Prometido Maestro

Here we go ,

Author : Chaa Namikaze =D yang numpang bikin cerita di akun temen -_- gasuka yaoi, syalalala (?)

Summary : kejadian dimasa SD nya membuat Kyuubi hilang ingatan, dan terhapuslah semua kenangan masa kecilnya bersama Itachi. Apa yang terjadi saat Kyuubi bertemu Itachi sebagai guru muda disekolahnya ? DLDR , my first Itafemkyuu :)

Disclaimer : by Masashi Kishimoto :D

Rate : T

Pairing : ItaFemKyuu

Genre : baca, dan tentukan sendiri :v

Warning : typo(s), OOC , gender bender, abal, gaje, dan kependekan word fanfict yang luaar biasa dikarenakan kemalasan author yang sok misteri xD

Okeee.. DLDR , jangan lupa baca warning yaa, nggak terima flame dalam bentuk apapun. '-')b

Chapter 2 : Junior High School ! B-)

[ ini udah di skip lho yaa..]

Tak terasa sudah 3 tahun semenjak Kyuubi mengalami hilang ingatan. Sebenarnya ia ingat semuanya, namun segalanya tentang keluarga Uchiha, baik Fugaku, Mikoto, Itachi dan Sasuke samasekali tidak diingatnya. Padahal Tsunade dan Jiraiya, nenek dan kakeknya yang jauh di Prancis, masih diingatnya.

Entahlah, ia rasa ia ingat nama keluarga itu dan anggotanya juga. Namun ketika ia berusaha mengingatnya, kepalanya berdenyut sakit sekali, sampai ia disuruh meminum obat, barulah denyutan itu hilang. Oke kembali ke benang merah yang udah di skip author :D

Kyuubi berdiri didepan gerbang sekolahnya sekarang. SMA Internasional, disebelahnya ada Naruto. Semenjak Naruto bisa berpacaran dan memiliki banyak pacar, ia merasa ada tembok tinggi diantaranya dan Naruto. Naruto berubah menjadi dingin dan tertutup, yang tersisa dari , masa SD nya, hanya rambut bolonde panjang dan bola mata safir nya, yah itu mutlak salah Kyuubi sih..

Kyuubi sendiri biasa saja. Dengan rambut merah bob seleher miliknya, ia mengenakan bando pita berwarna putih, ia masih lebih tinggi dari Naruto, kira-kira 5 cm. Lalu ia melihat seragamnya. Kemeja putih kentat lengan panjang, dengan dasi pita berwarna kuning. Dan rok kuning kotak-kotak 10 cm diatas lutut. Kaos kakiknya yang tinggi selutut membungkus kaki putih jenjangnya.

"Naru, ayo kita kekelas bersama." ajak Kyuubi sambul melirik Naruto, dan dijawab dengusan dari adiknya itu, lalu Naruto berjalan didepan mendahului Kyuubi tanpa memperdulikan kakaknya itu. Kyuubi pun mengikutinya dari belakang. "Adiku berubah." batinnya. Yah, Naruto memang berubah pesat, sejak 2 tahun yang lalu.

#flashback

Siang itu begitu terik, karena ini merupakan musim panas , yang benar-benar panas. "Kyuubi-nee!" teriak Naruto dengan riang, saat ini usia mereka 14 tahun, kelas 3 SMP. "Ya ?" sahut Kyuubi malas yang sedang asyik selonjoran dikasur didepan tv ,menikmati udara dibawah ac, sambil menjilati es krimnya. Ada sedikit warna ungu dari es krim nya yang menempel dibibir pink miliknya.

"Sekarang, pacarku adalah Kimimaro yang keren itu, juga Shikamaru yang jenius !" kata Naruto dengan bangga. Hazel milik Kyuubi membulat sebenar "Kau nakal. Lihat, aku bahkan tidak punya pacar ! kau tidak bersyukur ya punya 1 pacar saja !?" seru Kyuubi. Mata Naruto memicing "Terserah aku dong! Lagian Kyuu-nee itu tidak laku !" balasnya geram.

