BITTERSWEET LOVE By JOYwine Addict

Main Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin

Other cast : Lee Youngwoon aka Kangin, Leeteuk (GS) , Choi Siwon, Lee HyukJae, Lee Donghae.

KyuMin | YAOI | BOYSLOVE |B X B |TYPO(S) | HURT/COMFORT | GS for Leeteuk

Rating : T to M

Disclaimer :Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Mereka saling memiliki , dan FF ini milik saya sepenuhnya :D

DON'T BE SILENT READERS !

DON'T LIKE DON'T READ !

NO BASH ! NO COPAS !

Enjoy ~~


Previous Chapter

"Annyeonghaseo, Lee Sungmin imnida". Dengan nada tersengal Sungmin memperkenalkan dirinya. Bagimana tidak ia berlari dari gerbang sampai kedepan kelasnya yang memang begitu jauh.

"Cih, bisa sampai juga Anak itu". Seorang Cho Kyuhyun bergumam.

_BITTERSWEET LOVE_

Sungmin segera duduk di bangku kosong yang telah ditunjuk oleh soengsaenim, tepat berada di samping Cho Kyuhyun. Ia sedikit melirik Kyuhyun dengan ekor matanya. Terlihat wajah itu begitu dingin dan terkesan acuh.

"Hai Lee Sungmin, namaku Lee Hyukjae… kau bisa memanggilku Eunhyuk..". seseorang disamping berucap ramah sambil menunjukan Gummy Smilenya dan tentunya sedikit berbisik. Jika tidak mungkin sebuah penghapus papan tulis akan mendarat di keningnya.

"Oh, hai ,senang berkenalan denganmu". Ucapnya sambil tersenyum

Bel tanda istirahat berbunyi, beberapa siswa mulai menginggalkan kelas. Tiba-tiba seorang yeoja yang duduk di depan Kyuhyun berbalik menghadap Kyuhyun .

"kyunnie, kajja ! kita pergi kekantin!". Ucap yeoja itu dengan nada imut yang sangat jelas dibuat-buat.

"Aniya, seohyun-ah. Kau pergi saja sendiri". Kyuhyun tampaknya tengah malas menaganggapi yeoja yang satu ini.

"kyunnie, ayolah tak seperti biasanya kau bersikap seperti itu". Dengan nada merengek sambil menghampiri kyuhyun dan memeluk leher kyuhyun dari belakang.

"Aku benar-benar sedang malas Seohyunie".

Jujur Sungmin sedikit tidak nyaman dengan pemandangan yang ia lihat disampingnya.

BRAKK

Eunhyuk menggebrak meja di depannya dengan sangat keras, hingga membuat beberapa orang yang masih ada di dalam kelas berjengit kaget dibuatnya, terlebih Sungmin yang sedari tadi sedang berbincang dengan Eunhyuk.

Raut kesal Eunhyuk menunjukan, bahwa ia tidak suka dengan drama(?) yang sedang dimainkan oleh kedua orang disampingnya.

"Ya! apa kalian tidak bisa menjaga sikap kalian barang sehari saja ! aku muak melihatnya setiap hari".

"Apalagi kau yeoja centil". tunjuk Eunhyuk geram.

Namun Kyuhyun tetap memasang wajahnya yang seperti menantang itu pada Eunhyuk, tetap memandang datar pada objek yang sedari tadi menjadi fokusnya. Seperti tak pernah ada suara yang sedang berbicara padanya.

"Apa masalahmu Lee Hyukjae ?!". Seohyun berteriak.

Sedikit mengabaikan pertanyaan yeoja yang Eunhyuk anggap gila itu , ia menarik tangan Sungmin untuk segera keluar dari kelas. sebelum ia kembali tersulut emosinya dengan sikap dan perilaku Cho Kyuhyun. "Kajja Sungmin-ah kita pergi dari sini !".

Kyuhyun tampaknya mulai jengah berlama-lama dengan yeoja yang dia anggap sebagai mainannya ini. Ia sedang malas bersama Seohyun, lalu ia memutuskan untuk pergi.

