Hallo! Author mau buat fic, sekaligus kelihatannya semua pada lupa kalau ini hari ulang tahun wa... *nangis pojokan*
Aupu: kamu gak pernah bilang atau ngomong om!
Wa: jangan Oom, shit. Ya sudahlah, wa hanya bermohon agar Playstation wa udah selesai diperbaiki... Nyawaku...
Guava: ~_~
Aupu: dia emang udah gila Guava.
Aiko Ishikawa:
Iya, manteb banget itu, apalagi kalau ada air terjun... *pembunuhan mode: ON*
Guan Ping: jahatnya!
Wa juga tidak merayakannya *yay* iya benar kata Aiko-neesan, tanggal merah dan tidak sekolah! *plak*
THANK YOU VERY MUCH!
Yuuki Moon Chan:
*kasi tissue* kan ini Request Yuuki-chan bahwa maunya Guan Ping x Xing Cai. Jadi wa usahain agar bisa membuatnya! *plak* kasian ya Xing Cai... Tapi tenang saja! Wa akan segera menolongnya! THANK YOU VERY MUCH!
ScarletAndBlossoms:
Memang benar sih, bukannya kangen eh, malah mau disiksa...
Guan Ping: kenapa aku sebagai tokoh yang paling sial disini... *cup cup cup, sabar ya...*
THANKS YOU VERY MUCH!
Xing Cai berjalan cukup lama dan akhirnya sampai diruang rapat. Suasanya sepi, tidak ada suara. Mungkin karena belum dimulai rapatnya. Xing Cai membuka pintu ruang rapat itu, melihat sudah ada banyak jendral yang berkumpul disana. Dengan suasana hening, Xing Cai segera duduk dikursi kosong tanpa diizinkan.
"Semua sudah berkumpul?" tanya Liu Bei setelah melihat semua kursi telah diduduki.
"Sudah" jawab semua jendral, termasuk Xing Cai.
"Baiklah, sesuai pembicaraan ini, kita akan berperang di Yi Ling, kita akan berperang melawan Kerajaan Wu! Dan, kita sebagai jendral Kerajaan Shu, mari kita berperang dengan kekuatan kita!"
"Ya!"
"Kong Ming, akan memberitahu kita sebuah strategi, harap kalian semua memberikan kepercayaan penuh kepadanya"
"Baik, Yang Mulia!"
Zhuge Liang berdiri dari kursinya, dan membuka gulungan peta Yi Ling. Zhuge Liang, menunjuk beberapa tempat dan menjelaskan kepada semua orang.
"Saya harap, Nona Xing Cai dan Tuan Zhao Yun menjaga jembatan, tempat satu satunya Jendral Jendral Wu bisa memasuki Wilayah kita" ucap Zhuge Liang.
"Baik" jawab serempak Zhao Yun dan Xing Cai beserta anggukan.
"Lalu, jika terjadi apa apa terhadap Wilayah kita, pastikan Yang Mulia Liu Bei lari ketempat yang aman"
"Saya akan melindunginya!" ucap Guan Suo penuh keyakinan.
'Itu adik Guan Ping...' pikir Xing Cai.
"Biarkan saya membantumu, Tuanku Suo~" ucap Bao Sanniang kegirangan.
"Itu... Kamu, tetap diposisimu" balas Guan Suo dengan senyum terpaksa.
"Ah..."
'Aku mau tahu jika, Guan Ping akan berkata begitu kepadaku... Tunggu, apa yang kupikirkan...' pikir kembali Xing Cai mengeleng geleng kepalanya.
"Anda baik baik saja, Nona Xing Cai?" tanya Zhao Yun.
"Hah? Ehm ya" jawab Xing Cai mengangguk pelan.
"Ehem, mohon tenang" perintah Yue Ying pelan sambil mengayun tangannya. Membuat semua kembali hening.
"Terima kasih, Nona Yue Ying... Nah, saya akan datang jika sedang dalam suatu keadaan terlibat, karena itu, maafkan saya jika saya seenaknya..." sambung Zhuge Liang membungkuk sambil memejamkan matanya.