Terpanasi akan kata-kata pedas dari Naruto yang terdengar merendahkannya, Kyuubi juga menyahut "Akan kulaporkan pada kaa-chan !" teriaknya. Sementara Naruto menjulurkan lidahnay tidak takut. Pada akhirnya, semua itu benar-benar diadukannya pada Kushina, membuat Naruto diceramahi Kushina dan Minato berjam-jam. Sementara Kyuubi hanya tersenyum evil melihat adiknya itu.

Tapi ia menyesal setelahnya , karena itu ..

Naruto membencinya.

#flashback end

"Sampai kapan kau selalu bersikap begini padaku ?" tanya Kyuubi sambil berjalan mengikuti adiknya itu didepan. Ia yakin adiknya itu mendengar perkataannya karena ia berbicara cukup keras tadi. Naruto sedikit memperlambat jalannya, lalu menoleh dingin pada Kyuubi. "Apa perdulimu ?" sahutnya dingin, lalu berjalan cepat meninggalkan Kyuubi sendirian.

Kyuubi menghela nafas. Ia ingin adiknya kembali. Tapi bagaimana caranya ketika semua permintaan maaf dan teguran yang dilakukannya pada sang adik, ditanggapi dengan kata-kata menusuk, dan berakhir dengan sia-sia. Tak mau ini kembali menjadi beban pikirannya, Kyuubi berjalan cepat menuju kelasnya.

Ia memilih duduk dibangku paling belakang tanpa memperhatikan banyak sekali siswa-siswi sekelasnya yang memilih bersama teman-teman mereka untuk menjelajahi SMA baru mereka. Kyuubi melamun sambil melihat bunga sakura yang berguguran dari pohon yang terlihat dari jendela yang bersampingan dengan tempatnya duduk sekarang.

Tiba-tiba hazel-nya membulat , namun tak lama kembali seperti semula. Dibawah sana, adiknya Naruto sedang duduk bersebelahan dengan seorang pria yang nampaknya kakak kelas, karena disetiap seragam dijahit sebuah lambang kelas, kelas X seperti mereka lambangnya berwarna kuning, kelas XI berwarna merah, dan XII berwarna biru. ( copas dari sekolah :v)

"Baru turun sekolah satu hari, sudah berduaan dengan seorang senpai." Gummamnya. Entah kenapa adiknya itu sangat centil dan selalu saja mendekati banyak laki-laki yang menjadikannya terkenal dimasa SMP nya dulu. Mungkin tidak lama lagi ia akan kembali terkenal seperti sebelumnya. Dimana harga diri adiknya itu?

Kali ini ia dekat dengan senpai berambut raven berwarna biru dongker dan tampan ? huh, kenapa selalu adiknya yang berhasil mendekati pria-pria tampan , sedangkan ia tidak ? Bahkan, sampai sekarang Kyuubi belum pernah merasakan punya kekasih. Apalagi sejak Kushina dan Minato yang mengijinkan mereka berdua berpacaran sejak memasuki SMA. Menjadi-jadilah sifat adiknya itu.

Tidak mau memikir lebih lanjut, Kyuubi mengalihkan pandangannya kearah teman-temannya yang sudah mulai berdatangan. Disekolah ini tidak ada masa orientasi siswa seperti biasanya, karena dalam tiga bulan sekali, ada hari dimana mereka akan melaksanakan kegiatan bersama antara semua kelas. Sehingga mereka saling mengenal satu sama lain.

KRINGG !

Tiba-tiba bell masuk sekolah berdering begitu keras dari arah koridor. Kyuubi sedikit memperbaiki sikap duduknya yang awalnya selonjoran, dan juga sedikit merapikan baju seragamnya, sebelum seorang sensei berambut keperakan melawan gravitasi dan mengenakan masker masuk kedalam kelas, membuat kelas yang awalnya gaduh menjaddi hening.

"Sensei aneh !" gumam Kyuubi sendiri sambil melihat penampilan dari sensei mereka itu dari atas sampai bawah. "Yoo murid-muridku tercinta ! kalian sudah duduk nyaman dibangku kalian masing-masing ?" tanyanya sambil melihat satu-persatu wajah murid barunya itu. Berusaha mengenal mereka dari identitas murid yang dimilikinya.