Yeoja itu berteriak memanggil Kyuhyun sambil mengentakan kakinya kesal.

.

.

"kenapa kau terlihat begitu marah tadi?". Sungmin bertanya dengan wajah polos

Eunhyuk dan Sungmin sedang berjalan di lorong sekolah , Eunhyuk menemani Sungmin untuk berkeliling sekolah. Tampak beberapa yeoja dan namja memperhatikan kearah Sungmin berjalan.

Entah mereka merasa asing dengan sosok Sungmin karena ia adalah anak baru, atau karena mereka terpesona dengan daya tarik yang dimiliki Sungmin.

"Hah , kau tak tau saja bagaimana mereka, aku sudah sangat muak melihat sikap Kyuhyun. Dan lagi yeoja tak tau malu itu, tak pernah berhenti menggoda Kyuhyun". Jawab Eunhyuk sambil memainkan gadgetnya.

"ku kira mereka sepasang kekasih".

"Aniya Sungmin-ah, Aku sangat tau Kyuhyun, dia memiliki banyak yeoja, dan tak satu pun dianggapnya serius, dia hanya mempermainkan yeoja-yeoja itu".

Sungmin semakin tertarik dengan apa yang Eunhyuk katakan. Sungmin sangat penasaran bagaimana sebenarnya sosok Kyuhyun itu.

-dan bagaimana bisa Sungmin dititipkan oleh orang tuanya pada Namja yang pada kenyataannya adalah orang yang kurang baik mungkin. Tapi Sungmin sangat buta terhadap bagaimana sebenarnya kehidupan Kyuhyun.

"Eung, Min mianhae aku harus pergi menemui seseorang". Terdengar nada menyesal dari Eunhyuk.

"Ne, Gwaenchana. Padahal tadinya aku ingin memintamu menemaniku ke perpustakaan".

"Mianhae, aku tidak bisa menemanimu".

"Ne, tak apa. Aku hanya bercanda. Aku bisa ke perpustakaan sendiri". Ucap Sungmin sambil berlalu meninggalkan Eunhyuk.

.

.

.

"Sepertinya perpustakaan tempat yang bagus untuk tidur." Terang saja kyuhyun mengatakan seperti itu, semalaman ia tidak tidur karena memikirkan namja yang sedang tidur di sofa apartemennya, ada sebersit rasa tidak tega namun egonya mengalahkan segalanya.

Perpustakaan yang sangat besar dan sepi pengunjung, sangat cocok untuk seorang Cho Kyuhyun untuk tidur, ditambah lagi pojok ruangan yang menjadi tempat pilihannya terhalang oleh rak buku yang menjulang tinggi.

Derap langkah memecah keheningan yang tercipta di ruangan luas itu, namja manis itu sedang berkeliling mencari buku yang sekiranya menarik dibaca.

"Ugh, sedikit lagi". Sungmin berusaha meraih buku yang terletak di rak atas, hanya saja tubuhnya yang kurang tinggi menyulitkannya meraih buku itu.

Tiba-tiba seseorang meraih buku itu, dan memberikannya pada sungmin sambil memamerkan senyumnya.

"Eh , Gomawo". Sungmin meraih buku itu, dan membungkuk sopan. Sedikit terpesona dengan senyum namja yang menolongnya mengambil buku.

"Apa Kau Siswa baru ?".

"Ne, Lee Sungmin imnida, siswa 11-1".

"Annyeong Sungmin-shii, namaku Siwon".

Sadar atau tidak, percakapan mereka mengganggu aktifitas seseorang yang sedang terjun di alam mimpi. Namja itu terbangun, sedikit gusar dengan dua namja yang menggangunya.

Disatu sisi Namja bertubuh kekar itu adalah musuh Kyuhyun, dan disisi lain Namja manis itu adalah orang yang membuat hidupnya menjadi sulit. Dan itu membuat Kyuhyun kesal setengah mati, karena harus berhadapan dengan dua namja yang tidak ingin ditemuinya.

