PLAYBOY
chap 5
• • •
Pairs: HunKai
Lengh: Chap 5
Author:[~Ovay~]
Genre: romance,school life
Warning: BOY LOVE, YAOI,,CRACK PAIRS,DON'T LIKE just DON'T READ, Typo bertebaran harap maklum,etc
Ini ceritaku , bukan ceritamu
• .' •• HAPPY READING •• .' •
•• .' •
"Jong_jongini"
DEG
Suara Itu, Jongin kenal dan hafal betul milik siap itu, Sesegera mungkin Jongin menarik tubuhnya hingga ciumannya dengan Kris terputus
Ia menatap ke arah belakangnya tepat dimana Sehun berdiri tadi,, dan benar saja, ia kini melihat punggung Sehun yang menjauh dengan langkah gontai
' Apa dia melihatnya' batin Jongin
" Sehunie " lirih Jongin sambil menatap nanar punggung Sehun, entah kenapa rasa bersalah yang besar kini tengah menggerogoti hatinya
Tap
" Kau mau kemana?" tanya Kris memengang teguh tangan Jongin yang hendak mengejar Sehun
". Sehun,, aku harus mengejarnya"
" Biarkan dia belajar dari kesalahannya Jongin"
" Maksud hyung apa?"
Dan Senyuman yang menurut Jongin anehpun tercetak Θȋ̝̊̅̄ bibir namja tampan kepten basket sekolahnya itu
Sehun melirik jamnya, 19:17 KST, ia mendesah kecewa, ia bahkan sudah berdiri Θȋ̝̊̅̄ depan gerbang rumah Taemin itu semenjak pulang sekolah, dan kenapa sampai selarut ini Jongin belum pulang juga, apa terjadi sesuatu padanya,
Sehun bukanya tak mau masuk, Taemin bahkan sudah menyuruhnya masuk berkali_kali hingga ia bosan sendiri, namun Sehun tetap batu dan berdiri berjam_jam Θȋ̝̊̅̄ depan gerbang seperti seorang satpam rumahan itu hanya untuk memastikan Jongin pulang dengan selamat dan tentunya ia juga ingin tahu selama Sehun tak mengantarnya, tepatnya semenjak Jongin tak mau lagi Ia jemput dan antar, Jongin pulang dengan siapa
Dan kejadian Θȋ̝̊̅̄ taman sekolah siang tadi memang sangat menohok hatinya, namun ia harus sadar dan iklas mengakui kesalahannya, bahkan dirinya melakukan lebih dari yang Jongin dan Kris lakukan.
Sehun menunduk bersandar Θȋ̝̊̅̄ dinding pagar sambil memainkan ujung seragamnya,,
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki mengalihkan perhatiannya dari ujung seragam, Sehun segera menegapkan tubuhnya dan menghadap namja yang kini tengah berjalan dengan menunduk itu,
Tap
Langkah Jongin berhenti saat matanya menangkap sepatu yang menghalang jalannya, ia mengangkap wajahnya perlahan
DEG
Jongin mundur selangkah saat mengetahui siapa namja itu
Mata mereka saling beradu, bukan tatapan yang mengejutkan atau tatapan membunuh, lebih jatuh kepada tatapaan kesedihan, dan kepedihan
Mereka saling pandang satu Sαм̲̣̣̥α lain dengan. Tatapan nanar mereka dari pancaran mata masing_masing hingga akhirnya Sehun memecahkan kecanggungan itu dengan senyumnya yang ia paksakan
" Sukurlah kau pulang dengan selamat, aku jadi tenang sekarang bisa melepaskanmu untuknya " dan melangkah melewati Jongin, namun Sehun tak benar benar pergi ia mematung sejenak
Hati Jongin mencelos sakit melanda rongga dada bagian kirinya, rasa bersalah kembali Menggerogotinya, namun ia juga tidak berbalik menatap kepergian Sehun, ia langkahkan kakinya dengan amat pelan hendak membuka pintu gerbang,menenagkan diri Θȋ̝̊̅̄ kamarnya yang nyaman mungkin sedikit membantu, namun saat tangannya tepat menyentuh pegangan gerbang,sebuah suara kembali membuatnya mengalihkan pandangannya
" Selamat_malam ,,,, Jongin"
Dan Sehunpun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah Jongin dan Taemin.
'Kau bahkan masih bisa mengucapkan selamat malam padaku setelah apa yang kau lihat Θȋ̝̊̅̄ taman sekolah sehuni'
'Apa aku jahat?'
'''''''''''
" Jongin_ah,, Sehun mana, kenapa kau tak menyuruhnya masuk" tak Jongin hiraukan pertanyaan hyungnya itu yang kini Tengah berpelukan Ria Θȋ̝̊̅̄ sofa ruang tengah bersama Minho_nya.
" Kau tahu Jongin.,, dari pulang sekolah dia menunggumu Θȋ̝̊̅̄ depan gerbang, hyung sudah menyuruhnya masuk, tapi dasar Sehun, dia tetap kukuh menunggumu pulang dengan selamat dan tahu dengan siapa kau pulang"
" Bahkan diapun tak mau hyung suruh makan dulu" tambah Minho
DEG
Jongin menghentikan langkahnya mendengar penuturan hyungnya itu,. 'Selama itukah Sehun berdiri disana' Jongin sungguh-sungguh merasa sangat bersalah kepada Sehun, dengan cepat ia berlari kembali keluar rumahnya ' Sehuni juga Belum makan dari siang, dia Bisa sakit' tak perdulikan lagi Taemin yang berteriak memanggil namanya,mengejar Sehunnya itu yang terpenting.
