Nee, saya kembali ^O^/
Gomen kalo cerita dan alurnya hampir mirip dengan para senior. Tapi, ini murni cerita saya :D
^^7
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, TYPO, Gaje, Bahasa nonformal dan formal kecampur, Dan lain-lainnya!
Happy reading!
Don't like? Don't read!
.
.
.
Otou-san
Sasuke Pov.
13 tahun terlewati dengan sia-sia, tanpa bisa aku menemukannya. Aku, sudah mulai frustasi. Dan, coba dengarkan apa kata dokter kemarin. Aku terkena Leukimia, aku berharap bisa menemukan Naruto sebelum aku mati. Itu saja, yang ingin aku lakukan.
TOK TOK TOK
" Paman, Ini Ryuuko. Paman dipanggil Tou-san." Kata seseorang dari balik kamar pintuku, Ryuuko. Anak Itachi-nii dan Kyuu-nee, yahh.. kisah mereka tak jauh dariku. Mereka bercerai juga karna salah paham.
" Hn." Jawabku singkat, setelah itu kudengar suara kaki yang mulai menjauh. Aku beranjak dari kasur dan membuka pintu kamarku. Aku berjalan dengan begitu santai dan pelan. Argh, rasanya kepalaku tiba-tiba sakit. Ugh, mungkin efek dari penyakit itu.
" Sasuke? Kau tak apa-apa?" Tanya Itachi-nii, aku menongak padanya sembari menekan kelapaku.
" Hn, tak pa-pa hanya saja kepalaku sakit." Jawabku sembari meringis, Itachi-nii menuntunku untuk duduk di sofa yang dekat dengan kami.
" Duduklah, Ryuuko! Panggil Kabuto-san!" Perintah Itachi-nii pada Ryuuko. Ryuuko hanya mengangguk. Ryuuko adalah keponakanku satu-satunya. Fisiknya sangat mirip dengan Kyuu-nee, setidaknya rambutnya, matanya itu mirip dengan Kyuu-nee sedangkan sikapnya, 100% mirip dengan Itachi-nii. Dia, kembar dengan Tachi, bila Tachi perempuan maka Ryuuko adalah Laki-laki. Tachi ya? Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Aku lupa dia seperti apa.
" Sasuke, sebaiknya kau dirawat di rumah sakit saja," Nasihat Itachi-nii, aku hanya diam. Sakit di kepalaku masihlah sangat sakit.
" Ugh, tidak! Aku tidak mau!" Tolakku mentah-mentah. Itachi-nii menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kau ini! Susah sekali diatur!" Kata Itachi-nii tak suka. Ck, memangnya dia tidak?
" Me-"
" Tou-san, Kabuto-san sudah ada di depan rumah, akan kusuruh masuk." Kata Ryuuko menyela pembicaraanku tadi. Aku melirik Ryuuko yang di belakangnya ada kabuto-san, dokter pribadiku. Satu-satunya orang selain keluargaku yang tau bahwa aku terkena penyakit leukemia. Aku memang sengaja menyembunyikan penyakitku ini. Tak ada alas an Khusus.
" Owh, Kabuto-san sudah datang, tolong periksa adikku yang sangat-sangat susah diatur ini." Kata Itachi-nii. Aku mendelik(?) saat mendengar kata-kata Itachi-Nii.
" Hahaha,, baiklah. Boleh Itachi-san dan Ryuuko-san keluar?" Kata Kabuto-san, Ryuuko tanpa berkata apa-apa langsung keluar sedangkan Itachi-nii menundukkan badannya. Yahh. Pemeriksaan karna penyakit yang sangat-sangat susah disembuhkan ini. Perlahan aku memejamkan mataku.
Itachi Pov.
Aku, Uchiha Itachi. Hanya seorang ayah, yang tak punya istri. Dulu, aku melakukan sebuah kesalahan sehingga membuat ini semua terjadi.
" Tou-san, apakah kita benar-benar akan ke Oto?" Tanya anakku Ryuuko tiba-tiba. Aku menoleh padanya.
" Ya, ada apa? Apa ada masalah?" Tanyaku penuh kelembutan. Ryuuko menggeleng.
