Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : OOC, TYPO, Gaje, Bahasa nonformal dan formal kecampur, Dan lain-lainnya!

Happy reading!

Don't like? Don't read!

.

.

.

Otou-san


"Aku ikut! Aku percaya… Naruto juga ada di sana."Ucap Sasuke. Aku diam dan menatap Itachi. Aku menghela nafas.

"Terserahlah…"Balasku dan naik mobil Itachi. Sasuke duduk di kursi penumpang. Mobil Itachi melaju dengan cepat menuju apartemenku.

Aku tidak tau apa yang aku lihat sekarang, yang jelas, aku melihat Naruto yang membulatkan mata besarnya ketika melihat Sasuke. Aku segera mengajak Itachi untuk pergi dari situ.

Normal Pov.

'Nande, Nande Sa –sasuke ada di sini!?'Batin Naruto tidak mengerti. Sasuke menatap Naruto dalam, seolah berkata, Aku –ingin –menjelaskan –seesuatu!.

"A –apa… yang kau mau?..."Tanya Naruto pelan. Sasuke masih menatap Naruto dan segera menahan tangan Naruto.

"Kita bicarakan di dalam apartemenmu."Balas Sasuke singkat. Lalu tidak tau kenapa Sasuke tau kamar apartemen Naruto dan segera memasukan,nya. Naruto masih tidak mengerti dengan apa yang di depannya hanya diam.

"Dengar, . . . .pahaman."Ucap Sasuke dengan penekanan di setiap suku kata. Naruto menatap Sasuke tidak mengerti.

"Apa? Ke –kesalah pahaman? Tapi, aku jelas-jelas melihatmu bersama Karin!"Bantah Naruto dengan menutup erat matanya. –matanya yang bewarna biru itu mengeluarkan cairan bening. Sasuke sontak memeluk Naruto dengan erat.

"Sungguh, Naruto! Saat itu hanya jebakan Karin. Aku tidak mungkin mengkhianatimu. Tentu, aku menyayangimu…"Ucap Sasuke sembari mengusap kedua sisi pipi Naruto. Naruto semakin meneteskan air matanya.

"Sakit… itu yang kursakan, Sasu…"Gumam Naruto pelan –tapi masih bisa didengar Sasuke. Sasuke semakin mendekatkan tubuhnya.

"Aku tau, aku tau. Maaf…, sungguh saat itu hanya kesalah pahaman… aku mencintaimu Naruto…"Sasuke menjawab dengan memandang mata Naruto. Mata Narutopun menatap Sasuke.

"Kau –kau tau? Saat mengandung, Suke… aku merasa sakit. Kau tidak ada di dekatku, tidak ada untukku. Sakit… sakit… Sasuke…"Ucap Naruto lirih sekali lagi. Naruto memeluk pinggang Sasuke. Menyembunyikan wajahnya –yang pasti berantakan-.

"Maaf, aku tau… maaf… Naruto."Jawab Sasuke. Sasuke membalas pelukan itu, pelukan yang amat erat. Naruto mengangis keras. Mengeluarkan semua rasa sakit yang selalu ditahan. Sekarang, yang berada di pikiran Naruto hanya, Sasuke dan Suke.

"Kaa-san?"Panggil Suke pada Naruto yang masih memeluk Sasuke. Sasuke menatap Suke yang juga menatapnya.

"Kemarilah."Peritah Sasuke. Suke berjalan mendekat pada Sasuke dan Naruto. Ada rasa ragu di hatinya. Tapi, ketika melihat tatapan Sasuke yang teduh, perasaan ragu itu hilang seketika. Suke semakin mendekat dan tidak menyangka akan di seret(?) secara paksa oleh Sasuke kedalam pelukan mereka. Mata Suke yang biru dan persis Naruto itu melebar.

"Suke.."Gumam Sasuke lembut. Suke semakin tidak mengerti dengan panggilan itu. rasanya, menghangat di dadanya.

"O –Otou-san?"Panggil Suke ragu. Ragu akan apa benar dia ayahnya. Sasuke mengangguk dan mempererat pelukan mereka. Tubuh Suke bergetar ketika tau dia ayahnya.

"…O –Otou-san…hiks…"Isak Suke. Sasuke hanya menenangkannya.

"Aku, tidak akan pergi lagi. Tidak akan. Aku akan selalu bersama kalian…"Ucap Sasuke yakin. Naruto menatap Sasuke sebal.

"Awas, saja kau Teme, kalau kau berbohon, hiks… aku akan membunuhmu!"Balas Naruto dengan wajah sembab. Sasuke tersenyum dan mengangguk dengan pasti.

"Tentu."Ucap Sasuke. Dengan yakin sekali lagi. Suke tidak bisa menahan rasa bahagia di dadanya.