" Yahhh Kim Jongin, kau mau kemana lagi, "
Brakkk
" Kau bahkan baru pulang"
Lagi_lagi Taemin hanya bisa menghela nafas bosan Selalu seperti ini , memijat kepala itu cukup membantu, Sehun dan Jongin selalu membuatnya stres.
Sesampainya Θȋ̝̊̅̄ rumah Sehun segera memasuki kamarnya dan mengganti seragamnya, tak memperdulika pertanyaan Luhan dan juga eommanya karna pulang terlambat, seharusnya mereka sudah hapal bukan kalau Sehun lebih sering Θȋ̝̊̅̄ rumah Jongin dari pada Θȋ̝̊̅̄ rumahnya sendiri, dan mereka juga seharusnya tahu kemana Sehun pergi hingga telat pulang, namun kali ini berbeda karna Sehun maupun Taemin tak memberi kabar kepada kedua orang tua Sehun, hingga sebuah pertanyaan '' dari mana saja kau ,, jam segini baru pulang?" Di layangkan oleh Eomma Sehun dengan sedikit penekanan.
" Kau kenapa? " Tanya Eomma Sehun saat melihat Sehun hanya mengaduk_aduk makanannya tanpa mau memakannya
"Patah hati?" Jawab Luhan , dan memasukan nasi kedalam mulutnya mengacuhkan tatapan tajam Sehun dan malah menjulurkan lidah mengejek ke arah Sehun
sepupunya itu memang sangat menyebalkan
" Kalian masih bertengkar?" Kini giliran Appa Sehun yang bertanya Dan Sehun tetap bungkan masih asik mengaduk-aduk makananya
" Dia terlalu bodoh hanya untuk meminta maaf paman" lagi_lagi Luhan yang menjawab, padahal pertanyaan itu terlontar untuk Sehun
" Apa susahnya meminta maaf,,," cibir Appa Aehun
" Jelas susah, karna kesalahan Aehun sudah sangat fatal,,dan itu sering ia lakukan hingga Jongin jengah" sepertinya Luhan benar_benar menambah kacau suasana hati Sehun
Brakkk
Karna kesal Sehun akhirnya mengebrak meja makan dan b̲̣̣̣̥α̇̇̇̊п̥̥ǧ̩̥υ̲̣̥n̤̥̈̊ dari duduknya, menatap tajam kedua orang tuanya dan juga Luhan .
" Kalian tidak mengerti,,,, " teriaknya dan setelahnya menggelengkan kepalanya kuat dan mengerang seperti singa ck
"akhh,, lebih baik aku kekamar dari pada mendengar ocehan kalian, membuat moodku semakin buruk"
Dan Sehunpun pergi meninggalkan ruang makan. Dengan hati dongkol dan menghentakan kakinya, kekanakan.
" Yahh Sehunie,,makanlah dulu,,," teriak Eommanya
Brraaak
Dan itulah jawaban dari Sehun, dengan menutup pintu kamarnya kasar.
" Ck,,, anak itu" cibir Luhan dan melanjutkan makannya dengan tenang,karna setelah ini ia harus berkunjung ke_rumah Minseok baby Baozi_nya
sedangkan kedua orang tua Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan helaan nafas bosan.
Sehun membanting tubuhnya sendiri dengan kasar ke atas ranjang, pikirannya kacau suasana hatinyapun begitu buruk, melihat Jongin dekat dengan Kris saja sudah membuatnya hampir gila, lalu tadi siang apa? Jongin dicium oleh Kris Θȋ̝̊̅̄ taman sekolah dan Jongin DIAM saja,Hell,,
"Arggghhh kau benar_benar membuatku gila Kim Jongin" teriaknya hingga terdengar sampai ruang makan
" Mengenaskan,,,," cibir Luhan sambil menatap ke lantai atas tempat kamar Sehun berada
" Jangan pedulikan anak itu dia sedang galau" tambah Appa Sehun.
Drrrrtt
Drrttt
Sehun melirik handphonya Yang berada Θȋ̝̊̅̄ meja nakas,
BABYBEAR
Itulah nama yang tertera Θȋ̝̊̅̄ layar handphonya
" woahhh" teriaknya histeris langsung bangkit dari posisinya dan menatap tak percaya handphone miliknya
" Jongin mengirimiku pesan" sesegera mungkin ia membuka pesan itu
" Apa kau dirumah,,aku ingin berbicara denganmu"
Sehun senang bukan main. Dia senyum lima jari saat membaca pesan itu dengan semangat 45 ia mulai mengarahkan jari_jarinya untuk membalas pesan jongin,, namun beberappa detik kemudian wajahnya kembali masam, ia urungkan niatnya untuk mmembalas pesan itu dan malah menatapi pesan dari Jongin tanpa mau membalasnya
' Apa yang akan jongin bicarakan'
'Apakah ini tentang hubungannya dengan kris?'
