Younlaycious's Present
.
.
Ujian Cinta Sehun (Chapter 6)
"My Happy Ending"
.
.
Cast: Masih Hunhan dan member EXO
Rate: Sedikit tidak aman dikonsumsi semua umur (?)
Warning: BoysXBoys, Yaoi. Ga suka YAOI ga usah baca gampang kan? ^^
.
.
.
.
.
"SEHUN!"
Sehun pun menoleh dan tersenyum kearahnya. Namun, senyum Luhan tiba-tiba menghilang. Dia memalingkan wajahnya ke arah suara yang memanggil sang namjachingu kemudian ke arah namjachingunya. Sehun hanya diam, memandang sang pemanggil yang ternyata seorang yeoja dengan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan. Sang yeoja segera berlari menghampiri Sehun dan memeluk Sehun. Betapa kagetnya Luhan melihat adegan itu. Dan makin kagetlah dia ketika melihat Sehun membalas pelukan yeoja itu.
Tak tahan melihat adegan peluk-pelukan tersebut, Luhan segera berlari ke luar restoran. Adegan itu tak luput dari perhatian dua pasang mata yang daritadi memantau adegan tersebut dengan senyuman licik menghiasi wajah mereka. Sehun yang telah sadar segera mengejar Luhan, meninggalkan yeoja itu. Tak dipedulikannya panggilan sang yeoja.
.
Luhan berlari tak tentu arah. Dia hanya mengikuti kakinya melangkah. Air mata telah membasahi wajah cantiknya sedaritadi. Dibelakangnya Sehun mengejarnya sambil memanggil-manggil namanya. Namun tak dihiraukan olehnya. Saat ini yang ada dipikirannya hanya berlari sejauh mungkin dari Sehun. Hatinya sakit, marah, dan kecewa. Dia benar-benar ga menyangka bahwa Sehun tega melakukan itu padanya. Di tengah kesibukannya berlari, berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya. Siapa yeoja itu? Apa hubungannya dengan Sehun? Mengapa Sehun tega padanya? Apa arti sikap Sehun selama ini? Atau apa arti dirinya bagi Sehun? Dan sejuta pertanyaan lainnya.
Ternyata bukan hanya Sehun yang mengejar Luhan, tetapi kedua abang tercinta Luhan pun ikut mengejar. Mereka kuatir dengan adik bungsu mereka tercinta. Jadilah siang itu di jalanan Seoul yang padat berlangsunglah adegan kejar-kejaran. Di posisi paling depan terlihat Luhan yang memimpin barisan (?), Sehun di posisi kedua, bang Kris menyusul di posisi ketiga dan di posisi terakhir siapa lagi klo bukan bang Suho, ya harap maklum orang pendek jadi larinya lambat *Suho: Biarin gw pendek, asal dompet gw kaga ikutan pendek #SUHOlangkaya*. Adegan ini telah menjadi pusat perhatian siapa saja yang melihatnya. Mungkin yang melihat berpikir sedang menyaksikan film India, minus pohon dan hujan. *KrisHoHunHan: INI KOREA YOUN BUKAN INDIA! JELAS AJA KAGA ADA UJAN MA POHON*
Luhan terus berlari mengikuti kakinya, hingga akhirnya dia tiba di persimpangan jalan. Hari itu jalanan termasuk sepi untuk kategori hari padat. Tanpa berpikir panjang, Luhan menyeberangi jalan itu. Ternyata saat Luhan menyeberang, lampu penyeberangan telah berubah merah namun dia tak memperhatikan karena pikirannya sedang kalut.
Tiba-tiba munculah sebuah Ferrari merah yang melaju dengan kecepatan tinggi. Luhan yang melihat Ferrari dengan kecepatan tinggi berjalan ke arahnya hanya dapat diam menatap mobil itu. Sehun yang melihat hal itu berteriak-teriak meminta Luhan segera menyingkir. Namun, Luhan tidak bergerak sedikit pun. Seolah dia telah pasrah jika mobil itu menghantam tubuhnya.
TINNNNNNN!
