Nee, saya kembali ^O^/

Gomen kalo cerita dan alurnya hampir mirip dengan para senior. Tapi, ini murni cerita saya :D

^^7

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : OOC, TYPO, Gaje, Bahasa nonformal dan formal kecampur, Dan lain-lainnya!

Happy reading!

Don't like? Don't read!

.

.

.

Otou-san

.

"Silahkan masuk."Kata Shizune-san. Aku mengangguk dan masuk. Ketika aku memasuki kelas itu, banyak yang menyoraki ku. Ehm, seperti ini.

"Kyaa! Keren!","Huwaa,,, cocok jadi Seme(?)","Ugh! Mau kah kau jadi pacarku?!" dan lain-lainnya. Tapi, aku melihat seseorang yang familiar**. Aku menatapnya serius. Diapun juga menatapku syok. Aku mengenal logatnya. Siapa?siapa dia?!

Tachi Pov.

Wa-wajah itu. di-dia, Ryu-Ryuuko-nii?Astaga,ini tak benarkan?Iyakan?A-aku,aku syok!(==" merasa aneh menulis kata-kata ini)

"Kau tak apa-apa Tachi?"Tanya Suke padaku. Aku menatapnya dengengan tatapan syok.

"A-aku tak apa-apa kok."Kataku. Suke tetap melihatku dengan heran.

"Baiklah. Minum obatmu kalo tiba-tiba kau merasa sakit."Kata Suke dengan nada yang masih khawatir. Aku hanya mengangguk mengerti.

"Nah, Ryuuko, duduklah di ehm… di belakang Shika ya."Kata Sensei dengan tenang. Ryuuko terlihat bingung. Yang pasti karna dia gak tau dimana Shika -_-

"Maaf, Err- Shika itu yang mana ya Sensei?"Tanya Ryuuko dengan hati-hati. Dia, tidak berubah. Masih seperti itu… mempunyai sikap yang sangat-sangat baik dan… polos?

"Ahh! Iya hampir saja aku lupa. Hem… Shika! Ancungkan jarimu!"Kata Sensei dan bisa kulihat Shika yang memang duduk di belakangku mengancungkan tangannya. "Ahh… itu dia, duduklah. Lalu kita teruskan pelajarannya.!"Lanjut Sensei dengan ramah.

"Baik."Jawab Ryuuko lalu berjalan mendekat bangku yang berada di belakang Shika.

"Hey. Temui aku istirahat nanti…"Bisik Ryuuko di telingaku. Aku membelalakkan mataku.

Lalu aku mendengarnya duduk tepat di belakangku. Astaga astaga ini mimpikan?! Ini mimpikan?! Ke-kenapa Ryuuko-nii ada disini? Bagaimana caranya?! Apa, apa Ryuuko tau keberadaanku dan Kaa-san disini?!

"Baiklah anak-anak, kita lanjutkan pelajaran kita. Buka halaman 203. Pada halaman ini bla… bla…"Sungguh aku tak bisa konsentrasi dengan pelajaran kali ini. Aku harus focus. Harus tenang. Baik… aku harus tenang. Hahh…. Huhh… tarik nafas…. Dan keluarkan…

"Tachi, hey Tachi?!"Panggil Suke padaku. Aku menengok padanya.

"Eh, iya ada apa?"Tanyaku bingung. Suke memandangku aneh.

"Yakin kau baik-baik saja? Mukamu pucat… "Kata Suke sembari memegang dahi Tachi. "Kamu panas. Ayo, ke UKS."Lanjut Suke.

"Ta-"

"Sensei, Tachi sakit. Saya mau mengantarnya ke UKS."Kata Suke sembari menggandeng tanganku.

"Haiklah." Kata Sensei. Lalu aku di tuntun oleh Suke untuk ke UKS.

Ketika aku di UKS, Suke bertanya padaku. Apakah aku sudah meminum obatku. Obat, karna kecelakaan yang aku alami dan membuat system paru-paruku sedikit terganggu. Sebenarnya, lukaku ini biasa saja bila di bandingkan dengan luka Suke. Tapi, rasanya kadang sesak di dada.