' Jika ia,, lebih baik aku diam'
' Sungguh aku sakit hati'
' Lebih baik aku biarkan jongin bersama kris jika dia berbahagia'
'Karna aku hanya bisa melukainya'
Drrrt
Drrrt
Handphone Sehun kembali bergetar membuyarkan pemikirann_pemikiran negativ Sehun, dan pesan itu dari Jongin lagi
"Kenapa tak membalas pesanku, aku Θȋ̝̊̅̄ depan rumahmu sekarang,, "
" MWO" teriak Sehun , CKck Ъќ nyante banget
Sehun hanya menatap nanar layar hanphonya saat melihat pesan Jongin, dan tak berapa lama handphonya kembali bergetar
" Apa kau sudah tidur,, aku menunggumu, aku sungguh_sunguh ingin meminta maaf Sehun-ah,,"
Sehun beranjak dari ranjangnya dan mengintip Jongin dari celah gordennya,, ia meremat dada kirinya, sakit melihat Jongin kini Tengah menggosokan Kedua tangannya, sepertinya ia kedinginan, namun Sehun masih kukuh dengan membalas pesan Jongin apalagi menyuru Jongin masuk, kejam lebih memikirkan ego,
egois sekali,
Dilihatnya kini Jongin tangah mengetik Sesuatu Θȋ̝̊̅̄ layar touchnya itu.
Dan tak berapa lama handphone Sehun kembali bergetar,
" Mimpi indah,, aku selalu menyayangimu,,anyeong"
Mata Sehun berbinar saat membaca pesan terakhir Jongin, ternyata Jongin masih peduli padanya, itu sudah jelas bukan, kalau tidak peduli untuk apa Jongin malam_malam datang kerumahnya dengan masih memakai seragam lengkap
" Jongin Pergi,," lirihnya dan berjalan gontai menuju ranjangnya saat dilihhatnya Jongin meninggalkan pekarangan rumahnya
" Ahh,, Jongin-ah,, kau kah itu,,?" teriak Luhan saat hendak keluar rumah dan menemukan Jongin tengah berjalan lunglai meninggalkan pekarangan rumah
Sreeet
Luhan menarik tubuh Jongin dan menatapnya " akh, benar ini kau,, apa yang kau lakukan Θȋ̝̊̅̄ luar, kenapa tidak masuk saja,, Eomma dan Appa sehun sedang makan Θȋ̝̊̅̄ dalam" oceh Luhan tak melihat kondisi Jongin yang tengah memasang wajah sendunya
" Tak perlu hyung, lagi pula ini sudah malam" jawab Jongin dengan senyuman paksa
"Akhh tidak bisa begitu, kau sudah jauh_jauh kemari dan pergi begitu saja tanpa masuk terlebih dahulu, tidak, tidak,, kau harus masuk dan menyapa paman dan bibi,,," Luhan menyeret Jongin kembali masuk kedalam
" Akhh apakah si bodoh itu tau kau kesini"
" Nugu"
"Aishhh,, maksudku Sehun"
" Molla,, hyung" lirih Jongin yang kini pasrah saja Luhan bawa masuk
" PAMAN,,, BIBI,, calon menantu kalian datang" teriak Luhan dari ruang tamu, dan mendapat tatapan ilfiel dari Jongin
'Namja ini tampan sekaligus cantik, sayang kelakuannya,,, urakan sekali'
" Nugu,,? Dan kau kenapa masih disini, apa kau tak jadi ke rumah Minseok,, ehh Jongini kemari nak" Ucap Eomma Sehun saat melihat siapa calon menantu yang Luhan maksud,,
" Aigoo,, kenapa kau masih pakai seragam, apa kau belum pulang" Jongin hanya diam saja sambil menundukan wajahnya saat eomma Sehun bertanya ,imagenya sebagai menantu baik_baik pasti rusak mengingat ia masih memakai seragam lengkap malam_malam begini dan berkunjung kerumah orang pula, dan ini rumah Sehun, ⌣́_⌣̀┏̲h̶̲̅a̶̲̅d̶̲̅e̶̲̅e̶̲̅h̶̲̅┓⌣́_⌣
Eomma Sehun membawanya keruang makan
" Ahh,, Jongin, lama tak kesini, Appa merindukanmu" sambut Appa Aehun saat istrinya menggandeng Aongin untuk duduk bersama Θȋ̝̊̅̄ ruang makan
" Nado ,, Appa" lirihnya yang lebih tepat sebagai sebuah bisikan
" Akhh,, kita sedang makan malam, apa kau sudah makan? Makan dulu ne" dengan cepat Jongin menggeleng menolak tawaran eomma Sehun
" Aku,,aku kesini hanya untuk bertemu Se-sehun,, eomma,, apa dia ada?"
