Terima kasih buat yang udah review fic gaje saya….
Arigatou gozaimasu!
O iya, di review ada yang manggil saya senpai, saya ini baru beberapa hari yang lalu datang ke FFn. Jadi belum pantas dipanggil senpai. Panggil saja saya Alfin. Ok, back to story!
Warning: OOC, gaje, typo (padalah gak tau apa itu typo)
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Sebelumnya:
"Besok kau akan mendapat murid-murid yang menarik, Kakashi!" ujar Minato entah kepada siapa.
"Ku rasa begitu, Sensei!" ujar seorang demigod yang muncul tiba-tiba. Dia memakai rompi jounin, bermasker hitam,menutup mata kirinya dengan hitai ate Konoha.
-Chapter 3-
Malam hari dikediaman Namikaze berlangsung seperti biasanya, namun ada satu hal yang berbeda di ruang keluarga tersebut.
"Kau terlihat senang, Naru! Bisakah kau ceritakan pengalamanmu hari ini pada kaa-san dan tou-san?" tanya Kushina dengan raut bingung karna tidak biasannya Naruto memasang senyum seperti ini. Yah, itulah yang berbeda malam ini, Naruto tersenyum sejak dia pulang dari akademi.
"Hari ini aku berhasil membuat Sasuke-teme tidak sanggup bicara sepatah katapun, kaa-san!" ujar Naruto bangga.
"Memangnya kau menunjukan jutsu apa pada mereka?" tanya Minato yang juga penasaran.
"Bukan apa-apa, hanya jutsu yang Tou-san ajarkan bulan lalu!" jawab Naruto santai
"Maksudmu Rasengan?" tanya Minato heran
"Benar sekali, Tou-san!" jawab Naruto masih dengan senyum
"Jelas saja dia tidak bisa berkata apapun, Rasengan adalah jutsu rank S yang hanya dikuasai oleh tou-san dan Sennin legendaris, Jiraya saja!" ujar Minato swetdrop karna ulah Naruto
"Aku tau itu, Tou-san. Makanya aku menujukannya pada mereka, sebenarnya tujuanku hanya untuk sedikit mengecilkan kepala si Teme itu!" kata Naruto mengingat-ingat kesombongan Sasuke.
"Berapa kali tou-san bilang padamu, jangan menyebut orang dengan kata-kata kasar seperti itu, Naruto!" Nasehat Minato kesekian kalinya
"Iya, Tou-san!" jawab Naruto malas dan akhirnya pergi ke kamar untuk tidur. "Oyasuminasai!"
"Oyasumi, Naru-chan!" jawab Kushina yan sedari tadi hanya menyaksikan perbincangan ayah dan anak tersebut.
-#######-
Keesokan paginya
Naruto bangun dengan teriakan Kushina seperti biasanya. Dia pun segera mandi dan bersiap-siap lantaran hari ini ada pembagian tim seperti yang dikatakan Iruka kemaren.
"Ohayo, Naru-chan!" seru Kushina saat melihat Naruto menuruni Tangga.
"Ohayo, kaa-san, tou-san!" jawab Naruto malas, dia pun segera duduk di kursi makan untuk sarapan bersama.
"Hari ini ada pembagian tim, aku penasaran siapa yang jadi teman satu timku!" ucap Naruto entah pada siapa.
"Siapa pun mereka, pasti mereka akan terkejut dengan penampilanmu hari ini!" ujar Minato yang melihat anaknya berpenampilan beda dari hari-hari sebelumnya.
Yah, kini Naruto tidak memakai baju dan celana oranye mencoloknya. Dia kini memakai baju Oranye pudar berlengan pendek dan berkerah tinggi.
Di bagian belakang baju itu ada lambang clan Uzumaki, dan dibagian depan bagian depan bahu dihiasi dengan tomoe berwarna merah berjajar masing-masing 3 disetiap sisi bajunya.
Celana Shinobi biasa berwarna hitam ¾ dan sisa kakinya dililiti perban, juga sandal ninja standar. Jangan lupakan Hitai ate yang dia pasang dilengan kanan atas, pastinya itu membuat dia jadi leih tapan dari biasanya.
"Wah, kau terlihat tampan, Naru!" ujar Kushina yang dari tadi melihat Naruto dari atas ke bawah.
"Arigatou, Kaa-san, tou-san!" Naruto pun segera menghabiskan sarapannya dan segera pergi ke akademi.
"Ittekimasu!" ujar Naruto dan berjalan santai menuju akademi
"Itterasai!" balas Kushina
-#######-
Di akademi, Naruto menjadi pusat perhatian karna penampilannya yang mempesona, termasuk para gadis yang tadinya adalah penggemar Uchiha bungsu.
"wah Naruto, kau merubahpenampilanmu ya?" sapa Kiba disertai gognggongan akamaru diatas kepalanya.
"Hehe, iya Kiba! Aku bosan dengan warna oranye mencolok itu, sepertinya oranye yang ini lebih nyaman diandang mata!" jawab Naruto dengan senyum lima jari. Para gadis disana terpesona dengn senyuman naruto.
'Naruto-kun tampan sekali!' ujar Hinata dalam hati tentunya dari kejauhan.
Tak berselang lama, Iruka pun datang.
"Baiklah, sebelumnya sensei ucapkan selamat untuk kalian. Mulai sekarang kalian adalah seorang genin. Dan untuk selanjutnya, kalian akan disibukan dengan misi-misi yang pastinya akan melibatkan banyak tenaga dan cakra." Ucap Iruka membuka pertemuan
"Selanjutnya, sensei akan membacakan pmbagian kelompok yang telah disetuji oleh hokage secara langsung!" ujar Iruka yang langsung membungkam seluruh muri.