"Karena ini hari pertama masuk kelas, kita tentu saja tidak belajar. Hari ini dihabiskan dengan pemilihan pengurus kelas, dengan saya sendiri sebagai wali kelas kalian, perkenalkan, saya Hatake Kakashi !" jelas sensei itu. Beberapa murid termasuk Kyuubi mulai sweatdrop ketika pria itu mengatakan ia adalah wali kelas mereka.

"Kedua, saya akan mengadakan games. Games ini bertujuan untuk kalian agar mengingat satu persatu wajah dan nama teman-teman sekelas kalian. Jadi bersiaplah bagi yang salah sebutkan, oke ?" katanya sambil tersenyum, walau tak terlihat tapi matanya yang menyipit cukup membuktikan pria itu tengah tersenyum.

"Baiklah, kita mulai saja pemilihan ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, sekretaris dan para keamanan, kebersihan, ketertiban, kekeluargaan dan kesehatan. Siapa disini yang sewaktu SMP mengikuti program PMR ?" tanyanya.

Beberapa anak termasuk Naruto mengangkat tangannya, Kyuubi memang lebih suka berdiam diri dirumah. "Baik, kalian akan jadi petugas kesehatan. Kau yang berambut pirang, catat anggotamu !" perintahnya sambil menunjuk Naruto yang buru-buru mencatat nama anggotanya.

"Yang kedua, kekeluargaan, siapa disini yang sangat dekat dengan orangtuanya , saudaranya atau keluarganya yang lain ?" tanya Kakashi, lagi-lagi beberapa anak mengangkat tangannya, sementara Kyuubi tidak. Apakah ia sangat dekat dengan saudaranya, huh ?

"Yang ketiga, ketertiban. Siapa dari kalian yang mengikuti program les tambahan seusai sekolah ?" tanya Kakashi lagi. Beberapa anak mengangkat tangannya. "A-no sensei, apa hubungannya ketertiban dengan les tambahan ?" tanya seorang siswi cantik berambut pink dengan wajah imutnya.

"Tentu saja mereka tertib dalam mengatur waktu kegiatan mereka sehari-hari. Jadi begitulah. Oh ya, kau adalah ketua ketertiban. Jadi aku memintamu untuk mencatat murid-murid kelas kita yang melakukan penyimpangan." imbuhnya sambil menatap lurus pada Sakura.

"Kebersihan .." gumam Kakashi sambil memperhatikan pakaian, sepatu tas dan segala alat tulis murid-muridnya, lalu menunjuk beberapa anak dan seorang anak berambut cokelat bernama Matsuri. Karena anak itulah dengan segalanya yang terlihat bersih.

"Keamanan, semua laki-laki disini !" seru Kakashi sebal karena dari semua yang sudah menjadi pilihan, tidak ada samasekali laki-laki yang mengangkat tangannya. Tiba-tiba onyx Kakashi menemukan mangsa laki-laki. "Uh yeah kecuali Shikamaru dan Neji." katanya absurd.

"Nah, siapa yang masih belum terpilih ?" tanya Kakashi, Kyuubi pun mengangkat tangannya bersama seorang perempuan berambut indigo yang nampak imut dan mungil. Kakashi meliriknya kemudian tersenyum. Jumlahnya pas ! "Jadi sisa empat, hm.. Baiklah, kau Hyuuga Neji menjadi Ketua kelas, dan Kau gadis berambut merah, sebagai wakilnya, dengan Hyuuga Hinata sebagai bendahara dan Shikamaru sebagai sekretaris." tetapkannya.

"Mendokusai !" seru Shikamaru sambil melirik tajam teman ayahnya itu. "Siapa namamu ?" tanya Kakashi pada Kyuubi. "Namikaze Kyuubi." jawab Kyuubi seadanya. "Oh yah, kau bersama adikmu , benar kan ? kudengar ada dua Namikaze yang masuk tahun ini." ucap Kakashi sementara Kyuubi hanya mengangguk saja.

