I'm Sorry I Can't Protect You

.

.

That Should be Me

.

.

DO KYUNGSOO

KIM JONGIN

OTHER

.

.

A Multichapter fic about KaiSoo's Brothership Relationship

Genre: Family/Brothership

.

.

Don't like don't read.

Enjoy!

.

.

.


Hari ini, salju kembali turun. Hari ini adalah hari dimana pertengahan musim dingin. Dan beberapa minggu sebelum natal.

Semua penduduk Seoul memilih untuk berdiam diri di bawah selimut dengan penghangat ruangan. Dan beberapa member EXO, memilih cara ini.

Hari ini, Kai terdiam di kasurnya. Memegang secarik kertas dan menatap langit-langit kamarnya.

Cepat sembuh, Kai

Begitulah isi surat kecil tersebut. Dia tidak tahu siapa yang menaruh kertas itu di meja kecil di sebelah ranjangnya. Sebenarnya dia tidak ingin tahu siapa yang mengirim surat kecil itu, tetapi itu membuatnya kepikiran.

Sepertinya dia mengenali tulisan ini. Dia merasa bahwa dia sering melihat tulisan ini, tetapi kapan? Siapa yang menulis ini?

Sekeras apapun Kai mencoba mengingatnya, dia tidak akan berhasil. Percuma. Ingatannya tidak akan kembali, dan sepertinya dia harus menerima kenyataan itu. dan apa yang dia katakana itu tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya.

Pagi ini dia mau tidak mau sendirian, tidak ada—belum ada yang menemaninya, karena saat tengah malam tadi Baekhyun kembali ke dorm karena ada urusan dan itu membuat Kai sendirian sampai detik ini.

"hei" seseorang menyapa Kai. Dengan itu, membuat Kai tersentak dan menoleh ke sumber suara.

Itu D.O, bersama dengan Lay dan Chen

"oh, hey" Kai menyapa mereka dengan sedikit canggung. Setelah melepas jaket dan syal mereka menduduki sofa disana

"mengingat bahwa kau sudah boleh memakan sesuatu seperti ayam goreng, maka ini, aku buatkan kau ayam goreng" D.O mengeluarkan sebuah kotak makan dari tas yang dibawanya dan membuka tutup kotak itu

"dimakanlah, masakan D.O enak sekali!" sambung Chen mengancungkan jempolnya, D.O tersenyum menunjukkan deretan giginya melihat reaksi Chen

"jangan ragu, dimakan saja" kata Lay sedang menonton tv.

Tanpa pikir panjang, Kai melahap ayam goreng buatan D.O sampai habis tidak tersisa

.

.

.

Beberapa hari kemudian, Kai dipersilahkan pulang. Semua member EXO dengan bahagia menyambut Kai di dorm. Chen, D.O, Chanyeol dan Baekhyun menjemput Kai.

"hei, dorm itu apa?" Kai bertanya. Infusnya sudah dilepas dan dia terlihat sedikit gemuk. Hanya sedikit.

"dorm itu rumah kita semua" sahut Chen yang sibuk merapihkan barang-barang Kai bersama dengan D.O, Chanyeol, dan Baekhyun.

"sebesar apa rumah kita?" Kai kembali bertanya

Dengan sedikit tersenyum, D.O berbalik dan menatap Kai "kau akan melihatnya, Kai"

Semenjak Kai menampar D.O, hubungan Kai dan D.O terlihat biasa-biasa saja.

Hanya terlihat, tetapi jika D.O tidak bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, akan terlihat kalau hubungan mereka sangatlah renggang.

D.O selalu tersenyum saat berbicara dengan Kai, dan tatapan matanya tidak terlihat bahwa dia masih merasakan sakit akibat Kai menamparnya beberapa hari yang lalu.

Tetapi tentu saja D.O sedikit menjaga jarak kepada Kai, karena dia mengerti Kai yang sekarang tidak suka dengan dirinya, dan dia paling tidak suka tangannya digenggam oleh D.O

Dan dia menerima bahwa..

..Kai tidak menyukai dirinya.

Kai menganggap D.O itu anak aneh yang terlalu banyak tersenyum, entah kenapa Kai merasa tidak nyaman bersama D.O

Dengan tidak nyamannya Kai dengan D.O, Kai berusaha menjauh dari D.O, tetapi tidak bisa. D.O bersikap layaknya seorang teman, walaupun itu benar.

