Werewolf .

Cast : Kris & Kyungsoo .

other cast akan muncul dengan sendirinya.

Its BL. DONT LIKE DONT READ! I TOLD YOU BEFORE.

TYPO everywhere. i'm sorry for that.

Happy reading .


Kyungsoo mencoba usaha terakhirnya untuk bangun sampai matanya benar benar terbuka. Dia mendapati Kris tidur disebelahnya. Satu kasur! Astaga! Tenang. Mereka hanya satu kasur dan dipisahkan beberapa senti sebagai jarak.

Kyungsoo bangun dan mulai beranjak ke dapur. Seperti biasa. Dia akan membuat sarapan. Kyungsoo merasa dia sedang dalam bahaya atau apa jadi entah kenapa pertahanan dirinya seolah menyuruhnya untuk selalu waspada padahal dia tidak tau apa yang harus di waspadai.

Kyungsoo mencoba mengingat ingat apa yang terjadi tadi malam tapi nihil . "apa aku sebodoh itu ya?" .

Ingatan terakhirnya berhenti di satu titik dimana dia hanya mengganti baju kemudian beranjak pulang kerja sampai dia menemukan chen yang mabuk. Ya, hanya disitu.

Kyungsoo mempercepat memasaknya saat jam menunjuka delapan lewat limabelas. Pororo tidak boleh terlewat.

"hai, pagi " sapa kris.

"pagi kris" Kyungsoo menjawab. Matanya sedikit mencuri pandang pada Kris yang sedang mengambil air minum disebelahnya. "tatomu sudah hilang ya? Keren sekali. Apa bisa muncul lagi?" .

Kris tidak menenggak habis airnya, menyisakan setengahnya. "ya? Kau ingin melihatnya?" .

"bergurau!"Kyungsoo menunjukan wajah memeletnya. "siapa juga yang mau melihat tato murahan yang sekali kena air luntur?" jawabnya acuh.

Kris tertawa. "kau sudah berani mengataiku ya?" .

Kyungsoo menyuruh kris duduk dengan matanya sementara mulutnya berbicara, "hei. Aku kan mengatai tatomu bukan kamu" .

Kyungsoo mendengus. Kemudian dia duduk dihadapan Kris dan detik kemudian mereka sudah memakan sarapannya dengan tenang.

" oh iya? Bagaimana lukamu?" Kyungsoo bertanya. Kris memegang pinggangnya sebentar, memastikan. "aku rasabaik baik saja, tapi masih sedikit nyeri" .

Kyungsoo mengangguk. "sepertinya akan sulit ya? " Kyungsoo memasang wajah prihatin . Kemudian Kris menarik tangannya dan mencubit pipi Kyungsoo. "AW! Sakit!" aduh kyungsoo.

Kris tertawa mengejek. "jangan pasang wajah yang membuat orang ingin mencubit pipimu" .

Kyungsoo mendeungus lagi. Dia meninggalkan sarapannya yang tidak dihabiskan . Membuat Kris bingung. "ya! Kau marah?" .

Tapi kyungsoo tidak menjawab apapun. Dia malah duduk di depan TV dan mulai melakukan aksi hening dan mengacuhkan kris.

Layar TV muncul dengan pororo and friends sebagai logo. Membuat kris terkekeh gemas.

Kris hanya diam memperhatikan kyungsoo dari meja makannya, setidaknya, dia sudah membuat Kyungsoo lupa akan kejadian yang dia lihat tadi malam. Kris bisa memanipulasi ingatan Kyungsoo dengan sihirnya. Ingat? Kris itu bukan manusia biasa.

.

.


DRABBLE WOOKIE.


Chen mendesis saat berusaha memulihkan tubuhnya sendiri setelah serangan Luhan tiba tiba. Tapi sekarang tidak seburuk itu ketika Suho ikut membantunya. Di Dangguk Forest, Chen adalah pemegang kekuatan sihir tertinggi. Hanya dia yang bisa membuka dunia dangguk forest dan menghubungkannya dengan dunia manusia. Tidak hanya itu, Chen juga membekali orang orang seperti xiumin, tao dan Kris – dan juga suho, suho adalah kaum werewolf juga hanya saja dia lebih dibutuhkan sebagai asissten penyembuhan – untuk berubah dalam wujud manusianya karena pada dasarnya, orang orang asli dangguk forest tidak bisa menggunakan wujud manusianya tanpa bantuan Chen. Itu seperti contoh luhan dan sehun yang membuat kyungsoo takut setengah mati dalam wujud serigalanya.