"Oh ya, aku jadi malas bermain game bersama kalian. Aku ada pekerjaan yang harus kukerjakan. Ada juga pengumuman terakhir, selama 3 hari yang sebenarnya diisi dengan orientasi, kami pihak sekolah memilih 2 hari kedepan, kita akan berjurit malam di Suna. Sebenarnya semua murid akan lebih baik untuk ikut acara tersebut. Kalau bersedia, kumpul disekolah malam ini pukul 21.00 , bawa barang yang menurut kalian penting. Makanan dan perlatan masaknya disediakan sekolah. Aku harus pergi." kata Kakashi panjang sambil meninggalkan kelas bimbingannya yang sedang diisi teriakan kegirangan.

Kyuubi cuek cuek saja sampai seorang murid menghampirinya. "H-hai." sapa Hinata malu-malu. Kyuubi menoleh padanya dan tersenyum tipis. "Hai juga, Hinata-san." Balasnya. "A-no, Kyuubi-san.. panggil Hinata-c-han saja." Pintanya terbata sementara Kyuubi hanya menangguk sebagai jawaban. "Baiklah, kalu begitu panggil aku Kyuubi." Katanya.

"K-kalau begitu kita bisa bersama sepanjang jurit ini nanti. Ah aku tidak sabar pergi ke kota Suna. Kudengar disana cukup panas, lho! Mungkin kita akan terasa seperti terbakar karena ini musim panas." Kata Hinata lagi. Sementara Kyuubi hanya mengangguk saja. "Yah, nanti malam kita bertemu lagi, Hinata-chan." kata Kyuubi.

SKIP ~

Malam sudah tiba, Kyuubi dan Naruto baru saja turun dari mobil yang mengatarnya kesekolah. Didalam ransel besarnya, ia membawa selimut tebal dan pakaian ganti , juga handuk dan peralatan mandinya. Ia menoleh pada adik pirangnya yang sudah ngeloyor mengejar pria yang duduk bersamanya kemarin. Kyuubi sudah mengetahui namanya ketika ia dalam perjalanan pulang, banyak gadis yang bergerumul meneriaki namanya, Uchiha Sasuke.

Setelah mencari-cari keberadaan Hinata, akhirnya ia menemukan gadis itu duduk sendirian dikursi , disamping beberapa guru pengawas yang ikut dalam acara perkemahan ini. Lapangan sekolah sendiri sudah penuh dan beberapa bus besar sudah terparkir. Kyuubi duduk disebelah Hinata. "Hai Hinata." sapanya sambil tersenyum tipis. Hinata menoleh padanya dengan raut sedikit terkejut. "Hmm, hai Kyuubi." sapanya.

"Kau membawa apa saja didalam tasmu ?" tanya Hinata. "Ah aku hanya membawa barang-barang seperlunya saja, lalu uang dan handphone. Kau sendiri ?" tanyanya. "Ah aku sama saja sepertimu. Tetapi aku juga bawa PSP dan charge nya , aku tidak akan bosan, hehe." jawab Hinata sambil tersenyum manis.

"Anak-anak, kumpul !" teriak Tsunade dengan membawa toa. Segeralah rombongan dalam jumlah besar itu bergerombol didepan Tsunade bersama beberapa guru lainnya. "Ukh aku mau ke toilet. Kamu duluan saja !" seru Kyuubi pada Hinata sambil berlari menuju toilet putri didalam sekolah sambil membawa senter kecilnya yang diarahkannya lurus kedepan.

Hah ?

Setelah beberapa saat berlari, Kyuubi mulai merinding saat menyadari sekolah begitu gelap. Penerangan sekolah begitu minim, hanya terdapat lampu dengan jarak yang cukup jauh, sekitar 50 meter. Mana redup lagi, bibirnya terkatup rapat. Sepanjang jalan hanya terdengar bunyi sepatu kets yang dikenakannya yang beradu dengan lantai sekolah.

Tap.. tap... tap..