Setelah itu, kehidupan mereka tentram. Begitupun dengan ItaKyuu. Kyuubi dan Naruto belum mau pulang ke rumah Sasuke dan Itachi. Alasan? Kata mereka lebih nyaman di apartemen itu. ayah dan ibu Sasuke dan Itachi langsung datang ke apartemen Naruto dan Kyuubi ketika mendengar anak-anaknya berhasil menemukan menantu mereka itu.

"Naru, Kyuu… Kaa-san senang sekali kalian ditemukan Sasuke."Ucap Mikoto sembari tersenyum haru. Kyuubi dan Naruto hanya tersenyum dan mengangguk.

"Tapi, kalian sudah tau kan? Tentang kesehatan Itachi dan Sasuke?"Ucap Mikoto lagi. Kali ini Kyuubi dan Naruto mengerutkan dahi mereka.

"Kesehatan? Kenapa?"Tanya Kyuubi langsung. Mikoto ketika akan menjawabnya,

"Tanya saja dengan mereka, Kaa-san tidak berani bilang."Balas Mikoto sembari berdiri dan memanggil Sasuke dan Itachi. Sasuke yang pertama mendekati Naruto dan Kyuubi, dan disusul Itachi.

"Ada apa?"Tanya Sasuke. Sasuke duduk di samping Naruto dan tangannya merangkul Naruto. Naruto sendiri menatap Sasuke –meminta penjelasan.

"Apa maksud, Kaa-san tadi? Tentang kesehatan kalian."Tanya Kyuubi. Itachi tersentak mendengar pertanyaan Kyuubi dan menatap Sasuke. Naruto mulai curiga dengan ini semua.

"Kami… terkena… Leukimia."Jawab Sasuke. Sasuke dan Itachi menunduk dan tidak menatap Kyuubi dan Naruto. Kyuubi dan Naruto sendiri, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.

"Bohong… kalian bohongkan?"Tanya Naruto tak percaya. Kyuubipun juga tidak percaya dengan apa yang dia dengarnya ini. Sasuke memeluk Naruto dengan erat dan mengusap punggungnya.

"Tenang saja, kami akan sembuh."Kali ini Itachilah yang berbicara. Kyuubi menatap Itachi jengkel.

"Berjanjilah."Desis Kyuubi menakutkan. Itachi dan Sasuke hanya bisa mengangguk mengiyakan.

Setelah hari itu, Itachi dan Sasuke berencana operasi di rumah sakit. Semua kembali pada keadaan sebelum mereka berpisah. Sekarang, mereka bersama. Dan akan selalu bersama…

End!


Omake

"Kaa-san! Aku mau adik!"Ucap Suke tiba-tiba ketika mereka berkumpul bertiga di ruang makan. sontak Naruto tersedak ketika sedang minum. Sasuke membantu Naruto.

"A-apa maksudmu,Suke?"Tanya Naruto ragu. Suke menggembungkan pipinya.

"Ya tadi~ aku pengen adik!"Ucap Suke lagi. Naruto diam memandang Suke. Sasuke sendiri menatap Naruto penuh arti.

"Tenang saja Suke, kau hanya perlu melakukan, tidak mengganggu aku dan ibumu ini. Dan pasti kau akan mendengar bahwa kau akan mempunyai adik."Jawab Sasuke santai. Naruto menatap Sasuke tajam.

"Baiklah! Kalau begitu, aku mau ke kamar dulu! terimakasih makanannya!"Ucap Suke, lalu Suke berjalan pergi.

"Apa maksudmu tadi S.A.S.U.K.E!?"Tanya Naruto taja. Sasuke dengan santai berdiri dan berjalan mendekat pada Naruto.

"Sudahlah, sebaiknya kita membuat adik Suke, dibanding bertengkar."Balas Sasuke sembari memeluk pinggang Naruto dan menggedong Naruto menuju kamar merekaa.

"Tidaaakkkkkkk!" hm… kalian pasti tau siapa suara inikan? xP

End!


Wokeehhh… maafkan saya karna endnya gaje. Dan maaf pendek. Ide baru gak dateng. Maaf juga karna lama…Dan tiba-tiba virus angst dan virus DraRry menyerangkuuu! Dx sekali lagi maap kalo ini aneh. Makasih banget sama semua yang slalu mengikuti cerita ini. Padahal aku tau ini fic gak jelas bin typonya itu kebanyakan! TAT …

Err… i-itu. saya punya ide pengen buat squel :'3 tapi ratednya M xD #plak,

Suke : *tiba-tiba datang* oy! Belum cukup umur! Awas kamu kalo buat! -A-

Ugh… itulah masalah saya sekarang. Sudahlahh~ setelah ini saya mau hiatus :3 tapi tanggal 14 Nanti mau buat fic #gak ada yang nanyaaa!

Udahlahhh~ sampai ketemu lagi minna-san! Sekali lagi terimakasih banyaakkk!

Special thanks buat The Silver Fire aka Rina :3

-Anisa Phantomhive-