"Ya, Apakah kalian harus seberisik itu di dalam perpustakaan!?". Ucap kyuhyun dengan wajah dan nada mengejek.

"Dan apakah perpustakaan tempat untuk tidur Cho?". Siwon menaggapi dengan nada tak kalah mengejek.

"Setidaknya aku tidak berisik dan mengganggu orang lain". Sikap Cho Kyuhyun yang tak mau kalah dengan siapapun muncul.

Dan sepertinya Siwon sedang tidak ingin berdebat dan berakhir dengan mereka yang saling memukul seperti beberapa minggu yang lalu. Wajah keduanya lebam, meskipun tubuh Siwon lebih kekar dari Kyuhyun, tapi Kyuhyun bisa menjadi sangat kuat jika sedang kalap.

Malas menghadapi Kyuhyun dan berniat menghindar, Ya, Terbukti dengan dirinya yang langsung pergi dari perpustakaan tersebut. Setelah tentunya berpamitan dengan Sungmin.

Kyuhyun akhirnya bangkit dari kursi perpustakaan lalu menghampiri Sungmin. Sedikit mendorong tubuh Sungmin hingga tubuh mungil itu sedikit membentur rak dibelakangnya. Terdengar ringisan kecil dari bibir plum itu, namun tak dihiraukan sama sekali oleh namja tinggi yang sedang mengapitnya diantara tubuhnya dan rak dibelakangnya.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah sungmin, "Dengarkan ucapanku baik-baik". suara itu terdengar begitu menyeramkan namun wajah itu masih terlihat datar.

"Jika kau masih ingin tinggal di apartmenku jauhi namja yang bernama Choi Siwon itu, karena dia adalah musuhku dan sangat ku benci". Sedikit penekanan pada kata terakhirnya.

terdengar langkah seseorang selain mereka di ruangan ini dan terdengar semakin mendekat, samar suara orang itu terdengar memangil-manggil kyuhyun, siapa lagi kalau bukan Seohyun, ia mencari kyuhyun setelah kyuhyun meninggalkannya pergi.

"Kyu.. Kyuhyunie~".

Kyuhyun mengrenyit begitu mendengar suara itu, ia begitu mengenali suara itu, dan saat itu juga kyuhyun manarik lengan sungmin menuju sudut sempit yang terdapat di perpustakan besar itu. Tepatnya disela rak buku besar yang mustahil orang akan datang ke sudut ruangan itu.

Sungmin sedikit tersentak saat kyuhyun tiba-tiba menariknya, mereka berdua bersembunyi. Kyuhyun berada di belakang Sungmin dan membekap mulut Sungmin dengan kirinya, sedangkan tangan kanannya melingkar indah di pinggang Sungmin.

Sungmin meronta di dalam 'pelukan' kyuhyun. namun kyuhyun semakin mengeratkan rengkuhannya di pinggang Sungmin. tubuh mereka berdempet satu sama lain, dan akibat ulah sungmin yang terus meronta sesuatu yang keras menggesek bagian belakang Sungmin.

"Ahh, diamlah. Kau menyentuhnya". Kyuhyun mendesah tepat di telinga Sungmin. Sungmin sedikit bergidig geli saat nafas kyuhyun berhembus di sekitar lehernya.

Wajah Sungmin sekarang sudah semerah tomat, dan mulai berfikir apakah sesuatu yang menempel di bagian belakangnya itu adalah- ah itu membuatnya malu, bagaimana bisa ia menekan junior seseorang sampai orang itu mendesah.

"Ahh, Min diamlah, jangan meronta terus, kau semakin menekannya". Ucap Kyuhyun frustasi.

"ish jinjja, tadi Siwon bilang Kyu ada di sini, ternyata dia membohongiku". Yeoja itu pergi setelah ia berkeliling dan tidak menemukan kyuhyun di perpustakaan itu.

