yooo... maaf bagi yang merasa fic ini jelek... Saya kan sudah bilang kalau saya ini masih baru di FFn... Ya kalau tidak suka ya tidak perlu dibaca...

Dan maaf atas keterlambatan publishnya! Mulai sekarang, tiap chapternya akan saya perpanjang dan akan publish seminggu sekali… (tiap hari minggu)

Terima kasih bagi yang mau me review...

menjawab pertanyaan:

1. Di dunia atas kan ada Konoha dll di dunia bawah hanya dunia biasa... ya ridak ada anime lain karna ini fic naruto.

2. Soal Naruto suka Hinata enggaknya itu bisa ditunggu... :)

3. Soal time skip mungkin saya akan memakai ide tersebut...

Back to story.

Disclaimer: Masashi Kishimoyo

warning: OOC, Typo, Gaje, ancur, dll

Chapter 4

Pagi hari tepat pukul 10 di tempat latihan tim 7, sudah berkumpul 3 orang genin yang sedang menunggu jounin pembimbing mereka datang. Mereka adalah Naruto, Hinata, dan Sasuke, yah dengan keterlambatan Kakashi dipertemuan pertama mereka, ketiga genin ini sudah bisa enilai sang guru.

"Sungguh kebiasaan yang buruk!" keluh Naruto entah keberapa kalinya

"Hn.." sudah jelas itu tanggapan dari siapa

"Tenanglah Naruto-kun! Mungkin sensei sdang ada urusan!" ujar satu-satunya gadis disana, Hinata. Hinata pun pergi ke tepi danau yang ada didekat situ diikuti Naruto.

Hinata menutup matanya untuk menikmati semilir angin yang menerpa wajah cantiknya. Naruto yang memperhatikan wajah cantik Hinata hanya terpesona.

'Ternyata dia cantik sekali, ya?' batin Naruto

Merasa diperhatikan akhirnya Hinata membuka matanya dan menemukan Naruto disamping kanannya sedang memeperhatikannya. Akhirnya dengan wajah merona merah dia pun bertanya.

"Ka-kau sedang melihat apa, Naruto-kun/" tanya Hinata gugup.

"Kau cantik sekali, Hinata-chan!" jawab Naruto tanpa sadar.

Mendapat jawaban sedemikian pastinya membuat wajah Hinata merah padam karena malu.

"Be-benarka-" ucapan Hinata terhenti oleh munculnya kepulan asap dibelakang mereka, mereka pun berbalik dan mendapati Kakashi yang berada di bekas kepulan asap tersebut.

"Yooo~! Maaf aku tersesat dijalan bernama kehidupan!" ujar Kakashi dengan senyum dibalik maskernya.

"Yayaya… terserah apa katamu sajalah, sensei! Segera mulai Latihan Bertahan Hidup yang kau katakan kemaren!" Naruto mulai tidak sabar.

"Baiklah, sebelum aku mulai Tes ini, aku akan menjelaskan aturannya! Kalian boleh menggunakan jutsu apapun yang kalian bisa, kalian harus melawanku dengan niat membunuh didalam diri kalian. Aku punya 2 lonceng disini, kalian harus merebutnya dariku, yang tidak mendapatkan lonceng akan aku ikat disalah satu batang kayu ditengah lapangan itu. Waktu kalian 2 jam dari sekarang!" jelas Kakashi panjang lebar sambil mengatur alarm tepat pukul 12.

"Yosh~ Latihan Bertahan Hidup kita mulai dari… SEKARANG!" seru Kakashi dan lansung diikuti melesatnya 2 dari 3 genin disana untuk bersembunyi.

"Kau tidak mau sembunyi, Naruto?" tanya Kakashi yang heran melihat Naruto hanya berdiri santai dengan tanyan tersilang didepan dada. Sedangkan Sasuke dan Hinata bersembunyi dibalik semak-semak disisi berbeda dilapangan tersebut.

