I'm Sorry I Can't Protect You

.

.

Come back to me. To us.

.

.

DO KYUNGSOO

KIM JONGIN

OTHER

.

.

A Multichapter fic about KaiSoo's Brothership Relationship

Genre: Family/Brothership

.

.

Don't like don't read.

Enjoy!

.

.

.


D.O berlari di sepanjang koridor rumah sakit dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar. Diraihnya ponselnya yang berada di saku jaketnya dan menelepon seseorang

"kumohon beritahu aku apa yang terjadi dengan Kai!" teriak D.O pada seseorang di seberang

Orang itu berbicara dengan setengah hati, dan membuat D.O berhenti berlari dan melebarkan matanya

"apa—KAI!"

Lutut D.O terasa lemas, ia tidak tahu reaksi apa yang harus dia keluarkan. Dengan tenaga yang tersisa, D.O berlari ke ruang ICU dimana Kai berada, saat berada di depan kaca ruang ICU, D.O menghentikan langkahnya dan melihat kedalam ruang ICU

Seorang dokter sedang berbicara kepada Suho, D.O melihat Suho sesekali melirik kearah Kai yang masih belum sadar.

Suho menghela napasnya dan mengangguk pelan menanggapi perkataan sang dokter. Setelah menunduk beberapa derajat, dokter itu pergi meninggalkan Suho dan Kai di ruang ICU.

D.O memutar kenop pintu ICU dengan pelan dan berjalan dengan perlahan setelah memasuki ruang ICU. Dia melihat Suho menggenggam tangan Kai dan menidurkan kepalanya di sisi kasur.

Suho tersentak saat D.O menyentuh tangannya, dan berbisik "kau datang" dengan senyum yang terlihat dipaksakan

D.O ikut tersenyum "aku akan selalu datang"

"kurasa kau sudah tahu apa yang dibicarakan dokter" kata Suho

"aku hanya ingin Kai sadar"

"aku—kami pun begitu" kata Suho semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Kai dan menatap Kai dengan sedih

"aku berharapadanya keajaiban. Aku tidak ingin keadaannya memburuk. Dia terlalu lemah dalam keadaan seperti ini" D.O ikut menatap Kai

Kai hidupnya sudah tidak lama lagi, dokter memperkirakan bahwa umur Kai hanyalah 2 hari dari sekarang.

Bukannya membaik, kondisi Kai semakin memburuk, dan dokter menyatakan bahwa tidak ada harapan bagi Kai untuk sadar. Hanya menunggu waktu

Obat medis sebenarnya bisa membantu, hanya saja, Kai tidak bisa meminum obat itu. Dia belum sadar

Dan saat ini, alat pendeteksi jantung itu bekerja lebih lambat dari sebelumnya. Detak jantung Kai semakin melemah dan melemah. Setiap saat, jantung Kai melemah, dan sesekali kembali normal.

"aku percaya adanya keajaiban" ujar Suho.

D.O tidak mengalihkan pandangannya dari Kai. Dia menghela napasnya dengan pelan "aku juga percaya adanya keajaiban, Hyung"

"aku tidak memberitahukan hal ini kepada member lain" jawab Suho

"ada apa?"

"aku tidak ingin mereka khawatir"

"mereka khawatir karena mereka—"

"ssh, aku tahu mereka peduli, tetapi aku juga tidak ingin pikiran mereka terganggu karena ini" Suho memotong perkataan D.O, dan D.O tidak bisa berkata apa-apa lagi

.

.

.

"ayo tersenyum!" teriak D.O pada Kai sembari mengaktifkan kameranya

"kau gila? Yang benar saja kita akan berfoto disini!" kata Kai kepada D.O

"oh ayolah, jarang-jarang kita berfoto di tempat seperti ini bukan?" D.O menaik-turunkan alisnya dan tersenyum sangat lebar membuat Kai mengerutkan dahinya

"kau aneh, hyung"

"aku aneh begini kau juga tetap lengket padaku" jawab D.O dengan percaya diri.

