-Sebelumnya-
""CUKUP!" kemarahan Minato telah sampai pada batasnya, "Bagaimanapun dia masih seorang murid akademi, dan murid akademi tidak diperbolehkan menjalankan misi apalagi itu adalah misi kelas SSS!" Minato pun meninggalkan ruang pertemuan itu dengan Hiraishimn.
'Kita lihat saja sampai kapan kau akan bertahan dengan argumenmu itu, Kiiroi Senko!" ucap Danzo pelan.
-Chapter 2-
Di akademi
Naruto kini sedang berlatih melempar shuriken bersama teman-temannya, meskipun dia sudah ahli dalam melempar benda tajam itu, namun disini dia berperan sebagai anak yang bodoh, jadi dia berpura-pura tidak bias melempar shuriken.
"Jika tidak bias jangan di paksakan, Dobe!" ejek Sasuke menombongkan diri dengan melempar 3 shuriken bersamaan dan semuanya tepat pada sasaran. Para gadispun menyoraki pujaan hatinya dengan berbagai pujian.
"Kau hebat sasuke-kun!" ujar gadis berambut pink.
"Sasuke-kun memang hebaaaat!" ujar gadis lain yang berambut Ponytail berwarna pirang pucat,
"Diam kau, Ino-pig!" ujar si merah muda yang ternyata bernama Sakura Haruno
"Kau yang diam, Forehead!" balas ino tak terima. Dan akhirnya terjadilah adu mulut diantara kedua gadis penggemar Sasuke tersebut. Sementara yang diperebutkan malah melenggang pergi dengan arogannya meninggalkan Naruto yang tengah kesal akan kesombongan si Uchiha tersebut.
"Huh, sombong sekali dia! Memangnya hanya dia apa yang bias melakukan itu?" 'akan kubuktikan padamu, Uchiha. Kalau aku bahkan lebih hebat darimu. Tapi tidak sekarang!' lanjut Naruto dalam hati. Ia pun melanjutkan latihannya yang sebenarnya sia-sia karna hanya sebuah sandiwara.
Dan seperti biasa, Hinata memperhatikannya dari kejauhan dengan wajah merona.
-##############-
Markas Akatsuki di Dunia Manusia
"Leader, pihak konoha mulai mengambil tindakan, sebaiknya kita waspada, mengingat konoha memiliki demigod-demigod kuat." Ujar Zetsu sisi putih
"Dan menurut pengawasanku, di Konoha ada seorang bocah yang memiliki kekuatan yang dikatakan menyamai Rikudo Sennin sang legenda!" tambah Zetsu sisi hitam.
"Kalian tak perlu khawatir, jika memang ada kekuatan yang menyamai rikudo, itu hanya kekuatanku!" Percaya Pein.
"Tapi leader, jika memang ada kekuatan yang mnyamai kekuatan Rikudo Sennin, brarti kekuasaanmu di dunia manudsia ini terancam. Kita harus mengawasi Konoha, agar kita tau siapa bocah itu!" ujar salah satu wanita di sana, Konan.
"Tidak perlu Konan. Jika memang dia hanya bocah seperti yang dikatakan Kuro-zetsu, makakonoha tidak akan mengirimkannya untuk menangkap ita. Mengingat konoha adalah penjuru yang memegang teguh pendiriannya." Pein tetap bersikeras.
"Aku mengerti, leader!" akhirnya tidak ada lagi yang beradu argument dengan Leader mereka, karna mereka tau kalu Leader mereka adalah orang yang sangat keras kepal.
-################-
Dikonoha
"Bagaimana Naruto? Apa kau setuju jika mulai besok kau diangkat menjadi Chuunin?" Tanya Minato pada putra tunggalnya.
"tidak Tou-san, aku tidak mau mencapai sesuatu hanya dengan mengandalkan pengaruh orang tuaku!" jawab Naruto mantab akan pendiriannya.
"Tapi kau sudah memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk naik ke level Chuunin!" balas Minato agak frustasi dengan tingkah anaknya.
"Tetap saja aku tidak mau jika nantinya aku harus menjalankan misi-misi yang merepotkan itu dimasa kanak-kanakku ini, Tou-san!" elak Naruto dengan alas an tidak mutu, karena Naruto tidak pernah melakukan sesuatu yang normal bagi anak seusianya, misalnya saja tidur dengan kaki menempel dilangit-langit sehingga mirip seperti kelelawar.
Minato hanya sweatdrop mendengarnya, sedangkan Kushina yang dari tadi mendengarkan hanya tertawa geli melihat perdebatan aneh antara ayah dan anak tersebut. Yah, mereka saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga kediaman Namikaze tersebut. Malam yang sejuk ini akan terlewat sia-sia jika tidak dilalui dengan kehangatan bersama keluarga.
