Younlaycious's Present
.
.
Ujian Cinta Sehun (Chapter 3)
"Cintaku penuh perjuangan"
.
.
Cast: Masih Hunhan dan member EXO
Rate: Aman dikonsumsi semua umur (?)
Warning: BoysXBoys, Yaoi. Ga suka YAOI ga usah baca gampang kan? ^^
.
.
.
.
Chapter sebelumnya….
"Kita bakal ngerestuin hubungan kalian tapi lu harus lulus ujian yang kita bedua berikan." – Kris. Seketika lutut Sehun lemas mendengar penuturan Kris.
"Jadi ujiannya apa bang?" – Sehun
Lagi-lagi seringaian muncul di wajah KrisHo.
"Mau tau aja ato mau tau banget?" – Suho mendadak aLAY
"Tau banget bang. Cus bang kasih tau dong apa ujiannya." Sehun ketularan aLAY. KrisLu sweetdrop.
"Ujiannya….." – Kris
.
.
.
.
Chapter 3…
"Ujiannya…." – Kris
"Ahhhh….lama lu naga ngomongnya. Udah biar gw aja yang ngomong. Jadi, lu harus ngelewatin 4 ujian yang kita berikan. Tapi sebelum itu lu harus tanda tangan surat pernyataan yang berisi beberapa peraturan ujian. Naga, bacain gih peraturannya." Perintah Suho.
Kris mulai mengeluarkan selembar kertas dan membacakan isinya," Peraturan Ujian Cinta ala Suho si angelic smile yang cetar dan Kris aja ga pake dayanti yang tampannya tak tertandingin (?). Peraturan pertama, Wu Joonmyeon alias Suho si angelic smile yang cetar dan Kris aja ga pake dayanti yang tampannya tak tertandingin SELALU BENAR! Kedua, Harus bersedia mengikuti ujian yang diberikan apapun bentuk ujiannya TANPA PROTES! Ketiga, Selalu SIAGA kapanpun ujian dilaksanakan! Keempat, Jika menolak mengikuti ujian, tidak datang ujian dari waktu yang diberikan atau terlambat dianggap mengundurkan diri, yang berarti tidak akan mendapat SIP alias Surat Ijin Pacaran. Kelima, selama masa ujian, Wu Luhan dan Oh Sehun dilarang keras untuk berdekatan, bertemu muka di manapun, berkomunikasi dan berpergian kemanapun bersama terhitung mulai saat ini. Keenam, jika Oh Sehun melanggar salah satu peraturan dinyatakan gagal. Ketujuh, demikian peraturan ujian ini saya bacakan, pihak yang saling terkait harap menandatangi surat perjanjian ini." Kris menyodorkan surat tersebut kepada Sehun. Nampak Sehun memandang surat itu dan Luhan bergantian.
BRAKKKK!
"Heh cadel! Cepet lu tanda tangan nih surat! Tinggal tanda tangan susah amat." – Suho
"Klo lu ga mau tanda tangan nih surat juga kita ga masalah. Berarti lu udah siap ga dapet restu kita dan putus dari Luhan." – Kris
"Bang, apa syaratnya ga bisa diringanin?" – Sehun
BRAKKKK!
"Lu kira ini pasar pake tawar-menawar? Klo ga mau tanda tangan yaudah, kita ga maksa." Suho menarik kembali kertas itu dari Sehun.
"Ehhh….jangan bang! Iya saya tanda tangan." Sehun merebut kertas itu dari Suho dan segera menandatanganinya. Melihat itu si malaikat maut *kata Sehun ya bukan author* tersenyum puas. Tak hanya sampai disitu setelah itu, duo abang ini menyita smartphone milikLuhan.
"Lu sebagai namja buktiin kata-kata lu soal perjanjian itu." Kata Kris kepada Sehun.
"Mulai besok juga dek, kamu kita yang anter-jemput. Klo kita ga bisa jemput pun abang pastikan kamu ga bisa pulang bareng Sehun." - Suho
.
.
.
.
Sesuai dengan peraturan kelima Peraturan Ujian Cinta ala Suho si angelic smile yang cetar dan Kris aja ga pake dayanti yang tampannya tak tertandingin (?), maka jadilah Sehun duduk bersama Chanyeol sedangkan Baekhyun duduk bersama Luhan. Tentu saja duo happy virus Baekyeol sempat protes tapi setelah ma Kris disogok eyeliner limited edition dia pun bersedia bahkan tanpa malu-malu Baekhyun minta nambah lagi, Chanyeol cuma bisa menuruti keinginan sang namjachingu, percuma protes klo cuma dia doang. Setelah itu Suho menarik duo happy virus menjauh.
