Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : OOC, TYPO, Gaje, Bahasa nonformal dan formal kecampur, Dan lain-lainnya!

Happy reading!

Don't like? Don't read!

.

.

.

Otou-san


"Kenapa?"Tanya Gaara mendadak. Itachi, Neji dan Ryuuko menatapnya.

"Maksudmu Gaara-san?"Tanya Itachi. Gaara menatap Ryuuko.

"Kenapa Ryuuko mirip sekali dengan Tachi anak, tetangga apartement kami?"Tanya Gaara. Itachi menatap Gaara tidak percaya. Ryuukopun begitu.

"A-apa!?"Tanya Ryuuko dan Itachi bersamaan.

"Ah? Apa perkataanku salah?"Tanya Gaara heran. Itachi menggeleng dan menatap Gaara serius. Ryuuko tetap diam di tempatnya.

"Ti-Tidak… hanya saja… Tachi… Tachi… teman sekolahku yang baru…"Ucap Ryuuko dengan senyum yang tidak ada artinya.

"Teman sekolah? Anak kami juga satu sekolah dengan Tachi."Kata Neji tiba-tiba. Ryuuko sedikit mengingat-ingat nama hyuuga… 'hm… sepertinya aku pernah dengar nama hyuuga… Ahh!'

"Nega! Apa itu anak Neji-san dan Gaara-san?"Tanya Ryuuko. Gaara dan Neji mengangguk.

"Ya… dia anak kami."Jawab Neji. Ryuuko mengangguk mengerti.

"Dia membantuku mencari ruang kepala sekolah. Nega anak yang baik."Ryuuko berucap sembari berdiri."Nah, saya mau pergi ke kamar dulu. ada tugas sekolah."Lanjut Ryuuko. Tapi, sebelum Ryuuko beranjak jauh pintu rumahnya di buka oleh seseorang.

"Tadaima…"Ucap Sasuke ketika sampai di rumahnya. Dia sedikit lelah mengangingat kejadian dimana dia bertemu dengan Suke.

"Selamat datang Paman,"Balas Ryuuko, Ryuuko segera beranjak dari tempatnya menuju ke kamarnya.

"Ada apa Sasuke?"Tanya Itachi yang melihat wajah adinya itu pucat. Sasuke menggeleng tanpa berkata apa-apa sembari pergi ke kamarnya.

"Maaf, Sasuke memang sedikit tidak sopan."Kata Itachi pada Neji dan Gaara. Neji dan Gaara mengangguk memaklumi.

"Sebaiknya kita lanjutkan ini saja."Balas Neji sembari membuka berkas-berkas. Itachi mengangguk mengerti dan mereka memulai rapat mereka itu. di dalam kamar sendiri, Ryuuko menatap hpnya yang tidak menyala.

"Mirip? Tentu… aku saudara kembar Tachi… kapan masalah ini selesai?! Aku capek!"Kata Ryuuko sembari membuang hpnya. 'Ku harap, Tou-san segera menemui Kaa-san dan membuat mereka mau tinggal bersama-sama lagi…'Batin Ryuuko yang lama-kelamaan tertidur di kasur king sizenya.

Kyuubi POV.

Sejak dimana aku dan Itachi bercerai. Aku bertahan hidup untuk anak-anakku. Aku bingung, kenapa dulu aku bisa jatuh cinta dengan Itachi? Dan kenapa sampai sekarang persaan itu tidak bisa hilang!? Itu menyebalkan…

"Okaa-san…"Panggil Tachi padaku. Aku menoleh padanya.

"Ada apa?"Jawabku. Tachi berjalan mendekatiku dan duduk bersamaku di sofa ruang tengah. Tachi menyandarkan kepalanya pada bahuku.

"Ne, Kaa-san… ka-kalau misalnya Tou-san meminta rujuk pada Kaa-san… apa Kaa-san akan menerimanya?"Tanyanya. apa maksudnya dia berkata seperti itu?!

"Apa maksudmu Tachi!?"Bentakku. Tachi menatapku sedih. Kenapa? Ada apa?

"Ryuuko-nii bilang… Tou-san ingin Kaa-san menerimanya lagi…"Jawabnya. Apa? Ryuuko?Ryuuko… anakku?