Kai menghela napasnya dan mengangguk pelan "baiklah, jarang-jarang berfoto di tempat seperti ini"

D.O tersenyum semakin lebar dan mengarahkan kameranya kearah mereka berdua

"say cheese!"

KLIK

Setelah mengambil gambarnya, D.O mengutak-atik kameranya dan menunjukkan hasil fotonya kepada Kai.

"bagus tidak?!"

"bagus kok"

"lain kali kita harus menemukan tempat berfoto lain. Tempat ini cocok juga. Lumayan untuk tema horror"

Ya benar, mereka saat ini berfoto di depan rumah yang tidak berpenghuni. Dan ini adalah ide D.O yang tentu saja tidak bisa dibantah Kai. Untung saja tidak ada penampakan apapun di hasil foto mereka

Pemandangan berganti dimana Kai berada di ruang ICU, terbaring lemah di ranjangnya. Beberapa saat kemudian, Kai membuka matanya dan mengubah posisinya menjadi duduk lalu dia menoleh ke—

"hah—"

D.O membuka matanya tiba-tiba. Dia mengerjap beberapa kali dan mengangkat kepalanya dari sisi kasur.

Dilihatnya Kai masih dalam keadaan seperti tadi siang, tidak ada tanda akan dirinya sadar. Diliriknya jam yang tertempel di dinding, sudah menunjukkan pukul 5 pagi.

"bermimpi sesuatu, hyung?" tanya seseorang yang sedang membuka pintu. D.O menoleh dan melihat Sehun berjalan ke sisi ranjang yang lain

dengan ragu D.O menjawab"aku—tidak, aku terbangun"

"begitu"

Sehun menduduki kursi disana dan menatap Kai "kapan dia sadar.."

D.O terdiam, dia menundukkan kepalanya dan meremas ujung kaus yang dikenakan-nya.

"secepatnya, dia akan sadar"

"ngomong-ngomong, kapan kau datang?" tanya D.O sedikit memiringkan kepalanya

"yah... mungkin sekitar satu jam yang lalu" Sehun menjawab

"diluar ada hyung-hyung lainnya. Kalau mau, pergilah. Aku akan menjaga Kai disini. Aku tahu kau lapar" lanjutnya sedikit tersenyum. Mendengar itu, D.O bangkit dari kursinya dan keluar ruang ICU

.

.

.

Pukul 01.30 PM KST

Napas D.O tercekat saat alat pendeteksi jantung Kai berhenti bergerak dan dengan perlahan garis yang selalu bergerak itu menghilang digantikan dengan garis lurus yang tiada ujungnya. Dia menahan air matanya agar tidak jatuh

Dengan itu, D.O berlari ke dalam ruang ICU dan menggenggam tangan Kai erat-erat.

"Kai! Kumohon jangan secepat ini!"

"Kai! Bangun Kai!" D.O sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, dia bisa merasakan tangan Kai yang semula hangat menjadi sedikit dingin

"Kai! Bangun Kai! Kumohon Kai!" teriak D.O menggoyangkan bahu Kai

Tidak ada respon, dan kali ini D.O beranjak untuk memanggil dokter.

Dengan air mata yang belum bisa berhenti mengalir, D.O dengan berat hati membuka pintu ruang ICU.

PIP

D.O menghentikan langkahnya, saat ia ingin menutup pintu.

PIP

Dia menajamkan telinganya, bahwa itu benar-benar nyata

PIP

D.O tersenyum dengan sangat bahagia, dia memasuki ruang ICU lagi dan mendapati Kai kembali bernafas

Tangan Kai masih dingin seperti tadi saat D.O kembali menggenggam tangan Kai, air matanya belum berhenti. Dia senang, bukan. Sangat senang saat Kai kembali bernafas.

"syukurlah—syukurlah Kai.." bisik D.O mengecup punggung tangan Kai. Dan untuk kedua kalinya, Kai membalas genggaman D.O dalam keadaan yang tidak sadarkan diri

.