Mobil itu semakin mendekat dan memberi tanda kepada Luhan. Orang-orang di sekitarnya mendadak berhenti dan memperhatikan Luhan. Beberapa di antaranya menahan napas melihat adegan itu, termasuk diantaranya kedua abang Luhan yang sekarang saling menutup mata satu sama lain.
TINNNNNNN!
Luhan memejamkan matanya. Dirinya telah siap jika ini adalah akhir dari hidupnya. Mobil terdengar semakin dekat.
1
2
3
4
CKITTTTTTT!
Tubuhnya terasa melayang. "Jadi inilah akhir dari hidupku" batin Luhan. Tubuhnya jatuh di tanah. "Tapi kenapa ga sakit ya? Apa aku udah mati makanya ga sakit?" batinnya lagi. Sayup-sayup dia mendengar suara ramai-ramai di sekitarnya. Dia membuka matanya perlahan. Kedua abangnya telah sampai di hadapannya.
"Lulunie, kamu ga kenapa-napa kan?" panik Suho sambil memeriksa, membolak-balik badan Luhan.
"Apa ada yang sakit? Apa ada yang terluka? Mana? Mana yang sakit?" heboh Kris.
Luhan hanya menatap kedua abangnya yang sedang heboh dengan dirinya.
"Bang?" panggil Luhan.
"Kenapa sayang? Ap ada yang sakit? Ada yang luka? Kasih tau abang apa yang kamu rasain?" tanya Suho heboh lagi.
"Ambulans….ambulans…ambulans…" teriak Kris ga kalah heboh.
"Bang, aku masih hidup?" tanya Luhan akhirnya.
"Tentu aja kamu masih hidup. Kenapa emang? Apa ada yang salah? Atau ada sesuatu?" – Suho.
"Bukannya aku barusan ditabrak mobil? Tapi kok aku masih hidup? Apa jangan-jangan…." Luhan sadar tak jauh darinya terlihat orang-orang sedang mengelilingi sesuatu. Dia segera berlari berusaha menerobos kerumunan orang-orang itu.
Betapa kagetnya dia melihat Sehun tergeletak tak sadarkan diri. Darah terlihat mengalir dari keningnya dan tubuhnya penuh dengan luka-luka. Melihat itu, seketika tubuhnya terasa lemas. Dia hanya dapat menatap Sehun nanar. Perasaannya sulit dijelaskan. Tak lama terlihat, tubuh Sehun dibawa masuk ke ambulans.
.
.
.
.
.
-Seoul International Hospital-
Saat ini Sehun sedang menjalani perawatan di ruang UGD. Sudah 2 jam lamanya, namun taka da tanda-tanda dokter atau suster yang keluar dari ruangan tersebut. Di depan ruang UGD, sudah berkumpul Baekyeol, Kaisoo, Sulay, Taoris dan Luhan. Dapat kita saksikan bersama, saat ini bangKai sedang menangis dengan heboh dan tidak elitnya. Bayangin aja dari dia datang udah nangis-nangis heboh, mulai dari nangis sambil cakar-cakar tembok (?), guling-guling di lantai rumah sakit sampe nangis sambil ngesot pun dia lakuin. Kayanya dia berniat buat nih rumah sakit tenggelam ma aer matanya.
"Huaaaa….huaaaa….delllll….cadellll lu jangan mati dulu dong." Tangis Kai daritadi dengan lirik yang sama.
"Kai, udah dong nangisnya. Ga enak ma yang laen ahhh." Kyungsoo berusaha nenangin Kai.
"Huaaaa….dellll….klo lu mati ntar gw ma siapa? Siapa yang nemenin gw tanding PSP? Yang ngutangin gw duit pas bokek klo mau kencan." Bukannya mereda malah tambah kenceng.
"Kai, Sehun pasti baek-baek aja. Jadi, kamu brenti dong nangisnya." Kyungsoo tak menyerah membujuk.