"Ma-maksudmu apa Tachi?"Tanyaku sembari menyentuh pipi Tachi. Tachi tiba-tiba menangis. Sontak aku memeluknya.

"Ada apa?!Tachi?"Tanyaku semakin bingung pada sikapnya itu.

"Aku… hiks… ingin Kaa-san bersama Tou-san lagi!"Ucapnya dan setelah itu dia menangis. A-apa?... menerima… Itachi?! Setelah… apa yang dia lakukan padaku?! Tidak! Tidak akan!

"Tidak Tachi… Kaa-san sudah cukup tersakiti … rasanya sakit…"Jawabku padanya. Tachi membelai pipiku. Aku menatapnya.

"Kata Ryuuko-nii… Tou-san berubah… Tou-san… Tou-san mencari Kaa-san…"Ucap Tachi lagi. Aku terdiam. Bolehkah aku berharap? Berharap aku dan Itachi bisa memulai yang baru? Tapi… aku tidak percaya itu!

"Tidak!"Kataku tegas. Tachi memelukku.

"Onegai….! Onegaii kaa-san!"Mohon Tachi. Aku diam…. Bila aku berkata aku tidak menyukai Itachi… itu adalah kebohongan… aku masih mencintainya…

"Tachi…"Gumamku. Tachi masih menangis, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Tachi perlahan mulai tenang. Aku masih memeluknya. Malah,pelukan itu tambah erat.

"Kaa-san…"Gumam Tachi, aku menatapnya. Aku melihat Tachi tersenyum. "Kaa-san… cobalah mendekati Tou-san lagi.."Lanjutnya. kedua mataku melebar ketika mendengarnya. Mendekati?Itachi?

"…Baiklah, akan Kaa-san pertimbangkan… mandilah.. ini sudah sore."Ucapku mengalihkan pembicaraan. Tachi berdiri dan mengangguk padaku. Aku masih diam di tempat. Apa aku harus mencobanya? Mencoba untuk mendekati Itachi lagi? Aaarggh! Ini memusingkan!

Tachi Pov!

Aku sudah berusaha! Berusaha untuk meyakinkan Okaa-san. Kuharap.. Okaa-san mau menerima Otou-san kembali… ya… masih ada kesempatan untuk Okaa-san…

Itachi Pov!

Selesai, akhirnya rapatku dan Neji sudah selesai. Tapi, aku masih memikirkan ucapan Gaara. Dia bilang bahwa Ryuuko mirip dengan Tachi. Pasti, Tachi anakku… kembaran Ryuuko. Aku memejamkan mataku.

"…Kyuubi…"Gumamku. Hanya nama itu yang terlintas di kepalaku.. boleh berharap dia berada di sini? Haaaahhh! Ini sangat menyebalkan. Kenapa dulu aku begitu bodoh!?

"Otou-san!"Panggil Ryuuko mendadak. Aku tersentak mendengarnya.

"A-ada apa Ryuuko?"Aku balas menatapnya. Ryuuko duduk di sampingku.

"Aku sudah memanggil Tou-san sebanyak 5 kali! Dan Tou-san tidak meresponnya!"Ucapnya dengan nada sebal. Aku hanya bisa tertawa garing.

"Ma-maaf-maaf… Tou-san baru berfikir..jadi tidak dengar Ryuuko memanggil Tou-san."Jawabku padanya.

"Memikirkan apa? Memikirkan ucapan Gaara-san tadi?"Tanya Ryuuko padaku. Aku diam dan hanya bisa mengangguk.

"Tou-san… temui Kaa-san… meminta maaflah padanya.."Kata Ryuuko tiba-tiba. Aku diam.

"Tapi… bagaimana kalau Kaa-sanmu menolak tou-san!? Bagaimana bila Kaa-sanmu tidak suka dengan Tou-san lagi!?"Jawabku Frustasi(?). Ryuuko sekarang diam. Aku melihat dia memejamkan matanya.

"Itu… tidak mungkin Tou-san… aku tau, pasti Kaa-san masih mencintai Tou-san!"Katanya sembari tersenyum. aku tersentak kaget mendengarnya. Benarkah?!

"Benarkah? Kenapa kamu sangat yakin,Ryuuko?"Tanyaku padanya. Ryuuko menggeleng tidak tau.

"Entahlah… Naluri seorang anak… mungkin?!"Ucapnya dengan masih tersenyum. melihatnya tersenyum begitu… membuatku senang.

