WEREWOLF.

Cast : Kris & Kyungsoo! Other cast akan muncul dengan sendirinya.

A/N : maaf buat typo pada ceritanya. This is YAOI. DLDR.

.

.


Kyungsoo dan Kris saling bertatapan sementara Sehun tersenyum pada Kris. Kris tau arti dari senyuman itu dan dia tidak berusaha untuk menegur atau menyapa atau berkenalan karena pada dasarnya mereka sudah saling mengetahui.

" hei? Kalian tidak mau berkenalan?" Kyungsoo membuka suara dengan canggung. Matanya melihat Sehun dan Kris bergantian. "kalau begini caranya aku seperti diapit dua raksasa tinggi" Dengusnya.

Kris tertawa. "benarkah? Makanya minum susu yang rajin biar cepat tinggi, kecil!" Kris mengacak acak rambut Kyungsoo. Sementara Sehun menjulurkan tangannya, "aku sehun" .

"aku kris" balas kris.

Kris mengambil tangan kanan kyungsoo dan menggengam telapak tangan kecil itu dengan tangan besarnya. Melemparkan tatapan peringatan pada Sehun "jadi jalan jalan sorenya?" .

Oh ya, kyungsoo ingat. "Ya, sekalian mengantar Sehun? Dia baru di Seoul" .

Kris mengangguk . Dia mengacuhkan Sehun. Kyungsoo juga berusaha untuk tidak bertanya – atau itu bisa lakukan nanti dirumah – jadi ketika kris membawa Monggu berjalan bersama mereka sementara Sehun mengikutinya dibelakang.

.

.

Sebenarnya jarak antara taman kota dengan apartemen tempat Sehun tinggal tidak begitu jauh tapi karena sepi dan tidak ada yang memulai pembicaraan terasa sangat aneh. Kyungsoo suka berisik jadi ketika suasananya hening rasanya tidak nyaman.

" sampai" .

Kyungsoo, Kris dan Sehun berhenti di depan apartemen sederhana dengan tingkat delapan di depannya. Sehun tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada Kyungsoo sementara kris diam saja.

Ketika Sehun masuk baru kyungsoo bertanya . "kau kenapa diam saja sih?" .

"Huh?" .

Kris menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "tidak apa apa" .

Mata Kyungsoo memicing, "kau pernah mengenal Sehun sebelumnya?" .

Kris menggeleng. "tidak" . Dia berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan Monggu. "berencana pergi ke suatu tempat?" .

Alis kyungsoo bertaut bingung dan dia mendengus kenapa Kris suka sekali mengalihkan perhatian saat seseorang sedang berbicara padanya.

Dia menghentakan kakinya kesal kemudian berlalu meninggalkan Kris sementara Kris tersenyum kecil kemudian memgikuti langkah kecil Kyungsoo.

.

"Ya! Anak kecil! Jangan pergi tanpa pengawasan orangtua!".

.

.

"KRISSS!" .

.

.

.


[Drabble Wookie] .


.

.

Sehun datang pagi pagi sekali, bahkan sebelum café Chen buka. Dia bersandar pada sisi pintu utama. Belum sepuluh menit dia disana, Chen datang dan melemparkan tatapan sinis padanya.

"mau apalagi?" Chen bertanya dengan nada yang tidak bersahabat. Sehun tertawa kecil. "kau tidak membiarkan pengunjungmu masuk terlebih dahulu? Oke, aku anggap itu sapaan yang ramah, Tuan Chen yang terhormat" .

Chen mengambil kunci dari saku celananya, kemudian membiarkan Sehun masuk lalu mereka memilih ruangan Chen sebagai tempat percakapan pagi mereka. Sehun duduk di kursi , berhadapan dengan Chen. Raut wajahnya berubah serius. Chen memperhatikan gerak gerik sehun – takut serangan tiba tiba atau apa – tapi ternyata tidak ada gerakan appaun yang dilakukan Sehun padanya.

" ini soal Luhan" Sehun berbicara. Chen memangku dagunya dengan kedua tangannya yang ia lipat.

" kenapa?" .