" ahhh!" Chen meringis. Suho terkekeh kecil. Membiarkan chen dengan ringisannya. Suho mulai dengan ritual penyembuhannya lagi.

" Kau baik baik saja?" Suho membiarkan cahaya hijau dari tangannya berada di lengan kiri chen yang lebam beberapa saat lalu tapi menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

"aku tidak selalu baik" chen menjawab dengan nada datar. "aku tidak tau luhan dan sehun bisa kesini. Apa kau membuka segelnya?" Suho bertanya.

" kau tau ada satu orang selain aku yang ahli dalam ini" .

Suho hanya mengangguk. Chen tidak dalam keadaan baik untuk diajak berbicara saat ini.

" aku harus melakukannya dengan cepat" Tiba tiba chen bersuara. Tapi Suho hanya membiarkan dirinya focus beberapa saat dengan sedikit peluh mengalir dari dahinya. "kenapa? " .

"Vhoila dan werewolf samasama membutuhkan kris" Chen menepis tangan Suho yang hendak menyembukhannya lagi, suho memasang wajah bingungnya, "kau sudah mengeluarkan tenaga terlalu banyak. Istirahatlah" .

Chen bangun dan membuka tirai jendela apartemennya. Membiarkan Suho memandangnya bingung walau dia tak melihat sekalipun. "Vhoila dan werewolf sama sama membutuhkan kris dan aku tidak bsa membiarkan yang lain mati di tangan vhoila lagi" .

Suho menghampiri chen dan memegang bahu laki laki yang satu tahun lebih muda darinya itu, "kau tau itu berbahaya" .

"kepala tao sudah dipenggal, Xiuminku mati dan apa aku harus membiarkan yang lain juga mati di tangan vhoila?" Chen berkata putus asa. "semuanya salahku" .

Suho memeluk bahu rapuh chen. "jangan menangis" .

Chen mencoba mengingat kembali usaha apa yang dia lakukan membawa kris pulang, Tapi hasilnya nihil. Bukannya membantu Werewolf membawa pulang kris tapi dia malah membiarkan kris kabur dari werewolf.

.

.


Flashback.

Xiumin datang dalam wujud serigalanya. Dia masuk mengendap ke apartemen chen. Menemukan chen yang tidur disana dan suho dikasur bawah. Dia menatap suho dengan pandangan cemburu tapi dia hanya berlalu. Dalam wujud serigala berbulu putih itu dia mengendus endus leher chen. Merangkak naik ke kasurnya dan membiarkan chen menghirup baunya sampai laki laki itu bangun dan menyadari keberadannya.

" Xiumin?" mata chen terbuka sempurna menemukan xiumin disampingnya. "kau kesini? Ada apa?" .

Bukannya menjawab, xiumin justru memeluk chen dengan erat. Chen memeluk leher xiumin erat erat, menggumamkan kata kata 'aku merindukanmu' yang tertahan sejak ia berada di dunia manusia.

Chen tau xiumin akan sulit berkata apapun dalam wujud serigalanya jadi chen membiarkan sihirnya bekerja. Detik kemudian, dia menjadi manusia dengan pipi chubby dan rambut hazzelnya.

"CHEEEN!" Xiumin memekik girang, khas anak anaknya. "aku merindukanmu" .

"aku juga" Chen balas memeluk xiumin. Melepasnya, membiarkan dirinyabertanya sendiri atas dasar penasaran dan rasa gelisah juga khawatir yang lebih mendominasi. "jadi?ceritakan kenapa kau bisa berada disini".

Xiumin menggigit bibrnya takut takut, Dia ingin berkata terus terang tapi dia takut chen akan sakit hati.

"ayahmu yang menyuruhku kesini" .

"ayah? " .

Xiumin mengangguk. "ayah tau kau bersekongkol dengan Kris dan tidak membawa dia kembali ke dangguk forest, ayah bilang aku harus turun sendiri dan membujukmu membawa kris pulang atau …" .