"Ahh bocah itu,, biar aku panggilkan bi" tawar Luhan dan melesat kekamar Sehun
" Apa kalian ada masalah,, ? Sehun bahkan tak mau makan tadi, bujuk dia agar mau makan, mungkin kalau kau yang membujuknya mungkin ia berubah pikiran" ucap eomma Sehun sambil menyendokan nasi untuk Jongin, calon mertua yang baik bukan,ck
" Gumawo,,, akan aku coba eomma"
" Aku sudah bilang aku tidak Mau makan, kenapa kau malah memaksaku, aku ingin tidur rusa, lepaskan tanganmu"
" Kau akan menyesal nanti"
" Aku tidak peduli,, lepaskan aku, aku mau tidur,kau ini menyebalkan sekali"
" Ayolahh ,,kau pasti akan menyesal jika tidak makan malam sekarang"
Sehun dan Luhan saling berteriak dan saling tarik menarik satu Sαм̲̣̣̥α lain, Sehun yang terus memaksa dan menyeret Tubuhnya masuk kembali kedalam kamarnya dan Luhan yang terus menarik Tubuh kurus Sehun sebisa dan sekuat yang ia bisa membawa Sehun kemeja makan
Mendengar teriakan_teriakan itu membuat Jongin mengalihkan pandangannya dan memasang sebuah senyuman saat melihat kedua orang itu
" Sehuni"
DEG
Sehun berhenti meronta dan berteriak, suara itu mampu menghipnotisnya, perlahan ia mengarahkan pandangnnya dan ,,, Bingo
Ada Jongin Θȋ̝̊̅̄ ruang makan yang tengah tersenyum manis, seingatnya tadi Jongin sudah pergi meninggalkan rumahnya, namun kini kenapa Jongin ada Θȋ̝̊̅̄ ruang makan rumahnya dengan senyum mengembang pula
' Ini beneran jongin kan , bukan jongin Bohongan. Atau hantu jadi-jadian' pikiran bodoh Sehun
...
Sehun dan Jongin kini tengah duduk berhadap hadapan Θȋ̝̊̅̄ meja makan, sedangkan Luhan duduk Θȋ̝̊̅̄ sebelah Sehun, dia bukanya mau makan lagi, tapi emang dasar Luhan selalu ingin tahu masalah orang apalagi orang itu Sehun makanya dia duduk Θȋ̝̊̅̄ sebelah Sehun sekarang
" Makanlah,," ucap Jongin sambil menyendokan nasi kepiring Sehun yang sibuk dengan handphonya, tak menghiraukan Jongin
Luhan jengah, dan melirik apa yang Sehun lakukan,
Bermain game
"Pabbo,pabbo" rutuk Luhan
Jongin merogoh handphonya saat melihat Sehun tak bergeming dan mengabaikannya, Jongin mengetikan sesuatu
" Tolong kasih aku kesempatan untuk meminta maaf"
Sehun menautkan kedua alisnya saat sebuah pesan masuk menganggu acaranya bermain game,, Sehun meng-close pesan itu dan melanjutkan kembali bermain gamenya
Luhan yang Berada Θȋ̝̊̅̄ sebelah Sehun mulai jengah, dengan jarak kurang dari satu meter haruskah mereka saling mengirimi pesan 'pasangan aneh batin Luhan sambil menatap Jongin dan Sehun secara bergantian
Sehun hendak minum setelah teriak_teriak dengan Luhan tadi tenggorokannya kering juga, ia meraba gelas yang kosong Θȋ̝̊̅̄ hadapannya dan Jongin yang melihat itu segera menyambar gelas itu dan mengisinya dengan air lalu menyodorkannya ke arah Sehun
Sehun menatap Jongin tanpa ekspresi sejenak dan melanjutkan acara bermain game_nya tanpa meminum air yang sudah Jongin berikan
" Sehuni,,ada pesan masuk, bacalah dulu" dan suara Jongin barusan sukses mengalihkan perhatian Sehun padanya
Luhan kini tengah memijat keningnya
Untung kedua orang tua Sehun meninggalkan mereka karena menurut mereka ini urusan remaja
jadi hanya Luhan yang tahu
Sehun menggerakan jari telunjuknya mengisyaratkan Jongin untuk mendekat padanya, Jongin menurut dan mencondongkan wajahnya kedepan begitupun juga Sehun hingga kini mereka terlihat seperti tengah berciumaan, padahal jika Θȋ̝̊̅̄ lihat dari samping mereka tengah berbisik, itu adalah kata yang tepat
" Jangan ganggu aku lagi, berbahagialah bersama kapten basket itu" bisik Sehun
Lagi lagi Luhan. Θȋ̝̊̅̄ buat heran oleh tingkah polah Jongin dan Sehun
Haruskah mereka berbisik Θȋ̝̊̅̄ depan orang Lain,apakah Luhan tidak boleh tahu.
" Aku tidak ada ,,,"
" Tapi kau menerima ciumannya begitu saja"
" Itu,,"
" Sudahlah,, aku tak ingin membahasnya" dan Sehun kembali melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan
" Yahh Sehun pabbo, kau mau kemana" bawel Luhan
Jongin terdiam Θȋ̝̊̅̄ tempatnya, namun tak lama ia bergegas menyusl Sehun ke kamarnya
" Yahh kalian mau kemana, tunggu aku,,"
Brakkk
Belum sempat Luhan masuk kedalam kamar Sehun , Jongin sudah menutup dan mengunci pintu kamar Sehun
" Kita perlu bicara Sehun-ah"
Itulah yang Luhan dengar saat ia menempelkan telinganya Θȋ̝̊̅̄ pintu kamar Sehun, sepupunya yang kelewat bodoh dan mesum itu.