"Baiklah… mungkin, Tou-san akan mencoba menemui Kaa-sanmu di apartemennya."Jawabku dengan pasti. Ryuuko tersenyum senang.

"Aku menunggu kabar bagus,Tou-san"Balasnya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

"Kalian… membicarakan apa?"Tanya Sasuke yang tiba-tiba datang. Wajahnya, tidak bersahabat.

"Bukan apa-apa. Ada apa Sasuke? Wajahmu pucat."Tanyaku padanya. Sasuke diam dan acuh tak menjawabnya.

"Aku bertemu dengan Naruto hari ini."Ucapnya singkat. Aku dan Ryuuko sontak menatapnya.

"APA!?"Tanyaku dan Ryuuko bersamaan. Sasuke terlihat diam saja. Aku ikut diam menatapnya.

"Lalu, apa yang kamu lakukan,Sasuke?"Tanyaku. Sasuke menatapku ragu. Dia menunduk.

"Aku tidak tau… dia, dia,sepertinya membenciku…. Apa yang harus aku lakukan, Aniki!?"Tanyanya. aku sedikit menaikkan alisku. Membenci?

"Membenci? Apa maksudmu?"Tanyaku bingung. Ryuukopun, yang sedari tadi mendengarkan juga sedikit bingung.

"Iya… aku bertemu dengannya. Dia tidak mau mendengar apapun yang aku ucapkan padanya… lalu… apa yang harus aku lakukan?!"Tanyanya denganku. Aku tetap diam.

"Terserah denganmu Sasuke. Kamu menyerah… atau kau ingin tetap mengejarnya. Hanya dua pilihan itu yang bisa kamu pilih."Jawabku santai. Ryuuko beranjak dari tempatnya dan menuju dapur. Sepertinya dia ingin membuat minuman untuk kami.

"Tentu saja aku ingin mengejarnya! Aku ingin kembali seperti dulu…"Ucap Sasuke. Pandangan matanya menatap pada cincin pernikahannya dengan Naruto. "Aku… tidak mungkin melupakan Naruto…"Lanjut Sasuke. Ini… pertama kalinya Sasuke bercerita tentang masalahnya… atau mungkin, karna kami mempunya masalah yang sama? Hhaaahh… aku berharap masalah ini selesai.

"Ini… minum dulu."Sela Ryuuko. Di tangan Ryuuko sudah membawa 2 kopi panas. Cocok sekali untuk musim dingin seperti ini.(=_=a, author lupa… di cerita ini musimnya apaaa xDDD )

"Arigatou, Ryuuko."Ucapku padanya. Ryuuko tersenyum dan berjalan ke kamarnya. Ku lihat Sasuke menatap kopi panas itu dengan tatapan kosong. Aku berdiri dan mendekati Sasuke, aku menepuk pundaknya.

"Ganbatte… Sasuke."Ucapku padanya. Sasuke menatapku, di matanya terlihat kosong. Aku tersenyum menatapnya. Memberikan semangat padanya, setidaknya aku mendapat semangat dari Ryuuko tadi.

"haahh… baiklah… aku ke kamar dulu."Balas Sasuke sembari berdiri dan berjalan pergi. Setidaknya, aku berharap… masalah ini benar-benar selesai. Aku berjalan menuju kamarku. Menutup pintu dan memikirkan, bagaimana aku berbicara dengan Kyuubi.

Normal Pov!

Di apartemen, Kyuubi melihat Gaara dan Neji pulang.

"Kalian dari mana?"Tanya Kyuubi pada Gaara dan Neji. Gaara menatap Kyuubi.

"Ah! Kyuu, tadi aku bertemu seseorang yang mirip dengan Ryuuko!"Ucap Gaara tanpa menjawab pertanyaan Kyuubi. Kyuubi menaikkan satu alisnya.

"hah? Siapa?"Tanya Kyuubi penasaran.

"Namanya… Ryuu-Ryuuko.. kalo tidak salah."Jawab Gaara. Kyuubi tersentak mendengarnya. '…Apa?... Ryuuko…Ryuuko…. Anakku?...'.

"Ryuuko…Uchiha…Ryuuko?"Tanya Kyuubi lagi, kali ini dia bertanya dengan nada ragu. Gaara menatap Kyuubi penasaran.

