•• .' •

Jongin memasuki Kamarnya dengan gontai, tak memperdulikan teriakan Taemin saat menyapanya "kau sudah pulang?" Dan terus Menyeret tas gendongnya menuju kamar

Ia lempar tasnya kesembarang arah dan memasuki kamar mandi, pikirannya kacau semenjak Sehun mengucapkan kata yaang menurutnya sangat menyakitkan hati,, tapi ia juga sudah mengambil keputusan, seharusnya Jongin tidak menyesalinya bukan,,

"Aku adalah namja Brengsek yang dengan tulus mencintaimu Jongin_ah,seorang playboy yang tak pernah menjadi kekasih terbaik untukmu,"

" Yahh karna kau terlalu perduli terhadap para fansmu dan menerima sentuhan demi sentuhan,memuaskan hasratmu benar begitu? Sungguh tidak adil, aku terus mengalah kau terus berulah, kita sama sekali tidak cocok"

" Dan aku rasa kau benar, kita tidak saling cocok satu sama lain"

"Berbahagialah, Sampai ada lelaki yang setia padamu, Aku akan sendiri menunggumu" .

Hati Jongin benar_benar hancur,, sakit,, pandangannya pun mulai mengabur, matanya terasa panas, tubuhnya lemas dan akhirnya ia terduduk Θȋ̝̊̅̄ sebelah bathube kamar mandinya, menekuk lututnya dan memeluknya erat, sunggguh memprihatinkan, air Matapun lolos Tanpa halangan,

Ia tarik nafas kasar dan membuangnya kasar pula ia memejamkan matanya seolah menguras air matanya Sehingga banyak mengaliri wajah manisnya.

"Eothoke,,? Eothokeyo,,,hiks,,,"

" Aku menyukainya,, huks,,huks,,"

"Aku mencintainya ,huks,,kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu setelah menjalani sejauh ini hiks" isak Jongin

Taemin Yang sedari tadi berteriak memanggil namanya Θȋ̝̊̅̄ luarpun tak ia pedulikan.

"Hiks,,hiks joaheyoo,,joaheyoooo hikss,,"

Dokkk

Dokk

Dokk

" Yahh waegure,? Waegure Jongin_ah?,, apa yang terjadi? Buka pintunya" teriak taemin saat mendengar tangisan keras jongin dari dalam Kamar mandi adiknya itu,,

Dokk

Dokk

Dokk

" Hiks,, hiks,, joahe,,,joaheyoo,,, huweee,,, hiks,"

" Yahh,, Jongin_ah,,, buka pintunya,,, "

Namun Jongin tetap tak membukakan pintu Kamar mandinya dan terus bergalau ria Θȋ̝̊̅̄ dalam kamar mandi, hingga Taemin merasa lelah sendiri dan membiarkan Jongin menenangkan pikirannya sendiri, Taemin rasa Jongin sudah cukup Dewasa untuk Menyelesaikan permasalahannya sendiri.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Sehun Θȋ̝̊̅̄ dalam kamarnya hanya bisa merenungi kata_katanya yang ia layangkan untuk Jongin,

Bodoh, mungkin itu adalah kata yang tepat untuknya karna kini Sehun menyesali ucapannya itu

Ia pandangi handphoneya yang penuh dengan foto jongin , ia geser satu persatu touch_nya dan terus memandangi wajah manis namja berkulit tan itu,,

" Bagaimana bisa. Aku sangat mencintaimu Jongin_ah,, "

" Dan,, bagaimana bisa aku menyakiti namja yang sangat aku cintai,,, "

" Mianhe,,,"

Sehun Mengecup handphonya yang menampilkan Foto Jongin, membayangkan bahwa yang ia cium saat Itu adalah Jongin,

Sungguh, Sehun bisa benar_benar gila jika terus seperti ini,

''''''''''''''''

Pagi datang seperti biasaya, Sehun sudah bertekat untuk meminta maaf pada Jongin, appapun saratnya akan ia lakukan,

Dan sekarang Sαм̲̣̣̥α seperti pagi_pagi sebelumnya Sehun selalu berada Θȋ̝̊̅̄ rumah Jongin untuk menjemput Jongin, walau kemarin ia terlambat namun kali ini ia bisa pastikan bahwa Jongin masih berada Θȋ̝̊̅̄ rumaahnya karna sekarang masih pukul 06:48 KST mana mungkin bukan Jongin berangkat sekolah sepagi itu, karna sShun tahu betul Jongin sangat susah bangun jika sudah Tertidur.