"Baek, Yeol. Lu bedua tolong bantuin gw ngawasin adek gw ma si cadel. Klo mereka keliatan deket-deketan apapun bentuknya laporin gw." Perintah Suho.
"Siap laksanakan komandan! Tapi jangan lupa bang eyeliner selusin yang lu janjiin tadi." – Baekhyun.
"Beresss….lu tenang aja, gw kan Suholang kaya (?). Eyeliner selusin mah kecil." Sambil jentikin jari.
"Tapi bang….apa ga kasian ma Hunhan? Apalagi Sehun. Gw ga tega bang secara dia sohib gw dari masih orok." Chanyeol yang daritadi diem bicara juga akhirnya.
"Ishhh…Yeollieee…..biarin ajalah kan sekalian juga buat kita liat keseriusan cinta HunHan."Baekhyun yang takut ga dapet eyeliner gratis protes kepada sang namjachingu. Chanyeol mau meneruskan protesnya, namun ga jadi gegara liat bacon eyes (?) nya Baekhyun.
"Okeee…okeee…gw akan bantu ngawasin Hunhan." Katanya dengan berat hati.
"Tapi….hati-hati jangan sampai ketauan Hunhan." Kata Suho lagi
"Beres komandan. Percayakan aja ma kita. Selama tujuannya demi kebaikan Hunhan, kami siap membantu." - Baekhyun
.
.
.
.
Lantas, bagaimanakah dengan Hunhan?
Yakkkk….dapat kita saksikan pembaca sekalian, Sehun terlihat 3L yaitu Lemas, Letih, Lesu. Namja albino ini meletakkan kepalanya di atas meja menghadap jendela maka dengan demikian dia ga perlu tersiksa hanya dapat melihat Luhan dari jauh, sesekali dia menarik napas berat. Luhan pun tak jauh berbeda dengan Sehun, bedanya Luhan memilih berada di luar kelas sambil menunggu bel berbunyi daripad dia harus tersiksa hanya dapat melihat Sehun dari jauh. Jujur ingin sekali dia kembali menjalankan aksi mogok sekolah dan makan sebagai bentuk protes terhadap duo abangnya, namun apalah daya duo abangnya mengancam tidak akan memberikan kesempatan sama sekali kepada mereka untuk menjalin hubungan jika dia melakukan itu, maka dia pun membatalkan niatnya.
.
.
.
.
-Skip Time-
Hari ini berhasil dilewati HunHan dengan sangat berat. Mereka seharian seperti lagi maen petak umpet. Biasa dimana ada Luhan pasti ada Sehun, hari ini mereka seperti orang yang sedang bermusuhan. Sahabat deket Hunhan seperti Kaisoo, Lay, Tao, Baekyeol cuma bisa ngelus dada prihatin liat dua sohib mereka, mereka juga bingung mau berbuat apa. Terutama nih duo happy virus Baekyeol, mereka jd andilau alias antara dilemma dan galau.
Karena hari ini Luhan tidak pulang bersama Sehun jadilah dia pulang bareng Suho dan Lay. Sepanjang perjalanan pulang Luhan hanya diam saja, rasa kangen untuk berinteraksi dengan sang namjachingu benar-benar menyiksanya. Tampak dia sedang berpikir bagaimana caranya berinteraksi dengan Sehun diam-diam. Jika dulu Luhan masih bisa menggunakan alasan eskul ato kerja kelompok hingga kelas tambahan sekarang ga bisa lagi karena kedua abangnya ini mengawasi semua kegiatannya melalui guru-guru di sekolahnya. Sepertinya dia cuma bisa pasrah dengan keadaannya.
.
.
.
.
-Malam hari…..Luhan's House-
Tidak dapat menahan rasa rindu, Sehun nekat menemui sang namjachingu. Jangan kaget deh klo ngeliat dua makhluk beda warna kulit, bermodalkan tali yang dipake spy ato agen rahasia kaya di pilem-pilem Jemes Bond ato MI, sarung kucel hasil nyolong (?) punya bapak masing-masing yang sepertinya ga pernah dicuci jadi ada wewangian khas gitu *bayangin sendiri aja pembaca gimana penampilan dua makhluk beda warna itu* dan tak lupa petunjuk letak kamar Luhan dari Kyungsoo lagi berdiri depan pagar rumah Luhan.
