PLAYBOY 2 | HunKai

PLAYBOY
chap 2

Pairs: HunKai
Lengh: Chap 2 {broken}
Author:[~Ovay~]
Genre: romance

Warning: BOY LOVE, YAOI,,CRACK PAIRS,DON'T LIKE just DON'T READ, Typo bersebaran harap maklum,etc

NO COPAS tanpa seijin pemilik arasoo,,

••
HAPPY READING

.'

Jongin membuka pesan di handphone sehun
'HYONAN' nama yang aneh pikir jongin saat melihat siapa nama pengirimnya

Selang beberapa detik mata jongin langsung membulat saat melihaat isi pesannya, air matanya mengalir begitu saja, belanjaan yang ia bawa ambrukk berserakan di lantai

" Jongin_ah,, noe gwemchana?" Tanya taemin khawatir

" Brengsekkk" jongin langsung berlari menuju garasi mobilnya,

karna khawatir melihat adiknya yang mendadak menangis taemin mengikuti jongin

BRAAAAAAK

Tanpa sopan santun jongin menerobos masuk ke kediaman sehun , niat hati ia ingin meminta penjelasan dan memberi sedikit pelajaran kepada kekasihnya, namun apa yang ia liat malah menambah dalam sakit hatinya

"OH_SEHUN KITA PUTUS"

"MWO"sehun langsung mendorong namja cantik yang tengah menindihnya itu hingga ia mengerang kesakitan karna terjungkal dan bertubrukan langsung dengan lantai marmer yang dingin.

" Jonggini,, shiroo,," sehun langsung memegang kedua tangan jongin dan bersimpuh di hadapan jongin

Jongin menampik kasar tangan itu dan berdecih. Meremehkan

"Cih Kau bahkan belum bisa menghentikan kebiasaan
Selingkuh di belakangku bagaimana bisa aku memaafkanmu dan mempercayaimu lagi"

"Aku kesini hendak meminta penjelasanmu atas pesan ini" jongin menyodorkan handphone milik sehun dan di terima sehun dengan Tangan gemetaran 'apa jongin mengetahui kegiatanku pada jam istirahat bersama hyuna' batin sehun

" Itu nomor hyuna bukan?, yeoja gatel gak tau aturan mengumbar kesexyan kepada siapapun, dan kau bodoh mau menerimanya, kurang SEXY apa aku dimatamu OH_SEHUN"

nada bicara jongin sudah tidak bisa di kontrol lagi, ia berteriak seperti orang kesetanan sedangkan orang_orang yang ada di situ hanya dapat diam mematung tanpa mau mencampuri urusan sehun dan jongin

" Dia,, siapa namja yang menindihmu itu" tunjuk jongin pada namja cantik yang masih terduduk dengan tidak elitnya karna sehun dorong

" Mwo aku, aku kenapa?" tanya namja itu dengan tampang innocentnya

" Cih menjijikan" cibir jongin, taemin yang melihat adiknya mulai tak terkontrolpun segera mengelus pundak jongin berusaha menenagkan adiknya

" Jongin sudahlah"

" TIDAK HYUNG INI SEMUA HARUS DI SELESAIKAN" Taemin langsung terdiam mendengar teriakan adiknya itu

" Jongini,, dengarkan penjelasanku,"

" dia bukan siapa_siapaku, dia sepupuku"

" Aku mohon, jangan putuskan aku"

rengek Sehun masih dengan posisi yang sama k bersimpuh di hadapan jongin.

" Aku nunggu Sehun, aku menunggumu bisa berubah dan setia padaku, tapi sepertinya aku salah, kau. Kau Tidak sesayang itu sama aku"

"Bahkan saat kamu di sampingku
Kamu melirik namja yeppeo dan yeoja lain"

sehun merasa semua omongan jongin benar, ia menunduk dalam namun satu hal yang jongin tidak ketahui, sebejad_bejadnya dirinya, ketahuilah bahwa sehun sangat mencintai jongin

"Saat aku tidak ada, kau super playboy"sehun semakin menunduk

"Angkat wajahmu, jawab aku" teriak jongin yang terduduk di hadapan sehun dengaan linangan air mata , jongin mencengkran erat pundak sehun meminta penjelasan. Sehun hanya Dapat menatap Jongin sendu tanpa mampu berucap, sehun merasa ia Sudah sangat banyak mengecewakan jonginnya itu

"Kamu ngga asik, nggak tahu aturan, kau setan
Kau SETAN , aku membencimu oh_sehun hiks"teriak jongin lagi dan mulai menangis.