.

.

"Kai—"

"apa? Kai kenapa?" tanya D.O pada seseorang di telepon

"cepat kemari! Kai sudah sadar!" teriak orang itu yang menyebabkan D.O menekan pedal rem-nya secara mendadak

"apa?"

"Kai sadar hyung! Kemari!" teriak orang di seberang. Dengan senyum yang sangat sumringah, D.O memutuskan panggilanny a dan menginjak pedal gas dengan kuat

Sesampainya di rumah sakit, D.O segera berlari ke ruang ICU dimana Kai dirawat dan menemukan semua member EXO berada didalam ruang ICU

D.O membuka pintu dengan sedikit kasar membuat semua yang ada disitu menoleh kea rah D.O. dia tertegun melihat ekspresi semua member tidak terlihat senang, melainkan sedih

"hyung kemarilah!" teriak Sehun membuat D.O tersadar dan mendekati Kai dengan senyum yang sangat sumringah. Saat pandangan mereka bertemu, D.O melihat tatapan Kai sangat bertanya-tanya

"Kai! Aku merindukanmu! Teriak D.O memeluk Kai dengan sangat erat. Kai terdiam, dia tak kunjung membalas pelukan D.O

Merasa Kai tidak membalas pelukannya, D.O melepas pelukannya dan menatap Kai dengan heran

"kau tidak membalas pelukanku?" tanya D.O. dia menatap semua member EXO satu per satu dan berhenti di Suho. Suho tersenyum miris dan menggeleng pelan

"Kai, berbicara lah!" kata D.O sedikit menggoyangkan bahu Kai. Tanpa ragu, Kai membuka suara

"siapa itu Kai?"

DEG

D.O membulatkan matanya dan memegang bahu Kai sedikit keras membuat Kai meringis kesakitan. Sedetik kemudian, D.O tertawa terbahak-bahak

"haha—jangan bercanda Kai! Kau tidak mengingat dirimu sendiri?" tanya D.O lagi

"aku? Namaku Kai? Lalu, kalian siapa?" Kai bertanya kembali

"dia amnesia permanen" bisik Suho kepada D.O membuat D.O tidak bisa berkata apapun

"apa tidak bisa disembuhkan?" tanyanya dan semua member menggeleng pelan

"aku D.O! kau tidak mengenalku?" tanya D.O lagi, tetapi Kai tidak merespon apapun

"D.O? jadi namamu D.O?" tanya Kai dan sedikit tersenyum

D.O menggigit bibir bawahnya dan hatinya terasa sakit. Jika memang benar Kai amnesia permanen, tandanya mau tidak mau Kai harus dikeluarkan dari EXO. Tetapi D.O tidak ingin dipisahkan oleh Kai. Dan dia tidak akan bias dipisahkan oleh Kai

"amnesia..." gumam D.O

"baiklah kalau begitu. Kita berkenalan saja. Namaku D.O, aku panggil kamu Kai saja yah!" kata D.O menjulurkan tangannya untuk berjabat dengan Kai. Dengan ragu, Kai menjabat tangan D.O dan tersenyum

Semua member disana merasakan sesuatu yang tak kasat mata menusuk dada mereka, dan itu terasa sungguh sakit.

Rekan satu tim mereka amnesia permanen. Dan itu mengharuskan Kai untuk keluar dari EXO. Karena mustahil dia akan mengingat semuanya.

Melihat D.O 'berkenalan' kepada Kai, member lainnya pun ikut 'berkenalan' dengan Kai. Walau tau itu terasa sakit.

.

.

.

To Be Continued


Sungguh, di chapter ini saya ngeblank =,=" inspirasi ngilang mendadak ya jadinya gini deh, amburadul banget -.-

Ini enaknya dilanjutkan atau tidak? ._.

Sarannya sangat dibutuhkan u_u

Saya sangat berterima kasih untuk semua yang sudah baca ff saya kekeke~ :D

Sekian dulu dari saya

Kamsahamnida~~~