"Tem, lu jaga yang bener. Jangan mata lu semriwing-semriwing ntar gw laporin Kyungsoo lu rasain." Kata Sehun sambil siap-siap melakukan aksinya.
"Iyeeee…lu bawel banget. Mending lu cepetan manjat deh." Dorong-dorong Sehun
"Ishhhh….iyeee..ini gw mau mulai manjat. Lu jaga yang bener! Jangan lupa juga doain gw selamat sampe kamar Luhan." – Sehun
"Pasti bro, gw bacain ayat-ayat cinta ehhh maksud gw ayat-ayat doa." Komat-kamit.
Sehun pun mulai melempar tali tersebut ke balkon kamar Luhan. Segera acara perpanjatan dimulai. Kai juga mulai jaga sambil godain uke cantik sebelah rumah Luhan yang diketahui bernama Ren.
"Suitttt…suitttt…..cantik, godain abang Kai dong." Goda Kai *author: hayoloh gw laporin Kyungsoo*
PLAKKKKK!
Tato 5 jari tercetak jelas di pipi kanan Kai."ADOWWWWW!" teriak Kai kesakitan, Ren pun berlalu meninggalkan namja tan itu.
"Siapa di luar?" Kris yang mendengar teriakan Kai segera keluar. Dan untung saja Sehun udah selamat sampe di balkon, tali pun udah diumpetin.
"AWOOOOOOO! *Ah Saranghaeyo! Nan Neokdegwa Minyeo! dance Wolf bareng EXO*" Kai menirukan suara anjing melolong.
"Dasar serigala (?) berisik!" Kris dengan cuek masuk lagi ke rumah.
.
.
Back to Sehun yang udah sampe di TKP. Dia lagi ngintip ke dalam kamar untuk memastikan, hasilnya benar kamar Luhan, ada fotonya Luhan dari bayi sampe sekarang menuhin dinding sampe ga da space lagi, berasa lagi liatin pameran foto Luhan jadinya.
TEKTEKTEK! *anggap aja suara pintu kaca semacam itu*
"Luhan chagi, abang Thehunmu yang tampan datang."
TEKTEKTEK!
"Chagi, bukain pintu dong. Abang Thehun kangen deh ma chagi." No respon.
TEKTEKTEK!
"Chagi…..chagi…chaginya Hunnie." Pintu kaca terbuka, terlihat sang pembuka pintu segera membalikkan badan, anehnya juga doi menutupi badannya dengan selimut hingga kepala.
"Chagi...kok lama banget sih bukain pintunya?" tak ada jawaban
"Lulu chagi, ga kangen ma Hunnie?" masih tak ada jawaban.
Sehun heran melihat namjachingu yang tak bersuara dan berdiri membelakanginya. "Ehhh…chagi kok diem aja sih? Lagi sakit gigi?" si pembuka pintu geleng-geleng.
"Klo gitu sariawan? Ahhhh…ato chagi malu ya ma Hun?" diam.
"Bener kan malu ma Hunnie? " Sehun mendekati si pembuka pintu dan memeluknya dari belakang. Tiba-tiba pintu terbuka dan…jeng…jeng..jeng
"Loh Hunnie ngapain di kamar Hannie?" Luhan kaget melihat namjachingunya. Sehun ga kalah kaget juga. Klo yang berdiri di pintu adalah Luhan, terus yang dia peluk siapa? Jangan-jangan hantunya Luhan? *plakkkk
"Bagus! Lu udah siap gw diskualifikasi rupanya." Tampaklah Suho dengan tatapan malaikat mautnya *kata Sehun loh pembaca bukan author*
"Huwaaaaa! Ampun bang! Ampun!" Sehun langsung sujud meluk kaki Suho. "Jangan dithkualifikathi thaya bang. Ampunnnnnn bang!"
"Tiada ampun bagimu!" Suho buang muka *pake efek slow motion*
"Thaya ga akan ulangin lagi bang. Enelan deh! Ciyus bang! Demi Kai dikejar banci (?)!" *Kai: lu tega thor, tega lu, gw mulu yang dinistain T^T* Luhan sweetdrop ngeliatin kelakuan Sehun.