Ia merutuki udara dingin malam yang terasa menakutkan. Karena sesekali angin malam yang cukup kencang berhembus dengan kencang , menerbangkan daun-daun dari beberapa pohon sehingga menimbulkan bunyi 'kresss' yang entah kenapa terasa menakutkan. Tidak sadar, Kyuubi langsung berlari secepatnya menuju toilet.

'Hah hah hah hah' ia memegangi dadanya sendiri , ternyata jantungnya begitu kencang berdetak. Ia sedikit bersyukur ketika mengetahui lampu toilet perempuan nyala dengan sempurna, bagus. Sekarang ia dapat menurunkan detak jantungnya sendiri. Lalu ia masuk dengan cepat kesebuah bilik toilet dan menyelesaikan panggilan alamnya.

Ia menatap lurus wajahnya di kaca didekat westafel. Ia masih nampak pucat. Walau tidak sepucat tadi. Diam-diam ia mengutuk dirinya sendiri yang sangat penakut, karena sepupunya yang bernama Uzumaki Shion sering datang kerumahnya dengan membawa kaset film horor, heh kenapa ia jadi merasa apa yang dideskripsikan di film itu terjadi dengannya.

Setelah memantapkan diri untuk berlari sekencang mungkin ketika keluar dari dalam toilet, Kyuubi menarik nafasnya dan membuangnya dengan cepat. Lalu memegang kenop pintu dan membukakannya pelan.. 'kriet ..' sekali lagi diliriknya lorong panjang yang ketika dilewati terasa seperti uji nyali, menakutkan. '1 .. 2 .. 3 ..' gumamnya, dan hup ! ia berlari secepat yang ia bisa.

Tap tap tap , ia terus berlari sambil memejamkan mata tanpa memperdulikan sekelilingnya, angin malam mulai tidak terasa karena ia kembali berkeringat, tetapi ransel besar yang dibawanya terasa mengahambatnya untuk berlari lebih cepat. "Hei." suara berat, dalam.. mengerikanl. "KYAAA !" Teriak Kyuubi membahana , itu suara hantuuuu!

BRUK !

Ia tertabrak sesuatu yang jauh lebih tinggi dari darinya, namun terasa empuk. Kekakutannya semakin menjadi-jadi , ia merangkak pelan , masih dengan mata terpejam. Atau lebih tepatnya sih dia samasekali tidak berani membuka matanya. Jantungnya terasa mau copot. "Kami-sama.. tolong aku !" gumamnya pelan. Badannya bergetar ketakutan.

Namun, 'hantu' dalam versi Kyuubi itu ternyata mendengar ucapan Kyuubi dan langsung menelannya bulat-bulat. Tamat. –DIGEPAK- okeh salah produksi (?) ulang yaa... cut !

Namun, 'hantu' dalam versi Kyuubi itu ternyata mendengar ucapan Kyuubi dan langsung sweatdrop didepan melihat perempuan berambut merah mencolok didepannya ini merangkak dengan pelan, nyaris membuatnya tertawa keras. "Aku bukan hantu." dengusnya kesal.

Setelah beberapa saat dan tidak ada tanda-tanda monster dan hantu yang akan menerkamnya, kegiatan 'merangkak' Kyuubi berhenti, dengan pelan ia menoleh kebelakang, hah ? jadi ia melarikan diri dari manusia yang sama-sama hidup sepertinya ? bodoh. Ia langsung berdiri dengan wajah merona karena malu kepada pria didepannya ini.

Mereka berdua berpandangan dalam lama. Kyuubi merasa pernah melihat laki-laki didepannya ini sebelumnya. Tapi entah kapan , ia tidak tau. Sementara laki-laki yang dimaksud menatap Kyuubi dengan pandangan yang sedikit tidak percaya. "Siapa kamu ?" tanyanya. "Ah aku murid kelas X, Namikaze Kyuubi." jawabnya.

'Ah , ini benar kau. Akhirnya kita bertemu.'