"Hyung, gimana aku ga kuatir. Si cadel kan udah seperti sodara seidup tak semati aku. Kami ini kembar tak serupa yang tak terpisahkan. Bayangin deh hyung! Dari kami maish di angan-angan(?) udah bareng, pas di perut emak juga udah bareng, brojol juga barengan, pas balita, pas teka,esde,esmpe sampe sekarang bahkan selamanya kami akan selalu bersama. Pokoknya kami ga terpisahkan hanya maut yang dapat memisahkan kami." Cerocos Kai panjang kali lebar.
"Klo gitu mending daripada nangis kamu doain biar Sehun baek-baek aja." nasehat Kyungsoo.
"Huaaaa…..aku takut hyung….takut kehilangan dia….huaaaa….cadel gw tercinta malang nian nasib kau nak." – Kai
"BUSETTTT DAHHHH KAI ITEM JELEK IDUP LAGI! GW BILANGIN DIEM YA DIEM! LU LAKI APA BANCI SIH? NANGIS GA BRENTI-BRENTI! MALU GW PUNYA SEME CENGENG KAYA LU! SEKARANG LU TINGGAL PILIH! LU PILIH GW ATO SEHUN? EHH SALAH MAKSUD GW LU PILIH BRENTI NANGIS ATO GA GW KASIH JATAH SEBULAN?" semprot Kyungsoo yang titik kesabarannya udah habis bujukin Kai daritadi. Mendengar kata ga mendapat jatah sebulan, langsung deh si Kai diem. *Youn: payah lu Kai, masa kalah ma uke lu? l Kai: berisik lu Youn, ini bukan masalah kalah ato menang, tapi masa depan gw mamen?*
"Yaudah hyung. Mending gw doain aja si cadel." – Kai
"Nahhh…gini kan lebih enak. Daritadi kek, masa harus gw ancem dulu baru lu diem." – Kyungsoo.
Kai pun memulai memanjatkan doanya. "Ya Tuhan…hambamu tau hambamu ini orang berdosa. Banyak dosa telah hamba lakukan dan kepada banyak orang pula. Dosa kepada nenek, engkong, emak, babeh, Teteh semua, satpam sekolah, guru-guru, hansip komplek, ibu kantin, penjaga warnet, tetangganya Sehun, temen-temen sekelas dan masih banyak nama yang tak bisa disebutkan satu persatu. *Youn: Kai, lu doa apa lagi sensus penduduk? l Kai: gw doa sekalian sensus penduduk, napa? Masbuloh? l Youn: -_-* Tolong maapkanlah segala dosa-dosa hambamu ini! Saat ini hambamu langsung ke inti aja ya, ga mau muter-muter, berbelit-belit, ya pokoknya begitulah. Hambamu ini mau berdoa untuk sodara sehidup tak semati hamba. Tolonglah dia ya Tuhan! Tolong selamatkan nyawanya. Dia masih muda, masih panjang masa depannya masih banyak dosa. Kasian klo harus mati sekarang. Klo engkau berniat mengambil nyawa seseorang. Lebih baik ambilah nyawa Mr. Jung aja. Kasian dia udah tua, udah bau tanah. Jangan kau tambahkan penderitaannya lagi, apalagi besok mau ujian Matematika behhhh makin kasian dia. Jadi Ya Tuhan selamatkanlah Sehun dan ambillah . AMINNNNNN!" tutup Kai mengakhiri doa aneh bin ajaibnya.
Lain Kai lain pula Luhan, semenjak tiba di rumah sakit dia ga ngomong sama sekali. Hanya menatap kosong lantai rumah sakit. Ga ada yang tau apa yang dia pikirkan atau rasakan saat ini. Hanya dia dan Tuhan yang tau. Sedangkan Kris dan Suho yang juga ada disana, juga diam daritadi. Penyesalan dan rasa bersalah terlihat menghiasi wajah mereka. Mereka tak menyangka ide mereka malah berujung bencana. Meski Sehun masuk UGD bukan karena mereka tapi secara tak langsung gara-gara ide mereka. Akhirnya, setelah lama dalam diam. Kedua abang ini mulai saling bisik-bisik tetangga.