" Sekarang aku sudah berada Θȋ̝̊̅̄ depan Rumah,, apakah kita bisa berangkat bersama lagi"

Itulah pesan singkat yang Sehun kirimkan untuk Jongin

Tak berapa lama pintu rumah Taemin terbuka dan munculah Jongin dari dalamnya, Θȋ̝̊̅̄ lihatnya Jongin merogoh jaket yang ia gunakan karna udara pagi ini yang lumayan dingin

" Aishhh,," sebuah geraman yang Sehun dengar dari bibir kesukaaanya itu, lalu ia melihat Jongin memasukan handphonya kembali kedalam jaketnya tanpa berminat membalas pesan singkatnya itu, Sehun kecewa.

Tap

Sehun segera menghalang jalan Jongin, Jongin menatapnya dengan pandangan datar, tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya , Jongin mendorong tubuh Sehun kesamping

"Bruukkk"

dan meninggalkan Sehun yang kini terduduk dengan tidak elitnya Θȋ̝̊̅̄ rumput halaman rumahnya,

" Jongin_ah,,kita berangkat bersama ne" teriak Sehun sambil mengibas_ngibas celananya yang sedikit kotor

Tanpa menghiraukan Sehun Jongin terus melangkah pergi walaupun hatinya sendiri sungguh sangat tidak ingin,

egois, lebih memikirkan gengsi dari pada hati.

''''''''''''

Tanpa lelah dan bosan sehun terus menunggui jongin Θȋ̝̊̅̄ depan kelasnya saat waktu istirahat tiba, namun. Jongin Sαм̲̣̣̥α sekali tak terlihat, mungkin Θȋ̝̊̅̄ ruang dance pikir Sehun, dan kakinyapun kembali melangkah membawanya keruangan favorit Jongin.

sesampainya Θȋ̝̊̅̄ ruang dance,,Sehun menghela nafas kecewa, sia_sia ia berlarian Θȋ̝̊̅̄ koridor sekolah menghampiri ruang dance untuk menemui Jongin_nya dan,,,, hasilnya nihil,, Jongin tidak ada,,

puk

Sebuah tangan melingkar Θȋ̝̊̅̄ bahunya

" Mencari Jongin eoh...?" Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya membuat Sehun tersenyum mengejek,

" Apa yang sedang kau lakukan Θȋ̝̊̅̄ sini Chanyeol_ah,, bukankah ruang berlatih vocal Baekhyun ada Θȋ̝̊̅̄ seberang,,,"

" Jangan mengalihkan pertanyaanku, jawab saja,, dan aku kesini karna aku melihatmu saat akan menuju ruang vocal,,"

Sehun terdiam, tak ingin menjawab ucapan namja tinggi itu karna akan sangat panjang dan tak tahu kapan berakhirnya,

" Jongin ada Θȋ̝̊̅̄ lapangan basket bersama Kris,, "

DEG

Sehun menatap Chanyeol dengan tatapan keterkejutannya,, seolah bertanya 'sungguh' dan Chanyeol hanya bisa menepuk_nepuk pundak Sehun ' sabar'

Tidak bisa, Sehun tidak bisa sabar lagi,, dan diapun berlari menuju lapangan basket dimana Jongin berada

Sesampainya Θȋ̝̊̅̄ lapangan basket Sehun melihat Jongin yang tengah jingkrak_jingkrak dan berteriak seperti seorang pemandu sorak menyerukan nama Kris yang tengah bermain Θȋ̝̊̅̄ tengah lapangan itu

"Ck,, apa yang dia lakukan,," cibir Sehun tak suka dan segera menghampiri Jongin

Sreeeeet

Sehun menggambil minuman dari tangan Jongin dan meminumnya tanpa dosa

" Yahhh" sudah Θȋ̝̊̅̄ pastikan itu adalah pekikan suara Jongin

" Kau bahkan tak pernah menyorakiku saat aku yang bermain basket" ucap Sehun cuek tanpa menatap ke arah Jongin yang kini menatapnya tajam

Jongin menghela nafas dan mendudukan dirinya Θȋ̝̊̅̄ sebelah Sehun sambil terus menatap Kris

" Karna aku bosan"