"Aku yakin, kau pasti sudah tau seberapa besar kekuatanku ini kan, sensei?" tanya Naruto

"Yah~ kurang lebih begitu, Naruto!" jawab Kakashi santai

'Usuratonkachi, apa yang dia lakukan?' tanya Sasuke dalam hati karna selama ini dia hanya melihat Naruto dari topengnya saja

"Baiklah, sensei! Mari kita mulai ini dan aku ingin segera pulang untuk makan ramen!" seru Naruto dan langsung melesat dengan kecepatan yang tak lazim dimiliki oleh seorang genin.

Naruto pun maju dan langsung melakukan tendangan melayang kearah kepala kiri Kakashi yang hanya ditangkis satu tangan oleh Kakashi. Tak sampai disitu, Naruto langsung mengarahkan tinjunya kearah ubun-ubun Kakashi dari arah atas, Kakashi menghindarinya dengan melompat mundur . alhasil, pukulan Naruto mendarat dipermukaan tanah dan langsung menciptakan sebuah retakan berdiameter sekiar 30 cm.

'Kekuatan pukulannya sangat dahsyat, jika sampai terkena pasti akan sangat berbahaya.
!'
pikir Kakashi sambil melihat retakan yang diciptakan pukulan Naruto.

Naruto langsung melompat mudur untuk mengambil jarak aman dari 'musuh' diadapannya. Dia langsung merapal handseal dengan cepat dan meneriakkan nama jutsu yang dia keluarkan

"Suiton; Suiryuudan no jutsu!" teriak Naruto dan langsung terbentuk sebuah Naga Air dari danau dibelakangnya. Naga itu pun melesat kearah Kakashi yang masih terperangah oleh jutsu yang dikeluarkan oleh Naruto. Pasalnya, jutsu itu adalah jutsu leves S yang hanya bisa dikuasai oleh demigod minimal berlevel chunin. Sedangkan Naruto masih genin.

Hinata yang melihat jutsu tersebut dengan Byakugannya pun tak kalah terkejut, dia melihat banyaknya jumlah cakra yang dialirkan keNaga tersebut.

Naga tersebut langsung menelan Kakashi yang tidak sempat menghindar. Setelah air pasang tiba-tiba itu surut, terlihatlah sebuah batang kayu yang sudahdalam keadan terkoyak.

'Beruntung aku sempat menggunakan kawarimi, jika tidak, pasti aku sudah bernasib sama dengan kayu itu!' pikir Kakashi miris.

"heh! Kau dari tadi hanya menghindar saja, sensei!" seru Naruto mengejek

"Jangan sobong dulu, Naruto! Pertarungan kita baru akan segera dimulai!" balas Kakashi sambil menyingkap Hitai-ate yang menutupi mata kirinya dan menampakan iris berwarna merah dengan tiga tomoe didalamnya.

"i-itu… Sharingan! Tidak mungkin.. kau… memiliki… sharingan…" Naruto terperangah karna melihat sharingan Kakashi, sebab, hanya clan Uchiha saja yang memiliki sharingan. Dan setahu dia, tidak ada clan lain yang bias bertahan dalam menggunakan sharingan.

"Inilah kenapa aku mendapan julukan 'Pahlawan Dengan Sharingan'!" seru Kakashi dan langsung merapal segel tangan.

"Suiton; Suiryuudan no jutsu!" seru Kakashi dan langsung tercipta naga air yang sama besarnya dengan naga air yang Naruto keluarkan tadi.

"A-apa.. dia mampu menggunakan Sharingan dengan baik, sial!" Naruto pun menjauh dari radius serangan Naga air tadi. Naga air tersebut bergerak menuju Naruto dengan kecepatan penuh, dan berhasil mengenai tubuh Naruto dengan telak.

"Uhuk.. uhuk.. sial, aku tidak bias menghindarinya!" Naruto pun bangkit dengan baju yang sudah terkoyak disana sini.