" Jo_jongini,,, uljima,, mianheyo". Sehun menangkup kedua pipi jongin dan menghapus air yang mengaliri wajah manis kekasihnya itu eh masih pantaskah sehun menyebut jongin sebagai kekasihnya sedangkan jongin sendiri meminta putus darinya, ck.

Jongin perlahan melepas tangan sehun dari wajahnya "Aku sudah muak,aku muak, kesabaranku sudah mencapai batasnya oh_sehun. Dan kau akan ku D_E_P_A_K" sehun terdiam seolah waktu terhenti saat itu juga

" Kita putus" tanpa menunggu persetujuan sehun , jongin langsung berlari keluar meninggalkan kediamman sehun meninggalkan sehun yang seperti orang linglung, haruskah sehun bunuh diri sekarang?, no.

" Sudaah ku bilang bukan sehuna, jika sikapmu terus seperti ini, aku tidak bisa menjamin jongin akan terus bersabar bersamamu" ujar taemin sambil membantu sehun untuk berdiri

" Hyung bantu aku" rengek sehun pada taemin

Taemin memasang wajah sendunya

"mianhe sehuna, sepertinya kali ini hyung tidak bisa membantumu" taemin mengusap pundak sehun dan beranjak pergi menyusul jongin

Sehun kembali terduduk di lantai sambil mencengkarm erat handphone miliknya

" Sehunie,, sebenarnya apa yang terjadi, apa dia kekasihmu?" tanya namja yang menindih Sehun tadi

Sehun tak menghiraukan pertanyaan namja cantik itu ia terlalu fokus menatap pesan yang jongin maksud

' Terimakasih sehun_shi untuk permainan kita di toilet tadi, aku puas dan kau memang seme yang hebat, aku harap lain kali kita bisa melakukan yang lebih hebat lagi '

" SHiiiiit "

Prrraaak

Sehun membanting handphone miliknya hingga hancur tak berbentuk lagi

" Yahh kau kenapa" tanya namja cantik itu kaget dengan sikap sehun.

" Ini juga karna salahmu luhan hyung, coba kalo kau berjalan dengan benar tidak bergurau mungkin kau takan jatuh menindihku dan menciumku, lihat sekarang, JONGIN MEMUTUSKANKU"

" Yahh kenapa aku di bawa_bawa" teriak namja yang sehun panggil luhan hyung itu tak terima

" Ekhemmm maaf menganggu, tapi sepertinya aku butuh bantuan kalian " kedua namja itu langsung mendelik ke sumber suara

" Taemin hyung,?"

_

" gomapseubnida, kalian sudah mau mengantarkanku". Ujar taemin kepada luhan dan sehun

" Gwemchana hyung sudah kewajibanku sebagai adik ipar yang baik" ujar sehun dengan tampang sendunnya sambil keluar dari mobil mengikuti taemin, sedangkan taemin hanya bisa menghela nafas, apa sehun lupa ia habis di putuskan oleh adiknya, ck.

" Yah kenapa kau turun sehun_ah? Ayo pulang" Teriak luhan dari dalam mobil yang kini memegang kemudi bersiap untuk juga melihat sepupunya yang malah mengikuti taemin bukanya pulang

" Pulangllah hyung, bilang pada eomma aku menginapp di rumah jongin, "

" Mwoo?" Luhan menatap tak percaya sepupunya itu, bagaimana bisa sehun sesantai itu mmenginap di rumah orang lain

Seakan mengerti kebingungan luhan taeminpun mulai berucap " sehun sudah ku anggap adiku sendiri luhan_shi, dia sudah sering menginap disini, pakaiannya pun banyak di lemari jongin, lagi pula sekarang sudah malam, pulang dan beristirahatlah" ucap taemin lembut

" Kau dengar itu XI luhan, sudah malam, dan segeralah pulang" sehun mengibaskan tangannya seperti mengusir, dan dengan lempengnya sehun memanggil luhan tanpa embel_embel .

luhan menggerutu merutuki seorang oh_sehun yang kelewat songong sejaligus pabo itu

Dengan kesal luhan melajukan mobil sehun setelah pamit pada taemin.

" Kalian dari mana, kenapa rumah begitu sepi dan berantakan sekali, bahkan belanjaan makanan dan sayuranpun tercecer di lantai dan,,,,," ujar minho tanpa jeda setelah melihat istrinya dan sehun memasuki rumah, namun ada yang aneh yang membuatnya heran,

" Jongin kemana,,?" Tanya minho kemudian setelah menyadari adik iparnya yang manis itu tidak ada.