"Hey, apa yang terjadi denganmu? Tadi setelah anak baru itu masuk kau tiba-tiba pucat."Tanya Suke padaku. Aku diam dan menggelengkan kepalaku.

"Tak apa-apa… aku hanya, merasa sedikit lelah itu saja…"Jawabku bohong. Tentu aku tak akan berkata pada Suke bahwa Ryuuko-nii adalah kakakku. Itu mustahil.

"Baiklah. Kau tidur saja. Aku akan disini."Kata Suke lalu membaringkanku di kasur. Aku hanya menurut. Suke duduk di sofa yang dekat dengan tempat tidurku.

Ahh… rasanya ini semua menjadi sebuah mimpi. Dan kuharap ini memang mimpi. Sepertinya, aku mulai mengantuk. Sebaiknya aku tidur…

dan, tak lama kemudian aku tertidur dalam waktu yang lama…

Normal Pov

Tett!...Tet!...Tet…!

"Tachi,hey…"Panggil Suke untuk membangunkan hanya mengerang kecil dan membuka matanya.

"Apa~?"Tanya Tachi dengan suara yang serak. Suke menunjuk arah pintu UKS.

"Sudah istirahat. Kau mau aku belikan sesuatu?"Tanya Suke pada Tachi. Rachi melirik Suke dengan kantuk yang masih menguasainya.

"Aku, mau… kau ambilkan bentoku di tas."Kata Tachi dengan ragu. 'Apa aku harus menemuinya? Maksudku… menemui Ryuuko-nii… tapi, ahh… sudahlah, sebaiknya aku nemuinya. Setelah itu Tachi dengan diam-diam keluar dari UKS dan mencari Ryuuko. Dan~ bertemulah dia dengan Ryuuko di Atap

"Hey."Panggil Tachi. Ryuuko menoleh dan tersenyum.

"Aku percaya kau akan kesini."Kata Ryuuko dengan senyum yang begitu mirip dengan Itachi. Tachi melebarkan matanya dan mendekat.

"Ja-jadi, ada apa?"Tanya Tachi to the point. Ryuuko tersenyum dan menatap Tachi.

"Bagaimana kabar Kaa-san? Dan… adikku?"Tanya Ryuuko.

"Semua baik-baik saja."Jawab Tachi singkat."Lalu, Tou-san?"Lanjut Tachi.

"Tou-san juga baik-baik saja. Nee, Tachi… Tou-san yang sebenarnya tak sejahat yang kita kira…"Jelas Ryuuko. Tachi hanya diam dan mendengarkan.

"-Ta-tapi! Dia sudah melukai-"

"-Tidak! Itu semua hanya salah paham Tachi. Dengar, Tou-san yang sebenarnya sangat menyayangi Kaa-san! Dia tidak membenci kita atau yang lainnya. Tou-san sangat menyayangi kita!"Jelas Ryuuko. Tachi mendengarnya dengan tak percaya.

"Bohong! Nyatanya-nyatanya…. Tou-"

"Dengar! Tou-san sekarang ingin mencari Kaa-san dan ingin bersama Kaa-san dan kalian. Dia ingin kita menjadi keluarga lagi!"Kata Ryuuko yang sekali lagi memotong ucapan Tachi.

"Hiks… Hiks… a…a…apa itu benar? Tou-san ingin kita berkumpul lagi?"Tanya Tachi dengan isak tangis yang mulai keluar. Ryuuko memeluk Tachi dan tersenyum,

"Ya… Tou-san ingin kamu, Adik kita, dan… Kaa-san kembali kerumah…"Ucap Ryuuko dengan tak ragu. Setelah itu terdengar suara Suke yang mencari Tachi.

"Sepertinya Suke sudah mencariku…"Kata Tachi dan melepaskan pelukannya. "Ayo, kau harus kenal mereka!"Kata Tachi dan membawa Ryuuko menuju tempat Suke dan lainnya.

