BITTERSWEET LOVE By JOYwine Addict

Main Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin

Other cast : Lee Youngwoon aka Kangin, Leeteuk (GS) , Choi Siwon, Lee HyukJae, Lee Donghae.

KyuMin | YAOI | BOYSLOVE |B X B |TYPO(S) | Little HURT

Rating : T to M (Maybe)

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Mereka saling memiliki , dan FF ini milik saya sepenuhnya :D

DON'T BE SILENT READERS !

DON'T LIKE DON'T READ !

NO BASH ! NO COPAS !

Enjoy ~~


Previous Chapter

Memandangi wajah Sungmin begitu menyenangkan untuk Siwon, 'wajah yang begitu sempurna' sadar wajahnya terus mendekat kearah wajah Sungmin.

Menyadari Siwon semakin dekat dengannya, Sungmin berusaha mendorong bahu Siwon, namun tenaganya tak cukup kuat untuk menjauhkan namja kekar ini dari hadapannya.

"apa yang akan kau lakukan Siwon-shi".

.

.

.

Di sepanjang koridor sekolah begitu senyap tanpa siswa-siswi yang berlalu-lalang. Cho Kyuhyun satu-satunya siswa yang menyusuri koridor dengan langkah santai terdengar dari alunan derap langkahnya. Pikirannya kali ini terfokus kepada Lee Sungmin.

Namja jangkung itu sedang memikirkan bagaimana caranya memberi pelajaran kepada Sungmin yang membuatnya agak kesal tadi pagi.

Senyum yang lebih tepatnya Sebuah seringai itu begitu jelas terlihat di wajahnya ketika ide jahil melintas di otaknya, memberikan kesan yang mengerikan.

"habis kau kelinci nakal, kau lihat saja apa yang akan aku lakukan setelah ini. kelinci yang sedang sakit mana bisa melawan".

Sampailah Kyuhyun di depan sebuah ruangan yang bertuliskan ruang kesehatan di pintunya. Pemandangan yang begitu ia benci terlihat begitu nyata dihadapannya ketika ia membuka pintu. Choi Siwon menangkup kedua pipi Sungmin dengan wajah keduannya yang begitu dekat.

Kedua orang tersebut tidak menyadari ada orang lain selain mereka di ruangan itu, sebelum seseorang berteriak begitu keras hingga memekakan telinga.

"Ya Kau !". Amarah Kyuhyun memuncak.

Keduanya tersentak kaget. Kemudian melirik kearah suara tersebut. Begitu Terkejutnya Sungmin saat melihat Kyuhyun, terlebih tatapan yang begitu Sungmin takutkan kini terpasang lagi di wajah tampan Kyuhyun.

Siwon memandangi Kyuhyun dengan tatapan aneh, Siwon bahkan tak mengerti kenapa Kyuhyun terlihat semarah itu. "hey, apa masalahmu hingga kau berteriak sekeras itu?".

Kyuhyun berjalan mendekati mereka berdua. Kemudian menarik kerah baju Siwon dan mendorong tubuh kekar itu untuk menjauhkannya dari Sungmin.

Sungmin menggigit bibirnya, ia benar-benar takut sekarang, Kyuhyun menatapnya dengan tatapan menusuk. Kyuhyun mencengkram lengan Sungmin dengan kasar dan sangat Kuat, membuat Namja manis itu sedikit kesakitan. Kemudian Kyuhyun menariknya untuk pergi.

Namja manis itu begitu kesulitan mengimbangi langkah panjang Kyuhyun, bayangan Kyuhyun mengusirnya dari Apartment sepertinya akan terjadi. Namun tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya dan melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tangan Sungmin, membuat Sungmin menghentikan langkahnya juga. Terlihat lengan itu memerah akibat cengkraman yang begitu kuat.

Sungmin tak tau apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya sekarang, yang ia tau bahwa Kyuhyun sedang sangat marah. Ia menatap Punggung Kyuhyun dengan wajah gelisah.

Namun tiba tiba Kyuhyun membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan Sungmin.

BUGHH

ARGHH

Sebuah Tinjuan mendarat di pipi mulus Sungmin membuat namja manis itu tersungkur ke lantai. Sudut bibirnya memar dan mengeluarkan darah segar. Sungmin meringis kesakitan sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"Jangan pernah bermain-main dengan ancamanku Lee Sungmin". ucap Kyuhyun, kedua lengannya terkepal menahan amarah.

