu?
D.O menghela napasnya dan memejamkan matanya
"bagaimana ini?" gumamnya dan membuka matanya
Dia menunduk melihat kebawah dan kembali menghela napasnya
.
.
.
"kita kehabisan bahan makanan!" pekik Xiumin berlari ke livingroom dorm sehabis membanting pintu kulkas
"eh benarkah?" jawab Baekhyun
"D.O, dimana D.O?" tanya Chanyeol
"tadi dia bersama Kai? Dimana Kai?" tanya Suho juga
Semua member EXO dibuat bingung hanya karena Xiumin
GREK—BRUK
Pintu balkon dorm terbuka dan menampakkan D.O terlentang disana. Member EXO yang berada disana membulatkan matanya dan sesaat kemudian, Xiumin, Suho, Kris dan Sehun mendatangi D.O yang dalam keadaan setengah sadar itu
"hyung! Ada apa?!" teriak Sehun membantu D.O berdiri dan membawanya ke sofa livingroom dorm
"duduklah dulu, aku akan mengambillkanmu air" kata Suho berjalan ke dapur dan kembali dengan segelas air mineral di tangannya
"ada apa? Apa tadi itu sakit?" tanya Sehun
D.O mengangguk
"ada apa? Kenapa kau masuk melalui pintu balkon? Kau terbang?" kata Chanyeol
D.O menarik napasnya dan berkata "aku hanya ingin melakukan sesuatu yang sedikit ekstrim, sudahlah itu tidak penting"
Setelah berkata begitu, dia meneguk airnya sampai habis dan menaruh gelasnya kembali di meja
"kau kerasukan apa sampai melakukan hal begitu?" ujar Xiumin menatap D.O dengan tatapan 'are-you-kidding-me'
"aku tidak kerasukan, ngomong-ngomong dimana Kai?"
"tadi sepulang dari kuburan dia langsung tidur" jawab Kris
D.O menghela napasnya dan tersenyum melihat saeng dan hyungnya yang terlihat sangat panic
"sudahlah aku tidak apa-apa, percayalah" katanya tersenyum semakin lebar
"jangan melakukan hal itu lagi, jika kau jatuh nyawamu akan melayang" kata Suho menepuk-nepuk bahu D.O dan menghidupkan televise
Mendengar sang leader berbicara, member lainnya membubarkan diri dari hadapan D.O dan kembali menjalankan aktifitas sebelumnya
.
.
.
Keesokan harinya, pukul 18.00 KST…
EXO-K memiliki jadwal perform di Busan. Saat ini mereka sedang berada di backstage untuk perform selanjutnya. Hari ini mereka perfom tanpa D.O karena kepala D.O kemarin membentur lantai dengan sangat keras dan suaranya yang seperti kambing dicekik
"aku pergi sebentar" kata Kai mengambil jaketnya dan bergegas keluar ruangan
"Kai! Jangan pergi dulu! Kita harus perform lagi!" Suho berteriak saat sedang memakai jasnya
"sebentar saja hyung, tidak lama kok" katanya memberikan senyum kepada Suho, melihat itu, Suho tidak bisa berkata apapun lagi
"baiklah, lima menit" katanya mengisyaratkan Kai untuk segera pergi karena waktu yang sangat mepet. Mendengar sudah mendapat izin, Kai membuka pintunya dan keluar lokasi perform dengan mengendarai mobil pribadi nya.
15 menit kemudian…
"Kai dimana?! Kita sudah terlambat 10 menit hanya karena dia belum datang!" keluh Suho sedari tadi mondar-mandir di samping stage.
Member lainnya pun ikut resah karena Kai yang tidak kunjung datang dari tadi. Ponselnya tidak bisa di hubungi, tidak ada yang tahu kemana Kai pergi, dan terlebih lagi Kai tidak bilang bahwa dia membawa mobil pribadi nya ke tempat ini.
"Kai! Aktifkanlah telfonmu!" teriak Chanyeol kepada ponselnya yang sedang menghubungi Kai
Kali ini Kai benar-benar keterlaluan, dia sudah membuat semua member EXO menunggu selama 30 menit hanya karena dia belum datang
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah—"
"aish! Sepertinya kita harus perform tanpa Kai!" keluh Suho mematikan ponselnya dan menaruhnya diatas meja, beberapa saat setelah Suho menaruh ponselnya, ponsel Baekhyun berbunyi
"mungkin itu Kai!" kata Chanyeol ikut melihat nomor yang tertera di layar ponsel Baekhyun
"itu nomor polisi Seoul…" gumam Sehun
"biar kuangkat, Yeoboseyo?" Baekhyun menjawab telfonnya
"ya, saya Baekhyun sendiri, ada apa?"
"….." Baekhyun terdiam mendengarkan orang yang diseberang berbicara.
"apa?" kata Baekhyun melebarkan matanya, dia terlihat kaget
Melihat ekspresi Baekhyun yang tiba-tiba berubah, seluruh member EXO-K yang berada disana menjadi bingung apa yang dibicarakan Baekhyun dan orang di seberangnya.
"b—baiklah" Baekhyun mengakhiri pembicaraan dan menaruh ponselnya dengan sedikit kasar di atas meja
"Kai…" gumamnya menatap member EXO-K yang berada disana
"Kai kenap—"
"KAI! KITA KE RUMAH SAKIT SEKARANG!"
.
.
.
To Be Continued
Hayoloh Kai kenapa tuh? O.o
Pasti sudah pada bisa tebak kan? *emot unyu(?)
Nantikan terus chapter selanjutnya, secepatnya akan saya update *bow*
Mind to Review? ^^
Kamsahamnidaa~~!