" Hanya, aku pasti akan merindukan saat-saat di konoha ini." Balas Ryuuko sembari duduk dengan santai. Aku menaikan salah satu alisku.
" Hn? Tenang saja, kita hanya akan sementara di sana." Kataku menenangkan dia. Ryuuko mentapku yakin.
" Owh, begitu. Sama seperti kemaren-kemarennya ya?" Tebak Ryuuko. Aku tersenyum. yah, memang kami sangat suka berpindah-pindah tapi, pasti kami akan pulang lagi ke konoha.
" Ya, begitulah." Jawabku. Tak lama kemudian Kabuto-san keluar dari ruang keluarga yang tadi digunakan untuk merawat Sasuke.
" Ahh, bagaimana keadaan Sasuke?" Tanyaku ketika Kabuto-san keluar, Kabuto-san menatapku dan berkata.
" Sebaiknya Sasuke-san harus segera dibawa ke rumah sakit. Keadaany semakin parah." Jawab Kabuto-san serius. Aku memejamkan mataku saat mendengar itu.
" Dia tidak mau." Kataku singkat. " Tapi, aku akan menyuruhnya rawat jalan saja." Kataku sembari meyakinkan Kabuto-san.
" Tapi, itu semua pa-"
" Tidak, aku percaya. Dia pasti sembuh,jadi dokter? Boleh aku menyuruhnya rawat jalan saja? Atau, beri dia obat?"Potongku. setidaknya, pasti Sasuke tak mau dirawat di rumah sakit. Kabuto-san menatapku tajam.
" Baiklah, tapi jaga pola tidurnya, pola makannya, dan pola kebersihannya." Kata Kabuto-san terpaksa. Aku tersenyum puas, sedangkan Ryuuko hanya diam saja sedari tadi.
" Baiklah, aku terima. Terimakasih dokter." Kataku manis.
" Tapi, sebaiknya anda juga rawat jalan Itachi-san, penyakit anda lebih parah dibandingkan Sasuke-san." Kata Kabuto-san sembari menatapku tajam, lebih tajam dari tadi. Aku hanya mengangguk.
" Baiklah-baiklah." Kataku lalu, Kabuto-san pergi dan meninggalkan sebuah resep obat. Setelah itu aku menebus obat itu. Sedangkan Ryuuko kusuruh untuk menjaga Sasuke. Yah,, setidaknya. Aku juga harus meminum obatku juga. Setelah aku menebus obat, aku langsung pergi kerumah. Kulihat saat aku pulang Sasuke dan Ryuuko bersama.
" Otou-san, selamat datang." Kata Ryuuko sopan. Aku tersenyum dan mulai menepuk kepalanya.
" Jangan terlalu formal." Kataku padanya. Ryuuko tersenyum geli.
" Tidak apa-apakan, sesekali?" Jawabnya, aku hanya geleng-geleng kepala.
Aku dan Ryuuko pun, masuk kerumah. Sedangkan Sasuke sudah dari tadi masuk.
" Ryuuko, Tou-san pergi ke kamar dulu." Kataku ke Ryuuko yang sedang menonton TV di ruang keluarga. Ryuuko hanya mengangguk.
Ryuuko, satu-satunya anak yang tersisa diri'nya', Istriku, Kyuubi. Kyuubi, dia sangatlah manis. Tapi, sebuah kesalah pahaman telah membuat hubungan kami rusak. Saat itu….,
Flashback! .
Aku, membantu seorang sahabatku Deidara. Kami adalah teman dekat. Saat itu juga, aku sudah memiliki Istri dan 2 anak kembar.
" Itachi-kun! Arigatou! Kau mau membantuku mendapatkan Danna-sama un!" Kata Deidara sembari tersenyum manis. Aku melihat senyum itu hanya bisa ikut tersenyum. bagaimanapun, kami adalah teman. Lagian, aku sudah punya Istri dan anak!
" Hn, sama-sama. Lagian kau kan, sahabatku Dei." Jawabku ramah. Dan, sangat berlawanan dengan nada Sasuke adikku.