Sehun tau, Chen tidak cari masalah dengannya dan dia tidak ada masalah dengan Chen. Yang bermasalah adalah Luhan. Tujuan mereka datang kesini karena Kris, tidak. Luhan yang punya tujuan utama disini, Sementara Sehun hanya mendampingi . Luhan ingin membawa Kris dengan tangannya sendiri, membunuh Kris dengan tangannya sendiri dan Sehun disini dengan tujuan diam diamnya. Mencegah semuanya terjadi.

"aku sudah memberikan apa yang aku punya, sekarang? Kenapa lagi dengan Luhan?" Chen bertanya malas. Kemarin, Chen yang merubah Sehun dan Luhan agar bisa hidup di dunia manusia dengan wujud manusia mereka. Tapi tidak dengan Luhan. Semuanya berjalan sangat buruk.

"Luhan belum sempurna" Sehun mengeluh. Sehun ingat, setiap malam, Luhan selalu berubah dalam wujud setengah serigala, tidak sepenuhnya, dan itu membuat Luhan terus lepas control jadi dia tidak bisa mengendalikan diri dari rasa sakitnya. Sehun benar benar merasa tidak suka dalam bentuk perubahan Luhan yang tidak sempurna dan dia tau, Chen tidak termasuk dalam kategori penyebab semuanya terjadi.

Chen diam memikirkan Luhan, dia ingat Luhan sangat tidak menyukai manusia, itu dia. "Luhan harus bisa beradaptasi dengan wujud manusianya. Luhan harus menyukai manusia bagaimanapun caranya. Itu satu satunya cara agar dia sempurna" .

Sehun mengerutkan alisnya bingung, "apalagi itu?" .

"Buat dia tidak membenci manusia, Buat dia terbiasa dengan kehadiran manusia di sekelilingnya supaya wujud manusianya sempurna" .

.

.

Perbincangan kecil Chen dan Sehun di ruang tengah cukup menghabiskan banyak waktu. Kyungsoo baru saja masuk kedalam pantry untuk berganti pakaian kemudian dia kaget ketika mendapati Sehun keluar dari ruangan Chen. "oi! Sehun-a?" .

"nee?" .

Kyungsoo buru buru menghampiri Sehun. "sedang apa kau disini?" .

Sehun tersenyum kemudian, "aku menemui Chen hyung" .

"kau kenal dengan dia? Kalian saling kenal?" Tanya Kyungsoo bertubi tubi. "ya, sedikit" balas Sehun.

Kyungsoo mengangguk mengerti, kemudian dia mengeluarkan bluberry soft cake dari etalase depan tempat kue kue dipajang. "kau sudah sarapan belum? Ini ada kue buatanku sendiri loh" kyungsoo berkata.

Sehun tersenyum canggung, "nee?" .

Kyungsoo mengambil sendok kecil dari nakas kasir, kemudian menyendok kuenya dan menyodorkannya ke bibir Sehun. "aaaaa~" .

Sehun membuka mulutnya dan menelannya paksa, karena Kyungsoo yang mengejutkannya. Bukan karena kuenya, tapi karena tindakan tiba tiba Kyungsoo."nah bagaimana? Enak tidak?" .

Sehun mengangguk. "t-terimakasih" ucapnya malu malu. Sehun membiarkan Kyungsoo menghilang ke dapur entah melakukan apa. Jantungnya berdesir aneh. Dia merasa itu bukan karena cuaca pagi hari atau suhu tubuhnya dalam wujud manusianya tidak stabil.

.

.

Tapi karena Kyungsoo.

.

.


[Drabble Wookie] .


.

"aku pulang" .

Kyungsoo menutup pintu dan kemudian beranjak ke dapur, dan dia menemukan kris sedang menonton TV diruang tengah bersama Monggu. "kau datang? Selamat datang kalau begitu" .

Kyungsoo mengacuhkan ucapan tidak penting Kris dan dia mulai mempersiapkan bahan bahan makan malam mereka sementara Kris mengikuti dari belakang. "perlu bantuan?" .

Kyungsoo menggeleng, masih memotong sayurannya. Sementara Kris duduk di meja makan dan memperhatikan kyungsoo.

Kyungsoo curi curi pandang kearah kris, "apa yang kau lihat?" .

"tidak ada" Kris menjawab. Kemudian dia melihat kyungsoo mengeluarkan tepung, mencampurinya jadi satu dengan daging. "kau akan membuat apa?" .