"Klo sampe si Sehun kenapa-napa, gw kaga tanggungjawab." Bisik Kris kepada Suho.
"Enak aja! ini tanggungjawab kita bersama." Balas Suho.
"Tapi kan asal-muasal nih petaka gara-gara ide lu bukan gw." Kris ngotot.
"Kaga bisa gitu! Lu kan juga terlibat. Enak aja kaga mau tanggungjawab!" Suho ngotot.
"Gw kan cuma membantu, dimana-mana tanggungjawab yang punya ide." Kris masih ngotot juga.
"Kaga bisa. Tanggungjawab bersama." Suho ga mau kalah.
"NO!"
"YES!"
"NO!"
"YES!"
"NO!"
"YES!"
"NO!"
"BERISIKKKK! Lama-lama gw wushu juga lu bedua sampe ke planet EXO!" Tao memotong perdebatan KrisHo.
"Denger ya ini tanggungjawab kalian bedua! Salah kalian! Jadi kalian harus mau tanggungjawab klo Sehun kenapa-napa. Makanya, gw ma Tao udah peringatin tapi kalian ga mau denger. Pokoknya klo kaga mau tanggungjawab. Lo gw end!" ancam Lay. Suho langsung diem denger ancaman Lay. Kris senyum-senyum ngeliat Suho yang langsung kicep.
"Ini juga berlaku buat gege! Klo gege ga mau tanggungjawab! Hubungan kita juga lo gw end!" Kris pun mengikuti jejak Suho, kicep.
Akhirnya setelah 2,5 jam menunggu, pintu ruang UGD pun terbuka dan dokter keluar. Semua yang ada di ruangan itu otomatis segera berdiri dan menghampiri dokter. Belum sempat mereka bertanya, 2 orang suster keluar sambil mendorong brankar yang di atasnya terdapat mayat yang tertutup kain putih seluruh tubuhnya. Ruangan mendadak menjadi hening. Semua yang ada disana segera lemas melihat keadaan itu. Tubuh mereka perlahan merosot ke tanah. Kai kembali menangis dengan heboh sambil memeluk tubuh tertutup kain putih itu.
"Huaaaaa…..cadelllll! Lu tega ninggalin gw!" tangisan Kai memenuhi ruangan UGD.
"Huaaaa…..huaaaa…cadel gimana dengan janji-janji lu? Janji lu traktir gw makan, beliin gw kaset game PSP baru, nemenin gw ke café ayam Wak Jinki, dan janji-janji lu yang lain." Ruangan itu sekarang bukan hanya diisi tangisan Kai saja tetapi semua yang hadir disana.
"Cadel…maapin gw ma Suho." Kali ini suara Kris.
"Kita ngaku kita salah. Lu jangan mati dulu dong." – Suho
"Huaaaa dellll….bangun ayo bangun!" – Kai
"Del, katanya lu kaga mau mati. Masih mau nikahin Luhan masa cuma dicium Ferrari lu mati Kaga bakat jadi orang kaya lu mah contoh nih gw bolak-balik dicium Ferrari dan kawan-kawannya masih hidup tambah subur malah." – Suho
"Del, klo lu bangun. Gw ma Suho berjanji akan ngerestuin hubungan lu. Kita ga akan jahilin lu lagi, ga akan ganggu hubungan lu ma Luhan." – Kris
"Gw juga janji del." Tiru Kai. "Gw janji ga akan ngutang duit ma lu lagi, ga akan nyolong kancut lu yang merk Gucci ehhh itu mah Tao, ya pokoknya gw janji ga akan nyolong kancut lu semua merk tapi klo pinjem bolehlah sekali-kali kita pan best pren poreper. Jadi, lu ga boleh mati."
"Maap ini bukan mayat Oh Sehun, tapi mayat Deok Deong." Mendengar kata-kata sang dokter sukses membuat ketiga orang itu pingsan.