Chen memperhatikan gerak gerik wajah xiumin yang mengeluarkan aura gelisah, "atau?" kalimat chen menggantung diudara.

Xiumin menggeleng seolah dia hendak mengatakan sesuatu tapi diurungkan. "Atau aku akan menggelitiki perutmu"

" YAAK! Baozi!" Chen mengomel saat tangan kecil xiumin menggelitiki perutnya. Suara tertawa chen cukup membuat si tukang tidur suho bangun dengan muka bantalnya dan bertanya. "ada apa ini?" .

Chen menggeleng. "sebaiknya kau keluar" .

Suho menangkap pandangan penuh arti yang berarti sangat seram bagi xiumin , dan Suho keluar. Detik berikutnya pintu tertutup.

.

Suho tidak mau tau apapun dan dia mencoba tuli untuk sejenak . Dia tau chen dan xiumin akan seperti apa didalam sana tapi dia tidak mau tau. Mereka sepasang kekasih sementara suho siapa? Dia bukan siapa siapa. Dia merasa terganggu tapi dia tidak punya hak untuk marah. Diakesal, dia cemburu, dan suho hanya membiarkan perasaannya sendiri seperti itu sampai Chen sadar posisi suho di sisinya selama ini.

.

Tapi chen melakukan kesalahan terbesar yang membuat dia tidak akan menghilang sampai kapanpun bekasnya. Hari itu, hari dimana dia tidak menginginkan hari ini datang.

Kris masih dalam wujud manusianya saat itu, dan dia tidak tau menahu ada kakak Luhan dan Sehun disana. Ya, namanya Tao. Kris yang berada di dunia tidak tau kalau semua itu karena sepupu suho yang namanya Lay, yang membuka segel dunia manusia dan Dangguk Forest. Lay adalah orang selain Chen yang memiliki kekuatan sihir tertinggi di Dangguk Forest.

Serangan tiba tiba dari Vhoila ditujukan pada Kris,serangan yang membuat Kris meminta bantuan pada Chen karena pertandingan tidak seimbang antara ratusan manusia dengan tongkat pukul baseball dan sihir yang tidak sehebat Kris dan Chen, tapi mereka punya keahlian masing masing. Chen akui Vhoila cukup hebat dengan taktiknya.

Chen menghilang dengan sihirnya, membawa Xiumin atas dasar rengekan anak itu tapi dia sama sekali tidak membiarkan Suho ikut dalam kekacauan yang dia buat. Karena SUho tidak bisa bertempur. Dia disini sebagai penyembuh pribadinya. Bukan sebagai teman bertempur.

Dia kaget saat mendapati Tao sudah disana, di lapangan bola dekat pusat kota Seoul, sepi, dan ini suasana malam yang sangat mencekam. Tao membantu Kris berdiri dengan luka disekujur tubuhnya. Chen masih terbang diudara dengan Xiumin yang bersembunyi dibelakangnya.

Chen ingin turun, tapi dia tidak ingin Xiumin terlibat. Tapi salah satu dari Vhoila menemukan nya, Chen sudah menggunakan sihir transplatasi udara yang membuat dirinya bagai kabut udara yang tidak terlihat tapi Chen sudah bilang, Vhoila memiliki manusia yang memiliki ilmu sihir yang berbeda beda jadi dengan mudahnya satu orang menangkap bayangan Chen dan XIumin.

Chen dan Xiumin ikut bergabung dalam pertempuran. Kris sudah terengah. Setau Chen, anak dewa matahari di negeri Werewolf adalah pemilik kekuatan tertinggi – walaupun dia miskin ilmu sihir- tapi kekuatan bertarungnya sangat tangguh. Kalau sudah lemah seperti ini artinya Kris sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaganya.

" tao!" Xiumin menepuk bahu Tao. Tao menoleh . dan tatapannya berubah sedih.

Tao berbalik kearah Kris. Dia membiarkan Kris bangun. "Lari" .

Kris terkejut. "tidak bisa, Tao " .

Tao memberanikan dirinya maju selangkah dengan linangan air mata dan wajah kesedihannya dan mengecup bibir Kris singkat. "maafkan aku" .