Di sisi lain, di tempat Naruto.

Naruto Pov.

Hari ini, sama seperti hari-hari sebelumnya aku bekerja di perusahaan Sasuke dengan menyamarkan namaku.

Sudah 13 tahun sejak itu… banyak kenangan yang aku lewatkan sendiri tanpanya. Sejak dia berselingkuh dengan Karin… aku sendiri tak menyangka bisa membesarkan anak seperti Suke. Yang memang hampir mirip dengan Sasuke…

Hari ini, tanggal 10 juli, tanggal dimana aku dan Sasuke mulai berpacaran. Biar kuingat dulu, saat itu… sungguh saat-saat yang menyenangkan…

Aku berjalan di taman. duduk di kursi yang membelakangi kursi. Aku memejamkan mataku dan mengingat dulu. seperti apa.

Flashback!

"Ohayouu Minnaaa!"Teriakku ketika sampai di sekolahku. Saat itu aku masih kelas 2 SMA.

"Berisik Dobe."Sahut Sasuke dengan geram. Aku memandangnya sebentar.

"Ihh… kenapa kamu yang sewot!"Tanyaku padanya. Dia hanya mendengus. Dia, saat itu adalah rivalku. Orang yang sebenarnya sudah aku sukai sejak kelas 1 SMA. Tapi, saat ini kami masih belum berpacaran… dan masih menjadi rival. Entah apa yang dia pikirkan saat aku menjadi rivalnya.

"Hoi! Naruto!"Panggil temanku Shion. Aku meliriknya dan berlari kearanhnya.

"Ada apa?"Tanyaku. Shion tersenyum dan berkata,

"Ini, surat cinta dari adikku~"Kata Shion sembari menyerahkan surat berwarna pink.

"Huweeee? Yakin?!"Tanyaku terkejut. Shion mengangguk dan memberiku surat itu. aku membukanya dan kaget melihat isinya.

"Waduuhh… bilang ke adikmu yaa… bahwa aku gak bisa nerima dia… hehehehe~"Kataku tak enak, Shion mengangkat bahu dan mengangguk.

"Baik. Dia pasti bisa mengerti ini. Owh ya, err… sebenernya naruto kau akan ikut perayaan pernikahan Asuma sensei dan Kurinai sensei besok tanggal 10?"Tanya Shion. Aku mengangguk.

"Tentu! Aku sudah menyiapkan baju yang~ sangat manis!"Kataku senang. Shion ikut tersenyum melihatku.

"Haik, ayo duduk sebentar lagi Sensei datang!"Kata Shion senang. Aku mengangguk dan duduk di sampingnya. Yang memang pada dasarnya aku duduk sebangku dengannya.

Setelah itu, Sensei masuk dan memberi pelajaran pada kami. Aku belajar dengan sungguh-sungguh. Karna, aku bisa disini karna aku menerima beasiswa. Pasti kalian kaget. Orang tuaku meninggal saat aku masih kecil. Aku dirawat oleh Kyuu-nee dan Iruka-san… aku sangat bahagia, setidaknya masih ada yang mau bersamaku. Dan, tapi… aku telah jatuh cinta dengan seseorang. Uchiha Sasuke. Tidak ada yang tau itu semua. Hanya aku, hanya aku yang tau…

Setelah pelajaran usai waktu kami untuk istirahat.

"Nee, Naruto ayo makan!"Ajak Sakura padaku. Aku tersenyum dan meng-iyakan. Ketika di kantin aku memesan Ramen kesukaanku. Saat aku dan teman-temanku. –Sakura,Ino,Hinata,dan Ten Ten- Mencari tempat duduk. Datanglah Karin si pengganggu.

"Haloo~ apa yang kalian lakukan disini? Waahh… padahal aku tak suka melihat kalian disini. MERUSAK PEMANDANGAN!"Kata Karin pada kami. Dia Karin, Karin Uzumaki. Dia adalah saudara jauhku. Dan dia satu-satunya wanita yang dekat dengan Sasuke.