Lantas, gimanakah keadaan Sehun? Rupanya sedaritadi ketiga orang itu nangis-nangis heboh, dokter yang merawat Sehun keluar dan mencari-cari keluarganya. Untunglah ditengah kehebohan itu, Lay yang melihat sang dokter yang tak lain tak bukan adalah hyung iparnya, Kim Jongdae segera menghampirinya. Dan setelah mendengar penjelasan sang ipar bahwa Sehun selamat dan saar ini telah dipindahkan ke kamar perawatan, dia segera memberitau mereka yang ada disana minus KrisHoKai. Jadilah sekarang tinggal KrisHoKai di ruang UGD, yang lain mah udah di kamarnya Sehun. Luhan malah jadi orang pertama yang sampe.
.
-Sehun's room-
Sehun telah sadar dari pingsannya daritadi, ketika Luhan pertama kali tiba di kamarnya. Luka Sehun ga parah-parah amat, cuma karena dokter benar-benar ingin memastikan kondisi Sehun makanya Sehun menginap beberapa hari di rumah sakit, awalnya Sehun menolak karena dia merasa baek-baek saja tapi karena sang uke tercinta memaksa dengan janji akan menemani akhirnya dia pun menurut. Duo abang Luhan tentu aja keberatan, namun mendengar ancaman uke mereka, dengan berat hati mereka mengijinkan Luhan menginap.
Saat ini hanya ada HunHan, yang laennya udah pamit pulang daritadi. Mereka ingin memberikan kesempatan kepada HunHan. Masalah HunHan pun udah terseleseikan, Sehun udah menjelaskan semuanya kepada Luhan tentang siapa yeoja itu, tentu aja dibantu dengan abang KrisHo karena kehadiran yeoja itu kan juga bagian dari rencana mereka untuk menguji Sehun dan Luhan juga sih, yaitu ujian Kesetiaan dan Kepercayaan. Dan dengan demikian maka Sehun pun mendapat SIP alias Surat Ijin Pacaran denga Luhan.
Karena udah sepi dan ga ada pengganggu dimulailah aksi lovey-dovey nya HunHan. Terlihat Luhan yang menyandarkan kepalanya di dada Sehun. Dan Sehun membelai-belai rambut Luhan.
"Hunnie, maapin Hannie ya. Maap udah buat Hunnie kaya gini."
"Ga kok, Hannie ga salah. Justru Hunnie yang harus minta maap udah buat Hannie nangis."
"Pokoknya Hannie minta maap." Luhan nyium pipi Sehun.
"Ihhh….Hannie udah mulai berani ya." Goda Sehun yang sukses membuat pipi Luhan merah.
"Emang Hannie ga boleh nyium pacar sendiri?" nyium pipi Sehun lagi.
"Ga…Hannie ga boleh nyium Hunnie." Jawaban Sehun membuat Luhan kaget, matanya mulai berkaca-kaca.
"Ke….ke…kenapa Hannie ga boleh nyium Hunnie?" tanyanya terbata-bata.
"Soalnya Hunnie mau Hunnie aja yang nyium Hannie." Sehun nyosor bibir Luhan.
"Hunnie jahat! Genit lagi!" mukul-mukul lengan Sehun manja.
"Aduhhh! Aduhhh! Sakit Hannie." Kata Sehun dengan wajah yang meringis kesakitan.
"Ehhh…mana yang sakit?" Luhan panik.
Sehun nunjuk bibirnya. Sadar Sehun mengerjainya, dia memukul Sehun pake bantal.
"Aduhhh! Hunnie kok dipukul sih? Kan sakit!" katanya manja.
"Biarin! Salah sendiri ngerjain Hannie." Jawab Luhan sambil menjauh dari Sehun, ngambek ceritanya.
"Maap! Maap! Hunnie Cuma becanda tadi." Sehun meluk Luhan, yang dipeluk melepas pelukannya dan makin menjauhi Sehun.
"Hannieee, maapin Hunnie ya!" Ga digubris Luhan.
"Hunnie ga akan ulangi lagi deh." Sehun mendekati Luhan.
"Minggir! Jauh-jauh sana! Hannie gam au deket-deket orang usil yang mesum." Luhan mendorong tubuh Sehun menjauh.
