BITTERSWEET LOVE By JOYwine Addict

Main Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin

Other cast : Lee Youngwoon aka Kangin, Leeteuk (GS) , Choi Siwon, Lee HyukJae, Lee Donghae.

KyuMin | YAOI | BOYSLOVE |B X B |TYPO(S) | HURT/COMFORT

Rating : T to M (Maybe)

Disclaimer :Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Mereka saling memiliki , dan FF ini milik saya sepenuhnya :D

DON'T BE SILENT READERS !

DON'T LIKE DON'T READ !

NO BASH ! NO COPAS !

Enjoy ~~


Previous Chapter

Sungmin tak tega meihat namja mabuk di sampingnya yang hanya memakai seragam tipis tanpa dibalut melepas mantelnya dan meyelimutinya pada tubuh namja jangkung itu. Setidaknya ia masih bisa membuat dirinya tetap hangat dengan menggosokan tanggannya. Berbeda dengan namja di sampingnya.

Tiba-tiba rasa pening menyerang Sungmin. Oh, jangan bilang jika ia akan kehilangan kesadaran juga.

.

.

.

Perjalanan menuju kediaman Kyuhyun terasa sangat jauh akibat udara dingin yang terasa sangat menusuk kulit apalagi mereka menuju ke kediaman sahabat mereka itu dengan mengendarai motor dan itu membuat seseorang yang diboncengi namja yang bernama Donghae itu terus saja mengumpat tak jelas.

"Hyukkie berhenti mengumpat kubilang!". Ucap Donghae dengan nada setengah berteriak kesal.

"Sial, udara sangat dingin, Ini salahmu Hae, kenapa tak menggunakan mobil di cuaca seperti ini. Dasar bodoh !".

Donghae Menengok kaca spionnya melihat namja yang diboncenginya mempoutkan bibirnnya kesal. Dan Hanya helaan nafas yang dapat keluar dari bibir Donghae, memang tak ada gunanya mengahdapi Eunhyuk yang sedang dalam keadaan kesal lalu Ia memutuskan menulikan pendengarannya dari umpatan yang terus terlontar dari mulut namja dibelakangnya dan terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

.

.

.

Sungmin menggelengkan kepalanya berusaha agar tidak kehilanggan kesadarannya, kemudian ia menatap kearah Kyuhyun, dengan sedikit ragu ia meraih tanggan Kyuhyun kemudian menggenggamnya, dan sedikit bersandar pada bahu namja itu, berusaha mencari kehangatan dari namja yang tak sadarkan diri tersebut.

Menyadari ada suara langkah kaki mendekat, buru-buru Sungmin menjauhkan tubuhnya dan melepas Tautan tangannya dengan menyipitkan matanya melihat kearah dua orang yang berjalan kearahnya, tak asing dengan salah satu dari dua namja itu.

Setelah sampai di lantai yang mereka tuju, Eunhyuk dan Donghae seketika berlari karena kaget melihat Kyuhyun terduduk di depan pintu apartment. Kekagetan Eunhyuk bertambah setelah melihat Sungmin berada di samping Kyuhyun rasanya ia memberondongi Sungmin dengan pertanyaan yang mengganggu batinnya.

"Sungmin !?, apa yang terjadi ? bagaimana bisa Kau berada di sini ?". akhirnya pertanyaan keluar juga dari mulut Eunhyuk.

"Ah, apa kalian mengetahui password apartmen Kyuhyun ? Akan ku jelaskan di dalam".

Kemudian Donghae memasukan beberapa kombinasi angka, setelah pintu terbuka ia membawa tubuh sepupunya itu ke dalam dengan Eunhyuk dan Sungmin yang mengekor di belakangnya. Lalu donghae membaringkan tubuh Kurus itu di kamar tidur.

"Min ayo jelaskan padaku sekarang!".

Eunhyuk bertanya pada Sungmin, Donghae yang baru saja keluar dari kamar tidur Kyuhyun bergabung dalam perbincangan tersebut.

"Hmm, Kyuhyun mabuk dan tak sadarkan diri, dan aku tak tahu password untuk membuka pintunya". Ucap Sungmin dengan wajah polosnya.

"kau tinggal bersama Kyuhyun ?". pertanyaan yang Donghae lontarkan membuat seketika itu juga Eunhyuk memandang Donghae dan Sungmin bergantian .

"Y-ya aku tinggal disini, bagaimana kau tau?".