"Ya… bagaimana kamu tau?"Kini giliran Neji yang bertanya. Kyuubi diam di tempatnya berdiri.

"Kyuu? Kau tidak apa-apa?"Tanya Gaara dengan nada datar. Neji sedikit heran juga dengan sikap Kyuubi. Kyuubi masih diam di tempat.

"….Ti-tidak… hanya saja.. sepertinya, tadi Tachi bercerita tentangnya, makanya aku tau."Jawab Kyuubi bohong. Gaara masih sedikit tidak percaya dan lebih memilih ijin pergi dengan Neji. Kyuubi mengangguk. Setelah pasangan hyuuga itu pergi, Kyuubi masih diam di tempatnya. Dan setelah tersadar dari lamunannya, Kyuubi segera beranjak pergi dari tempatnya.

Naruto Pov!

Aku, masih merasa aneh dengan kejadian tadi… sungguh… sebenarnya aku penasaran dengan apa yang ingin Sasuke katakana padaku. Tapi, di sisi lain aku merasa takut. Aku takut… Sasuke ingin mengambil Suke dariku…

"Kaa-san… boleh aku membuat coklat panas?"Tanya Suke yang tiba-tiba berada di dekatku. aku sedikit tersentak mendengar suaranya di sampingku.

"Ah? Coklat panas?... terserah buat saja…"Balasku dengan sedikit gugup. Suke mengangguk mengerti dan mengambil cangkir dan beberapa bungkusan untuk membuat coklat.

"Kaa-san mau, aku buatin coklat panas juga?"Tanyanya lagi padaku. Aku mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu. setelah itu, aku mulai memasak makan malam lagi. Aku memotong beberapa sayuran dan ini-itu.

Tak berapa lama kemudian, aku melihat Suke yang sudah selesai membuat coklat panas.

"Ini, aku taruh di meja makan ya? Kalau mau minum ambil aja~"Ucap Suke sembari meminum coklat panas itu. "Aaahh… rasanya enak sekali…"Lanjut Suke. Aku tersenyum mendengarnya.

"Yaaa… terserahlahmakan malanya sudah jadi."Balasku. aku membawa makan malam itu ke meja makan. menaruhnya dengan rapid an duduk di kursi meja makan. Suke sendiri juga sudah duduk.

"Ittadakimasu!"Ucapku dengan Suke berbarengan. Lalu kami makan bersama. Aku berharap, apapun yang ingin dikatakan oleh Sasuke itu, tidak berhubungan dengan Suke. Apapun itu… aku tidak akan menyerahkan Suke.

Normal Pov

Ke'esokannya… Kyuubi berjalan menuju perusahaan milik Uchiha. Jangan tanya, apa yang akan dia lakukan di sana. Pasti kalian sudah tau xD. Tentu saja… untuk menemui Uchiha Itahi.

"A-apa yang…kulakukan ini benar?! Arrrrgggghhh! Menyebalkan… rasanya… gugup sekali!"Gerutu Kyuubi ketika berdiri tepat di depan perusahaan Uchiha. Kyuubi sudah berdandan(K-Kyuubi… dandan!? OAO Author gak bisa bayangin xD)-secantik mungkin. Kyuubi juga tidak sadar bahwa ada seseorang di belakangnya. Orang itu menatap Kyuubi dengan tidak percaya.

"Kyu-Kyuubi…"Gumam orang itu. orang itu, panggil saja Itachi. Itachi melihat sosok Kyuubi tidak percaya. Kyuubi masih tidak sadar akan kedatangan Itachi. Itachi segera berlari ke arah Kyuubi.

"Kyu-Kyuubi!"Panggil Itachi ketika dia sudah berada di dekat Kyuubi. Kyuubi yang mendengar suara Itachi, sedikit tersentak kaget.'Ug h… ke-kenapa cepat sekali bertemunyaaa! 'Gerutu Kyuubi dalam hati.

Itachi berjalan mendekati Kyuubi.

"Kamu… Kyuubi…"Ucap Itachi sedikit tidak percaya dengan apa yang di depannya ini. Cantik. Itu yang pertama kali terlintas di otak Itachi.

"…Ya… ini…aku…"Balas Kyuubi sedikit gugup. Itachi tersenyum puas dan segera memeluk Kyuubi erat. Kyuubi melebarkan matanya.

