I'm Sorry I Can't Protect You

.

.

Wake up, darling

.

.

DO KYUNGSOO

KIM JONGIN

OTHER

.

.

A Multichapter fic about KaiSoo's Brothership Relationship

Genre: Family/Brothership

.

.

Don't like don't read.

Enjoy!

.

.

.


PIP PIP PIP

Sebuah ruangan serba putih itu, terdengar sangat sunyi. Yang terdengar hanyalah suara yang keluar dari sebuah alat pendeteksi jantung. Sebut saja ruang ICU.

Di ruangan ini, seorang pemuda berbaring dengan lemah diatas ranjangnya. Hampir seluruh tubuhnya diperban dan terlihat sedikit darah yang menembus perban itu. Kepalanya juga dililiti perban.

Banyak alat yang menempel di tubuhnya. Di tangannya kirinya dipasang infus, dan tangan kanannya dipasang jarum suntik yang menyatu ke sebuah selang yang mengalirkan darah sebuah kantung darah yang lumayan besar digantung di salah satu sisi ranjang

Sebuah masker oksigen menutupi mulut dan hidungnya untuk membantunya bernafas. Pemuda ini baru saja mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkan dirinya koma.

-Flashback-

Setelah mendapat izin dari Suho, Kai bergegas pergi dari lokasi perform. Dia berjalan sedikit tergesa-gesa ke salah satu tempat parkir yang ada disana. Setelah menemukan dimana lokasi mobilnya berada, Kai membuka kuncinya dan memasuki mobilnya. Beberapa saat setelah memasuki mobilnya, dia langsung melesat dengan kecepatan sedang. Sebenarnya kemana dia akan pergi?

Jawabannya, dorm EXO.

Dia ingin menemui D.O sebelum perform, entah karena apa dia merasa ingin berada di samping D.O kapanpun dimanapun. Maka dari itu dia mempercepat laju mobilnya untuk cepat sampai di dorm EXO. Tetapi, nasib berkata lain.

Saat traffic light berganti warna menjadi hijau, Kai dengan cepat melajukan mobilnya. Dia tidak menyadari bahwa dari arah Kiri, sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Dan Kai tidak menyadari keberadaan mobil itu.

Mobil itu menekan klaksonnya beberapa kali dan membuat Kai menoleh. Disaat Kai menoleh, dia merasakan benturan yang sangat keras dari pintu kemudi nya. Kai merasakan sakit yang teramat sangat di pinggang Kirinya. Pintu mobil itu sudah hancur dan kacanya pecah

Mobil Kai terpental sejauh 8 meter dan berakhir dengan menabrak pembatas jalan di sisi Kanan mobilnya dengan sangat keras.

"argh!" Kai berteriak saat dia tidak bisa menahan sakit lagi. Tubuhnya terjepit kemudi dan joknya. Baju putihnya sudah penuh dengan darah dan kepalanya yang terkena pecahan kaca

Dan jika dilihat dari luar, mobil Kai sudah seperti kertas yang diremas. Tidak berbentuk mobil lagi dan Kai yang berada di antara jok dan kemudi yang menyebabkan Kai tidak bisa keluar dari mobilnya

Kai menutup matanya setelah merasakan jantungnya semakin melemah. Dan sebelum dia benar-benar menutup matanya, dia mendengar sirine polisi dan ambulans mendekat

.

.

.

Seoul International Hospital

Kai dibawa ke rumah sakit setelah perawat yang datang ke lokasi kejadian menyadari Kai masih hidup, tetapi persentase selamatnya nyawa Kai hanyalah 15% karena luka yang sangat parah

Saat ini ruang tunggu rumah sakit penuh dengan wartawan dan fans.

Mereka berebut ingin masuk UGD untuk melihat keadaan Kai, tetapi tentu saja mereka tidak diberi masuk.

Butuh 30 menit untuk mengeluarkan serpihan kaca dari tubuh Kai dan membersihkan darahnya. Setelah ini Kai akan menjalani operasi pengeluaran darah dari paru-paru.