"Ternyata kau memang kuat ya, Naruto! Kau bahkan nash bisa bangkit setelah terkena serangan level S seperti tadi!" Kakashi muncul di hadapan Naruto.

"Masih terlalu cepat untuk terkagum, sensei!" balas Naruto percaya diri.

Naruto pun merapal segel dan

"Katon; Bakuuran!" muncul pusaran api yang entah dating dari mana menuju kearah kakashi.

Dengan gesit Kakashi menghindari serangan Naruto. Dia melayang diantara celah pusaran api tersebut, damun tak disangka, pusaran api tersebut meledak. Kakashi pun tertelan oleh ldakan tersebut. Namun sungguh mengejutkan, Kakashi menghilang dalam kepulan asap putih.

'Kage Bunshin?'pikir Naruto heran

Tanah dibawah kaki Naruto retak dan munculah tangan dari dalamnya yang menyeret Naruto kedalam tanah hingga menyisakan kepalanya saja yang tidak terkubur.

Kakashi pun muncul dari dalam tanah disamping Naruto.

"Meskipun kau hebat, tidak menutup kemungkinan kalau kau itu tidak cermat! Saat kau terfokus untuk menghindari serangan naga airku tadi, aku menciptakan Kage Bunshin dan aku yang asli masuk kedalam tanah. Dan sungguh tak kusangka kau tidak melihatku saat aku melakukannya tadi!" terang Kakashi

"Aku akui Naruto, kau memang hebat! Bahkan kau bisa memojokkanku sampai aku menggunakan Sharingan!" lanjut Kakashi

"Yang aku herankan, darimana kau dapatkan Sharingan itu, Sensei?" Tanya Naruto

"Sebut saja ini pemberian teman terbaikku!" Jawab Kakashi sambil menerawang ke langit biru diatasnya

"Nah, aku masih harus mencari dua temanmu yang lain. Jadi, sampai jumpa, Naruto!" ujar Kakashi lalu menghilang dalam kepulan asap

"Teman ya?" gumam Naruto entah pada siapa

-##############-

Di tempat lain, Hinata sedang mengawasi pertarungan Naruto pun heran, bagaimana Naruto yang selama ini terkenal bodoh, ceroboh, dan lemah bisa menjadi Naruto yang pandai strategi, kuat, dan… keren?

'Naruto-kun hebat sekali, tapi dia kalah! Pas selanjutnya adalah yang paling dekat dengan tempat pertarungan, yaitu… aku!' piker Hinata sambil berbalik dan berusaha memukul orang dibelakangnya dengan pukulan telapak tangan terbuka khas Hyuuga.

"hooo… ternyata aku ketahuan, ya?" Kakashi tersenyum sambil menggaruk tengkuknya.

"Sepertinya begitu, sensei!" jawab Hinata lalu maju denganpukulan bertubi-tubi yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Namun karna Kakashi adalah jounin elit yang sudah sangat terlatih, dia bisa dengan mudah menghindari semua serangan Hinata.

'Di-dia cepat dan gesit, pasti sangat sulit untuk mengahdapinya!' piker Hinata sambil mengaktifkan Byakugannya

'Aku akan menyerang titik cakranya agar dia hanya bertarung menggunakan taijutsu!' piker Hinata lagi

Hinata pun memfojuskan cakra di ujung-ujung jarinya.

"Hake; Rokujuuyonshou!" seru Hinata dan menyerang Kakashi dengan pukulan yang lebih cepat dari sebelumnya.

Kakashi pun terkena pukulan tersebut dengan telak.

"Niishou! Yonshou! Hachishou! Juurokushou! Sanjuuniishou! Rokujuuyonshou!"

Pada pukulan terakhir, Kakashi terlepar hingga menabrak pohon dibelakangnya.

