Shi (死): Four
.
Seisi kelas hanya diam. Kali ini adalah pelajaran dari Jung seongsaengnim. Guru matematika. Terlebih lagi beliau adalah wali kelas mereka. Guru yang memiliki aliran yakuza dalam darahnya. Beliau adalah guru yang sangat killer. Bukan berarti ketika kau mengobrol dengan teman sebangkumu dan kau dipergoki oleh beliau kau akan mendapat hukuman seperti membersihkan toilet, lari mengelilingi lapangan atau mungkin skors. Kau akan dapat hukuman yang jauh lebih berat dari itu. Kau pasti akan menyesal ketika melakukan dan setelah tahu akibatnya.
"Lee Sungmin! Kerjakan soal nomor tiga di papan tulis!"
Dan semua murid tahu, soal yang Jung seonsaengnim berikan adalah soal matematika tingkat mahasiswa, bukan murid kelas 1 SMU seperti mereka. Guru apa yang memberikan soal yang tentu saja para murid itu tak bisa mengerjakannya?
Sungmin berdiri dari bangkunya dengan kaki yang gemetar. Buku-buku jarinya memutih. Wajahnya memucat dan ia tak pernah merasakan setakut ini.
Sungmin mengambil spidol hitam perlahan lalu berdiri di depan white board. Ia hanya diam berdiri. Diam tanpa melakukan apapun.
BUAGH!
"Cepat lakukan sesuatu!" bentak Jung seonsaengnim seraya menendang kaki Sungmin hingga pemuda manis itu terjatuh.
Semua murid di dalam kelas tersentak namun hanya diam. Termasuk, murid laki-laki yang duduk di paling ujung, Cho Kyuhyun. Mungkin sekarang, semua murid di kelas itu sedang berdoa, berharap agar diri mereka tak ditunjuk untuk maju kedepan.
BUAGH!
Satu tendangan lagi di kaki Sungmin. Ia kembali terjatuh.
Beberapa murid menggigit bibir bawahnya. Membayangkan jika mereka ada di posisi Lee Sungmin yang benar-benar tidak beruntung itu.
"Kau bukan anak Sekolah Dasar lagi! Cepat kerjakan kau brengsek!"
Lagi-lagi, satu tendangan.
Sungmin berusaha bangkit namun ia kembali jatuh. Hal itu sangat memancing amarah Jung seonsaengnim menjadi lebih kasar.
"Kau laki-laki tapi kau lemah seperti itu?!"
BUAGH!
Sebuah benturan di kepala mengenai dinding.
Sudah cukup!
"Saya akan mengerjakan soal itu, seonsaengnim."
Murid berkacamata itu berdiri dari duduknya. Ia mungkin ingin menyelamatkan satu teman sekelasnya, namun sepertinya, namja itu menempuh jalan yang salah.
Jung seonsaengnim berjalan kasar kearah murid itu. Ya, Cho Kyuhyun. Semua murid di kelas itu menegang. Tak ada yang bisa berkutik sedikit pun. Termasuk Lee Sungmin.
"Apa yang tadi kau katakan?"
"Saya bisa menjawab soal itu, seonsaengnim."
Dan...
Seluruh murid menggigit bibir bawahnya.
BUAGH!
Sebuah tendangan sukses mendarat di perut Kyuhyun. Kyuhyun terjatuh, namun sebisa mungkin ia kembali bangkit. Hal itu tentu mengundang kemarahan Jung seonsaengnim.
"Tidak ada yang menyuruhmu untuk berbicara!"
BUAGH!
Satu tendangan lagi di perut Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersungkur. Namun sebisa mungkin namja berkacamata itu bangkit kembali.
"Dan tidak ada yang menyuruhmu menjawab pertanyaan yang kuberikan untuk Sungmin!"
BUAGH!
Tendangan lagi...
"..Ngh.. Saya b-bisa meng—"
BUAGH!