" Apa terjadi sesuatu?" Tanya minho mulai serius

Taemin menerobos masuk tak memperdulikan suaminya

" Tanyakan saja pada anak itu sehingga jongin meninggalkanku begitu saaja dirumahnya" tunjuknya pada sehun tak suka setelah ia mendudukan dirinya di sofa ruang Tengah

Sehun menunduk merasa sangat bersalah malu dan, menyesal "mianhe hyung, mungkin jongin sangat marah dan sangat kecewa padaku, handphonenya saja tidak aktif" sesalnya

" Sebenarnya ada apa sehun_ah?" Tanya minhoo dan menuntun sehun untuk duduk di sebelahnya, ia elus pundak namja yang sudah sangat dekat dan akrab dengannya itu

" Jongin memutuskannya" ucap taemin malas mewakili jawaban sehun.

Minho terdiam seketika sehun semakin menunduk dalam, ia merasa malu sangat malu, namun beberapa detik setelahnya

" "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ jadi jongin memutuskanmu "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ " sehun langsung melotot, bukannya memberi ketenangan minho malah membuat hati sehun dongkol, minho menertawainya

" Akhirnya jongin memmutuskanmu juga setelah sekian lama kau berulah di belakangnya "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ ƗƗaƗƗaƗƗa "̮ "

" Diam yeobo, tawamu membuatku geli" ujar taemin sambil melengos ke dapur

Tawa minho mulai mereda , ia merasa kasihan juga melihat tampang sehun yang sangat memprihatinkan itu, ia usap sekali lagi punggung namja tampan di sebelahnya itu 'sabar'

" Sebenarnya apa yang telah kau lakukan?" Dan akhirnyaa dengan berat hati sehunpun menceritakan semuanya Kepada minho yang sudah ia anggap sebagai rekannya itu.

_

PLAYBOY

Sehun bergerak gelisah di atas sofa, dilirknya jam tangan yang sudah menunjukan tengah malam namun jongin yang di tunggunya tak kunjung pulang ia semakin gelisah dan khawatir, biar bagaimanapun ini adalah ulahnya, kesalahannya, sehun hendak mencari jongin kemana malam_malam begini sedangkan ia sendiri tidak tahu kemana perginya namja tan itu

" Arrrggggg" sehun kembali mengacak rambutnya frustasi dan Itu entah sudah kesekian kalinya ia lakukan sehingga tampangnya terlihat seperti Zhombie dengan kulit putihnya itu,jangan lupakan mata sipitnya yang mulai menghitam di sisi_sisinya karna terlalu lama menangis dan memikirkan jongin

Ckleeek

Sehun langsung bangkit dan menatap sosok yang sedari tadi di Tunggunya itu sendu

Jongin melangkahkan kakinya memasuki rumah dengan gontai, tampangnya sangat memprihatinkaan. Rambut acak_acakan mata yang Sembab, sepertinya ia habis menangis selama di luar itu membuat sehun semakin merasa bersalah menatapnya.

" Jo-jonginie,,," sehun memanggil_manggil nama orang terkasihnya itu namun sang empu sama sekali tak menggubrisnya. Dan terus melangkahkan kakinya ke lantai atas

Greeeb

Sehun berhasil memeluk jongin dari belakang saat namja manis itu akan memasuki kamarnya

Jongin diam dan masih setia menundukan wajahnya saat sehun semakin erat dalam pelukannya, jongin. Sama sekali tidak menolak, namun ia terisak.

" Aku mohon, jangan, jangan pernah tinggalkan aku,," sehun menciumi tengkuk jongin menghirup aroma khas namja tan itu, sungguh ia tak ingin kehilangan jongin.

"Terlambat"

" Tidak, aku mohon"

" Lepaskan aku sehun_ah, aku mohon, aku hanya tak ingin sakit lagi"

" Mianhe,,mianhe jongini,, joengmal mianheyo" jongin semakin terisak mendengarkan kata maaf sehun yang sudah kebal di telinganya itu

" Lepas dan pulanglah, kau bukan siapa_siapa aku lagi"

" Ani,,"

" Aku mohon" sehun menggelengkan kepalanya keras

Jongin mendongakan wajahnya menatap langit_langit ruangan itu menarik nafas sedalamm_dalamnya dan menghembuskannya kasar, mencoba meredam tangisnya,

Brakkkk

Tanpa di duga oleh sehun, jongin mendorongnya kasar hingga ia terjatuh di lantai granit yang dingin itu.

" SUDAH AKU BILANG LEPAS" teriak jongin

" Jo_jonginie,,"

Jongin memasuki kamarnya dengan langkah lebar

Bruuuk

Ia melempar semua pakaian sehun yang berada di lemarinya,hingga tercecer di lantai

Sehun tak percaya jongin akan melakukan hal ini, ini sama saja dengan mengusir sehun,upss bukankah jongin sudah mengusir sehun. Dari tadi juga.