"Kyuubi… gomen… gomen… sudah membuatmu menderita… gomen…"Ucap Itachi sembari mengeratkan pelukannya. Kyuubi merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar…

"Ita-"

"Kumohon kembali padaku…Kyuubi…"Potong Itachi. Rasanya, ada sesuatu yang ingin jatuh dari mata Kyuubi, dan… sesuatu itupun jatuh… air bening yang asin itu mulai jatuh dari matanya.

"…hiks…Itachi baka! Keriput sialan!"Ucap Kyuubi dengan kasarnya."Aku membencimu Kriput! Hiks…"Lanjut Kyuubi. Itachi tau, kata-kata Kyuubi tadi adalah pelampiasan atas apa yang dia derita beberapa tahun kebelakangan ini. Itachi masih setia memeluk Kyuubi… walau ini di tempat umum.

"Maaf…"hanya itu yang bisa Itachi ucapkan. Kyuubi menggelengkan kepalanya.

"Kau harus membayar lebih dengan apa yang kau perbuat ini!"Balas Kyuubi. Itachi tersenyum akan jawaban Kyuubi. Itachi melepas pelukan itu dan membawa Kyuubi masuk mobilnya.

"Aku akan membayar lebih-lebih dan lebihKyuu..!" Ucap Itachi ketika di dalam mobil. "Nah, sekarang kita pulang!"Lanjut Itachi sembari menyalakan mobilnya itu. Kyuubi mengangguk dan duduk manis di samping Itachi.

Sesampai di rumah, Kyuubi dan Itachi berbicara sangatttt….lamaa…. sampai-sampai Itachi melupakan Rapat penting yang harus dia hadiri. Tapi, toh… Itachi tidak terlalu khawatir dengan itu, karna sudah ada Sasuke yang menggantikannya. Kyuubi yang mendengar alas an Itachi itu hanya mendengus heran.

"Lalu, Kyuu! Bagaimana dengan anak kita yang terakhir?!"Tanya Itachi antusias… Kyuubi diam menatap Itachi.

"Uzumaki Ruiji. Itu namanya… dia suka bereksperimen seperti aku. Ow ya! Apa Ryuuko juga suka bereksperimen?!"Kali ini Kyuubilah yang antusias menuntut jawaban. Itachi menghela nafas.

"Ahhh… begitulah… suka… sangat suka malah… lalu, bagaimana dengan Tachi?"Tanya Itachi lagi.

"Dia, sepertimu! Tidak suka eksperimen."Jawab Kyuubi. Itachi tersenyum puas dengan jawaban itu.

"Tapi, kalau Ryuuko tidak menyuruhku untuk mencoba menemuimu.. mungkin… hari ini tidak akan terjadi…"Ucap Itachi sembari tersenyum. Kyuubi, ikut tersenyum mendengarnya.

"Benar… kalau, Tachi juga tidak menyemangatiku… mungkin aku tidak akan berani menemuimu…"Balas Kyuubi sembari tersenyum… Itachi memeluk Kyuubi erat.

"…Aku bersyukur…."Ucap Itachi. Kyuubi membalas pelukan itu. Kyuubi hanya mengangguk.

"Nanti… mau menjemput anak-anak bersama?"Tanya Kyuubi, Itachi sedikit berfikir dan lebih memilih mengangguk meng-iyakan.

"Tapi,rasanya aku kangen sama kamu Kyuu… "Ucap Itachi dengan menyeringai menyeramkan. Kyuubi menatap Itachi aneh. 'Aku merasakan firasat buruukkk!'Batin Kyuubi histeris

"Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?"Tanya Kyuubi heran. Itachi masih menyeringai menyeramkan dan siap menggendong Kyuubi.

"Ne, Kyuu-chan… aku kangen denganmu… jadi… mari kita bermain di kamar~"Ucap Itachi dan mengangkat tubuh Kyuubi. Itachi berjalan ke arah kamarnya. Kyuubi yang menyadari itu segera menampar pipi Itachi.

"Baka! Hentai! Dasar Ktipuuttt!"Teriak Kyuubi. Itachi tidak memedulikan teriakan itu dan lebih memilih menutup pintu kamarnya dan menguncinyaaa… :3 dasar Itachi mesuummm xD

Naruto Pov!