'Si-sial, dia bukan hanya memukul, tapi juga menutup titik-titik cakraku! Itu penggabungan dua jutsu!' pikir Kakashi sambil bangkit dari jatuhnya.

"Melawan tuan putri Hyuuga memang tantangan yang hebat!" seru Kakashi.

"AKU BUKAN TUAN PUTRI HYUUGA! AKU ADALAH HINATA!" bentak Hinata.

Hinata pun kembali menyerang Kakashi dengan kecepatan yang melebihi sebelumnya.

'Sepertinya aku salah bicara!' piker Kakashi sambil berusaha menghindar dan sesekali membalas pukulan Hinata.

Karna dia tidak bisa menggunakan cakra untuk beberapa menit kedepan dikarenakan serangan Hinata sebelumnya, maka Kakashi tidak bisa menggunakan jutsu atau berusaha kabur dengan Shunshin.

Jika begini terus, bisa-bisa aku mati konyol!' Kakashi mulai memikirkan cara untuk melarikan diri tanpa diikuti Hinata.

"Sepertinya kau bersenang-senang dengan gadis kecil ya, sensei!" seru seseorang dari atas pohon,

"Hinata, menyingkirlah!" seru orang itu lagi sambil merapal segel dan menghirup udara dalam-dalam

"Katon; Goukakkyou no jutsu!" serunya lagi sambil memuntahkan bola api raksasa yang mengarah langsung dari mulutnya keaah Kakashi berada, Hinata mundur untuk menghindari serangan tersebut, tapi tidak untuk Kakshi, karna keadaannya tidak emungkinkan untuk menghindar.

Dan tiba-tiba bola api itu meledak menjadi kepulan asap putih dan dari dalamnya keluar Naruto yang langsung menerjang Kakashi untuk mengambik kedua lonceng di pinggangnya

"Dapat!" seru Naruto setelah mendapatkan kedua lonceng tersebut.

"Oh sial…. Aku tertipu, ternyata itu hanya henge ya? Kupikir tadi aku akan mati ditangan ketiga murid didikku sendiri!" ujar Kakashi setelah bangkit sambil menyeka kringat dingin di pelipisnya.

"Tentu saja tidak, kami sudah memperkirakan hal ini sebelumnya, sensei!" ujar Naruto sambil memberikan kedua lonceng tersebut masing-masing pada Sasuke dan Hinata.

"Ta-tapi Naruto-kun, jika kau tidak dapat loncengnya kau akan dikembalikan ke akademi!" ujar Hinata setelah menerima lonceng tersebut

"Benar, dobe!" Setuju Sasuke

"Aku tidak apa-apa… lagian aku bisa menjadi chunin kapanpun aku mau…. Tentunya kalian melihat kekuatanku tadi bukan?" sombong Naruto

"JANGAN SOMBONG KAU, DOBE!" seru Sasuke karna tidak terima Naruto lebih kuat darinya

"Kalian semua lulus!" tiba-tiba Kakashi menyela sebelum keadaan semakin memanas

"Ba-bagaimana bisa, sensei? Aku kan tidak dapat loncengnya!" seru Naruto tidak mengerti disertai anggukan kedua rekannya

"Tes ini sebenarnnya hanya untuk menguji seberapa jauh kalian bekerja sama dan seberapa peduli kalian pada rekan kalian!" sahut Kakashi dengan wajah datar

"Karena kalian sudah bisa merencanakan strategi bersama dengan sangat efektif, aku anggap kalian sudah sanggup bekerja sama dengan baik, dan soal kepedulian kalian pada rekan kalian aku nilai dari kepedulian kalian pada Naruto yang tidak mendapat lonceng dan Naruto yang memberikan lonceng tersebut pada kalian berdua!" jelas Kakashi menerangkan

"Jadi begitu?" gumam Sasuke entah pada siapa

"Di Houzukijou, siapa yang melanggar aturan adalah sampah, tapi mereka yang tidak peduli pada temannya jauh lebih buruk dari sampah!" kata Kakshi sok bijak.