Satu lagi, kali ini tepat di dada.
Semua murid hanya berdoa dalam diam. Memohon agar Kyuhyun tak membalas sepatah kata pun ucapan guru matematika mereka itu. Namun, namja itu...
"Seon… uhuk.. bi-biar saya yang.. menjawab soal untuk Sungminhh…"
BUAGH!
Kali ini, Jung seonsaengnim membenturkan wajah Kyuhyun ke lantai dan kacamata yang dipakai Kyuhyun pecah hingga pecahan kacanya bercecer di lantai. Beberapa pecahan kaca menusuk matanya.
"Mau jadi anak sok pintar di sini?!"
BUAGH!
Wajah itu kali ini beradu dengan dinding. Darah segar mengalir dari hidung, pelipis dan sudut bibir Kyuhyun.
Dan Kyuhyun sudah cukup lemah sekarang. Tak ada satu pun siswa yang dapat menolongnya. Kecuali jika isi otak mereka sama seperti isi otak Kyuhyun, yang ingin menyelamatkan salah seorang temannya dengan menempuh cara apapun. Sekasar ini…
PLAK!
Jung seonsaengnim kali ini memukul kepala Kyuhyun dengan tangannya. Berkali-kali, bahkan…
PLAK!
PLAK!
PLAK!
PLAK!
PLAK!
PLAK!
PLAK!
...tak terhitung lagi jumlahnya.
Kyuhyun sudah seperti makhluk sekarat yang masih tetap ingin mengerjakan soal nomor tiga itu. Darah sudah keluar dari setiap inci tubuhnya. Lebam dimana-mana. Banyak bagian tubuh yang terluka. Ia hanya seperti ikan yang dikeluarkan dari akuariumnya. Di lantai…
BUAGH!
…seperti pecundang.
BAGH!
Jung seonsaengnim menginjak kepala Kyuhyun dengan keras. Yang murid-murid itu pikirkan, apakah Kyuhyun masih bisa melihat? Atau kepalanya sudah mulai berat? Atau mungkin ia sudah merasa kalau ia kini buta?
"Masih mau berlagak sok PINTAR CHO KYUHYUN?!"
BUAGH!
BUAGH!
Sudah cukup para murid itu hanya menonton tanpa ada satu pun yang membantu. Sungmin menangis di dekat white board, ia menahan suaranya agar tak terdengar oleh Jung seonsaengnim. Begitu pula murid yang lain. Mereka ingin membantu, tetapi apa yang harus mereka lakukan? Guru mereka itu punya darah yakuza. Ingin membantu saja, resikonya seperti ini.
Kyuhyun, yang sudah tergeletak pasrah seperti bangkai kucing hanya bisa tersenyum. Tersenyum ke arah Sungmin. Walaupun ia berakhir begini tetapi ia dapat membantu temannya bukan? Itu sebuah poin baik dalam hidupnya.
"S-seonhh… sae…ngnimhh…"
BUAGH!
BUAGH!
BUAGH!
Itu adalah tiga tendangan terakhir yang diterima oleh murid pintar bernama Cho Kyuhyun.
Sebenarnya, kita harus mengetahui satu hal. Seseorang bisa mati tiba-tiba. Dimana dan kapan saja. Dan kita juga tidak tahu, mempunyai niat pergi ke sekolah untuk belajar. Ketika teman dalam kesusahan, kita berusaha membantu. Namun pada akhirnya… tewas di tangan guru.
.
死死死
.
.
.
.
Halloooo, saya sempat menghilang karena kesibukan menelan saya
AHAHAHHA
OWKAAY, FF Shi ini sudah tamat. Review ditunggu yaaaaaaaa
Sampai jumpa di ff-ku yang lainnyaaaaaa
MAAF GA BISA CUAP-CUAP
TAPI SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH ATAS SEMUA REVIEWNYAAAAAA
LOVE YAAAAAAAA
Sign,
Yuri Masochist