" Ne,, Itachi-kun~ aku harus memulai dari mana,un?!" Tanya Deidara bersemangat, aku menaikan salah satu alisku. Deidara memang sangat bersemangat!
" Hm, sebaiknya kau bersikap seperti biasa. Tapi, tingkatkan perhatianmu padanya.!" Saranku. Deidara mengangguk keras.
" haik!" Katanya sembari berhormat seperti tentara. Sedangkan aku diam memangdangnya.
Drrtt.. Drrtt…
Kurasa Hpku berbunyi. Ku angkat telfon itu saat melihat Istri tercintaku menelfon.
" Moshi-moshi?" Sapaku ketika aku mengangkat telfon.
" Di mana kau kriput! Grrr,, tau tidak sih! Aku itu sibuk mengurus anak-anakmu! Malah kau berselingkuh!" Katany, cih, dia tetap saja mengira aku ini berselingkuh. Sialan.
" Hey! Aku ini tidak berselingkuh ya! Aku ini hanya membantu temanku! Pliss Kyuubi jangan mulai pertengkaran kita lagi!" Bentakku marah. Selalu saja! Dia itu menuduhku berselingkuh!
" Cigh, menurutmu aku tak tau kalau kau itu sedang bersama si Deidaramu itu!" Jawab Kyuubi juga dengan membentak.
" Kyuubi! Jangan kau membuatku marah! Kau ini! Sama sekali tak mengerti aku!" Bentakku lebih keras. Deidara menatapku cemas.
" Terserah kaulah Kriput!" Kata Kyuubi setelah itu memutuskan sambungan . cih! Sebenarnya apa sih yang dia mau! Lama-lama aku muak.
" Err,, Itachi-kun?" Kata Deidara pelan. Aku meliriknya dan tersenyum hangat.
" Tenang saja! Tak apa-apa kok! Dia memang seperti ini!" Balasku pelan. Deidara masih menatapku khawatir.
" Itachi-kun, sebaiknya pulang Un. Sepertinya Kyuubi ada masalah." Ujur Deidara, apa masalah? Kyuubi? Cih mana mungkin.
" Tidak. Buat apa? Toh paling gak ada yang penting." Kataku enteng. Deidara hanya menggeleng.
" Ya, sudah ayo jalan, Un." Kata Deidara. Aku mengikutinya. Apa, benar Kyuubi ada masalah? Ahhh,,, sudahlah tak mungkin dia mendapat masalah. Setelah itu aku pergi jalan bersama dengan Deidara. Saat itu juga, alih-alih aku memikirkan Kyuubi, aku sangat bersenang-senang dengan Deidara.
Ketika aku duduk di taman aku tertawa gembira bersama Deidara. Sangat-sangat menyenangkan! Tapi,
" Sudah aku duga kau selingkuh." Kata seseorang yang berdiri tepat di depanku. Aku membelalakkan mataku.
" Ka-kau, Kyuu-Kyuu-bi." Kataku terbata. Kyuubi berdiri di depanku dengan wajah sangat merah dan air mata yang hampir jatuh.
" Ugh,, aku kecewa padamu. Sekarang, aku meminta cerai darimu Kriput!" Bentak Kyuubi. Aku hanya ternganga saat mendengar itu. tapi, ini hanya kesalahpahaman!
"Tapi, Kyuubi ini-"
" Tidak! Sekarang aku ingin kita bercerai! Aku muak!" Katanya sembari berlari. Aku mengejarnya. Sedangkan Deidara menatapku cemas seperti tadi. Dan, ketika aku mengejarnya kulihat dia sedang mendatangi Tachi dan Ryuuko, anak kembar sangatlah mirip denganku, hanya saja matanya mengikuti mata Kyuubi dan dia seorang anak perempuan, sedangkan Ryuuko dia anak laki-laki. Mirip dengan Kyuubi, tapi matanya mirip denganku.
Ahh, kenapa aku malah menjelaskan yang tak penting?! Aku harus mengejar Kyuubi!