"Oh begitu. Sebaiknya cepat, aku mendengar bunyi bus tadi. Mungkin kita tertinggal !" ucap pria itu cepat. "Um baiklah. Ayo !" balas Kyuubi sambil berlari bersama pria itu, "Kau kelas berapa ?" tanya Kyuubi sementara sang pria hanya tersenyum tipis. 'ternyata benar-benar lupa, ya.'

"Aku bukan murid, aku adalah sensei kalian disini." jawabnya. "A-ah gomen ne sensei, aku tidak pernah melihat sensei sebelumnya." kata Kyuubi sedikit tidak enak karena sedikit kruang sopan sebelumnya. "Aku sensei baru dan baru saja tiba di Jepang kemarin , jadi aku memutuskan untuk ikut acara perkemahan ini saja." jelasnya lagi.

"Oh begitu, err—" .. "Itachi Uchiha." Jelas Itachi sambil tersenyum tipis pada gadis didepannya ini. "Um, Itachi-sensei" gumam Kyuubi selanjutnya keadaan kembali hening hanya terdengar bunyi sepatu mereka yang bersahut-sahutan "Shit !" Kyuubi mengumpat kecil saat mereka tiba dilapangan , sudah dalam keadaan sepi. Intinya, mereka ditinggal rombongan.

Tubuh Kyuubi terasa lumer dan jatuh berceceran ditanah (?). Padahal ia begitu bersemangat dalam acara perkemahan musim panas ini. Kenapa ia ditinggal. Kenapaaaaaaa .. !? ia menghela nafas pendek dan duduk dikursi tempatnya dan Hinata tadi dengan raut wajah murung yang begitu kentara.

"Hei, jangan sedih begitu." Kata Itachi sambil menepuk pundak Kyuubi. Kyuubi menoleh malas kearahnya, hampir saja ia melupakan pria tampan yang entah kapan sudah duduk disebelahnya. "Ano sensei, aku mau ikut." Kata Kyuubi lemah. Pupus sudah harapannya berbebas ria selama 2 hari.

"Hei, bagaimana kalau kita ke Suna bersama ?" usul Itachi sambil menyeringai tipis. Kyuubi memicingkan matanya, rasanya kurang yakin bahwa pria disebelahnya ini adalah seorang sensei karena wajahnya masih sangat muda. Terlebih lagi ia baru saja bertemu pria itu tadi.

Jadi ... ?

"Apa aku bisa mempercayaimu, sensei ?" tanya Kyuubi penuh penekanan. Mulai melenceng dari sopan santun. Bagaimanapun ia masih kurang percaya pada Itachi. "Jangan curiga begitu, kau bisa laporkan pada Minato jisan atau Kushina basan kakau aku berani menganggumu." jawab Itachi sambil mengangkat kedua bahunya.

Kedua manik hazel milik Kyuubi membulat. Darimana pria didepannya ini mengetahui nama kedua orangtuanya ? padahal ia baru saja kenal. Tapi .. "Kau benar-benar berniat menculikku ya !? sampai melacak kedua orangtuaku dan sengaja membuatku ketinggalan bus !?" seru Kyuubi sambil menudingnya sepihak.

Itachi mulai sweatdrop kepada calon muridnya yang sedang memasang kuda-kuda pertahanan. Memangnya wajahnya begitu mirip penculik bayaran yang bertampang sangar ? oke walaupun Itachi sendiri mengakui bahwa suaranya agak berat. Hei, tapi dia bukan orang jahat !

"Kau bisa telepon orangtuamu. Sebut saja namaku." Balas Itachi tenang. Kyuubi mulai meneliti wajah Itachi dari atas sampai bawah. "Baiklah." Katanya sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Minato, cukup lama sampai akhirnya telepon dari Kyuubi diangkat, meningat ini sudah memasuki tengah malam. 21.00

"Moshi-moshi, Touchan !" seru Kyuubi

...

"Yah aku baik-baik saja. Tidak usah khawatir. Tapi aku ditinggal bus karena pergi ke toilet !"

...

"No no no, tidak usah menjemputku untuk pulang. Disini ada guru baru yang mau mengantar-" oke ... nampaknya ucapan Kyuubi disela.

...