Tetapi Kai tidak menyukai D.O yang selalu berpura-pura. Dia benci pura-pura, dan itu dibuktikan bahwa dia mengatakan apa yang ada di pikirannya. Semuanya.

"begitu, aku akan—"

"kau satu kamar dengan D.O, hehe" Baekhyun memotong kalimat Kai. Dengan menghembuskan napas yang panjang, Kai mengangguk.

Sesampainya di dorm, Kai disambut hangat oleh member EXO yang lain. Tidak pesta atau apapun. Mereka tidak menyukai sesuatu yang seperti itu. Cukup Kai keluar dari rumah sakit—atau kalau bias ingatannya kembali—itu sudah lebih dari cukup.

Saat D.O dan Chen—Chen ingin membantu D.O memapihkan kamar D.O dan Kai, Chen tidak mengizinkan member lain untuk membantu mereka berdua, entah apa alasannya—membereskan kamar Kai, Chen menghentikan langkahnya saat D.O membuka laci lemarinya

"apa itu?" tanya Chen melihat ke buku diary milik D.O dan Kai

"ah—ini.." D.O mengambil buku itu. dia tersenyum lirih saat melihat buku diary nya. "ini, buku diary milikku dan Kai" lanjutnya

Dengan rasa penasaran, Chen menaruh barang bawaannya sembarangan dan berdiri di belakang D.O—melihat diary D.O dan Kai dengan sedikit memiringkan sepalanya—dan berkata "aku baru mengetahuinya"

"dulu, sewaktu aku kecil, jika ada waktu luang, aku dan Kai mengisi buku harian ini" D.O mulai membuka sampul bukunya dan terlihat 2 paragraf tulisan khas anak kelas 1 sd. Entah mengapa dengan gampang dia bercerita tentang buku harian itu, tangannya tidak bisa berhenti membuka lembaran demi lembaran buku itu. Padahal, ia dan Kai berusaha mengunci rapat mulut mereka tentang keberadaan dan isi buku diary tersebut.

"sampai kami sudah menjadi bagian EXO pun, aku dan Kai selalu menceritakan kejadian atau isi hati kita di buku ini"

Lembaran demi lembaran pun dibuka oleh D.O. tulisan yang semula acak-acakan, terlihat mulai rapih. Tanggal yang tertera di sudut halaman-pun menjadi bukti bahwa buku diary itu selalu mereka isi dengan cerita yang berbeda, dengan mencurahkan isi hati yang berbeda.

"sampai Kai terlibat kecelakaan itu, kecelakaan yang membuat dirinya amnesia sekarang, aku tetap menulis buku harian ini. Kebanyakan aku yang mengisinya" D.O menjeda kalimat selanjutnya. Kemudian, dia tertawa ringan.

"aku bahkan menulis setiap pergerakan Kai. Bahkan dia bernapas pun aku tulis saat aku masih kecil"

Kedua sudut bibir Chen terangkat melihat tulisan cakar ayam D.O yang menuliskan 'baru kusadari, ternyata kai juga bernafas'

Dulu, D.O belum mengenal EYD dan juga penggunaan huruf kapital, jadi dia menulis buku harian ini dengan acak-acakan, tetapi bisa dimengerti

"kau begitu menyayangi Kai" bisik Chen, D.O mengangguk pelan "ya, aku sangat menyayanginya. Bahkan kalau saja dia membenciku, aku tidak akan membenci dia" aku sudah mengetahui bahwa Kai sudah membenciku.

"aku juga melihat dia, bahwa dia sangat nyaman dengan Baekhyun. Tetapi itu tidak masalah, aku tetap menyayanginya" walaupun ini terasa sangat sakit. Dan aku terlalu lelah berpura-pura

"aku, ingin bertanya sesuatu" Chen menjawab, lalu melanjutkan kalimatnya setelah terdiam 5 detik

PLUK

Telapak tangan Chen menangkup pipi kiri D.O.

D.O terperanjat kaget saat Chen tiba-tiba menyentuh pipinya

"disini" bisik Chen "beberapa hari yang lalu, aku melihat bekas tamparan disini"

Mata D.O membulat—kaget—saat mendengar kalimat Chen. Apa benar Chen melihatnya? Apa semua member EXO juga melihatnya?

Dengan hati-hati, D.O menjawab "lalu?"

"katakan padaku. Siapa yang menamparmu" jawab Chen dengan serius. Merasa Chen berbicara serius, D.O menghela napasnya membuat Chen menautkan alisnya

"itu—itu tanganku, kemarin ada nyamuk di—"

"bohong" Chen memotong kalimat D.O "Kai, bukan?"