"Ini tidak ada kesalahan untukmu, Kong Ming. Nah, semuanya... Apakah kalian sudah mengerti?" tanya Liu Bei dengan senyum khasnya.
"Jelas, Yang Mulia"
"Kalau begitu, terima kasih telah berkumpul diruang rapat secara bersama sama... Mohon besok diantara kalian semua, pulang dengan selamat"
"Baik, Yang Mulia"
Semuanya segera berdiri dan keluar dari ruang rapat. Xing Cai menghela nafas sebentar, dia belum mengubah posisi duduknya. Sehingga Zhao Yun menepuk sebelah pundak Xing Cai, dan membuat Xing Cai menoleh kearah Zhao Yun.
"Inggin makan di kedai Bao Zhi dulu, Nona Xing Cai?" tanya Zhao Yun dengan ulasan senyum dibibirnya.
"Baiklah..." jawab Xing Cai.
.
Zhao Yun membawakan teh ketempat dimana Xing Cai duduk. Saat ini Xing Cai dan Zhao Yun sedang didaerah kedai Bao Zhi, Zhao Yun duduk disebelah Xing Cai yang sedang melahap Bao Zhi-nya, dan menaruh secangkir teh hijau disamping piring Bao Zhi miliknya.
"Anda bertingkah aneh sesaat Tuan Guan Ping meninggal..." tebak Zhao Yun, membuat wajah Xing Cai terlihat sedikit kaget.
"Benarkah?" tanya Xing Cai, kurang meyakinkan.
"Benar"
"Saya... Hanya merasa sangat kesepian, Ayah sudah meninggal, dan saya hidup sendiri... Jadi, rasanya saya kesepian..."
"Bukan, bukan itu. Kau merasakan sesuatu yang berbeda kepada Tuan Guan Ping"
"Anda tidak biasanya seperti ini, tapi... Dia hanya teman... Sepupu..."
"Sepupu yang menyusahkan ya... Tapi, dia lakukan itu, untuk dirimu juga bukan, Nona Xing Cai?"
"..."
Xing Cai berhenti melahap Bao Zhi-nya. Untuk dirinya, dimananya? Pikiran Xing Cai mulai bekerja, susah mengatakannya, seperti Bao Sanniang kepada Guan Suo? Oh sebagai ilustrasi, akhirnya... Cukup mengerti.
"Untuk diriku ya..." ucap Xing Cai tersenyum penuh kepaksaan.
"Ya, dia senang melihatmu terlihat marah, tapi itu untuk menghilangkan rasa kesepian dan bosanmu" ucap Zhao Yun yang seperti panah menancap tepat sasaran.
"... Apakah orang mati, bisa hidup lagi, ya..."
"Itu konyol, Nona Xing Cai"
"Yeah, maksudku, anda benar..."
"Baiklah, saya akan membayar ini, semoga kita bisa bekerja sama Nona Xing Cai"
Zhao Yun berdiri dan segera berjalan kearah kedai itu, Xing Cai hanya menoleh sebentar lalu menatap kearah lain. Memicingkan matanya karena terlalu terang.
'Akankah kita hidup di Neraka yang sama...?' pikir Xing Cai.
.
Besok harinya, entah mengapa rasanya satu hari seperti 5 tahun saja, tidak ada apa-apa... Tidak ada yang perlu dilakukan, tapi malam ini. Xing Cai bertekad untuk berperang sebaik dan sekuat mungkin. Agar tidak mengecewakan Yang Mulia Liu Bei.
Tapi jika takdir bertindak lain, maka Xing Cai akan siap. Xing Cai mengambil pedang dan tamengnya. Dia siap, dia siap hidup dan mati.
"Ayah... Guan Ping... Kalian lihat saja... Aku akan tercatat disejarah suatu saat!" ucap Xing Cai dengan penuh percaya diri.
.
.
.
Yaaay! Akhirnya... Okay okay! Review?