"BERISIK LU!" sambil geret Sehun keluar dari kamar Luhan.
"Sebagai hukumannya, lu harus mijitin gw selama gw mau." – Suho *author: alesan aja lu bang l Suho: kan lu yang nyuruhin thor, gw ngikut aja. l Author: Iya ya…maap lupa ketularan Lay nih.*
Jadilah Sehun berganti profesi dari pelajar menjadi tukang pijit. Acara pijitnya pun pake plus-plus. Plus ceramah, plus kuping panas, plus ujan lokal, plus-plus banget kan. *poor Sehun* Sekali lagi pembaca, Luhan hanya dapat ngelus-ngelus dada liat nasib namjachingunya. *sekali lagi poor Sehun*
.
.
.
.
Keesokan harinya masih sama seperti hari kemarin. Tapi kali ini agak berbeda, karena begitu Sehun sampe di kelas, bangKAI langsung ngampirin doi dan ngomel-ngomel semalem ditinggal Sehun pulang. Pasalnya gara-gara itu doi diciduk hansip komplek dikira gelandangan. Sambil ngantuk-ngantuk, Sehun dengerin Kai ceramah mungkin doi dengernya seperti lagu penghantar tidur.
Drrrtttt drrrrtttt
"Tak gendong kemana-mana….tak gendong kemana-mana" *smartphone Sehun bunyi*
Malaikat Maut 2 calling *Suho maksudnya*
"Halo bang maut ehhh bang Suho. Da pa bang?"
"Cadel, Pulang sekolah lu langsung ke rumah gw. Jangan telat! Inget peraturan!" kata Suho to the point
"Iya bang." – Sehun
"Lu datang sendiri. Jangan ajak temen lu apalagi Luhan. Awas klo lu kaga datang sendiri. Gw pastiin lu langsung gagal." Ancam Suho, sambungan terputus.
Sehun narik napas. Dalam hati doi bertanya-tanya, apa dia orang jahat di kehidupan sebelumnya ya? Ngenes banget nasibnya.
"Lu kenapa del?" ternyata Kai masih di samping Sehun
"Hari ini ujian gw dimulai."
Kai menepuk pundah sohibnya,"Cemungud eaaa!" *Kaiumpay*
"Tem, menurut lu ujiannya apaan ya? Susah kaga ya?" tanya Sehun
"Meneketehe! Emang gw peramal apa?" - Kai
"Ya kali aja lu tau ato otak mesum lu bisa ngeramalin." - Sehun
PLETAK!
"Kepala woy kepala." Sehun balas menjitak Kai jadilah acara mari saling menjitak
"Gw tau itu kepala. Yang bilang itu kaki siapa? Lagian lu ngatain gw segitu banget. Lupa lu siapa yang nemenin lu semalem menjalankan aksi lu? Gitu lu jadi orang." Cerocos Kai
PLETAK!
"Gw serius itemmmmm!" – Sehun
"Gw juga serius! Klo lu mau tau ujiannya apaan? Tanya aja ma abangnya langsung." Kata Kai ga mau kalah. Perdebatan itu pun berlanjut hingga bel masuk berbunyi.
.
.
.
.
At Luhan's House
Siang ini cuma ada Sehun dan Suho *horeeee Suhun moment(?)* di rumah itu. Suho udah ngatur agar selama ujian hanya ada dia dan Sehun di rumah. Sedangkan Kris hari itu bertugas membawa Luhan dan Tao shopping. Sengaja demikian agar Luhan ga berada di rumah. Maka jangan heran melihat Kris lagi kerepotan membawa tas-tas belanjaan Luhan dan Tao.
Suasana di rumah Luhan tampak mencekam. Cetarrrrrr! *backsound Chen lagi maen petir* Udah 15 menit Sehun di sana tapi Suho lum memulai ujiannya juga, malah doi lagi natapin Sehun tajam setajam silet. Sehun makin nunduk ditatap sedemikian tajam.
.
.
"Ba…. Ba…bang Thu…thu…thuho. Ka…ka…ka..kapan kita mulai u….u….u….ujiannya." *Sehun gagap*
BRAKKKK!
Suho menggebrak meja." Lu udah siap?" Sehun ngangguk.
BRAKKKK!
"Jawab bukan ngangguk!"
"Iya bang siap! Ujiannya apa bang?"