Tatapan tajamnya menatap Sungmin yang terduduk di lantai. Namun sorot mata itu tiba-tiba berubah kala menyadari Sungmin tak merespon apapun hanya ringisan kecil yang terdengar dari bibir namja yang terduduk dilantai tersebut.

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, tubuhnya lemas seketika melihat keadaan Sungmin yang begitu mengenaskan, terlihat wajah manis itu pucat pasi dengan memar yang menghiasi sudut bibirnya.

Rasa bersalah dan tak tega menyelimuti Kyuhyun, sungguh memukul Sungmin bukan rencana awalnya. Kyuhyun berjongkok dihadapan Sungmin, ia menyentuh dahi Sungmin yang suhunya berbanding terbalik dengan suhu kota Seoul.

'Ternyata anak ini benar-benar sedang sakit`. Batinnya berbicara.

Kemudian Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin dan mengendong Sungmin di punggungnya.

"Ya, turunkan Aku". Lirih Sungmin dengan sedikit meronta lemah.

"Dengan keadaanmu yang seperti ini memangnya kau bisa berjalan sendiri huh ?". ucapan telak itu membuat Sungmin bungkam, ia tak ingin kembali menyulut emosi kyuhyun, terlebih perih disudut bibirnya membuatnya tak bisa leluasa berbicara.

Sepanjang Kyuhyun berjalan ia tak mendengar tanda kehidupan dari namja yang berada di punggungnya dan bungkamnya Sungmin membuat Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan keadaan namja yang berada digendongannya. "Ya! Lee Sungmin apakah kau sudah mati ?".

Ucapan namja itu membuat Sungmin yang tadinya bungkam membulatkan matanya lucu "tentu saja belum". Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya imut.

Oh Cho jika kau melihat wajah imut Lee Sungmin di belakang gendonganmu itu kau yang akan mati terpesona karena keimutannyanya.

Ucapan Sungmin membuat kyuhyun bernafas lega, setidaknya Sungmin masih dalam keadaan baik meskipun sebenarnya tidak, karena sangat tidak lucu jika Kyuhyun seorang cassanova di sekolah menggendong mayat seorang namja imut di lorong sekolah.

"lalu kenapa kau diam saja, tanpa mengucap sepatah katapun ?".

"lalu aku harus mengucapkan apa ?".

"Ah maksudku, bahkan aku tak merasakan kau bernafas, atau kau sangat gugup karena kugendong hingga kau menahan deru nafasmu ?".

"percaya diri sekali, bukan seperti itu hanya saja sudut bibirku berdenyut perih". Setidaknya Kyuhyun dengan Kyuhyun mengajaknya berbicara bisa mencairkan suasana Pikir Sungmin.

'Ah, benar tadi aku baru saja memukul wajahnya'. Kyuhyun teringat satu fakta yang membuat rasa bersalahnya naik kepermukaan.

"Bernafaslah dengan normal, tak perlu menahan nafas seperti itu kau bisa benar-benar mati !".

"aku tak menahan nafas".

"sudah, tak usah membantah turuti saja !".

Sungmin hanya bisa berdecak kesal menanggapi Kyuhyun, kemudian ia mengeratkan lengannya di leher Kyuhyun lalu tubuhnya bersandar di punggung dan menopangkan dagunya pada pundak namja itu, dan tak lupa menuruti perintah Kyuhyun 'bernafas dengan normal' ya menurutnya.

Namun yang dilakukan Sungmin 'bernafas dengan normal' menurut Kyuhyun, membuat Kyuhyun bergidig geli. Bagaimana tidak hembusan nafas itu menggelitiki tengkuk namja itu. Membuat Kyuhyun mengumpati dirinya sendiri. 'oh tuhan, apa kelinci ini sedang menggodaku ?' batinnya frustasi.

Rasa geli di tengkuknya membuat Kyuhyun tak bisa berfikir jernih pikiran kotor berputar putar di otak namja mesum yang mencoba menutupi kemesumannya. ia baru manyadari ia sedang menggendong tentunya dengan memegang butt Sungmin dan terlebih lagi ada sesuatu yang mengganjal di belakang pinggangnya.