"Ya! Sungmin-ah kenapa kau tak bilang padaku bahwa kau tinggal bersama monster gila itu, sungguh aku tak menyangka kau yang tinggal bersamanya, bagaimana bisa namja polos sepertimu tinggal bersamanya, Ah kau pasti bercanda".

"Kau mengenalnya Hyukkie?"

"tentu saja dia teman sekelasku, murid pindahan yang baru masuk hari ini".

Eunhyuk sontak mengrenyitkan dahinya, ia mendekati Sungmin wajah namja itu tampak pucat, ia lalu menempelkan punggung tangannya di kedua pipi dan dahi namja manis itu. Kulit putih itu terasa sangat menggengam lengan Eunhyuk dan menjauhkannya dari wajahnya ia tak ingin ditanya macam macam lagi.

"Berapa lama kau berdiam diri di luar, jangan bilang sejak pulang sekolah tadi ?". dan yang tak diinginan Sungmin pun terjadi. Ia bimbang antara berkata jujur atau berbohong.

"umm". Sungmin menganggukan terlihat raut wajah Eunhyuk berubah menyeramkan, Sungmin buru-buru mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

"what the- yang benar saja, Aish Hae jika dia bukan sahabatku dan sepupumu kupastikan ia habis ditanganku". Eunhyuk memukul mukulkan genggaman tangannya ke telapak tangannya.

"Ya, aku tau, bahkan kau sudah jutaan kali mengatakan itu, sekarang ayo kita pergi biarkan Sungmin beristirahat".

Namun disaat Donghae akan menyusul Eunhyuk yang sudah pergi ia melihat sebuah koper besar di sudut ruangan di samping sofa, kecurigaannya mendorongnya untuk bertanya.

"Apa Kyuhyun tak memberimu kamar ?".

Sungmin tersentak kaget, bagaimana Donghae bisa bertanya seperti itu, kemudian ia menyadari sesuatu bahwa kopernya masih terpajang manis di samping sofa. Sungmin hanya mampu tertunduk, ia tak ingin kebohongan meluncur dari bibirnya, apalagi dihadapan Lee Donghae yang sepertinya akan mengetahui kebohongannya.

"ah , aku sudah menduganya".

Donghae berjalan menuju kamar Kyuhyun, kemudian ia keluar dengan membawa selimut tebal dan memberikannya kepada Sungmin.

"aku akan membicarakan ini dengan Kyuhyun nanti sekarang beristirahatlah". Donghae menepuk pundak Sungmin dan berlalu menyusuli Eunhyuk.

.

.

.

Pagi ini suhu terasa lebih dingin dari pada kemarin, seorang namja terbangun dari tidurnya yang nyaman di atas bed king size yang empuk. Kepalanya terasa berat dan pusing, ia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. ia menemukan seorang namja masih tertidur di sofa, tak ambil pusing ia melanjutkan langkahnya.

Saat dirinya hendak kembali menuju kamarnya dan hendak melanjutkan tidurnya ia ia kembali melirik namja yang masih tertidur di sofa tadi. tertarik dengan bibir namja tersebut, kemudian ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya. Dan menatap intens wajah pemilik bibir tersebut.

Sedikit bermain dengan namja yang tengah tertidur bukan ide buruk, terlebih jam sekolah masih terlalu lama untuk dimulai pikirnya.

"Bibir yang bagus untuk dilumat". Ucapnya sambil menyunggingkan seringai.

Namun disaat ia mulai mendekatkan wajahnya ia tersadar dari pemikiran gilanya.

"apakah aku masih mabuk, ah cho apakah kau tak berfikir bagaimana jika namja ini bangun". Kemudian ia berlalu menuju kamarnya.

.

Lee Sungmin bangun dari tidurnya, tubuhnya terasa lemas dan kepalanya terasa sangat pusing. Lalu kemudian Sungmin besiap untuk menuju ke sekolah. Seperti kemarin di dapur sudah tampak Kyuhyun yang sudah siap di meja makan dengan ahjuma yang sedang menyiapkan sarapan. Sungmin kemudian duduk di hadapan Kyuhyun.

Disaat Ia meminum segelas susu lalu matanya tak sengaja melihat kearah kyuhyun, dan mendapatkan seorang Cho Kyuhyun sedang menatap Lee Sungmin dengan pandangan yang teramat tajam namun dengan wajah yang lagi lagi dingin dengan tubuh yang bersandar dikursi dan tangan yang terlipat di depan.

Sungmin menaruh gelas susunya yang baru diminum setengahnya itu dengan gugup bercampur takut.

"a-ada apa?".