"Namanya Itachi Uchiha." Kata Kyuubi sambil melirik Itachi yang bertampang tenang-tenang saja.

...

"Ciri-cirinya ? matanya onyx tajam .." glek, Kyuubi menelan ludahnya karena disini Itachi adalah senseinya. "R-rambutnya hitam panjang dan diikat ditengkuk .. dan a-ada k-keriput dibawah matanya." Jelas Kyuubi takut-takut sambil melirik Itachi yang mendelik kepadanya. Ia menelan ludah.

...

"Boleh ? ASYIK ! jaa Tousan !" dengan cepat Kyuubi memutuskan sambungan telepon dan menoleh pada Itachi. "Ayo sensei !" ajaknya bersemangat. Sementara Itachi hanya tersenyum tipis dan memasuki mobilnya diikuti Kyuubi.

"Perjalanan ke Suna memakan waktu 10 jam, kau bisa tidur duluan kalau kau mengantuk." Jelas Itachi sambil menyalakan mesin mobilnya. Setelah beberapa menit mesin menyala, ia mulai menyetir berjalan meninggalkan area sekolah lalu berjalan dengan kecepatan sedang dijalanan yang masi cukup ramai.

"Lama juga, ya ? Terimakasih sudah membawaku, sensei !" seru Kyuubi sambil tersenyum manis. Itachi menelan ludahnya mengingat sudah lama sekali ia tidak melihat senyuman sahabat terbaiknya itu. Lalu berusaha bersikap tenang. Untunglah darah daging Uchiha berada dalam tubuhnya sehingga ia dapat mengendalikan emosi dengan baik.

"Tolong jangan memanggilku sensei diluar jam sekolah." Pintanya. Kyuubi mengangguk kecil. "Um. Oke Itachi?" Jawabnya sambil mengangguk-angguk pelan. Kyuubi mulai bergidik kedinginan ketika AC mobil yang dingin dimalam hari begitu dahsyat menerpa kulitnya.

"A-no , bisa kunaikan derajat AC nya sampai nomor 2 ? nomor 1 terlalu dingin." Izin Kyuubi. "Perkecil saja, sampai nomor 3 juga tidak apa-apa. Ohya ada selimut dan bantal dibelakang. Kau bisa pakai dan kau bisa pindah ke bangku tengah untuk berbaring" Jawab Itachi.

Kyuubi menggeleng. "Tidak usah terlalu repot. Aku bawa selimut sendiri, kok. Aku juga tidak mau pindah kebelakang. Aku takut gelap." katanya. Ukh, hampir saja Itachi tertawa mendengarnya, ternyata teman kecilnya itu masih seperti dulu, takut kegelapan.

"Ohya, aku punya senpai yang terkenal disekolah." kata Kyuubi. Itachi melirik Kyuubi -yang sedang sibuk dengan kukunya- dengan malas. Huh , jadi Kyuubi sudah punya pangerannya sendiri ? menyebalkan. "Siapa ?" tanya Itachi, pura-pura ingin tahu, padahal dalam hatinya ia mengutuk siapapun laki-laki yang berhasil menarik perhatian Kyuubi.

"Marganya sama denganmu, namanya Uchiha Sasuke. Sekarang ini ia sedang dekat dengan adikku yang namanya Namikaze Naruto yang berbeda 9 bulan dariku. Apa kau mengenalnya ?" Kyuubi menatap Itachi disebelahnya yang sedang menatap lurus kejalanan. "Uchiha Sasuke adalah adikku." jawab Itachi santai dan sukses membuat hazel Kyuubi membulat.

"Benarkah ?" tanya Kyuubi dengan wajah belagu. Itachi tersenyum tipis. "Tentu saja. Kenapa ? kau tertarik pada adikku, hm ?" tanyanya. Ia masih ingat betul, masa SMA nya dan masa SMP Sasuke benar-benar buruk, dimana selalu dikelilingi perempuan yang centil. Um, bahkan sampai sekarang sih.