-##############-
Pagi ini tifdak seperti biasanya dimana Naruto selalu bangun kesiangan kini bangun pagi-pagi sekali. Kushina dan Minato yang melihatnya hanyasaling berpandangan dengan tatapan bingung. Kushina pun mendekati Naruto yang tengah duduk dikursi meja makan dan meletakan punggung tangannya di dahi Naruto. Dan dia pun berkata pada Minato "Dia baik-baik saja, Minato!"
"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? Putraku tidak pernah bangun sepagi ini!" ujar Minato dengan siaga. Naruto hanya sweatdrop melihatnya
"Ayolah kaa-san, Tou-san. Tidak perlu berlebihan begitu, hari ini ada ujian genin, dan aku ingin member sedikit kejutan untuk Sasuke-teme itu agar tidak terlalu sombong." Ujar naruto sembari memakan sup miso buatan Kushina.
"Sudah berapa kali ayah bilang, jangan memanggil orang dengan sebutan kasar seperrti itu!" nasihat minato yang using karena Naruto selalu memanggil putra sahabatnya 9Uchiha Fugaku) dengan sebutan tak pantas seperti Teme.
"Tou-san, dia itu terlalu sombong. Pamtas saja kalau aku memanggilnya teme. Lagipula dia juga selalumemanggilku Dobe, jadi kan impas." Elak Naruto dengan entengnya mengabaikan dethglare dari ayahnya.
"ittekimasu kaa-san, tou-san!" Naruto pun pergi ke akademi dengan jalan kaki seraya bersiul-siul rendah.
"Itterasai Naru-chan!" balas Kushina.
-#########-
Diperjalanan, Naruto merasa diawasi,namun ketika dia menoleh ke belakang tidak ada siapa-siapa. Akhirnya diapun acuh pada hal tersebut.
Akhirnya dia pun sampai di akademi, ternyata disana sudah ada murid-murid lain yang semangat mengikuti ujian untuk menjadi genin. Naruto melihat Sakura sedan berjalan sendirian menuju kelasnya. Naruto pun memasang topengnya kembali, yaitu sebagai Naruto yang bodoh dan menyukai Sakura.
"SAKURA-CHAAAAN!" teriak Naruto dan berlari menuju Sakura dengan senyum lima jari diwajah bodohnya.
"oh sial, si bodoh itu lagi, kenapa nasibku seburuk ini, bahkan ini masih pagi." Gerutu Sakura pada dirinya sendiri.
"Sakura-chan, ayo ke kelas bersama!" pinta Naruto dengan mata penuh harap, pastinya itu hanya sebuah acting belaka.
"Ah.. maaf Naruto, aku rasa aku harus ke toilet dulu, memangnya kau mauke toilet wanita?" elak sauka mencoba menghndar dari Naruto.
"Tidak apa, aku rela kok menunggumu didepan toilet, didalam toilet pun aku mau!" ujar Naruto dengan mata berbinar. Sakura yang mendengar kata-kata Naruto pun akhirnya naik darah dan meninju Naruto sampai Naruto terpental ke belakang beberapa meter.
"Sakura-chan, kenapa kau memukulku? Kan sakit, apalagi tenagamu itu bagai tenaga monster-" Naruto yang keceplosan langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"DASAR MESUM! Dan-tadi-kau-bilang-apa-NA-RU-TO?" Tanya sakura dengan nada penuh penekanan dan wajah yang dibuat menakutkan.
'Dia mirip kaa-san kalau begini, huaaa' batin Naruto
"Jawab aku, UZUMAKI NARUTO!" Sakura mengepalkan tinjunya.
"Ti-ti-tidak Sakura-chan, tadi a-aku bilang kalau kau itu le-le-lemah lembut!" jawab naruto dengan muka menyedihkan
"APA! Aku ini bukan gadis lemah lembut! Aku paling benci jika dibilang lemah lembut" yah, ucaan naruto salah lagi. Dan akhirnya pagi itu diwarnai dengan teriakan miris seorang uzumaki.
-##########-
Bel pertanda dimulainya jam pelajaran oun akhirnya berbunyi, berarti dimulai pula ujian untuk menjadi seorang genin.
Ujian tahap pertama adalah ujian tulis, semua murid melaksanakan ujian ini dengan tenang, dan setelah selesai mengerjakan ujian tulis, para murid dihadapkan dengan ujian praktek. Para murid dituntut untuk mempraktekan tehmik melempar shuriken, Henge dan Bunshin, dan satu lagi jutsu andalan masing-masing.
"Baiklah, sekarang saatnya untuk tes jutsu, kalian harus mempraktekan melempar shutiken berjumlah 10 buah Henge no jutsu, Bunshin no jutsu, dan satu lagi jutsu bebas yang bisa kalian lakukan. Sensei akan memanggil nama kalian satu persatu, yang pertama, Nara Shikamaru!" ujar Iruka menjelaskan.