Merasa usahanya ga berhasil, Sehun memikirkan cara lain.
"Klo Hannie gam au maapin Hunnie, Hunnie mau cari suster yang cantik, imut dan montok kaya suster Minseok."
"Yaudah temui aja suster Minseok. Paling juga ntar Hunnie di suntik mati ma dokter Jongdae." Luhan ga terpengaruh.
"Ahhhh…klo gitu ma suster Hyorin aja. Dia kan suster paling sexy disini. Bener-bener yahud body nya." Sehun terlihat membayangkan body nya Hyorin. Luhan ga menjawab, dia membuang muka ga mau lihat Sehun.
"Beneran nih ga masalah Hunnie ma suster Hyorin? Klo gitu Hunnie pergi dulu ya." Sehun berjalan keluar kamar.
Ga lama terdengar suara tangisan Luhan. "Hiks….hiks….hiks….Hunnie jahat ma Hannie….hiks…hiks…hiks…kan body Hannie juga sexy (?) ga kalah ma suster Hyorin itu."
Sebuah lengan memeluknya Luhan dari belakang. Luhan yang sadar, langsung menghapus air matanya.
"Ngapain masih disini? Katanya mau ketemu suster Hyorin yang sexy?" katanya ketus.
"Ga akan! Hunnie ga butuh suster Hyorin. Yang Hunnie butuhin cuma Hannie seorang." Sehun nyium puncak kepala Luhan.
"Gombal! Tadi semangat banget mau ketemu suster Hyorin!" Luhan melepas pelukan Sehun. Sehun ga putus asa. Dia menarik kembali Luhan kedalam pelukannya.
"Terserah Hannie mau percaya ato ga ma Hunnie. Tapi yang pasti di mata, di pikiran, di hati bahkan di dalam hidup seorang Oh Sehun, hanya ada seorang Wu Luhan. Mau ada seratus suster Hyorin yang sexy pun ga akan pernah bisa menggantikan Wu Luhan di mata, pikiran, hati bahkan hidup Oh Sehun. Karena Oh Luhan adalah segalanya bagi Oh Sehun. Oh Luhan adalah hidup dan mati seorang Oh Sehun." Perlahan Sehun mencium bibir Luhan. Bukan sebuah lumatan nafsu hanya sebuah ciuman penuh cinta. Luhan tersentuh dengan kata-kata dan perlakuan Sehun.
"Yah! Namaku Wu Luhan, bukan Oh Luhan. Dan sejak kapan pula seorang Oh Sehun menjadi seorang penggombal? Apa gara-gara terlalu banyak bergaul dengan si Kai item?"
Sehun hanya tersenyum mendengar kata-kata Luhan. Tanpa permisi dia nyosor bibir Luhan lagi. Kali ini lebih lama dari yang sebelum-sebelumnya.
"Oh Luhan! Thalanghae!"
"Nado Thalanghae!"
Sehun memutus kegiatan ciuman mereka. Ketika ciuman tadi, tiba-tiba melintaslah sebuah ide untuk menjadikan Luhan miliknya selamanya.
"Emmmm…..Hannie…bisa kunciin pintu kamarnya ga?"
"Ehhh? Kenapa harus di kunci?" meski heran, Luhan menuruti permintaan Sehun. *Youn: Lu ge awas ada bahaya menantimu!*
"Soalnya kita mau bermain Hannie." Sebuah smirk menghiasi wajah Sehun.
"Main? Main apa? Emang disini boleh main? Tapi kan Hunnie harus istirahat." Perasaan ga enak menyelimutinya.
"Main sesuatu yang menyenangkan dan nikmat."