D.O terdiam. Ya. Memang. Memang Kai yang menamparnya. Tetapi dia takut. Dia takut mengatakan yang sebenarnya dan Kai dijauhi oleh member EXO lainnya. Dia sangat takut hal itu terjadi.

"tidak usah ditutupi. Aku mengetahuinya" Chen tersenyum lembut dan menjauhkan tangannya dari pipi D.O "beberapa hari yang lalu, kami keluar dari kamar Kai dan langsung pergi makan. Tetapi…"

Chen menghela napasnya "tetapi aku ke toilet dulu. Dan saat ingin menyusul member lainnya, otomatis aku melewati kamar Kai. Dan disitulah, aku melihat Kai menamparmu. Jendela yang sama sekali tidak tertutup memberikan akses bagi siapapun untuk melihat kejadian itu. tetapi syukurlah, hanya ada aku disana"

D.O menunduk dan matanya tampak sayu, wajahnya memerah menahan malu

"saat kau keluar, aku bersembunyi dibalik tumbuhan yang tumbuh sedikit lebih tinggi dari aku. Setelah melihatmu pergi kearah berlawanan dari tempatku berada, aku langsung memasuki kamar Kai dan menelepon Duizhang bahwa aku tidak bisa ikut makan siang"

"jangan menutupinya, semua member EXO mengetahui perihal bekas tamparan itu di pipimu. Tetapi aku tidak memberitahu mereka tentang Kai yang menamparmu" Chen mengangkat barang bawaannya yang sempat ditaruh di lantai, dan menatanya di sebuah meja.

"ah—kumohon, jangan jauhi Kai" gumam D.O tetapi terdengar oleh Chen. Chen menggeleng cepat "tidak lah, aku tidak mungkin menjauhi adikku sendiri"

"cepatlah, kita harus menyelesaikan membereskan kamarmu. Aku akan membantumu, oh maksudku, semua member EXO akan berusaha mengembalikan ingatan Kai"

.

.

.

D.O keluar dari kamarnya setelah membereskan kamarnya. Chen keluar terlebih dahulu karena dia sudah bersin-bersin akibat debu yang dihirupnya

"hei hyung" Sehun menyapa D.O. dia menoleh dan mendapati Sehun sedang bermain video game bersama Luhan. Bisa ditebak tadi Sehun memanggilnya dengan mata yang masih tertuju ke televisi

"sudah malam, apa kalian tidak lelah bermain terus?" kata D.O menduduki dirinya disebelah Sehun dan mengambil bubble tea milik Sehun "cokelat. Rasanya enak" komentar D.O

Melihat D.O mengambil bubble tea miliknya, Sehun mempause game nya secara sepihak dan berusaha merebut kembali bubble tea miliknya "hei itu minumku! Kembalikan!"

Dengan santai, D.O menjauhkan bubble tea Sehun dan sedikit menyeringai "oh ayolah Hunnie, lanjutkan saja bermain dengan Luhan"

Dengan perasaan yang sama dengan Sehun—jengkel—Luhan menekan tombol Resume pada game nya dan membuat game itu kembali dilanjutkan

"hei Luhan! Jangan memulainya!" teriak Sehun berlari mengambil stick game nya dan melanjutkan game itu. di peta yang tertera disana, Sehun tertinggal jauh oleh Luhan. Luhan tidak menjawab, hanya menyeringai kemenangan

Setelah melewati garis finish, terdengar suara

'YOU LOSE'

Yang jelas-jelas tertuju untuk Sehun. Dengan kemenangan ini, Luhan memeluk D.O dengan erat "aku menang! Terima kasih D.O!"

Disaat yang bersamaan, D.O melihat pintu kamar BaekYeol terbuka. Kai keluar dari kamar BaekYeol sembari menggandeng Baekhyun tanpa menghiraukan tiga anak manusia berjenis kelamin laki-laki di livingroom dorm yang sedang bermain video game.

Terlihat jelas bahwa Kai sangat nyaman dengan Baekhyun.


Seharusnya, Kai yang menggandeng aku, bukan Baekhyun.

Seharusnya aku mengerti perasaan Kai terhadapku

Aku—aku bisa menerimanya, tetapi hanya sebatas pura-pura

Dan jauh di dalam lubuk hatiku, aku merasa iri kepada Baekhyun…

Kau tau, aku merindukanmu Kai…

.

.

.

To Be Continued