" Aku tak menyangka, kau begitu cepat melupakan aku Jongin_ah" ucap Sehun dan menatap dalam ke arah Jongin
" Aku tidak mungkin menerimanya, kau tahu itu"
"Mulut bisa saja berdusta, tapi maaf, aku tak percaya itu, karna aku sudah melihatnya dengan jelas" Sehun membalikan badannya memunggungi Jongin menatap karah jendela yang memperlihatkan bintang
" Sehunie,,,"
Sehun diam saat Jongin memanggilnya
" Aku tahu kamu marah,tapi bagaimana kamu bisa menyimpulkan apa yang kau lihat tanpa tahu penjelasannya, bisa saja apa yang kau lihat juga tidak seperti yang kau pikirkan"
" Bagaimana ketulusan hati seorang pria tidak runtuh saat melihat namja yang sudah ia anggap sebagagai belahan jiwanya menerima begitu saja ciuman dari namja lain" jawab Sehun masih tetap memunggungi Jongin
" Kau jangan egois, kau bahkan menyentuh yeoja dan namja lain tanpa sepengetahuanku bukan" Sehun mematung, ucapan Jongin telak mengenai ulung hatinya, kejamnya Sehun pernah melakukan itu pada Jongin.
" Aku tulus Padamu, aku sadar aku salah, namun kau tak memberi kesempatan untukku meminta maaf, dan yang kutahu sekarang kau mulai melupakanku"
Jongin terdiam, menatap pungung Sehun dengan penuh Luka yang terpancar dimatanya
Dengan kesal Jongin membalik tubuh Sehun menghadapnya dan menatap tajam matanya
" Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan ,, lebih baik,,,,kau,, pul,,,"
" Ada banyak hal yang aku ingin katakan tuan OH_"
Sehun terdiam
" Jangan potong pembicaraanku, dan dengarkan baik_baik,,"
Sehun bungkam, begitupun Luhan yang tengah menguping Θȋ̝̊̅̄ luar
" Pertama,,,kau perlu mendengrakan penjelasanku,, aku dan Kris hyung tak ada hubungan apa_apa,, dan ciuman itu, sungguh aku tak menduganya, itu terjadi terlalu cepat"
Sehun melipat tangannya Θȋ̝̊̅̄ dada mendengarkan ucapan Jongin
" Kedua ,,,Dulu kau bahkan melakukan lebih dari sebuah ciuman, apa aku mempermasalahkannya,, aku bungkam, karna aku percaya padamu"
Sehun menghela nafas dan mengalihkan tatapannya sejenak dari arah Jongin
" Hampir 3tahun kita menjalin hubungan, dan semua moment denganmu takan bisa kulupakan begitu saja,dan itu akan aku jadika sebuah pembelajaran untuk masa depan, kemarin mungkin lebih buruk dari hari ini, untuk itu, aku akan belajar lebih baik untuk masa depan yang lebih baik"
" Aku harap, esok, harimu akan lebih bahagia dari hari ini, dan juga ,, aku menemukan fakta penting dari semua yang Telah kita jalani dan alami selama ini Jongin_ah"
Mata Jongin mulai memanas, pandangannya pun mulai blur
" Kau benar_benar mencintai namja brengsek seperti aku, dan aku sadar selama ini hanya luka yang aku berikan padamu,perasaanku hanya membawa rasa sakit pada ulung hatimu"
" Dan itu adalah alasan mengapa aku harus membiarkan perasaan itu pergi"
Luhan menjauhkan telinganya dari pintu kamar Sehun, sungguh jika ini rumahnya sendiri luhan akan mendobraknya dan memukul wajah Sehun hingga rata atas apa yang sudah ia katakan untuk Jongin
'Aishh ,,aku heran bibi ngidam apa waktu hamil sehingga memiliki anak seperti sehun' cibirnya sambil menatap horror pintu itu.
Jongin tak berkutik, tatapan matanya masih berpaut dengan mata Sehun, Θȋ̝̊̅̄ lihatnya Sehun mengukir sebuah senyum simpul Θȋ̝̊̅̄ bibirny
''Ini bukan bertanda baik" batin Jongin
" Mianhe,, untuk bagaimana sikap saya selama ini, joengmal mianheyo karna saya brengsek "
" Saya serius Jongin,, saya,,"
Tubuh Jongin semakin menegang
" Ingin mengakhiri semua ini, aku tak mau menyakitimu lagi, dan,, pulanglah"
Tes
Dan setetes air matapun mengaliri pipi Jongin, ia membalikan tubuhnya membelakangi Sehun, berjalan gontai menuju pintu kamar itu,, hatinya sakit , kecewa sudah pasti, Sehun setega itukah dengannya,,
Cklekkk
Blammm
"Aku jahat, aku memang jahat Jongini, aku tak pantas untukmu"
Sehun terduduk, tubuhnya serasa tak bertulang setelah mengatakan semua itu dan membiarkan Jongin pergi dengan air mata,
" Jongini,, biar aku antar" dan Sehun yakin itu adalah suara cempreng Luhan.