Setelah memastikan apakah yeoja itu benar-benar sudah pergi, Kyuhyun melapaskan cengkraman tangannya dari Sungmin. Kemudian ia merapihkan dan menepuk seragamnya yang terkena debu. Sungmin berbalik menatap Kyuhyun dengan tatapan herannya, wajahnya masih menampakan semburat merah yang terlihat jelas.

Tak habis pikir terhadap namja yang baru saja mengancamnya lalu menariknya ke sudut ruangan berdebu kemudian membekap bibirnya dan lalu ia mendesah. Dan sekarang ia bersikap seperti tak pernah terjadi apapun.

"M..maaf, aku benar-benar tak sengja melakukannya, tapi Kenapa kau menarikku untuk bersembunyi juga?".

"jika aku tak melakukannya kau pasti akan dengan seenaknya memberi tau yeoja itu keberadaanku".

Sungmin mendelik tak percaya dengan apa yang Kyuhyun katakan, mungkin memang benar dia pasti akan memberi tau jika yeoja itu menayainya dimana kyuhyun berada, tapi tidak dengan menariknya kemudian membekapnya.

"Aish, benar-benar". Sungmin mendengus kecil.

Tiba-tiba sesuatu menempel di kepala Sungmin, membuat sungmin tersentak kaget . tangan Kyuhyun menempel di pucuk kepala Sungmin dengan gerakan mengelus. Kyuhyun sedang membersihkannya dari debu dan sarang laba-laba yang menempel di rambut Sungmin.

"Jangan lupa kata-kataku mengenai Siwon tadi". ucapnya kemudian pergi menghampiri sebuah meja baca dan duduk di salah satu kursi. Berniat meneruskan tidur mungkin.

Sungmin menatap punggung Kyuhyun,berusaha tak menghiraukannya, lalu memutuskan untuk pergi dari perpustakaan. Namun Kyuhyun memanggilnya dan menyuruhnya untuk tetap berada di perpustakaan.

"Tetaplah disini! Kau harus berjaga dan bilang padaku jika yeoja itu kembali ke sini !".

"Tapi aku harus kembali ke kelas".

"Bukankah aku pernah bilang aku tidak peduli apa masalahmu Lee Sungmin". Ucap Kyuhyun Final ditambah tatapan Kyuhyun yang membuat nyalinya untuk melawan ciut. Sungmin tak ingin membuat masalah dengan namja yang bisa mengusirnya kapan saja.

Sungmin menghela nafas pasrah, ia menghampiri kyuhyun yang sedang membaringkan kepalanya di meja dengan tangan yang menjadi bantalannya.

'kenapa namja ini begitu egois' batin sungmin. Ia duduk di samping Kyuhyun sambil memperhatikan wajah damai yang sedang kembali mengarungi dunia mimpinya.

"tampan". Sungmin bergumam kecil, lalu ia menggelengkan kepalanya 'Ah, ani, jungmo lebih tampan dan dia sangat baik, sangat berbeda dengan namja ini Sungmin' batinnya berperang.

'Jungmo', Sungmin teringat dengan namja itu sekarang , bagaimana keadaannya? Sekarang ia merindukan namja itu.

.

.

.

Eunhyuk menengok kiri dan kanan mencari sang namja tampan yang beberapa menit lalu mengiriminya pesan singkat sehingga ia harus meninggalkan Sungmin pergi sendiri. Tak lama kemudian ia menemukan sosok itu sedang duduk di kursi taman sekolah yang ramai karena memang sedang jam istirahat.

"Hae-ah".

"Hyukkie, wae? Sepertinya kau sedang kesal?". Tangannya menggapai helaian surai blonde itu.

"aku sangat muak dengan sepupumu itu, sampai kapan dia akan bersikap seperti itu Hae?".

"Entahlah". Jawab Donghae mengangkat bahunya.

"Kau tau Hyukkie, Cho ahjushi mengatakan padaku mulai sekarang ada seseorang yang tinggal di apartemen kyuhyun".

"Benarkah ?, aku tak yakin Hae. Kau ingat bahkan bocah itu tega mengusir kita saat kita ingin menginap di apartmennya".