" Jongini apa yang kau lakukan"

" Pulanglah ke rumahmu oh_sehun"

" Aku mohon biarkan aku menjelaskannya dan kasih aku kesempatan terakhir" pinta sehun dan meraih tangan jongin

Lagi_lagi jongin menampiknya kasar

"Sudah berapa kali kau menjelaskan padaku, sudah berapa kali kau minta maaf padaku, aku bosan, aku lelah sehun_ah,,aku sakit karna mencintaimu, sakit" jongin meremat dada kirinya kencang, matanya kembali berlinang

'Apa benar aku selalu menyakitimu jonginie? Apa benar aku selalu melukaimu seperti yang kau katakan selama ini' batin sehun yang menatap sendu kearah jongin, dan sehun bodoh jika ia baru menyadari bahwa ia sudah sangat keterlaluan menyakiti jongin selama ini, padahal namja manis itu selalu bersabar menghadapi sikapnya.

"Kau tak akan menenemukan seorang sepertiku,Tak ada yang seperti aku dimanapunn,Aku kecewa padamu, kamu mencoba menipuku berulang kali,,,kau tahu,,Aku jauh lebih baik dari mereka semua"

tubuh sehun melemas, bibirnya serasa kelu, jiwanya serasa di hempaskan, jongin sepertinya sungguh_sungguh dengan ucapannya

" Mau jadi apa kamu kalau terus begitu?Sudah ku bilang jangan main-main dengan ku, jangaan main_main dengan hubungan kita,hiks"jongin mulai terisaak masih menatap sehun sendu

"Sudah ku bilang untuk baik-baik saat aku masih cinta, tapi apa,, APA?,kau Bahkan masih saja berulaah di belakangku,,,"

" Hiks Aku sudah muak, MUAK,,hiks" jongin menuduk dalam membuat air matanya semakin deras mengalir dan tercecer di lantai

" Jo_jongin_nie"sehun hendak meraih tubuh ringkih yang bergetar itu namun langkahnya terhenti oleh ucapan jongin.

" pergi, pulang dan jangan temuiku lagi"

Blaaaaam

Bruuuuk

Seiring dengan ditutupnya pintu kamar jongin, tubuh sehun ambruk tak tahan menopang berat tubuhnya karna sebagian jiwanya kini seolah terhempas jauh dari raganya

' Mungkin Separuh namja di dunia ini adalah namja yang Tak ada bedanya denganku yang brengsek ini jonginie, walau kau mencoba menjaauh dariku, aku akan terus menempel di dekatmu,tanpa kamu tahu seberapa besar rasa sayang dan cintaku padamu, Kau akan tetap menganggapku namja brengsek, aku tak peduli, kau adalah nafasku aku mencintaimu,aku akan menunggumu sampai kau mau menerimaku kembali'

Sehun mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai dengan linangan air mata, taemin yang mellihat adegan itu merasa sangat iba, biar bagaimana berisik dan nakalnya sehun, ia tetap menyayangi namja miilky itu sama seperti jongin, biarpun sehun sering membuat kepalanya pening tapi taemin peduli, melihat sehun seperti sekarang, jujur ia khawatir.

" Kau di usir istrimu sehun_ah" dan pertanyaan minho barusaan sukses di hadiahi jitakan telak oleh taemin Dan tatapan horrornya, sungguh, suaminya itu tidak mengerti

Tanpa jawaban, dan tanpa ucapan salam Untuk sekedar pamit, tanpa sepatah katapun sehun terus melangkah dengan menunduk meninggalkan kediaman keluarga kecil kim itu,
Pikirannya kini penuh dengan nama 'jongin'

_

" Hiks,,, hiks mianhe sehun_ah, tapi kali ini aku tidak bisa bersabar lagi hiks" jongin membenamkan wajahnya di bantal mereedam suara tangisnya sambil terus terisak, jujur ia tidak mau putus dengan sehun namun ia juga tidak mau sakit lagi dengan sikap namja tampan itu, jongin lelah bahkan ia terlalu lelah, ia ingin Melupakan sehun dan jauh dari namja itu, namun hatinya menolak mentah_mentah keputusan otanknya, kinerja otak dan hatinya tidak sinkron.

'Bolehkah Aku berharap satu hal?'

'Bolehkah Aku berharap dalam cintaku juga terjadi sesuatu'

'Misalnya'

'Cinta tulus dari seorang oh_sehun'

Dan jonginpun terlelap dalam Tangisnya tanpa sempat mengganti bajunya

- TBC

Ɯǩά=))º°˚ Ɯǩά=))º°˚ Maaf jika penulisannya berantakan dan banyak Typo,, Ovay malas edit lagi,,

Balas REVIEWW,,,,,YU Mariiiiiiii,,,,