Kris kaget. Sangat kaget melihat tanda bunga matahari di lidah Tao. Itu segel ayah Chen. Itu segeldimana ketika kau bersumpah melakukan suatu hal, dan jika kau gagal, kau akan mati. Tao memiliki tanda itu!.

"TAO!" Kris mencengkram bahu Tao. "darimana kau dapat tanda itu!? Katakana padaku perjanjian apa yang kau buat dengan – pembunuh ibuku!" Kris menekankan kata katanya.

Tao menggeleng, "kau harus pergi" .

"Tao!" .

Tao membiarkan Xiumin membawanya ke pertempuran sengit dimana terjadi aksi saling baku hantam dan pertahanan Tao yang tidak seimbang. Dia tau dia akan kalah ketika Vhoila mulai mengeluarkan sihir di udara dengan gelembung sangat besar membuat siapapun tidak bisa keluar, tapi Kris yakin setidaknya Chen bisa menemukan kelemahan dari semua sihir yang dikeluarkan Vhoila.

Fokus Chen terbagi antara melindungi Xiumin dan membaca sihir yang dikeluarkan Vhoila sementara Kris sedang mempertahankan dirinya sendiri untuk mempersiapkan sihir teleportasi dengan kekuatan fisiknya yang semakin menipis.

Kekuatan Kris yang semakin menipis dan Sihir Chen yang membeku beberapa saat membuat keadaan menjadi sulit. Tao sudah berusaha mempertahankan kesadarannya. Kris selesai dengan pemulihan cepatnya dan dia segera bersiap untuk berteleportasi.

Chen meneriaki Kris. "Kris! Sekarang!" .

"Tapi- " .

"Tao akan selamat" Kris mempercayakan kata kata Chen barusan. Dia percaya kekasihnya akan selamat.

Kemudian Kris menghilang dengan cepat. Dan Semuanya berubah menjadi perang kematian setelah Kris berhasil lari dan Vhioila yang melumpuhkan Tao dengan cepat sementara Chen berjuang dengan Xiumin yangberada di punggungnya. Berjuang untuk lari.

.

.

Itulah hari dimana Kris bertemu Kyungsoo sementara Chen berjuang dengan usaha melupakan Xiumin bersama Suho disampingnya.

.

.

Chen terus berlari bersama Xiumin di punggungnya. "Xiumin-ahh .. bertahanlah" .

Xiumin menggeleng. "ini tidak akan lama".

Chen menangis keras. "Jangan bicara bodoh! " .

Xiumin tetap menangis saat tiba tiba jantungnya berdenyut nyeri. Kesempatannya semakin sempit. "Kau harus tau Chen, ayahmu tidak pernah menginginkan dia membunuh Ibumu dan Ibu Kris. Dia hanya terpaksa".

"jangan bicara apapun tentang pembunuh itu! Dia adalah alas an utama kenapa aku dan Kris tidak akan pernah kembali ke Dangguk forest" .

Xiumin mengerang lagi. "Chen, kau harus mencari tau!ayahmu tidak sejahat itu" .

Chen menggeleng. "Tidak akan" .

.


Itu mimpi terburuk Chen. Detik berikutnya, dia sadar ternyata dia sedari tadi hanya melamun tentang bagaimana masa lalunya dan kebodohannya membiarkan Xiumin mati. Tidak – dia mati bukan karena Vhoila. Tapi karena segel yang sama yang diberikan ayahnya di lidah Xiumin. Segel yang tandanya ketika Xiumin gagal membawa pulang Kris, dia akan mati.

"hei.. melamun lagi?" Suho menyodorkan segelas the hangat untuk Chen.

Chen menggeleng. Dia memperhatikan wajah pucat Suho. "Sebaiknya kau tidur" .

"aku harus ke café. Aku harus memastikan Kyungsoo baik baik saja dengan kejadian mengejutkan tiba tiba semalam."

Chen menggeleng. "Kris pasti sudah memanipulasi ingatannya" .

Chen mengagguk .


DRABBLE WOOKIE.


Hari ini kyungsoo tidak ke café karena sms menyebalkan Baekhyun yang mengatainya keledai bodoh, dan tidak datang. Tapi kyungsoo sudah terbiasa jadi dia hanya membiarkannya.