Donghae mengela nafas, perkataan Eunhyuk memang benar. Kyuhyun takan membiarkan siapa pun menginap di apartmennya, terkecuali kedua orang tuannya, dan berakhir Kyuhyun harus tidur di ruangan kosong disebelah kamarnya dengan beralaskan kasur lipat.

"Kau benar Hyukkie, nanti saja kita pastikan".

Eunhyuk mengganguk setuju, Donghae merangkul bahu Eunhyuk lalu mereka berdua meninggalkan taman menuju kelas mereka masing- masing karena jam istirahat akan segera berakhir.

Para siswa siswi mulai memasuki ruangan kelasnya masing-masing saat bel tanda masuk berdering. Eunhyuk menengok kursi disampingnya, namun pemilik kursi itu tidak ada disana. Sedikit perasaan bersalah menyelimuti Eunhyuk.

Beberapa pemikiran terlintas dibenaknya, apakah Sungmin tersesat ? itu salah satunya.

Mata Eunhyuk bergerak gelisah, dan tiba tiba ia menyadari bahwa kyuhyun juga tidak ada, "apa mereka pergi bersama, ah tapi itu sangat tidak mungkin". Baru saja Eunhyuk bangkit dari kursinya, seorang yeoja datang dengan wajah muram.

"Seo, apa kau melihat Sungmin". Tanyanya dengan malas, tapi siapa tau yeoja ini melihat Sungmin.

"Aku tidak melihatnya, dan aku tidak peduli dengan namja itu".

Jawaban yeoja itu membuat Eunhyuk ingin membenturkan kepalanya, ia menyesali perbuatannya, seharusnya dari awal jangan bertanya pada yeoja itu.

Seosaengnim masuk saat Eunhyuk hendak keluar kelas. niatnya mencari Sungmin ia urungkan mengingat seongsaenimnya ini terkenal sangat galak.

.

_BITTERSWEET LOVE_

.

Sungmin mulai bosan berdiam disini, duduk disamping namja yang sedari tadi tidur.

"Engh". Kyuhyun bangun dari tidurnya.

Sungmin menoleh pada Kyuhyun yang sedang merenggangkan otot-ototnnya.

"kau sudah bangun". Ucapan Sungmin seperti angin lalu baginya. Lalu ia bangkit dan meninggalkan Sungmin yang mengerucutkan bibirnya kesal karena tak digubris sama sekali.

"Ya, menyebalkan".

Sungmin beranjak untuk meninggalkan perpustakaan juga, menyusul kearah perginyanya Kyuhyun. seorang yeoja melewati Sungmin lalu mengerling nakal kearahnya, dan dibalas senyuman canggung oleh Sungmin. Sebelum akhirnya yeoja itu mendekat kearah kyuhyun.

"Vict Noona, mau keluar bersamaku hari ini ?". Kyuhyun meraih pinggang yeoja itu dan melumat bibirnya sesaat .

Sungmin membulatkan matanya lebar lalu memalingkan wajahnya setelah melihat adegan dihadapannya, perlahan mundur dan pergi menuju kelas. ia tak menyangka ucapan Eunhyuk memang benar, dan tak tau kenapa ada sebersit rasa tidak rela saat yeoja itu mendapat Ciuman Kyuhyun.

"Min, darimana saja kau? Aku mencemaskanmu kukira kau tersesat saat berjalan menuju perpus". Eunhyuk berlari kecil menghampiri Sungmin yang berjalan menuju bangkunnya.

"aku tertidur di perpus hehe". Sungmin berbohong, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.

Jam pelajaran telah usai beberapa menit yang lalu. Di ruangan kelas bahkan hanya tersisa ransel Kyuhyun dan Sungmin.

"hah kukira, baiklah aku pulang, sampai jumpa besok".

Satu alis sungmin terangkat kala kyuhyun memasuki ruangan kelas dengan merangkul seorang yeoja yang kyuhyun sebut Vict tadi. Entah kenapa rasa tak rela itu kembali lagi. Buru-buru Sungmin meraih ranselnya.