" Kyuubi! Dengarkan aku!" Panggilku pada Kyuubi, Kyuubi hanya berlari sembari menggandeng Ryuuko dan Tachi. Aku tetap mengejarnya, tapi sayang. Dia tak mau menungguku. Aku berhenti di tengah jalan, Kyuubi menaiki taxi lalu taxi itu pergi,
" Astaga, aku tak tau akan seperti ini.." Gumamku pelan lalu berjalan ke Deidara lagi.
" Bagaimana Un?" Tanya Deidara. Aku hanya menggeleng lalu pergi. Tanpa memedulikan Deidara yang mulai mencemaskan aku lagi.
" Gomen, Itachi-kun, un." Kata Deidara. Aku hanya menutup mataku dan berjalan kearah mobilku. Aku, melajukan mobiku untuk pergi ke rumah. Mungkin Kyuubi masih ada di sana. Tapi, sayang setelah aku sampai di rumah kami. Aku hanya menemuka makanan yang menurutku lezat dan sebuah buku.
" Apa selama ini yang kulakukan salah?" Gumamku, aku mendekat pada meja makan. aku melirik semua makanan yang ada di sana.
" Makanan ini semua, adalah makanan kesukaanku. Apa Kyuubi membuatkan ini semua untukku?" Gumamku sekali lagi. Aku mencoba membuka buku yang tadi aku temukan.
12 april 2012
Hari ini, hari yang sama saja!dia, maksudku suamiku, Itachi. Dia sama sekali tidak menganggapku ada! Apa-apa dia! Padahal aku membuatkannya sarapan kesukaannya! Tapi apa? Dia sama sekali tak makan! apa dia benar-benar tak lagi menganggapku?! Lalu bagaimana dengan Tachi dan Ryuuko?! Argh! Aku harus bertahan untuk anak-anakku!
Perah kalian bayangkan? Setelah aku membaca itu rasanya sakit di dada. Sesak! Kenapa aku tak menyadarinya! Lalu kubuka halaman berikutnya dengan meloncati halamannya.
20 mei 2012
Kenapa?! Kenapa kau belum puas dengan apa yang kau lakukan padaku?! Itachi! Aku sangatlah mencintaimu!tapi! kenapa?! Setelah kita menikah hubungan kita semakin merenggang. Aku, mulai merasa muak!
30 Juni 2012
Ku terlihat bersamanya. Wanita itu, ah,, dia wanita atau laki-laki? Aku tak tau. Yang terpenting aku tak suka kau berdekatan dengannya! Aku kan Istrimu! Jelas aku cemburu!
31 agustus 2012
Baikalah. Aku muak Itachi! Aku muak kau terlihat berjalan dengannya! Apakah- apakah kita harus bercerai?! Aku tak mau.. jujur aku tak mau! Tapi bila itu harus, apa yang akan terjadi nantinya?
Gomen, gomenasai Kyuubi, aku yang salah. Aku tak pernah menyadarinya, maaf.. aku menjatuhkan buku diary itu. aku hanya menatap kosong buku itu, apa yang harus kulakukan?! Apa? Aku, aku bingung!
" ARGHH!" Erangku frustasi. Kenapa aku baru menyadi bahwa Kyuubi sangat mencintaiku?! Kenapa aku baru sadar bahwa Kyuubi itu sangat pencemburu dan takut kehilanganku!? Kyuubi!
Aku menangis ( apaa?! Itachi nangis?! Wahh OOC sekali -,-a) dalam tidur. Hingga, keesokannya aku terbangun karna suara aneh.
" Hiks, Hiks,, Kaa-chan.." Tangis seorang yang membuatku mencari darimana asal suara itu. ketika aku menemukannya di sebuah kamar aku hanya membelalakkan mataku tak percaya.
" Ryu-Ryuuko?" Gumamku memanggil nama anakku itu. Ryuuko mengangkat kepalanya untuk melihatku. Ryuuko menatapku takut,
" Otou-chan.." Ucap lirih Ryuuko dengan ketakutan. Kenapa dia sangat takut padaku? Aku mendekat padanya dan mencoba untuk memeluknya. Tapi, Ryuuko menghindar dari pelukanku.
" Ryuuko, mendekatlah.." Gumamku pelan padanya. Ryuuko hanya diam dan tubuhnya bergetar. Begitu takutnyakah Ryuuko padaku?