"Bagus! Ujian dari gw ujian kecerdasan. Gw ogah banget punya adek ipar bodoh. Jadi lu harus buktiin lu kaga bodoh ma gw. Gw akan kasih lu 5 pertanyaan dan harus lu jawab semua. Kaga boleh pas. Kaga ada bantuan dalam bentuk apapun. Toleransi kesalahannya cuma 2x untuk 5 soal itu. Lebih dari itu lu gagal. Ngerti?"
"Ngerti bang!"
BRAKKKK!
"Langsung aja gw mulai." Suho membuka kertas yang dibawanya. "Siapa nama pemain sepakbola Korea Selatan yang bermain di Manchester United?"
Sehun memamerkan senyumnya."Park Ji Sung." Jawab Sehun.
"Siapa nama Sekjen PBB yang sekarang?"
"Ban Ki Moon." Jawab Sehun PD 100%
"Pinter juga lu." Suho ngangguk-ngangguk. "(88x15/9)+(178x2/12)-1991 hasilnya adalah"
"minus 1814,6667" jawab Sehun mantap. Suho mendengus kesal. Sehun makin tersenyum senang,"Klo pertanyaan kaya gini sih kecil." Batinnya.
Melihat pertanyaan berikutnya, Suho menyeringai, "kali ini lu pasti gagal." Batinnya
"Kapan hari anniversary gw ma Yi Xing?"
"Bang ga salah soal tuh?" Sehun sweetdrop
"Kaga…kaga mungkin gw salah soal. Inget peraturan pertama. Udah lu jawab aja." - Suho
"Saya ga tau bang." – Sehun
BRAKKKK!
"Kenapa lu ga tau? Lu harusnya tau."
"Ampun bang! Ampun! Saya salah bang!"
"Ini soal terakhir. Klo lu salah berarti lu gagal. Siap?"
"Siap bang!" sweetdrop
"Di kandang ada 10 bebek dikali 2. Ada berapa bebekkah di kandang?"
Sehun dengan semangat 45 dan keyakinan 100%, " 8 bebek."
BRAKKK!
"Salah!"
Sehun shock mengetahui jawabannya salah, "Kenapa salah bang?" tanyanya kemudian
"Yaiyalah salah sejak kapan 10x2 jadi 8? Wahhh…lu jangan-jangan kaga lulus perkalian tapi maksa dinyatakan lulus (?)"
"Tapi bang ini soal…."
BRAKKK!
"Lu mau protes? Lu lupa ma peraturan pertama?" – Suho
"Kaga…kaga bang! Tapi kasih saya kesempatan bang. Plisss bang! Saya janji kaga akan salah lagi."
"Oh tidak bisa! Lu udah gagal jadi selamat tinggal!" Suho meninggalkan Sehun seorang diri sambil menyeringai, "Sukurin lu gw kerjain. Emang enak? Ahahhahaha." Kata Suho dalam hati. Sehun yang ga terima nangis guling-guling di ruang tamu Luhan *bayangin aja sendiri yak*.
"HUWAAAA MAMIHHHHH! HUWAAAA LUHAN CHAGI!" tangisan Sehun memenuhi ruang tamu.
BRAKKKK!
"BERISIK LU!" teriak Suho dari kamarnya.
Sehun yang mendengar teriakan Suho langsung lari keluar rumah, masih sambil nangis *bayangin dah yang di pilem-pilem adegan nangis sambil lari-lari*
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hollaaaaa…..helloooo….readernim sekalian
Younlaycious is back :D Maap ya update chapter 3 jedanya lama
Fyuhhhhh….meski lama semoga kalian suka hehehhehee
Youn mau ngucapin makasih buat readernim sekalian yang bersedia menyempatkan diri untuk membaca FF Youn yang ga beres ini wkwkwkwk semoga chapter 3 ini bisa menghibur kalian semua dan maap atas makin ga beresnya chapter 3 ini haahahahaha
THANKS TO:
Hyunra, ssnowish, RZHH 261220, exindira, deerhan, EclairOh, lisnana1, aniaani47, ByunnaPark, 8286ShoYun, Nada Lim Youn ucapin makasih bwt review nya ^^ review kalian penyemangat bwt Youn ^^ jeongmal gomawo *bow bareng Yi Xing*
Akhir kata untuk chapter 3 REVIEW JUSEYO ^^