"makanan" Kyungsoo mengambil penggorengan dan menuanginya dengan minyak, kemudian mulai memanasinya. Dia mencuri lihat kearah kris lagi yang menatapnya tajam. Tatapan mata yang membuat jantung Kyungsoo berdetak tidak karuan. "jangan tatap aku seperti itu" .

Kris terkekeh, "kenapa?" Kris menggoda Kyungsoo, dia bangun kemudian menghampiri kyungsoo. Kyungsoo mundur beberapa langkah dari kris, "m-mau apa kau?" .

Kris memajukan wajahnya sampai beberapa senti didepan wajah Kyungsoo, meneliti wajah bulat dan mata bulat itu dengan seksama. "kau kenapa begitu gugup?" Tanya nya, kyungsoo menggeleng.

"atau jangan jangan…." Kris menjeda kalimatnya. "kau menyukaiku ya?" tebaknya.

Kyungsoo gelagapan. "apa!?" butuh beberapa saat sampai Kris tiba tiba maju dan mencium pipinya.

Dia mematikan kompor Kyungsoo, tau ini akan memakan proses lama. Dia mengambil beberapa tepung, mencoleknya sedikit ke pipi Kyungsoo yang membuat pipinya merah.

"KRIS! Tidak lucu" Kyungsoo berteriak sementara kris sudah berlari terlebih dahulu sebelum kyungsoo melemparinya dengan barang.

.

"Kejar aku kalau bisa".

"awas kau!" Kyungsoo berlari lari kecil mengitari ruang tengah sementra Kris tertawa gembira sekali karena Kyungsoo tidak pernah berhasil menangkapnya.

.

Dia tidak pernah tertawa selepas ini. Dan Itu karena Kyungsoo.

.

.


[Drabble Wookie] .


.


.

Luhan menggeram lagi, dia mengacak acak semua yang ada didepannya. Semuanya, dia kemudian lompat dari Jendela untuk menggeram lebih keras. Sehun terus berada dibelakang Luhan, tetap menjaga jarak dan tidak melakukan apapun.

"Kris!" gaungan Luhan. Dia merasa tubuhnya panas, dan dia harus melampiaskannya dengan cara apapun atau tubuhnya akan terasa lebih panas berjuta juta kali dari ini. Kulit putih susunya mengeluarkan bulu dan matanya berubah menjadi merah. Seolah didalam nya ada api yang sangat panas. Dia berlari, dalam wujud tidak sempurnanya.

Sehun berubah panik saat luhan benar benar berbuat kacau. Dia berlari keluar, dan dia tidak tau Luhan akan bertemu dengan siapa. Sehun berpikir cepat dia akan minta tolong dengan siapa kali ini dan dia tidak mungkin meminta Chen untuk menemui Luhan dalam kondisi seperti ini. Chen bisa mati.

Luhan terus berlari entah kemana, menembus gang gang kecil di pinggir kota yang sepi karena ini sudah memasuki waktu dini hari. Dan Sehun terus mengekor dibelakangnya. Setidaknya dia bersyukur Luhan belum berbuat apapun untuk saat ini.

Luhan menemukan kedai kopi kecil yang menarik perhatiannya dan matanya tiba tiba memicing saat melihat ada segelintir manusia disana. Dia mulai berbuat onar, menghancurkan semuanya.

"Berhenti" teriak orang orang disana, tapi Luhan tidak mau berhenti. Sehun berusaha untuk menghentikannya dan luhan mendoronya kasar sampai dia terpental beberapa meter, dia berpegangan pada sisi meja, luhan terus mengahncurkan apa yang ada didepan matanya. Orang orang mulai berlarian, tapi mereka tidak berteriak apapun karena Sehun memberikan isyarat pada mereka agar tidak membuat keributan.

Seorang pemuda memecahkan botol soju tepat di kepala Luhan , dan tindakannya sangat berani, Luhan menggeram saat merasa kepalanya basah karena darah merembes dari kepalanya.

"kau!" ucap Luhan.

Luhan menarik kerah pemuda itu dan mencekiknya. "a-ampun tuan".

Luhan menggeram lagi. Dia mengangkat tangannya tinggi tinggi sampai mengeluarkan kuku. Mencabik kepala orang itu dengan kasar, sampai pipinya penuh luka dan wajahnya tidak berbentuk tapi orang itu masih bisa bernafas . Sehun tidak bisa melakukan apapun.