"Heh! Karin! Jaga bicaramu yaa!"Kata Sakura marah, Ino menenangkannya.

"Sudahlah, Sakura-chan. Kita pergi saja… toh disini sia-sia. Ada orang yang sirik pada kita!"Kataku, Sakura mengangguk dan kamipun pergi dari tempat itu. bisa kulihat Karin sangatlah marah ketika kami pergi. Karna aku melihat Karin yang di belakangku, aku tak menyadari bahwa di depanku ada seseorang.

BRAK!

"Sumimasen! Sumimasen!"Kataku spontan ketika aku menabraknya.

"Baka Dobe!"Gumamnya padaku. Ehh… 'Baka Dobe'? ahh.. yang aku tabrak ini!

"SasuTeme!"Teriakku. Sasuke memandangku malas.

"Kalu jalan lihat-lihat! Tau ada orang masih di tabrak! Dobe!"Katanya padaku. Aku menatapnya tajam.

"Hey! Aku sudah lihat kok! Cuma aku gak tau kamu ada di depanku! Lagian, aku sudah meminta maaf padamu!"Sahutku kesal. Walau dalam hatiku senang bisa bicara dengan Sasuke. (-_-" dasar Naruto)

"Hn."Katanya lalu pergi dari hadapanku. Cih, heran aku bisa suka pada orang macam itu!

"Naruto! Kamu hebat bisa bicara pada Sasuke-kun! Aku juga mau~"Kata Sakura senang. Sakura adalah FansGirl Sasuke. Jadi tak ayal dia senang begini. Begitupun dengan Ino.

"Sudah ahh… ayo ke meja itu!"Kataku sembari menunjuk Meja paling pojok. Mereka mengangguk dan kami mulai memakan makanan kami.

Setelah itu pelajaran kembali di mulai. Setelah dengan sangat-sangat lama. Akhirnya kami pulang.

"Wahh… akhirnya kita pulang juga!"Kataku senang. Shion tersenyum melihat tingkahku.

"Hihihi, sudah ayo. Kita ke tempat Sakura dan Ino dulu!"Sahut Shion, aku mengangguk dan kamipun ke bangku SakuIno. Di samping bangku mereka adalah Bangku Sasuke.

"Nee! Sasuke-kun, apa kau akan datang ke pesta pernikahan Asuma sensei dan Kurinai sensei?"Tanya Ino pada Sasuke. Sasuke hanya mengguman.

"Hn."Jawab Sasuke. Biar kutebak artinya "Tidak!". Hehehehe

"Hnmu artinya 'Iya' atau 'Tidak'?"Tanya Ino lagi. Sasuke memandang Ino sebal.

"Tidak!"Jawabnya singkat. Wahh tebakanku benar. Tapi, sayang kalau dia tidak ikut. Aku ingin… dia ikut….

"Kalau Naruto? Besok ikut?"Tanya Ino padaku. Aku memandangnya.

"Ehh? Aku? Err… tentu saja aku ikut!"Kataku sembari menunjukan cengiranku. Sekilas aku melihat Sasuke melihatku.

"Cih Baka!"Kata Sasuke lalu beranjak pergi. Aku menatapnya heran.

"Aneh!"Gumamku. lalu kami pulang bersama-sama. Setelah itu, kami berpisah di perempatan. Aku berjalan sendirian. Ketika aku sampai di lapangan sepak bola, aku melihat Sasuke sedang bermain sepak bola.

Wahh… Sasuke sangat keran… andai, aku jadi pacarnya ya~(Naruto OOC banget DX)

Sudah ah! Aku harus cepat pulang! Aku mulai berjalan kembali. Dan ketika aku sampai di rumah. Aku melihat Kyuu-nee senyum-senyum sendiri.

"Wuihh… kenapa nih senyum-senyum sendiri!"Godaku. Kyuu-nee menatapku senang.

"Aku baru seneng nih Naru!"Katanya. aku jadi ikut senang.

"Wahh… kenapa?"Tanyaku penasaran.

"Hehehe, H.I.M.I.T.S.U~"Jawabnya. Aku cemberut mendengarnya.