Hee? Nande? Dari tadi aku menelfon nomer Kyuu-nee tidak diangkat? Tumben sekali? Apa dia meninggalkan hpnya di apartemen ya? Ya… mungkin saja… sebaiknya aku cari Kyuu-nee di tempat kerjanya.

Aku berjalan menuju tempat kerja Kyuu-nee, aku berharap dia ada di sana. Karna ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya. Setidaknya aku butuh saran tentang pertemuan(?)ku dengan Sasuke kemarin.

Setelah aku sampai, aku bertanya di mana Kyuu-nee, tapi sayangnya Kyuu-nee tidak ada di tempat kerja. Lalu? Dimana Kyuu-nee berada?! Aaahhh! Kenapa Kyuu-nee menghilang saat dibutuhkan seperti ini siihh! Menyebalkan...

Ya,sudahlah… sebaiknya aku kembali ke tempat kerjaku. Nanti saja aku mencari Kyuu-nee…

SKIP TIME!

Sekarang, waktunya pulang… pulang kerja! Aku melihat jam tanganku, aku melihat jarum jamku itu menunjukan pukul 5 sore. Aaahh… melelahkan sekali… pekerjaanku ini… ow ya! Kyuu-neekan… belum ketemu! Sebaiknya aku menelfonnya kembali!

Aku mengambil ponselku dan mencari nomer Kyuu-nee, aku segera menelfonnya… aku menunggu nada sambung di sebrang sana.

"halo?"Balas dari sebrang sana. Akhirnyaa! Dijawab jugaa! Tapi-tuunggu! Ini… bukan suara Kyuu-nee… ini… suara laki-laki…

"Kyuu-nee?"Ucapku pada orang yang di sebrang. Suara laki-laki itu sedikit tersentak di sebrang sana.

"Maaf, Kyuu baru tidur. Jadi,tidak bisa menjawab telfonmu…Naru-chan!"Balasnya. tu-tunggu… Naru-chan… sepertinya… aku kenal suara ini… dan.. panggilan itu..

"I-Itachi…-san?kah?"Tanyaku gugup. Di sebrang sana aku bisa mendengar tawa. Tawa yang cukup lembut.

"hahaha…Iya… ini aku, Itachi!"Balasnya. i-ini benar…-benar… Itachi!? Ba-bagaimana bisa? Mu-mungkinkah Kyuu-nee.. sudah berbaikan dengan Itachi-san?

"Ba-bagaimana… bisa?"Tanyaku. Aku sedikit mendengar dari sebrang sana, sedikit ricuh… mungkin.

"halo? Naruto?"Ucap dari sebrang sana. Ah! Ini suara Kyuu-nee!

"Kyuu-nee! A-apa yang terjadi? Kenapa Kyuu-nee bisa dengan Itachi-san!?"Tanyaku padanya.. dari sebrang Kyuu-nee sepertinya mengerang malas.

"Sudahlah… Naruto… nanti aku ceritakan padamu! Sekarang, aku capeekkk~ sekali…"Balasnya.

"Baiklah… aku tunggu nanti di apartemen!"Ucapku lagi. Kyuu-nee bisa ku dengar dia mengerang lagi.

"Iya-iya! Sudah ya?! Jaa-nee~"Balas Kyuu-nee lalu memutuskan telfonnya. Cih… dasar… aku memasukkan ponselku dan berjalan pulang. Rasanya… aneh juga ya?... Kyuu-nee… bisa bersama lagi dengan Itachi-san… lalu, apa aku bisa bersama dengan Sasuke lagi?...

Kyuubi Pov!

Harus ya? Pulang ke apartemen sekarang? Aahh… menyebalkan. Aku melirik Itachi yang bermain dengan Ruiji. Hm… cocok sekali.

"Oy! Itachi-Kriput! Antar aku pulang ke apartemen."Kataku padanya. Itachi melirikku. Dan menatpku keheranan.

"Kenapa? Bukannya kalian akan tidur di sini?"Tanyanya. aku menatapnya datar.

"Tapi, kamikan, harus mengambil baju kami.. sudahlah ayooo!"Balasku menuntut. Tapi, ketika Itachi berdiri… pintu rumah di buka dengan kasar.