"Kita mau main apa sih Hunnieeee? Hannie ga ngerti deh." Rengeknya manja. *Youn: Lu ge kaburrrr! Selamtkan dirimu! l Sehun: Youn, lu ganggu aja! Pergi sono!*
"Kita mau mainnnn…." Ga pake permisi Sehun langsung melumat lagi bibir Luhan. Lumatan kali ini berbeda dengan yang tadi. Ruangan yang berAC itu mulai terasa panas, seiring dengan ciuman Sehun yang panas. Luhan yang ga mengerti hanya mengikuti permainan Sehun. Setelah puas dengan bibir Luhan, Sehun mulai berpindah ke leher jenjang Luhan. Dia mulai mengecap setiap bagian leher Luhan, sambil mengecap leher Luhan, tangannya mulai menggerayangi tubuh Luhan. Luhan yang terlena dengan perlakuan Sehun benar-benar pasrah. Perlahan Sehun mulai membuka kaos Luhan, dia ingin menikmanti semua bagian tubuh Luhan. Selanjutnya kalian pasti bisa menebak apa yang terjadi kan? kekekekeke *ketawa bareng KrisHo* silahkan lanjutkan sendiri yeee *Youn kabur*
.
.
.
.
.
-Sebulan kemudian-
Pagi hari seperti pagi-pagi yang udah-udah, terlihat duo abang Luhan sedang menikmati sarapan mereka dengan khidmat. Hingga kekhidmatan sarapan itu diganggu oleh suara seseorang yang sedang mengeluarkan isi perutnya di dapur. Hal ini tentu saja mengusik telinga kedua abang ini, yang dengan sigap menerbangkan dirinya ke dapur. Ternyata orang yang mengeluarkan isi perutnya tak lain dan tak bukan ialah Wu Luhan, adik bungsu tercinta mereka.
"Lulunie, kamu kenapa?" Suho mijit-mijit tengkuk Luhan. Kris lagi ngambil air minum buat Luhan.
"Mungkin masuk angin bang." Kata Luhan sambil membersihkan mulutnya.
"Pasti gara-gara kamu kebanyakan main angin (?) ma Sehun." Kata Kris ngasih minum ke Luhan.
"Yaudah, kamu mending istirahat aja di rumah ga usah sekolah hari ini. Ntar pulang kita dari kampus, ke dokter ya." – Suho
"Ga usah bang, Lulu baek-baek aja kok. Cuma masuk angin aja." tolak Luhan.
"Baek-baek aja gimana? Wajahmu pucat gitu dek." – Kris
"Pokoknya pulang kita dari kampus, ke dokter. Titik ga pake apa-apa." – Suho.
"Tapi bang….." tanpa menyeleseikan kalimatnya, Luhan pun pingsan. Duo abang yang ngeliat adik mereka tumbang langsung menggotong tubuh sang adik ke rumah sakit. Tak lupa mereka memberitahu Sehun yang on the way menjemput Luhan.
.
.
.
.
.
-Seoul International Hospital-
Bang Kris, Suho dan Sehun mondar-mandir kaya setrikaan di depan ruang pemeriksaan Luhan. Mereka cemas dengan keadaan Luhan. Udah 30 menit berlalu tapi ga da tanda-tanda dokter ato suster keluar. Akhirnya, dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan. Mereka segera menghampiri dokter.
"Dok, gimana keadaan adik/pacar saya?" tanya mereka barengan.
"Sebaiknya kita bicarakan hal ini di ruangan saya." Sang dokter segera menuju ruangannya.
"Jadi, adik/pacar saya sakit apa dok?" tanya mereka barengan lagi. Wajah sang dokter terlihat serius. Melihat wajah sang dokter, makin cemaslah mereka.
"Dok, apa penyakit adik saya parah?" Suho memberanikan diri bertanya.
"Berapa lama lagi umur pacar saya dok? Tanya Sehun yang langsung disambut deathglare KrisHo.
"Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada anda." Sang dokter menjabat tangan Sehun, Sehun Cuma cengo ngeliat si dokter.
"Dok, adik saya sakit parah. Dokter kok malah kasih selamat?" Kris agak emosi.
Dokter geleng-geleng,"Adik kalian ga sakit kok." senyuman menghias wajah sang dokter.
"Trus klo adik saya ga sakit, lalu adik saya kenapa dok?" tanya Suho.
"Selamat! Adik anda sedang hamil saat ini."