"Bhuu… Bhuu… pelit. Ehh Nee-chan bisa menolongku gak?"Tanyaku padanya. Kyuu-nee menatapku heran.

"Begini, besok itu adalah perayaan pernikahan Asuma-sensei dan Kurinai-sensei! Kyuu-nee bisa gak nyariin aku gaun yang cocok untukku?"Tanyaku padanya. Kyuu-nee berfikir dan mengangguk.

"Baiklah, lagian aku punya gaun yang pas untuk mu~"Kata Kyuu-nee. Aku tersenyum mendengarnya.

"Asyiik! Aku tagih janjimu besok!"Kataku senang dan masuk kekamarku.

Aku masuk dan menaruh barang-barangku. Besok, kuharap Sasuke datang. Aku ingin menunjukan kepadanya bahwa aku menyukainya. Yahh… semoga…

Aku terlelap dalam tidurku, ketika aku bagun, ternyata sudah malam.

"Hoamm! Konbanwa~"Sapaku pada Kyuu-nee dan Iruka-san ketika sampai di meja makan.

"Tidur nyenyak Naruto?"Tanya Iruka-san padaku. Aku tersenyum dan mengangguk.

"Iya! Ehh… Kyuu-nee tak lupa kan?!"Tanyaku memastikan.

"Tidak kok tidak. Owh ya, Naru-chan coba pakai ini!"Kata Kyuu-nee sembari memeberikan gaun berwarna Kuning dan Biru. Aku melihatnya tabjuk. Dengan gaya V di dadanya sungguh lucu. Gaun itu mungkin se lututku.

"Haik!"Kataku bersemangat. "Tapi, besok saja yaa… habis makan aku ingin tidur!"Lanjutku.

"Terserah sih…"Jawab Kyuu-nee. Setelah itu kami makan bersama dengan tawa. Makan usai, aku kembali tidur dengan nyenyak hingga, besokpun tiba.

"Nah! Naruto bagaimana?!"Tanya Kyuu-nee bangga. Aku melihat sosokku dalam cermin. Dengan memakai gaun yang kemarin dan jangan lupa memakai make up yang gak menor, rambutku di ikat satu miring.

"Wow~ ini sangat manis dan anggun! Aku tak tau aku secantik ini! Arigatou Nee-chan!"Kataku senang. Kyuu-nee ikut tersenyum melihat itu.

"Owh ya, teman-teman mu sudah menunggu tuh!"Kata Kyuu-nee. Aku mengangguk dan memakai sepatu hakku, aku menuju teman-temanku.

"Wow! Naruto, kamu cantik banget!"Puji teman-temanku. Aku hanya tersenyum dan mengajak mereka untuk langsung pergi ketempat Asuma-sensei. Setelah itu kami memakai mobil pribadi Hinata. Memang pada dasarnya Hinata adalah orang kaya.

Setelah memakan waktu 15 menit, kami pun sampai di tempatt Asuma-sensei. Dan coba lihat! Sasuke datang! Kupikir dia tak akan datang!

"Waah! Sasuke datang!"Kata Ino dan Sakura senang.

"Ehh kami kesana dulu yaa!"Kata Ino dan mengajak Sakura. Aku menatapnya heran

"Dasar."Gumam Shion. Hinata hanya tersenyum melihat itu. aku? Mendengus heran…

"Ehh… sudah yuk masuk kedalam~"Kata Shion dan mengajakku Dan Hinata. Ketika sampai di dalam kami terpisah belah. Aku sekarang berada di taman. duduk di kursi taman dan melihat kesamping danan dan kiri.

"Hey."Panggil seseorang. Aku menatap orang itu. aku terbelalak ketika melihat orang itu.

"Uhm… Hey…"Balasku ragu. Orang itu duduk disampingku.

"Melamun disini? Tidak masuk?"Tanyanya padaku. Aku menggeleng ragu.