" Ryuuko,, maafkan Tou-san. Maaf telah membuatmu menderita dan telah membuatmu tak nyaman dengan sikap Tou-san,, maaf Ryuuko." Ucapku lagi sembari memeluk Ryuuko pelan dan lembut.
" Tou-chan, tak akan meninggalkan Lyuuko lagi kan?" Tanya Ryuuko padaku, aku mengangguk dengan pasti. Ryuuko secara serentak memelukku erat. Aku hanya tersenyum senang,
" Lyuuko takut Tou-chan." Katanya ketakutan. Aku semakin mengeratkan pelukanku.
" Sssstt.. tak papa.." Kataku untuk menenangkannya. Ryuuko merespon hanya memelukku lebih erat. Aku, hanya berharap. Masalah ini segara selesai. Salah paham ini juga.
Setelah itu Ryuuko tertidur di pelukanku. Aku mengangkatnya untuk ke kamarnya. Ketika aku di kamarnya aku melihat beberapa baju yang jatuh dari lemari, dan beberapa baju yang berserakan. Aku menaruh Ryuuko terlebih dulu di kasurnya. Setelah itu menata semua baju yang berserakan.
Kyuubi, sebegitukah kau kesakitan? Gomen Kyuubi, Gomenasai!
Beberapa hari kemudianpun, tak ada surat perceraian. Hanya saja, Kyuubi tak pernah kembali padaku. Aku, pada awalnya sangatlah merasa frustasi, tapi apa lagi yang bisa kulakukan? Aku tak bisa melakukanb apa-apa. Toh, aku masih bersyukur Ryuuko masih ada di sampingku.
End Flashback!
Yah,, itulah yang terjadi. Aku tak tau apa yang aku lakukan sekarang sehingga mengidap penyakut leukemia setadium 3 hampir stadium 4.
Tok Tok Tok
" Otou-san Ini Ryuuko. Bisakah Otou-san keluar? Makan siang sudah siap!" Kata Ryuuko dari balik pintu. Aku langsung membuyarkan lamunanku, ahh
" Baiklah. Tou-san keluar." Jawabku sembari beranjak dari tempat tidur.
"Haik, aku tunggu di meja makan." Kata Ryuuko lagi, aku tak menjawabnya.. Dan langsung membuka pintu kamarku, setelah itu beranjak menuju ruang makan.
Ketika aku di ruang makan, aku di samput ramah oleh Kaa-san, Tou-san, Sasuke ( hanya menatapku.) dan Ryuuko. Aku membalas senyum mereka. Setidaknya aku bersyukur masih memiliki mereka. Dan, aku pasti akan membawamu kembali Uchiha Kyuubi. Akan ku temukan kau.
Normal Pov.
Ketika makan bersama, Fugaku tiba-tiba berkata.
" Sasuke, Itachi. Kalian akan ku kirim ke Oto karna ada masalah dengan perusahaan di sana." Katanya tegas, Itachi menatap ayahnya itu lalu mengangguk.
" Baiklah. Tapi, itu artinya Ryuuko juga harus ikut kan?" Tanya Itachi. Fugaku mengangguk .
" Begitulah." Balas Fugaku. Ryuuko hanya mengangguk.
" Hn,, pindah sekolah lagi. Capeknya~!" Erang Ryuuko. Mikoto tersenyum melihat kelakuan cucunya itu.
" Hahaha,, mau bagaimana lagi kan." Sahut Mikoto tiba-tiba, Ryuuko mengangguk lagi dan menghela nafas. Itu semua membuat Mikoto tertawa. Itachi hanya tersenyum.
Makan siang keluarga Uchiha pun terlawati dengan tentram.
Dan, menuju makan siang keluarga Uzumaki.
" Suke, bagaimana dengan sekolahmu tadi,hm?" Tanya sang ibu pada anaknya. Anaknya hanya melirik dan menjawab.
" Seperti biasa." Jawabnya singkat, sang ibu hanya menatap anaknya itu dengan miris.
' Kenapa aku punya anak yang pelit kata?' Batin sang ibu, atau nama lengkapnya Uzumaki(Uchiha) Naruto.