"hai!" Shikamaru pun maju dan mengambil 10 shuriken dari kantung dibelakang celananya dan melemparkannya satu persatu,namun hanya 6 yang tertancap di sasaran. Lalu dia pun mempraktekan bunshin nojutsu, dan hasilnya sempurna. Yang ketiga dia menggunakan henge no jutsu dengan meniru Iruka. Dan yang terakhir dia mempraktekan jutsu kebanggaan klan Nara, Kagemane no jutsu pada Iruka, dan hasilnya Iruka sama sekali tidak bisa bergerak.
"Baiklah,Shikamaru lulus. Selanjutnya, Uchiha Sasuke!" Ujar Iruka dan disambut teriakan meriah dari para gadis disana
"Sasuke-kuuun, berjuanglah!"
"Sasuke pasti bisa!"
Dan teriakan-teriakan yang lain. Sasukepun maju dengan kedua telapak tangan berada didalam saku. Dia pun melemparkan 10 kunai secara berurutan dan hasilnya 8 kunai menancap pada sasaran. Tentunya masih dengan backsound teriakan gadis-gadis. Selanjutnya dia mempraktekan henge dan bunshin secara bersamaan (bunshinnya yang melakukan henge), dan yang terakhir, dia menggunakan salah satu jutsu api klan Uchiha, Goukakyo.
"Katon: Goukakyo no jutsu!" dan sebuah pohon besar pun terlalap oleh bola api yang keluar dari mulut Uchiha bungsu tersebut.
Dan sampai semua murid selesei melakukan ujian tersebut pun, masih Sasuke yang dipuji para gadis, walau kenyataannya masihada satu anak yang belum melakukan praktek.
"Baiklah, yang terakhir. Uzumaki Naruto!" panggil Iruka kepada satu-satunya anak laki-laki berambut kuning di akademi ini.
Naruto pun maju dengan gaya tak kalah keren dari Uchiha bungsu, murid memperhatikannya, tak terkecuali Sasuke.
"Lebih baik kau mundur saja, Dobe! Daripadakau malu nantinya!" sombong Sasuke.
"Diam dan perhatikan baik-baik!" balasNaruto dingin. Sasuke yang mendengarnya hanya mampu mendengus.
Naruto pun melempar 10 shuriken secara bersamaan, dan hasilnya semua shuriken tertancap sempurna di sasaran yang tersedia. Semua yang melihatnya hanya terbengong termasuk dia melakukan segel tangan dan
"Tajuu Kage bunshin no jutsu!" bukan hanya satu, tapi ribuan bunshin Naruto memenuhi lapangan yang melihatnya benar-benar terkejut, pasalnya, jutsu yang digunakan Naruto bukan hanya bunshin biasa, tapi Kage bunshin. Jutsu terlarang yang hanya boleh digunakan demigod kelas seperti Jounin.
Dan seluruh bunshin Naruto melakukan Henge dengan merubah diri menjadi seluruh orang di konoha, bukan seluruh sih, hanya yang para demigod saja. Iruka pun terkejut untuk kesekian kalinya.
Dan yang terakhir sebagai penutup, Naruto memfokuskan cakra ditangannya sehingga membentuk pusaran angin berwarna pun berlari ke arah sebuah pohon kokoh di lapangan tersebut dan menghantamkan jutsunya
"RASENGAN!" seru Naruto dan pophon yang menerima serangannya tersebut langsung tumbang. Iruka kembali terperangah karna Naruto menggunakan jutsu level atas dari Yondaime Hokage.
Naruto pun kembali dengan cengiran diwajahnya, "Bagaimana, T-E-M-E ?" naruto menyombongkan diri kepada Sasuke,Sasuke pun hanya mendecih dan berkata 'dasartukang pamer'dengan lirih.
"Baiklah, yang tadi sensei nyatakan lulus, besok kembali ke akademi untuk pembagian tim. Dan kalian boleh pulang!" selepas Iruka mengucapkan kalimat itu, Naruto pun segera melakukan shunshin agar tidak diberondong pertanyaan oleh teman-temannya.
-###########-
"Holage-sama, sebenarnya seberapa kuat anak anda,Namikaze Naruto itu?" tanya Iruka pada Minato, yah, dia kini tengah beradadi tuang hokage untuk melapporkan hasil ujian genin pada Minato yang notabene adalah Hokage.
"Melebihi kekuatanku sendiri, Iruka!" jawab Minato dengan senyum bangga.
Iruka yang mendengarnya pun terperangah kaget. "Benarkah itu, hokage-sama?" tanya Iruka memastikan.
"Apa kau meragukanku, Iruka?" tanya balik Minato dengan wajah meyakinkan. Iruka pun hanya diam dan mengundurkandiri dari ruang tersebut.
"Besok kau akan mendapat murid-murid yang menarik, Kakashi!" ujar Minato entah kepada siapa.
"Ku rasa begitu, Sensei!" ujar seorang demigod yang muncul tiba-tiba. Dia memakai rompi jounin, bermasker hitam,menutup mata kirinya dengan hitai ate Konoha.
bersambung