Kyungsoo membiarkan Kris mengikutinya dari belakang sementara tangannya aktif mendorong keranjang belanja dan mulai memasukan beberapa bahan makanan kedalam kerangjangnya. Mereka sedang berada di Pasar swalayan sekarang. Obesi Kyungsoo terhadap pororo cukup membuat Kris sakit mata. Dia bukan hanya membeli beberapa minuman penyegar dengan gambar pororo, tapi juga snack snack dan beberapa makanan anak anak lainnya.

"Kyung… apa ini tidak terlalu banyak?" .

Kyungsoo membiarkan kris bertanya tapi dia hanya mengacuhkannya. "apa ikan kaleng butuh juga?" Kyungsoo bertanya pada kris.

"terserah" .

"call!" Kyungsoo memasukan 2 kaleng ikan sarden kedalam keranjangnya. "kita kan hanya berdua, kau membeli makanan seolah olah kita tinggal dengan lima orang" .

"kau dihitung empat"Kyungsoo berkata sambil mulai menaruh belanjannya di kasir.

"Pororo lagi" gumam kris. "memangnya kenapa?" Kyungsoo bertanya kesal.

"Kau itu … ckck. Tidak sadar umur ya? Pororo kan acara anak kecil" .

"tapikan disana tidak ada tulisan 'dewasa dilarang menonton' jadi sah sah saja" Kyungsoo mendumel.

Kris terkekeh. "iya iya" .

Kris membiarkan tangannya menggandeng tangan kecil Kyungsoo keluar dari pasar swalayan untuk pertama kalinya. Dada kyungsoo berdesir aneh, tapi dia berusaha berpikir postif . Mungkin karena angina tau cuaca yang tidak bagus yang jelas jelas dia tau itu pemikiran bodoh yang tidak ada kaitannya.

Sesampainya dirumah, kyungsoo tidak berbicara apapun dan langsung membawa beberapa plastic belanjaannya ke dapur. Meletakannya kedalam rak rak dan lemari kecil tempat bahan makanan biasa ia simpan.

Kris ikut membantu Kyungsoo. Tapi ketika tangan nya dan tangan kyungsoo bersentuhan atau kulitnya bersentuhan dengan Kyungsoo, membuat wajah Kyungsoo panas dan ingin cepat cepat menghindar dari Kris.

Kyungsoo orangnya ceroboh. Jadi dia tidak tau ketika dia menjinjit ketas rak paling atas dimana dia biasa meletakan bungkus bungkus teh celup, tangannya menyenggol topeless gula pasir dan mengenai wajahnya. Kyungsoo reflek menutup matanya saat ada yang masuk ke matanya dan membuat matanya kelilipan.

"aduh! Matakuu" paniknya.

Kris buru buru menarik bahu kyungsoo dan menangkupkan wajah mungil itu dan meniup niup mata Kyungsoo tanpa aba aba. Kyungsoo belum siap dengan ini. Dengan wajah kris yang sedekat ini. Dia mengumpat, kenapa bisa sih ada laki laki setampan Kris? Kalau dia melakukan operasi plastic, apa mungkin hidungnya setinggi itu? Kenapa bibirnya tipis sekali? Kenapa matanya begitu indah sih? .

"kyungsoo?" Kris menepuk nepuk pipi tembam Kyungsoo. "kau baik baik saja?" .

Kyungsoo mengangguk . "ya".

.

.

Kyungsoo sudah jalan ke café pagi pagi sekali karena sms Baekhyun lagi lagi. Katanya dia sedang dirundung masalah dan dia butuh teman curhat, alibi. Jadi kyungsoo bisa punya alas an untuk datang pagi dan menghindarisi muka terlalu tampan – Kris. Kyungsoo membiarkan mangkuk susu Monggu terisi penuh. Dan dia meninggalkan secarik note di meja makan

..

Kris, kau bisa masak kan? .

Kuharap kau tidak membakar dapur. Masak sendiri ya. Biarkan Monggubermain keluar dan ajak dia berkeliling taman. Oke? Kurasa sedikit jalan jalan akan membuat kalian semakin akrab. Siapa tau kalian cocok dan berjodoh? .

.

Apa ini? Berjodoh dengan anak anjing? Pikir Kris.