"kami membutuhkan sekurangnya 250cc darah untuk Jongin-ssi. Golongan darahnya adalah A, ada yang bersedia mendonorkan darahnya untuk Jongin-ssi?" ujar seorang dokter didepan pintu UGD. Beberapa orang mengangkat tangannya dan sang dokter mengisyaratkan untuk mengikutinya

Beberapa menit kemudian, Kai dibawa ke ruang operasi bersamaan dengan datangnya Suho, Baekhyun, Chanyeol, dan Sehun. Mereka berempat berada di sisi ranjang Kai saat Kai dibawa ke ruang operasi

"bertahanlah Kai" bisik Suho mengusap lengan Kai dan setelah itu, mereka berempat harus diam di depan pintu ruang operasi karena hanya yang berkepentingan yang boleh memasuki ruang operasi.

Sebaiknya, orang yang kondisinya sangat lemah tidak boleh di operasi bukan? Tetapi para dokter mengambil tindakan ini juga untuk keselamatan Kai.

Beberapa menit setelah Kai memasuki ruang operasi, Xiumin, Kris, Luhan, Chen, Tao, Lay, dan D.O tiba di rumah sakit. Terlihat ekspresi seluruh member EXO sangatlah sedih. Terutama D.O.

Matanya merah dan sembab. Dan terdengar isakan kecil saat dia memeluk Suho, dia menangis lagi

"ini salahku. Aku membiarkannya pergi" kata Suho saat seluruh member EXO masih menunggu Kai selesai operasi

"jangan salahkan dirimu, Kai itu keras kepala. Tidak diizinkan pun dia akan pergi" jawab Xiumin tersenyum kecil

"tetapi aku yang bertanggung jawab disini.." kata Suho mengacak-acak rambutnya

"h-hyung—"

Mereka semua menengkan diri mereka, dan Suho. Suho terlihat begitu frustasi kepada dirinya sendiri. Suho tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya saat itu, dan setiap beberapa detik dia menghembuskan napasnya dengan kasar.

Sudah lebih dari 4 jam Kai menjalani operasi. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa operasi akan selesai.

5 jam

6 jam

Seluruh member EXO terlihat sangat gelisah. Beberapa dari mereka ada yang mondar-mandir di depan pintu ruang operasi, membeli minuman, dan tidur.

30 menit kemudian, lampu tanda operasi telah selesai sudah menyala, dan 30 detik berikutnya, beberapa orang dokter keluar bersama dengan Kai yang tidak sadarkan diri. Para dokter itu tidak mengucapkan sepatah kata pun pada seluruh member EXO disana, melainkan langsung membawa Kai ke ruang ICU diikuti seluruh member EXO.

-Flashback end-

Seorang dokter baru saja keluar ruang ICU setelah mengatur infusnya.

D.O yang tidak bisa menjauh dari ruang ICU itu mendatangi dokter itu diikuti Suho di belakangnya

"bagaimana keadaan saudara saya?" tanya D.O pada sang dokter

Dokter itu terdiam dan sedikit menundukkan kepalanya

"katakan padaku bagaimana keadaannya?!" lanjut D.O dengan menahan tangisnya

"keadaan Jongin-ssi sangat lemah. Saat ini dia dalam keadaan koma, persentase hidupnya hanyalah 15%" jawab dokter itu terlihat sangat sedih

Mata D.O dan Suho membulat mendengar kalimat sang dokter, D.O merasa matanya memanas dan sedikit buram. Kakinya sudah tidak kuat berdiri lagi

"bagaimana pun caranya, Kai harus selamat! Tolong selamatkan Kai!" ujar D.O pada sang dokter.

"calm down, D.O, Kai pasti selamat" kata Suho mengusap bahu D.O. Suho terlihat menahan tangisnya

"aku tidak bisa tenang! Kai, bagaimanapun caranya dia harus selamat!" D.O kembali menangis

"tenang, kami akan berusaha semampu kami" jawab sang dokter menepuk bahu D.O

"saya permisi dulu" lanjutnya dan berjalan meninggalkan 11 member EXO disana

"Kai.." D.O memegang kenop pintu ICU, tetapi Kris langsung menahan D.O

"jangan masuk, kumohon. Kai keadaannya sangat lemah dan sudah berada di ujung hidupnya" pinta Kris membuat D.O menjauhkan tangannya dari kenop pintu dan duduk di kursi yang tersedia disana

"Kai, kumohon bertahanlah" bisik D.O menatap Kai yang berbaring didalam ruang ICU.