"Noona, kau duluan saja ke mobilku!". Yeoja itu mengangguk lalu berlalu, menyisakan Sungmin dan kyuhyun.

"Kau pulanglah, dan jangan mententuh atau membuat masalah di apartmenku". Meraih ranselnya kemudian menyusul yeoja yang menunggunya di mobilnya.

"Aish, apa-apaan dia ini, benar benar menyebalkan.

.

.

.

Sungmin menghempaskan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di bus dalam perjalanannya pulang, pandangannya tak lepas dari pemandangan kota seoul pada sore hari, hari keduanya di seoul memang terasa berat untuknya.

Udara seoul semakin mendingin karena telah memasuki pertengahan bulan November, namja manis itu semakin mengeratkan mantel yang menutupi seragam sekolahnya, kepulan asap terlihat mengepul dari bibir plum itu, mengartikan betapa dinginnya udara sore itu.

Kakinya melangkah keluar dari bis yang mengantarkannya sampai halte depan gedung apartmen. Dengan langkah pelan ia berjalan memasuki gedung apartmen itu kemudian naik ke lantai dimana ia tinggal.

Sedikit mengrenyit binggung saat ia memutar knop pintu apartment tersebut namun pintu itu tak kunjung terbuka.

Sungmin Menepuk dahinya pelan "Paboya Sungmin, bahakan kau tak menanyakan password apartemennya".

Sungmin menatap sejenak layar ponsel yang berada digenggamannya, bahkan dia pun baru menyadari bahwa dirinyapun tidak memiliki nomor ponsel kyuhyun.

Sungmin berjalan mondar – mandir memikirkan apa yang harus ia lakukan, tak mungkin ia harus berada di lorong apartment, karena hari sudah semakin galap dan pasti udara pun akan semakin dingin. Lagi pula ia tak tahu kapan Kyuhyun akan pulang. berharap Kyuhyun akan pulang secepatnya.

Ia berusaha menekan beberapa kombinasi angka, namun hasiknya nihil. Tubuhnya merosot di depan pintu tersebut, sambil memeluk kedua lututnya.

.

.

.

.

Di sebuah bar terlihat seorang namja dan yeoja sedang bercumbu di tengah keramaian orang-orang yang sedang melakukan kegiatan yang serupa seperti mereka juga, having sexs ? tentu saja tidak , hanya saling bercumbu.

Kyuhyun meneguk beberapa gelas minuman beralkohol, nampaknya ia sedang ingin menghabiskan waktunya di Bar ini dengan yeoja yang menjadi temannya.

"Hentikan meminum itu, kau sudah mabuk". Ucap Victoria sambil merebut gelas minuman beralkohol itu dari tangan Kyuhyun.

Kemudian Victoria menyeret kyuhyun yang sudah mabuk berat ke luar dari Bar tersebut, lalu yeoja itu mengendarai mobil Kyuhyun hingga sampai di depan apartmen Kyuhyun. yeoja itu pulang menggunakan taxi setelah memberikan kunci mobil kepada Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun berjalan dengan kesadaran yang hanya tinggal separuh itu. Tak jarang tubuhnya sedikit oleng. Samar ia melihat siluet seorang namja yang meringkuk di depan pintu apartmennya. Bahkan ia lupa ada seorang namja yang tinggal di apartmentnya.

Kyuhyun mencoba meraih kesadaran, namun apa daya jika ia sudah ada dibawah pengaruh alkohol. Pening yang luar biasa menyerang bagian kepalanya.

Dirasa ada seseorang yang berjalan mendekat kearahnya , Sungmin menoleh mencari tahu siapa orang tersebut, senyumnya terkembang kala melihat siapa ternyata orang itu.

Ia sangat ingin cepat masuk ke dalam, dan menikmati dirinya yang berbaring di sofa, hanya sofa tak masalah, itu lebih hangat dan lebih baik dibandingkan harus kedinginan diluar dan duduk dilantai yang tak kalah dinginnya.