Dia menangis.

Dia merasa tidak berguna.

.

.

"berhenti disitu".

.

Mata Sehun terbelalak. Itu, "kris hyung!".

.

.


[Drabble Wookie].


.

.

Kyungsoo bangun saat merasa sebelah kasurnya – kasur dibawahnya kosong – dan dia tidak menemukan Kris dimanapun.

Dia mengecek keluar kamarnya, dan hanya ada Monggu disana yang sudah tidur didalam kandangnya.

Dia memutuskan untuk keluar setelah tidak menemukan Kris dimanapun. Dia mengeratkan jaket birunya. Udara tiba tiba terasa dingin. Kyungsoo berjalan cukup jauh, dia sudah melewati dua blok, dan sekarang sudah berada dipersimpangan jalan raya yang sepi. Sama sekali tidak ada orang.

.

"Kemana orang itu" Dengus Kyungsoo. Kris tidak membawa ponselnya pula. Dan itu cukup membuat Kyungsoo khawatir.

Kyungsoo berjalan terus melewati beberapa toko yang sudah tutup. Kemudian dia melihat beberapa orang berlari melaluinya, Seperti orang ketakutan. Kyungsoo menatap mereka aneh, dan mereka menghiraukan kyungsoo begitu saja.

Kyungsoo terus berjalan mengikuti arah pandang nya, kemana orang orang aneh itu berlari ketakutan dan dia sampai di sebuah perempatan dimana disebrang sana terdapat kedai kecil yang hancur berantakan.

Dan dia melihat kris disana.

.

.

"Kris!" dia buru buru menghampiri Kris. Dia berlari, tapi Kris tidak mendengarnya. Dia memicingkan matanya melihat seseorang yang berada dibalik bahu tegap kris.

.

.

"Sehun".

Dan ada satu lagi sosok menyeramkan yang dia tidak tau tapi cukup membuat kyungsoo bergidik karena kondisi fisiknya yang sangat buruk. \

Luhan mencium bau manusia terakhir, dan matanya bertemu pada Kyungsoo diujung sana, Kris berusaha untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya, dia menyerang Luhan dengan serangan awal. Mengambil lengan kiri Luhan dan memutarnya kebelakang tapi cara itu tidak cukup efektif.

Luhan memberikan tendangan di perut, bermaksud menyakiti Kris tapi yang ada hanya membuat dia terlepas dari kris, Kris tersungkur dan dia berdiri lagi. Dia memberikan pukulan dan tendangan tapi luhan menangkisnya dengan cepat.

Pandangannya tertuju pada Kyungsoo.

Luhan sangat benci manusia. Dan manusia sudah seharusnya mati. Itu adalah penetapan di dalam hatinya yang tidak bisa dirubah.

Luhan berlari meninggalkan kris dan dia dengan cepat menarikleher Kyungsoo dengan sebelah lengannya. Dia menindih Kyungsoo dan menggeram. "kau !mati" itu yang diucapkan luhan.

Kris tidak sempat melakukan apapun , dia berlari menyusul Luhan yang menggeret lengan Kyungsoo, dia melakukan serangan kedua dengan melompat pinggiran tembok, dia berlari menyusul luhan dari arah berlawanan dan menemukan satu titik dimana dia bisa melumpuhkan Luhan. Sehun ada dibelakang Luhan, dia berlari menyusul Luhan tidak kalah cepat dari kris.

"Luhan!" .

Pandangan Luhan bertemu dengan kris yang melompat dari atas gedung pertokoan. Kris menendang tengkuk leher Luhan setelah melompat kebawah. Luhan jatuh tersungkur, kris dengan cepat mencengkram bahu Luhan dan menahan lehernya dengan lengan kanannya.

Sehun bergerak cepat, kris meninggalkan sisanya pada Sehun. Dia mengambil Kyungsoo yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah pucat ketakutan dan bekas bekas air mata masih terlihat jelas. Wajahnya dingin membeku dan Sehun buru buru melepaskan jaketnya melindungi tubuh kecil pria yang lebih tua dua tahun darinya.

.

.