"BAKA ANIKI! KENAPA KAU TIDAK DATANG TADI!?"Teriak Sasuke. Aku sontak menutup telingaku. Ugh… berisik…

"Ahahaha… maaf… maaf… tadi aku sudah berangkat… tapi… taunya malah ketemu Kyuu-chan… terus kami pulang… dan… yaa… aku lupa tentang rapat itu… Otouto…"Balas Itachi tanpa dosa. Aku menatapnya kagum. Hebat… si Kriput itu bisa tenang menanggapi Sasuke yang marah itu..

"Apa? Bertemu dengan si rubah itu?"Tanyanya bingung. Itachi terlihat mengangguk dan menunjukku.

"Itu…"Ucapnya. Sasuke menatapku. Dan mengalihkan pandangannya.

"Curang…"Gumam Sasuke yang masih bisa aku dengar. Hah? Curang? Curang apa'an? "Kenapa Baka Aniki duluan?! Lalu? Bagaimana denganku?!"Lanjut Sasuke. Oke… ini tambah membuatku bingung. Aku menatap Itachi menuntut jawaban.

"Begini… Kyuu… Sasuke… juga… ingin mencari Naruto, tapi sepertinya aku duluan yang menemukanmu. Dan, Sasuke sedikitt… frustasi ketika bertemu dengan Naruto beberapa hari yang lalu.."Jawab Itachi.

"Apaa?! Sasuke, kau bertemu dengan Naruto!? Kapan?"Tanyaku pada Sasuke. Sasuke diam dan lebih memilih melepaskan jas kerjanya.

"Kemarin."Balasnya. kok… Naruto tidak cerita padaku? Atau… saat Naruto menelfonku itu.. dia ingin menceritakan ini?

"Bagaimana bisa? Lalu? Apa yang Naruto lakukan?"Tanyaku lagi. Sasuke duduk di sofa terdekat.

"Dia… tidak mau mendengar apapun yang ingin aku bicarakan padanya…"Jawabnya. Aku masih menatap lekat Sasuke. Sepertinya, aku harus cepat pulang.

"Itachi! Antar aku ke apartment..! sekarang!"Ucapku pada Itachi. "Anak-anak, kalian ikut atau di sini saja?"Tanyaku pada anak-anak.

"Di sini saja… kami ada tugas."Balas Tachi. Aku mengangguk mengerti dan menyeret(?) Itachi keluar rumah. Tapi, entah kenapa Sasuke menghalangi kami.

"Aku ikut! Aku percaya… Naruto juga ada di sana."Ucap Sasuke. Aku diam dan menatap Itachi. Aku menghela nafas.

"Terserahlah…"Balasku dan naik mobil Itachi. Sasuke duduk di kursi penumpang. Mobil Itachi melaju dengan cepat menuju apartemenku.

~TBC~


Anisa : Konnichiwaaaaa minnaaa-saann~ maaf updet lamaaa… tapi-tapi… aku sudah berusaha membuat yang panjang… kenapa aku potong di sini? Karna saya mau nanya nih… ItaKyuu kan uda bahagia tuhh… tinggal Kyuunya tau kalo Itachi itu punya penyakit.. nah… kalau SasuNarunya gimana?~ :3 mau buat sad atau happy? xD bingung juga nih… sama endingnya… waktu buat ini idenya susaaahhh keluaarrr TAT jadi … cerita ini sedikit anehh… gomen..

Ow ya… buat yang nanya ini happy ending atau sad ending… terserah kalian XD minta SasuNarunya sad atau happy. Dan sepertinya di chap sebelumnya ada kata-kata salah… xD saya minta maaf kalau begitu.. :'D … saya mau nanya juga… apa cerita ini aneh? :) soalnya saya mulai ragu dengan cerita ini TAT)/

Ow ya juga… apa ini sudah panjang? TATa saya sudah berusaha semampu sayaaa… T_T tapi… tetap sajaaa =3=" susah banget buat yang panjang-panjang gitu… TwT)/ ya sudah… sampai di chap selanjutnya yaaa~ xD maaf tidak bisa menjawab ripiuw satu-persatu… tapi saya terimaa kasiiihhhh bangett buat yang ripiu ini cerita :D

All pemain : Minna! Mohon Reviewsnya! :D Flame? Tak masalah! Buat kami itu motivasi :)