Bukankah Kyuhyun sedang menggendong Sungmin ?. ya tentu saja selangkangan Sungmin melingkari pinggangnya dengan indah. sesuatu yang mengganjal itu membuat Kyuhyun gila. Mati-matian Kyuhyun membuang pikiran kotor dan bersikap biasa.

Sungmin bergerak melirik wajah Kyuhyun, padahal suhu sangat dingin tapi Kyuhyun meneteskan keringat dari dahinya. Jika saja Sungmin tau bahwa juniornya yang membuat Kyuhyun meneteskan keringat karena menahan nafsunya maka Sungmin akan merasa sangat malu dengan wajah memerah melebihi lipstick yang sering eommanya pakai.

"apakah aku berat ?" cicit Sungmin, tapi masih bisa kyuhyun dengar karena bibir Sungmin begitu dekat dengan telinganya.

Suara Sungmin membuyarkan pikiran kotor Kyuhyun. "apakah aku berat ? bahkan kau berkeringat". Merasa tak dihiraukan Sungmin kembali bertanya.

"kau lebih berat dari yang aku bayangkan Lee Sungmin". membuat Sungmin mempoutkan bibir lagi tapi sayang Kyuhyun tak bisa melihatnya.

"kalau begitu turunkan aku".

"sudahlah aku hanya bercanda".

Suhu tubuh Sungmin yang tinggi bisa Kyuhyun rasakan menjalar di punggungnya karena mereka berdua hanya memakai seragam panjang namun tipis.

"eh, kelas kita disana Kyu, kenapa kau melewatinya ?". Sungmin mengangkat wajahya sambil menunjuk kearah kelas saat Kyuhyun melangkah melewati kelas mereka.

"Oh Lee Sungmin apakah kau masih berpikir untuk belajar di saat kondisimu seperti ini ?". ucap Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya.

"ng..a-anhi". Kembali Sungmin menopangkan wajahnya di pundak Kyuhyun.

"kita akan pulang".

"tapi-"

"apalagi ?". tanya Kyuhyun sambil menurunkan tubuh Sungmin dari gendongannya lalu membalikan tubuhnya menatap Sungmin, mereka telah sampai di parkiran sekolah.

"tasku masih di kelas".

"aku akan menyuruh Eunhyuk hyung untuk membawakannya, lalu kemana mantelmu? Seingatku kau memakai mantel tadi pagi ". sambil beringsut menaiki motor sportnya. Kemudian memakaikan satu dari dua helm yang Kyuhyun ambil dari motor sport sepupunya yang terparkir disebelah motornya pada Sungmin yang tentunya helm itu milik Eunhyuk.

Sungmin baru ingat pada mantelnya "ah tertinggal di ruang kesehatan, aku lepaskan saat masuk kesana".

"aish, aku terlalu malas untuk kembali ketempat itu, cepatlah naik".

Sungmin menurut ia menaiki motor sport itu dan tangan Kyuhyun menarik kedua tangannya untuk melingkari pinggannya. "berusahalah tetap hangat dengan memeluku seperti ini, aku tidak ingin Donghae Hyung mengancam hidupku jika tau kau sakit".

Setelah merasakan Sungmin mengangguk di punggungnya Kyuhyun melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

Gerbang sekolah yang menjulang berhasil Kyuhyun lalui dengan mudah tanpa dihadang oleh penjaga gerbang sekolah yang bahkan siapapun takan bisa menembus gerbang itu sebelum jam pulang tiba, tapi tidak dengan putra pemilik sekolah itu, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

Motor yang ditumpangi oleh kyuhyun dan Sungmin melintasi jalanan kota Seoul, Sungmin mengeratkan pelukannya saat udara dingin menyapu kulit putihnya.

.

.

.

.

"Cho Kyuhyun permisi untuk ke toilet ? huh alasan, bilang saja ingin membolos pelajaran". Eunhyuk menggerutu tak jelas sambil sesekali bibirnya bergerak menirukan ucapan Kyuhyun namun dengan wajah menjelek-jelekan saat Kyuhyun meminta izin ke toilet beberapa saat yang lalu.

Namun kegiatannya itu menarik perhatian seosaengnim yang sedang menjelaskan beberapa rumus matematika. "Lee HyukJae apa kau sedang meledekku yang sedang berbicara di depan dengan wajah menjelek-jelekanmu ?".