Tak ada jawaban dari Kyuhyun, hanya terdengar dentingan piring yang beradu dengan meja makan disaat Kim ahjuma meletakan piring itu kemudian berpamitan pergi.

Sungmin berusaha tak memperdulikan tatapan Kyuhyun dan memakan sarapannya, ia melirik Kyuhyun sedikit bernafas lega ketika Kyuhyun sudah tak menatapnya lagi.

''Eung , apakah aku boleh mengetahui password apartmen ini ?" dengan ragu Sungmin bertanya.

"apakah apartmen ini milikmu?" dengan cepat Kyuhyun menjawab.

Mendengar nada tak bersahabat dari Kyuhyun Sungmin mengurungkan niatnya "baiklah , jika kau tak mau memberi tahunya tak apa, aku pergi duluan". Sungmin bangkit dari kursinya dan meraih ranselnya kemudian ia bangkat menuju sekolah.

"Reaksi macam apa itu ? padahal aku hanya sedikit bercanda dengannya".

.

.

.

Sekolah tenama di Seoul itu dipenuhi dengan murid yang masih berlalulalang melewati gerbang kokoh yang menjulang.

Seorang namja manis yang mengenakan seragam dengan lambang kebesaran sekolah di saku dada kiri yang tertutupi jaket tebal berwarna navi datang dan melewati gerbang itu.

"Sungmin-ah".

Sungmin menengok kearah orang yang memanggilnya tadi. Terlihat Siwon berlari kearahnya sambil melambaikan tangan.

`Jika kau masih ingin tinggal di apartmenku jauhi namja yang bernama Choi Siwon itu'. Ucapan Kyuhyun terngiang di telinganya.

"hai Min!".

Sungmin membalas sapaan itu hanya dengan sebuah senyuman. Siown melihat wajah itu begitu begitu pucat. ia menurunkan wajahnya mensejajarkan dengan wajah Sungmin yang memang lebih pendek darinya untuk melihat wajah Sungmin yang terlihat pucat itu lebih jelas.

Wajahnya berbeda dengan yang Siwon lihat kemarin tak ada Rona merah di kedua pipi putih tersebut dan bibir yang berwarna cherry itu tak terlihat hari ini.

"Kau sakit ?wajahmu-".Siwon menempelkan telapak tangannya di kedua pipi Sungmin.

"ah, mungkin karena udaranya disini sangat dingin, aku pergi dulu Siwon-shii". Sungmin pergi setengah berlari, ia takut dengan ancaman Kyuhyun, dan semoga saja Kyuhyun belum datang dan tak melihatnya bersama Siwon tadi.

Siwon menatap punggung Sungmin yang mulai menjauhinya dengan heran.

Namun dugaan Sungmin salah, Kyuhyun melihatnya setelah ia memarkirkan Motornya dan hendak berjalan menuju kelasnya.

"huh, kelinci nakal, kau tak takut dengan ancamanku eoh ?". Kyuhyun bergumam.

"Kyu !". Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

"Hae hyung".

"Aku sudah tau semua".

"Apa maksudmu hyung ?". Tanya kyuhyun bingung dengan perkataan Donghae yang begitu ambigu baginya.

"Sungmin, ia tinggal bersamamu, dan kau menyuruhnya untuk tidur di sofa, jangan Tanya bagaimana aku bisa tau karena kemarin malam aku dan Hyukkie mengunjungi aparmentmu dan mendapati kau pingsan karena mabuk dengan Sungmin yang meringkuk kedinginan di depan pintu apartmenmu". Ucap donghae panjang lebar.

Kyuhyun terdiam dengan memasang wajah tak berdosa. Ucapan Donghae menyatakan sepupunya itu sudah tau semua yang terjadi.

"Bukankah orangtuamu menyuruhmu memperlakukannya dengan baik? Kalau begitu aku tak akan segan untuk memberi tahukannya pada kedua orang tuamu Cho".

Wajah kyuhyun berubah masam.

"Aish, Araseo , bisakah kau tak usah mengadu hyung ?".

.

.

.

Jam pelajaran telah dimulai, Eunhyuk melirik kearah Sungmin ia begitu Khawatir dengan sahabat barunya itu, Sungmin terlihat tak sehat pikirnya.

Seosaengnim menuliskan beberapa rumus sambil berteriak membacakan rumus matematika itu pun tak Sungmin hiraukan, Kepalanya begitu pusing, keringat dingin mulai meluncur dari dahinya, Sungmin menyeka keringkatnya dan mengelengkan kepalanya.