"WHAT?" teriak mereka 3 barengan lagi
"Usia kandungan adik anda baru 2 minggu, saya harap anda memperhatikan kondisi sang ibu dan calon bayi."
"WHAT?" – KrisHoHun
"Dokter ga lagi becanda kan?" – Kris
"Jangan-jangan dokter salah periksa kali." – Suho
Sehun kali ini diem. Tak lupa memanjatkan doa.
"Saya ga lagi becanda apalagi salah periksa. Saya udah memastikan hal ini. Klo ga percaya ini buktinya." Sang dokter menyerahkan amplop coklat gede, di dalamnya berisi hasil USG Luhan.
"Klo adik kami hamil, berarti pelakunya…" KrisHo langsung noleh ke arah Sehun. Aura gelap mulai mengelilingin Sehun.
"OHHHHH SEEHHHUUUUNNNNN!" teriak KrisHo bareng.
"AMPUUUUNNNNNN!" Sehun melarikan diri dari duo malaikat maut. KrisHo langsung ngejar dia, maka terulang kembali adegan sebulan yang lalu.
"DASAR CADEL MESUM! LU BARU JUGA GW KASIH SIP UDAH BERANI HAMILIN ADIK GW!" teriak Kris emosi.
"AMMMPPPUUUUNNNN BANGGGGGG!" teriak Sehun sambil berlari.
"LU UDAH SIAP MATI RUPANYA!" teriak Suho ga kalah emosi.
"KAGA BANGGGG! AMPUNNNNN!" balas Sehun.
"LU JANGAN LARI! AWAS YE KLO KETANGKEP! GW JADIIN SANTAPAN NAGA (?) GW SI ACE!" – Kris
"TIDAKKKKKKKK!" – Sehun
Demikianlah akhir kisah ujian cinta Sehun. Ternyata Sehun bukan hanya berjuang demi cintanya kepada Luhan, tapi juga nasibnya sebagai ayah dari anak yang dikandung Luhan. Yukkkk mari sama-sama kita doakan keselamatan Sehun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnyaaaaaa, finallyyyy! Chapter 6 ini berhasil Youn rampungkan. Maap banget ya chapter 6 ini baru Youn update. Ternyata untuk menerbitkan chapter 6 ini bukan hanya Sehun yg penuh perjuangan tapi Youn juga. Sebenarnya chapter 6 udah selese dari 2 hari lalu. Tapi gara-gara di format ma adiknya Youn gara-gara laptopnya hank-hank gitu jadilah blessss ilang tanpa jejak, akhirnya Youn nulis lagi dari awal. Yang bwt Youn sedih juga bukan hanya FF yg udah Youn tulis aja yang di format tapi juga semua downloadan bahkan skripsi Youn ga terselamatkan T^T *Maap Youn curhat dikit* masih kesel nih soalnya semua kerja keras Youn blesss ilang tanpa bekas.
Nahhh terlepas dari semua itu, Youn mau ngucapin makasih banget kepada semua pembaca setia "UJIAN CINTA SEHUN". Makasih banyak udah ngikutin FF ini dari awal sampe akhir. Maap klo Youn ada salah-salah kata, khilaf, ga beres dan masih banyak lagi kekurangan lainnya ^^
Makasih kepada kalian yang udah bersedia ngereview, review kalian adalah penyemangat Youn ^^ *cipok basah satu-satu*
Jadi untuk chapter ini seperti biasa, REVIEW JUSEYO! ^^
THANKS TO: Krisyeol Lover, ssnowish, exindira, RZHH 261220, HyunRa, , Nada Liem, Aku suka ff, Choi Rai Sa, tehehe, Ryuzaki Miki, Eclaire Oh, ByunnaPark, WinterHeaven, guest, hunhanminute. THANKS SOM MUCH FOR YOUR REVIEW ^^
Sebelum berpisah Youn juga mau ngucapin
MERRY CHRISTMAS 2013 & HAPPY NEW YEAR 2014!
Oke dehhh gam au lama-lama selamat membaca ^^