Kris berinisiatif untuk mengajak jalan jalan Monggu dan mereka akan bertemu di taman , sore ini, saat Kyungsoo pulang kerja. Itu planning Kris.

Dia melirik Monggu yang asyik dengan susunya. Kris berjongkok untuk merasakan bulu bulu Monggu. Tubuhnya kecil dan gemuk, bulunya berwarna coklat. Lucu sekali. Sama seperti pemiliknya.

Kris jadi ingat Tao yang penyuka anjing. Bagaimanapun, biarpun dia tidak mencintai Tao , tapi Tao tetap kekasihnya. Kris tidak menyalahkan Luhan yang menuduhnya seenaknya dengan mengatakan dia pembunuh Tao karena pada nyatanya itulah yang harus diketahui Luhan.

.

.

.

Kyungsoo berjalan mengantarkan pesanan ke meja 26, membiarkan blueberry softcake buatan Suho dimakan pelanggan. Dia tidak rela! Itu kue kesukaannya.

Baekhyun kembali dari Pantry setelah mengganti bajunya dengan seragam kerja Cafenya.

" aku kesal sekali" .

Kyungsoo menoleh kearah Baekhyun. Dia berjalan menghampiri Baekhyun dan merumpi sebentar di dekat pantry.

"kenapa baek? ".

"orang orang disini semakin aneh. Chen lebih pendiam dari biasanya dan Suho tidak melakukan apapun yang bisa membuat orang tertawa padahal kan aku butuh hiburan. Mereka kenapasih tidak bisa selucu chanyeol?".

Kyungsoo memutar bola matanya malas. "Hei anak bodoh! Memangnya suho pelawak. Dan lagi.. jangan bawa bawa kekasih jelekmu itu. Dia darisananya sudah bodoh dan ediot ya, omong omong" Tambah Kyungsoo pedas dan dihadiahi jitakan keras dari Baekhyun.

Baekhyun mendengus sebal. "apasih .. chanyeol tidak ediot ya! Dasar manusia tidak laku laku!" .

"ceeeh! Siapa yang kau sebut tidak laku? " Kyungsoo mendumel.

"KAU! " .

"Heiii!" kepala Suho menyembul dari dapur, mengaggetkan rumpian singkat Kyungsoo dan Baekhyun.

"banyak pelanggan tapi kalian malah merumpi, cepat kembali bekerja!" .

Kyungsoo menggetok pelan kepala Baekhyun dan buru buru berlari ke depan. Setelah memeletkan lidah pada Baekhyun tentunya.

.

.

Kyungsoo membereskan meja meja pelanggan dengan cepat. Tapi matanya bertemu pandang dengan seseorang berkulit putih , tinggi, berambut merah. Wajahnya seperti bayi. Tapi tubuhnya tinggi seperti Kris. Tidak sesuai. Dia berada diluar café tempatnya bekerja, memperhatikan kue dengan hiasan panda diatasnya. Itu kreasi Tao – yang tidak masuk sudah seminggu ini – dan dipajang di etalase toko tapi tidak ada yang mau memakannya. Karena Kyungsoo sanksi dengan rasanya, Tao tidak pandai memasak.

Kyungsoo merasa laki laki itu tidak punya uang atau apa jadi dia mengambil kue itu dari etalase. Dia keluar dan mengabaikan tatapa peringatan dari baekhyun. "mau dibawa kemana kuenya?".

"Beramal!" ucap Kyungsoo singkat.

Kyungsoo menghampiri laki laki itu dan dia melihat Kyungsoo dengan tatapan heran.

"jangan salah sangka dulu. Aku bukannya mengira kau tidak punya uang atau apa, tapi kurasa kau menginginkan kue ini dan aku bisa memberikannya gratis padamu" Kyungsoo menyodorkan kue tart dengan hiasan boneka panda kecil ala Tao, yang sudah dibungkus rapih dengan paper bag pada laki laki didepannya.

"ambillah".

Tapi laki laki itu melihat Kyungsoo dengan tatapan terkejut. Kaget. Tidak tau harus berbuat apa.

"k-kau?" .

"ya?" Kyungsoo melihat laki laki didepannya dengan tatapan menyelidik. "oya, perkenalkan, namaku Kyungsoo" .