"Sungmin !". panggilan seosaengnim kepada Sungmin membuat seisi kelas melirik kearahnya.

"ne". Sungmin sontak menjawab panggilan seosaengnim dengan refleks karena kaget.

"kau terlihat tak sehat, pergilah ke ruang kesehatan dan beristirahatlah disana".

Sungmin mengangguk patuh kemudian pergi menuju ruang kesehatan.

Eunhyuk menatap kearah Kyuhyun yang duduk disamping di sebrang meja Sungmin. Kyuhyun yang melihat Eunhyuk yang sedang menatapnya dengan tatapan sinis itu hanya bertanya tanpa suara membentuk kata 'mwo?'.

Eunhyuk membuang mukanya jengah, dan hanya dibalas dengan gedikan bahu dari Kyuhyun.

'Sungmin yang meringkuk kedinginan di depan pintu apartmenmu'. Kyuhyun teringat perkataan Donghae.

"Hae hyung mengunjungiku tadi malam ?dan melihat Sungmin meringkuk di depan pintu? Ya, kemarin aku memang melihat seseorang di depan pintu, kemudian aku tak mengingat apapun". Kyuhyun berguman dan tampak Kyuhyun menemukan jawabannya bahwa Sungmin sakit karena menunggunya pulang dari sepulang sekolah hingga malam di tengah udara dingin.

"pantas saja tadi pagi ia menanyakan password apartment, kenapa aku baru menyadarinya". Kyuhyun menjentikan jarinya setelah menemukan sebuah jawaban.

"seosaengnim, bolehkan saya izin untuk pergi ke toilet ?". Kyuhyun tersenyum setelah Shin seosaengnim memberinya izin.

.

.

.

CEKLEK

Pintu ruang kesehatan terbuka, membuat namja yang berada di dalam ruangan itu menoleh kearah pintu.

Melihat siapa yang mebuka pintu ia tersenyum namun senyuman itu pudar kala menyadari wajah orang yang tadi pagi ia sapa bertambah pucat.

"Sudah ku bilang kau pasti sedang sakit".

Mendengar suara itu Sungmin menoleh, Kemudian orang itu membawa Sungmin masuk dan menyuruhya beristirahat di salah satu tempat tidur di ruangan itu.

Sungmin tak habis pikir bagaimana ia bisa bertemu dengan orang yang berusaha ia jauhi, tapi ia tak peduli ia benar-benar lemas.

Kemudian namja itu mendekati Sungmin setelah mengambil obat dari dalam lemari.

"Minumlah untuk meringankan sakit kepalamu". Siwon memberikan sebuah obat dan segelas air kepada Sungmin.

Memandangi wajah Sungmin begitu menyenangkan untuk Siwon, 'wajah yang begitu sempurna'. tanpa sadar wajahnya terus mendekat kearah wajah Sungmin.

Menyadari Siwon semakin dekat dengannya, Sungmin berusaha mendorong bahu Siwon, namun tenaganya tak cukup kuat untuk menjauhkan namja kekar ini dari hadapannya.

"apa yang akan kau lakukan Siwon-shi".

TBC


Annyeong saya kembali setelah ff ini terbengkalai beberapa minggu, mian #BOW m(_)m

Ada yang nunggu chap ini publish? Ga ada ? #pundung

saya menyempatkan ngetik ini diantara tugas akhir semester yang menumpuk. Jadi maaf kalau chap ini mengecewakan.

Silent readers ayo ikut review.

Anonymous : maaf saya ga edit lagi langsung publish soalnya hehe. padahal di dokumen aslinya gada kata-kata yang miss loh :o, tapi pas saya publish ko tiba-tiba banyak kata yang hilang yah ? haha Makasih buat kritiknya :D

Kritik dan saran saya terima.

Thanks to

Sitapumpkinelf , abilhikmah , Elf hana sujuCouple ,sirly3424 , sha nakanishi , WineKyuMin137 , fitriKyuMin , bunnyblack FLK 136 , BabyRiihyun ,sibum's child , KobayashiAde , melsparkyu , Zen Liu , Mirukia , viietha , joy137 , evil vs bunny , winecouple , chu ,nova137 , Ranny , sissy , Cho Yooae , detha sylvi , Lilin Sarang Kyumin , Maximumelf , gorjazsimba , ckhislsm137 , Rilianda Abelira , ButtCouple137 , Anonymous ,Key'va.

Makasih udah setia review

joyKM_137

REVIEW PLEASE