""""""""""""""""
"Sudahlah Jongini jangan menangis,, kau bahkan pernah melewati hal_hal seperti ini Sebelumnya dengan Tegar" Taemin mengelus_elus pungungung Jongin yang tengah terisak itu semenjak Luhan mengantarnya pulang,
"Hiks,, hiks,, hyung,, hiks"
" Yah bisakah kau tenang Jongin_ah,,kau lihat hyungmu hampir stres memikirkanmu,, apa kau tak kasihan,," ujar minho dan mendapat timpukan batal dari Taemin
" Jangan dengarkan dia,, jawab hyung, kenapa kau menagis eumm?" Taemin memeluk tubuh Jongin begitu erat
" Dia,, hiks,, Sehunie,, dia benar_benar meninggalkanku hyung ,, hiks,,"
Taemin menatap ke arah Minho seolah meminta pendapat, Minho malah mengedikan bahunya dan Taemin-pun tak bisa berkata apa_apa lagi.
" Aku juga akan melupakannya hyung,, lupakan dia dan melanjutkan hidupku yang baru tanpanya,, hiks,,"
" Aku akan ikut appa dan eomma,,hiks"
" Dan melupakan semua tentangnya hiks,, hiks"
Taemin langsung menarik tubuh Jongin menjauhinya
" Apa kau gila,, jangan bilang kau akan,,,"
" Yahhh,, aku akan pindah hyung,, hiks"
Taemin dan Minho terdiam
Dalam hati mereka berkata 'ini tidak bisa Θȋ̝̊̅̄ biarkan, Jongin akan lebih kesepian'
" Apa yang kamu lakukan Sehun_ah" tanya Luhan saat memasuki kamar Sehun
Membuaat Sehun sedikit terkesiap karna Luhan tak mengetuk pintu terlebih dahulu
" Θȋ̝̊̅̄ mana sopaan santumu Xi Luhan" cibir Sehun
Luhan membaringkan dirinya Θȋ̝̊̅̄ ranjang Sehun " Sopan santunku tak berlaku untukmu, kau harus tahu itu namja brengsek"
" Kau benar_benar pengecut Sehun_ah,,memberikan alasan yang tidak seharusnya kau ucapkan dan menyakiti namja yang kau sayangi, apa seperti itu pantas Θȋ̝̊̅̄ sebut seme sejati, atau playboy tengik,," Sehun menatap Luhan. Dan mencibir tak suka, selalu saja begitu
" Ada 1000 alasan untuk menjadi tidak konsisten dengan hati kita hyung"
"Dan itu malah terlihat kekanakan , Sαм̲̣̣̥α sekali tidak lebih dewasa, kau sadar umurmu semakin hari semakin berkurang, kau bukan anak kecil yang masih bermain cinta monyet dan memeprmainkan perasaan"
" Apa hubunganku dan Jongin terlihat. Menyedihkan?"
"Bahkan dimataku kalian jauh lebih dari kata menyedihkan"
" Dan sepertinya kau Sαм̲̣̣̥α sekali tak mendengarkan nasehatku Sehun_ah,, dan maaf karna dengan lancangnya saya menguping pembicaraan kalian"
Senyuman miris terukir Θȋ̝̊̅̄ bibir Sehun
Keesokan harinya Sehun seolah kehilangan nyawanya, ia tak memperdulikan orang_orang yang menyapanya saat melewatinya pikirannya kacau hanya dengan mengingat nama Jongin, namun mau bagaimana lagi, Sehun sudah memutuskan,,
Jam pertamapun Sehun lewatkan dengan melamun, tak banyak yang Menganggu pikirannya, hanya nama Jongin saja dan tak ada yang lain , dan nama itu pula yang sudah membuatnya hampir kehilangan kesadarannya dan berubah menjadi autis
" SEHUN-AH,,,,,hoshh hoshh" Sehun melirik ke arah Shanyeol sejenak dan kembali ke posisinya semula
Melamun
" Sehun_ah,, baca ini, hosh,, apa maksud pesan yang Jongin kirimkan"
Mendengar nama Jongin. Sehun segera merebut phonsel yang Chanyeol tunjukan
" Baekhyun_ah,, chanyeol_ah,, aku titip sehunie,, mungkin, aku akan pergi jauh darinya dan tak bisa menjaganya lagi,,maka dari itu tolong jaga dia untukku,, dan sampaikan maaf ku untunya,,,, KIM JONGIN"
Brakk
Sehun bagkit dari duduknya membuat kursi yang ia duduki terjungkal kebelakang
" Apa maksudnya ini,, " wajah Sehun berubah panik
" Jangan ,,jangan''
Tak membuang banyak waktu Sehun langsung menyambar tas sekolahnya dan melesat meninggalkan sekolah.