Mendengar penuturan tegas dari seosaengnimnya ia sontak terlonjak kaget, sungguh kegiatannya itu bukan ditujukan pada namja paruh baya yang berada di depan papan tulis besar itu. "a-aniyo seosaengnim, geurom aniyo". Eunhyuk tergagap sambil menunjukan kesepuluh jarinya menggerakannya kekiri dan kekanan menandakan ia tak bermaksud seperti itu.

"jika kau tak berniat mengikuti pelajaranku kau boleh keluar, jika tidak kau harus focus pada materi yang ku berikan".

Eunhyuk mengangguk dan mendesah lega, setidaknya ia tak berurusan lebih panjang dengan seosaengnim di depan sana.

DRRRT

DRRRT

Ponsel itu bergetar dalam saku celana Eunhyuk, kemudian namja itu merogoh dan melihat siapa yang menghubunginya, mengetahui Kyuhyun yang menghubunginya tak segan ia menekan tombol hijau pada layar ponsenya.

" Ya ! Cho Kyuhyun dimana kau ?". Eunhyuk menjawab panggilan telpon itu dengan sedikit berteriak kesal dan sukses membuat seisi kelas melirik kearahnya dan jangan lupakan seorang yang sedang menguasai jam pelajaran sedang melirik Eunhyuk dengan tatapan membunuhnya.

Eunhyuk sontak menutup mulutnnya dengan tangan kirinya setelah menyadari kebodohannya. dengan hati-hati kepalanya mendongkak kearah depan berusaha mellihat ekspresi sang seosaengnim.

"Lee HyukJae KELUAR !".

"seosaeng tapi-".

"KELUAR !". kali ini dengan bentakan dan nada yang lebih keras.

Tubuh kurus itu berdiri dari posisi duduknya, dan menuruti perintah sang guru untuk keluar dari kelas. dengan langkah enggan namja itu melangkah keluar. Meskipun memang tak memperhatikan gurunya sedari tadi tapi di dalam kelas lebih baik dari pada harus menunggu jam pelajaran pria paruh baya itu selesai dilorong koridor.

"Apa maumu Cho? Kau tau aku diusir oleh pria tua didalam kelas dan itu semua karena kau !". kembali Eunhyuk menerima line telpon dari Kyuhyun yang memang belum terputus.

"hmm, aku tau aku mendengar pria tua itu berteriak tadi".

"apa maksud dari nada bicaramu itu, kau terdengar tak menyesal sama sekali".

"untuk apa menyesal ?".

"mwoo !? Aish Cho Kyuhyun kau-".

"sudahlah Hyung. Aku meneleponmu bukan untuk berdebat denganmu, aku minta tolong untuk membawakan tasku dan Sungmin lalu antarkan ke apartemenku, jika tidak aku akan memberi taukannya pada Donghae hyung".

Flashback on

"Ya hyung sedari tadi kau tak mendengarkan !?".

Kyuhyun penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Eunhyuk hingga mengabaikannya saat dirinya tengah berbicara dengan namja itu. Saat ini Eunhyuk sedang merebahkan diri pada sofa di kamar Kyuhyun sambil memperhatikan sebuah majalah yang penuh dengan wanita berpakaian minim.

Eunhyuk terlihat tersenyum sendiri layaknya orang yang telah kehilangan kewarasannya, merasa kesal ucapannya diabaikan Kyuhyun beringsut bangun dari bednya dan menghampiri Eunhyuk yang masih setia dengan majalahnya.

Direbutnya majalah tersebut dari tangan Eunhyuk, hingga satu foto berukuran sedang yang menampakan foto Donghae yang merangkul Eunhyuk terjatuh dilantai.

"Apakah ini yang membuatmu seperti orang gila hyung ?". nada mengejek mengalun dari bibir pedas Kyuhyun.

"kau menyukai sepupu Ikanku Hyung haha lucu sekali, kukira kau hanya menganggap sepupuku itu sahabat dari kecil. tapi sejak kapan kau menyukainya ?".

"ah, ahniya aku-".

"seperti tak ada ponsel untuk menyimpannya saja". Kyuhyun melambai-lambaikkan foto itu di udara.

"Tidak seperti itu, Ya ! kau-".