"Tidak, mana mungkin aku mau semakin menghancurkan hubungan persaudaraanku dengan adikku. Dia sudah cukup benci padaku. Ah, aku terlalu banyak bicara." kata Kyuubi sambil menutupi mulutnya dengan tangan kiri. Bagaimanapun yang didepannya ini adalah senseinya, akan terasa memalukan menceritakan hubungan kekeluargaannya yang sedikit kacau. 'Yahu ! ternyata dia tidak suka dengan Sasuke.' Batin Itachi berteriak.

"Huh benarkah ? kupikir hanya hubungan ku dengan Sasuke yang samasekali tidak ada bagus-bagusnya. Ia begitu dingin padaku." jelas Itachi sambil berdecak sebal. "Begitu pula dengan adikku." Kyuubi menghela nafas berat. Yah, itu memang salahnya, kan ? sampai Naruto membencinya begitu.

Hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Sebenarnya Itachi ingin berbicara banyak pada gadis yang sangat ingin ditemuinya ini. Namun karena gengsi jadi dia diam saja. Sementara Kyuubi menguap besar , ia mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha agar tetap terjaga, bagaimanapun ia sedang numpang kendaraan sekarang. Ia jadi merasa tidak enak, sudah numpang, tidur dengan nyaman pula.

"Tidur saja, Kyuu." Itachi meliriknya sebentar. "Tapi kan—" ucapan Kyuubi terpotong karena Itachi memotong perkataannya. "Sst ! sudah tidur saja. Lagipula ini sudah jam sebelas malam. Sebentar lagi para makhluk halus keluar dari persembunyiannya. Mungkin saja ia melihatmu dari bangku belakang!" seru Itachi sambil menyeringai kecil melihat Kyuubi mulai berkeringat dingin. Ah, temannya ini mudah sekali ditakuti.

Buuk ! "Aww !" desis Itachi saat Kyuubi memukul bahunya dengan keras. "Untung saja aku tidak melepas stirnya." Itachi mendelik kesal pada Kyuubi. Sial, sakit juga ternyata. "Kamu sih menakut-nakuti aku , yasudah aku tidur." rajuk Kyuubi sambil membuang muka kearah jendela.

Itachi tersenyum tipis. Sudah 30 menit, ia yakin betul gadis disebelahnya ini samasekali belum tidur. "Hei, tidak bisa tidur, ya ?" katanya telak. Kyuubi berdecak. "Tentu saja, dia yang menakuti aku, baka !" gumam Kyuubi pelan, namun karena Itachi tidak menyalakan musik, gumaman kecilnya terdengar samopai ketelinga Itachi.

Suduh bibir tipisnya mulai tertarik keatas. "Hahaha, masa sih kamu takut gara-gara begituan doang ? iya iya maaf." Itachi tertawa geli melihat Kyuubi yang mendelik kesal padanya. "Bayangin aja yang seru-seru, naik wahana kek, apa kek.." jelas Itachi yang tidak dapat menghilangkan senyumannya. Sementara Kyuubi menimbang-nimbang perkataanya.

"Um. Akan kucoba." kata Kyuubi sambil mengangguk pelan dan kembali memejamkan matanya. "Oyasumi." bisik Itachi pelan sambil mengelus pelan pucuk kepala Kyuubi dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya menyetir. Tak ada penolakan. Karena ditempatnya, wajah Kyuubi mulai memerah. Untung saja keadaan didalam mobil begitu gelap. Sehingga Itachi tidak dapat melihat rona pada wajahnya.

Setelah beberapa saat, Itachi yakin mendengar deru nafas yang teratur dan tenang, dan ia yakin Kyuubi sudah tidur. 'Oyasumi, Hime. Beruntung aku dapat bertemu denganmu secepat ini, aku merindukanmu.' Gumam Itachi sambil tersenyum dan kembali memfokuskan diri kearah jalanan sambil sesekali melihat Kyuubi yang sudah tertidur lelap disebelahnya.

TBC ~

Yooo sekarang word ku nambah dikiiiii..(himpunan i tak berhingga)t ... kan ? xD aku sayang kalian yang mau review. {} kalian adalah penyemangatku :') tapi aku nggak butuh flame lho.

See you in the next chapter ;)