" MWO..." Jerit Sehun menatap Jongin tak percaya dengan yang namja itu ucapkan,sedang yang Θȋ̝̊̅̄ tatap malah acuh-acuh saja

" KRIS hyung , hwaitingggg" teriak Jongin lagi dengan melingkarkan kedua tangannya Θȋ̝̊̅̄ depan bibirnya, menghiraukan Sehun yang menatapnya terkejut

" Cih,, aku bahkan bisa bermain lebih baik lagi dari pada naga jelek itu"

" Kau bisa diam tidak" bentak Jongin dan kembali memandang Kris dengan senyum manisnya dan jelas Sehun sangat sangan tidak suka,, Sehun hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan Jongin yang berubah 100% itu. Dan itu karna dia bukan, ck

" Kau lelah hyung,," Jongin berlari kecil menghampiri Kris dengan handuk kecil Θȋ̝̊̅̄ tangannya,lagi_lagi Sehun memandangnya tak suka, itu jelas

'Ia bahkan tak seperhatian itu padaku' batinya

" Ini minum hyung,," Jongin menyodorkan minuman dingin kepada Kris namun dengan cepat Sehun menyambarnya sebelum tangan panjang Kris menerimaanya

" Maaf,, aku sangat haus" ucap Sehun dengan tanpa rasa berdosa sedikitpun dan meneguk minuman itu hingga tak tersisa.

" Akhh,, segarnya" Sehun mengelap bibirnya setelah meneguk minuman yang hendak Jongin berikan pada kris

" Ughhh,,"

" Arawwwwww"

Saking kesaalnya Jongin Melihat kelakuan Sehun, iapun menendang kaki kanan Sehun begitu keras membuat namja tampan itu mengerang

" Yakk apa yang kau lakukan,Jongin_ah,, sakit tau,," teriaknya sambil loncat-loncat tak jelas memegangi kaki sebelah kananya

" Seharusnya aku yang bertanya,, apa yang kau lakukan" teriak Jongin tak kalah kencang membuat Kris yang sedari tadi diam menyaksikan pertengkaran kecil itupun terkekeh.

" Sudahlah Jongini, kajja kita kekantin saja" dan Kris pun membawa Jongin dalam genggaman(gandengannya) tanggannya meninggalkan Sehun yang shock Θȋ̝̊̅̄ tempat

'jongini'

Tubuhnya memanas , mungkin jika ini sebuah kartun atau comic , Sehun Sudah mengeluarkan tanduk kecil Θȋ̝̊̅̄ sisi kanan dan kiri kepalanya,

" Akhhh tidak bisa Θȋ̝̊̅̄ biarkan" teriaknya

" Kris memanggil Jongin dengan panggilan sayangku untuknya,, sungguh tidak bisa Θȋ̝̊̅̄ biarkan"

Setelah bergelut dengan pikirannya Sehunpun memutuskan untuk mengikuti Kris dan Jongin, lagi_lagi ia melupakan niat utamanya untuk meminta maaf.

...

" Jongin_ah,, sepertinya kau sukses membuat Sehun cemburu" ujar Kris sambil memakan makanan yang sudah ia pesan Θȋ̝̊̅̄ kantin sekolah,,

Jongin hanya menghela nafas jengahnya " itu sudah biasa hyung, tapi tetap sajja Dia nakal, selalu saja bermain Θȋ̝̊̅̄ belakangku,," jawabnya pasrah tak tahu lagi harus bagaimana membuat Sehunnya setia

" Apa kau tak menyesal putus dengannya, bukankah kau sudah lama berpacaran dengannnya" Jongin menghentikan acara menyuapi makanan ke dalam mulutnya , menatap Kris sejenak dan menaruh sendok dan garpu Θȋ̝̊̅̄ tangannya dengan sedikit kasar

" Entahlah,," ucap Jongin dan kembali Melanjutkan acara makannya

Kris yang melihat Jongin makan dengan wajah tertekukpun terkekeh betapa manisnya wajah Jongin saat cemberut seperti itu,

' Bodoh, kau menyia-nyiakan namja semanis ini Sehun_ah' batin Kris dengan tetap memandangi wajah Jongin,

kekehan kembali terukir Θȋ̝̊̅̄ bibir Kris saat melihat sedikit saus Θȋ̝̊̅̄ sudut bibir Jongin, dan juga Sehun yang kini duduk tak jauh Θȋ̝̊̅̄ belakang Jongin, sepertinya Sehun menjadi pengintai sekarang, dan sebuah ide terlintas Θȋ̝̊̅̄ otak Kris.