"Nah, dengan ini tim 7 resmi kunyatakan lulus! Dan mulai besok kita akan menjalankan misi untuk pertama kali!" Seru Kakashi sambil mengacungkan jempolnya

"Yey!" sorak Naruto

"Besok kita berkumpul dikantor Hokage tepat pukul 7. Dan jangan lupa membawa bekal untuk perjalanan, kita akan berpetualang!"instruksi Kakashi

"Ada satu hal yang ingin aku tannyakan!" lanjut Kakashi lagi

"Apa itu?" Tanya Sasuke

"Bagaimana kalian bisa membuat rencana sematang itu dalam waktu singkat?" Tanya Kakashi

"Itu adalah ide si Teme! Jangan remehkan otak seorang Uchiha, sensei!" balas Naruto

"Oh… baiklah, kalian boleh pulang, dan makan siang! Sampai jumpa besok!" Kakashi pun menghilang dengan shunshin

"Haah… aku lelah sekali, ayo kita pulang…" seru Naruto dan berjalan untuk pulang

"Hu'um/hn…" balas kedua rekannya

-############-

Diruang Hokage sudah berkumpul 4 jounin pembimbing dari para genin baru tadi…

"Baiklah, bagaimana tes kalian?" Minato memulai pembicaraan setelah Kakashi tiba dan istimewanya, dia tidak terlambat.

"Tim 10 yang terdiri dari Yamanaka Ino, Akiichi Choji, dan Nara Shikamaru lulus!" ujar Asuma Sarutobi

"Tim 8 yang terdiri dari Aburame Shino, Inuzuka Kiba, dan Haruno Sakura lulus. Walau kerja sama kurang baik, aku rasa itu bisa diperbaiki seiring berjalan waktu!" Ujar Kurenai Yuhi

"Tim Guy yang beranggotakan Rock Lee, Hyuuga Neji, dan Ten-ten lulus dengan semangat masa muda yang luar biasa!" ujar si Raksasa Hijau Konoha, Maito Guy

Dan kini giliran Kakashi memberikan laporanya, semua yang ada disitu memperhatikannya karna selama ini, hanya beberapa tim saja yang lulus dari tes Kakashi.

"Tim 7 yang beranggotakan Uzumaki Naruto, Uchia Sasuke, dan Hyuuga Hinata aku nyatakan LULUS! dan mulai besok sudah siap menjalankan misi rank-C sesuai kesepakatan bersama dikarenakan ini tim yang special!" ujar Kakashi panjang lebar

Semua yang ada disana terkejut kecuali Minato dan Kakashi tentunya.

"Baiklah, mulai besok semua tim genin sudah bisa meng ambil misi sesuai ketentuan dan kesepakatan!" ucapan Minato menutup pertemuan kali ini disertai anggukan keempat orang dihadapannya

Keempat jounin itu pun pergi dengan shunshin meninggalkan ruang Hokage.

"Apa anakmu sudah boleh menjalankan misi rank-S itu?" ujar si tua bermata satu yang muncul tiba-tiba, Danzo

"Sesuai ketentuan, hanya Jounin, dan ANBU saja yang boleh mengambil misi rank_S!" balas Minato dingin

Danzo pun pergi meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah kata pun.

-##############-

Misi pertama bagi tim 7 adalah langsung ke tahap misi rank C. Karna seperti dikatakan oleh Hokage ke 4 bahwa tim ini adalah tim spesial. Dan saat ini mereka sedang mengawal seorang pembuat jembatan dari Nami no Kuni untuk membuat jembatan. Mereka ditugaskan mengawal Orang tersebut dari serangan bandit sampai jembatan selesei dibuat.

Apa kejutan yang menanti tim 7 di Nami no Kuni?

Nantikan jawabannya di chapter depan sekitar seminggu lagi

bersambung