Namun senyum itu pudar kala melihat Kyuhyun berjalan kearahnya dengan langkah gontai. Khawatir dengan keadaan namja jangkung itu yang tengah memegangi kepalanya dan terlihat wajahnya yang memerah.

"Ahh, Kyu kau demam". Sungmin menghampiri Kyuhyun.

"Uhuk". Bau alkohol menguar dari mulut kyuhyun, membuat Sungmin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kyuhyun.

"Bau alkohol , kau mabuk ?".

Brukk

Hampir saja tubuh itu jatuh tersungkur ke depan jika saja Sungmin tidak ada di hadapannya dan menahan tubuh itu.

"Ya, jangan pingsan sekarang, kau bahan belum memberi tahuku berapa passwordnya, bagaimana kita bisa masuk". Sungmin mengguncang tubuh itu sedikit keras.

Sekarang Sungmin tidak meringkuk sendiri lagi namun ditemani oleh Kyuhyun. Sungmin merutuki kebodohannya dan namja disampingnya, dan beberapa umpatan pun tak jarang terlontar dari mulut Sungmin untuk Kyuhyun.

Ia tidak peduli jika Kyuhyun akan memarahinya, toh namja yang memiliki tatapan sadis ini sedang dalam keadaan tidak sadar.

Berkali-kali Sungmin berusaha menyadarkan Kyuhyun, dimulai menepuk pipinya, mengguncang tubuhnya, hingga berteriak di telinganya, dan cara lain sudah Sungmin lakukan. Namun hasilnya tetap saja, tubuh kyuhyun sudah seperti mayat hidup baginya.

Udara dingin semakin terasa berhembus bagaikan menantang siapapun yang masih berada di luar. Sungmin menggosok-gosokan ke dua tangannya berusaha agar suhu badannya tetap hangat. Padahal udara tadi pagi masih lumayan hangat.

Sungmin tak tega meihat namja mabuk di sampingnya yang hanya memakai seragam tipis tanpa dibalut mantel. Ia melepas mantelnya dan meyelimutinya pada tubuh namja jangkung itu. Setidaknya ia masih bisa membuat dirinya tetap hangat dengan menggosokan tanggannya. Berbeda dengan namja di sampingnya.

Tiba-tiba rasa pening menyerang Sungmin. Oh, jangan bilang jika ia akan-

TBC

.

.

.


Annyeong saya bawa chap 2 , Jangan bilang chap ini pendek karena menurut saya ini sudah sangat panjang #plakk

Tiba-tiba ide hilang gitu aja, ini akibat ada ide tapi gak langsung saya tulis, dan akhirnya lupa.

Dan kilasan chapter selanjutnya yang saya tulis di chap kemaren ga semua ada di chap ini, mungkin di chap depan. Ga janji ^^v

Buat yang follow story ini pliis, kalian ikut review juga yah. Biar saya tau bagaimana pendapat kalian, karena saya author pemula.

Dan silent readers saya masih berharap anda menampakan diri di kotak review.

Jika ada pertanyaan seputar story ini atau Kyumin atau pingin kenal sama saya tingga PM atau ke twitter saya aja JoyKM_137

Sitapumpkinelf : ga ada wonkyu moment ko chingu ^^. Malah disini mereka itu adalah musuh. Gausah khawatir ^^

sha nakanishi : makasih buat sarannya, saya akan coba untuk memperbaiki ^^. Review terus ya hehe

maaf saya masih ga bisa balas semua review dari kalian.

Seperti sebelumnya saya publish sesuai review yang masuk, makin banyak review makin semangat ngetik dan makin cepet publish. #evillaugh

Thanks to

Sitapumpkinelf , abilhikmah , Elf hana sujuCouple , sirly3424 ,sha nakanishi , WineKyuMin137 , fitriKyuMin , bunnyblack FLK 136 , BabyRiihyun , sibum's child , KobayashiAde , melsparkyu , Zen Liu , Mirukia , viietha , joy137 , evil vs bunny , winecouple , chu , nova137 , Ranny , sissy , Cho Yooae.

REVIEW PLEASE...