Kris menyentuh ujung jempol tangannya dan sedikit menjilatnya, kemudian ia arahkan jempol tangannya itu untuk mengusap saous yang menempel Θȋ̝̊̅̄ ujung bibir Jongin

" Makanlah dengan benar, lihatlah Bibirmu belepotan seperti ini ,,, kau seperti anak kecil saja " dan Kris mengecup kembali jempol tangan yang tadi ia gunakan unduk menyentuh sudut bibir Jongin

'manis' sambil menatap tajam Sehun yang kini tengah kebakaran jenggot melihat Jongin hanya diam saja Θȋ̝̊̅̄ perlakukan seperti itu oleh Kris, bukankah hanya ia yang boleh menyentuh bibir Jongin, ck

Tapi itu dulu sebelum ia putus,,

" Gomawoo hyung"

Brakkk

Dengan kesal Sehun membanting sendok kepiringnya dan meninggalkan Kris dan Jongin,,

"Ckckc sepertinya ada yang marah Jongin_ah" ucap Kris sambil menatap punggung Sehun yang mulai menjauh

" Eoh,," dan Jongin pun mengikuti arah pandang Kris

'Sehuni' batinnya

Ia tak menyangka Sehun mengikutinya

...

Sreeeet

" Yahhh apa yang kau lakukan" teriak Jongin saat ia baru saja keluar dari kelasnya pada jam pelajaran berakhir

Jongin hendak mencakar_cakar wajah namja yang seenaknya saja menarik tubuhnya dan menghimpitnya kedinding namun saat Ia membuka mata ia langsung membelalakan Matanya

" Sehun-ah,, apa maumu,," bentaknya lagi

" Seharusnya aku yang bertanya apa maumu, kenapa kau diam Saja saat Kris menyentuh bibirmu,, ck murahan sekali.."

" Tutup mulutmu, bukankah kau sudah merelakanku,dan,,, aku tak mengerti ucapanmu, jadi,, minggir" Jongin mendorong dada Sehun untuk menjauh darinya dan sukses,, sesegera mungkin Jongin berlari menjauh tak ingin Sehun mengejarnya dan anehnya Sehun juga tak mengejar Jongin , malah berteriak frustasi sambil meninjukan kepalan tangannya ke tempok sekolah

Bughh

"Arrauuu" ringgisnya

" Cihh,, bodoh" cibir Chanyeol saat melihat kelakuan Sehun

" Kau tak mengerti,,,jadi diamlah" ketus Sehun sambil mengelus_elus tangannya

" Aku mengerti, lebih baik kita pulang, kajja,," dan Chanyeol pun merangkul pundak Sehun meninggalkan sekolah

'''''''''''''

" Wajahmu kenapa,, ? Jelek sekali" cibir Luhan saat Sehun memasuki rumahnya dan duduk Θȋ̝̊̅̄ sofa tepat Θȋ̝̊̅̄ sebelahnya dengan wajah Θȋ̝̊̅̄ tekuk berlipat-lipat membuat wajah itu tak enak Θȋ̝̊̅̄ pandang

" Bukan urusanmu aku jelek atau Tampan" Sehun memejamkan matanya, ia merasa lelah padahal hari ini ia tak melakukan apa_apa selain mengikuti Jongin, dan sepertinya melihat Jonginnya bersama namja lain itu membuat perasaannya terkuras, tapi bukankah jongin seperti itu juga ulahnya, ckck

" Jongin lagi?" Tanya Luhan, dan Sehun menjawabnya hanya dengan helaan nafas,lelah eoh?

" Seme sejati tidak akan menyerah secepat itu Sehun_ah,,dan jangan menjadi Playboy tengik" ucap Luhan sambil memasukan keripik kentang kedalam mulutnya dan meneruskan acara menonton Tvnya

" Lalu aku harus bagaimana hyung?" Frustasi Sehun

" Berjuang,, fighting,,"Luhan mengepalkan sebelah tangannya dan berteriak heboh Θȋ̝̊̅̄ hadapan wajah Sehun

" Itu Sαм̲̣̣̥α sekali tak mendukung apalagi membantu" dan Sehun pun hanya memutaar bola matanya bosan

" Setidaknya kamu masih harus berusaha sampai titik darah penghabisan"