Apartemen Sehun menjadi pilihan utama ketika mereka tidak memungkinkan pulang dengan keadaan kacau begini. Diluar banyak polisi yang berusaha menyelidiki sementara disini adalah satu satunya tempat paling aman sehingga Kris enggan keluar meskipun menjadi pilihan tersulit karena Luhan. Luhan tidak menyukai manusia dan dia membenci Kris.

"tenangkan dirimu!" Sehun membentak luhan. "apa kau gila? Kris masih kaum kita. Hentikan pembalasan bodohmu itu!" Sehun menekankan. Suasana di kamar Luhan benar benar mencekam, sementara Kyungsoo tertidur di kasur Luhan dan Luhan bersandar pada dinding di sudut kamar dengan rantai rantai yang mengikat kaki dan tangannya.

Luhan tidak membicarakan apapun , dia menatap Kris dengan tatapan membunuh dan Kris mengabaikan ketertarikan – pembalasan dendam beradu argument mata – Luhan. Fokusnya untuk membersihkan memar memar di wajah Kyungsoo.

Sehun melihat Kyungsoo dan beralih lagi ke Luhan "dia kuncimu" .

"apa?" .

"kau ingin terbebas dari ini semua? Dari rasa sakitmu dalam perubahan wujud barumu?" Sehun member keterangan singkat tapi luhan sama sekali tidak menangkap maksudnya.

"kau tau sesuatu?" Kris bertanya, menyela.

"Kyungsoo" Sehun menjawab. "biasakan diri dengannya maka kau akan terbiasa" .

"dan aku bisa membunuh Kris setelahnya?" Luhan terang terangan, Kris tidak tampak terkejut. Kecuali kalau Luhan memang benar benar seorang dewa, kekuatannya bukan apa apa dibandingkan Kris.

"ya, kau akan mendapatkannya" .

.

.

.

Sesaat setelah kejadian malam itu, hidup Kyungsoo tidak pernah tenang. Dia selalu dibayangi ketakutan misalnya saat dia mandi, luhan bisa saja keluar dari dalam kloset dan menikamnya, atau ketika dia tidur, tiba tiba Luhan masuk membobol jendela kamarnya dan mencekiknya atau sebagainya. Saat dia berangkat ke café pun Kris menjadi tameng satu satunya yang dia andalkan. Dia jadi lebih membutuhkan Kris dan kebutuhannya itu tidak bisa dihindari. Dia selalu melakukan kontak fisik dengan Kris – dan dia menyukainya – tapi tidak tau dengan Kris.

Seperti misalnya malam ini, diluar hujan sangat deras dan Kris mengeluh tentang daging , Kyungsoo tidak masak apapun hari ini karena dia tidak belanja, karena dia masih trahuma dengan Luhan dan dia tidak ingin merepotkan Kris karena menemaninya terus menerus.

"kau membutuhkan sesuatu?" Kyungsoo menghampiri Kris yang sedang menonton televise dengan wajah lesu. "ya, aku membutuhkanmu" jawab Kris gamblang.

"Apa?" Wajah kyungsoo berubah seperti orang dungu.

"tidak ada" tawa Kris setelahnya. "dasar orang aneh" cibir Kyungsoo. "Oh dinginnya!" keluh Kyungsoo.

"kemari" Kris menjentikan jarinya. "duduk disebelahku mungkin bisa membuatmu hangat".

Kyungsoo hanya menurut seperti anak anjing pada majikannya. Ya, tidak jauh beda dengan Monggu yang menjadi orang ketiga diantara mereka, berada di sela sela kaki panjang Kris sambil meringkukkan tubuhnya. Kris membiarkan Kyungsoo bersandar pada bahunya, "apa kita tidak butuh selimut?" Tanya Kyungsoo dalam keheningan canggung.

"tidak" Kris mendekap Kyungsoo, seolah olah dia adalah boneka teddy yang sangat pas untuk ukuran rengkuh tangannya. Dia memeluk kyungsoo, mencium wangi khas anak bayi dari rambut coklat Kyungsoo yang lembut. "merasa lebih baik?" .

"nyaman sekali" gumam kyungsoo.

Kyungsoo memainkan ujung bajunya, menetralkan detak jantungnya dengan kamuflase 'nyaman di rengkuhan kris' sebagai kosakata utamanya. "Kris.." .

"ya? ".