Sehun berlari menuju parkiran, ia hendak menelphone Jongin, dan sial,, dia lupa membawa handphonenya
Drrrt
Drrrtt
" ehh,,,,Handphone siapa ini" heran Luhan karna melihat sebuah handphone Θȋ̝̊̅̄ meja makan
" Ahh bocah itu teledor sekali" ujarnya lagi saat mengetahui bahwa itu milik Sehun, mungkin Sehun lupa membawanya saat selesay sarapan tadi
" Eoh,, BABYBEAR,," guman Luhan saat melihat sebuah pesan masuk Θȋ̝̊̅̄ handphone Sehun
Dasar emang Luhan yang selalu ingin. Tahu urusan Sehun, iapun membuka pesan itu
" Sehuni,, aku sekarang berada Θȋ̝̊̅̄ rumah eomma dan appa, apakah kau akan menemuiku untuk yang terakhir kali,sebelum aku pergi dan tinggal bersama eomma dan appaku, Aku tak perduli kau akan menemuiku atau tidak, Yang jelas aku menunggumu sekarang,,
Untuk yang terakhir kalinya
Kim jongin,,"
" OMO,,, apa_apaan ini,," pekik Luhan menatap horor phonsel Sehun Θȋ̝̊̅̄ hadapannya
Braaakk
" Yahhhh,,," pekik luhan lagi saat terdengar gebrakan pintu yang dibuka kasar
" Mana phonselku,,," tanya Sehun tiba_tiba dengan penampilannya yang sudah acak_acakan
Dan dengan lempengnya Luhan melempar phonsel Sehun,untung Sehun dengan cekatan dapat menagkapnya
Drrrt
Dtttt
Sehun hendak melangkahkan kakinya kedalam kamar, setelah merutuki Luhan namun hanphonenya berdering
" Taemin hyung" lirihnya
" Yeo,,"
" Yahh , oh-sehun pabbo,, kenapa kau tak menjawab telphone ku dan membalas pesan Jongin"
" Pe-pesan apa hyung,, dan Jongin,, memangnya kenapa"
" Ahh. Yahh,, tadi ada pesan dari Jongin, bacalah dulu" intrupsi Luhan
" Jongin sudah menunggumu Θȋ̝̊̅̄ rumah kami yang dulu , dia mengirimu pesan singkat, apa kau tak menerimanya, atau jangan _jangan kau sudah menghapus tanpa membacanya"
" Ah ne,, mianhe,, tapi sepertinya aku akan menghubungi hyung nanti,,anyeong"
PiP
" Maksudmu apa". Teriaknya pada Luhan saat menutup telphone Taemin tadi
" Baca saja,, aku yakin kau akan sangat-sangat menyesal.."
Dengan cepat Sehun membaca pesan itu dan menatap Luhan tajam
" Akan ku bunuh kau nanti karna tak memberi tahu hal ini" Luhan mengedikan bahu
" Itu salahmu"
"Aishh" dan Sehunpun berlari menyambar jaket dan kunci mobilnya bergegas menemui Jongin
Brakkkk
"Jonginie,,,," teriaknya saat memasuki kediaman rumah Jongin dan. Taemin dulu
Sehun berlari menuju kamar Jongin yang dulu
" Jonginie,, kau Θȋ̝̊̅̄ dalam hosh,," namun nihil malah semua isi kamar Jongin sudah bersih dan rapih tertutupi kain putih
Sehun mengelilingi rumah Jongin yang tidak bisa Θȋ̝̊̅̄ bilang kecil itu sambil terus meneriaki nama Jongin, namun yang ia dapat hanya pantulan suaranya karena rumah itu sudah kosong
Sehun berjalan lunglai menuju pintu keluar, tubuhnya lemas, hatinya sakit ia tak bisa menerima jongin pergi menjauh darinya, bukan ini yang Sehun mau, bukan perpisahan yang seperti ini yang sehun harapkan, cukup dengan melihat sosok Jongin setiap hari dan senyumnya setiap hari itu sudah menghidupkan jiwanya walau kenyataanya Jongin memilih bersama Kris ia tak peduli, ia tak mau Jongin pergi, bisa gila Sehun tak melihat Jongin sehari saja
Brukk
Sehun mendudukan dirinya Θȋ̝̊̅̄ sofa ruang tamu, kedua tanganya ia gunakan untuk meremas helaian rambutnya
" Kenapa_kau pergi,, kenapa kau meninggalkan aku,, hiks,,
TAp
Sehun mengangkat wajahnya saat mendengar sebuah langkah yang terhenti Θȋ̝̊̅̄ depan pintu masuk
Sehun terdiam, tubuhnya tak bergerak, airmatanya tertahan, sosok itu, berdiri tegap Θȋ̝̊̅̄ hadapannya
Mata mereka saling. Bertaut, namun tak sepatah katapun yang terlontar dari bibir masing_masing, mereka terlalu sibuk dengan perasaan mereka dengan kemungkinan_kemungkinan apa yang akan terjadi kedepannya
" Bodoh..." Teriak Sehun dan berlari ke arah Jongin
Bruuk
Sehun memeluk tubuh Jongin begitu erat air matanya jatuh tumpah tak tertahan, namun Jongin hanya terdiam, tak melakukan apa_apa bicarapun tidak
Perlahan Sehun melepaskan pelukannya dari Jongin Dan mencengkram bahu Jongin, menatap manik hezel itu dengan penuh pengharapan
" Aku tak mau hari ini menjadi hari terakhir aku melihatmu Jongini,,Aku tak ingin kau pergi"
" Aku tadinya akan pergi, namun Luhan hyung melarangku" Sehun mengerutkan alisnya, Luhan, namja menyebalkan itu