"Kelompok Pertama…. Kelompok Tujuh dengan guru pembimbing Hatake Kakashi, Uzumaki Naruto" perkataan Iruka disela oleh bisik-bisik para Kunoichi
"Semoga aku sekelompok dengan Naruto!" ujar seorang gadis
"pastinya aku yang satu tim dengan Naruto!" ujar gadis lain
Iruka pun melanjutkan "Uchiha Sasuke, dan Hinata Hyuuga!" lanjut Iruka da sukses membuat semua kunoichi menjadi lesu karna dua pria tampan disana tidan satu tim dengan mereka.
'Aku satu tim dengan Naruto-kun? Apa aku bermimpi?' batin Hinata tak percaya.
"Tim delapa, Aburame Shino, Inuzuka Kiba, dan Sakura Haruno dengan guru pebimbing Kurenai Yuhi….. Tim sepuluh adalah Nara Shikamaru, Yamanaka Ino, Akimichi Choji karna untuk membentuk generai INOSHIKACHO berikutnya! Baiklah, guru pembimbing kalian akan datang beberapa menit lagi!" Iruka pun pergi meninggalkan ruang kelas yang langsung brisik dengan teriakan para gadis yang tidak terima karna tidak satu tim dengan 2 pangeran kelas.
-#######-
Sampai semua Tim sudah dijemput oleh guru pembmbing masing-masing hanya tinggal tim tujuh saja yang belum dijemput dan guru pmbimbing ini tidak hanya sekedartelat 5 atau 10 mnit, mereka sudah menunggu selama 2 jam.
"kemana sih Kakashi-sensei itu?" keluh Naruto untuk kesekia kalinya
"Sa-sabar, Naruto-kun. Mungkin dia sedang ada urusan mendadak!" ujr Hinata menenangkan, tentunya dengan wajah merona merah karna malu.
Tiba-tiba muncul kepulan asap disertai dengan munculnya seorang jounin dengan penutup wajah dan hitai ate yang menutup mata kirinya.
"Maaf aku tersesat dijalan bernama kehidupan!" ujar Orang tersebut dengan senyum tanpa dosa.
"ALASAN MACAM APA ITU!" teriak Naruto
"Tim 7, segera temui aku di atap.!" Perintah Kakashi lalu menghilang dalam kepulan asap lagi.
"Apa-apaan dia itu datang telat, sekarang menyuruh seenaknya!" gerutu Naruto
"Sudahlah, Naruto-kun. Sebaiknya kita segera pergi!" ujar Hinata
"Baiklah Hinata-chan. Hey teme, tunggu kami!" jawab Naruto dan langsung menyusul Sasuke bersama dengan Hinta disampingnya.
-########-
"Kalian lama sekali?" ucap Kakashi saat melihat ketiga calon muridnya sudah datang
"Kau pikir berapa lama kami menunggumu ditempat membosannkan seperti itu?" balas Naruto sengit disertai anggukan oleh Hinata
"Baiklah, perkenalkan diri kalian satu-persatu dengan menyebutkan nama, hal yang kau suka, yang tidak kau suka, dan cita-cita!" perintah Kakashi.
"Kenapa tidak kau dulu, mata satu?" Tanya Sasuke ketus
"Baiklah, Namaku Hatake Kakashi, hal yang kusuka adalah yang yang tidak kalian suka, dan hal yang tidak kusuka adalah hal yang kalian suka, cita-citaku bukanlah cita-cita biasa. Baiklah, selanjutnya, Kau!" tunjuk Kakashi pada Hinata
'Dia hanya menyebutkan nama saja ya?' batin Naruto swetdrop.
"Na-namaku Hyuga Hinata, hal yang kusuka adalah memasak, hal yang tidak aku suka adalah perkelahian, cita-citaku adalah menjadi kunoichi yang hebat!" ujar Hinata menerawang ke langit biru diatas sana
"selanjutnya kau pantat ayam!" Tunjuk Kakashi pada Sasuke
"Namaku Uchiha Sasuke, hal yang kusuka adalah latihan, banyak hal yang tidak kusuka, cita-citaku belum terfikirkan namun aku punya sebuah ambisi, ambisiku adalah untuk membunuh kakakku karna telah membantai klanku!" ujar Sasuke dingin, yah kakaknya telah membantai semua anggota klan Uchiha kecuali keluarganya sendiri.
'tekatnya sudah terlalu kuat ya?' batin Kakashi. " terakhir, kau pirang!" tunjuk Kakashi pada Naruto
"Namaku Namikaze Naruto, tapi aku lebih sering menggunakan nama Uzumaki Naruto, hobiku adalah makan ramen, hal yang tidak aku sukai adalah saat menunggu 3 enit setelah menuangkan air panas ke cup ramen instan. Cita-citaku adalah menjadi hokage yang lebih kuat dari Tou-san!" ujar naruto dengan senyum cerah
"baiklah, cukup untuk hari ini, besok kalian tim 7 temui aku di tempat latihan tim 7 dekat danau tepat pukul 7. Besok kita akan melakukan latihan bertahan hidup, kalian akan melawanku, jika kalian tidak lulus maka kalian akan aku kembalikan ke akademi. Dan sebaiknya kalian tidak makan jika tidak mau muntah-muntah!" akhrnya kakashi pun pergi di ikuti semua anggota timnya.
bersambung