"Sehun" balas sehun cepat. Dia mengambil kue dari Kyungsoo. "Terimakasih" .

" sama sama" Kyungsoo tertawa canggung. "kau mau mampir ke kedai kami? Kuenya enak enak lho. Passtiser kami namanya Suho, dia cukup popular disekitar sini" Kyungsoo beroceh panjang tanpa sadar membuat Sehun kaget. Kaget karena nama SUho yang tidak asing di telinganya disebutkan.

Sehun yang berdiri di depan Kyungsoo adalah Sehun dalam wujud manusia, bukan serigala. Peringatkan itu pada Sehun sebelum dia melangkah masuk kedalam kedai café tempat Kyungsoo bekerja.

Sehun menggeleng. "tidak" . Dia kemudian bertanya. "Apa kau tau alamat ini? " .

Kyungsoo melirik secarik kertas yang disodorkan Sehun padanya. "oh ! ini? Tidak jauh dari sini sih sebenarnya. Dekat Taman kota di persimpangan jalan" .

Sehun menggeleng, tersenyum kaku. "aku sama sekali tidak tau" .

"kau tidak tau?" mata bulatnya membulat, membuat Sehun gemas. "ya ampun. Sebentar. Aku akan mengantarkanmu kesana. Keberatan jika menunggu aku berganti pakaian? Inis eragam café kau tau. Agak risih memakainya keluar luar. Memalukan" Kyungsoo berbisik seprti ahjumma ahjumma membuat Sehun tertawa. Lucu sekali. Bahkan Kyungsoo dan Sehun kan baru saling mengenal.

"ya, pergunakanlah waktu selama yang kau mau" ucap Sehun.

"tidak akan lama, Sehun!" Teriak Kyungsoo buru buru menghilang dari balik café. Detik berikutnya, dia sudah keluar dengan pakaian casualnya.

"ayo! Aku antar! " Kyungsoo dengan pede mengamit tangan Sehun tiba tiba membuat Sehun kaget lagi. "tapi tidak gratis ya…" Kyungsoo berjinjit untuk membisikan sesuatu ketelinga Sehun. "kau harus mentraktir aku ice cream!" .

.

.

Kris sudah menunggu di Taman Kota sesuai pesan Kyungsoo tadi . Dia bilang, Kyungsoo agak sedikit telat ke Taman karena mengantar seseorang yang tersesat. Monggu berada di bawahnya, dengan tali yang terhubung dengan lehernya sementara Kris memegangnya. Jadi Monggu tidak akan lari.

Kris merasakan aura aneh di sekelilingnya. Dia melihat pergalangan tangan kirinya. Tatonya tidak menunjukan tanda apapun, tapi dia merasa aura aneh yang sama. Kesimpulannya.

Ini diantara Sehun dan Luhan.

Kris memejamkan matanya dan mulai merasakan bahwa aura itu semakin dekat. Di sudut matanya, dia tersenyum saat Kyungsoo sudah tiba disana. Tapi dia menuju kemari, ketempat Kris, bersama seseorang yang tersenyum meremehkan kearahnya.

"KRIS!" Kyungsoo berlari lari semangat sambil menarik tangan Sehun seperti anak balita melihat lollipop kesukaannya.

"maaf agak lama" Tutur kyungsoo.

Kyungsoo membiarkan Sehun berdiri disampingnya.

.

.

" Kris, perkenalkan. Ini sehun" .

.

Tidak ada perkenalan kedua setelah mereka bertemu. Hanya ada dua pilihan.

Perang saudara atau mati.

TBC!.


kemaren ada yang nanya ya yang werewolf siapa yang manusia siapa? terus ada yang udah bisa nebak kalau Chen,Xiumin,Tao,Kris,Luhan,Sehun itu berasal dari kaum yang sama? keren! yep! bener banget! mereka sama sama werewolf. Pokoknya ikutin terus ajadeh. Makasih buat review yang udah masuk. Makasih buat fave nya dan makasih buat yang udah baca.

Maaf ya gabisa bales review kalian satu satu. Tapi kalau mau kenal sama aku boleh ajah kok :D liat ajah di bio *promosi* hehehe.

Review?. Kalau reviewnya banyak aku gabakal ngaret ngaret updatenya. wkwkwk. salam kolor kyungsoo! .