" Saya kembali karena Luhan hyung bilang, kau terlalu bodoh rela menyakiti hatimu dan membohongi perasaanmu"
Sehun tersenyum " dia tidak mengatakan apapun padaku"
" Dia hampir tiap hari memarahiku dengan ocehan_ocehannya karna kebodohanku, aku sangat membencinya, namun aku tak pernah berfikir bahwa sekarang ia telah membantuku mencegah kau pergi,,"
" Hahh, Luhan hyung benar, kau Terlalu bodoh, kau selalu berulah dan menyakitiku, tak peduli aku kesal setengah hidup padamu kau tetap berselingkuh Θȋ̝̊̅̄ belakangku, dan bodohnya aku yang begitu mencintai namja playboy sepertimu"
" Apakah kamu benar_benar menyukai ku" Sehun tersenyum mengejek
" Mollaneyo,, melihat kau seperti ini aku tak yakin dengan perasaanku,kau begitu kejam dan apakah kau tak bisa melihatnya dengan apa saja yang telah aku lakukan dan berikan padamu, dulu aku dengan mudahnya memaafkan kesalahanmu sedangkan untuk memaafkan ku kau harus membuatku menderita seperti ini hingga akhirnya aku memilih pilihan yang sulit untuk ikut kedua orang tuaku, tidakah aku juga bodoh mencintai orang bodoh seperthh hmmmhpff"
Bibir kisable kai langsung Sehun serang saat itu juga karna tak berhenti mengoceh,, dan itu sukses membuat bibir itu bungkam
Sehun tersenyum setelah melepaskan ciumannya dari bibir jongin
" Pengakuan yang sangat mengagumkan. Sayang" Jongin mengedipkan matanya beberapa kali
Sehun semakin melebarkan senyumannya dan menagkup kedua pipi Jongin, menariknya kembali kedalam dekapannya dan mencium bibir yang Sangat Ia sukai itu
Jongin mulai memeluk pinggang Sehun, dan merematnya saat tangan Sehun menarik tengkuknya membuat ciuman mereka semakin intens,, bibir mungil Sehun melumat dan mengigit kecil bibir kisable Jongin, melesakan lidahnya masuk kedalam mulut Jongin untuk saling bergelut Θȋ̝̊̅̄ dalamnyaM Sehun semakin menarik tengkuk dan pinggang Jongin semakin merapat ketubuhnya
Hingga tubuh mereka linbung Θȋ̝̊̅̄ atas sofa namun ciuman mereka tetap terpaut erat satu Sαм̲̣̣̥α lain seolaha tak rela jika harus Θȋ̝̊̅̄ lepaskan
Namun karna pasokan udara Θȋ̝̊̅̄ paru yang kian menipis akhirnya Sehun dan Jongin melepaskan ciuman mereka dengan terpaksa
Sehun tersenyum dan membelai rambut Jongin, setelahnya ia rengkuh kembali tubuh Jongin kedalam pelukannya
" Sekarang kita sudah saling memeluk dan mencium lagi,," ujar Sehun
Dan Jongin semakin mengeratkan pelukanya
" Apa yang akan kita lakukan lagi setelah ini eumm"
" Terus bergandegan tangan mempererat hubungan kita, jangan ulangi kesalahan yang Sαм̲̣̣̥α, karna jika terjadi, itu bodoh namanya. Dan aku akan benar-benar meninggallkanmu" jawab Jongin
Tuuuk
Sehun menyentil jidat Jongin dengan jarinya
" Apa kau meledekku dan mengancamku eoh,," Jongin malah terkekkeh dan memeluk Sehun semakin erat
" Heyy kalian" interupsi seseorang membuat Sehun dan Jongin melepas pelukan mereka dan duduk dengan benar melihat siap yang berdiri sambil bertengger tangan Θȋ̝̊̅̄ pingang
" Setelah membuat adikku menangis berhari hari dan dengan mudahnya kalian berbaikan berpelukan seperti ini eoh" nada suaranya semakin meninggi membuat sehun dan jongin menundukan kepalanya
"Mianheyo,, hyung" ucapnya serempak
" Sudahlah Taemin hyung, mereka hanya perlu belajar untuk menghargai perasaan masing_masing Saja,, dan pada akhirnya ,lihatlah,, mereka bersatu kembali kckc" ucap Luhan yang juga ada disitu bersama Minho dan juga Minseok kekasihnya.
" Aishhh,,, kalian berdua memang selalu membuat kepalaku berdenyut pusing,," omel Taemin
"Dan segeralah menikah aku sudah bosan mendengar kalian bertengkar" tambah Minho dengan tatapan bosannya
"Tugas akan segera kami laksanakan hyung" ucap Sehun dengan senyum mesum ke arah Jongin dan merangkul Jongin begitu erat
" Ck sudah main peluk_pelukan dan cium_ciuman seperti itu lalu selanjutnya kalian akan apa?" Jengah Luhan melihat Sehun yang mulai menyerukan wajahnya di perpotongan leher jongin.
" Selanjutnya kita akan membuat baby Oh°˚°,,, ђέђέђέђέђέђέ. "Jawab Sehun dengan seringaiannya
" Yahhh jangan mesum Θȋ̝̊̅̄ sini"
Plaaaaaak
"Arauuuuuwww"
END
HADEHH AKU tahu ini end-nya ngebut bgt, Ovay Cuma pengen tamatin ajah, ga mau panjang-panjang chapters-nya takut readers pada bosen heheh, ,, mianhe kalo jelek dan mengecewakan,,, #bowww
~Ovay~