Kyungsoo bertanya Tanya apa sebaiknya dia menanyakan sekarang atau tidak tapi kebutuhan jawaban kris dari bibirnya sendiri mendesaknya. "apa yang terjadi bila aku menyukai seseorang yang tidak seharusnya kusukai?" .

Kris terkekeh, dia melihat Kyungsoo tepat di mata. "kalau seharusnya tidak, maka kau tidak boleh. Tapi jika kau menginginkan jawabannya, maka kau bisa mengatakan padanya sekarang".

"ya aku tau" Kyungsoo menjawab setelahnya. "apa kau menyukai sehun?" Tanya kris.

"hah?" .

"orang itu selalu datang ke café mu setiap pagi selama – oh hari keberapa sekarang? Apa hari ke empat belas dia datang lagi?" Kris bertanya seperti orang dungu padahal dia mengingatnya dengan jelas.

"Kris!" Kyungsoo menyikut perut Kris dan bangun dari lengannya. "kenapa sehun?".

"karena dia orang yang seharusnya tidak kau sukai" Kris menjawab enteng. Kyungsoo mendengus kesal, sementara Monggu berjalan menjauh dari mereka dan masuk ke kandang , mungkin anak anjing yang satu itu merasa Kyungsoo dan kris sangat menggangu.

"dasar manusia serigala aneh yang tidak peka!" Kyungsoo mengumpat , besyukur bibirnya tidak jatuh karena terlalu manyun.

Kyungsoo hendak berbalik dan masuk ke kamarnya karena si pria tinggi tampan aneh dan menyebalkan itu tapi Kris keburu menarik lengannya.

"mau kemana kau?" .

"ke kamar" balas Kyungsoo acuh, "aku benci berbicara dengan orang menyebalkan" .

"memangnya dimana letak kesalahanku?" Kris bertanya, dalam jarak tidak kurang dari sepuluh senti dan menatap mata bulat Kyungsoo dengan mata elangnya.

"mau aku jelaskan secara gamblang atau tidak?" Tanya kyungsoo balik.

"pilihan pertama" jawab Kris. "tapi kau harus berjanji tidak akan marah ketika aku menendang barang berhargamu? Okay?" Kyungsoo membuat kesepakatan.

Secara tiba tiba, tanpa persiapan apapun, bibir tebal Kyungsoo mendarat di bibir Kris, tabrakan yang fatal karena Kris benar benar tidak bisa menghindari itu justru dengan mata tertutup dia menikmatinya. Kyungsoo membiarkan dirinya menjadi umpan, setelahnya, Kris yang memimpin diatas lumatan lumatan halus yang membuat kyungsoo terbuai. Lengan panjang kris membimbing hati hati tubuh Kyungsoo dalam pagutan tak berujung itu, membuat tubuh kecil dibawahnya tertindih badan kekarnya. Lengan kris dicengkram kyungsoo, memberi sirene yang menyala keras di kepala kris bahwa ini harus dihentikan tapi Kris enggan. Dia sangat suka sensasi pertama ini, sangat manis dan berbuah candu.

.

.

"Kris, aku menyukaimu" .

.

.

.

.


TBC.


Lama bet y ague apdet. Pokoknya mulai masuk topic permasalahannya di chap depan ye. Jan nyesel, karena FF ini bukan Cuma KrisSo, tapi ada Hunsoo dan Hansoo, gue bingung dah entar siapa yang gue musnahin /?. Ya semoga aja bukan kyungsoo ya itu bebeb gua pen siksa dulu sebelum mati huahahahaha.

Btw, gue abis baca ff 48 hours. Dan setelah diskusi sama temen gue yang namanya sela, gue tetep ga ngerti. Karena ff itu ff translate an jadi palingan gue nangkep garis besarnya aja. Gila, satu chapter aja gue baca lama banget berasa baca rumus kimia. Astaga.

Thanks for reading. BTW, gue nerima request ff asal kalian requesntnya kyungsoo pasti gue jabanin. Tapi jan nyesek ya kalo bebeb kyung gue bikin mati? /plak/.

Itu di ff gue, TaoSoo udah gue bikin, LaySoo juga udah, next bakalan ada baeksoo! Siapa yang mau baca hayo? . Cek di my stories aja yak. Jan lupa review.