" Hahh,, tak bisakah kau bicara lebih panjang?" Tanya Naruto.
" Hn." Jawab Suke, sang anak. Naruto sekali lagi hanya menghela nafas,
Tok Tok Tok
" Ahh, sebentar." Kata Naruto sembari beranjak dari kursinya dan membuka pintu apartemennya.
" Ah,, Ba-san!" Kata sang tamu pada Naruto ketika membuka kan pintu.
" Lho? Tachi-chan, Ruiji-kun, Shika-kun, Nega-chan? Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Naruto pada 4 orang anak itu.
" Kami ingin belajar kelompok dengan Suke! Soalnya kami punya PR yang super banyak!" Jawab anak perempuan bernama Nega.
" Owh, begitu. Masuklah kalo begitu." Kata Naruto sembari menyuruh mereka masuk. Suke melihat para tamu itupun langsung berdiri dan mengajak mereka masuk ke kamarnya.
Akan di jelaskan siapa mereka itu, :
Uzumaki Suke, adalah seorang anak laki-laki yang mempunyai Fisik sama dengan Sasuke, hanya saja bola matanya mengikuti sang ibu, Naruto.
Uzumaki Tachi, adalah saudara kembar Uchiha Ryuuko. Tachi adalah anak perempuan yang sangat mirip dengan Itachi sampai bola matanyapun sama. Tak ada yang bisa memungkiri bahwa Tachi adalah anak Itachi.
Uzumaki Ruiji, adik dari Uzumaki Tachi dan Uchiha Ryuuko. Dia seorang laki-laki yang sangat~ mirip dengan ibunya. Tapi, bola matanya mengikuti sang ayah.
Hyuuga Nega, adalah anak dari Sabaku Gaara dan Hyuuga yang tinggal di apartment dekat apartment Naruto. Fisiknya sangatlah mirip dengan Gaara. Kecuali rambut dan matanya yang mirip dengan ayahnya.
Lalu yang terakhir, Nara Shika, anak dari Nara Shikamaru dan Nara Kiba. Memili otak yang sangat cerdas, tapi pemalas. Mirip sekali dengan Shikamaru.
Dan, jangan kaget kenapa mereka bisa sekelas padahal Tachi lebih tua 2 tahun. Itu semua karna LONCAT KELAS., dengan kepintaran yang mereka miliki jelas mereka bisa loncat kelas dengan mudah.
Mungkin itu saja. Lalu mereka masuk dalam kamar Suke dan mulai mengerjakan PR bersama.
" Ne,, denger-denger bakal ada murid baru lho~" Kata Nega saat mengerjakan soal. Tachi terlihat mulai tertarik.
" Siapa?" Tanya Tachi tak sabar. Nega menggeleng.
" Entah, katanya hanya cowok dari Konoha.." Jawab Nega. Tachi hanya diam saat mendengar Konoha. Tempat lahirnya.
" Owh." Kata Tachi.
" Hn, moga-moga dia pintar." Kata Suke, yang lainnya langsung menatap Suke,
" Hahaha! Sekolah kita itu terkenal Suke! Tak mungkin menerima orang bodoh!" Kata Nega, yang mewakili 3 lainnya yang tertawa.
" Mungkin saja!" Kata Suke lalu mereka tertawa bersama
-TBC-
Anisa : apa saya telat? Uwaa,, gomen kalo iya. Soalnya baru liburan UNkan? Aku yang masih kelas 7 ini harus menderita karna PR yang menupuk Gomen minna. Apa lagi nih cerita semikin aneh… :(
Tachi : semangatlah!
Anisa : haiik!
Nega : kyaaa! Aku muncul!
Shika : biasa saja -_-
Ruiji : Hn.
Anisa : tega kalian dengan wanita!
Shika : keserah!
Anisa : owh,, iya terimakasih yang telah meripiuw ^^ gomen gk bisa jawab satu persatu terimakasih semoga kalian suka dengan FFn ini :)
Suke : mungkin itu aja, gomen kalo banyak yang salah. RnR please! Flame? Silahkan. Itu malah membuat kami bersemangat ^^