"tck, sudahlah jangan mengelak lagi, kau sudah tertangkap basah. Tulisan di sudut yang bertuliskan 'saranghae Lee Donghae' dengan tanda hati diujungnya menguatkan semuanya Hyung".

Eunhyuk hanya bisa menggigit bibir bawahnnya gelisah. 'aish, kenapa menjadi seperti ini' batinnya mengumpat.

"aku akan menutup mulutku dengan rapat jika kau mau menurut padaku". Sudur bibir Cho Kyuhyun tertarik membentuk seringai ketika ia berhasil mengerjai salah satu sahabat baiknya ini.

Flashback off

PIIP

Kyuhyun memutus sambungan telpon, menghasilkan geraman tertahan dari Eunhyuk. "Jika ini tidak ada hubungannya dengan Donghae aku takan pernah mau menuruti setan kecil itu".

DRRT

DRRT

Kembali ponsel namja bergummy smile itu bergetar, namun kali ini hanya sebuah pesan singkat.

FROM : Evil Maknae

Hyung aku meminjam helmmu untuk Sungmin, jadi sepertinya kau tak bisa ke apartemenku menaiki motor bersama ikan tercintamu itu. Kau bisa mengambilnya saat kau mengantarkan tasku.

Ingin rasanya namja itu menangis sekarang, namun rasanya itu tak ada gunanya, helmnya tak akan seketika berada di depan matanya.

.

.

.

.

Tangan Kyuhyun masih tetap setia menggenggam tangan Sungmin dari tempat parkir hingga sampai di depan pintu apartemennya. Sungmin sepertinya benar-benar lemah terbukti dengan langkahnya yang benar-banar lambat dan nafasnya terdengar berat.

Kyuhyun menarik lengan Sungmin dan menarik namja itu masuk setelah pintu terbuka.

"apa terasa pusing ?". Ucap Kyuhyun dengan nada khawatir.

"hanya sedikit pusing".

"huh, kau berbohong, terlihat sekali". Kyuhyun mencibir dengan nada yang biasa ia lontarkan saat mencibir orang lain.

"lalu kenapa bertanya jika kau tau !?". Sungmin mendongkak menatap wajah wajah Kyuhyun.

"jadi benar, lalu kenapa kau berbohong jika memang merasa pusing?". Kyuhyun menatap balik Sungmin.

"itu karena-, eum karena kau bilang jangan pernah menyusahkanmu". Ucap Sungmin kemudian memutus kontak mata mereka lalu menunduk.

Kyuhyun tertegun mendengar Sungmin mengatakan hal itu. "ah sudahlah, karena ini salahku yang membuatmu sakit maka aku akan bertanggung jawab".

TBC


Annyong saya kembali bawa lanjutan chap 4

Gimana chap ini ? semoga nggak mengecewakan kalian.

Buat yang nanya ff ini sampe chap berapa saya juga ga tau, kita liat aja ini end sampe chap berapa.

Mau dibikin chapter panjang atau chapter pendek atau ada yang mau end sampe sini? #evillaugh

Maaf karena update yang sangat lama, bener-bener buntu ide . terlebih review tiap chapnya berkurang. Apa readers udah ga minat baca ff saya ? kalo iya saya gakan lanjut berarti chap ini FIN.

Makasih buat yang selalu review tiap chapnya, review lagi ya. Buat yang baru baca juga makasih reviewnya, jangan lupa buat review lagi. Buat silent readers saya masih berharap kalian menampakan diri dikotak review ^^.

Kritik dan saran yang baik saya terima .

Big Thanks to

Sitapumpkinelf , abilhikmah , Elf hana sujuCouple ,sirly3424 , sha nakanishi , WineKyuMin137 , fitriKyuMin , bunnyblack FLK 136 , BabyRiihyun ,sibum's child , KobayashiAde , melsparkyu , Zen Liu , Mirukia , viietha , joy137 , evil vs bunny , winecouple , chu ,nova137 , Ranny , sissy , Cho Yooae , detha sylvi, Lilin Sarang Kyumin , Maximumelf , gorjazsimba , ckhislsm137 , Rilianda Abelira , ButtCouple137 , Anonymous ,Key'va , , LauraRose14 , teras fanfiction , Chella-KMS , S ELF 137 , Mia , BluePink137 , Sary nayolla , lee sunri hyun , SesiPujiasti .

joyKM_137

REVIEW PLEASE..