" Kau kira aku sedang berperang apa" Sehun pouting

" Yahh, kau sedang perang hati bodoh" jawab Luhan tajam

" Akhhh entahlah,,, aku pusing" Sehun menjambak frustasi rambutnya

"Menjambak rambutmu seperti Itu juga takan membantu bodoh,yang ada kau malah Terlihat bodoh dan mungkin kepalamu akan menjadi botak,,,lebih baik kau kerumahnya saja sana,, kata eommamu kau lebih suka Θȋ̝̊̅̄ rumah Jongin dari pada Θȋ̝̊̅̄ rumahmu sendiri" cibir Luhan saat melihat kebodohan yang Sehun lakukan,

" Itu dulu,," lagi_lagi Sehun menghela nafas

" Apa bedanya, sekarang dan dulu Sαм̲̣̣̥α saja,, kau saja yang tak mau berusaha,, bahkan jongin Sering teriksa karna kelakuanmu dia tidak mengeluh dan kenapa kau secepat ini menyerah,,"

" Ahh kau benar hyung,, tapi biarkan aku memejamkan mataku sejenak, hari ini sungguh menguras hati dan perasaanku " dan perlahan mata Sehunpun terpejam tanpa membuka sepatu dan mengganti seragamnya Sehun terlelap Θȋ̝̊̅̄ atas sofa.

Luhan yang melihat kelakuan sepupunya itu hanya bisa mengedikan bahunya tak begitu peduli.

''''''''''

Hari ini Sehun tak menjemput Jongin karna ia yakin Jongin sudah berangkat dari rumahnya dan ini semua gara_gara Luhan yang tidak membangunkannya dan membiarkannya tidur seperti orang mati dan mengagalkan rencananya Semalam untuk berkunjung kerumah jongin, dan sekarang apa,, hell,, Sehun terlambat,, sungguh Sehun menyumpahi Luhan Θȋ̝̊̅̄ dalam hatinya sepanjang perjalanan menuju sekolahnya,,

" Awass kau rusa china,,, pulang sekolah kau mati Θȋ̝̊̅̄ tanganku" rutuknya. Tanpa memandang kanan dan Kiri jalan lebih sibuk dengan pikirannya dari pada langkah kakinya

Bughhh

" Arghhhh" Sehun yang tersadar telah menabrak seseorangpun , Sehun segera menarik orang itu agar tak terjatuh,

"Gwenchana,, mianhe aku tak,,,eh" Sehun melebarkan mata sipitnya tapi tetap saja kelihatan sipit ' Kaget melihat siapa yang ia dekap saat ini,

" Hyu_hyuna,,," lirih Sehun saat melihat siapa yeoja yang kini tengah ia dekap pingangnya

" Gomawo Sehuni,,mianhe karna aku juga tak memperhatika jalan, tapi jika kau yang menabrakku aku rela" ucap Hyuna yeoja centil itu membuat Sehun kikut mengingat ia pernah menyentuh yeoja itu Θȋ̝̊̅̄ toilet yeoja sekolahnya

Sehun membenarkan posisinya dan melepaskan tangannya dari pingang Hyuna,,,

" Sekali lagi , gomawo kau membuatku tak jadi terjatuh,,,"

Chu

Dan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Sehun , Hyuna mencium bibirnya sekilas dan berlalu meninggalkanya membuat wajah Sehun merona,

ayolah ini Θȋ̝̊̅̄ koridur sekolah bukan toilet sekolahnya yang bisa melakukan apa saja tanpa banyak orang ketahui,

dan benar saja saat Sehun hendak melangkahkan kakinya kembali ke kelasnya, nafasnya tercekat saat hampir semua siswa memandangnya dengan tatapan menyelidik dan tak suka,meremehkan, apalagi namja Θȋ̝̊̅̄ ujung sana yang berdiri tak jauh dari Sehun yang kini menatap Sehun dengan tatapan membidiknya seolah menelanjangi tubuh Sehun Θȋ̝̊̅̄ depan umum

" Jong-jongini"

Cih

Dan Jonginpun meninggalkan Sehun tanpa ekspresi, Sehun hendak mengejarnya namun sial,, bell tanda jam pelajaraan Θȋ̝̊̅̄ mulai seolah mengeliminasinya

" Shiitttt,,, "

Sehun kini merutuki dirinya yang tak sekelas dengan Jongin, kenapa juga mereka harus tak sekelas eoh,?