"dia akan bangun, dia akan kembali tersenyum kepada kita" ujar Chen tersenyum miris yang juga menatap Kai diruang ICU

.

.

.

Pukul 02.00 AM KST

Di depan ruang ICU, hanya ada beberapa member EXO. Diantaranya Suho, D.O, Baekhyun, Lay, dan Kris. Yang lainnya pulang ke dorm untuk beristirahat.

D.O tak henti-hentinya menggumamkan 'bertahanlah Kai'

Suho menemani D.O dan Kris yang tidak tidur. Baekhyun dan Lay tertidur di pinggir kursi tunggu.

"D.O, pulanglah ke dorm, kami akan menjaga Kai disini" kata Suho menepuk bahu D.O. D.O menatap Suho dengan matanya yang sembab dan tersenyum kecil

"aku akan menunggu sampai Kai sadar, hyung" jawab D.O menempelkan dahinya ke kaca ruang ICU, dan memejamkan matanya.

Dia lelah, dia ingin tidur dan saat matahari menunjukkan dirinya, dia akan kembali kesini. Tetapi hatinya tidak ingin dia pulang. Dia ingin berada disini sampai Kai sadar

"aku tahu kau lelah, ayo pulang. Aku antar" kata Kris di belakang D.O

D.O membuka matanya dan menoleh ke Kris. Selang beberapa detik, D.O mengangguk. Kris langsung merangkul D.O dan berpamitan pada Suho dan berjalan ke pintu keluar

.

.

.

Pukul 09.00 AM KST

"bangun…" bisik D.O berada di sebelah Kai

Sudah boleh memasuki kamar ICU, hanya saja kapasitas maksimal hanyalah 3 orang, dan saat ini D.O sendirian di ruang ICU itu

D.O memegang lengan Kai dan tersenyum kecil

"Kai, bangunlah…" bisiknya lagi. Tidak ada respon. Yang terdengar hanyalah bunyi alat pendeteksi jantung

"Kai… tidakkah kau merindukanku?" D.O menggoyangkan lengan Kai.

Masih tidak ada respon.

Senyum D.O menghilang saat mengetahui tidak ada respon.

Dia menggenggam tangan Kai dengan erat dan dia menangis sesenggukan

"sampai kapan kau berdiam diri terus Kai? Bangunlah, aku merindukanmu Kai" bisiknya dan menghapus air matanya dengan kasar, kemudian dia semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Kai

Dia kembali tersenyum, kali ini sangat terlihat bahwa dia memaksanya untuk tersenyum.

"cepat bangun, lihatlah diluar, hyung-hyungmu menunggumu untuk cepat sadar. Bangunlah, kembali tunjukkan senyummu itu" lanjut D.O, beberapa detik kemudian, D.O merasa tangan Kai bergerak—menggenggam juga tangan D.O—dengan perlahan. Setelah itu, Kai seperti menghembuskan napasnya dengan kasar.

D.O membulatkan matanya melihat itu den menatap Kai. Tidak. Dia sama sekali tidak membuka matanya, dan alat pendeteksi jantung itu masih bekerja dengan normal, tidak ada garis lurus atau semacamnya.

D.O tersenyum dengan sangat gembira mengetahui Kai membalas genggaman tangannya

.

.

.

2 hari kemudian…

D.O mengendarai mobilnya dengan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir.

Kali ini Kai kenapa? Kenapa orang yang meneleponnya tadi berkata bahwa Kai dalam keadaan gawat?

D.O berlari di sepanjang koridor rumah sakit dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar. Diraihnya ponselnya yang berada di saku jaketnya dan menelepon seseorang

"kumohon beritahu aku apa yang terjadi dengan Kai!" teriak D.O pada seseorang di seberang

Orang itu berbicara dengan setengah hati, dan membuat D.O berhenti berlari dan melebarkan matanya

"apa—KAI!"

.

.

.

To Be Continued


Ini apa?! *garuk tembok*

Kok jadinya begini…

Sekedar info, menurut penjabaranku ff ini endingnya bakal lama, karena…..nanti di chapter depan saya beritahu hoho '-'

Yasudah sekitan dulu dari deblueflame….

Mind to review?

Kamsahamnida~ ^^