"Err… begitulah…"Jawabku gugup. Dia tetap memandangku. Dia, Uchiha Sasuke…

"Hm… bagaimana kalau aku bilang aku menyukaimu? Apa kau akan menerimaku?"Tanyanya padaku lagi, aku mendengarnya langsu menatapnya tak percaya.

"A-apa? Kau bercanda?"Tanyaku balik dengan tidak percaya.

"Aku tak bohong. Uzumaki Naruto, aku menyukaimu… kau mau menjadi pacarku?"Tanyanya padaku. Aku tetap tak percaya akan yang diomongkannya padaku.

"Kau tak bohongkan hiks… Hiks…"Aku menangis terisak. Dia memelukku lembut.

"Jadi, kau menerimaku?"Tanyanya lagi. Aku tersenyum dan menghapus air mataku.

"Tentu!"Jawabku senang! Setelah itu aku bertanya kenapa dia kemari, padahal kemarin dia bilang dia tak bisa.

"Karna kau bilang kau akan kesini. Makanya aku datang!"Jawabnya. aku tersenyum dan memeluknya.

"Hahahaha…"Tawaku padanya. Sasuke ikut tersenyum. jarang aku melihat senyum itu…

Setelah itu aku berpacaran dengan Sasuke… hari jadiku 10 Juli…

End Flashback.

Dan kukira setelah itu aku akan selalu bersamanya. Tak aku kira setelah kami menikah dan aku mengandung anaknya, dia berkhianat padaku. Sungguh aku tak menyangka itu…

End Narto Pov.

Normal Pov.

Di sisi lain, tepatnya Uchiha Sasuke. Sedang berjalan menuju taman yang entah namanya apa.

"Taman. tempat saat aku, memulai hubungan denganmu…"Gumam Sasuke dengan duduk di kursi taman itu.

"Aku ingin segera menemukanku dan kita hidup bersama lagi… sungguh aku ingin segera bersama denganmu… Hari ini tanggal 10 Juli. Tanggal dimana kita memulai hubungan ini juga… kuharap aku akan segera menemukanmu~"Gumam Sasuke. Entah tejadi apa Sasuke menengok kan kepalang pada Kursi yang ada di belakangnya. Sungguh dia kaget ketika melihat seseorang yang begitu mirip dengan Naruto. Orang yang dilihat Sasukepun juga melihatnya.

"Naruto!"Gumam Sasuke… wanita itu juga menggumamkan nama Sasuke.

"Sa…su…ke…"Gumamnya tak percaya…

TBC! :D

Anisa : gyaa… minna gomenasai karna sudah sangat-sangat telat… err sebenernya cerita ini mungkin rada gk nyambung … karna aku ikut-ikutin tanggal jadi SasuNaru yang akan terjadi besok tanggal 10. Dan dikarenakan tanggal itu puasa jadi dehh aku updet sekarang. Mohon maaf maaf kalo ceritanya gk nyambung dan jelek!

Suke : udah telat, jelek lagi -_-"

Anisa : Bhuu… Bhuu… sasuke jahaatt =3=

Suke : Hn.

Anisa : ehh minnaaa! Aku mau minta tolong dongk, menurut kalian Suke ini cocok jadi Gay atau Normal? Aku pengen buat pasangannya. Tapi bingung suke aku jadiin Yaoi atau Normal. Kalo punya saran tolong kasih tau di ripiuw yaa ^_^ PM juga boleh :D

Tachi : haik sekian dan terimakasih Minna udah baca cerita yang sangat GJ ini ^_^ gomen, gak bisa ngebales Ripiuw kalian di PM atau di sini ^_^ terimakasih bnget atas ripiuw kalian :D

Anisa : owh iyaa… hampir lupa, selamat hari SasuNaru DAYS minnaaaa! maaf aku updet sekarang~ karna kalo gk, aku bisa updet ini setelah puasa... waktu puasa saya mau puasa FFn juga sama nulis :3

SasuNaru : makasih! :)

Anisa : yupyyy!

Nega : Minna! Mohon Reviewsnya! :D Flame? Tak masalah! Buat kami itu motivasi :)