Mungkin para guru mempunyai pemikiran lain semenjak mengetahui Sehun dan Jongin berpacaran mereka malah memisahkan kelas Sehun, hanya mengingatkan untuk menjaga saja, takut_takut Sehun berbuat mesum pada Jongin saat pelajaran berlangsung,menggingat tingkat kemesuman namja berkulit milky itu begitu besar.

Tengg

Teggg

Tenggg

Jam istirahat pun tiba , sesegera mungkin Sehun melangkahkan kakinya keluar kelas, padahal gurunyapun belum pamit keluar,, ck anak itu.

Ia takut Jongin semakin marah padanya dengan kejadian tadi pagi Θȋ̝̊̅̄ koridor sekolah, untuk itu ia berlari kalang kabut menuju kelas Jongin untuk menjelaskannya

Namun saat ia melewati taman ia meliat sesuatu yang sangat menyakitkan hati dan juga matanya,

" Jong-jonginie"

Hati Sehun ngagerolong(?) ҉ ǎ̜̣̍κ̣̝̇ǎ̜̣̍κ̣̝̇ǎ̜̣̍κ̣̝̇ǎ̜̣̍κ̣̝̇ǎ̜̣̍κ̣̝̇ǎ̜̣̍κ̣̝̇. ҉

'''''''''''

" Minulah,," ujar Kris sambil menyodorkan sebuah minuman isotonik kepada Jongin

" Eh,, Kris hyung,, gomawo" dan Jonginpun menerimanya dengan baik

" Kenapa ada disini dengan sapu Θȋ̝̊̅̄ tanganmu eoh?" Tanya Kris sambil mengelap keringat Θȋ̝̊̅̄ pelipis Jongin

Jongin meneguk minumannya dengan tak sabaran, sepertinya ia kelelahan

" Kau Θȋ̝̊̅̄ hukum?" Tanya Kris lagi, dan kali ini Jongin mengangguk sebagai jawabannya,,

" Kenapa? Bukankaah kau anak yang pintar,,"

" Sehun" lirih Jongin membuat Kris mengerutkan keningnya tak mengerti lebih tepatnya bingung

" Apa lagi yang dia lakukan sekarang" Kris menyandarkan kepalanya Θȋ̝̊̅̄ ujung batang dengan tangan sebagai tumpuan siap mendengarkan cerita Jongin, Jonginpun melakukan hal yang Sαм̲̣̣̥α

Ia menatap langit sekilas lalu menghela nafas

" Tadi pagi aku melihatnya berciuaman dengan Hyuna" Jongin menunduk, dan Kris sudah bosan mendengar berita Sehun berciuman Θȋ̝̊̅̄ sekolahny itu sudah biasa, namun anehnya kenapa Jongin begitu percaya Sehun selama bertahun_tahun dan sekarang baru menyadari kebrengsekan kekasihnya itu, eh,, mantan kekasihnya,

Ekor mata Kris tak sengaja melihat Sehun tengah berlari ke arahnya, sepertinya Sehun hendak menuju kekelas Jongin karna memang kelas Jongin berada tepat Θȋ̝̊̅̄ sebelah taman sekolahnya

" Kau cemburu?"

Dengan ragu Jongin mengangguk

" Aku rasa lebih dari cemburu" lanjut Jongin dan mengganti posisi memeluk kedua lututnya yang Θȋ̝̊̅̄ tekuk, menunduk, itu yang mampu ia lakukan untuk menuutupi wajahnya yang menyiratkan luka

Kris bagkit dan menagkup kedua pundak Jongin , membuat Jongin mengedipkan matanya beberapa kali

"Bagaimana kalau,,," Kris menggantungkan ucapannya membuat bibir Jongin melengkung lucu karna penasaran.

"Aku menyukaimu,,," dan tanpa membuang waktu, Kris segera menempelakan bibirnya ke bibir kisable milik Jongin membuat Jongin terbelalak mendapat ciuman secara tiba_tiba itu

'Apakah ini termasuk kedalam sebuah pernyataan?' Batin Jongin

Θȋ̝̊̅̄ tengah ciumannya dengan Jongin. Kris dapat melihat Sehun mematung tak jauh dari posisi mereka berada dan tatapan matanya yang menyiratkan luka.

"Jong-jonginie"

DEG

.

.

.

.

.

.

TBC